Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 11 Maret 2025
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan faktor krusial dalam lingkungan industri. Paper ini membahas penerapan teknologi deep learning dalam mendeteksi dan memantau pemakaian APD di tempat kerja menggunakan berbagai model YOLO, seperti YOLO-NAS, YOLOv8, dan YOLOv9. Tujuannya adalah untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam mengidentifikasi kepatuhan pekerja terhadap protokol keselamatan.
Penelitian ini menggunakan dataset yang terdiri dari 2581 gambar yang mencakup berbagai lingkungan kerja dan pekerja dengan variasi warna helm dan rompi keselamatan. Dataset ini dibagi menjadi:
Proses pelabelan dilakukan menggunakan Roboflow dengan 9 kelas berdasarkan warna dan jenis APD. Dengan cara ini, model dapat mengenali dan mengklasifikasikan helm dan rompi dalam berbagai situasi kerja.
Tiga model YOLO:
Model-model ini dilatih dengan 200 epoch untuk memastikan perbandingan yang adil.
Dalam konteks industri, penerapan sistem pemantauan APD berbasis YOLO dapat membantu mengurangi kecelakaan kerja. Data dari Organisasi Buruh Internasional (ILO) menunjukkan bahwa sekitar 270 juta kecelakaan kerja dan 160 juta penyakit akibat kerja terjadi setiap tahun, dengan dua juta kematian yang disebabkan oleh insiden tersebut.
Di Turki, yang menjadi fokus studi ini, tingkat kecelakaan kerja fatal mencapai 4.5 kali lebih tinggi dari rata-rata Uni Eropa. Dengan menerapkan sistem pemantauan otomatis berbasis YOLO, perusahaan dapat secara real-time mengawasi penggunaan APD dan mengurangi risiko kecelakaan.
Beberapa kendala dalam sistem deteksi APD ini meliputi:
Kelebihan
✅ Menggunakan dataset yang luas dan bervariasi.
✅ Membandingkan beberapa model YOLO untuk evaluasi yang lebih komprehensif.
✅ Memberikan solusi nyata untuk meningkatkan keselamatan kerja di industri.
Kekurangan
❌ Tidak membahas biaya implementasi dan efisiensi di berbagai sektor industri.
❌ Tidak ada integrasi dengan teknologi IoT atau sistem peringatan otomatis.
❌ Fokus utama masih pada helm dan rompi, tanpa mempertimbangkan perlengkapan lain seperti sarung tangan atau sepatu keselamatan.
Untuk meningkatkan efektivitas sistem, beberapa langkah yang dapat diterapkan meliputi:
Penerapan deep learning dalam pemantauan APD. Dengan membandingkan berbagai model YOLO, penelitian ini menunjukkan bahwa sistem otomatis berbasis AI dapat secara signifikan meningkatkan keselamatan kerja dengan mendeteksi penggunaan APD secara real-time.
Meskipun terdapat beberapa tantangan, pendekatan ini membuka peluang besar untuk inovasi lebih lanjut dalam teknologi keselamatan industri. Dengan pengembangan lebih lanjut, sistem ini dapat menjadi standar baru dalam pemantauan kepatuhan terhadap protokol keselamatan kerja di seluruh dunia.
Sumber Artikel
Guney, E., Altin, H., Asci, A. E., Bayilmis, O. U., & Bayilmis, C. (2024). YOLO-Based Personal Protective Equipment Monitoring System for Workplace Safety. JITSI: Jurnal Ilmiah Teknologi Sistem Informasi, 5(2), 77-85.
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 11 Maret 2025
Keselamatan mesin dalam dunia industri merupakan aspek krusial yang harus diperhatikan guna mengurangi risiko kecelakaan kerja serta meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional. Artikel ini menyoroti prinsip-prinsip dasar penilaian bahaya serta langkah-langkah teknis yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keamanan mesin selama penggunaannya. Dengan analisis berbasis penelitian dokumen (desk research), penelitian ini memverifikasi regulasi hukum serta persyaratan keselamatan mesin dari berbagai sumber terakreditasi.
