Manajemen Strategis

Keekonomian Skala

Dipublikasikan oleh Merlin Reineta pada 29 Juli 2022


Keekonomian skala merupakan fenomena turunnya biaya produksi per unit dari suatu perusahaan yang terjadi bersamaan dengan meningkatnya jumlah produksi (output). Istilah keekonomian skala sering kali dicampuradukan dengan istilah Pengembalian Skala (return to scale). Keekonomian skala membahas hubungan antara biaya produksi (per unit) dengan jumlah produksi (output), sedangkan 'pengembalian skala' membahas hubungan antara jumlah produksi (output) dengan faktor-faktor produksi. Namun kedua fenomena tersebut saling berhubungan: pengembalian skala yang terjadi dari sisi biaya produksi merupakan keekonomian skala.

Penyebab

Biaya-biaya tetap dalam produksi, seperti biaya pembelian gedung, mesin atau infrastruktur produksi lainnya, merupakan penyebab utama keekonomian skala. Peningkatan hasil produksi memungkinkan suatu perusahaan untuk mengalokasikan biaya-biaya tetap tersebut dalam komponen-komponen biaya produksi per unit. Komponen biaya tetap per unit akan menurun seiring dengan meningkatnya jumlah produksi. Pada saat yang sama, biaya variabel tidak berubah.

Keekonomian skala sangat berperan pada sektor-sektor ekonomi ber-biaya tetap tinggi, misalnya pada sektor-sektor ekonomi yang berbasis infrastruktur jaringan seperti produksi tenaga listrik, angkutan jalan rel, dan sebagainya, atau pada sektor-sektor yang memerlukan investasi berbiaya tinggi untuk riset dan pengembangan seperti industri penerbangan. Dalam situasi tertentu fenomena keekonomian skala dapat memicu timbulnya monopoli alamiah.

Sumber Artikel: Wikipedia

Selengkapnya
Keekonomian Skala

Manajemen Strategis

Merger dan Akuisisi

Dipublikasikan oleh Merlin Reineta pada 29 Juli 2022


Merger adalah suatu proses penggabungan dua perusahaan atau lebih menjadi satu perusahaan saja, dimana perusahaan tersebut mengambil dengan cara menyatukan saham berupa aset dan non aset perusahaan yang di merger.

Perusahaan yang melakukan merger dengan perusahaan lainnya harus memiliki paling tidak 50% saham dan sisanya bisa di miliki oleh investor dari luar perusahaan. Dalam hal ini perusahaan yang membeli akan melanjutkan nama dan identitasnya, perusahaan pembeli juga akan mengambil baik aset maupun kewajiban perusahaan yang dibeli.

Akuisisi adalah pembelian suatu perusahaan oleh perusahaan lain atau oleh kelompok investor dimana membeli sebagian besar atau seluruh saham perusahaan lain dengan tujuan untuk mengambil kendali. Tujuan utama mengapa perusahaan bergabung dengan perusahaan lain atau melakukan akuisisi karena perusahaan akan mencapai pertumbuhan lebih cepat daripada harus membangun unit usaha sendiri selain di samping motif ekonomi yang lain yaitu mendapat keuntungan.

Akuisisi sering digunakan untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan baku atau jaminan produk akan diserap oleh pasar. 

Akuisisi berasal dari sebuah kata dalam bahasa Inggris acquisition yang berarti pengambilalihan. Kata akuisisi aslinya berasal dari bahasa Latinacquisitio, dari kata kerja acquirere.

Kata ini sering digunakan dalam konteks bisnis, misalnya: "BenQ secara resmi melakukan akuisisi terhadap salah satu bisnis mobile device (MD) milik perusahaan elektronik raksasa Jerman Siemens AG." (Kompas 13 Juni 2005).

Sumber Artikel : Wikipedia

Selengkapnya
Merger dan Akuisisi

Manajemen Strategis

Integrasi Horizontal

Dipublikasikan oleh Merlin Reineta pada 28 Juli 2022


Integrasi horizontal adalah keadaan dimana sebuah perusahaan mengintegrasikan produksi dari barang atau jasa yang masih ada di dalam satu tahap produksi di dalam rantai suplai, baik melalui ekspansi internal, akuisisi, ataupun merger.

