Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Dipublikasikan oleh Muhammad Armando Mahendra pada 18 Maret 2025
Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menggelar Kuliah Umum Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) pada Program Studi Program Profesi Insinyur pada Sabtu (27/04) di Kampus FTUI Salemba. Kuliah ini mengusung narasumber tamu Ir. Kusumo Drajad Sutjahjo, ST., Msi., CSP., IPU., ASEAN Eng. yang merupakan Sekretaris Jenderal Perkumpulan Ahli Keselamatan Konstruksi Indonesia (PAKKI) dan dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Fitri Yuli Zulkifli, S.T., M.Sc., IPU., Ketua Program Studi PPI FTUI beserta para mahasiswa PPI, 15 dari program reguler dan 9 dari program RPL.
Ir. Kusumo memaparkan topik tentang Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Pada pemaraparannya, beliau menjabarkan pentingnya keselamatan konstruksi berikut sasarannya. ”Yang pertama, menjamin dipenuhinya Standar Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Keberlanjutan dalam pengkajian, perencanaan, perancangan, dan pelaksanaan konstruksi. Sasaran berikutnya adalah melindungi keselamatan dan kesehatan para pekerja dan orang lainnya di tempat kerja konstruksi (formal & informal); menjamin setiap material dan alat konstruksi digunakan dengan selamat, sehat, efisien, dan efektif; menjamin proses konstruksi berjalan lancar; dan menjamin produk konstruksi dapat digunakan, dirawat, dan dibongkar dengan selamat dan efisien,” jelasnya.
Ir. Kusumo menceritakan SMKK merupakan ilmu baru yang dilatarbelakangi oleh berbagai kejadian kecelakaan kerja di Palembang selama tahun 2017. Berdasarkan hal tersebut, beliau merumuskan hal yang melatarbelakangi keselamatan konstruksi. Di antaranya, keinginan untuk selamat dan terhindar dari bahaya, keinginan untuk terhindardari kerugian materi akibat kecelakaan, memenuhi ketentuan hukum, dan desakan dari pihak luar dan tuntutan masyarakat.
”Keselamatan Konstruksi adalah segala kegiatan keteknikan untuk mendukung Pekerjaan Konstruksi dalam mewujudkan pemenuhan standar keamanan, keselamatan, kesehatan dan keberlanjutan (K4) yang menjamin keselamatan keteknikan konstruksi, keselamatan dan kesehatan tenaga kerja, keselamatan publik dan lingkungan. Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi merupakan pemenuhan terhadap Standar Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Keberlanjutan dengan menjamin keselamatan keteknikan konstruksi, keselamatan dan Kesehatan kerja, keselamatan publik, dan keselamatan lingkungan,” lanjut Ir. Kusumo.
Beliau juga menekankan, bahwa selain SMKK, terdapat juga SMK3, yaitu Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Keduanya sangat penting untuk dilakukan dan kita harus paham kapan kita melakukannya.
Pada kesempatan terpisah, Dekan FTUI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU menyampaikan, “Kuliah keselamatan konstruksi ini diharapkan memperkaya ilmu bagi para mahasiswa PPI, terutama pada program RPL. Semoga pengalaman yang dimiliki oleh Ir. Kusumo dapat semakin membuka wawasan para mahasiswa.”
Sumber: eng.ui.ac.id
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Dipublikasikan oleh Muhammad Armando Mahendra pada 18 Maret 2025
Beberapa kegagalan signifikan pada Proyek Teknik Sipil mulai dari bencana hingga kegagalan fungsional telah diselidiki yang melibatkan struktur atau komponen struktur.
Penyebab kegagalan ini telah dipelajari dan sebagai hasilnya, langkah-langkah perbaikan telah dilaksanakan. Kegagalan-kegagalan tersebut disebabkan oleh kekeliruan desain, kekurangan konstruksi dan terkadang kesalahan dalam Analisis dan Prosedur Desain yang terkomputerisasi. Kasus-kasus tersebut menyoroti perlunya tingkat kehati-hatian dan kewaspadaan yang lebih tinggi dalam analisis, desain, pengecekan dan konstruksi Proyek-proyek Teknik Sipil.
Pelajaran yang dipetik dapat dimanfaatkan dengan baik untuk menghindari terulangnya masalah serupa di masa depan.
Untuk alasan yang jelas, nama dan beberapa rincian tentang proyek telah diubah. Setiap referensi ke orang atau organisasi yang sebenarnya tidak disengaja dan murni kebetulan.
Pendahuluan
Kegagalan Struktur Teknik Sipil dapat berarti beberapa hal. Kegagalan tersebut dapat berupa kegagalan atau keruntuhan yang dahsyat, dapat juga berupa hilangnya fungsi atau dapat juga berarti penurunan kemampuan layanan bangunan hingga ke tingkat yang tidak ekonomis untuk dipertahankan.
Dalam menjalankan praktik profesinya, Insinyur Sipil sering dihadapkan pada masalah-masalah dalam Desain dan Konstruksi baik yang dilakukan oleh profesional atau organisasi lain maupun oleh profesional itu sendiri atau organisasinya. Masalah-masalah ini sering kali dapat mengakibatkan kerusakan pada orang atau properti dan melibatkan proses pengadilan yang memakan waktu. Belajar dari masa lalu atau kesalahan di masa lalu tentu dapat membantu Insinyur yang berpraktik untuk menghindari masalah seperti itu.
Tujuan dari makalah ini adalah untuk menyoroti beberapa kegagalan yang diselidiki oleh penulis. Makalah ini membahas kegagalan, penyebab kegagalan yang telah diverifikasi, aspek remediasi yang direkomendasikan, dan potensi biaya atau kerugian yang dialami oleh pihak-pihak yang terlibat.
Untuk alasan yang jelas, nama-nama orang atau organisasi yang terlibat telah dirahasiakan atau diubah, begitu juga dengan nama proyek yang sebenarnya.
Tujuan dari penyajian pengalaman-pengalaman ini adalah untuk membantu profesi dalam mengenali bahwa kegagalan dapat dan memang terjadi di dunia nyata. Pengalaman di masa lalu merupakan referensi dan sumber pengetahuan yang dapat diandalkan untuk menghindari terulangnya kecelakaan serupa.
1.0 STUDI KASUS NO. 1 - KERUNTUHAN SISTEM RANGKA ATAP
1.1 Latar Belakang
Sebuah gudang besar yang sedang dibangun untuk Perusahaan XYZ mengalami kecelakaan serius. Rangka Atap jatuh dengan gaya Domino ketika sedang dipasang. Kecelakaan ini menyebabkan beberapa korban jiwa, sebagian besar adalah pekerja yang sedang mengecat Rangka Atap yang sedang dipasang.
Penyebab kecelakaan segera dikaitkan dengan Boom Erection Crane yang menghantam rangka depan yang mengakibatkan kegagalan "Domino". Penyelidikan selanjutnya, sambil menerima hal ini sebagai "Pemicu" langsung dari kegagalan tersebut, mendeteksi beberapa kekurangan lain dalam konstruksi yang menyebabkan keruntuhan yang dahsyat.
Patut dicatat bahwa kekurangan dalam desain, meskipun secara umum tidak berkontribusi pada kegagalan juga dicatat. Yang mengejutkan adalah bahwa kekurangan-kekurangan ini dibatalkan oleh kesalahan dalam analisis komputer. Dengan demikian, desain yang cacat menjadi "Aman" oleh kesalahan kompensasi. Hasilnya adalah desain yang "Aman" secara tidak sengaja! Kontraktor umum adalah perusahaan terkemuka yang mensubkontrakkan jasa fabrikator baja dengan pengalaman yang sangat terbatas dalam pemasangan baja struktural. Geometri dari masing-masing rangka juga berkontribusi terhadap keruntuhan serta prosedur di bawah standar yang digunakan selama pemasangan.
