Perindustrian

Inilah 3 Negara Produsen Tekstil Terbesar di Dunia, China Urutan 1

Dipublikasikan oleh Siti Nur Rahmawati pada 04 Agustus 2022


JAKARTA - China sebagai negara industri dengan penduduk terbanyak di dunia sampai saat ini masih menjadi produsen tekstil terbesar di dunia. Meski ada pasang surutnya, industri tekstil menjadi industri yang tak lekang waktu dan tak pernah gagal total sebab bagaimanapun tekstil merupakan kebutuhan primer manusia. Laporan terbaru dari Grand View Research Inc menyebutkan, pasar tekstil global diperkirakan akan mencapai USD1.420,3 milyar pada tahun 2030.

Pertumbuhan pasar antara lain didorong oleh meningkatnya level awareness konsumen dan tren di industri fashion yang berubah dengan cepat. Pada tahun 2021, Asia Pasifik muncul sebagai pasar regional terbesar sebab kehadiran negara-negara penghasil bahan baku yang besar seperti China, India, Australia, dan Jepang.

Berkaitan industri tekstil di dunia, China semenjak lama sudah menjadi global leader dan menguasai lebih dari 50 persen produksi tekstil dunia pada tahun 2014.

 

Berikut inilah 3 negara yang menjadi produsen tekstil terbesar di dunia merujuk data tahun 2020, dirangkum SINDOnews dari laman BizVibe dan Statista:

  1. China

China merupakan produsen tekstil terbesar di dunia dengan output mencapai 52,2 persen dari produksi tekstil global tahun 2019. Dengan pertumbuhan pesat selama 2 dekade terakhir, industri tekstil China sudah menjadi salah satu pilar utama perekonomian Negeri Tirai Bambu. Skala bisnis tekstil membuat mereka ekonomis.

Biaya rendah dan ketersediaan tenaga kerja yang besar, berkurangnya hambatan perdagangan, serta pasokan bahan yang kuat, adalah sederet keunggulan kompetitif yang ditawarkan negara berpenduduk 1,4 milyar jiwa itu. Berkaitan pasokan bahan, pada tahun 2017 saja China memproduksi sekitar 79 milyar meter kain dan 5,99 juta metrik ton kapas pada 2017/2018. Bila dilihat secara bulanan, data Statista terbaru menyebutkan, pada April 2022 sekitar 3,23 milyar meter kain pakaian diproduksi di China.

  1. India

India merupakan produsen tekstil terbesar kedua di dunia dalam hal volume produksi, dengan pangsa 6,9 persen dari produksi tekstil global tahun 2019. Industri tekstil India nilainya diperkirakan mencapai USD 250 milyar pada 2019. Menurut laporan IBEF, industri tekstil Negara Bollywood menyumbang 7 persen dari output industri pada 2018/2019.

Ini berkontribusi 2 persen terhadap PDB India dan mempekerjakan lebih dari 45 juta orang pada 2018/2019. Sektor inipun berkontribusi 15 persen terhadap pendapatan ekspor India pada 2018/2019. Beberapa perusahaan manufaktur tekstil terbesar di Negara Anak Benua antara lain Arvind Ltd, Vardhman Textiles Ltd, Welspun India Ltd, Raymond Ltd dan Trident Ltd.

  1. Amerika Serikat

Amerika Serikat (AS) menduduki peringkat ketiga dalam daftar negara produsen tekstil terbesar di dunia, dengan output 5,3 persen dari produksi tekstil global tahun 2019. Berkat produktivitas, fleksibilitas, dan inovasinya, AS terus menjadi salah satu produsen tekstil terbesar di dunia.

Negara adidaya ini adalah produsen dan pengekspor bahan baku tekstil yang kompetitif secara global, mulai dari kain, benang, pakaian, perabotan rumah tangga, dan produk tekstil lainnya. Mengutip data US National Council of Textile Organizations (NCTO), nilai total pengiriman serat dan filamen, tekstil, serta pakaian jadi buatan AS berjumlah sekitar USD 76,8 milyar pada tahun 2018, naik dari USD 73 milyar dalam output pada tahun 2017. Kekuatan tekstil AS terutama pada kain non-tenunan, kain khusus dan industri, tekstil medis dan baju pelindung.

