Geografi

Inilah Gambar Peta Indonesia Terbaru Lengkap 2022, Nama Provinsi dan Cara Membacanya

Dipublikasikan oleh Siti Nur Rahmawati pada 03 Agustus 2022


JAKARTA, iNews.id – Peta Indonesia harus diketahui setiap siswa agar dapat menjawab soal dalam pelajaran geografi. Untuk semakin paham, ketahui pula nama provinsi dan cara membacanya. Peta Indonesia merupakan gambar atau lukisan yang menunjukkan wilayah Indonesia secara lengkap pada sebuah kertas. Melalui sebuah peta, seseorang bisa mengetahui gambaran suatu wilayah, pulau, negara, sampai dunia sekalipun.

Setiap beberapa tahun, peta Indonesia mengalami perubahan berupa pembaruan gambar. Hal ini disebabkan munculnya beberapa perubahan batas antarwilayah atau munculnya penambahan provinsi baru. Pada tanggal 30 Juni 2022, pemerintah resmi menambah 3 provinsi baru hasil dari pemekaran di Provinsi Papua.

 

Geografi Indonesia

Mengutip dari buku ‘Arif Teman Berlatih Cerdas’ karya Tim Arif, secara geografis Indonesia terletak di antara Benua Australia dan Asia, dan diantara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Kondisi geografis Indonesia merupakan negara maritim dan kepulauan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.

Luas wilayah Indonesia mencapai 5.193.250 km2, dengan luas daratan sebesar 1.919.440 km2 dan luas lautan sebesar 3.273.810 km2. Berdasarkan posisinya batas wilayah negara Indonesia yaitu sebagai berikut:

  1. Sebelah Utara, wilayah Indonesia berbatasan dengan wilayah negara Malaysia, Singapura, Palau, Filipina, dan Laut Cina Selatan.
  2. Sebelah Barat, wilayah Indonesia berbatasan dengan Samudra Hindia.
  3. Sebelah Selatan, wilayah Indonesia berbatasan dengan negara Timor Leste, Australia, dan Samudra Hindia.
  4. Sebelah Timur, wilayah Indonesia berbatasan dengan negara Papua Nugini dan Samudra Pasifik.

 

Daftar Nama Provinsi di Indonesia Terbaru

Dikutip dari buku ‘Pintar 34 Provinsi di Indonesia’ karya Kurniawan Dinihari, Indonesia sebelumnya mempunyai total 34 provinsi. Tetapi belum lama ini, ada 3 provinsi baru yang merupakan hasil pemekaran dari Papua. Jadi, total jumlah provinsi di Indonesia saat ini ialah 37 Provinsi.

  1. Nanggroe Aceh Darussalam
  2. Sumatera Utara
  3. Sumatera Barat
  4. Sumatera Selatan
  5. Riau
  6. Kepulauan Riau
  7. Jambi
  8. Bangka Belitung
  9. Bengkulu
  10. Lampung
  11. Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta)
  12. Jawa Barat
  13. Banten
  14. Jawa Tengah
  15. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
  16. Jawa Timur
  17. Bali
  18. Nusa Tenggara Barat (NTB)
  19. Nusa Tenggara Timur (NTT)
  20. Kalimantan Barat
  21. Kalimantan Tengah
  22. Kalimantan Utara
  23. Kalimantan Selatan
  24. Kalimantan Timur
  25. Sulawesi Barat
  26. Sulawesi Utara
  27. Sulawesi Tengah
  28. Sulawesi Tenggara
  29. Sulawesi Selatan
  30. Gorontalo
  31. Maluku
  32. Maluku Utara
  33. Papua Barat
  34. Papua
  35. Papua Selatan
  36. Papua Tengah
  37. Papua Pegunungan

 

Cara Baca Peta Indonesia

  1. Ketika membaca sebuah peta, terdapat beberapa hal yang perlu diketahui, yaitu sebagai berikut: Isi peta dan judul tempat yang digambarkan
  2. Lokasi daerah, dilihat dari letak garis lintang dan garis bujur
  3. Arah, melalui petunjuk arah (orientasi)
  4. Skala, untuk melihat jarak atau luas suatu tempat di lapangan
  5. Titik triangulasi (ketinggian) atau garis kontur untuk melihat ketinggian tempat
  6. Kemiringan lereng, melalui garis kontur dan jarak antara garis kontur yang berdekatan
  7. Sumber daya alam, melalui keterangan (legenda)
  8. Simbol dan keterangan peta, yaitu kenampakan alam seperti relief, pegunungan atau gunung, lembah atau sungai, jaringan lalu lintas, dan persebaran kota.

