Pendidikan

ITS Melangkah ke Era Perkuliahan Hybrid: Uji Coba Tahap Awal Dimulai dengan Mahasiswa Angkatan 2020

Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 19 Februari 2025


KOMPAS.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melanjutkan kebijakan pembelajaran tatap muka terbatas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Kemdikbud Ristek). berlatih Tahap awal rencana perkuliahan tatap muka ditandai dengan dimulainya masa uji coba yang berlangsung pada minggu pembelajaran kesepuluh. Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS I Wakil Rektor Prof. Adi Supriyanto mengatakan, proses uji coba ini dilakukan sebagai bahan evaluasi sebelum memperkenalkan kombinasi sistem perkuliahan offline dan online atau biasa disebut hybrid. ITS mengikuti beberapa prinsip dalam menyelenggarakan ujian kuliah hybrid ini.

Ujian kuliah tatap muka

ITS mempertimbangkan beberapa aspek dalam menyelenggarakan ujian kuliah hybrid ini, antara lain:

1. Khusus angkatan 2020, Subarayas

Prof. Adi, pendaftar masa uji coba ini adalah seluruh mahasiswa ITS 2020 yang berdomisili di Surabaya. Mahasiswa angkatan 2020 tersebut terpilih agar bisa menjelajah kampus ITS. “Setelah semester pertama kuliah, mereka belum pernah merasakan suasana belajar di kampus,” kata Prof. Adi mengutip laman ITS, Selasa (18 Mei 2021). Selain dengan menyeleksi mahasiswa asal Surabaya pada masa uji coba, diharapkan dapat meminimalisir risiko penyebaran Covid-19 dan memudahkan pekerjaan mahasiswa karena tidak perlu mencari asrama.
\ n2. Mengingat jadwal perkuliahan tatap muka dan daring

Untuk sistem tes ini, Prof. Adi, Seluruh pelamar akan diberikan jadwal kuliah tatap muka dan kuliah online di kampus secara bergantian.

3. Konfirmasi kepada orang tua tentang kesehatan mahasiswa, selain itu pihak kampus akan menanyakan kepada orang tua dan wali tentang kesehatan mahasiswa. “Secara undang-undang, siswa tidak terlalu membutuhkan izin orang tua. “Tetapi kami terus menghubungi orang tua dan wali untuk menanyakan statusnya,” tegas Profesor Adi.

4. Terapkan Prokes Ketat

Pada pemeriksaan tatap muka kali ini, ITS menerapkan protokol kesehatan yang ketat. . Salah satunya, pelajar harus menjaga jarak aman antar dirinya

5. Evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan perkuliahan hybrid

Jika masa uji coba yang diberikan dinilai efektif dan lolos sesuai standar terkait kesehatan, maka pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022, ITS akan menerapkan perkuliahan hybrid bagi seluruh mahasiswanya. . dari semua departemen. “Tidak ada pengecualian, mulai saat ini mahasiswa dari luar Pulau Jawa juga harus berangkat ke Surabaya”, tambah Prof. Adi Dengan kebijakan tersebut, Prof. Adi berharap semua pihak bisa bekerja sama dengan baik. “Setiap orang harus mampu beradaptasi, dosen harus terus memperbaiki metodologi pengajaran dan mahasiswa harus serius mengikuti perkuliahan”, tegas Prof. Adi.

Sumber: kompas.com

 

Selengkapnya
ITS Melangkah ke Era Perkuliahan Hybrid: Uji Coba Tahap Awal Dimulai dengan Mahasiswa Angkatan 2020

Pendidikan

ITS Menyajikan Pengalaman Belajar Revolusioner dengan Modul Online Imersif

Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 19 Februari 2025


SURYA.co.id | SURABAYA - Pendidikan berkualitas, inklusif, serta merata untuk semua kalangan merupakan salah satu dari 17 tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Dalam rangka mendukung fenomena transformasi digital di bidang pendidikan yang semakin gencar, tim dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang sebuah modul pembelajaran online imersif bernama ImmersITS.

Salah satu anggota tim, Okta Putra Setio Ardianto ST MT menuturkan, ImmersITS merupakan aplikasi ruang kelas imersif yang dapat diakses secara daring berbasis teknologi Virtual Reality (VR) 6 DoF.

Aplikasi ini dapat diakses menggunakan desktop PC yang memungkinkan pengguna, baik pendidik maupun peserta didik, bertemu di ruang virtual secara utuh selayaknya di ruang fisik.

ImmersITS ini, menurut Okta, merupakan wujud baru internet yang lebih imersif yang kerap disebut metaverse.

