Farmasi

Apa Arti dari Farmasi?

Dipublikasikan oleh Farrel Hanif Fathurahman pada 10 Maret 2024


Farmasi atau apotek merupakan dunia yang menggabungkan seni dan sains, berfokus pada penemuan, produksi, persiapan, dan pelayanan obat untuk memastikan pemakaian obat yang aman, efektif, dan terjangkau. Ini adalah ilmu yang beragam, menjembatani kesehatan, farmasi, dan ilmu alam dalam praktiknya. Dengan perkembangan industri farmasi, peran apoteker semakin mengarah ke arah klinis.

Praktik farmasi bisa ditemukan baik di apotek komunitas yang akrab dengan masyarakat, maupun di apotek institusional yang memberikan perawatan langsung kepada pasien. Apoteker bukan hanya mengenai pencampuran dan penyaluran obat, tetapi juga melibatkan layanan kesehatan modern seperti peninjauan obat untuk memastikan keamanan dan efektivitas, serta memberikan informasi obat yang diperlukan. Mereka menjadi garda terdepan dalam mengoptimalkan penggunaan obat demi kesejahteraan pasien.

Tempat-tempat di mana praktik apotek dilakukan dapat dikenal sebagai apotek atau apotik, tergantung pada wilayahnya. Di Amerika Serikat dan Kanada, toko obat tidak hanya menjual obat-obatan, tetapi juga berbagai barang seperti permen, kosmetik, alat tulis, mainan, produk perawatan rambut, majalah, dan kadang-kadang menyediakan camilan dan bahan makanan.

Sejarah apotek dapat dilihat sebagai landasan bagi perkembangan ilmu kimia dan farmakologi modern, memunculkan metode ilmiah sebelumnya. Ini menciptakan jembatan antara pengobatan tradisional dan inovasi ilmiah, menciptakan dunia farmasi yang kaya akan pengetahuan dan layanan bagi masyarakat.

Apoteker adalah profesional kesehatan dengan pendidikan dan pelatihan khusus yang menjalankan berbagai peran untuk memastikan hasil kesehatan yang optimal bagi pasien mereka melalui penggunaan obat yang berkualitas. Apoteker juga dapat menjadi pemilik bisnis kecil, memiliki apotek tempat mereka praktik. Karena apoteker memiliki pengetahuan mendalam tentang cara kerja suatu obat, serta metabolisme dan efek fisiologisnya pada tubuh manusia, mereka memainkan peran penting dalam optimalisasi pengobatan obat untuk setiap individu.

Apoteker diwakili secara internasional oleh Federasi Farmasi Internasional (FIP), sebuah organisasi non-pemerintah yang terkait dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Mereka diwakili di tingkat nasional oleh organisasi profesi seperti Royal Pharmaceutical Society di Inggris, Pharmaceutical Society of Australia (PSA), Canadian Pharmacists Association (CPhA), Indian Pharmacist Association (IPA), Pakistan Pharmacists Association (PPA), American Pharmacists Association (APhA), dan Malaysian Pharmaceutical Society (MPS).

Disadur dari https://en.wikipedia.org/wiki/Pharmacy

Selengkapnya
Apa Arti dari Farmasi?

Farmasi

Mengenal Ilmu Farmakologi

Dipublikasikan oleh Farrel Hanif Fathurahman pada 10 Maret 2024


Farmakologi, sebuah cabang ilmu yang menggali ke dalam dunia senyawa kimia dan perannya yang magis dalam memengaruhi tubuh manusia. Inilah perjalanan menarik melalui ilmu yang mendalam, membuka kotak rahasia dan keunikan farmakologi, serta mengungkap teori-teori yang menjadi dasar ilmu ini.