 


Disadur dari sumber inews.id

Selengkapnya
Inilah Gambar Peta Indonesia Terbaru Lengkap 2022, Nama Provinsi dan Cara Membacanya

Geografi

Peta Indonesia: Cara Baca Peta, Arti Warna

Dipublikasikan oleh Siti Nur Rahmawati pada 03 Agustus 2022


Jakarta - Peta Indonesia merupakan gambaran atau lukisan yang merepresentasikan wilayah Indonesia dalam bentuk datar. Melalui peta ini, kita dapat memahami berbagai wilayah di Indonesia yang terdiri dari beberapa pulau dan provinsi di dalamnya. Kemudian batas-batas daerah, laut, sungai, gunung, dan lain-lain.

Dikutip dari Atlas Lengkap Indonesia & Dunia, Mahyuzar (2015), Indonesia memiliki 34 provinsi mulai dari Sabang hingga Merauke. Mulai dari Aceh di Pulau Sumatera sampai Papua.

Mengenalkan peta sebagai ilmu pengetahuan umumnya telah dilakukan semenjak berada di sekolah dasar (SD). Hal itu Tujuan hal itu untuk memperkenalkan nama-nama pulau, nama-nama provinsi, dan letak wilayah yang ada di Indonesia.

Lanjut ke sekolah menengah pertama (SMP), kita akan kembali diajarkan tentang peta secara lebih rinci. Seperti memahami skala peta, garis astronomis, sampai simbol-simbol pada peta.

Dalam ilmu geografi, kita dituntut memahami kondisi bumi khususnya negara Indonesia melalui peta Indonesia. Berikut akan dibahas seputar peta Indonesia, mulai dari cara membaca peta yang benar, warna pada peta Indonesia, informasi geografi Indonesia, sampai nama provinsi yang terdapat dalam peta Indonesia.

 

Cara Baca Peta Indonesia

Melihat gambar peta Indonesia sekilas terlihat gampang dimengerti, padahal untuk membaca dengan benar kita butuh memahami beberapa hal. Dilansir dari buku Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta, Hartono (2006) berikut cara membaca peta:

  • Judul yang menjelaskan tentang isi peta yang digambarkan
  • Letak garis lintang dan bujur menjelaskan lokasi daerah dalam peta
  • Arah, melalui penunjuk arah
  • Skala peta untuk menunjukkan jarak atau luas
  • Ketinggian tempat dijelaskan melalui titik triangulasi atau garis kontur
  • Kemiringan lereng dijelaskan melalui garis kontur dan jarak antar garis kontur yang berdekatan
  • Keterangan legenda sebagai penjelas sumber daya alam
  • Simbol-simbol yang menggambarkan ketampakan alam seperti relief, pegunungan atau gunung, lembah atau sungai dan lainnya.

 

Warna di Peta Indonesia

Pemberian warna pada peta tujuannya untuk memberikan makna oleh pembuat peta dan pembacanya. Dilansir dari buku Geografi Membuka Cakrawala Dunia Bambang Utoyo, berikut keterangan warna pada peta:

  • Biru, gunanya untuk unsur hidrografi (perairan) seperti laut, danau, dan sungai
  • Hijau, gunanya pada daerah dataran rendah 0-200 meter dari permukaan laut
  • Merah, gunanya untuk jalanan penting seperti perlintasan rel kereta dan juga digunakan untuk menggambarkan gunung berapi
  • Coklat, gunanya pada wilayah pegunungan dimana coklat muda untuk pegunungan rendah dengan ketinggian 1.000-1.500 meter dan coklat tua untuk pegunungan tinggi dengan ketinggian lebih dari 1.500 meter
  • Hitam, gunanya untuk detail penghunian, lettering, tumbuhan karang, dan tapal batas.

 

Geografi di Peta Indonesia

Dilansir dari buku Referensi Pintar Atlas Geografi Indonesia oleh Tim Geografi, Indonesia ialah salah satu negara kepulauan di Asia Tenggara yang memiliki luas 5.176.800 km2 dengan luas daratan 1.919.443 km2 dan luas lautan mencapai 3.257.357 km2.

Luas wilayah lautan yang lebih besar dari daratan membuat Indonesia disebut sebagai negara maritim.

Dengan luas tersebut negara ini mempunyai kurang lebih 17.504 pulau dengan 6.000 pulau diantaranya tak berpenghuni dan tak ditempati. Indonesia sendiri dianggap strategis karena di Asia Tenggara yang terletak di lintang 6º LU-11º08 LS dan 95º BT-141º BT. Dengan

 


Disadur dari sumber detik.com

Selengkapnya
Peta Indonesia: Cara Baca Peta, Arti Warna

Geografi

Jenis-Jenis Peta Beserta Penjelasannya yang Perlu Diketahui

Dipublikasikan oleh Merlin Reineta pada 23 Juli 2022


Peta adalah gambaran permukaan bumi yang dibuat atau diciptakan pada bidang datar seperti kertas.

