Building Information Modeling

Gambar teknik

Dipublikasikan oleh Admin pada 13 Maret 2022


Gambar teknik

Gambar teknik adalah susunan visual terperinci tentang suatu desain atau produk yang dijadikan sarana komunikasi antara teknikusarsitek, dan sebagainya. Selain digunakan untuk menyampaikan informasi, gambar teknik juga dapat digunakan sebagai penelitian konsep perencanaan dan dokumentasi desain suatu bangunan, mesin dsb.[1] Gambar teknik memiliki aturan yang baku tentang penggambaran ukuran, lambang-lambang, garis dsb. sehingga gambar tersebut dapat dibaca secara tepat oleh berbagai pihak yang terlibat.[2]

Pekerja lapangan sedang membaca gambar tektik rancangan bangunan.

Gambar teknik

Skala

Sesuai dengan standar, objek desain dalam gambar dapat dibuat dalam ukuran penuh, diperkecil atau diperbesar. Rasio dimensi linier suatu objek dalam gambar dengan ukuran sebenarnya disebut skala. Di Rusia, ini adalah GOST 2.302-68 Sistem Terpadu untuk Dokumentasi Desain (ESKD). Skala.[10] Menurut GOST ini, skala berikut harus digunakan dalam desain:

Skala reduksi 1: 2; 1: 2.5; 1: 4; 1: 5; 1:10; 1:15; 1:20; 1:25; 1:40; 1:50; 1:75; 1: 100; 1: 200; 1: 400; 1: 500; 1: 800; 1: 1000

Nilai alami 1: 1

Skala pembesaran 2:1; 2.5: 1; 4: 1; 5: 1; 10: 1; 20: 1; 40: 1; 50: 1; 100: 1.

Saat merancang rencana induk untuk objek besar, diizinkan menggunakan skala 1: 2000; 1: 5000; 1: 10.000; 1: 20.000; 1: 25000; 1: 50.000.

Baca lebih lanjut dalam teks standar.

Klasifikasi gambar

Gambar teknik

Gambar teknik

Gambar konstruksi

Gambar konstruksi

Menurut industri: gambar teknik, gambar konstruksi.

Pada gilirannya, gambar teknik dan gambar konstruksi dapat dibagi menurut tujuannya.

Teknis: gambar perakitan, gambar dimensi, gambar instalasi, gambar pengepakan, dll. sesuai dengan GOST 2.102-68.

Konstruksi: solusi arsitektur, rencana induk, pendinginan, interior, dll.

Dengan metode desain: pertama membangun 3D, lalu menggambar dan sebaliknya.

Melalui media: digital, kertas

Eksekusi gambar

Istilah "drafting" dapat merujuk pada proses pembuatan gambar dalam kerangka grafis teknik. Proses pembuatan gambar dapat dilakukan di atas kertas atau menggunakan perangkat lunak profesional dan komputer. Ketika berbicara tentang menggambar dalam konteks gambar kertas, prosesnya dapat digambarkan sebagai menciptakan gambar yang akurat secara geometris dari tampilan atas, depan, dan samping dari suatu bagian. Jika kita berbicara tentang gambar rakitan, maka biasanya ini adalah bagian dari objek kompleks di sepanjang sumbu simetri. Tapi sekarang adalah abad kedua puluh satu, dan kita akan berbicara tentang digital, gambar elektronik. Desain modern terkait erat dengan komputer. Pertimbangkan prinsip dasar membuat gambar dalam sistem CAD:

Pengembangan model 3D dari dokumen

Menempatkan Tampilan Gambar

Menambahkan elemen desain. Misalnya dimensi/label/tabel.

Keterkaitan antara gambar dan model 3D. Perubahan model secara otomatis dilacak dalam gambar dan sebaliknya.

Gambar dibuat dengan mengatur tampilan model pada lembar gambar, dengan penambahan elemen desain berikutnya seperti dimensi, label teks, tabel.

Elemen gambar:

Format gambar

Menggambar pemandangan

Dimensi

Bidang toleransi dimensi, penyimpangan bentuk dan lokasi permukaan.

Label teks dan tabel.