1.2 Kecelakaan
Hampir 24 Bay Gedung telah menerima rangka dan purlins yang telah dipasang. Karena jadwal yang kritis, rangka telah dipasang hanya dengan lapisan cat dasar. Pengecatan akhir sedang dilakukan di atas rangka oleh beberapa pelukis saat rangka-rangka tersebut dipasang.
Kuda-kuda bagian bawah yang tidak cukup dikuatkan dengan purlins "C" pengukur ringan yang digandakan menjadi bagian kotak dengan pengelasan jahitan.
Beberapa pekerja yang sedang mengecat di atas rangka jatuh dan tertimpa rangka baja yang runtuh dan mengakibatkan beberapa orang tewas.
Segera pada hari setelah keruntuhan, kami dipanggil untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.
Hasil investigasi kami mengungkapkan rincian yang sangat mengejutkan yang berkontribusi pada keruntuhan tersebut.
1.3 Investigasi
Kami harus melakukan investigasi dengan cepat untuk mencegah penghilangan barang bukti dan untuk mewawancarai orang-orang yang terlibat atau memiliki pengetahuan tentang kecelakaan tersebut. Banyak foto yang diambil yang berfungsi sebagai bukti tak terbantahkan tentang apa yang berkontribusi terhadap kecelakaan tersebut. Sebuah tinjauan menyeluruh terhadap desain juga dilakukan.
Pertanyaan-pertanyaan ini dan pertanyaan-pertanyaan lainnya menjadi jelas setelah kami menyelesaikan investigasi.
1.4 Temuan
Temuan kami adalah sebagai berikut:
⦁ Prosedur pemasangan yang salah mengakibatkan sambungan yang berbahaya
Subkontraktor yang membuat dan memasang rangka bukan merupakan Fabrikasi Baja Struktural atau hanya memiliki sedikit pengalaman dalam fabrikasi dan pemasangan Baja Struktural. Selama proses pemasangan rangka, rangka menjadi "pendek" karena Lendutan Elastis karena rangka berada pada dua atau tiga titik pengangkatan. Hal ini mengakibatkan rangka batang menjadi "membungkuk" ke bawah sehingga memendek.
Karena baut jangkar sudah dicor ke cor beton, lubang baut pada pelat bantalan yang terpasang pada ujung Truss sekarang tidak sejajar karena pemendekan. Karena terburu-buru untuk memasang Rangka, lubang baut dan slot diperbesar agar Rangka dapat dipasang.
Dalam banyak kasus, lubang dan slot yang diperbesar lebih lebar atau lebih besar dari Mur! Dengan demikian, tidak ada penahan pada Rangka dan baut jangkar praktis tidak berguna kecuali beberapa yang sangat terbatas.
⦁ Geometri Rangka juga berkontribusi terhadap keruntuhan
Rangka dirancang sebagai Rangka yang ditopang secara sederhana dengan sambungan Roller-pin di ujungnya. Terdapat dua Gables atau Rangka Rangka dan Bent 'A' sedang dibangun sementara Bent 'B' telah selesai dibangun.
Inspeksi terhadap Bent 'B' yang sudah jadi menunjukkan kekurangan dan cacat yang sama.
Gambar di bawah ini menunjukkan geometri yang kurang baik yang diwakili oleh rangka berbentuk segitiga. Secara vertikal, sistem akan "Stabil". Namun, begitu ada gangguan lateral, sistem akan gagal dengan terguling secara progresif.
Seperti dapat dilihat, geometri yang kurang baik ini hanya memberikan sedikit tahanan rotasi ketika Rangka diberi beban lateral. Pada beberapa ujung Rangka yang tidak jatuh, ujung Rangka tertahan oleh baut tetapi tetap saja jatuh pada sisinya karena ujungnya terpuntir akibat kurangnya tahanan rotasi.
⦁ "Penyangga" Horisontal di Bawah Standar
Penyangga horisontal atau "Struts" untuk sengkang atas dan bawah Rangka menggunakan konstruksi di bawah standar dan berkualitas buruk.
Penyangga dirakit dari dua purlins "C" Light Gage yang disambung dengan las dengan jarak yang lebar. "Penyangga" akan melengkung secara progresif saat Rangka Utama terguling.
⦁ Desain yang dibuat "Aman" Secara Tidak Sengaja
Ada banyak kekurangan desain yang kadang-kadang serius yang dicatat selama proses Tinjauan Sejawat. Namun, seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, proses desain tidak berkontribusi pada keruntuhan karena kesalahan berikutnya dalam program komputer yang disebabkan oleh "Bug" dalam perangkat lunak cenderung mengkompensasi kolom-kolom yang tidak didesain secara tepat dengan mendesainnya secara berlebihan!
Dengan demikian, desain tersebut menjadi aman karena adanya bug pada komputer. Temuan kami dalam tinjauan sejawat mengungkapkan hal tersebut:
- Bangunan tersebut akan sangat kurang dirancang. Kekurangan yang sangat besar ini dapat mengakibatkan keruntuhan pada kondisi pembebanan desain jika bukan karena kesalahan kompensasi akibat "Bug" perangkat lunak.
Berikut ini adalah kekurangannya:
1. Desain Kolom
Beban angin dan gempa yang digunakan salah. Gaya angin yang diterapkan pada atap semuanya positif (ke bawah) padahal sebenarnya beban yang bekerja adalah negatif (tekanan hisap) untuk kemiringan atap yang digunakan.
Kolom-kolom tersebut didesain dengan menggunakan Perangkat Lunak Analisis dan Desain Struktural Terpadu yang populer. "Bug" tersebut cenderung mendesain member kompresi secara berlebihan.
Pembebanan Seismik dan klasifikasi tipe bangunan sepenuhnya salah. Perkiraan yang terlalu rendah dari geser dasar menghasilkan pengurangan 60% dalam Pembebanan Seismik. Bangunan diklasifikasikan sebagai OMRSF - Ordinary Moment Resisting Space Frame yang mana untuk struktur beton dilarang oleh peraturan di Zona 4.
2. Desain Rangka Batang
Analisis mempertimbangkan bahwa member Rangka Batang dihubungkan secara kaku namun Rangka Batang didesain sebagai member yang dibebani secara aksial saja, dengan mengabaikan momen.
Keuntungannya adalah bahwa untuk Korda Bawah dan Korda Atas, hanya tegangan maksimum yang digunakan dalam desain. Demikian pula untuk member web, hanya nilai tegangan yang sangat terbatas yang digunakan. Sementara analisisnya mengarah ke desain yang kurang, penyederhanaan yang berlebihan pada desain cenderung ke arah desain yang berlebihan kecuali untuk beberapa member.
Hal ini dapat mengatasi masalah tetapi menghasilkan rangka atap yang sangat berat dan mahal. Desain berlebih yang dihasilkan karena penyederhanaan dan kesalahan yang tidak disengaja mengakibatkan peningkatan berat rangka sebesar 30%!
3. Struktur Tinggi
Ketinggian struktur yang digunakan dalam analisis dan desain adalah 10,0 meter. Ketinggian sebenarnya adalah 15,0 meter.
Tidak dapat dipastikan kapan dan pada titik mana ketinggiannya berubah. Hal ini seharusnya secara otomatis memicu desain ulang.
4. Kolom beton dianggap sebagai member yang dibebani secara aksial murni
Diagram Pembebanan Analisis terkomputerisasi dengan jelas menunjukkan bahwa reaksi rangka batang adalah aksial bersama dengan garis tengah kolom.
Pada kenyataannya, rangka batang ditumpu pada corbel 500mm dan karenanya menimbulkan momen lentur pada kolom.
Hal ini dapat mengakibatkan desain kolom yang kurang tepat jika tidak ada "Bug" pada program komputer.
5. Sistem Rangka Atap Secara Keseluruhan Tidak Efisien
Sistem Rangka Atap yang diadopsi terdiri dari dua Truss Bents yang bertumpu pada corbels dengan detail sambungan Roller/Pin seperti yang ditunjukkan di bawah ini:
Dengan demikian, Truss Bents tidak dapat berpartisipasi secara efisien dalam membawa beban lateral dan mendistribusikan beban karena pada dasarnya ini hanya menopang ketinggian. Dengan demikian, tidak ada redundansi dalam struktur atau jalur tegangan alternatif jika terjadi tegangan berlebih.