Integrasi ini dapat mengarah ke monopoli, jika barang atau jasa yang mereka integrasikan, berhasil menguasai sebagian besar pangsa pasar.

Integrasi horizontal berbeda dengan integrasi vertikal, dimana perusahaan mengintegrasikan berbagai tahap produksi di dalam satu rantai suplai.

Aliansi Horizontal

Selain integrasi horizontal, dimana sebuah perusahaan akan mengakusisi ataupun bergabung dengan perusahaan lain untuk menciptakan integrasi, juga terdapat aliansi horizontal, dimana sebuah perusahaan akan mengadakan kontrak dengan perusahaan lain agar tercipta integrasi, namun kedua perusahaan tersebut tetap dapat berdiri sendiri, tanpa ada akusisi ataupun penggabungan.

Contoh

Contoh dari integrasi horizontal dalam industri makanan adalah bergabungnya Heinz dan Kraft pada tanggal 25 Maret 2015. Keduanya sama-sama merupakan produsen makanan olahan.

Sysco awalnya juga ingin mengakusisi US Foods, sebelum akhirnya pemerintah melarangnya. Pemerintah beralasan bahwa akuisisi ini akan menciptakan integrasi horizontal, karena keduanya sama-sama mendistribusikan makanan, perawatan kesehatan, dan fasilitas pendidikan.

Sumber Artikel : Wikipedia

Selengkapnya
Integrasi Horizontal

Manajemen Strategis

Integrasi Vertikal

Dipublikasikan oleh Merlin Reineta pada 28 Juli 2022


Dalam konteks ekonomi mikro dan manajemenintegrasi vertikal adalah sebuah keadaan dimana seluruh tahap dalam rantai suplai dimiliki oleh sebuah perusahaan. Integrasi ini berbeda dengan Integrasi Horizontal, dimana sebuah perusahaan akan mengintegrasikan produksi beberapa produk yang masih dalam satu tahap dalam rantai suplai.

Andrew Carnegie adalah salah satu pengusaha pertama yang menggunakan metode integrasi ini dalam memproduksi baja,

Integrasi vertikal dapat menjadi strategi bisnis yang sangat baik, tetapi sangat sulit untuk diimplementasikan, dan jika gagal mengimplementasikannya, akan sangat mahal untuk memperbaikinya.

Jenis

 

Integrasi vertikal dapat dibedakan menjadi tiga, yakni integrasi vertikal hulu, integrasi vertikal hilir, dan integrasi vertikal hulu-hilir.

  • Sebuah perusahaan dikatakan melakukan integrasi vertikal hulu, saat mereka dapat memiliki beberapa anak usaha yang memproduksi bahan-bahan pendukung untuk dapat memproduksi produk utama. Contohnya, sebuah produsen mobil dapat juga memiliki anak usaha yang memproduksi ban, kaca, dan logam. Integrasi ini dimaksudkan untuk dapat memperoleh pasokan bahan baku secara stabil dan konsisten. Integrasi ini sempat diterapkan oleh Ford dan beberapa produsen mobil lain di dekade 1920an, yang tujuannya untuk meminimalisir biaya produksi
  • Sebuah perusahaan dikatakan melakukan integrasi vertikal hilir, ketika mereka dapat menguasai berbagai jaringan distribusi dan penjualan.
  • Sebuah perusahaan dikatakan melakukan integrasi vertikal hulu-hilir, ketika mereka dapat menguasai seluruh tahap dalam rantai suplai, baik tahap produksi maupun tahap distribusi.

Diagram yang menunjukkan perbedaan antara integrasi vertikal dengan integrasi horizontal

Contoh

Birdseye

Pada saat sedang berburu, seorang penjelajah sekaligus ilmuwan asal Amerika Serikat, Clarence Birdseye, menemukan dampak menguntungkan dari pembekuan, yakni ikan-ikan yang ditangkapnya berhari-hari lalu, jika disimpan di es, dapat tetap dalam kondisi segar.