 


Disadur dari sumber ekbis.sindonews.com

Selengkapnya
Inilah 3 Negara Produsen Tekstil Terbesar di Dunia, China Urutan 1

Perindustrian

Pabrik Sepatu Indonesia Banjir Order! Inilah Efek Lockdown Vietnam yang Dahsyat

Dipublikasikan oleh Siti Nur Rahmawati pada 04 Agustus 2022


Jakarta, CNBC Indonesia - Keputusan lockdown dari Pemerintah Vietnam membawa berkah bagi industri di Indonesia. Pasalnya, sejumlah pesanan untuk industri yang mulanya datang ke negara tersebut saat ini beralih ke Indonesia. Salah satu yang kelimpahan berkah ialah industri alas kaki. Pesanan yang masuk pun saat ini bukan hanya mengarah pada salah satu jenis sepatu, tetapi telah bervariasi.

"Kalau 2020 lalu ekspor mengandalkan sport shoes, di 2021 mulai masuk sepatu- order sepatu non sport yang dikerjakan industri-industri menengah kami. Saya melihat data ekspor dari Jabodetabek meningkat, ekspor Jatim, Jateng meningkat," ungkap Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri kepada CNBC Indonesia, Rabu(29/9/21).

 

Setiap tahun banyak pabrikan Indonesia yang memperoleh order dari brand kenamaan dunia, mulai dari Adidas, Nike sampai Puma. Kini, permintaan dari brand tersebut masih ada, tetapi permintaan dari jenis sepatu lainpun turut datang.

"Tidak hanya sport shoes saja, namun kelimpahan non sport yang bukan brand-brand utama. Semisal untuk outdoor meningkat, untuk keluar, bertani, lalu sepatu untuk bekerja di kebun meningkat," ungkapnya.

Demi memenuhi permintaan tersebut, pabrikan saat ini terus mengejar produksi. Salah satunya meningkatkan kapasitas menjadi 100 persen, Pemerintah telah pula mengizinkannya asalkan dengan protokol kesehatan yang ketat.

 

"Sesuai anjuran pemerintah 100 persen. Sempat beberapa zona masuk level 4 tidak dapat produksi lebih dari 50 persen, namun beberapa daerah turun sudah uji coba 100 persen saat ini mau tidak mau," ungkap Firman.

Sementara itu, perusahaan pun hingga harus merekrut karyawan baru demi memenuhi permintaan. Tetapi, cara merekrut dari setiap perusahaan maupun daerah terlihat berbeda.

"Kasuistik sebab terdapat penambahan order kapasitas akhirnya rekrut baru, terdapat yang di daerah-daerah, Jateng kapasitas rekrut baru. Jabodetabek kami menambah rekrut karyawan dari yang dulu di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) atau garmen PHK di 2020, lalu dilatih lagi," tuturnya.

Berkah bertambahnya lapangan kerja karena Vietnam masih terus menghadapi lockdown. Data dari Asosiasi Tekstil dan Pakaian Vietnam (Vitas) yang dikutip dari AFP, mengungkapkan bahwa hingga 90 persen rantai pasokan di sektor garmen terputus, utamanya di wilayah Selatan negara tersebut.

 


Disadur dari sumber cnbcindonesia.com

Selengkapnya
Pabrik Sepatu Indonesia Banjir Order! Inilah Efek Lockdown Vietnam yang Dahsyat

Perindustrian

Toyota Akan Tambah Investasi dan Berdayakan SDM Lokal untuk Menuju Era Elektrifikasi dan Digitalisasi (PIDI 4.0) di Indonesia

Dipublikasikan oleh Siti Nur Rahmawati pada 04 Agustus 2022


TRIBUNNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut baik rencana penambahan investasi pembangunan kendaraan listrik oleh Toyota Motor Company di Indonesia. Komitmen ini diungkapkan oleh Shigeru Hayakawa, Vice Chairman of the Board of Directors of Toyota Motor Corporation dalam pertemuan dengan Menko Airlangga di Tokyo, Jepang(26/07).

