Pertanian

Penjelasan Mengenai Ketahanan Pangan

Dipublikasikan oleh Sirattul Istid'raj pada 29 April 2025


Ketahanan pangan, juga dikenal sebagai jaminan pangan, merujuk pada ketersediaan pangan dan kemampuan individu untuk mengaksesnya. Ketika sebuah rumah tangga memiliki ketahanan pangan, berarti penghuninya tidak mengalami kelaparan atau hidup dalam ketakutan akan kelaparan. Faktor-faktor seperti kekeringan, gangguan dalam distribusi, kekurangan bahan bakar, instabilitas ekonomi, konflik, dan lain sebagainya dapat mengganggu ketahanan pangan. Evaluasi ketahanan pangan mencakup keswadayaan individu (self-sufficiency) dan ketergantungan eksternal, yang melibatkan berbagai risiko.

Komponen utama ketahanan pangan, menurut World Health Organization, meliputi ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan. Ketersediaan pangan mencakup kemampuan memiliki pangan yang cukup untuk kebutuhan dasar, sedangkan akses pangan melibatkan kemampuan untuk mendapatkan bahan pangan yang bernutrisi secara ekonomi dan fisik. Pemanfaatan pangan mencakup kemampuan dalam memanfaatkan bahan pangan dengan tepat, sementara FAO menambahkan kestabilan dari ketiga komponen tersebut dalam jangka waktu yang panjang.

Di India, kebijakan pangan seperti subsidi yang diberikan oleh pemerintah berdampak pada akses masyarakat terhadap bahan pangan. Melalui sebuah rencana ambisius, pemerintah India berencana memberikan subsidi kepada dua pertiga populasi negara tersebut. Rencana ini akan memberikan lima kilogram bahan pangan berharga murah setiap bulannya kepada 800 juta penduduk miskin.

Pertumbuhan produksi pangan per kapita selalu meningkat sejak tahun 1961. Sumber: Food and Agriculture Organization.

Sejarah Singkat

Ketahanan pangan adalah kondisi yang berkaitan dengan ketersediaan pangan yang berkelanjutan. Kekhawatiran terhadap ketahanan pangan telah ada sepanjang sejarah manusia. Misalnya, sejak 10.000 tahun yang lalu, lumbung padi Tiongkok berperan sebagai pusat peradaban Tiongkok kuno dan Mesir kuno. Pada masa kelaparan, masyarakat mengalami kesulitan hidup tanpa makanan yang cukup. Namun, konsep ketahanan pangan pada awalnya hanya dipahami pada tingkat nasional, di mana suatu negara dianggap memiliki ketahanan pangan jika produksi pangan meningkat untuk memenuhi permintaan dan menjaga stabilitas harga. Definisi baru mengenai ketahanan pangan diperkenalkan pada Konferensi Tingkat Tinggi Pangan Dunia pada tahun 1966. Definisi ini menekankan ketahanan pangan dari sudut pandang individu daripada negara.

Pilar Ketahanan Pangan

Ketersediaan pangan berkaitan dengan aspek produksi, distribusi, dan pertukaran pangan. Produksi pangan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kepemilikan lahan, manajemen tanah, pemilihan dan manajemen tanaman pertanian, serta pemuliaan dan manajemen hewan ternak. Distribusi pangan melibatkan penyimpanan, pemrosesan, transportasi, pengemasan, dan pemasaran bahan pangan. Infrastruktur dan teknologi penyimpanan pangan memengaruhi jumlah bahan pangan yang hilang selama proses distribusi. Akses pangan mengacu pada kemampuan seseorang untuk membeli dan mengalokasikan bahan pangan, serta faktor selera dan preferensi individu dan rumah tangga. Akses terhadap bahan pangan bergantung pada pendapatan, kepemilikan lahan, dan lokasi geografis. Pemanfaatan pangan dipengaruhi oleh keamanan pangan, penyediaan fasilitas kesehatan, sanitasi, dan edukasi tentang nutrisi dan penyiapan makanan. Stabilitas pangan mencakup kemampuan seseorang untuk mendapatkan bahan pangan secara konsisten selama periode waktu tertentu, baik dalam situasi transisi, musiman, maupun permanen. Stabilitas pangan merupakan tingkat tertinggi dalam kepemilikan atau penguasaan pangan, setelah ketahanan pangan dan kemandirian pangan.

Tantangan Menuju Ketahanan Pangan

  1. Erosi Tanah dan Degradasi Lahan: Proses erosi tanah oleh angin dan degradasi lahan akibat praktik pertanian intensif mengancam kesuburan tanah dan hasil panen. Sekitar 40% lahan pertanian dunia mengalami degradasi serius, yang jika terus berlanjut dapat mengakibatkan kekurangan pangan di beberapa wilayah, seperti yang terjadi di Afrika.