Peta merupakan representasi permukaan bumi, yang menunjukkan bagaimana sesuatu akan saling terkait oleh jarak, arah, dan ukuran. Kata 'peta' berasal dari bahasa Yunani 'mappa', yang memiliki arti 'kain penutup meja'.

Jadi, secara umum peta adalah lembaran yang menampilkan sebagian maupun seluruh permukaan bumi dengan skala tertentu pada sebuah bidang datar.

Sementara, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), peta adalah gambar atau lukisan pada kertas dan sebagainya yang menunjukkan letak tanah, laut, sungai, gunung, dan sebagainya.

Selain itu, peta juga diartikan sebagai representasi melalui gambar dari suatu daerah yang menyatakan sifat, seperti batas daerah hingga sifat permukaan.

Peta bukan foto dari permukaan bumi. Peta justru dapat menunjukkan banyak hal dari permukaan bumi yang tidak bisa ditunjukkan oleh foto.

Itulah mengapa, peta terlihat sangat berbeda dari sebuah foto permukaan bumi karena banyak hal yang bisa ditunjukkan dan dijelaskan.

Di sisi lain, terdapat beberapa jenis peta sesuai dengan klasifikasinya. Apa saja jenis-jenis peta?

Berikut ini rangkuman tentang jenis-jenis peta beserta penjelasannya, seperti dilansir dari laman simtaru.serangkota.go.id, Jumat (10/9/2021).

Jenis Peta Berdasarkan Isinya

1. Peta umum

Peta umum adalah peta yang menggambarkan permukaan bumi secara umum. Peta umum ini memuat semua penampakan yang terdapat di suatu daerah, baik kenampakan fisis (alam) maupun kenampakan sosial budaya.

Peta umum dikenal menjadi tiga macam, yaitu:

- Peta dunia

- Peta korografi, yaitu peta yang menjelaskan dan menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan. Misal peta kota di Jawa Timur.

- Peta topografi, yaitu peta yang menggambarkan dan menjelaskan permukaan relief bumi dengan garis-garis kontur sebagai penjelasnya. Garis-garis ini menunjukkan permukaan bumi atau perbedaan ketinggian pada suatu tempat. Misalnya sungai, jalan, pemukiman, dan lain-lain.

2. Peta Khusus (Tematik)

Peta khusus adalah jenis peta yang hanya menggambarkan satu atau dua penampakan permukaan bumi yang ingin ditampilkan. Jadi, yang ditampilkan hanya tema tertentu saja.

Misal: peta penyebaran flora dan fauna, peta kepadatan penduduk, peta persebaran hasil tambang, dan lain sebagainya.

Jenis Peta Berdasarkan Bentuk Penyajian Peta

1. Peta Foto (Photo Map)

Peta foto merupakan peta yang menggambarkan bayangan bumi dari hasil fotografis dan hasil pengambilan gambar dari udara. Dengan kata lain, peta foto merupakan peta yang dihasilkan dari mozaik foto udara atau ortofoto yang dilengkapi garis kontur, nama, dan legenda.

2. Peta Garis (Line Map)

Peta garis merupakan peta yang menggambarkan bentuk bumi dalam bentuk garis atau berupa grafis, atau lebih singkatnya, peta yang menyajikan detail alam dan buatan manusia dalam bentuk titik, garis, dan luasan.

3. Peta digital

Peta digital adalah peta yang dibuat dan tersimpan dalam media komputer, baik nomor titik maupun koordinat horizontal dan vertikal pada peta tersebut.

Jenis Peta Berdasarkan Sifat Nilai Data yang Dikandungnya

1. Peta kuantitatif

Peta kuantitatif merupakan peta yang akan menjawab lokasi keberadaan suatu objek beserta besar nilai objek tersebut.

Contoh peta kuantitatif ialah peta kepadatan penduduk yang memberikan nilai jumlah penduduk per 1 km2 atau 1 ha pada lokas-lokasi tertentu.

2. Peta kualitatif

Peta kualitatif merupakan peta yang hanya menunjukkan keberadaan suatu objek di lokasi tertentu. Contoh peta kualitatif ialah peta lokasi perkebunan teh atau perkebunan sayur-mayur di Puncak, Jawa Barat.

Informasi yang diberikan dalam peta ini tidak dilengkapi dengan nilai objek yang dimaksud.