“Pembelajaran ini sesuai dengan teknologi di masa depan, sehingga ITS dapat mewujudkan pendidikan daring berkelanjutan sekaligus memberi sumbangsih pencapaian SDGs,” ujar Okta kepada SURYA.co.id, Jumat (7/1/2022).

Dosen Departemen Desain Interior ITS itu mengungkapkan, ada tiga langkah besar yang dilakukan sebelum merancang ImmersITS ini.

Yang pertama adalah studi awal yang terdiri dari kajian teknologi, platform, pemetaan mata kuliah dan sistem modul aplikasi.

“Untuk langkah kedua dilakukan pembuatan aplikasi yang terdiri dari pembuatan lingkungan virtual, aset 2D dan 3D, serta pemrograman sistem aplikasi,” terangnya.

Sementara untuk langkah terakhir, Okta menjelaskan evaluasi aplikasi yang terdiri dari uji coba skala laboratorium, pengguna terbatas dan pameran.

Rencananya, modul pembelajaran ini akan segera diterapkan pada sistem pembelajaran daring di ITS maupun di skala luar ITS melalui skema hilirasi produk penelitian menjadi produk inovasi.

Penelitian yang dikaji sejak pertengahan tahun 2021 ini digadang-gadang mampu membuat penggunanya seolah-olah ‘hadir dan bertemu’ apabila menggunakan vitur VR. “Inilah yang menjadi poin utama sekaligus hal yang menarik,” tandasnya.

Meski sebelumnya sudah banyak penelitian yang mengkaji terkait hal tersebut, namun purwarupa yang dikembangkan tim ITS tampil dengan opsi penggunaan yang berbeda.

“Karena selain dapat diakses melalui VR, purwarupa ini dapat diakses lewat PC desktop, sehingga adopsi teknologi bisa cepat dan luas,” paparnya.

Modul pembelajaran ImmersITS yang merupakan hasil dari penelitian flagship Intelligent Online Learning ITS ini berhasil rampung berkat peran Koordinator Konsorsium Penelitian Bagus Jati Santoso SKom PhD, Ketua Penelitian Anggra Ayu Rucitra ST MMT, serta anggota tim yang terdiri dari Okta Putra Setio Ardianto ST MT, Putri Dwitasari ST MDs dan Putu Dana Karningsih ST MEngSc PhD.

“Selain itu juga ada tim programmer dan mahasiswa asisten penelitian yang terlibat dalam kegiatan ini,” ucapnya.

Menurut Okta, konsolidasi tim secara remote menjadi tantangan utama di tengah-tengah kondisi pandemic Covid-19 saat ini yang masih pasang surut.

Ke depan, Okta dan tim menargetkan dapat menyempurnakan ImmersITS ini, sehingga dapat segera diterapkan di ITS maupun tempat yang lain.

“Kami berharap penelitian ini dapat menjadi sumbangsih untuk pendidikan daring berkualitas dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Sumber: tribunnews.com

 

Selengkapnya
ITS Menyajikan Pengalaman Belajar Revolusioner dengan Modul Online Imersif

Pendidikan

ITS Bersiap Gelar Kuliah Hibrid: Tatap Muka dan Online di Awal September

Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 19 Februari 2025


Surabaya - Di Surabaya, sekolah tatap muka akan dimulai awal pekan depan. Pada bulan September, mahasiswa juga melakukan perkuliahan tatap muka. Menurut Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Rektor ITS Prof. Mochamad Ashari mengatakan, perkuliahan tatap muka akan dilaksanakan di ITS pada akhir September mendatang. Namun akan dilakukan melalui perkuliahan hybrid atau offline dan online.

"Kita akan mulai dengan pembelajaran hybrid tatap muka dan online dalam satu kelas pada minggu keempat," ujar Prof Ashari dalam pertemuan di ITS . Gedung Rektorat. pada hari Jumat (9 Februari 2021).

Usai perkuliahan tatap muka, ITS mengundang mahasiswa angkatan 2020 2021 untuk mengikuti perkuliahan hybrid. Karena mahasiswa generasi baru sudah merasakan pembelajaran di ITS.

“Tetapi terbatas dan kami mewaspadai pembelajaran hybrid. Mahasiswa dari Surabaya Raya diundang. “Semua kelas sudah disiapkan dan peralatannya digunakan untuk perkuliahan daring dan luring,” ujarnya.

”Pertama, kami mengundang yang terbatas di Surabaya dan sekitarnya. Kami memilih kelas mana yang tidak terlalu banyak. kecil, tapi untuk memenuhi syarat kesehatan jangan terlalu banyak, imbuhnya.