Dengan demikian, Truss Bents tidak dapat berpartisipasi secara efisien dalam memikul beban lateral dan mendistribusikan beban karena pada dasarnya ini hanyalah elevasi yang didukung. Dengan demikian, tidak ada redundansi dalam struktur maupun jalur tegangan alternatif jika terjadi tegangan berlebih.
1.5 Pelajaran yang Dipetik
Ereksi adalah operasi kritis yang membutuhkan kehati-hatian dan pengalaman. Hal ini tidak dapat dipercayakan kepada kontraktor yang tidak berpengalaman.
2.0 STUDI KASUS NO. 2 - DESAIN ALTERNATIF MENGHASILKAN STRUKTUR YANG CACAT
2.1 Pendahuluan
Perusahaan kami dilibatkan untuk mendesain Kompleks Industri besar untuk Perusahaan ABC. Bagian dari Kompleks tersebut adalah gudang dengan area yang luas dengan luas lantai sekitar 4,0 Hektar (40.000 m2).
Ketika proyek ini ditawar, penawar terendah menawarkan proposal rancang bangun alternatif yang lebih rendah P20 juta dari penawaran mereka menggunakan desain kami.
Karena potensi penghematan yang sangat besar, pemilik memilih proposal rancang bangun alternatif.
Hal ini terbukti merupakan sebuah kesalahan!
2.2 Masalah Terdeteksi
Enam bulan setelah konstruksi dimulai dan ketika 4 hektar purlins telah terpasang dan semua rangka struktur tinggal menunggu pemasangan atap dan kelongsong, Insinyur Proyek dari pemilik proyek menyadari adanya lendutan pada purlins dan rangka yang hanya didasarkan pada bobot mati murni. Pemilik harus menggunakan jasa kami lagi untuk melakukan tinjauan ulang terhadap desain Kontraktor.
Selanjutnya, surat pernyataan profesional diperoleh dari Insinyur Kontraktor agar kami dapat melakukan tinjauan desain profesional.
2.3 TEMUAN
Kajian terhadap perhitungan desain dan data pembebanan mengungkapkan fakta-fakta yang sangat mengejutkan.
1. Tekanan angin yang digunakan sangat jauh di bawah nilai Code dan mengabaikan faktor eksposur karena lokasi yang akan meningkatkan tekanan angin lebih lanjut dan di beberapa lokasi tekanan pengangkatan akan menjadi dua kali lipat.
Catatan: Gudang ini terletak di sepanjang lereng datar yang menghadap ke laut. Faktor eksposur untuk hal ini seharusnya adalah Ce = 1,51 untuk Kategori Eksposur D.
Pada beberapa area kritis, beban angin secara tidak sengaja tidak dipertimbangkan.
2. Model komputasi yang digunakan oleh Insinyur Kontraktor menghasilkan mekanisme keruntuhan karena semua sambungan untuk kolom adalah sambungan "pin" dan juga sambungan rangka ke kolom. Hal ini tidak dapat diterima secara statis.
Pembebanan lateral dalam analisis komputer seharusnya sudah memicu atau menandakan kondisi "Gagal" namun hal ini terlewatkan atau terabaikan.
Untungnya, pada konstruksi aktual, sambungan angkur kolom menunjukkan bahwa itu adalah kondisi "semi-tetap" karena detail baut angkur tidak menunjukkan sambungan yang disematkan.
3. Asumsi pembebanan yang digunakan dalam desain adalah 50% lebih rendah dari ketentuan code. Hal ini secara langsung akan menghasilkan struktur yang juga akan didesain kurang dari nilai tersebut. Namun, kesalahan lain juga berkontribusi pada underdesign yang besar. Pembebanan seismik (meskipun tidak signifikan) diabaikan sama sekali.
2.4 Karena Anggota yang Dikonstruksi Kurang
Sebagai hasil dari asumsi yang keliru di atas dan pemodelan yang salah dari geometri struktur dan kondisi ketegakan, berikut ini adalah temuan-temuan kami:
2.5 Bug Perangkat Lunak yang Berkontribusi pada Kesalahan
Dalam tinjauan kami, kami mencatat lebih lanjut bahwa tegangan yang diijinkan untuk member kompresi yang digunakan oleh Insinyur Kontraktor relatif lebih tinggi dibandingkan dengan hasil komputer kami.
Kami menggunakan program yang sama tetapi Insinyur Kontraktor menggunakan versi yang lebih baru (Ver. 22) dan kami menggunakan versi yang lebih lama tetapi berlisensi.
Kami kemudian melanjutkan untuk menghitung tegangan yang diijinkan dalam pemampatan dengan tangan dan kami dapat memverifikasi bahwa perhitungan kami benar.
Namun, Insinyur Kontraktor tetap bersikeras bahwa perhitungan mereka sudah benar mengingat mereka menggunakan versi yang lebih baru! Untuk menyelesaikan masalah ini, kami menulis surat pertanyaan resmi kepada perusahaan Perangkat Lunak tersebut. Mereka segera menjawab dengan mengakui adanya bug ketika mereka merevisi versi baru! Hal ini akhirnya menyelesaikan masalah ini. Kami memberikan salinan temuan kami kepada Insinyur Pemilik dan Kontraktor.
2.6 "Rekayasa Nilai" Berubah Menjadi Bencana Finansial
Akibatnya, 4,0 hektar purlins yang sudah terpasang harus dibongkar dan diganti seluruhnya. Kami menyiapkan langkah-langkah perbaikan untuk rangka batang dengan menyediakan pelat penutup untuk semua member yang mengalami tegangan berlebih dan memperkuat pengaku memanjang dan gelagar pengangkut. Pekerjaan ini terbukti memakan biaya yang cukup besar, baik bagi kontraktor maupun pemilik.
Pemilik mengalami penundaan selama 2,5 bulan dalam proyek tersebut. Mereka juga terpaksa menyewa ruang penyimpanan di luar untuk peralatan elektronik yang sensitif dan kontrol untuk pabrik industri.
Kontraktor mengalami kerugian finansial yang sangat besar. Purlins yang rusak seluas 4,0 hektar dibongkar dan diganti seluruhnya. Operasi pelapisan tulangan yang mahal yang melibatkan pekerjaan pengelasan di atas kepala dilakukan pada rangka-rangka tersebut ketika masih menggunakan penyangga sementara.
Kami tidak mengetahui apakah pemilik menjatuhkan denda kepada kontraktor.
2.7 Pelajaran yang Dipetik
Program komputer tidak dapat diberikan kepercayaan begitu saja.
Mempercayakan desain kepada Insinyur Junior yang tidak berpengalaman dapat mengakibatkan bencana.
Kekeliruan dalam interpretasi pembebanan yang ditentukan kode dan faktor eksposur merupakan kontributor utama terhadap masalah ini.
Tinjauan internal yang tepat dapat mendeteksi mekanisme keruntuhan yang tidak dapat diterima secara statis, namun hal ini tidak terdeteksi sama sekali hingga semuanya terlambat.
3.0 STUDI KASUS NO. 3 - NYARIS PANIK YANG DISEBABKAN OLEH DETAIL YANG SALAH
3.1 Pendahuluan
Kegagalan ini tidak begitu signifikan secara finansial maupun teknis seperti Nyaris Panik yang ditimbulkannya. Namun demikian, perbaikannya terbukti memakan biaya yang besar.
Proyek ini merupakan fasilitas sanitasi ultra higienis untuk pembuatan formulasi bayi. Fasilitas ini digunakan untuk mengeringkan susu cair menjadi bubuk.
Akses masuknya sangat terbatas dan harus mengenakan gaun, penutup kepala, melepas jam tangan dan kacamata, menggunakan kaus kaki sepatu sekali pakai, dan mencuci tangan dengan alkohol.