Jenis Peta Berdasarkan Sifat Datanya

1. Peta stasioner

Peta stasioner merupakan peta dengan sifat data yang menggambarkan permukaan bumi yang memiliki sifat data tetap atau stabil. Contoh peta stasioner misalnya peta batimetri (kedalaman laut), peta topografi, dan peta jalur pegunungan atau jalur gempa.

2. Peta dinamis

Peta dinamis merupakan peta yang menggambarkan keadaan permukaan bumi yang selalu berubah-ubah atau tidak stabil. Contoh peta dinamis, antara lain peta persebaran kepadatan penduduk atau peta jaringan jalan.

Jenis Peta Berdasarkan Sumber Data

1. Peta dasar (basic map)

Peta basic merupakan peta yang dihasilkan dari survei langsung di lapangan dan dilakukan secara sistematis.

Untuk melakukan pemetaan secara sistematis perlu adanya metode yang baku, mulai sistem datum, sistem proyeksi peta, ukuran lembar peta, skala peta, tata letak informasi tepi, derajat ketelitian hingga kelengkapan isi.

Peta dasar tersebut nantinya yang dijadikan acuan dalam pembuatan peta lainnya, khususnya acuan untuk kerangka geometrisnya.

2. Peta turunan (derived map)

Peta turunan merupakan peta yang dibuat (diturunkan) berdasarkan acuan peta yang sudah ada sehingga survei langsung ke lapangan tidak diperlukan lagi. Peta turunan ini tidak dapat digunakan sebagai peta dasar untuk pemetaan topografi.

Sumber: Web Sistem Tata Ruang Kota Serang, bola.com

Selengkapnya
Jenis-Jenis Peta Beserta Penjelasannya yang Perlu Diketahui

Geografi

Macam-Macam Komponen Peta, Lengkap Beserta Penjelasannya

Dipublikasikan oleh Merlin Reineta pada 23 Juli 2022


Peta adalah rupa permukaan bumi yang digambarkan menggunakan suatu sistem proyeksi dengan skala tertentu sehingga dapat disajikan dalam bidang datar.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), peta adalah gambar atau lukisan pada kertas dan sebagainya yang menunjukkan letak tanah, laut, sungai, gunung, dan sebagainya.

Peta merupakan representasi permukaan bumi berupa gambar, yang menunjukkan bagaimana sesuatu akan saling terkait oleh jarak, arah, dan ukuran.

Peta bukan foto dari permukaan bumi. Peta justru dapat menunjukkan banyak hal dari permukaan bumi yang tidak bisa ditunjukkan oleh foto.

Dalam pembuatan peta, setidaknya harus terdiri dari komponen-komponen peta. Apa saja komponen-komponen dalam peta?

Berikut ini ulasan tentang macam-macam komponen peta yang perlu diketahui, seperti dilansir dari repositori.kemdikbud.go.id, Kamis (11/11/2021).

Komponen Peta

1. Judul Peta

Judul peta merupakan hal yang pertama dilihat seseorang saat melihat sebuah peta. Biasanya, judul peta terletak di bagian tengah atas peta.

Jika judul peta diletakkan di bagian peta yang lain, letak judul tidak boleh mengganggu penampakan seluruh peta. Dalam judul peta memuat informasi sesuai isi informasi peta.

2. Garis Tepi

Garis tepi adalah garis yang terletak di bagian tepi peta dan ujung-ujung tiap garis bertemu dengan ujung garis yang berdekatan.

3. Orientasi

Orientasi peta atau diagram petunjuk arah menunjukkan posisi dan arah suatu titik maupun wilayah. Orientasi peta biasanya berbentuk tanda panah yang menunjuk ke arah utara dan dapat diletakkan di bagian mana saja sejauh tidak mengganggu ketampakan peta.

Komponen Peta

4. Skala Peta

Skala peta adalah perbandingan jarak antara dua titik sembarang atau luas wilayah di peta dan jarak sebenarnya dengan satuan ukur yang sama. Ada tiga bentuk penyajian sakala pada peta. Berikut ini bentuk skala dalam peta:

  • Skala pecahan (numerik)

Skala pecahan adalah skala yang dinyatakan dalam bentuk angka perbandingan atau pecahan. Misalnya, 1: 250.000. Skala ini menunjukkan bahwa setiap 1 cm pada peta sama dengan 250.000 cm atau 2,5 km pada kondisi sebenarnya.

  • Skala garis (grafis)

Skala garis adalah skala yang dinyatakan dalam bentuk sebuah ruas bilangan atau batang pengukur. Misalnya skala 1: 1000.000 yang menunjukkan bahwa satuan jarak 1 cm di peta berbanding lurus dengan satuan jarak 10 km kondisi sebenarnya.