Farmakologi, seiring perkembangannya, berkembang menjadi dua divisi utama yang tak kalah menarik, yaitu farmakodinamika dan farmakokinetika. Di panggung farmakodinamika, senyawa-senyawa kimia ini berinteraksi dengan reseptor biologis, membuka tirai efeknya pada sistem tubuh manusia. Ini adalah pertunjukan ajaib di mana senyawa-senyawa ini menjadi bintang, merubah dinamika biologis dengan sentuhan magisnya. Sementara itu, farmakokinetika menjadi kisah perjalanan senyawa-senyawa ini dalam tubuh, melibatkan fase penyerapan, distribusi, metabolisme, dan eliminasi. Seolah-olah sebuah petualangan di dalam tubuh manusia, mereka menemukan jalannya, menuju tempat yang tepat untuk menciptakan dampaknya.

Beberapa teori farmakologi yang menghidupkan keajaiban ini semakin menarik. Pertama, Teori Reseptor dan Efek, menjelaskan bahwa efek obat sangat tergantung pada ketersediaan reseptor biologis yang sesuai. Teori Dosis-Respon, pada gilirannya, membahas hubungan antara dosis obat dan respons biologis yang dihasilkan. Sementara Teori Selektivitas Obat memberikan wawasan tentang kemampuan obat untuk bekerja secara selektif pada organ atau jaringan tertentu.

Farmakologi, pada intinya, adalah keajaiban yang membawa dampak pada kesehatan manusia. Setiap dosis obat adalah bagian dari kisah besar kesembuhan dan transformasi. Dengan memahami keunikan divisi dan teori farmakologi, kita terbenam dalam dunia di mana senyawa kimia dan tubuh manusia saling berkolaborasi, menciptakan narasi ilmiah yang mendalam dan menakjubkan.

Dalam dunia yang semakin kompleks, farmakologi bukan hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga seni penyembuhan. Sebuah perjalanan penuh dengan rahasia dan keindahan yang mengubah pandangan kita terhadap senyawa kimia dan bagaimana mereka menjadi penyelamat dalam dunia kesehatan manusia.

Disadur dari https://en.wikipedia.org/wiki/Pharmacology

Selengkapnya
Mengenal Ilmu Farmakologi

Farmasi

Prodi Farmasi Tingkat Internasional di Institut Teknologi Bandung

Dipublikasikan oleh Farrel Hanif Fathurahman pada 10 Maret 2024


Sekolah Farmasi ITB telah meraih akreditasi internasional oleh ASIIN untuk dua program studi unggulan, yaitu Farmasi Klinik dan Komunitas serta Sains dan Teknologi Farmasi. Pada tahun 2022, Sekolah Farmasi ITB memperkenalkan Program Kelas Internasional dengan sejumlah keunggulan bagi calon mahasiswa. Defri Rizaldy, Dosen Kelompok Keahlian Biologi Farmasi, menjelaskan bahwa pendidikan di Sekolah Farmasi ITB berlangsung selama 8 semester untuk meraih gelar Sarjana Farmasi (S. Farm) dan dapat dilanjutkan dengan 2 semester pada sekolah keprofesian apoteker.

Dalam penjelasannya, Defri juga menyampaikan informasi tentang beragam research group di Sekolah Farmasi ITB, seperti pharmacochemistry, pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmacology clinical pharmacy, dan sport science, yang memberikan kontribusi dan inovasi berbeda untuk keilmuan farmasi.

Program internasional Sekolah Farmasi ITB, atau yang disebut International Exposures, memiliki keunikan dengan perkuliahan dan praktikum yang disampaikan dalam bahasa Inggris. Mahasiswa program internasional mendapatkan kesempatan untuk pertukaran pelajar, internship di luar negeri, serta penelitian di perguruan tinggi mitra ITB di luar negeri. Sekolah Farmasi ITB memiliki berbagai global partners, termasuk universitas ternama seperti Oregon State University, Universiteit Leiden, Kyunghee University, dan banyak lainnya.

Lulusan Sekolah Farmasi ITB memiliki prospek dan lapangan kerja yang luas, mencakup industri farmasi, pemerintahan, rumah sakit, serta berbagai posisi lainnya seperti apoteker, peneliti, dosen, guru, dan pengusaha. Sebagai kontribusi terhadap industri farmasi, Sekolah Farmasi ITB telah melahirkan pengusaha terkenal seperti Rudy Soetikno dari Dexa Medica, Nurhayati Subakat dari Paragon, Jahja Santosa dari Sanbe, dan Andi Wijaya dari Prodia.