  2. Hama dan Penyakit: Penyakit tanaman seperti penyakit Ug99 pada gandum dapat mengakibatkan kerugian hasil panen hingga 100%, mengancam ketersediaan pangan. Pemanfaatan keanekaragaman genetika dapat membantu dalam menciptakan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap penyakit.

  3. Krisis Air Global: Penurunan tinggi muka air tanah akibat pemompaan berlebihan telah menyebabkan kelangkaan air di beberapa negara. Hal ini berpotensi menyebabkan penurunan produksi tanaman pangan dan kenaikan harga pangan, seperti yang terjadi di beberapa negara Asia dan Afrika.

  4. Perebutan Lahan: Kepemilikan lahan lintas batas negara semakin meningkat, dengan beberapa negara atau perusahaan mengamankan lahan di negara lain untuk tujuan pertanian atau produksi biofuel. Ini dapat mengakibatkan persaingan yang lebih ketat dalam akses lahan untuk produksi pangan.

  5. Perubahan Iklim: Fenomena cuaca ekstrem seperti kekeringan dan banjir diperkirakan akan meningkat akibat perubahan iklim. Ini akan berdampak pada produktivitas pertanian dan ketersediaan pangan di masa depan, serta dapat meningkatkan harga pangan. Daerah-daerah di sekitar Himalaya dan sungai-sungai besar seperti Ganga di India dapat terpengaruh secara signifikan oleh perubahan iklim, mengancam ketahanan pangan penduduk setempat.

Dampak dari tantangan ini dapat mengancam ketahanan pangan global dan memerlukan langkah-langkah adaptasi dan mitigasi yang tepat untuk menjaga ketersediaan pangan di masa depan.


Dissadur dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Ketahanan_pangan

Selengkapnya
Penjelasan Mengenai Ketahanan Pangan

Pertanian

Penjelasan Studi Proses Ekologi Pertanian

Dipublikasikan oleh Sirattul Istid'raj pada 29 April 2025


Ekologi Pertanian adalah studi tentang proses ekologi yang mengatur sistem produksi pertanian, dengan membawa prinsip-prinsip ekologi ke dalam ekosistem pertanian. Istilah ini sering disalahartikan sebagai "sains, olahraga, praktik" meskipun sebenarnya lebih tepat didefinisikan sebagai bidang ilmu yang berkaitan dengan ekosistem pertanian daripada metode pertanian spesifik.

Strategi ekologi

Pakar ekologi pertanian mendukung penggunaan teknologi dalam pertanian dengan mempertimbangkan aspek keberagaman hayati, sosial, dan manusia. Mereka menganggap bahwa teknologi harus digunakan secara bijaksana sesuai dengan karakteristik unik dari setiap ekosistem pertanian. Studi ekologi pertanian mengkaji produktivitas, stabilitas, keberlanjutan, dan kesetaraan dalam ekosistem pertanian, dengan pendekatan interdisipliner yang melibatkan ilmu alam, sosial, ekonomi, dan budaya.

Pendekatan

Ekologi pertanian didefinisikan sebagai studi tentang hubungan antara tanaman pertanian dan lingkungan, serta interaksi antara tanaman, hewan, manusia, dan lingkungan dalam sistem pertanian. Pendekatan ekologi pertanian dapat bervariasi tergantung pada lokasi geografisnya, dengan fokus politik yang berbeda-beda di berbagai belahan bumi. Di samping itu, terdapat pendekatan berbasis ekologi populasi yang menganalisis dinamika populasi spesies dalam ekosistem pertanian.

Ekologi pertanian inklusif menganggapnya sebagai bagian integral dari pertanian secara keseluruhan, dengan mempertimbangkan hubungan antara ekologi alam dan ekologi pertanian. Ini menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan pertanian yang terencana dengan baik, di mana manusia berinteraksi dengan organisme dalam lingkungan tersebut.


Disadur dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Ekologi_pertanian

Selengkapnya
Penjelasan Studi Proses Ekologi Pertanian

Pertanian

Dukungan Pemerintah Terhadap Subsidi Pertanian

Dipublikasikan oleh Sirattul Istid'raj pada 29 April 2025


Subsidi pertanian adalah dukungan keuangan yang diberikan oleh pemerintah kepada petani dan pelaku bisnis pertanian untuk membantu mendukung pendapatan mereka, mengatur pasokan komoditas pertanian, dan memengaruhi permintaan serta penawaran komoditas tertentu. Subsidi ini dapat diberikan untuk berbagai jenis komoditas, baik hasil pertanian maupun hasil peternakan, dan bisa bersifat umum atau ditujukan untuk tujuan penggunaan khusus, seperti dalam program pemberian makanan di sekolah. Meskipun demikian, subsidi pertanian sering kali menjadi topik kontroversial karena keterlibatan besar perusahaan agribisnis yang memiliki kepentingan politik dan ekonomi dalam hal tersebut.