  • Skala kalimat (skala verbal)

Skala kalimat adalah skala yang dinyatakan dalam bentuk kalimat. Meski skala kalimat mudah dimengerti, kurang biasa digunakan. Skala ini dapat dilihat pada peta-peta buatan Inggris.

Komponen Peta

5. Legenda atau Keterangan Peta

Legenda peta memuat keterangan semua simbol yang terdapat pada peta agar mudah dipahami. Legenda berisi informasi penting yang dapat digunakan untuk menerjemahkan sebuah peta.

Biasanya, legenda ditempatkan pada sisi kiri atau kanan bagian bawah suatu peta atau di dalam garis tepi. Penempatan legenda peta hendaknya tidak mengganggu tampilan peta secara keseluruhan.

6. Koordinat (Garis Bujur dan Lintang)

Garis bujur dan lintang disebut juga dengan garis astronomi. Garis bujur dan lintang biasanya ditunjukkan dengan satuan derajat.

Komponen Peta

7. Simbol Peta

Seperti yang telah disinggung di atas, peta tidak sama dengan foto. Foto akan menampilkan bentuk apa adanya. Adapun peta menampilkan informasi yang tampak maupun tidak.

Untuk menampilkan fenomena dan bentuk secara informatif, digunakan simbol. Simbol peta digunakan untuk mewakili benda yang sebenarnya.

Agar simbol yang digunakan pada peta dapat memberikan informasi yang tepat, simbol harus sederhana, mudah dimengerti, dan bersifat umum.

Berdasarkan bentuknya, ada tujuh kategori simbol peta, yakni:

  1. Simbol titik untuk menyajikan lokasi tempat atau posisi data, seperti simbol kota, gunung, pertambangan, titik triangulasi (titik ketinggian) dari permukaan laut.
  2. Simbol garis untuk menyajikan data geografis, seperti sungai, batas wilayah, dan jalan.
  3. Simbol wilayah (area) untuk menunjukkan kenampakan wilayah, seperti rawa, hutan dan padang pasir.
  4. Simbol aliran untuk menyatakan alur dan gerak suatu fenomena.
  5. Simbol batang untuk menyatakan harga suatu fenomena atau membandingkannya dengan harga fenomena yang lain.
  6. Simbol lingkaran untuk menyatakan kuantitas dalam bentuk persentase.
  7. Simbol bola, untuk menyatakan volume (isi). Makin besar bola, makin besar pula volumenya. Demikian juga sebaliknya.

Sementara itu, berdasarkan sifatnya, ada simbol kualitatif dan kuantitatif. Simbol kualitatif dipakai untuk membedakan persebaran fenomena yang digambarkan tanpa ukuran yang tegas.

Berbeda dengan simbol kualitatif, simbol kuantitatif digunakan untuk menyatakan atau membedakan nilai fenomena yang digambarkan. Simbol-simbol kuantitatif biasanya menunjukkan gradasi nilai dalam bentuk arsiran atau warna.

Komponen Peta

8. Lettering

Lettering adalah semua tulisan bermakna yang terdapat pada peta. Bentuk huruf meliputi huruf kapital, huruf kecil, kombinasi huruf kapital-kecil, tegak, dan miring. Contoh penulisan pada peta, sebagai berikut:

  1. Gunakan huruf proporsional.
  2. Judul ditulis dengan huruf cetak besar yang tegak.
  3. Ketampakan air menggunakan jenis huruf miring.
  4. Nama tempat ditulis dengan huruf tegak.
  5. Sebaiknya tidak terlalu banyak huruf pada peta. Oleh karena itu, sebaiknya informasi yang ada hanya yang penting dan ditulis secara singkat dan padat.

9. Warna Peta

Penggunaan warna digunakan untuk menonjolkan perbedaan objek pada peta. Perbedaan objek tersebut kemudian digambarkan dengan warna berbeda. Penggunaan warna berbeda itu antara lain terlihat pada hal-hal berikut:

  1. Warna dasar cokelat untuk menggambarkan relief muka bumi.
  2. Warna dasar biru untuk menggambarkan wilayah perairan (sungai, danau, laut).
  3. Warna dasar hijau untuk menggambarkan vegetasi (hutan, perkebunan).
  4. Warna merah dan hitam untuk menggambarkan hasil budi daya manusia (misal jalan, permukiman, batas wilayah, dan pelabuhan).
  5. Warna putih menggambarkan es di permukaan bumi.