Uni Eropa telah menerapkan beberapa direktif utama untuk memastikan standar keselamatan mesin yang tinggi, di antaranya:
Regulasi ini mengatur baik produsen maupun pengguna mesin untuk memastikan bahwa produk yang digunakan di tempat kerja aman dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Berdasarkan penelitian ini, salah satu penyebab utama kecelakaan kerja adalah interaksi manusia dengan mesin yang tidak aman. Faktor-faktor risiko utama meliputi:
Strategi utama untuk meningkatkan keselamatan mesin:
Contoh penerapan standar keselamatan mesin dalam industri manufaktur. Salah satu studi kasus penting dalam penelitian ini melibatkan implementasi program LOTO di pabrik produksi otomotif. Hasilnya menunjukkan bahwa setelah penerapan sistem ini:
Salah satu kontribusi utama dari paper ini adalah pembahasan metodologi lima langkah untuk memastikan kesesuaian mesin dengan standar keselamatan:
Kelebihan
✅ Memberikan gambaran komprehensif tentang regulasi keselamatan mesin di Uni Eropa.
✅ Menyajikan studi kasus nyata untuk mendukung argumen utama.
✅ Menawarkan metodologi sistematis untuk meningkatkan keselamatan mesin.
Kekurangan
❌ Fokus utama masih pada regulasi Uni Eropa, tanpa banyak membahas implementasi di negara berkembang.
❌ Tidak memberikan analisis mendalam tentang kendala implementasi di sektor usaha kecil dan menengah.
Untuk meningkatkan keselamatan mesin secara efektif, perusahaan perlu mempertimbangkan langkah-langkah berikut:
Dengan penerapan strategi ini, industri dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.
Pentingnya manajemen keselamatan mesin dalam industri modern, dengan fokus pada standar Uni Eropa yang ketat. Dengan menerapkan prinsip keselamatan yang tepat, perusahaan dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Studi ini memberikan wawasan berharga yang dapat dijadikan referensi bagi pelaku industri dan regulator dalam mengembangkan kebijakan keselamatan yang lebih efektif.
Sumber Artikel
Kielesińska, A., & Pristavka, M. (2019). The Machinery Safety Management - Selected Issues. SYSTEM SAFETY: HUMAN - TECHNICAL FACILITY - ENVIRONMENT, CzOTO, 1(1), 45-52.
Keselamatan Kerja
Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 11 Maret 2025
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek fundamental dalam operasional berbagai industri. Penelitian ini berfokus pada bagaimana faktor-faktor utama dalam OHSMS—seperti kepemimpinan, keterlibatan karyawan, lingkungan kerja, pelatihan, dan manajemen stres—mempengaruhi upaya mitigasi risiko.
Hubungan OHSMS dengan Manajemen Risiko
Data dan Statistik K3
Dampak Pelatihan K3 terhadap Manajemen Risiko
Sebuah perusahaan manufaktur yang meningkatkan anggaran pelatihan K3 sebesar 25% dalam dua tahun mengalami penurunan insiden kerja sebesar 40%. Hasil ini menegaskan temuan dalam penelitian bahwa pelatihan K3 adalah faktor paling berpengaruh dalam pengurangan risiko kerja.
Manajemen Stres di Sektor Transportasi
Perusahaan logistik yang menerapkan program manajemen stres berbasis mindfulness dan fleksibilitas jam kerja mengalami peningkatan produktivitas hingga 18% dan penurunan kecelakaan kerja sebesar 22%.
Keunggulan
Kelemahan
Rekomendasi untuk Peningkatan OHSMS
Efektivitas sistem manajemen keselamatan kerja sangat bergantung pada pelatihan, keterlibatan karyawan, dan pengelolaan stres. Meskipun kepemimpinan tidak menunjukkan dampak yang signifikan dalam studi ini, peran mereka dalam menciptakan budaya keselamatan tetap krusial. Dengan meningkatkan aspek-aspek ini, organisasi dapat secara signifikan mengurangi risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan kesejahteraan karyawan.
Sumber: Vulanovic, S., Zizakov, M., Vasic, S., Delic, M., & Sremcev, N. (2019). The Impact of Occupational Health and Safety (OH&S) Management Systems on Risk Management Practices. Proceedings of the 30th DAAAM International Symposium, pp. 1188-1195, Vienna, Austria.
Keselamatan Kerja
Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 11 Maret 2025
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan faktor krusial dalam operasional bisnis dan industri. OHSMS dikembangkan sebagai respons terhadap berbagai kecelakaan industri besar di era 1970-an dan 1980-an, seperti insiden Flixborough (1974), Seveso (1976), dan Piper Alpha (1987).
Tren Publikasi dan Standar yang Dominan
Sektor dengan Implementasi OHSMS Tertinggi
Penelitian menunjukkan bahwa organisasi yang menerapkan OHSMS mengalami peningkatan produktivitas dan penurunan angka kecelakaan:
Keunggulan
Kekurangan
Rekomendasi
Standar OHSMS memainkan peran penting dalam meningkatkan keselamatan kerja, produktivitas, dan keberlanjutan bisnis. Dengan meningkatnya kepedulian terhadap keselamatan kerja, diharapkan lebih banyak organisasi menerapkan standar ini untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan efisien.