Grafik dan simbol

Tampilan gambar bersifat asosiatif dengan model tempat mereka dibuat, yaitu, perubahan yang dibuat dalam model, seperti perubahan nilai dimensi, penambahan atau penghapusan fitur, ditampilkan secara bersamaan dalam gambar. Begitu pula dengan perubahan nilai dimensi pada sebuah gambar mengakibatkan perubahan model yang diacu pada gambar tersebut.[11]

Saat membuat gambar produk atau objek, insinyur harus mematuhi standar. Bagaimanapun, menggambar adalah visualisasi subjek pengembangan dalam bentuk grafik model matematika.

Sumber: id.wikipedia.org

 

Selengkapnya
Gambar teknik

Building Information Modeling

Pemodelan informasi bangunan

Dipublikasikan oleh Admin pada 13 Maret 2022


Pemodelan informasi bangunan (bahasa InggrisBuilding information modeling, disingkat BIM) adalah sebuah proses yang digunakan untuk membuat dan mengelola gambaran digital dari ciri fisik dan fungsional sebuah bangunan. Proses ini melibatkan berbagai alat, teknologi, dan kontrak supaya dapat mencapai tujuannya.

BIM berupa berkas komputer yang dapat diekstrak, ditukar, atau dihubungkan dalam sebuah jaringan untuk mendukung proses pengambilan keputusan. Perangkat lunak BIM biasa digunakan oleh pihak-pihak yang bertugas merancangmembangun, mengoperasikan, dan merawat bangunan serta infrastruktur fisik lainnya, termasuk jaringan perpipaan, kelistrikan, komunikasi, jalan, rel kereta api, jembatan, pelabuhan, dan terowongan.

Pemodelan informasi bangunan dari sebuah ruang mekanis yang dikembangkan menggunakan data lidar

Konsep BIM sebenarnya telah dikembangkan sejak 1970-an, tetapi baru menjadi istilah yang umum pada awal tahun 2000-an. Laju perkembangan BIM pada setiap negara di dunia berbeda-beda. Contohnya, standar yang telah dikembangkan di Britania Raya sejak 2007 telah menjadi dasar standar ISO 19650 yang diluncurkan pada Januari 2019.[1]

Sumber: id.wikipedia.org

Selengkapnya
Pemodelan informasi bangunan

Building Information Modeling

Implementasi Building Information Modeling Untuk Percepatan Pembangunan

Dipublikasikan oleh Admin pada 13 Maret 2022


Dewasa ini Building Information Modeling (BIM) banyak digunakan para pelaku di bidang konstruksi, termasuk di Indonesia. Selain kemudahan, implementasi BIM untuk menerapkan dan menekan biaya pembangunan suatu konstruksi.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pengembangan Jasa Konstruksi dari Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Dr. Ir. Putut Marhayudi, MM, MBA, IPU., dalam webinar “ BIM as Sustainable Digital Construction in New Era ”, dalam webinar Sabtu (6/11). Kegiatan webinar ini merupakan rangkaian Pekan Konstruksi Digital CREATION 5th 2021 bekerja sama dengan Departemen Teknik Sipil Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada dan Archilantis, di bawah bimbingan CoE Smart and Green Building Information Modeling , TILC SV UGM.

Putut dalam kesempatan itu banyak membahas implementasi dan regulasi BIM di Indonesia. Guna mendukung percepatan pembangunan, pemerintah Indonesia mencoba memanfaatkan sebuah teknologi yang maju dalam bidang konstruksi, yaitu dengan menerapkan BIM di setiap pembangunan.

“Dengan menggunakan BIM, kita akan mendapatkan beberapa keuntungan seperti reducing claimsreducing the project duration and reducing costs,” terangnya.

Ia menyampaikan implementasi BIM di Indonesia telah ditetapkan di beberapa peraturan-peraturan seperti pada PERMEN PUPR 22/2018 yang berisi telah diwajibkannya untuk menggunakan BIM bagi seluruh bangunan gedung milik negara yang tidak sederhana. Ada juga peraturan dari SE DIRJEN BINA MARGA 11/2021 yang menjelaskan bahwa perencanaan teknis, konstruksi serta pemeliharaan jalan dan jembatan sudah bisa dilakukan dengan penerapan BIM.

