Industri Otomotif
Dipublikasikan oleh Wafa Nailul Izza pada 25 Februari 2025
JAKARTA, KOMPAS.com - Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia saat ini cukup pesat, seiring dengan banyaknya program akselerasi yang dilakukan pemerintah. Mulai dari insentif, pembangunan infrastruktur, dan lain sebagainya.
Tak heran bila banyak merek mobil yang mulai memperkaya jajaran produk elektrifikasinya di Indonesia. Mulai hybrid, PHEV, sampai mobil listrik murni berbasis baterai. Lantas bagaimana dengan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menanggapi era elektrifikasi yang sudah di depan mata? Karena sejauh ini, produk-produk yang dirilis masih berfokus pada mobil konvensional alias mesin bensin
Menjawab hal tersebut, Amelia Tjandra selaku Marketing Director PT ADM mengatakan, pihaknya percaya tren elektrifikasi akan masuk ke Indonesia, namun berdasarkan survei terbaru, untuk saat ini masih banyak masyarakat yang belum bisa menerima.
"Berdasarkan survei sebuah grup terbaru yang kami terima datanya, ternyata masih belum diterima masyarakat dan alasannya itu menurut saya cukup masuk akal," kata Amel dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (12/2/2022).
Amel menjelaskan, dari hasil survei tersebut, banyak masyarakat yang menanyakan soal kesiapan infrastruktur di Indonesia, harga yang masih sangat tinggi, sampai kondisi alam di Tanah Air yang banyak banjir sehingga membuat banyak keraguan untuk saat ini.
Meski demikian, Amel menyatakan Daihatsu selalu mencermati perkembangan yang ada. Bila ada permintaan alias demand, maka langkah selanjutnya ada suplai.
"Secara mental masih belum siap, buat kami kalau dari data menunjukkan pasar ini belum tumbuh meski disuplai tidak akan diserap, dan itu tidak akan memberikan efek yang bagus bagi perekonomian Indonesia," ucap Amel.
Sumber: otomotif.kompas.com
Industri Otomotif
Dipublikasikan oleh Wafa Nailul Izza pada 25 Februari 2025
Merdeka.com - DFSK komitmen melayani kebutuhan mobilitas dalam dan luar negeri melalui kendaraan-kendaraan berkualitas, desain modern, dan berteknologi mendapat penerimaan positif.Aspek lengkap yang dibutuhkan mobilitas global ini membuat kendaraan-kendaraan DFSK mendapatkan permintaan cukup baik dari pasar global dan sudah lulus uji di berbagai negara.
Hal ini dibuktikan dengan angka ekspor DFSK pada tahun ini yang mengalami pertumbuhan cukup signifikan. Periode Januari-Oktober 2021, DFSK mencatat pertumbuhan sebanyak 119 persen secara tahunan untuk berbagai model kendaraan baik kendaraan penumpang maupun kendaraan komersial. Seluruh kendaraan ini diproduksi di Cikande, Serang, Banten. Pabrik ini diresmikan pada 2017 dengan kapasitas produksi maksimal hingga 50.000 unit per tahun.
Seluruh kendaraan ini diproduksi melalui proses produksi presisi, dibantu dengan teknologi Industri 4.0, dan tangan-tangan terampil sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Alhasil, menghadirkan sebuah kendaraan berkualitas dan memiliki standar internasional untuk bisa diterima di berbagai negara.
Saat ini pabrik DFSK Indonesia sudah memproduksi sejumlah model kendaraan baik kendaraan penumpang mulai dari DFSK Glory 560 dan DFSK Glory i-AUTO. Selain itu, sejumlah kendaraan komersial juga sudah lahir di pabrik ini yakni DFSK Super Cab dan DFSK Gelora. Model-model ini diposisikan untuk memenuhi berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia dan mancanegara.
Achmad Rofiqi, PR & Media Manager PT Sokonindo Automobile, menjelaskan pasar ekspor DFSK sesuai dengan semangat utama ketika mulai membangun pabrik dan memasuki industri otomotif Tanah Air. DFSK menjunjung semangat berakar di Indonesia, ekspansi ke Asia Tenggara, dan didistribusikan ke seluruh dunia.
“DFSK sudah memiliki visi untuk memenuhi kebutuhan mobilitas kendaraan global dengan memaksimalkan fasilitas produksi yang kami miliki di Indonesia. Semua ini bisa terlaksana berkat kendaraan-kendaraan yang kami tawarkan ini memiliki kualitas baik, memiliki karakteristik yang bisa diterima oleh pasar global, dan memenuhi standar yang dimiliki oleh setiap negara tujuan ekspor.
Sumber: www.merdeka.com
Industri Otomotif
Dipublikasikan oleh Wafa Nailul Izza pada 25 Februari 2025
JAKARTA, KOMPAS.com – Industri otomotif masuk ke dalam salah satu sektor prioritas pengembangan dalam peta jalan Making Indonesia 4.0 yang digagas Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Dengan rencana ini, industri otomotif bisa bertransformasi dan meningkatkan daya saing. Sekaligus mengurangi cost, meningkatkan revenue, dan memiliki kesempatan untuk memperluas market secara global
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier mengatakan, Indonesia merupakan negara potensial untuk menjadi basis produksi mobil listrik global.
Apalagi, menurut Taufiek, Indonesia telah menerapkan peta jalan pengembangan kendaraan listrik melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 tahun 2020.