“Saya meyakini bahwa permintaan kendaraan listrik baik roda 4 ataupun roda 2 di Indonesia ataupun di kawasan ASEAN kedepan akan kian meningkat. Indonesia bisa dijadikan industrial base produksi Electric Vehicle (EV) untuk dipasarkan di kawasan ASEAN maupun di Indonesia sendiri,” ungkap Airlangga.

 

Sementara itu, Toyota juga bisa berkontribusi dalam penurunan emisi serta penurunan impor bahan bakar fosil dengan mempopulerkan penggunaan Electric Vehicle (EV) di Indonesia.

Pihak Toyota menyampaikan bahwa rencana untuk menambah beberapa jenis kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV) telah masuk dalam pipeline waktu 4 tahun ke depan.   

Akio Toyoda yang merupakan President Toyota Motor Corporation, pertama kali menjanjikan komitmen investasi di Indonesia kepada Presiden Joko Widodo dalam pertemuan KTT Osaka di 2019 lalu.  Dalam waktu 3 tahun sesudahnya, investasi Toyota sudah mencapai Rp. 14 Triliun.

 

Pada pertemuan dengan Menko Airlangga, Shigeru Hayakawa mengatakan akan menambah investasi sebesar Rp. 27,1 Triliun selama 5 tahun ke depan.  Hayakawa menyampaikan, “kita berharap dengan penambahan jumlah investasi ini di Indonesia, Pemerintah Indonesia memahami keseriusan kita terhadap elektrifikasi kendaraan bermotor.”

Selain memberikan komitmen investasi, pada pertemuan ini dibahas pula berkaitan dengan upskilling kemampuan engineer di Indonesia, Toyota sudah membangun xEV Center pada Mei 2022 untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian sumber daya manusia lokal yang kaitannya elektrifikasi dan kesiapan di era digitalitasi.

 

Bekerja sama dengan Pertamina dan Inalum, Toyota sudah berupaya membangun industri baterai di Indonesia melalui peningkatan keahlian engineer lokal.

Toyota Indonesia berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan SDM lokal, termasuk generasi berikutnya dari teknologi untuk mobilitas, yang direpresentasikan oleh elektrifikasi. Untuk mempersiapkan keterampilan masa depan masyarakat Indonesia menuju era elektrifikasi dan digitalisasi, Toyota Indonesia mengembangkan pula xEV Center sebagai “Fasilitas Pembelajaran Elektrifikasi” dan guna mendukung Indonesia Digital Industry Center 4.0 (PIDI 4.0) yang digagas oleh Kementerian Perindustrian menuju IR4.0

 

Toyota Indonesia bersama dengan para Teknisi dari Indonesia, mengembangkan pula konsep Kijang Innova BEV untuk mempelajari teknologi dan kondisi untuk menyiapkan penggunaan yang lebih nyata oleh masyarakat di Indonesia. Menutup pertemuan ini, Menko Airlangga menyatakan bahwa akan melibatkan kendaraan listrik produksi Toyota dalam perhelatan G20 November mendatang untuk para delegasi.  

Pada pertemuan ini Menko Airlangga didampingi oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Duta Besar RI di Tokyo Heri Ahmadi, Sesmenko Perekonomian dan Dirjen KPAII Kemenperin.

Sementara dari TMC dihadiri oleh Shigeru Hayakawa, Vice Chairman of the Board of Directors of Toyota Motor Corporation (TMC), Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), beserta jajaran Direksi TMC dan TMMIN.

 


Disadur dari sumber m.tribunnews.com

Selengkapnya
Toyota Akan Tambah Investasi dan Berdayakan SDM Lokal untuk Menuju Era Elektrifikasi dan Digitalisasi (PIDI 4.0) di Indonesia

Perindustrian

Toyota Jepang / TMC Kabarnya Akan Investasi Rp 27,1 Triliun di Indonesia Periode 5 Tahun ke Depan

Dipublikasikan oleh Siti Nur Rahmawati pada 04 Agustus 2022


TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Toyota Motor Corporation (TMC) akan meningkatkan investasinya di Indonesia sekitar Rp. 27,1 Triliun atau 1,8 milyar dolar AS dalam periode 5 tahun mendatang.