Dampak Subsidi Pertanian

Subsidi pertanian berfungsi sebagai aliran uang dari pembayar pajak ke pemilik lahan usaha tani, namun dampaknya kompleks dan sering kontroversial.

1. Perdagangan Internasional dan Harga Pangan Global

Subsidi komoditas pertanian yang diekspor dapat menurunkan harga global, menguntungkan konsumen di negara berkembang. Namun, hal ini merugikan petani non-subsidi dan meningkatkan kemiskinan dengan mengurangi harga pangan. Perdebatan seputar subsidi pertanian sering menghambat pembicaraan perdagangan internasional.

2. Kemiskinan di Negara Berkembang

Subsidi pertanian di negara maju menurunkan harga pangan global, sehingga petani di negara berkembang sulit bersaing. Dampaknya termasuk peningkatan kemiskinan di kalangan petani non-subsidi. Contohnya, Haiti mengalami penurunan produksi beras lokal karena tidak bisa bersaing dengan impor beras yang disubsidi.

3. Dampak pada Asupan Nutrisi

Subsidi pangan berkalori tinggi dapat menyebabkan obesitas karena harga yang murah. Misalnya, jagung digunakan sebagai pakan ternak, meningkatkan kandungan lemak dalam daging sapi. Namun, penelitian mengenai kaitan kebijakan pertanian dengan obesitas masih kontroversial.

4. Dampak Lingkungan

Subsidi pada pertanian skala besar mendorong pertanian monokultur yang merusak lingkungan dan mengancam keberlangsungan lebah sebagai penyerbuk alami. Subsidi pada industri daging juga menyebabkan masalah lingkungan seperti emisi gas rumah kaca dan konsumsi air yang besar.

Intervensi pemerintah melalui subsidi pertanian dapat mengganggu mekanisme pasar, memengaruhi produksi dan harga komoditas, serta menyebabkan ketidakadilan ekonomi.

Subsidi Pertanian di Berbagai Wilayah

  1. Uni Eropa

    • Pada tahun 2010, Uni Eropa mengalokasikan 47 Miliar Euro untuk pertanian, dengan sebagian besar subsidi didasarkan pada luas lahan yang dikelola. Sektor pertanian dan perikanan menerima 40% dari dana tersebut.
  2. Afrika

    • Peningkatan harga pangan dan pupuk telah meningkatkan kerawanan pangan di wilayah perkotaan dan pedesaan di beberapa negara miskin di Afrika. Kebijakan baru berfokus pada peningkatan produktivitas tanaman pangan pokok.
  3. Selandia Baru

    • Selandia Baru memiliki sistem pertanian dengan pasar yang sangat terbuka setelah reformasi pada tahun 1984 yang menghentikan semua jenis subsidi. Subsidi pertanian di negara lain dianggap sebagai hambatan bagi Selandia Baru dalam bersaing sebagai negara pengekspor bahan pertanian.
  4. Amerika Serikat

    • Amerika Serikat memberikan subsidi sekitar US$ 20 miliar per tahun kepada petani melalui U.S. farm bill. Program ini telah mengalami perubahan signifikan dari tahun 1930an hingga saat ini, dengan sebagian besar subsidi diberikan kepada produsen jagung karena kebijakan energi yang mengarah pada produksi etanol dari jagung.
  5. Asia

    • Subsidi pertanian tetap menjadi topik utama dalam perdagangan global. Jepang dan Korea Selatan termasuk di antara negara-negara di Asia yang memberikan subsidi besar kepada petani mereka, meskipun ada upaya untuk mengubah sektor pertanian di Korea Selatan yang dihadapi dengan resistensi dari berbagai pihak.

 
Disadur dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Subsidi_pertanian

Selengkapnya
Dukungan Pemerintah Terhadap Subsidi Pertanian

Pertanian

Penjelasan Untuk Pertanian Berkelanjutan

Dipublikasikan oleh Sirattul Istid'raj pada 29 April 2025


Pertanian berkelanjutan adalah gerakan pertanian yang menerapkan prinsip-prinsip ekologi, yang mempelajari hubungan antara organisme hidup dan lingkungannya. Pertanian berkelanjutan didefinisikan sebagai sistem terpadu praktik produksi tumbuhan dan hewan dalam satu lokasi, yang memiliki fungsi jangka panjang berikut:

  1. Memenuhi kebutuhan pangan manusia dan serat.
  2. Peningkatan kualitas lingkungan dan sumber daya alam yang berbasis pertanian.
  3. Penggunaan yang sangat efisien dari sumber daya alam tak terbarukan.
  4. Pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lahan pertanian secara terpadu, dengan penggunaan pengendalian dan siklus biologis untuk meningkatkan kualitas hidup petani dan masyarakat secara keseluruhan.