10. Sumber Data dan Tahun Pembuatan

Sumber peta menunjukan sumber data yang digunakan dalam pembuatan peta. Sumber peta memberi kepastian bahwa data dan informasi pada peta akurat. Sumber peta biasanya diletakan di bagian bawah peta.

Sementara itu, tahun pembuatan dapat membantu pembaca untuk menganalisis berbagai kecenderungan perubahan fenomena dari waktu ke waktu.

 

Sumber: Kemdikbud

Sumber Artikel : bola.com

Selengkapnya
Macam-Macam Komponen Peta, Lengkap Beserta Penjelasannya

Geografi

Manfaat Peta dalam Berbagai Aspek Kehidupan yang Perlu Diketahui

Dipublikasikan oleh Merlin Reineta pada 23 Juli 2022


Peta adalah rupa permukaan bumi yang digambarkan menggunakan suatu sistem proyeksi dengan skala tertentu sehingga dapat disajikan dalam bidang datar.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), peta adalah gambar atau lukisan pada kertas dan sebagainya yang menunjukkan letak tanah, laut, sungai, gunung, dan sebagainya.

Peta merupakan representasi permukaan bumi berupa gambar, yang menunjukkan bagaimana segala sesuatu saling terkait oleh jarak, arah, dan ukuran.

Perlu diingat, peta bukanlah foto dari permukaan bumi. Peta justru dapat memperlihatkan banyak hal dari permukaan bumi yang tidak bisa ditunjukkan oleh foto.

Keberadaan peta pastinya sangat bermanfaat dalam berbagai aspek kehidupan. Apa manfaat peta bagi kehidupan?

Berikut ini rangkuman tentang manfaat peta dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dilansir dari laman dosengeografi.com, Senin (17/1/2022).

1. Manfaat Peta bagi Kehidupan Manusia

Secara umum, peta bermanfaat untuk memberikan kondisi suatu tempat atau daerah dengan beragam aspek-aspek yang spesifik. Jadi, dalam hal ini peta berfungsi sebagai gambaran jelas tentang kondisi yang ada.

Saat membaca peta pasti akan melihat ketinggian suatu tempat yang berbeda-beda. Ada yang ketinggiannya di bawah permukaan laut, dataran tinggi, dataran rendah, pegunungan, dan lain sebagainya.

2. Manfaat Peta di Bidang Pertanian

Bagi masyarakat Indonesia, pertanian merupakan sektor ekonomi yang penting. Peta untuk pertanian menyajikan informasi mengenai aspek-aspek yang memengaruhi aktivitas pertanian.

Adapun aspek yang memengaruhi aktivitas pertanian, misalnya jenis tanah, curah hujan, morfologi, dan jenis tanaman. Contoh manfaat peta dalam pertanian antara lain:

  • Peta curah hujan

Air merupakan aspek penting dalam pertanian. Melalui peta, curah hujan dan ketersediaan air di suatu wilayah dapat diketahui. Data ketersediaan air digunakan sebagai penentuan jenis tanaman yang bisa dikembangkan di wllayah tersebut.

  • Peta jenis tanah

Setiap jenis tanah yang ada memiliki karakteristik berbeda. Setiap karakteristik yang ada tersebut mempunyai sifat yang tak sama.

Beberapa tanaman hanya cocok pada jenis tanah tertentu. Dalam hal tersebut, dapat dilihat peran peta dalam bidang pertanian.

  • Peta topografi

Peta topografi berkaitan dengan faktor kemiringan dan ketinggian suatu tempat. Ketinggian tempat berkaitan dengan suhu udara. Teknik budi daya dan jenis pertanian menyesuaikan dengan karakteristik suhu udara dan kondisi topografi yang ada di dalam suatu wilayah.

  • Peta geologi

Peta geologi bermanfaat untuk memberikan serangkaian informasi mengenai karakteristik batuan yang menjadi pendorong dan melemahkan. Karakteristik batuan dapat digunakan untuk mengetahui permeabilitas dan porositas batuan.

3. Manfaat Peta di Bidang Industri

Manfaat peta dalam bidang industri ialah dapat digunakan untuk penentuan lokasi industri. Sebuah industri harus memperhatikan aspek ketersediaan bahan baku, sumber energi, tenaga kerja, dan jaringan transportasi.

Contoh manfaat peta dalam bidang industri, sebagai berikut:

  • Peta sumber daya alam

Peta jenis ini digunakan untuk mengetahui ketersediaan dan persebaran berbagai jenis sumber daya alam sebagai bahan baku suatu industri.

  • Peta jaringan jalan

Peta jaringan jalan digunakan untuk mengetahui aksesabilitas suatu lokasi berkaitan dengan kegiatan pemasaran hasil industri.