“Sangat penting untuk investor berinvestasi di Indonesia karena kami yakin di masa depan akan terjadi peningkatan demand EV di dunia,” ujar Taufiek, dalam keterangan resmi (24/10/2021
“Indonesia punya target pengembangan komponen utama untuk EV seperti baterai, motor elektrik, dan inverter,” kata dia
Hal ini dimungkinkan karena Pemerintah Indonesia sedang fokus dalam pengembangan industri kendaraan listrik.
Seperti diketahui, sudah ada beberapa peraturan dan kebijakan yang diterbitkan dalam upaya memberikan kemudahan untuk mendatangkan investor di tanah air.
“Salah satu investasi yang digenjot adalah pengembangan baterai. Sebab, itu merupakan komponen utama dalam electric vehicle (EV), dan Indonesia punya raw material-nya berupa aluminium, tembaga, graphite, nikel, mangan, dan cobalt,” ucap Taufiek.
Taufiek memaparkan bahwa Indonesia adalah pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara. Ekosistem di sektor ini telah mempekerjakan lebih dari 1,5 juta orang.
“Saat ini, industri otomotif Indonesia didukung oleh industri komponen tier 1, 2, dan 3 yang berperan penting terhadap produktivitasnya,” kata Taufiek.
“Pemerintah terus meningkatkan ekosistem industri otomotif ini karena membawa dampak luas bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Sumber: otomotif.kompas.com
Industri Otomotif
Dipublikasikan oleh Wafa Nailul Izza pada 25 Februari 2025
Mercedes-Benz (pengucapan bahasa Jerman: [mɛʁˌtseːdəs ˈbɛnts, -dɛs -] ⓘ), yang sering disebut sebagai Mercedes dan kadang-kadang sebagai Benz, adalah merek otomotif kendaraan mewah dan kendaraan komersial asal Jerman yang didirikan pada tahun 1926. Mercedes-Benz AG (anak perusahaan Mercedes-Benz Group yang didirikan pada tahun 2019) berkantor pusat di Stuttgart, Baden-Württemberg, Jerman. Mercedes-Benz AG memproduksi kendaraan mewah konsumen dan kendaraan niaga ringan berlabel Mercedes-Benz. Mulai November 2019 dan seterusnya, kendaraan komersial berat berlogo Mercedes-Benz (truk dan bus) dikelola oleh Daimler Truck, mantan bagian dari Mercedes-Benz Group yang berubah menjadi perusahaan independen pada akhir 2021. Pada tahun 2018, Mercedes-Benz adalah merek kendaraan premium terbesar di dunia, setelah menjual 2,31 juta mobil penumpang.
Asal-usul merek ini terletak pada Mercedes 1901 Daimler-Motoren-Gesellschaft dan Benz Patent-Motorwagen 1886 dari Carl Benz, yang secara luas dianggap sebagai mesin pembakaran internal pertama dalam mobil yang dapat digerakkan sendiri. Slogan merek ini adalah "Yang Terbaik atau Tidak Sama Sekali".
Sejarah
Karl Benz (1844-1929) membuat Benz Patent Motorwagen tahun 1886, yang secara luas dianggap sebagai mobil pertama.
Mercedes-Benz menelusuri asal-usulnya dari mesin pembakaran internal pertama Karl Benz di dalam mobil, yang terlihat pada Benz Patent Motorwagen - yang dibiayai oleh mas kawin Bertha Benz dan dipatenkan pada bulan Januari 1886 - dan konversi kereta kuda menjadi mobil, dengan tambahan mesin bensin, yang diperkenalkan pada tahun yang sama, oleh Gottlieb Daimler dan teknisi Wilhelm Maybach. Mobil Mercedes pertama kali dipasarkan pada tahun 1901 oleh Daimler Motoren Gesellschaft (DMG).
Emil Jellinek-Mercedes, seorang pengusaha mobil Yahudi-Austria yang bekerja dengan DMG, mendaftarkan merek dagang pada tahun 1902, menamai Mercedes 35 hp 1901 dengan nama putrinya Mercedes Jellinek. Jellinek adalah seorang pengusaha dan ahli strategi pemasaran yang mempromosikan mobil Daimler "tanpa kuda" di antara kalangan atas masyarakat. Pada saat itu, tempat ini merupakan tempat pertemuan para bangsawan Prancis dan Eropa, terutama di musim dingin. Pelanggannya termasuk keluarga Rothschild dan klien kaya lainnya, tetapi pada awal tahun 1901, ia juga menjual mobil Mercedes di "Dunia Baru", termasuk kepada miliarder Rockefeller, Astor, Morgan, dan Taylor. Pada balapan di Nice yang diikutinya pada tahun 1899, Jellinek mengemudikan mobil dengan nama samaran "Monsieur Mercédès". Banyak yang menganggap balapan itu sebagai kelahiran Mercedes-Benz sebagai sebuah merek. Pada tahun 1901, nama "Mercedes" didaftarkan ulang oleh DMG di seluruh dunia sebagai merek dagang yang dilindungi. Kendaraan bermerek Mercedes-Benz pertama kali diproduksi pada tahun 1926, setelah penggabungan perusahaan Karl Benz dan Gottlieb Daimler ke dalam perusahaan Daimler-Benz pada tanggal 28 Juni di tahun yang sama.