Ashari menjelaskan, setiap departemen harus meloloskan yang hybrid. Namun tidak semua mata kuliah cocok untuk perkuliahan tatap muka.

«Karena ruangannya masih kuning, belum hijau. “Syaratnya banyak, prosedurnya tetap, perlengkapan kelas sudah disiapkan, mahasiswa sudah divaksin dan lain sebagainya demi keselamatan dan kenyamanan semua orang,” jelasnya.

Ditegaskannya, ITS akan terus menyelenggarakan perkuliahan hybrid dengan prosedur yang ketat. Mahasiswa yang tatap muka hanya divaksin.

"Khusus mahasiswa yang divaksin, termasuk guru. Dosen, keluarga, dan komunitas putaran 1 ITS ada 12 ribu orang. Di ITS, anak-anak menginap di mana-mana dan kami menawarkan "Kemarin" .dapat 1 jam dalam 40 menit 2 ribu persediaan vaksin habis,” tutupnya. (lemak/lemak)

Sumber: detik.com

 

Selengkapnya
ITS Bersiap Gelar Kuliah Hibrid: Tatap Muka dan Online di Awal September

Pendidikan

Rektor USU Putuskan Kembali ke Pembelajaran Daring karena Lonjakan Kasus Covid-19

Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 19 Februari 2025


REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN - Universitas Sumatera Utara (USU) kembali melanjutkan pembelajaran daring seiring bertambahnya jumlah mahasiswa, guru, dan dosen yang positif Covid-19. Kini sudah lebih dari 100 orang yang terpapar Covid-19.

Dimulainya kembali pembelajaran daring berdasarkan surat edaran Rektor USU: 2587/UN5.1/R/SPB/2022, tertanggal 14 Februari. Tahun 2022. Surat edaran yang ditandatangani langsung secara elektronik oleh Rektor USU Dr Muryanto Amin itu diterima di Medan pada Selasa (15/02/2022).

kata Rektor seminggu setelah diberlakukannya operasi tatap muka. Pembelajaran (PTM) dan setelah mendengar masukan dari Satgas COVID-19 USU, diarahkan agar seluruh pembelajaran (pengajaran, ujian, penelitian, PKL, magang, dll) harus dilakukan kembali secara online. Waktunya satu bulan sejak penandatanganan surat edaran ini dan akan dievaluasi secara berkala.

Sementara itu, Manajer Humas, Sosialisasi, dan Protokol USU Amalia Meutia mengumumkan jumlah mahasiswa, dosen, dan pegawai yang terpapar COVID-19. lebih dari 100 orang tercapai.

\Natga COVID-19 baru saja merilis positivity rate USU sebesar 10,7 persen. Artinya, dari 551 orang yang dites di mikrolab USU, 59 orang dinyatakan positif COVID-19. Sedangkan jumlah orang yang terpapar COVID-19 sebanyak 100 orang merupakan hasil penelitian USU dan penelitian independen, ujarnya

Sumber republika.co.id

 

Selengkapnya
Rektor USU Putuskan Kembali ke Pembelajaran Daring karena Lonjakan Kasus Covid-19

Pendidikan

USU Kembali ke Pembelajaran Daring Setelah Lebih dari 100 Orang Terpapar Covid-19

Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 19 Februari 2025


MEDAN - Universitas Sumatera Utara (USU) kembali meluncurkan pembelajaran daring seiring dengan bertambahnya jumlah mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan yang positif COVID-19 sebanyak lebih dari 100 orang.

Pendidikan daring menjadi pilihan baru. sesuai Keputusan Presiden USU tanggal 14 Februari 2022. Sesuai surat edaran yang diterbitkan dengan nomor 2587/UN5.1/R/SPB/2022. Surat edaran yang ditandatangani Presiden USU Dr Muryanto Amin itu diterima di Medan. Selasa (15/02/2022).
\ Seminggu setelah pelaksanaan pendidikan jasmani (PTM), rektor mengatakan, usai mendengarkan Satgas COVID-19 USU, memerintahkan seluruh petunjuk sebagai berikut: Proses pembelajaran (pelatihan, ujian, pembelajaran, PKL, latihan praktek, dll) juga dilakukan secara online. .

Jangka waktu satu bulan sejak penandatanganan surat edaran ini akan ditinjau secara berkala.

Pada kesempatan ini, Amalia Meutia, Kepala Bagian Komunikasi, Humas dan USU, menyebutkan jumlah mahasiswa, guru, dan tenaga pengajar. staf. meningkat karena COVID-19. Katanya lebih dari 100.

positif rate USU 10,7%, menurut laporan yang dirilis gugus tugas COVID-19. Faktanya, dari 551 orang yang diperiksa di MicroLab USU, 59 orang dinyatakan positif COVID-19.