Manajer fasilitas hampir panik ketika noda hitam ditemukan di antara sambungan kolom/batako. Noda tersebut langsung dicurigai sebagai kotoran burung karena warnanya yang kehitaman. Kotoran burung adalah sumber paling umum dari bakteri "Salmonella" yang ditakuti. Setiap kejadian yang dilaporkan bisa saja membutuhkan penutupan total dan sterilisasi yang berkepanjangan pada Menara Pengering Tujuh Lantai.
Kami dipanggil untuk memberikan konsultasi. Kami memeriksa lokasi dan benar saja, kami memverifikasi adanya noda hitam di sepanjang sambungan vertikal antara kolom dan dinding batu. Hal ini sangat mengkhawatirkan, meskipun kami telah diberi tahu tentang apa yang akan terjadi jika "Salmonella" terdeteksi di fasilitas yang sangat higienis.
3.2 Identifikasi Masalah Seketika
Kami segera menuju ke kantor Teknik pabrikan untuk melihat Rencana As-Built.
Apa yang kami lihat segera mengidentifikasi masalahnya. Masalahnya dijelaskan oleh sketsa:
Pengisi Kompresibel Papan Mineral yang Diresapi Aspal terpapar pada elemen-elemen dan sealant ditempatkan di dalamnya. Pelapukan dan paparan sinar matahari melelehkan aspal dan mendegradasi serat mineral.
Kerusakan pada sealant memungkinkan aspal yang meleleh yang diencerkan oleh air masuk ke dalam dan pada awalnya dicurigai sebagai noda dari kotoran burung yang setara dengan potensi infeksi salmonella.
3.3 Tindakan Perbaikan
Langkah-langkah perbaikan yang direkomendasikan dan dilaksanakan adalah sederhana namun sangat mahal.
Hal ini membutuhkan pemindahan sejumlah sambungan vertikal di seluruh Fasilitas Tujuh Lantai dan penggantian dengan prosedur penyambungan yang tepat. Hal ini sangat mahal bagi pemilik.
3.4 Pelajaran yang Dipetik
Bahkan kesalahan yang sangat sederhana dan tampaknya tidak berbahaya pada detail-detail kecil dapat menyebabkan masalah jika tidak diperiksa dengan proses pengecekan dan peninjauan yang sudah ada.
4.0 STUDI KASUS NO. 4 - TENGGELAM ATAU NAIK?
4.1 Pendahuluan
Sebuah pabrik percetakan bahan kemasan khusus yang sangat besar dibangun sebagian dengan sistem potong dan sebagian lagi dengan sistem isi. Dua pertiga dari pabrik tersebut bertumpu pada bahan isi yang dipadatkan.
Peralatan cetak offset empat warna yang sangat mahal seharga puluhan juta peso dipasang. Mesin cetak offset tersebut terdiri dari empat mesin cetak yang dihubungkan dengan sebuah batang penggerak berukuran sekitar 35 mm. Mesin ini berdiri di atas fondasi alas tebal yang terintegrasi dengan lempengan lantai. Mesin offset memerlukan toleransi yang sangat kecil dan setiap ketidaksejajaran secara horizontal atau vertikal tidak dapat ditoleransi karena akan menghasilkan peletakan dan pencetakan warna yang tidak tepat.
Segera setelah commissioning, mesin cetak membuang banyak gulungan bahan yang mahal karena ketidaksejajaran. Koreksi dilakukan secara berkala, tetapi masalahnya menjadi semakin parah seiring berjalannya waktu hingga produksi dihentikan sama sekali untuk mesin ini. Seluruh jadwal produksi berada dalam bahaya.
Tapak bangunan dikelilingi oleh dua sisi dengan area cekungan yang menggenangi air selama hujan deras karena saluran air yang tidak memadai.
4.2 Masalah
Pemilik serta pemasok peralatan asing segera mencurigai pemukiman sebagai penyebabnya.
Kami diundang untuk mengunjungi lokasi untuk melihat masalahnya.
Apa yang kami lihat bertentangan dengan kecurigaan pemiliknya karena mesin benar-benar naik dan tidak mengendap!
Ketika kami memberi tahu pemiliknya tentang temuan awal kami, dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Namun demikian, dia menggunakan jasa kami untuk membuktikannya dan merekomendasikan langkah-langkah perbaikan.
4.3 Program Investigasi
Kami merekomendasikan program investigasi yang terdiri dari empat bagian (yang kemudian diterima) yang terdiri dari:
Hasil dari program investigasi diformalkan dalam sebuah laporan termasuk prosedur remediasi kami.
4.4 Hasil Investigasi
Hasil investigasi menguatkan temuan awal kami. Survei Topo mengkonfirmasi bahwa lempengan tanah memang naik dan menyeret peralatan.
Penampang melalui sumbu longitudinal dan transversal peralatan menunjukkan adanya kenaikan vertikal pada pelat serta fondasi peralatan tanpa diragukan lagi.
Uji laboratorium juga pada dasarnya membuktikan kecenderungan pembengkakan tanah. Sebagian besar material timbunan di bawah pelat diklasifikasikan sebagai CH/MH dengan LL>55 PI>25. Potensi gelombang adalah dari sedang sampai tinggi dengan indeks gelombang setinggi 10 pada sebagian besar kasus.
Tekanan gelombang yang dihasilkan pada pengujian gelombang terbatas menunjukkan tekanan gelombang sebesar 744 psf (35.6 kPa). Berdasarkan perhitungan, tekanan gelombang ini saja tidak akan cukup untuk mengangkat pondasi matras yang berat. Oleh karena itu, pertanyaan: mengapa bisa naik? menjadi prioritas untuk dijawab.
Inspeksi terhadap pelat lantai dan pondasi peralatan memberikan jawabannya. Pelat lantai terhubung ke pondasi peralatan dan dicor secara monolitik dengan tulangan yang kontinu.
Hal ini memberikan koneksi ke pelat. Ketika area yang luas dari pelat terangkat, gaya besar yang terakumulasi cukup untuk menarik fondasi alat berat.
4.5 Mekanisme Kegagalan karena Heaving
4.6 Remediasi
4.6.1 Latar Belakang
Gangguan pada slab pasti disebabkan oleh Swelling/Heaving dan hanya perlu ditentukan mekanisme apa yang menyebabkan hal ini terjadi untuk menghasilkan proposal untuk menyelesaikan masalah.
Harus dipahami bahwa solusi apapun untuk menghilangkan tanah yang membengkak tidak akan sepenuhnya menghilangkan potensi pembengkakan.
Selain itu, adanya air yang terperangkap dalam bentuk kadar air alami dari tanah yang ada, yang relatif tinggi berdasarkan uji laboratorium terhadap sampel test pit, dapat memicu penurunan lebih lanjut. Hal ini masih mungkin terjadi meskipun telah dilakukan intervensi perbaikan.
4.6.2. Kejenuhan Air oleh Genangan Air
Drainase daerah dataran rendah di sekitar pabrik terhambat atau dicegah dengan tidak adanya struktur drainase dan saluran pembuangan yang memadai. Dengan demikian, limpasan permukaan terakumulasi dan daerah sekitarnya menjadi kolam penampungan yang menjenuhkan daerah tersebut.
Air memiliki kecenderungan alami untuk berpindah dari daerah panas ke daerah dingin. Karena tapak tanaman dinaungi oleh atap, diisolasi oleh pelat lantai dan berventilasi baik, tanah di bawahnya pasti lebih dingin di dalam daripada di luar tapak tanaman.
Dengan demikian, gradien termal terbentuk dan air mengikuti gradien ini. Gaya tarik menarik lebih besar daripada gaya gravitasi, dan oleh karena itu air dapat naik ke atas juga dibantu oleh aksi kapiler yang menyebabkan pembengkakan Tanah Sangat Plastis (CH/MH).