Sumber: Marhavilas, P., Koulouriotis, D., Nikolaou, I., & Tsotoulidou, S. (2018). International Occupational Health and Safety Management-Systems Standards as a Frame for the Sustainability: Mapping the Territory. Sustainability, 10(10), 3663.
Keselamatan Kerja
Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 11 Maret 2025
Keselamatan industri telah menjadi salah satu aspek kritis dalam sektor manufaktur dan rekayasa. Manajemen keselamatan industri telah berkembang sejak Revolusi Industri (1750-1850). Awalnya, minimnya pemahaman mengenai risiko penggunaan mesin menyebabkan banyak kecelakaan kerja. Di Inggris pada tahun 1974, dilaporkan 256.930 kecelakaan, dengan 479 di antaranya bersifat fatal. Di Nigeria pada tahun 1975, tercatat 804 kecelakaan, dengan 12 kasus berujung pada kematian. Dengan meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya keselamatan kerja, banyak perusahaan mulai menerapkan sistem perlindungan bagi pekerja dan membentuk badan-badan keselamatan, seperti National Safety Council di Amerika Serikat pada tahun 1913.
Beberapa metode yang digunakan dalam evaluasi risiko meliputi:
Model keselamatan berdasarkan ISO 14121, yang mencakup lima langkah utama:
Contoh penerapan keselamatan di berbagai sektor:
Fungsi utama manajemen keselamatan:
Kaitan Antara Keselamatan dan Produktivitas
Manajemen keselamatan yang baik tidak hanya melindungi pekerja tetapi juga meningkatkan produktivitas. Studi di Lockheed Martin Paducah Plant menunjukkan bahwa budaya keselamatan yang kuat meningkatkan produktivitas hingga 24%, sekaligus menurunkan biaya produksi sebesar 20%. Hal ini membuktikan bahwa investasi dalam keselamatan dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja bisnis.
Keunggulan:
Kelemahan:
Rekomendasi:
Pentingnya keselamatan industri dan bagaimana penerapan sistem manajemen keselamatan yang baik dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja. Dengan mengadopsi model yang diusulkan, perusahaan dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja sekaligus meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional.
Sumber: Industrial Safety Engineering - SMEA3017, School of Mechanical Engineering.
Keselamatan Kerja
Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 11 Maret 2025
Manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi aspek penting dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan industri. Model yang diusulkan dalam penelitian ini menggabungkan pendekatan berbasis data dengan penilaian ahli guna:
Faktor Risiko dalam Industri Logam
Penelitian ini mengidentifikasi 30 faktor risiko utama yang dikelompokkan dalam 8 kategori:
Analisis DEMATEL: Hubungan Antar Risiko
Analisis ANP: Pemberian Bobot Risiko
Bobot risiko yang diperoleh dari ANP menunjukkan lima faktor risiko dengan dampak tertinggi:
Faktor psikososial seperti stres kerja (K81) dan kejelasan tugas (K82) juga memiliki bobot yang cukup tinggi, menunjukkan pentingnya faktor ini dalam mencegah kecelakaan kerja.
Analisis TOPSIS: Peringkat Risiko di Unit Kerja
Berdasarkan analisis TOPSIS, peringkat unit kerja berdasarkan tingkat risiko adalah:
Sebagai implementasi, perusahaan industri logam yang menjadi subjek studi mencatat adanya peningkatan kecelakaan dari 12 kasus (2015) menjadi 26 kasus (2018). Dengan menerapkan model ini, perusahaan dapat mengidentifikasi faktor utama penyebab kecelakaan dan memprioritaskan langkah mitigasi risiko.
Keunggulan:
Kelemahan:
Rekomendasi untuk Peningkatan Manajemen Keselamatan
Paper ini memberikan wawasan berharga tentang pentingnya analisis risiko berbasis multi-kriteria dalam meningkatkan keselamatan kerja di industri logam. Model yang diusulkan dapat membantu perusahaan mengidentifikasi dan mengelola risiko secara lebih efektif. Meskipun masih memiliki keterbatasan, pendekatan ini dapat menjadi dasar bagi penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan keselamatan kerja di berbagai sektor industri.
Sumber: Safinaz Esra Ciftci, Feyzan Arikan. A Multiple Criteria Risk Analysis Model and a Case Study in Metal Industry. Open Journal of Business and Management, Vol. 8, 2020, pp. 2048-2070.