"Hasil ini menunjukkan 100 orang tertular COVID-19. Tes USU dan tes khusus." Hampir ”, katanya.

Sumber okezone.com

 

Selengkapnya
USU Kembali ke Pembelajaran Daring Setelah Lebih dari 100 Orang Terpapar Covid-19

Pendidikan

Preferensi Mahasiswa UGM Terhadap Blended Learning: Hasil Survei PIKA

Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 19 Februari 2025


Universitas Gajah Mada (UGM) merilis hasil kajian keadaan belajar mengajar (KBM) di masa pandemi COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan hambatan pelaksanaan belajar mengajar online dari sudut pandang siswa.

Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas responden (54,2%) menginginkan KBM dilakukan secara terpadu, yakni perpaduan daring dan luring. Pengajaran dan pembelajaran campuran terbukti menjadi cara yang paling nyaman untuk mendukung pencapaian keterampilan dan kemampuan dibandingkan dengan dua pilihan lainnya: hanya online atau offline saja.

Responden lainnya memilih KBM online dibandingkan KBM offline. Sedangkan 34,2% responden memilih KMB online, hanya 11,6% yang memilih KMB offline.

Survei PIKA disebarkan kepada 10.800 mahasiswa pascasarjana dan profesi di UGM. Mayoritas responden berasal dari sektor teknik dan dunia usaha sebanyak 1.535 (14%) dan 1.248 (11%). Dari total responden tersebut, sebanyak 66% berasal dari program sarjana, 19% dari program magister, 12% dari program pascasarjana terapan, dan 3% dari program pascasarjana, profesi, dan profesi. Survei dilakukan pada 19 Maret hingga 12 April 2021.

Berdasarkan survei, PIKA juga melaporkan bahwa mahasiswa merasa jenis infrastruktur belajar mengajar daring yang mereka miliki cocok untuk mata kuliah belajar mengajar daring mulai Maret 2020. Sebanyak 67% responden menilai timnya baik atau sangat Bagus. 53% responden mengatakan internet mereka bagus. Namun, ada aspek negatif dari semangat belajar. Hanya 46% responden yang menyatakan lingkungan belajar baik atau sangat baik.

Pada tahap proses pembelajaran online ini, sebagian besar responden setuju bahwa mereka tetap puas dengan kualitas materi kursus, dukungan sumber pembelajaran eksternal, dan pekerjaan guru dalam mengangkut sumber daya. Kekurangan metode pengajaran dan kursus online saat ini adalah kualitas interaksi, kemudahan perolehan keterampilan, kualitas kerja, dan kemudahan pemahaman materi. Kemudahan pemahaman materi mendapat skor minimal 3,12 pada skala Linkert 1 sampai 5, dimana 5 berarti sangat baik.

Selama durasi sinkronisasi, 58,1% responden mengatakan mereka ingin sinkronisasi berlangsung lama. 30 hingga 60 menit. Hanya 28,9% responden yang bersedia melakukan KBM dalam waktu 60 hingga 90 menit.

Menanggapi hasil penyelidikan tersebut, Wakil Ketua Bidang Pendidikan, Pelatihan dan Kemahasiswaan, Prof. dokter pergi Djagal Wiseso Marseno, M.Agr mengatakan, keputusan pelaksanaan KBM masih harus menunggu pendapat lain. Gagasan yang dimaksud adalah politik lokal dan nasional DIY serta situasi Corona dan situasi pasca Idul Fitri di Tanah Air.

"Prioritasnya adalah keselamatan mahasiswa, dosen, dan staf terlebih dahulu," kata profesor tersebut. dokter pergi Djagal Wiseso Marseno, M.Agr., Selasa (20 April).

Prof. Djagal mengatakan, jika tidak ada puncak COVID-19 setelah lebaran, maka KBM tahun pertama 2021/2022 akan digelar dengan kondisi campur aduk. Rencana pertama akan dibagikan secara online pada awal semester, dan rencana kedua akan dibagikan secara online. media luring. Misalnya ada metode Blended Second yang mana pembelajaran berlangsung secara offline selama setengah semester dan online selama setengah semester lainnya sejak awal semester.

"Kami juga mempertimbangkan jenis ilmu di masing-masing disiplin ilmu," pungkas sang profesor. Kerikil \N.

Sumber ugm.ac.id

 

Selengkapnya
Preferensi Mahasiswa UGM Terhadap Blended Learning: Hasil Survei PIKA
« First Previous page 7 of 46 Next Last »