Pada tahun 1924, Clarence Birdseye pun mematenkan Birdseye Plate Froster dan mendirikan General Seafood Corporation. Pada tahun 1929, perusahaan dan paten milik Birdseye ini dibeli oleh Postum Company dan Goldman Sachs, dengan harga masing-masing $2 juta dan $20 juta. Perusahaan ini lalu lebih dikenal dengan nama General Foods. Nama Birdseye tetap dipertahankan, tetapi dipisah menjadi dua kata (Birds eye) untuk digunakan sebagai merek dagang.

Birdseye adalah salah satu pionir dalam industri makanan beku. Birdseye Company pun menerapkan integrasi vertikal untuk menjalankan bisnisnya, karena pada saat itu belum ada infrastruktur produksi dan penjualan yang memadai. Birdseye juga membelikan peralatan yang dibutuhkan oleh pemasok dan penjual produknya, jika mereka tidak mampu membelinya sendiri.

Saat ini, Birdseye tidak lagi dominan, karena kesulitan menghadapi permasalahan khas integrasi vertikal, seperti properti, pabrik, dan peralatan yang tidak dapat dikurangi secara signifikan, ketika perusahaan butuh penurunan produksi. Birdseye juga menggunakan integrasi vertikal untuk menciptakan struktur organisasi dengan banyak tingkat komando, yang pada akhirnya membuat perusahaan tidak dapat bereaksi cepat terhadap perubahan pasar.

Alibaba

Untuk meningkatkan laba dan merebut lebih banyak pangsa pasar, Alibaba secara bertahap juga mengakuisisi beberapa perusahaan yang diharapkan dapat melengkapi jajaran produknya.

Baja dan minyak

Salah satu contoh perusahaan paling awal dan paling terkenal dari integrasi vertikal di bidang ini adalah Carnegie Steel. Perusahaan ini tidak hanya memiliki pabrik pembuatan baja, tetapi antara lain juga memiliki tambang bijih besi, tambang batu bara, pabrik pengolah batu bara, kapal pengirim bijih besi, dan juga kereta api pengirim batu bara. Carnegie juga berupaya untuk mengembangkan sumber daya manusianya secara terus-menerus, sehingga pekerjanya sendirilah yang akan menduduki jabatan penting, bukan orang dari perusahaan lain. Carnegie bahkan juga mendirikan sebuah institut untuk memperdalam pengetahuan generasi-generasi berikutnya tentang proses pembuatan baja.

Perusahaan minyak, baik yang multinasional (seperti ExxonMobilRoyal Dutch ShellConocoPhillips atau BP) maupun yang nasional (seperti Petronas) juga menerapkan integrasi vertikal dalam berbisnis, dengan memiliki infrastruktur mulai dari infrastruktur pengeboran minyak mentah, infrastruktur pengolahan minyak mentah, dan juga infrastruktur untuk mendistribusikannya ke konsumen di seluruh dunia.

Telekomunikasi

Perusahaan-perusahaan telekomunikasi pada abad ke-20, seperti Bell System juga menerapkan integrasi vertikal, dengan memproduksi sendiri teleponkabel teleponsentral telepon, dan banyak peralatan penunjang lain.

Hiburan

Mulai awal dekade 1920an hingga awal dekade 1950an, industri film Amerika dikuasai oleh hanya delapan studio film besar, dimana lima diantaranya adalah MGMWarner Brothers20th Century FoxParamount Pictures, dan RKO. Kelima studio ini terintegrasi penuh, dengan tidak hanya memproduksi dan mendistribusikan film, tetapi juga memiliki bioskop sendiri. Sementara itu, tiga studio sisanya, yakni Universal StudiosColumbia Pictures, dan United Artists, hanya memproduksi dan mendistribusikan film, tetapi tidak memiliki bioskop sendiri.