Informasi terakhir yang disampaikan mencakup biaya pendidikan untuk Program Internasional Sekolah Farmasi ITB. Biaya ini terdiri dari donation for institutional development yang hanya dibayarkan sekali dan tuition fee yang dibayar setiap setengah tahun. Persyaratan pendaftaran melibatkan pengumpulan dokumen tertentu dan pengerjaan ITB AQ Test.

Disadur dari https://www.kompas.com/edu/read/2022/03/02/125321371/2-prodi-farmasi-itb-terakreditasi-internasional-ini-prospek-kerja-lulusan

Selengkapnya
Prodi Farmasi Tingkat Internasional di Institut Teknologi Bandung

Farmasi

Genetika dan Pewarisan SIfat

Dipublikasikan oleh Farrel Hanif Fathurahman pada 09 Maret 2024


Dalam eksplorasi ilmiah yang mendalam, kita memasuki ranah yang menarik dan misterius dari kehidupan - genetika. Genetika, sebagai penelitian tentang gen dan mekanisme pewarisan sifat, membuka tirai rahasia keajaiban molekuler yang membentuk esensi kehidupan kita. Melalui penelusuran struktur DNA, kompleksitas genom, dan proses pewarisan genetik, kita memasuki dunia kecil yang penuh dengan petualangan ilmiah.

Dalam pandangan mikroskopis, heliks DNA yang indah menjadi panduan kita, memandu langkah kita melintasi intriknya mekanisme pewarisan genetik. Gen, sebagai arsitek tak terlihat, memegang peran sentral dalam memberikan petunjuk untuk membangun molekul yang mendukung fungsi tubuh kita. Dengan dua heliks yang melingkar erat, DNA menjadi simbol keindahan struktur kehidupan.

Setiap blok pembangun dalam heliks, atau basa, membawa instruksi untuk membentuk molekul, terutama protein. Diperkirakan manusia memiliki sekitar 20.000 gen, masing-masing membawa informasi unik yang membentuk ciri khas kita. Melalui genom, kumpulan genetik suatu organisme, kita memahami bagaimana gen dan elemen-elemen lain mengendalikan aktivitas sel, seperti peta rahasia kehidupan yang tersebar di setiap sel.

Proses pewarisan genetik, yang terjadi melalui reproduksi seksual dan transfer materi genetik dari satu generasi ke generasi berikutnya, menjadi sebuah tarian ajaib yang menggambarkan keberagaman dan keunikan setiap individu. Nukleus sel menjadi panggung bagi genom, di mana partitur kehidupan ditulis, dan setiap instruksi membentuk dan membimbing perkembangan makhluk hidup.

Melalui lensa sejarah genetika, kita menemukan kontribusi besar J.G. Mendel, pionir dalam pemahaman pewarisan genetik. Hukum segregasi dan independent assortment yang diemukannya menjadi landasan ilmu genetika modern, membantu kita memahami bagaimana sifat-sifat genetik diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Seiring kita merentangkan lembaran kisah genetika ini, kita menyadari bahwa ini adalah cerita yang tak terbatas dan tak terhitung. Genetika adalah kunci untuk memahami misteri kehidupan, sebuah epik ilmiah yang terus berkembang. Dengan setiap heliks yang terungkap, kita semakin mendekati jawaban terhadap pertanyaan besar tentang kehidupan dan keajaiban yang tersembunyi dalam setiap untaian DNA. Genetika, sebagai jendela ke kehidupan, membawa kita ke dalam pengetahuan yang lebih dalam tentang asal-usul dan evolusi kehidupan di planet ini.