 

Pertemuan dan kesempatan penyampaian keinginan tersebut disampaikan oleh Yoichi Miyazaki Chief Competitive Officer dan President, Business Planning & Operation TMC kemarin sore ketika bertemu dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Hotel Imperial, Selasa(26/7/2022) sore.

 

"TMC akan meningkatkan investasinya di Indonesia sekitar USD 1,8 milyar dalam 5 tahun mendatang sebab melihat pasar Indonesia sangat baik sekali di masa mendatang khususnya untuk mobil listrik (EV)," ungkap sumber Tribunnews.com, Rabu(27/7/2022).

 

Pasar mobil EV untuk produsen Jepang sangat menjadi incaran kini setelah Presiden dan CEO Mitsubishi Motors Corporation Takao Kato menyatakan pula sudah menjanjikan akan meningkatkan sekitar Rp. 11,2 triliun investasi produsen tersebut ke Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun mendatang. (*)

 


Disadur dari sumber m.tribunnews.com

Selengkapnya
Toyota Jepang / TMC Kabarnya Akan Investasi Rp 27,1 Triliun di Indonesia Periode 5 Tahun ke Depan

Perindustrian

Alibaba PHK Sepertiga Pegawai di Tim Investasi Strategis, Akibat Ancaman Resesi

Dipublikasikan oleh Siti Nur Rahmawati pada 03 Agustus 2022


Raksasa teknologi asal Cina, Alibaba akan melaksanakan pemutusan hubungan kerja alias PHK sepertiga karyawan di tim investasi strategis. Ini terjadi di tengah ancaman resesi sejumlah negara dan tekanan dari pemerintah Tiongkok. 4 sumber Channel News Asia yang mengetahui masalah tersebut menyampaikan, Alibaba berencana mengurangi tim investasi strategis yang kini lebih dari 110 orang. Banyak dari mereka yang ditempatkan di Cina dan sebagain di Hong Kong.

Setelah pemutusan hubungan kerja atau PHK itu, tim investasi Alibaba menjadi kurang lebih 70 orang.

PHK khususnya akan melibatkan karyawan di tingkat menengah dan senior. "Perusahaan sudah memberi tahu sebagian besar staf tentang pemecatan," ungkap sumber tersebut dilansir dari Channel News Asia, Kamis(14/7).

Sebelumnya, Alibaba dan raksasa teknologi asal Cina lainnya Tencent memang berencana memangkas puluhan ribu pekerja tahun ini. Pemangkasan sejumlah karyawan itu dilaksanakan sesudah tindakan keras dari Beijing secara tajam. Ini memperlambat langkah pembuatan kesepakatan investasi raksasa e-commerce Cina itu.

Tekanan Beijing memperlambat pula pertumbuhan penjualan dan menghancurkan harga saham. Lalu, tekanan membuat peningkatan modal baru dan ekspansi bisnis jauh lebih susah.

Sampai akhirnya, raksasa teknologi seperti Alibaba dan Tencent mencari cara untuk memotong biaya operasional mereka, salah satunya dengan PHK.

Itu terjadi di tengah peningkatan pengawasan oleh pemerintah Tiongkok. Beijing mengeluarkan sejumlah aturan yang menyasar raksasa teknologi semenjak akhir 2020. Yang terbaru, Badan Nasional Regulasi Pasar Cina atau SAMR mengenakan denda pada raksasa teknologi Alibaba dan Tencent. Denda ini diberlakukan sebab kedua perusahaan tak melaporkan aksi korporasi, termasuk akuisisi.

 

Selain keduanya, sejumlah perusahaan menghadapi denda serupa. "Mereka dianggap gagal mematuhi aturan anti-monopoli, mengenai pengungkapan transaksi," tutur SAMR dilansir dari Reuters, Minggu(10/7).