Gottlieb Daimler lahir pada tanggal 17 Maret 1834 di Schorndorf. Setelah berlatih sebagai pembuat senjata dan bekerja di Prancis, ia bersekolah di Sekolah Politeknik di Stuttgart dari tahun 1857 hingga 1859. Setelah menyelesaikan berbagai kegiatan teknis di Prancis dan Inggris, ia mulai bekerja sebagai juru gambar di Geislingen pada tahun 1862. Pada akhir tahun 1863, ia ditunjuk sebagai inspektur bengkel di sebuah pabrik peralatan mesin di Reutlingen, di mana ia bertemu dengan Wilhelm Maybach pada tahun 1865.
Sepanjang tahun 1930-an, Mercedes-Benz memproduksi model 770, sebuah mobil yang sangat populer selama periode Nazi Jerman. Adolf Hitler diketahui pernah mengendarai model mobil ini selama ia berkuasa, dengan kaca depan antipeluru yang dimodifikasi. Sebagian besar model 770 yang masih ada saat ini dijual di lelang kepada pembeli pribadi. Salah satu mobil saat ini dipajang di Museum Perang di Ottawa, Ontario.
Sejak tahun 1937 dan seterusnya, Daimler Benz semakin berfokus pada produk militer seperti truk LG3000 dan mesin aero DB600 dan DB601. Untuk membangun yang terakhir, pada tahun 1936, perusahaan ini membangun sebuah pabrik yang tersembunyi di hutan di Genshagen, sekitar 10 km sebelah selatan Berlin. Pada tahun 1942, perusahaan ini sebagian besar berhenti memproduksi mobil, dan sekarang dikhususkan untuk produksi perang. Menurut pernyataannya, pada tahun 1944, hampir setengah dari 63.610 karyawannya adalah pekerja paksa, tawanan perang, atau tahanan kamp konsentrasi. Sumber lain mengutip angka 46.000 orang. Perusahaan kemudian membayar ganti rugi sebesar $12 juta kepada keluarga para pekerja..
Pada tahun 1958, kedua perusahaan memulai kemitraan untuk menjual mobil mereka di Amerika Serikat dengan Studebaker. Beberapa dealer Daimler Benz yang berbasis di Amerika dikonversi menjadi dealer Mercedes-Benz ketika perusahaan non-mitra Daimler ditutup pada tahun 1966.
Selama beberapa dekade, Mercedes-Benz telah memperkenalkan banyak inovasi elektronik dan mekanik serta fitur keselamatan yang kemudian menjadi umum. Saat ini, Mercedes-Benz adalah salah satu merek otomotif yang paling terkenal dan terlama di dunia. Popemobile Paus sering kali bersumber dari Mercedes-Benz..
Pada November 2019, Daimler AG mengumumkan bahwa Mercedes-Benz, yang hingga saat itu merupakan merek perusahaan, akan dipisahkan menjadi anak perusahaan yang terpisah dan sepenuhnya dimiliki oleh Mercedes-Benz AG. Anak perusahaan baru ini akan mengelola bisnis mobil dan van Mercedes-Benz. Truk dan bus bermerek Mercedes-Benz akan menjadi bagian dari anak perusahaan Daimler Truck AG..
Untuk informasi yang berkaitan dengan simbol bintang berujung tiga dari merek ini, lihat di bawah judul Daimler-Motoren-Gesellschaft, termasuk penggabungan ke dalam Daimler-Benz.
Pada bulan Mei 2022, Mercedes-Benz mengumumkan bahwa mereka baru saja menjual mobil termahal dengan harga $142.000.000 (€135.000.000). Mobil ini adalah Mercedes-Benz SLR 1955 yang sangat langka yang telah disimpan dalam koleksi produsen mobil Jerman tersebut dan dibeli oleh pemilik pribadi. Mercedes dalam sebuah pengumuman mengatakan bahwa penjualan tersebut akan digunakan untuk mendirikan Mercedes-Benz Fund..
Pada bulan Juni 2022, Mercedes-Benz menarik hampir satu juta kendaraan yang dibuat antara tahun 2004 dan 2015, karena potensi masalah pada sistem pengereman, yang disebabkan oleh kemungkinan "korosi tingkat lanjut".
Anak perusahaan dan aliansi
Seiring dengan pemisahan perusahaan Daimler AG, divisi Mercedes-Benz Cars sekarang menangani produksi mobil bermerek Mercedes-Benz dan Smart..
Mercedes-AMG
Mercedes-AMG menjadi divisi yang dimiliki secara mayoritas oleh Mercedes-Benz pada tahun 1999. Perusahaan ini diintegrasikan ke dalam DaimlerChrysler pada tahun 1999, dan menjadi Mercedes-Benz AMG pada tanggal 1 Januari 1999.
Mercedes-Maybach
Merek ultra-mewah Daimler, Maybach, berada di bawah divisi Mercedes-Benz Cars hingga Desember 2012, ketika produksinya dihentikan karena penurunan penjualan. Sekarang merek ini berada di bawah nama Mercedes-Maybach, dengan model-model yang berfokus pada kemewahan, model-model yang disempurnakan dari mobil-mobil Mercedes-Benz, seperti Mercedes-Maybach S600 tahun 2016. SUV Mercedes-Maybach GLS 600 memulai debutnya pada bulan November 2019.