Isu integrasi vertikal ini telah lama menjadi fokus penegak hukum karena integrasi ini memungkinkan adanya perilaku anti-kompetisi. Seperti dalam kasus Paramount Pictures, Inc., dimana Mahkamah Agung Amerika Serikat akhirnya memerintahkan lima studio film besar untuk menjual bioskop mereka dan juga melarang kelima studio film tersebut untuk melakukan aktivitas penjualan.

Peternakan

Integrasi vertikal melalui kontrak produksi dan penjualan, juga merupakan praktik yang biasa dilakukan dalam memproduksi ternak. Saat ini, tercatat 90% unggas, 69% babi, dan 29% sapi diproduksi menggunakan integrasi vertikal melalui kontrak. Departemen Pertanian Amerika Serikat mendukung integrasi vertikal ini karena telah terbukti dapat meningkatkan produktivitas pangan.

Dibawah kontrak produksi, peternak akan membesarkan hewan ternak milik perusahaan pengintegrasi. Kontrak ini juga mengatur tata letak peternakan, cara memberi makan ternak, cara mengobati ternak, cara menangani konsentrat, dan juga cara membuang bangkai ternak. Pada umumnya, kontrak ini juga melindungi perusahaan pengintegrasi dari liabilitasJim Hightower, dalam bukunya yang berjudul Eat Your Heart Out,  menyatakan bahwa dalam banyak kasus, perusahaan pengintegrasi ini juga membatasi hak kewirausahaan dari peternak, sehingga peternak hanya dapat menjual ternaknya ke dan atas nama perusahaan pengintegrasi tersebut. Pembatasan inipun mengurangi kemampuan penjualan dan produksi dari peternak tersebut.

Dibawah kontrak penjualan, peternak juga harus menjual ternaknya ke perusahaan pengintegrasi dengan sistem harga yang telah disepakati sebelumnya. Pada umumnya, kontrak ini juga melindungi perusahaan pengintegrasi dari liabilitas, dan satu-satunya hal yang dapat dinegosiasikan hanyalah harga ternak.

Sumber : Wikipedia

Selengkapnya
Integrasi Vertikal

Manajemen Strategis

Tips Memanfaatkan Analisis SWOT untuk Bisnis Online Anda

Dipublikasikan oleh Merlin Reineta pada 28 Juli 2022


Memenangkan persaingan dengan kompetitor di zaman sekarang bukan hal mudah. Apalagi kalau Anda tidak memiliki strategi bisnis yang baik. Nah, salah satu strategi ampuh yang bisa Anda coba adalah SWOT Analysis.

SWOT adalah teknik mengevaluasi aspek internal dan eksternal bisnis. Dengan SWOT, Anda bisa menciptakan strategi bisnis yang tepat sesuai aspek terbaik yang Anda miliki.

Nah, karena mudah diterapkan dan cocok untuk segala jenis bisnis, di artikel ini kami akan mengajak Anda belajar tentang SWOT. Mulai dari pengertian, manfaat, cara melakukannya, hingga contoh SWOT Analysis.

Apa itu SWOT Analysis?

SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman).  

Nah, SWOT Analysis adalah teknik menganalisis bisnis dari keempat aspek tersebut. Nantinya, Anda akan mendapat gambaran potensi bisnis Anda dan strategi untuk mengoptimalkannya. 

Lebih jauh, keempat aspek SWOT dapat dibagi menjadi faktor internal dan external.

Faktor internal adalah aspek SWOT yang bisa Anda kendalikan, yaitu Strength dan Weakness. Dengan analisis faktor internal SWOT, Anda bisa memaksimalkan potensi bisnis agar dapat berjalan lebih efisien.

Sedangkan, faktor external adalah aspek SWOT yang tidak bisa Anda kendalikan, yaitu  Opportunities dan Threats. Anda dapat memanfaatkan faktor external yang menguntungkan dan menghindari yang merugikan.

Dengan analisis yang tepat, Anda dapat menyusun strategi terbaik untuk memenangkan persaingan dengan kompetitor sesuai target pasar yang dituju. 