Total terdapat 28 kesepakatan yang melanggar aturan menurut SAMR. Terdapat 5 aksi korporasi Alibaba yang melanggar aturan, termasuk pembelian ekuitas pada anak platform streaming Youku Tudou. Sementara, Tencent terlibat dalam 12 transaksi aksi korporasi.

 

Berdasarkan Undang-Undang (UU) anti-monopoli, potensi denda maksimum dalam setiap kasus mencapai 500 ribu yuan atau Rp. 1,1 milyar. Pada 2020, SAMR juga mengenakan denda kepada Alibaba dan Tencent sebab dianggap melanggar aturan anti-monopoli. Alibaba didenda 500 ribu yuan atau Rp. 1 milyar, sebab meningkatkan kepemilikan saham di perusahaan retail modern Intime Retail Group Co pada 2017. "Perusahaan tak meminta persetujuan kepada otoritas," demikian kutipan dari Bloomberg, pada 2020.

Sementara itu, rencana PHK terjadi di tengah ancaman resesi di sejumlah negara. Perusahaan Pialang Global Nomura Holdings memperkirakan ada 7 negara yang masuk jurang resesi ekonomi pada 2023, yaitu: Amerika Serikat Zona Eropa Inggris Jepang Korea Selatan Australia Kanada

 


Disadur dari sumber katadata.co.id

Selengkapnya
Alibaba PHK Sepertiga Pegawai di Tim Investasi Strategis, Akibat Ancaman Resesi

Perindustrian

Supermarket Milik Alibaba Freshippo (Hema) PHK Massal Karyawan demi Efisiensi

Dipublikasikan oleh Siti Nur Rahmawati pada 03 Agustus 2022


Jakarta, CNBC Indonesia - Prospek pasar grosir online di China makin suram, dampaknya pun dirasakan oleh unit bisnis supermarket Alibaba, Freshippo (Hema). Freshippo diketahui mulai menjalankan pemutusan hubungan kerja (PHK) semenjak Mei.

PHK di Freshippo khususnya berfokus pada departemen pengadaan dan operasi di setiap daerah operasi. Perusahaan juga sudah menyiapkan kompensasi untuk mereka yang terkena dampak, sebagian besar akan mendapatkan N+1.

Tetapi, bukan kali ini saja Freshippo menjalankan PHK. Semenjak beralih menjadi perusahaan independen setelah sebelumnya beroperasi sebagai unit bisnis Alibaba Group, kebijakan itu sering terjadi.

Pada Bulan Maret lalu, 20 persen karyawannya diberhentikan. Bisnis pembelian kelompok perusahaan menarik diri dari beberapa daerah, seperti Guangzhou, Shenzhen, Suzhou, Beijing, Chengdu, dan Wuhan.

Selain PHK, bonus akhir tahun tim manajemen senior terpengaruh. Porsinya berkurang setengahnya dari tahun-tahun sebelumnya, dilansir dari laman Equalocean, Kamis(23/6/2022).

 

Tetapi dilaporkan sebagian dari insentif karyawan tetap diberikan. Menurut sumber internal menyatakan bahwa bonus akhir tahun tertunda dibayarkan sampai satu bulan kemudian.

CEO Hou Yi menyatakan keinginannya untuk meningkatkan profitabilitas 1 toko menjadi keuntungan penuh. Ini dia sebutkan dalam komunikasi internal bulan Januari lalu.

Dalam rangka memenuhi keinginan tersebut akan dilaksanakan penyesuaian pada mekanisme organisasi internal dan kompensasi serta kesejahteraan. Freshippo disebut akan 'mengencangkan ikat pinggang' untuk sekarang ini, tetapi berbagi hasil pertumbuhan lebih banyak karyawan di garis terdepannya dengan memperluas cakupan opsi pengeluaran.

Freshippo harus menghadapi ancaman pula dari para pesaing domestik di industri ini dari MissFresh, Dingdong Maicai, dan Meituan.

 


Disadur dari sumber cnbcindonesia.com

Selengkapnya
Supermarket Milik Alibaba Freshippo (Hema) PHK Massal Karyawan demi Efisiensi
page 1 of 17 Next Last »