Tiongkok
Daimler bermitra dengan BYD Auto untuk membuat dan menjual mobil baterai-listrik yang disebut Denza di Tiongkok. Pada tahun 2016, Daimler mengumumkan rencana untuk menjual mobil baterai listrik sepenuhnya bermerek Mercedes-Benz di Tiongkok. Beijing Benz merupakan perusahaan patungan dengan BAIC Group untuk memproduksi mobil bermerek Mercedes-Benz di Tiongkok.
Vietnam
Didirikan pada tahun 1995, Mercedes-Benz Vietnam adalah perusahaan patungan antara Saigon Mechanical Engineering Corporation (SAMCO) dan Daimler AG. Daimler AG merakit berbagai model Mercedes-Benz dari kit CKD di pabriknya di Ho Chi Minh City. Sebelum mengumumkan perakitan model-model AMG, Mercedes-Benz Vietnam menginvestasikan sekitar 33 juta USD pada tahun 2021-2022 untuk mengupgrade 6 teknologi di pabriknya. Chiếc Mercedes E230 tahun 1996 diproduksi pada tahun 1996 di Vietnam. Pabrik ini merupakan perusahaan patungan dengan Sai Gon Mechanical Engineering Corporation. Mercedes E230 tahun 1996 merupakan mobil pertama yang diproduksi dari pabrik perakitan Mercedes-Benz Vietnam.
Produksi
Peringkat kualitas
Mercedes-Benz biasanya memiliki reputasi yang kuat dalam hal kualitas dan daya tahan. Beberapa ukuran obyektif yang mengamati kendaraan penumpang, seperti survei J. D. Power, menunjukkan penurunan reputasi dalam kriteria ini pada akhir 1990-an dan awal 2000-an. Pada pertengahan 2005, Mercedes untuk sementara kembali ke rata-rata industri untuk kualitas awal, sebuah ukuran masalah setelah 90 hari pertama kepemilikan, menurut J. D. Power. Dalam Studi Kualitas Awal J. D. Power untuk kuartal pertama tahun 2007, Mercedes menunjukkan peningkatan dramatis dengan naik dari peringkat ke-25 ke peringkat ke-5 dan mendapatkan beberapa penghargaan untuk model-model barunya. Untuk tahun 2008, peringkat kualitas awal Mercedes-Benz kembali membaik, ke peringkat ke-4. Selain penghargaan ini, Mercedes-Benz juga menerima Penghargaan Kualitas Pabrik Platinum untuk pabrik perakitan bodi bermerek Mercedes di Sindelfingen, Jerman. J. D. Power's 2011 US Initial Quality and Vehicle Dependability Studies menempatkan kendaraan Mercedes-Benz di atas rata-rata dalam hal kualitas rakitan dan keandalan. Dalam Survei Inggris Raya oleh J. D. Power pada tahun 2011, mobil-mobil Mercedes mendapat peringkat di atas rata-rata. Selain itu, penelitian iSeeCars.com untuk Reuters pada tahun 2014 menemukan bahwa Mercedes memiliki tingkat penarikan kembali kendaraan yang paling rendah di antara para pesaingnya.
Jajaran model
Mercedes-Benz menawarkan berbagai macam kendaraan konsumen-penumpang, komersial ringan, dan komersial berat yang serbaguna. Kendaraan-kendaraan ini diproduksi di berbagai negara di seluruh dunia. Merek mobil kota Smart juga diproduksi oleh Daimler AG.
Model
A-Class - hatchback dan sedan segmen C
B-Class - hatchback segmen C
C-Class - sedan segmen D, estate, coupé, dan cabriolet
CLA - sedan dan sedan segmen C
CLS - liftback segmen E
E-Class - Sedan segmen E, estate, coupé, dan cabriolet
G-Class - Kendaraan off-road
GLA - SUV crossover segmen C
GLB - SUV crossover segmen D
GLC - SUV crossover segmen D
GLE - SUV crossover segmen E
GLS - SUV crossover segmen F
R-Class - segmen E estate
S-Class - sedan, coupé, dan cabriolet segmen F
T-Class - MPV kompak segmen M
V-Class - MPV besar segmen M
AMG GT - Segmen S coupé dan roadster
AMG GT 4-Pintu - liftback segmen-E
AMG SL - Roadster segmen S
AMG ONE - Supercar segmen S
EQA - SUV crossover listrik segmen-C
EQB - SUV crossover listrik segmen D
EQC - SUV crossover listrik segmen D
EQE - Sedan segmen E
EQE SUV - SUV crossover listrik segmen E
EQG - Kendaraan off-road listrik
EQS - Sedan listrik segmen-F
EQS SUV - SUV crossover listrik segmen-F
EQT - MPV kompak listrik segmen-M
EQV - MPV besar listrik segmen-M
Mobil van
Mercedes-Benz Sprinter
Mercedes-Benz saat ini menawarkan tiga jenis van; Citan, Vito, dan Sprinter. Semuanya diproduksi oleh Daimler AG.
Truk
Sejak Desember 2021, divisi Truk Mercedes-Benz merupakan bagian dari perusahaan Truk Daimler dan mencakup sub-perusahaan lain yang merupakan bagian dari merger DaimlerChrysler. Gottlieb Daimler menjual truk pertama di dunia pada tahun 1886. Pabrik pertama mereka yang dibangun di luar Jerman setelah Perang Dunia II adalah di Argentina. Mereka awalnya membuat truk, yang banyak di antaranya dimodifikasi oleh pihak ketiga untuk digunakan sebagai bus, yang dikenal dengan nama Colectivo.