Disadur dari https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6909096/apa-itu-genetika-ini-pengertian-dan-contohnya

Selengkapnya
Genetika dan Pewarisan SIfat

Farmasi

Mengenal Gregor Mendel, Bapak Genetika Modern

Dipublikasikan oleh Farrel Hanif Fathurahman pada 09 Maret 2024


Gregor Mendel, tokoh yang dikenal sebagai "Bapak Genetika Modern," menapaki jejak ilmiahnya dalam dunia yang penuh dengan pengetahuan dan eksplorasi. Lahir di Heinzendorf bei Odrau, Austria Silesia, pada masa Kekaisaran Austria, Mendel tumbuh dalam keluarga etnis Jerman. Ayahnya, Anton, dan ibunya, Rosine, membimbingnya dalam lingkungan peternakan keluarga yang telah berdiri selama lebih dari satu abad.

Masa kecil Mendel diisi dengan pekerjaan sebagai tukang kebun dan belajar perlebahan. Pada masa mudanya, ia menapaki pendidikan di gimnasium di Opava. Namun, panggilan rohaninya membawanya ke Fakultas Filsafat Universitas Olomouc pada tahun 1843, di mana ia belajar filsafat praktis dan teoretis, serta fisika.

Di tengah penelitiannya, Mendel terinspirasi oleh profesornya, seperti Friedrich Franz dan Johann Karl Nestler, untuk mendalami sifat turun-temurun tumbuhan dan hewan. Pada tahun 1843, ia memulai pelatihan imam dan, atas rekomendasi gurunya, Friedrich Franz, bergabung dengan Biara St Thomas di Brno. Di biara, ia mengadopsi nama Gregor dan memulai perjalanan panjangnya dalam dunia ilmu pengetahuan.

Pada tahun 1851, Mendel berangkat ke Universitas Wina dengan dukungan dari Abbot CF NAPP. Di sana, ia belajar di bawah bimbingan dosennya yang terkenal, Christian Doppler. Kembali ke Biara St Thomas pada tahun 1853, Mendel mulai mengajar, terutama dalam bidang fisika. Pada 1867, ia menggantikan NAPP sebagai kepala biara, menandai langkah penting dalam perjalanan spiritual dan ilmiahnya.

Selain karyanya dalam pemuliaan tanaman, Mendel juga memperdalam pengetahuannya dalam meteorologi dan astronomi. Pada tahun 1865, ia mendirikan 'Austria Meteorological Society.' Namun, pencapaian terbesarnya terletak pada percobaan dengan kacang polong di biara. Antara 1856 dan 1863, Mendel membudidayakan dan menguji ribuan kacang polong, mengungkapkan hukum-hukum genetika mendasar yang dikenal sebagai Hukum Mendel Warisan.

Presentasi hasil penelitiannya dalam pertemuan History Society Alam Brunn pada tahun 1865 menandai tonggak penting. Meskipun awalnya hanya mendapat perhatian lokal, karya Mendel mendefinisikan landasan hibridisasi tanaman dan warisan genetik. Makalahnya, "Versuche über Pflanzenhybriden" (Percobaan pada Hibridisasi Tanaman), diterbitkan pada tahun 1866, tetapi baru mendapatkan pengakuan setelah beberapa dekade.

Setelah berhasil dengan percobaan kacang polong, Mendel melanjutkan penelitian dengan lebah madu, mencoba memperluas wawasannya ke dunia hewan. Namun, kesulitan dalam mengendalikan perilaku kawin lebah ratu membuatnya kesulitan menggambarkan keturunan dengan jelas.

Ketika Mendel diangkat sebagai kepala biara pada tahun 1868, fokusnya mulai beralih ke tanggung jawab administratif yang meningkat. Konflik dengan pemerintah sipil atas pajak keagamaan menyerap sebagian besar waktu dan energinya. Pada 6 Januari 1884, Mendel meninggal karena kronis nefritis di usia 61 tahun.

Meskipun kariernya sebagai ilmuwan praktis berakhir setelah menjadi kepala biara, penemuan Mendel membuka pintu bagi ilmu pengetahuan genetika modern. Warisannya yang penting kini dihargai sebagai tonggak sejarah dalam pemahaman kita tentang pewarisan sifat. Gregor Mendel, dari peternakan di Austria hingga ke laboratorium biara, telah meninggalkan jejak tak terhapuskan dalam dunia ilmu pengetahuan.