Aspek SWOT Analysis

Berikut ini merupakan penjelasan lengkap mengenai empat aspek SWOT Analysis:

1. Strengths (Kekuatan)

Strengths merupakan hal-hal positif dari bisnis yang sudah Anda miliki, dan potensial untuk membuat bisnis berkembang lebih baik.

Strength ini bisa berupa keunikan produk Anda dibanding kompetitor, atau etos kerja karyawan yang baik untuk terus menciptakan produk unggulan.

Supaya lebih jelas, berikut beberapa contoh Strengths pada bisnis:

  • Mempunyai website sebagai toko online yang mampu melayani pembeli 24 jam dari seluruh Indonesia.
  • Memiliki karyawan yang mampu mengerjakan tugas dengan baik dan penuh dengan ide kreatif.
  • Menjalankan content marketing melalui blog yang dapat membangun kepercayaan pelanggan dan meningkatkan brand awareness.
  • Menjalankan Social Media Marketing dengan engagement yang tinggi sehingga mampu membuat konsumen loyal.
  • Bebas dari hutang sehingga pemasukkan sepenuhnya bisa digunakan untuk keperluan bisnis.  

2. Weaknesses (Kelemahan)

Weakness adalah hal yang menghambat bisnis berjalan dengan optimal. Inilah semua hal yang sebaiknya segera dihilangkan dari bisnis Anda. Bisa dari pegawai yang kurang baik hingga prosedur bisnis yang belum optimal

Berikut ini beberapa contoh Weakness dalam SWOT Analysis:

  • Website lambat dibuka sehingga berakibat calon konsumen tidak jadi  membeli produk. 
  • Brand awareness yang lemah sehingga sulit mendapatkan kepercayaan pelanggan.
  • Pegawai yang sering keluar masuk perusahaan sehingga produktivitas bisnis tidak maksimal. 
  • Media sosial yang jarang update sehingga followers sulit bertambah.  

3. Opportunities (Peluang)

Melihat potensi bisnis yang baik itu penting, tapi membaca Opportunities atau peluang yang tersedia juga harus dilakukan. Aspek SWOT ini meliputi semua hal yang berefek positif dalam mendukung bisnis Anda maju. 

Menariknya, opportunities bisa datang dari mana saja. Mulai dari pasar, kompetitor, hingga teknologi.

Beberapa contoh Opportunities pada SWOT Analysis adalah sebagai berikut:

  • Pasar yang masih minim kompetisi sehingga kesempatan mendapatkan pelanggan lebih besar.
  • Ada beberapa event yang relevan dengan bisnis sehingga bisa menjadi sarana promosi.
  • Mengenal beberapa influencer untuk meningkatkan brand awareness bisnis melalui media sosial.
  • Upaya SEO di website mulai berjalan baik sehingga berpeluang menjadi peringkat atas Google dan menjaring lebih banyak calon pembeli.

4. Threats (Ancaman)

Aspek terakhir dari SWOT adalah Threats, yaitu semua hal yang berpotensi merugikan bisnis Anda. Threats juga bisa datang dari pasar, kompetitor, hingga teknologi.

Agar mendapat gambaran, berikut beberapa contoh Threats pada bisnis:

  • Tren pasar yang berubah sehingga berdampak pada hasil penjualan produk.
  • Munculnya pesaing baru yang bisa saja menarik konsumen yang sudah dimiliki.
  • Ada kendala pada supplier yang bisa mengakibatkan stok produk menipis sehingga tidak bisa berjualan dengan baik.
  • Website diserang hacker sehingga website tidak bisa untuk transaksi dan konsumen enggan membeli terkait reputasi. 

Manfaat SWOT Analysis

Anda sudah tahu aspek SWOT analysis. Lalu, apa manfaat SWOT Analysis pada bisnis Anda?