Putut mengungkapkan saat ini BIM telah mencapai pada level 3 (full integration, 6D-8D). Namun di Indonesia, penggunaan BIM masih berada di level 2 (full collaboration) dan untuk meningkatkan level ini PUPR menyusun sebuah roadmap of BIM. Diharapkan dengan adanya roadmap of BIM ini, pada tahun 2024, BIM di Indonesia bisa mencapai pada construction evolution 4.0.

Dean of Commercialisation  dan Associate Professor dari Universiti Malaysia Pahang, Assoc. Prof. Dr. Ahmad Tarmizi Haron, menyampaikan perubahan proses konstruksi di Malaysia dari sistem non BIM menjadi menggunakan sistem BIM implementasi BIM di Malaysia. Ia menuturkan masuknya BIM di Malaysia dimulai pada saat adanya perubahan sistem industri yang ingin memanfaatkan digitalisasi, salah satunya dengan mengimplementasikan BIM.

“Dalam proses menuju implementasi BIM, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi pada saat itu, salah satunya adalah kurangnya kesadaran akan pentingnya BIM dalam dunia industri maupun institusi akademik,”jelasnya.

Dalam webinar tersebut turut menghadirkan Senior Vice President Engineering Division dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk., Luki Danardi, ST, M.Eng., IPM., yang membahas tentang pemanfaatan BIM yang terintegrasi dengan GIS dalam menjalankan proyek konstruksi. Lalu, Chief Business Officer dari VREX, Norwegia, Philippe Acas, menyampaikan materi mengenai pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR) yang dapat digunakan pada proyek konstruksi.

Sumber: ugm.ac.id

Selengkapnya
Implementasi Building Information Modeling Untuk Percepatan Pembangunan

Building Information Modeling

BIM Bakal Jadi Alat Wajib Pembangunan Infrastruktur

Dipublikasikan oleh Admin pada 13 Maret 2022


JAKARTA, KOMPAS.com - Pemanfaatan teknologi Building Information Modelling (BIM) akan menjadi mandatory tools (alat wajib) dalam pelaksanaan tugas pembangunan infrastruktur di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi Industri dan Lingkungan Endra S Atmawidjaja mengungkapkan hal itu dikutip dari laman Kementerian PUPR, Senin (29/3/2021).

“Dengan tugas yang semakin kompleks, banyak, dan sumber daya terbatas, BIM bisa membantu kami untuk menjadi alat ataupun instrumen dalam menghasilkan produk infrastruktur lebih cepat, efisien dan berkualitas,” ucap Endra. Direktur Prasarana Strategis Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PUPR Iwan Suprijanto menambahkan, penerapan roadmap BIM Kementerian PUPR telah dimulai dari fase adopsi, digitalisasi, kolaborasi hingga integrasi sistem. Pada tahun 2024, diharapkan sudah terintegrasi dalam cloud system yakni cloud construction management.

Sistem itu merupakan salah satu perwujudan integrasi proses konstruksi mulai dari perencanaan, perijinan, pelaksanaan, dan pemeliharaan.

“Saya berharap pemanfaatan BIM ke depan bukan hanya diterapkan pada tahap perencanaan, pelaksanaan hingga operasional, tetapi juga mencakup pada tahap pengadaan barang dan jasa serta audit,” ujar Iwan. Untuk diketahui, BIM merupakan metode dalam konstruksi infrastruktur yang mengintegrasikan model virtual berikut data teknisnya.

Selain itu, teknologi ini mensimulasikan seluruh informasi pada sebuah proyek pembangunan ke dalam model tiga dimensi (3D). Pada metode BIM, informasi bangunan yang bisa diolah tidak hanya terbatas pada perancangan saja, tetapi juga selama dan setelah proses konstruksi.

Saat ini, payung hukum penerapan BIM di lingkungan Kementerian PUPR untuk bangunan gedung negara dengan luas lebih dari 2.000 meter persegi dan di atas 2 lantai. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) PUPR Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pembangunan Bangunan Gedung Negara.

Ke depan, penerapan BIM diharapkan tidak hanya pada bangunan gedung negara saja, namun bisa diterapkan di seluruh proyek infrastruktur PUPR.

Sumber: kompas.com

 

Selengkapnya