Bus
Mercedes-Benz telah memproduksi bus sejak tahun 1895 di Mannheim, Jerman. Sejak tahun 1995, merek bus dan gerbong Mercedes-Benz berada di bawah payung EvoBus GmbH, yang sejak Desember 2021 menjadi bagian dari Daimler Truck AG. EvoBus, melalui anak perusahaan regionalnya, memasarkannya di negara-negara Eropa, sementara di wilayah lain di dunia, tugas pemasaran dan penjualan diserahkan kepada anak perusahaan regional Daimler Truck. Mercedes-Benz memproduksi berbagai macam bus dan gerbong, terutama untuk Eropa dan Asia. Model pertama diproduksi oleh Karl Benz pada tahun 1895. STRAN Citaro (generasi kedua) pada bulan Juni 2014
Disadur dari : en.wikipedia.org
Industri Otomotif
Dipublikasikan oleh Wafa Nailul Izza pada 25 Februari 2025
Mercedes-Benz Group AG (sebelumnya bernama Daimler-Benz, DaimlerChrysler dan Daimler) adalah sebuah perusahaan otomotif multinasional Jerman yang berkantor pusat di Stuttgart, Baden-Württemberg, Jerman. Perusahaan ini merupakan salah satu produsen mobil terkemuka di dunia. Daimler-Benz dibentuk melalui penggabungan Benz & Cie, perusahaan mobil tertua di dunia, dan Daimler Motoren Gesellschaft pada tahun 1926. Perusahaan ini berganti nama menjadi DaimlerChrysler setelah mengakuisisi produsen mobil Amerika, Chrysler Corporation, pada tahun 1998, dan berganti nama lagi menjadi Daimler AG setelah divestasi Chrysler pada tahun 2007. Pada tahun 2021, Daimler AG adalah produsen mobil Jerman terbesar kedua dan keenam terbesar di dunia berdasarkan produksi. Pada bulan Februari 2022, Daimler berganti nama menjadi Mercedes-Benz Group sebagai bagian dari transaksi yang memisahkan segmen kendaraan komersialnya sebagai perusahaan independen, Daimler Truck.
Merek Mercedes-Benz Group adalah Mercedes-Benz untuk mobil dan van (termasuk Mercedes-AMG dan Mercedes-Maybach) dan Smart. Perusahaan ini memiliki saham di produsen kendaraan lain seperti Daimler Truck, Denza, BAIC Motor, dan Aston Martin.
Berdasarkan penjualan unit, Mercedes-Benz Group adalah produsen mobil terbesar kesepuluh di dunia; mengirimkan dua juta kendaraan penumpang pada tahun 2021 dan berdasarkan pendapatan, produsen mobil terbesar keenam di seluruh dunia pada tahun 2022. Pada tahun 2023, perusahaan ini menduduki peringkat ke-42 dalam Forbes Global 2000. Grup ini menyediakan layanan keuangan melalui anak perusahaan Mercedes-Benz Mobility. Perusahaan ini merupakan komponen dari indeks pasar saham Euro Stoxx 50. Kantor pusat perusahaan, kantor Mercedes-Benz, pabrik perakitan mobil, Museum Mercedes-Benz, dan Mercedes-Benz Arena terletak di kompleks Mercedes-Benz di Stuttgart.
Sejarah
1926-1998: Daimler-Benz
Asal mula Grup Mercedes-Benz adalah dalam Perjanjian Kepentingan Bersama yang ditandatangani pada tanggal 1 Mei 1924 antara Benz & Cie (didirikan pada tahun 1883 oleh Carl Benz) dan Daimler Motoren Gesellschaft (didirikan pada tahun 1890 oleh Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybach). Kedua perusahaan terus memproduksi merek mobil dan mesin pembakaran internal yang terpisah hingga 28 Juni 1926, ketika Benz & Cie. dan Daimler-Motoren-Gesellschaft secara resmi bergabung - menjadi Daimler-Benz AG (Aktiengesellschaft) - dan setuju bahwa setelah itu, semua pabrik akan menggunakan nama merek "Mercedes-Benz" pada mobil mereka. Dimasukkannya nama Mercedes dalam nama merek baru ini untuk menghormati seri model mobil DMG yang paling penting, yaitu seri Mercedes, yang dirancang dan dibangun oleh Wilhelm Maybach. Nama ini diambil dari sebuah mesin tahun 1900 yang dinamai sesuai dengan nama putri Emil Jellinek. Jellinek menjadi salah satu direktur DMG pada tahun 1900, memesan sejumlah kecil mobil balap motor yang dibuat sesuai spesifikasinya oleh Maybach, menetapkan bahwa mesin tersebut harus diberi nama Daimler-Mercedes, dan membuat mobil baru tersebut terkenal melalui olahraga motor. Mobil balap itu kemudian dikenal sebagai Mercedes 35 hp. Model pertama dari serangkaian model produksi yang menggunakan nama Mercedes telah diproduksi oleh DMG pada tahun 1902. Jellinek meninggalkan dewan direksi DMG pada tahun 1909.