  • Mengetahui kondisi faktor internal dan external bisnis Anda dengan lebih jelas. Jadi, Anda bisa tahu langkah yang tepat untuk mengembangkan bisnis dan menghadapi berbagai tantangannya.
  • Membantu menemukan prioritas bisnis yang harus Anda jadikan fokus.Dengan begitu, Anda tak akan menghabiskan waktu dan tenaga pada hal-hal yang kurang penting.
  • Membantu mengoptimalkan sumber daya yang Anda miliki. Baik dari sisi aset, pegawai, dan lainnya.
  • Memberikan gambaran tentang kondisi dan peluang pasar yang bisa dimanfaatkan. Jadi, Anda tak kelewatan tren dan bisa memberikan apa yang benar-benar dibutuhkan pasar.
  • Membantu menghindari atau mengurangi dampak dari ancaman bisnis. Alhasil, Anda akan lebih siap saat ancaman itu benar-benar datang.

Cara Melakukan SWOT Analysis

Cara melakukan SWOT Analysis tidak sulit, kok. Anda bisa melakukannya hanya dengan lima langkah saja!

Pertama, Anda tentukan dulu tujuan Anda membuat SWOT. Misalnya, membuat strategi baru untuk menjangkau konsumen di platform tertentu, untuk membuka cabang di kota baru, dan sebagainya.

Kedua, Anda buat tabel 2×2 pada medium pilihan Anda. Misalnya, Microsoft Word, papan tulis, atau buku. 

Ketiga, berikan nama pada masing-masing kotak di tabel dengan pembagian sebagai berikut: kiri atas Strength, kanan atas Weakness, kiri bawah Opportunities, dan kanan bawah adalah Threats. 

Keempat,  Anda catat kondisi bisnis sesuai aspek SWOT di atas pada tabel tersebut. Sebaiknya, Anda urutkan dari poin terpenting yang paling berpengaruh pada bisnis.

Nah, untuk memudahkan Anda mengisi tabelnya, kami berikan beberapa contoh daftar pertanyaan yang bisa Anda jawab:

Strength:


1. Aset apa saja yang Anda miliki?
2. Apa kelebihan Anda yang tidak dimiliki kompetitor?
3. Apa hal yang disukai konsumen pada produk atau bisnis Anda secara keseluruhan?
4. Apa kelebihan dari pegawai Anda?Weakness:

1. Apa hal yang tidak Anda miliki, tapi kompetitor memilikinya?
2. Apa komplain yang sering dikatakan konsumen Anda?
3. Apa alasannya konsumen membatalkan pesanannya?
4. Apakah ada masalah di antara pegawai Anda?Opportunities:

1. Apakah tren pasar cenderung meningkat?
2. Apakah ada strategi pemasaran yang bisa Anda coba?
3. Apa saja event yang bisa Anda ikuti sebagai sarana promosi?
4. Dalam waktu dekat, apakah ada kebijakan pemerintah yang berefek positif pada bisnis Anda?Threat:

1. Apakah perubahan pasar berefek negatif pada Anda?
2. Apakah ada kompetitor baru?
3. Apakah website sudah menggunakan hosting yang aman?
4. Apakah akan muncul kebijakan pemerintah baru yang berefek negatif pada bisnis Anda?

Terakhir, setelah semua kotak terisi, Anda harus melakukan analisis pada setiap aspeknya. Lalu, ambil kesimpulan berdasarkan analisis tersebut. Nah, kesimpulan itulah yang bisa dijadikan strategi bisnis Anda selanjutnya.

Contoh SWOT Analysis

Berikut ini adalah contoh analisis SWOT bisnis online yang bisa Anda jadikan inspirasi. 

Katakanlah seorang pebisnis bernama Nia berjualan salad buah buatannya sendiri di Instagram. SWOT Analysis yang bisa ia lakukan adalah sebagai berikut:

Strength:

1. Harga lebih murah dibanding kompetitor. Selisih hingga 15 ribu rupiah untuk ukuran yang sama dengan kompetitor terbesar.2. Gratis ongkir ke seluruh kota.Weakness:
1. Jumlah order cenderung sama setiap bulannya. Sekitar 60 order.2. Masih banyak calon konsumen yang takut tertipu. Tercatat rata-rata 10 calon konsumen yang sudah memesan, tapi tidak jadi beli.Opportunities:
1. Membuat website sebagai toko online. Selain bisa menarik 81% konsumen baru dari Google, 84% konsumen juga lebih percaya dengan website.2. Menerapkan Digital Marketing pada Instagram dan website yang akan dibuat.Threat:

1. Persaingan cukup ketat. Di satu kota saja, ada 15 penjual salad buah online. Tiga diantaranya adalah pemain raksasa yang membuka dua cabang. 2. Dana terbatas. Nia hanya mengambil margin 3 ribu per order. Bahkan, bila tempatnya jauh, Nia hanya dapat untung 2 ribu saja.