  • Peta kepadatan penduduk

Peta kepadatan penduduk berguna sebagai sumber data ketersediaan tenaga kerja khususnya pada jenis industri padat karya.

4. Manfaat Peta di Bidang Transportasi

Dalam bidang transportasi, peta bermanfaat, terutama dalam proses perpindahan barang atau orang. Transportasi yang ada meliputi jalur darat, air, dan udara.

Contoh manfaat peta dalam bidang transportasi, sebagai berikut:

  • Peta jaringan transportasi

Peta jaringan transportasi berupa jalur lalu lintas yang digunakan di darat, air, dan udara. Peta ini berfungsi sebagai petunjuk rute perjalanan antardaerah yang berbeda wilayah dan tempatnya.

  • Peta aksesibilitas jalan

Peta aksesibilitas jalan berkaitan dengan akses suatu jalur transportasi darat. Aksesibilitas dapat diketahui melalui berbagai faktor, seperti tingkat kelancaran transportasi, jarak suatu tempat, dan kondisi jalan.

5. Manfaat Peta di Bidang Kebencanaan

Manfaat peta dalam bidang bencana ialah untuk mengurangi kerugian besar bagi penduduk yang terkena dampaknya. Penggunaan peta juga untuk analisis perencanaan kegiatan sebelum (prabencana) dan sesudah terjadi bencana (pascabencana).

Hasil analisis digunakan sebagai data dasar untuk tindakan preventif berupa pemetaan wilayah rawan bencana. Dengan demikian, tindakan mitigasi dapat dilakukan melalui pemetaan wilayah yang mengalami kerusakan.

Contoh pemetaan dan peta yang dapat digunakan sebagai berikut:

  • Pemetaan rawan longsor

Pemetaan tersebut dapat diperoleh dari peta kemiringan lereng, peta curah hujan, peta jenis tanah, dan peta penggunaan lahan.

  • Pemetaan rawan banjir

Pemetaan rawan banjir dapat diperoleh dan pengolahan peta curah hujan, peta topografi, peta penggunaan lahan, dan peta jenis tanah.

  • Pemetaan rawan tsunami
  • Dalam pemetaan tersebut biasanya merepresentasikan wilayah yang terkena genangan pada ketinggian gelombang tertentu. Pemetaan dilakukan dengan mengolah data ketinggian gelombang, peta penggunaan lahan, peta jaringan sungai, dan peta morfologi pantai.

  • Peta kerusakan infrastruktur

Peta jenis tersebut digunakan untuk memetakan wilayah yang terkena dampak suatu bencana. Pemetaan ini berfungsi mempercepat upaya tanggap bencana terhadap penduduk.

6. Manfaat Peta untuk Tata Guna Lahan

Manfaat peta dalam hal tata guna lahan berkaitan dengan perencanaan penggunaan lahan dalam suatu kawasan. Melalui tata guna lahan, pembagian wilayah bisa disesuaikan dengan fungsinya, seperti untuk permukiman, kawasan perdagangan, kawasan industri, dan ruang terbuka hijau.

Adapun peta yang dapat digunakan antara lain peta kepadatan permukiman, peta penggunaan lahan, dan peta lokasi industri.

7. Manfaat Peta di Bidang Pembangunan

Pada kegiatan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi pembangunan, peta dapat digunakan sebagai satu di antara sumber data dan informasi. Adapun contoh peta yang digunakan ialah peta kepadatan penduduk, peta rupa bumi, peta sumber daya alam, dan peta pariwisata.

Sumber Artikel : dosengeografi.com, bola.com

 

Selengkapnya
Manfaat Peta dalam Berbagai Aspek Kehidupan yang Perlu Diketahui

Geografi

Pengertian Peta, Fungsi, Tujuan, Unsur, dan Cara Membuatnya

Dipublikasikan oleh Merlin Reineta pada 23 Juli 2022


Peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu. Perlu diketahui, peta tidak menggambarkan semua ketampakan yang ada di bumi.

Tentu ada proses seleksi, hal yang digabung, disederhanakan, atau mungkin diperbesar untuk ketampakan tertentu yang penting.

Istilah peta berasal dari bahasa Yunani, yaitu mappa, yang berarti taplak atau kain penutup meja, karena kala itu peta digambar pada kain menyerupai taplak meja.

Peta dapat disajikan menggunakan beberapa cara berbeda. Semisal peta digital yang tampil pada layar komputer atau peta konvensional yang bisa dicetak.

Peta tak asing dalam dunia pendidikan, contohnya akrab dijumpai dalam mata pelajaran Geografi. Dengan menggunakan peta, kamu bisa melihat sebagian atau seluruh permukaan Bumi atau suatu wilayah.