Nama Daimler sebagai merek mobil telah diberikan oleh Gottlieb Daimler [meragukan - diskusikan] untuk digunakan oleh perusahaan lain. Nama ini digunakan terutama oleh Daimler Motor Company dan Austro-Daimler, kemudian Steyr-Daimler-Puch, dan juga, secara singkat, digunakan oleh Daimler Manufacturing Company dan Panhard-Daimler, dan lainnya. Perusahaan baru, Daimler-Benz, tidak mendapatkan persetujuan untuk menyertakan Daimler dalam nama mereknya dan menggunakan nama Mercedes untuk mewakili kepentingan Daimler-Motoren-Gesellschaft. Karl Benz tetap menjadi anggota dewan direksi Daimler-Benz AG hingga kematiannya pada tahun 1929.
Meskipun Daimler-Benz terkenal dengan merek mobil Mercedes-Benz, selama Perang Dunia II, Daimler-Benz juga menciptakan serangkaian mesin penting untuk pesawat terbang, tank, dan kapal selam Jerman. Mobil-mobilnya menjadi pilihan pertama bagi banyak pejabat Nazi, Fasis Italia, dan Jepang, termasuk Hermann Göring, Adolf Hitler, Benito Mussolini, dan Hirohito, yang terutama menggunakan mobil mewah Mercedes-Benz 770. Daimler juga memproduksi suku cadang untuk senjata Jerman, terutama laras untuk senapan Mauser Kar98k. Selama Perang Dunia II, Daimler-Benz mempekerjakan lebih dari 60.000 tahanan kamp konsentrasi dan pekerja paksa lainnya untuk membuat mesin. Setelah perang, Daimler mengakui hubungan dan koordinasinya dengan pemerintah Nazi.
Pada tahun 1966, Maybach-Motorenbau GmbH bergabung dengan Mercedes-Benz Motorenbau Friedrichshafen GmbH untuk membentuk Maybach Mercedes-Benz Motorenbau GmbH, di bawah kepemilikan parsial oleh Daimler-Benz. Perusahaan ini berganti nama menjadi Motoren und Turbinen-Union Friedrichshafen GmbH (MTU Friedrichshafen) pada tahun 1969.
Pada tahun 1989, Daimler-Benz InterServices AG (Debis) didirikan untuk menangani pemrosesan data, layanan keuangan dan asuransi, serta manajemen real estat untuk grup Daimler.
Pada tahun 1995, MTU Friedrichshafen menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Daimler-Benz.
1998-2007: DaimlerChrysler
Dalam apa yang disebut "penggabungan yang setara," atau "pernikahan yang dibuat di surga", menurut CEO dan arsiteknya saat itu, Jürgen E. Schrempp, Daimler-Benz dan produsen mobil yang berbasis di Amerika Serikat, Chrysler Corporation, yang merupakan produsen mobil terkecil di antara tiga produsen mobil Amerika, bergabung pada tahun 1998 melalui pertukaran saham dan membentuk DaimlerChrysler AG. Bernilai US$38 miliar, ini merupakan kesepakatan lintas batas terbesar di dunia.
Ketentuan-ketentuan merger tersebut memungkinkan bisnis non-otomotif Daimler-Benz seperti Daimler-Benz InterServices AG, disingkat "debis AG", untuk terus menjalankan strategi ekspansi mereka masing-masing. debis AG melaporkan pendapatan sebesar $8,6 milyar (DM 15,5 milyar) pada tahun 1997.
Merger ini menjadi perdebatan dengan para investor yang mengajukan tuntutan hukum mengenai apakah transaksi ini merupakan 'merger setara' yang diklaim oleh manajemen senior atau sebenarnya merupakan pengambilalihan Daimler-Benz atas Chrysler. Gugatan class action investor diselesaikan pada bulan Agustus 2003 dengan nilai US$300 juta, sementara gugatan dari miliarder aktivis investor Kirk Kerkorian ditolak pada tanggal 7 April 2005. Transaksi ini menyebabkan hilangnya pekerjaan arsiteknya, Chairman Jürgen E. Schrempp, yang mengundurkan diri pada akhir tahun 2005 sebagai tanggapan atas jatuhnya harga saham perusahaan setelah transaksi tersebut.
Isu lain yang menjadi perdebatan adalah apakah merger ini menghasilkan sinergi yang dijanjikan dan berhasil mengintegrasikan kedua bisnis. Konsep Martin H. Wiggers tentang strategi platform, seperti yang diterapkan oleh VW Group, hanya diimplementasikan pada beberapa model saja, sehingga efek sinergi dalam pengembangan dan produksi menjadi rendah. Pada akhir tahun 2002, DaimlerChrysler tampaknya menjalankan dua lini produk independen. Kemudian pada tahun itu, perusahaan meluncurkan produk yang mengintegrasikan elemen-elemen dari kedua belah pihak perusahaan, termasuk Chrysler Crossfire, yang didasarkan pada platform Mercedes SLK dan menggunakan mesin 3.2 L V6 Mercedes, dan Dodge Sprinter / Freightliner Sprinter, van Mercedes-Benz Sprinter yang di-rebranding.