Dari contoh SWOT analysis di atas, penjelasannya adalah sebagai berikut:

  • Strength — Kekuatan utama dari bisnis salad Nia adalah harganya yang jauh lebih murah dibanding kompetitor. Alasannya, Nia masih seorang diri mengurus bisnisnya dari rumah, sehingga tak perlu membayar gaji pegawai dan operasional.
  • Weakness — Sayangnya walaupun harganya murah, tapi jumlah pembeli tidak meningkat setiap bulannya. Bahkan, kadang juga menurun. Alasannya, karena usaha pemasaran Nia masih belum optimal dan calon konsumen masih ragu untuk membeli.
  • Opportunities — Untungnya, Nia bisa memperluas jangkauan pasarnya menggunakan website. Kombinasi pemasaran melalui Instagram dan website berpotensi meningkatkan penjualannya dengan drastis. Selain itu, website juga membuat bisnis Nia lebih terpercaya.
  • Threat — Persaingan bisnis salad di Instagram cukup ketat. Tak hanya dari sesama bisnis rumahan, tapi juga ada pemain besar yang mempunyai banyak cabang.

Dengan begitu, strategi yang perlu Nia lakukan untuk bisnis online-nya adalah:

  • Membuat website sebagai toko online. Dengan budget yang dimiliki, Nia akan memilih layanan hosting yang ruang penyimpanannya (storage) cukup, tapi harganya tidak lebih dari Rp50 ribu per bulan.   
  • Mulai menerapkan digital marketing di Instagram dan website-nya lalu melanjutkan dengan membuat Google Bisnisku, dan memanfaatkan WhatsApp Bisnis.

Itulah contoh singkat memanfaatkan analisis SWOT pada bisnis online. Tak terlalu sulit, bukan?

Kelebihan SWOT Analysis

Dari penjelasan di atas, Anda tentu sudah dapat mengetahui bahwa kelebihan SWOT Analysis adalah:

1. Mudah Diterapkan

SWOT Analysis tak mengharuskan Anda mempunyai keahlian khusus. Seperti yang Anda lihat dari contoh di atas, analisis setiap aspek SWOT sangat sederhana. Jadi, asalkan paham dengan bisnis dan pasarnya, siapapun bisa mencobanya. 

Pun begitu dengan jenis bisnisnya. SWOT juga mudah diterapkan pada berbagai jenis bisnis. Mulai dari bisnis online rumahan seperti Nia, bisnis kreatif, bisnis jasa, dan sebagainya.

2. Analisis Berdasar Data

Analisis SWOT mengharuskan Anda mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif dari berbagai sumber. Mulai dari data internal Anda, data kompetitor, data perkembangan pasar, dan sebagainya.

Hal tersebut tentu saja membuat tingkat akurasi SWOT Analysis Anda cukup tinggi. Efeknya, Anda akan mendapatkan gambaran yang jelas tentang strategi bisnis yang hendak diterapkan.

3. Hemat Biaya

Nah, dengan tidak dibutuhkannya keahlian khusus untuk menjalankan SWOT, Anda tak perlu membeli software khusus atau menyewa jasa konsultan. Sebab, Anda bisa melakukan analisis sendiri, sehingga menghemat pengeluaran bisnis.

Bahkan, SWOT juga bisa Anda lakukan tanpa biaya sama sekali, lho. Caranya dengan mengambil data dari tools gratis seperti Google Analytics, Instagram Analytics, dan lainnya.