Disadur dari https://id.wikipedia.org/wiki/Gregor_Mendel

Selengkapnya
Mengenal Gregor Mendel, Bapak Genetika Modern

Farmasi

Sitologi dan Teori-Teori Sel

Dipublikasikan oleh Farrel Hanif Fathurahman pada 08 Maret 2024


Biologi sel atau sitologi adalah cabang menarik dalam dunia biologi yang mengkhususkan diri dalam memahami kehidupan sel menggunakan lensa optik dan mikroskop. Sejarahnya dimulai dari observasi pertama sel oleh Robert Hooke pada tahun 1665, yang berkembang pesat seiring dengan penemuan mikroskop sederhana oleh Antony van Leeuwenhoek pada 1674 untuk menyelidiki mikroorganisme. Ilmu biologi sel ini fokus pada pengamatan sel sebagai entitas utuh, interaksi molekuler antar-sel, dan reaksi kimia yang terjadi di dalamnya. Subyek pengamatan melibatkan unsur-unsur seperti asam amino, protein, virus, bakteri, dan tentu saja, sel itu sendiri. Skala pengukuran yang digunakan dalam kajian biologi ini berkisar pada mikrometer atau nanometer.

Sel merupakan elemen paling dasar yang membentuk kehidupan di dalam tubuh makhluk hidup. Semua organisme hidup terdiri dari sel-sel yang menjadi struktur terkecil yang tidak dapat dibagi lebih lanjut. Teori sel muncul sebagai tonggak awal dalam perkembangan biologi sel, menyatakan bahwa semua bentuk kehidupan terdiri dari sel dan hasil kerjanya. Penelitian di bidang ini telah mengalami kemajuan sejak awal abad ke-19, dengan kontribusi berbagai ilmuwan seperti Mirbel (1802), Oken (1805), Lamarck (1809), Dutrochet (1824), Turpin (1826), dan terutama Schleiden (1838) serta Schwann (1839) yang secara jelas mengemukakan teori sel.

Teori sel menegaskan bahwa setiap sel berasal dari pembelahan sel lainnya dan menjadi dasar bagi semua studi biologi. Seiring berjalannya waktu, teori ini terus berkembang, terutama dengan kemajuan dalam ilmu biokimia. Terungkap bahwa struktur dan aktivitas sel berkorelasi dengan komposisi kimianya, dan bahwa interaksi antar sel menghasilkan fungsi organisme secara menyeluruh.

Teori sel dapat dirangkum dalam beberapa pernyataan utama, yaitu:

  1. Semua makhluk hidup terdiri dari satu atau lebih sel.
  2. Sebagai komponen organisme multiseluler, sel adalah unit terkecil yang mengatur struktur dan fungsi.
  3. Pertumbuhan populasi sel terjadi melalui pembelahan sel yang sebelumnya ada, menegaskan bahwa semua sel berasal dari sel sebelumnya.
  4. Sel mampu melakukan reproduksi sendiri dalam medium eksternal, dibatasi oleh membran semipermeabel.
  5. Selama proses pembelahan, sel mewariskan materi tertentu kepada keturunannya, membentuk dasar interaksi genetik dalam kehidupan seluler.

Dengan demikian, biologi sel atau sitologi menjadi landasan penting dalam pemahaman terhadap kehidupan di tingkat sel, sebuah dunia yang terbuka lebar melalui lensa optik dan mikroskop. Sejak zaman observasi pertama oleh Robert Hooke hingga penemuan mikroskop Antony van Leeuwenhoek, cabang ilmu ini terus berkembang, membuka tabir keajaiban kehidupan mikroskopis. Teori sel, sebagai konsep dasar dalam biologi, memberikan fondasi yang kokoh, menyatakan bahwa sel adalah elemen dasar pembentuk kehidupan, berkembang melalui pembelahan sel, dan membawa warisan genetik yang kaya dalam setiap prosesnya.

Disadur dari https://id.wikipedia.org/wiki/Biologi_sel

Selengkapnya
Sitologi dan Teori-Teori Sel
page 1 of 12 Next Last »