Pada tahun 2000, DaimlerChrysler mengakuisisi Detroit Diesel Corporation dan menempatkan divisi jalan raya di bawah Daimler Trucks Amerika Utara. Divisi off-highway ditempatkan di bawah MTU Friedrichshafen untuk membentuk MTU Amerika. Merek Detroit Diesel tetap dipertahankan oleh DTNA dan MTU America. Pada tahun 2005, MTU-Friedrichshafen dijual ke perusahaan investasi Swedia EQT Partners. Pada tahun yang sama, DaimlerChrysler menjalin aliansi dengan Mitsubishi Motors Corporation dalam upaya menjangkau pasar Asia. Aliansi ini menghasilkan pembagian platform antara Colt 2002-2013 dan Smart Forfour generasi pertama, tetapi kinerja Mitsubishi yang menurun membuat DaimlerChrysler menjual sahamnya kembali pada tahun 2004.
Pada tahun 2006, Chrysler melaporkan kerugian sebesar US$1,5 miliar. Kemudian mengumumkan rencana untuk memberhentikan 13.000 karyawan pada pertengahan Februari 2007, menutup pabrik perakitan utama dan mengurangi produksi di pabrik-pabrik lain untuk memulihkan profitabilitas pada tahun 2008. Pada tahun yang sama, Chrysler disalip oleh Toyota di pasar AS, membuatnya berada di luar "Tiga Besar" produsen mobil AS untuk pertama kalinya.
DaimlerChrysler dilaporkan telah mendekati produsen mobil lain dan grup investasi untuk menjual Chrysler pada awal 2007. General Motors dilaporkan menjadi salah satu pelamar, tetapi Daimler setuju untuk menjual unit Chrysler kepada Cerberus Capital Management pada bulan Mei 2007 dengan harga US$6 miliar dan menyelesaikan penjualan pada tanggal 3 Agustus 2007. Perjanjian awal menyatakan bahwa Cerberus akan mengambil 80,1 persen saham di perusahaan baru, Chrysler Holding LLC. DaimlerChrysler mengubah namanya menjadi Daimler AG dan mempertahankan 19,9 persen saham yang tersisa di Chrysler LLC yang telah dipisahkan.
Dalam kesepakatan tersebut, Daimler membayar Cerberus sebesar US$650 juta untuk mengambil alih Chrysler dan kewajiban-kewajiban yang terkait. Dari harga pembelian sebesar US$7,4 miliar, Cerberus Capital Management akan menginvestasikan US$5 miliar di Chrysler Holdings dan US$1,05 miliar di unit keuangan Chrysler. Daimler AG yang telah dimerger menerima US$1,35 miliar secara langsung dari Cerberus, namun secara langsung menginvestasikan US$2 miliar di Chrysler sendiri. Chrysler mengajukan kebangkrutan pada tahun 2009.
DC Aviation berdiri pada tahun 2007 dari DaimlerChrysler Aviation sebelumnya, sebuah anak perusahaan dari DaimlerChrysler AG, yang didirikan pada tahun 1998.
2007-2022: Daimler AG
Pada bulan Mei 2010, Shenzhen BYD Daimler New Technology Co, Ltd, yang diperdagangkan sebagai "Denza" didirikan antara BYD dan Daimler untuk memproduksi kendaraan listrik mewah.
Pada bulan November 2014, Daimler mengumumkan akan mengakuisisi 25 persen dari produsen sepeda motor Italia, MV Agusta, dengan nilai yang tidak disebutkan. MV Holding mengakuisisi 25 persen saham MV Agusta kembali dari Daimler pada bulan Desember 2017.
Pada tanggal 3 Agustus 2015, Nokia mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan untuk menjual divisi peta digital Here kepada konsorsium tiga produsen mobil Jerman-BMW, Daimler AG, dan Volkswagen Group, dengan nilai €2,8 miliar. Hal ini dilihat sebagai indikasi bahwa para produsen mobil tersebut tertarik pada mobil otomatis.
Pada tahun 2017, Daimler mengumumkan serangkaian akuisisi dan kemitraan dengan perusahaan rintisan yang berfokus pada berbagi mobil, dalam upaya menuju generasi kepemilikan dan penggunaan mobil berikutnya. Bagian dari strategi perusahaannya adalah untuk "bertransisi dari produsen mobil menjadi penyedia layanan mobilitas".
Pada bulan April 2017, Daimler mengumumkan kemitraan dengan Via, sebuah aplikasi berbagi tumpangan yang berbasis di New York, untuk meluncurkan layanan berbagi tumpangan baru di seluruh Eropa. Pada bulan September, diumumkan bahwa Daimler telah memimpin putaran penggalangan dana untuk perusahaan rintisan berbagi mobil Turo, yang merupakan platform yang memungkinkan pemilik menyewakan kendaraan mereka kepada pengguna lain. Perusahaan ini juga mengakuisisi Flinc, sebuah perusahaan rintisan Jerman yang telah membangun aplikasi untuk carpooling bergaya peer-to-peer, telah berinvestasi di Storedot, Careem, Blacklane, dan FlixBus, dan telah mengakuisisi car2go dan mytaxi (sekarang Free Now).
Li Shufu dari produsen mobil Cina, Geely, mengambil 9,69% saham di perusahaan ini, melalui Tenaciou3 Prospect Investment Limited, pada bulan Februari 2018, menjadikannya sebagai pemegang saham tunggal terbesar di perusahaan ini. Geely sudah dikenal dari kepemilikannya atas Volvo Car Corporation. Pada bulan September 2018, Daimler menginvestasikan $155 juta di bus listrik yang berbasis di AS dan produsen teknologi manajemen baterainya, Proterra.