4.6.3 Mekanika Tanah yang Mengembang
Karena tanah ekspansif dicirikan oleh granulometri yang sangat halus dan dengan demikian rasio luas permukaan terhadap massa yang besar, maka tanah ini memiliki afinitas yang besar terhadap air. Air ditangkap dan diserap oleh air dan dipegang erat dengan gaya tarik yang besar.
Air yang diserap dan teradsorpsi meningkat dengan daya tarik lebih lanjut dan ekspansi volumetrik saat terjadi pembengkakan. Karena afinitas akibat gaya tarik menarik listrik dan kimia yang kuat sangat besar, ekspansi menghasilkan tekanan yang luar biasa saat dikurung atau ditahan. Hal ini menghasilkan tekanan gelombang tinggi yang dapat mengangkat pelat yang dibebani ringan atau fondasi mesin.
Oleh karena itu, kunci dari pembengkakan lebih lanjut adalah keberadaan air. Karena proses pembengkakan bersifat reversibel, pembasahan dan pengeringan secara bergantian seperti yang terjadi selama periode hujan dan kekeringan akan menyebabkan penyusutan dan pembengkakan, penyusutan menyebabkan runtuhnya struktur tanah dan oleh karenanya memperparah dan mempercepat kerusakan perkerasan.
Berdasarkan hal ini, maka perlu juga untuk mencapai keseimbangan kondisi kelembaban untuk mencegah perubahan volumetrik musiman dan siklus.
Dengan demikian, arah utama untuk solusi masalah yang berkaitan dengan tanah yang membengkak, jika tanah yang membengkak tidak dapat dihilangkan dan diganti adalah:
Menghilangkan sumber-sumber air
Pemeliharaan keseimbangan kelembaban di dalam area kritis yang dalam hal ini adalah tapak tanaman.
4.7 Tindakan Perbaikan yang Diusulkan
Kami telah membagi rekomendasi kami mengenai mitigasi dan pencegahan kerusakan akibat gelombang pasang menjadi yang paling mendesak dan segera.
4.7.1 Paling Mendesak
Kami telah merekomendasikan pemotongan atau pelepasan sambungan yang tidak disengaja atau sambungan gesekan antara pelat dan alas mesin.
Kami juga merekomendasikan agar pelat lantai secara umum dilepaskan atau sambungan dipotong di sepanjang perimeter dan dinding interior. Hal ini diperlukan untuk melepaskan penahan yang dapat menyebabkan keretakan lebih lanjut pada pelat.
Pemotongan dilakukan dengan roda pemotong berlian. Potongan tersebut kemudian disegel dengan sealant elastomer yang tahan terhadap pelarut dan minyak.
4.7.2 Solusi Segera
Penghapusan Sumber Air
Sengkedan dan area yang digenangi air diurug untuk mengalihkan air dari tapak tanaman. Pengurugan dipadatkan setelah tanah dasar dibersihkan dan digerus serta dipadatkan hingga 95% MDD berdasarkan ASTM D-698.
Drainase yang efektif menjauh dari lokasi diimplementasikan untuk menghilangkan genangan dan penahanan air.
Saluran air atap dan pengumpul (Pipa RCP) di dekat perimeter pabrik dinonaktifkan dan diganti dengan parit berjajar yang berjarak setidaknya 2,0 meter dari tapak pabrik. Hal ini akan memastikan bahwa setiap kebocoran atau kerusakan dapat terlihat dengan jelas.
Saluran pembuangan sekarang mengalir langsung ke parit-parit ini.
Jalan setapak di sepanjang perimeter bangunan memiliki kemiringan yang terbalik karena pembengkakan yang memungkinkan air merembes ke dalam bangunan. Hal ini direkonstruksi dengan tambahan lapisan beton yang miring menjauhi bangunan seperti yang ditunjukkan pada Gbr. 1.0.
4.7.3 Rekomendasi untuk Mencegah Masuknya Air Lebih Lanjut dan untuk Menjaga Keseimbangan Kelembaban
Untuk mencegah masuknya air lebih lanjut di bawah tapak bangunan, maka perlu disediakan Dinding Penghalang yang kedap air. Dinding Penghalang dibangun sedekat mungkin dengan perimeter Bangunan dan diperpanjang setidaknya 1,5 meter secara vertikal di bawah Garis Lantai Selesai.
Barrier ini terdiri dari HDPE Liner setebal 2mm dan dengan semua sambungan yang dilas untuk memastikan bahwa tidak ada jeda pada penghalang kedap air. Parit ditimbun kembali dengan Compacted Fill dan bagian atasnya kedap air dengan perkerasan beton.
4.8 Pelajaran yang Dipetik
Pemilihan dan klasifikasi tanah timbunan di bawah struktur harus dilakukan dengan hati-hati.
Genangan air di sekitar struktur harus dihindari karena pada akhirnya akan menyalurkan air ke bawah struktur.
5.0 PENUTUP
Masih ada kegagalan-kegagalan lain yang perlu disampaikan. Namun, kasus-kasus lainnya disebabkan oleh alasan-alasan yang sudah sangat umum:
Sebagai Insinyur Sipil, kami memiliki kewajiban kepada klien kami dan masyarakat pada umumnya untuk menyediakan struktur yang aman dan fungsional, bebas dari cacat, dan sesuai dengan peraturan. Mempelajari masa lalu tentu saja merupakan salah satu cara untuk menghindari kesalahan yang sama.
Sumber: pgatech.com.ph
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Dipublikasikan oleh Muhammad Armando Mahendra pada 18 Maret 2025
Ruang Terbuka Publik (RTP) Pantai Bebas Parapat di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) telah tuntas ditata oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hal ini merupakan komitmen Kementerian PUPR untuk terus mempercantik Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), termasuk Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba sebagai destinasi wisata unggulan.
Penataan RTP Pantai Bebas Parapat di Kabupaten Simalungun merupakan salah satu pekerjaan yang telah rampung dilakukan hingga akhir tahun 2021. Kepala Balai Pengembangan Prasarana Wilayah (BPPW) Sumatera Utara Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PUPR Syafriel Tansier mengungkapkan, RTP Pantai Bebas Parapat ini memiliki daya tarik keindahan pemandangan Danau Toba.
"Pekerjaannya dilakukan di atas lahan seluas kurang lebih 10.150 meter persegi oleh BPPW Sumut Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR," kata Syafriel dikutip dari laman Kementerian PUPR.
Penataan RTP Pantai Bebas Parapat ini dimulai sejak bulan Oktober 2020 hingga bulan November 2021 dengan biaya sebesar Rp 84,6 miliar oleh penyedia jasa PT Wijaya Karya Bangun Gedung. Sementara konsultan supervisinya adalah PT Yodya Karya (Persero) dan PT Saranabudi Prakarsaripta dengan skema kerja sama operasi (KSO). Lingkup pekerjaan yang dilakukan berupa penataan kawasan pantai bebas, penataan ruang terbuka publik Parapat, pembangunan gerbang KSPN arah Medan, dan pembangunan gerbang KSPN arah Silangit.
Penataan RTP Pantai Bebas Parapat tersebut menghadirkan wahana bermain dan olahraga seperti, skateboard, jogging area, selfie dengan paduan hamparan semenanjung Pantai Parapat. Adapun Pantai Bebas Parapat berada di Kota Wisata Parapat, letaknya di seberang Danau Toba di Kabupaten Simalungun atau berjarak 186 kilometer dari Kota Medan. Sementara itu, waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 3 jam 25 menit melalui Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT).
Sumber: kompas.com
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Dipublikasikan oleh Muhammad Armando Mahendra pada 18 Maret 2025
Pembangunan infrastruktur yang sedang gencar – gencarkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur harus kandas dan masuk dalam deretan proyek gagal, hal ini ditandai habisnya masa jabatan Gubernur dan wakil Gubernur Kaltim H Isran Noor dan Hadi Mulyadi tahun lalu.