4. Mudah Dipahami

Seperti yang Anda lihat di atas, analisis SWOT dilakukan berdasar tabel empat kotak yang dijelaskan dengan poin-poin. Ini tentu saja lebih mudah dipahami dibanding analisis panjang berbentuk paragraf. Jadi, Anda tak kesulitan menjelaskan strategi SWOT ke pegawai Anda.

Selain itu, bentuk SWOT yang mudah dipahami juga mendorong diskusi antar pegawai Anda. Jadi, semuanya akan aktif berkontribusi untuk mengembangkan bisnis. Efeknya, kerjasama tim akan meningkat dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat.

Itu tadi penjelasan mengenai SWOT Analysis secara lengkap. Ternyata, SWOT sangat bermanfaat, ya? 

SWOT menganalisis bisnis Anda dari empat aspek berdasar data di lapangan, baik kualitatif maupun kuantitatif. Sehingga SWOT mempunyai tingkat akurasi yang tinggi. Efeknya, Anda bisa mengetahui strategi yang tepat untuk mengembangkan bisnis agar selangkah lebih depan dibanding kompetitor.

Jadi, apakah Anda sudah siap memanfaatkan SWOT untuk bisnis Anda?

Nah, agar strategi SWOT Anda berjalan maksimal, pastikan Anda juga menerapkan strategi-strategi bisnis yang lain. Apa saja strategi tersebut? Anda bisa menemukannya dengan lengkap pada ebook gratis di bawah ini.

Sumber Artikel : niagahoster.co.id

Selengkapnya
Tips Memanfaatkan Analisis SWOT untuk Bisnis Online Anda

Manajemen Strategis

SWOT Analysis

Dipublikasikan oleh Merlin Reineta pada 28 Juli 2022


Definisi SWOT Analysis

 SWOT adalah akronim dari strengths (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunities (peluang), dan threats (ancaman), dimana SWOT dijadikan sebagai suatu model dalam menganalisis suatu organisasi yang berorientasi pada profit dan non-profit dengan tujuan utama untuk mengetahui keadaan organisasi tersebut secara lebih komprehensif. Dalam proses perumusan strategi yang jitu, SWOT dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis guna merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada hubungan atau interaksi antara unsur internal, yaitu kekuatan dan kelemahan, terhadap unsur-unsur eksternal yaitu peluang dan ancaman.

 

Formula SWOT Analysis 

Untuk menganalisis secara lebih dalam tentang SWOT, maka perlu dilihat faktor eksternal dan internal sebagai bagian penting dalam analisis SWOT, yaitu:

  1. Faktor Eksternal Faktor eksternal ini mempengaruhi terbentuknya opportunities and threats (O and T). dimana faktor ini menyangkut dengan kondisikondisi yang terjadi di luar perusahaan yang mempengaruhi dalam pembuatan keputusan perusahaan. Faktor ini mencakup lingkungan industri (industry environment), ekonomi, politik, hukum, teknologi, kependudukan, dan sosial budaya.
  2. Faktor internal Faktor ini akan mempengaruhi terbentuknya strength and weaknesses (S dan W) dimana faktor ini menyangkut kondisi yang terjadi dalam perusahaan, dimana hal ini turut mempengaruhi terbentuknya pembuatan keputusan (decision making) perusahaan. Faktor internal ini meliputi semua manajemen fungsional: pemasaran, keuangan, operasi, sumberdaya manusia, penelitian dan pengembangan, sistem informasi manajemen, dan budaya perusahaan (corporate culture).

Matriks SWOT digunakan untuk menyusun strategi organisasi atau perusahaan yang menggambarkan secara jelas peluang dan ancaman yang dihadapi organisasi/perusahaan sehingga dapat sisesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan organisasi/perusahaan. Matriks ini meghasilkan empat kemungkinan alternatif strategi yaitu strategi S-O, strategi W-O, strategi S-T dan strategi W-T.

 

Tabel. Matrik SWOT

Sumber Artikel : Binus.ac.id

Selengkapnya
SWOT Analysis
page 1 of 5 Next Last »