Pada bulan Juli 2019, BAIC Group membeli 5% saham Daimler, yang merupakan pemegang saham timbal balik di anak perusahaan BAIC yang terdaftar di Hong Kong.
Pada bulan September 2019, Daimler mengumumkan bahwa mereka akan "menghentikan inisiatif pengembangan mesin pembakaran internal sebagai bagian dari upayanya untuk merangkul kendaraan listrik." [sumber yang lebih baik diperlukan]
Pada bulan Februari 2020, Daimler bermitra dengan Twelve untuk membuat pilar-C pertama di dunia yang dibuat dengan polikarbonat dari elektrolisis CO2 dalam upaya menuju armada yang sepenuhnya netral karbon.
Pada bulan September 2020, perusahaan tersebut didenda 875 juta dolar oleh Amerika Serikat karena melanggar Undang-Undang Udara Bersih. Perusahaan setuju untuk membayar 1,5 miliar dolar AS untuk menyelesaikan semua tindakan pengadilan terkait.
Pada Februari 2021, Daimler mengatakan bahwa mereka berencana untuk mengubah namanya dengan mengadopsi nama marque andalannya, Mercedes-Benz, dan memisahkan unit kendaraan komersial beratnya, Daimler Truck, menjadi perusahaan terbuka yang terpisah. Daimler Truck terdaftar di Bursa Efek Frankfurt dan hari perdagangan pertamanya pada 10 Desember 2021.
Dalam tinjauan tahunan Indikator Kekayaan Intelektual Dunia WIPO tahun 2021, Daimler menduduki peringkat ke-8 di dunia, dengan 65 desainnya dalam pendaftaran desain industri yang diterbitkan di bawah Sistem Den Haag selama tahun 2020. Posisi ini meningkat dari peringkat ke-10 sebelumnya pada tahun 2019.
2022-sekarang: Grup Mercedes-Benz
Pada tanggal 28 Januari 2022, CEO Ola Källenius mengumumkan bahwa Daimler akan berganti nama menjadi Mercedes-Benz untuk mengejar nilai yang lebih tinggi bagi perusahaan karena perusahaan ini akan beralih lebih dalam ke kendaraan listrik berteknologi tinggi. Pada tanggal 1 Februari 2022, Daimler secara resmi mengubah nama perusahaan yang terdaftar menjadi Mercedes-Benz Group AG.
Penjualan kendaraan Grup Mercedes-Benz pada tahun 2023 - 2.491.600 (+1,5%). Penjualan produk unggulan meningkat: Mercedes-Maybach (+19%), G-Class (+11%) dan Mercedes-AMG (+4%). Penjualan mobil penumpang Mercedes-Benz yang sepenuhnya bertenaga listrik meningkat sebesar 73% sepanjang tahun. Hanya penjualan segmen Core yang turun 2%, dengan 1.096.800 unit terjual karena kemacetan pemasok dan transisi ke E-Class baru.
Disadur dari: en.wikipedia.org
Industri Otomotif
Dipublikasikan oleh Wafa Nailul Izza pada 25 Februari 2025
Liputan6.com, Jakarta - Era elektrifikasi cepat atau lambat akan berkembang dengan pesat di Indonesia. Dengan begitu, dibutuhkan dukungan pembangunan ekosistem untuk keberlangsungan kendaraan listrik di Tanah Air.
Sejalan dengan hal tersebut, telah dilakukan kerja sama antara Kementerian BUMN dan perusahaan swasta, Electrum selaku perusahaan patungan Gojek dan TBS Energi Utama, bersama dengan Pertamina, Gogoro, dan Gesits sebagai pengembangan ekosistem dari hulu hingga hilir.
Langkah ini, kemudian didukung oleh Kementerian Perindustrian, karena langkah strategis ini diharapkan agar Indonesia menjadi negara yang mampu merajai atau menjadi produsen kendaraan listrik yang berdaya saing global.
“Seperti yang disampaikan Bapak Presiden, pemerintah sangat serius untuk masuk pada energi baru terbarukan, termasuk menuju pada kendaraan listrik,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, di Jakarta beberapa waktu lalu.
Di peta jalan industri otomotif nasional, Kemenperin menetapkan 20 persen penggunaan kendaraan berbasis baterai listrik pada tahun 2025, seiring dengan upaya industri otomotif yang terus melakukan efisiensi untuk jenis teknologi Internal Combustion Engine (ICE), Hybrid, dan Plug-in Hybrid.
"Ke depan, teknologi fuel cell berbasis hidrogen juga telah terdapat dalam peta jalan industri otomotif nasional, dengan semangat untuk menuju produksi industri kendaraan ramah lingkungan,” tutur Agus.
Produksi
Lebih lanjut, dalam pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik, industri otomotif dalam negeri ditargetkan dapat memproduksi mobil listrik dan bis listrik sebanyak 600 ribu unit pada tahun 2030, sehingga dengan angka tersebut akan dapat mengurangi konsumsi BBM sebesar 3 juta barrel dan menurunkan emisi CO2 sebanyak 1,4 juta Ton.
"Upaya strategis ini diharapkan pula dapat mendukung pemenuhan komitmen pemerintah Indonesia terkait pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29% pada tahun 2030, dan di tahun 2060 masuk ke emisi nol atau net zero carbon," tukasnya.
Sumber: www.liputan6.com