Celah transisi pejabat gubernur kaltim di manfaatkan oknum pejabat Dinas Perhubungan Kaltim dengan bekerja asal – asalan dan dijadikan lahan basah untuk mengeruk uang rakyat.
Salah satunya adalah Proyek Pembangunan Terminal Bontang yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kaltim, Sumber Dana APBD Kaltim Tahun 2023, Nilai Pagu Anggaran Rp. 16.124.703.500,00 Milliar, Lokasi pekerjaan/Proyek di Kota Bontang, dimenangkan oleh PT. HIQMAH ALDINA PRIMA alamat JL. AM. SANGAJI GG. BELIBIS NO. 05 RT. 10 KEL. BANDARA KEC. SAMARINDA UTARA – Samarinda (Kota) – Kalimantan Timur, dengan nilai negosiasi tercoreksi sebesar Rp Rp. 14.288.866.000,00 Milliar.
Proyek yang seharusnya selesai akhir tahun 2023, PT. HIQMAH ALDINA PRIMA tidak mampu menyelesaikannya, sudah diberikan addendum 50 hari, namun tetap juga tidak dapat menyelesaikannnya, informasi terakhir bahwa dana tersebut sudah terserap semuannya.
Direktur PT. HIQMAH ALDINA PRIMA beserta oknum pejabat Dinas Perhubungan Kaltim patut diduga kuat melakukan kong kalikong untuk meloloskan anggaran proyek tersebut dibayar seluruhnya, dengan mengubah laporan proyek sudah selesai, padahal faktanya belum selesai sama sekali bahkan bisa di sebut proyek gagal.
Jelas UU Jasa Konstruksi 1999, kegagalan Proyek, Sebagai keadaan bangunan, yang setelah diserahterimakan oleh penyedia jasa kepada pengguna jasa, menjadi tidak berfungsi dengan baik secara keseluruhan maupun sebagian, dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak kerja konstruksi atau pemanfaatannya yang menyimpang sebagai akibat kesalahan Penyedia Jasa dan/atau Pengguna Jasa. UU Jasa Konstruksi 2017, kegagalan Proyek, Suatu keadaan keruntuhan bangunan dan/atau tidak berfungsinya bangunan setelah penyerahan akhir hasil Jasa Konstruksi.
Sanksi pelanggaran pidana Pasal 43 (1) Barang siapa yang melakukan perencanaan pekerjaan konstruksi yang tidak memenuhi ketentuan keteknikan dan mengakibatkan kegagalan pekerjaan konstruksi atau kegagalan bangunan dikenai pidana paling lama 5 (lima) tahun penjara atau dikenakan denda paling banyak 10% (sepuluh per seratus) dari nilai kontrak.
(2)Barang siapa yang melakukan pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang bertentangan atau tidak sesuai dengan ketentuan keteknikan yang telah ditetapkan dan mengakibatkan kegagalan pekerjaan konstruksi atau kegagalan bangunan dikenakan pidana paling lama 5 (lima) tahun penjara atau dikenakan denda paling banyak 5% (lima per seratus) dari nilai kontrak. (3) Barang siapa yang melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan konstruksi dengan sengaja memberi kesempatan kepada orang lain yang melaksanakan pekerjaan konstruksi melakukan penyimpangan terhadap ketentuan keteknikan dan menyebabkan timbulnya kegagalan
Pekerjaan konstruksi atau kegagalan bangunan dikenai pidana paling lama 5 (lima) tahun penjara atau dikenakan denda paling banyak 10% (sepuluh per seratus) dari nilai kontrak.
Sanksi Administratif Pasal 98 Penyedia Jasa yang tidak memenuhi kewajiban untuk mengganti atau memperbaiki Kegagalan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 dikenai sanksi administratif berupa: a. peringatan tertulis; b. denda administratif; c. penghentian sementara kegiatan layanan Jasa Konstruksi; d. pencantuman dalam daftar hitam; e. pembekuan izin; dan/atau f. pencabutan izin.
Sumber: inspiratornews.com
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Dipublikasikan oleh Muhammad Armando Mahendra pada 18 Maret 2025
Indonesia sebagai negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia, memiliki peningkatan jumlah pekerja aktif tiap tahunnya. Lonjakan jumlah pekerja ini berlangsung selama empat tahun sejak 2020. Berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, di 2023 terdapat 139,85 juta orang yang aktif bekerja dari total 147,71 juta angkatan kerja.
Namun ironisnya, peningkatan jumlah pekerja juga diiringi dengan tingginya angka kecelakaan kerja. Pada penghujung 2023, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia mencatat ada sekitar 370,747 orang yang mengalami kecelakaan kerja. Kondisi ini menunjukkan bahwa hak-hak pekerja terhadap K3 belum sepenuhnya terpenuhi.
Jika dipahami secara fundamental, K3 merupakan kebijakan yang bertujuan untuk melindungi karyawan dari risiko dan bahaya yang timbul selama bekerja. Hal tersebut mencakup berbagai langkah preventif, seperti penggunaan peralatan pelindung diri, pelatihan keselamatan, dan pengawasan saat bekerja.
Di sisi lain, International Labour Organization (ILO) mengungkapkan bahwa tingkat kecelakaan kerja di negara berkembang empat kali lebih tinggi dibanding negara maju. Apabila ditarik benang merah, tingkat kecelakaan kerja yang terjadi dalam suatu negara dapat mencerminkan kondisi kesejahteraan negara tersebut. Di mana semakin tinggi jumlah kecelakaan kerja yang terjadi, maka semakin rendah kesejahteraan negara tersebut.
Hal ini tentu tidak terlepas dari kerugian yang harus ditanggung selepas terjadinya kecelakaan kerja. Bahkan menurut ILO, kerugian yang timbul dari kecelakaan kerja menyentuh 4% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dunia. Dalam teori yang seringkali digunakan untuk menghitung kerugian suatu kecelakaan kerja, yakni teori gunung es (iceberg theory) mengungkapkan bahwa kerugian yang ditimbulkan akibat kecelakaan kerja jauh lebih besar dari yang terlihat.
Di Indonesia sendiri, peraturan K3 telah diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja. Dalam pasal tersebut, sanksi pidana terberat hanya sebatas denda maksimal 100.000 dengan kurungan tiga bulan sehingga sanksi tersebut dianggap tidak sebanding dengan pelanggaran yang dilakukan. Sebagai contoh, apabila kasus pelanggaran K3 berat yang menyebabkan hilangnya sebuah nyawa.
Contoh lain, pada kasus ledakan pabrik peleburan nikel oleh PT. Indonesia Tsingshan Stainless Steel di bulan Desember tahun lalu. Ledakan yang mengakibatkan 21 orang kehilangan nyawa ini belum diputuskan sanksinya hingga sekarang. Jika berkaca pada kasus tersebut, maka penindakan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia masih jauh dari kata tegas dan adil.
Padahal pemerintah Indonesia sendiri telah menjamin hak pekerja untuk memperoleh perlindungan atas K3 melalui Undang-undang Pasal 86 Ayat 1 Nomor 13 Tahun 2003. Tetapi, dalam implementasinya, pemerintah masih belum berhasil mewujudkan hak tersebut akibat dari lemahnya sanksi yang diberlakukan. Berkaca dari hal tersebut, pemerintah Indonesia perlu mengadaptasi sistem manajemen K3 dari negara maju, khususnya Jepang.
Sebagai contoh nyata, kebijakan K3 di Jepang berhasil terimplementasi dengan baik. Kepedulian terhadap kecelakaan kerja menjadi penggerak utama pemerintah Jepang dalam menindak tegas pelanggaran K3. Dengan memberlakukan sanksi yang berat, pemerintah Jepang berusaha mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan mendorong pengusaha untuk menjaga lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi pekerja.
K3 di tempat kerja merupakan kepentingan pengusaha, pemerintah, maupun pekerja. Pengusaha bertanggung jawab untuk menjalankan K3 secara benar sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pengusaha juga harus menjamin keselamatan pekerja, seperti dengan memberikan alat pelindung diri,asuransi kesehatan, pelatihan K3 pada pekerja, hingga melakukan proses audit secara rutin.