Dalam sebuah peta juga terdapat beberapa simbol-simbol yang menunjukan letak tanah, laut, sungai, atau gunung. Hal ini memudahkan sebagai penunjuk arah.

Di sisi lain, ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut kartografi.

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa menyimak pembahasan mengenai peta di bawah ini, pengertian peta, fungsi, tujuan, unsur, dan cara membuatnya, seperti dikutip dari laman Gurupendidikan dan Studiobelajar, Senin (26/7/2021).

Pengertian dan Fungsi Peta

1. Pengertian Peta Menurut Para Ahli

- Menurut Erwin Raisz

Peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi yang diperkecil dengan berbagai ketampakan dan ditambah tulisan-tulisan sebagai tanda pengenal.

- Menurut ICA (International Cartographic Association)

Peta adalah gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa, yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil atau diskalakan.

- Menurut Aryono Prihandito (1998)

Peta adalah gambaran permukaaan bumi dengan skala tertentu, digambar pada bidang datar melalui sistem proyeksi tertentu.

- Menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal 2005)

Peta adalah wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan, merupakan sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan pada tahapan pada tingkatan pembangunan.

2. Fungsi Peta

  • Menunjukkan posisi atau lokasi suatu tempat di permukaan bumi.
  • Memperlihatkan ukuran (luas, jarak) dan arah suatu tempat di permukaan bumi.
  • Menggambarkan bentuk-bentuk di permukaan bumi, seperti benua, negara, gunung, sungai, dan bentuk-bentuk lainnya.
  • Membantu peneliti sebelum melakukan survei untuk mengetahui kondisi daerah yang akan diteliti.
  • Menyajikan data tentang potensi suatu wilayah.
  • Alat analisis untuk mendapatkan suatu kesimpulan.
  • Alat untuk menjelaskan rencana-rencana yang diajukan.
  • Alat untuk mempelajari hubungan timbal-balik antara fenomena-fenomena (gejala-gejala) geografi di permukaan bumi.

Tujuan, Unsur-Unsur, dan Cara Membuat Peta

 

3. Tujuan Peta

  • Menyimpan data-data yang ada di permukaan bumi.
  • Menganalisis data spasial seperti perhitungan volume.
  • Memberikan informasi dalam perencanaan tata kota dan pemukiman. Memberikan informasi tentang ruang yang bersifat alami, baik manusia maupun budaya.

 

4. Unsur-Unsur Peta

- Judul Peta          

Mencerminkan informasi sesuai isi peta (fungsi dan lokasi peta).

- Skala Peta          

Perbandingan jarak di peta dengan jarak sesungguhnya dalam satuan ukuran yang sama.

- Legenda              

Keterangan arti dari simbol-simbol di peta untuk memudahkan dalam membaca peta.

- Tanda Orientasi

Keterangan posisi dan arah suatu objek seperti arah utara, selatan, timur, dan barat.

- Simbol 

Keterangan karakteristik bentuk permukaan bumi meliputi berdasarkan bentuk (titik, garis, dan area), sifat (kualitatif dan kuantitatif), serta lokasi dan fungsi (visualisasi dari aslinya).

- Warna  

Mempertegas objek-objek pada peta yang penggunaannya ada yang harus sesuai ketentuan kartografi, seperti cokelat tua (dataran tinggi) dan hijau (dataran rendah).

- Sumber Peta

Validasi data dan legalisasi peta.

- Tahun Peta        

Memudahkan dalam mengkaji perubahan fenomena dari tahun ke tahun.

- Inset Peta           

Peta yang cakupan wilayahnya lebih luas dari wilayah yang digambarkan untuk memperjelas lokasi.

- Garis Astronomi              

Menunjukkan lokasi absolut wilayah di peta dalam bentuk grid.

 

5. Cara Membuat Peta

Adapun langkah-langkah dalam membuat peta, sebagai berikut:

  1. Tentukan daerah yang dipetakan.
  2. Membuat peta dasar, contoh: peta administrasi.
  3. Menentukan proyeksi dan skala yang digunakan.
  4. Data yang sudah ada diklasifikasikan sesuai tema dan fungsi peta.
  5. Menentukan simbol yang harus merepresentasikan tema dan fungsi peta.
  6. Melakukan plotting simbol pada peta dasar.
  7. Memberikan legenda.
  8. Penulisan (lettering) pada peta secara baik dan benar, contohnya nama kawasan perairan dengan garis miring.

 

Sumber: Gurupendidikan, Studiobelajar

Sumber Artikel : bola.com

 

Selengkapnya