Di sisi lain, pekerja memiliki kewajiban untuk menaati peraturan K3 yang berlaku. Pekerja perlu memahami resiko pekerjaannya dan mengikuti petunjuk keselamatan yang diberikan perusahaan. Penting bagi pekerja untuk memahami dan menerapkan K3 yang berlaku di tempat kerjanya.
Pemerintah yang memiliki peran penting dalam penerapan K3 seharusnya tidak hanya memberi solusi berupa langkah preventif saja. Namun, diperlukan upaya represif dengan hukum yang memadai sehingga diperlukan pembaruan sanksi terkait pelanggaran K3 untuk menimbulkan efek jera.
Terlepas dari perbedaan kondisi yang ada di setiap negara, perbedaan pekerjaan yang harus ditanggung serta medan yang dihadapi para pekerja, keselamatan dan kesehatan pekerja adalah hak asasi manusia mendasar yang harus dipenuhi. Sejatinya, tidak pernah ada pekerjaan yang sebanding dengan nyawa manusia.
Sumber: its.ac.id
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Dipublikasikan oleh Muhammad Armando Mahendra pada 18 Maret 2025
Kegagalan konstruksi dapat berdampak negatif pada bangunan dan proyek Anda. Mencegah kegagalan ini sangat penting, dan untuk melakukannya, Anda perlu mengenali kesalahan umum yang sering terjadi dalam konstruksi dan mengetahui solusi-solusi yang efektif.
Artikel ini akan membahas berbagai aspek yang berhubungan dengan kegagalan konstruksi, mulai dari standar keberhasilan konstruksi, kesalahan umum yang sering terjadi, dampak dari kegagalan konstruksi, strategi untuk mengatasi kegagalan, penggunaan teknologi dan inovasi, tantangan dalam konstruksi.
Jangan khawatir, kami telah mengumpulkan informasi terkini dan terpercaya agar Anda memiliki pemahaman yang komprehensif tentang masalah ini. Setelah membaca artikel ini, Anda akan memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang cara menghindari kegagalan konstruksi dan menjaga kualitas proyek konstruksi Anda.
Standar Keberhasilan Konstruksi Bangunan
Sebelum kita membahas kesalahan umum dalam konstruksi, penting untuk memahami standar keberhasilan dalam proyek konstruksi. Dalam konteks konstruksi bangunan, standar keberhasilan mengacu pada kriteria-kriteria yang perlu dipenuhi agar proyek konstruksi dianggap berhasil.
1. Definisi Keberhasilan dalam Proyek Konstruksi
Keberhasilan konstruksi adalah penilaian tentang sejauh mana proyek konstruksi telah mencapai tujuan yang ditetapkan. Keberhasilan dapat dilihat dari berbagai perspektif, seperti kepuasan klien, pemenuhan persyaratan teknis dan spesifikasi, serta keberlanjutan proyek dalam jangka panjang.
2. Indikator Keberhasilan dalam Proyek Konstruksi
Terdapat beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan dalam proyek konstruksi. Beberapa indikator umum termasuk sejauh mana proyek selesai tepat waktu, sesuai dengan anggaran yang ditetapkan, memenuhi standar kualitas yang ditentukan, serta meminimalkan adanya kesalahan dan cacat pada bangunan.
Selain itu, indikator keberhasilan konstruksi juga dapat meliputi keamanan kerja, keberlanjutan lingkungan, dan kepuasan pelanggan. Penggunaan indikator keberhasilan yang tepat akan membantu melacak kemajuan proyek dan memastikan pencapaian target yang diinginkan seiring dengan perkembangan proyek tersebut.
Kesalahan Umum dalam Konstruksi
Dalam industri konstruksi, seringkali terjadi kesalahan yang dapat menyebabkan kegagalan dalam proyek konstruksi. Untuk menghindari hal tersebut, sangat penting untuk mengidentifikasi dan memahami kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi. Dalam bagian ini, kita akan membahas tiga kesalahan umum yang sering terjadi dalam konstruksi, yaitu:
1. Perencanaan yang Buruk
Salah satu kesalahan umum dalam konstruksi adalah perencanaan yang buruk atau tidak memadai. Perencanaan yang buruk dapat mengakibatkan proyek konstruksi tidak sesuai dengan kebutuhan dan tujuan awal, serta mengakibatkan biaya yang lebih tinggi. Oleh karena itu, penting untuk melakukan perencanaan yang detail, teliti, dan memperhitungkan semua aspek penting dalam sebuah proyek konstruksi. Perencanaan yang baik juga mencakup pemilihan metode dan teknologi yang tepat.
2. Pemilihan Material yang Tidak Tepat
Pemilihan material yang tidak tepat juga merupakan salah satu kesalahan umum dalam konstruksi. Pemilihan material yang tidak sesuai dengan kebutuhan proyek dapat mengakibatkan ketidakstabilan struktur, kurangnya daya tahan terhadap cuaca atau lingkungan, dan berkurangnya umur pakai bangunan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan penelitian yang teliti dan konsultasi dengan ahli untuk memilih material yang sesuai dengan kebutuhan proyek konstruksi.
3. Kesalahan dalam Pelaksanaan Pekerjaan
Kesalahan dalam pelaksanaan pekerjaan juga sering terjadi dalam konstruksi. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya pengawasan dan koordinasi antara berbagai pihak yang terlibat dalam proyek, termasuk kontraktor, pekerja, dan insinyur. Kesalahan dalam pelaksanaan pekerjaan dapat mengakibatkan hasil yang tidak sesuai dengan desain atau standar yang ditetapkan, serta mengurangi kualitas dan keamanan bangunan. Oleh karena itu, penting untuk memiliki pengawasan yang ketat dan komunikasi yang baik antara semua pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi.
Dengan menghindari kesalahan-kesalahan umum ini dan menggunakan praktik terbaik dalam perencanaan, pemilihan material, dan pelaksanaan pekerjaan, diharapkan dapat mengurangi risiko kegagalan dalam proyek konstruksi dan memastikan keberhasilan proyek yang dijalankan.
Dampak Kegagalan Konstruksi
Kegagalan konstruksi dapat memiliki dampak yang signifikan, baik secara finansial maupun dari segi keamanan. Dalam bagian ini, kami akan membahas beberapa dampak penting yang dapat terjadi akibat kegagalan konstruksi.
1. Kerugian Finansial
Satu dampak yang seringkali muncul akibat kegagalan konstruksi adalah kerugian finansial yang besar. Proyek konstruksi yang gagal dapat mengakibatkan biaya tambahan yang signifikan untuk memperbaiki kesalahan dan merencanakan ulang proyek. Hal ini akan memberikan beban yang berat bagi pihak pengembang atau pemilik proyek, dan juga dapat merugikan para pihak yang terlibat, seperti kontraktor dan pemasok material. Kerugian finansial yang tak terduga juga dapat mengganggu arus kas perusahaan dan menghambat pertumbuhan bisnis.
2. Kerusakan Bangunan dan Infrastruktur
Kegagalan konstruksi juga dapat mengakibatkan kerusakan pada bangunan dan infrastruktur yang dibangun. Bangunan yang tidak tahan terhadap beban yang diperkirakan atau material yang dipilih dengan tidak tepat dapat mengalami keruntuhan atau retak-retak yang serius. Selain itu, proyek infrastruktur yang tidak dilaksanakan dengan sempurna dapat mengalami kerusakan yang mengganggu fungsi dan keandalannya. Kerusakan ini bukan hanya menyebabkan kerugian finansial, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan masyarakat yang menggunakan atau berada di sekitar bangunan atau infrastruktur tersebut.
3. Risiko Keselamatan
Kegagalan konstruksi juga membawa risiko keselamatan yang serius. Bangunan yang tidak memenuhi standar keselamatan atau tidak mampu menahan beban yang diperkirakan dapat mengancam nyawa penghuninya. Selain itu, proyek infrastruktur yang tidak dirancang atau dilaksanakan dengan benar juga dapat menjadi tempat berkumpulnya risiko keselamatan, seperti kebocoran gas, kebakaran, kecelakaan lalu lintas, dan lain sebagainya. Risiko keselamatan yang timbul akibat kegagalan konstruksi harus segera diatasi demi melindungi masyarakat yang menggunakan dan berinteraksi dengan bangunan atau infrastruktur tersebut.
Strategi Mengatasi Kegagalan Konstruksi
Untuk mengatasi kegagalan konstruksi, ada tiga strategi utama yang dapat Anda terapkan. Strategi ini akan membantu meningkatkan kualitas proyek konstruksi Anda secara keseluruhan.
1. Peningkatan Kualitas Perencanaan
Salah satu faktor penting dalam menghindari kegagalan konstruksi adalah melalui peningkatan kualitas perencanaan. Penting untuk memastikan bahwa perencanaan konstruksi Anda sudah matang dan menyeluruh sebelum memulai proyek. Ini melibatkan identifikasi lengkap dari semua kebutuhan proyek, pemetaan proses konstruksi yang jelas, dan pemastian bahwa semua standar dan regulasi terpenuhi.
2. Pemilihan Material yang Tepat dan Berkualitas
Pemilihan material yang tepat dan berkualitas juga merupakan strategi penting dalam mencegah kegagalan konstruksi. Pastikan Anda menggunakan material konstruksi yang sesuai dengan kebutuhan proyek dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Pemilihan material yang baik akan mengurangi risiko kerusakan dan meningkatkan kekuatan dan daya tahan konstruksi.
3. Pengawasan dan Kontrol Kualitas yang Ketat
Pengawasan dan kontrol kualitas yang ketat adalah strategi penting lainnya dalam mengatasi kegagalan konstruksi. Pastikan Anda memiliki tim pengawas yang kompeten dan berpengalaman yang dapat memantau setiap tahap proyek dengan teliti. Melalui pengawasan yang ketat, Anda dapat mengidentifikasi potensi masalah atau kesalahan sebelum mereka menjadi masalah yang lebih besar dan mempengaruhi kualitas akhir konstruksi.
Teknologi dan Inovasi untuk Mencegah Kegagalan Konstruksi
Teknologi dan inovasi memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah kegagalan konstruksi. Dalam industri konstruksi yang terus berkembang, penggunaan teknologi konstruksi dan inovasi konstruksi dapat membantu meningkatkan efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan proyek konstruksi. Dalam bagian ini, kita akan membahas tiga aspek utama dari teknologi dan inovasi dalam konstruksi yang dapat membantu mencegah kegagalan konstruksi.
1. Penggunaan Software Manajemen Proyek
Salah satu inovasi terbesar dalam industri konstruksi adalah penggunaan software manajemen proyek konstruksi. Software ini memungkinkan para profesional konstruksi untuk dengan mudah mengelola proyek mereka, melacak jadwal, anggaran, dan sumber daya yang terlibat dalam proyek. Dengan menggunakan software manajemen proyek, tim proyek dapat melakukan perencanaan yang lebih baik, mengoptimalkan operasi, dan mengurangi risiko kegagalan konstruksi. Dengan penggunaan software manajemen proyek yang tepat, Anda dapat mengatur tugas, mengoordinasikan tim, dan memantau kemajuan proyek secara real-time. Ini akan membantu menghindari kesalahan, mengurangi biaya, dan meningkatkan efisiensi dalam proyek konstruksi.
2. Iimpelementasi Teknologi BIM (Bulding Information Modeling)
Teknologi BIM, atau Building Information Modeling, telah menjadi transformasi bagi industri konstruksi. BIM adalah pendekatan terintegrasi untuk perencanaan, desain, konstruksi, dan pengelolaan bangunan. Dalam BIM, seluruh informasi tentang bangunan, termasuk geometri, material, dan komponen, dikumpulkan dalam satu model digital yang terkoordinasi. Dengan menggunakan teknologi BIM, Anda dapat merencanakan proyek dengan lebih akurat, mengidentifikasi potensi konflik di awal, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Implementasi BIM dapat menghasilkan bangunan yang lebih efisien, berdaya tahan lama, dan aman. Dengan menggunakan teknologi BIM, risiko kesalahan dan kegagalan konstruksi dapat dikurangi secara signifikan.
3. Inovasi Material dan Teknik Konstruksi
Penelitian dan pengembangan terus-menerus dalam industri konstruksi telah memunculkan inovasi material dan teknik konstruksi yang dapat membantu mencegah kegagalan konstruksi. Inovasi material menyediakan alternatif yang lebih kuat, ringan, dan tahan lama dalam pembangunan bangunan. Contohnya, penggunaan beton bertulang yang diperkuat dengan serat, penambahan bahan pengikat yang lebih efektif, atau penggunaan bahan isolasi termal yang lebih baik. Di sisi lain, inovasi dalam teknik konstruksi mencakup penggunaan metode konstruksi prefabrication, teknik pengelasan yang canggih, atau penggunaan konstruksi modular. Dengan menggunakan inovasi material dan teknik konstruksi yang baru, Anda dapat meningkatkan kualitas bangunan, mengurangi risiko, dan meminimalkan kemungkinan kegagalan konstruksi.
Penggunaan teknologi yang canggih dan inovasi kontinu dalam industri konstruksi merupakan langkah yang positif menuju mencegah kegagalan konstruksi. Dengan mengadopsi software manajemen proyek, implementasi teknologi BIM, dan menerapkan inovasi material dan teknik konstruksi, Anda dapat memastikan bahwa proyek konstruksi Anda berjalan dengan lancar, aman, dan efisien.
Tantangan dalam Konstruksi
Konstruksi adalah industri yang penuh dengan tantangan yang harus dihadapi oleh para profesional di bidang ini. Tantangan-tantangan ini mencakup beberapa aspek penting dalam pengelolaan proyek konstruksi, pengawasan kualitas, dan pemenuhan standarisasi yang telah ditetapkan. Selain itu, adanya perbedaan dalam regulasi lokal juga dapat menjadi sebuah tantangan yang harus diatasi untuk menjamin kesuksesan proyek konstruksi.
1. Pengelolaan Proyek dan Koordinasi
Pengelolaan proyek konstruksi dan koordinasi yang efektif merupakan tantangan utama dalam industri ini. Para profesional harus mampu mengatur dan mengendalikan berbagai aspek proyek, termasuk penjadwalan, pengawasan tim, dan ketersediaan sumber daya. Koordinasi yang baik antara berbagai pihak terlibat seperti arsitek, insinyur, dan kontraktor juga penting untuk mencapai kesuksesan proyek konstruksi.
2. Kualitas dan Standarisasi
Pemeriksaan kualitas konstruksi dan pemenuhan standarisasi adalah tantangan lain yang dihadapi dalam proyek konstruksi. Penting bagi para profesional untuk memastikan bahwa semua pekerjaan konstruksi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Hal ini meliputi penggunaan bahan konstruksi yang berkualitas tinggi, penerapan prosedur yang benar, dan pengawasan yang ketat terhadap semua tahap proyek. Dengan menjaga kualitas konstruksi yang tinggi, akan dihasilkan bangunan yang aman, kuat, dan tahan lama.
3. Penyesuaian dengan Regulasi Lokal
Tantangan lain dalam konstruksi adalah penyesuaian dengan regulasi lokal yang berlaku di suatu daerah atau negara. Regulasi lokal yang berbeda-beda dapat mempengaruhi pelaksanaan proyek konstruksi secara signifikan. Oleh karena itu, para profesional harus memahami dan mematuhi semua peraturan dan persyaratan yang berlaku, termasuk perizinan, izin lingkungan, dan persyaratan keamanan. Dengan memenuhi regulasi lokal, proyek konstruksi dapat berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sumber: equiperp.com