Meskipun demikian, pertanian berkelanjutan sering kali dianggap sebagai langkah menuju tujuan, bukan tujuan itu sendiri. Pertanian yang benar-benar berkelanjutan bertujuan untuk mengurangi konsumsi energi, meminimalkan dampak terhadap lingkungan, mengurangi penggunaan barang-barang kemasan, mendorong pembelian lokal melalui rantai pasokan pangan yang pendek, mengurangi konsumsi bahan makanan olahan, dan meningkatkan kegiatan berkebun di masyarakat dan di rumah. Meskipun beberapa pihak berpendapat bahwa pertanian berkelanjutan mungkin menghadapi tantangan secara ekonomi.

Sumber Daya Pertanian Berlanjutan

Sumber daya alam merupakan komponen vital dalam pertanian berkelanjutan, yang menggabungkan prinsip-prinsip ekologi dalam praktik produksi tanaman dan hewan. Faktor seperti cahaya matahari, udara, tanah, dan air memegang peranan penting dalam pemanfaatan sumber daya alam di lahan pertanian. Pengelolaan yang baik terhadap faktor ini sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan pertanian. Pentingnya nutrisi tanah menjadi perhatian dalam pertanian berkelanjutan, di mana pengembalian nutrisi ke tanah menjadi kunci dalam meminimalkan penggunaan sumber daya alam non-terbarukan seperti gas alam dan mineral. Cara pengembalian nutrisi dapat dilakukan melalui berbagai metode, seperti daur ulang sampah organik, tanaman legum, produksi nitrogen industri, serta teknologi rekayasa genetika.

Pengelolaan air juga merupakan aspek penting dalam pertanian berkelanjutan, di mana irigasi yang tepat dan manajemen drainase sangat diperlukan untuk mencegah salinisasi tanah dan menjaga keberlanjutan sumber daya air. Erosi tanah juga menjadi perhatian utama, di mana metode pertanian tanpa pembajakan dan desain jalur kunci menjadi solusi untuk mengurangi erosi tanah. Selain itu, ketersediaan lahan pertanian juga menjadi isu penting, terutama dengan meningkatnya permintaan akan bahan pangan dan tekanan untuk memperluas lahan pertanian. Namun, perlu diingat bahwa perluasan lahan pertanian juga berkontribusi pada deforestasi dan kehilangan biodiversitas, sehingga pengelolaan lahan yang bijaksana sangat diperlukan.

Di sisi energi, pertanian berkelanjutan juga berupaya untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dengan mengembangkan teknologi energi terbarukan dalam rantai produksi pangan. Hal ini menjadi penting mengingat keterbatasan dan kenaikan harga bahan bakar fosil yang dapat mempengaruhi ketahanan pangan global. Dengan demikian, upaya untuk memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan dalam pertanian adalah kunci untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan memastikan ketahanan pangan jangka panjang.


Disadur dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian_berkelanjutan

Selengkapnya
Penjelasan Untuk Pertanian Berkelanjutan

Pertanian

Pengertian Dari Agronomi

Dipublikasikan oleh Sirattul Istid'raj pada 29 April 2025


Pertanian mencakup proses ilmiah dan teknologi yang terlibat dalam membudidayakan dan memanfaatkan tanaman untuk berbagai tujuan seperti makanan, bahan bakar, serat, bahan kimia, rekreasi, dan pelestarian lahan. Pertanian modern juga mencakup bidang penelitian seperti genetika tanaman, fisiologi tanaman, meteorologi, dan ilmu tanah. Ini melibatkan aplikasi interdisipliner bidang-bidang seperti biologi, kimia, ekonomi, ekologi, ilmu bumi, dan genetika. Para profesional yang berspesialisasi dalam bidang pertanian disebut sebagai ahli agronomi.

Sejarah Agronomi:

Pemuliaan Tanaman

Bidang agronomi ini mencakup pemuliaan selektif tanaman untuk menghasilkan tanaman terbaik untuk berbagai kondisi. Pemuliaan tanaman telah meningkatkan hasil panen dan meningkatkan nilai gizi berbagai tanaman, termasuk jagung, kedelai, dan gandum. Ini juga menghasilkan pengembangan jenis tanaman baru. Sebagai contoh, gandum hibrida yang dinamakan tritikale diproduksi dengan persilangan antara gandum dan gandum. Tritikale mengandung protein yang lebih mudah dicerna daripada baik gandum maupun gandum. Agronomi juga telah menjadi instrumen penting untuk penelitian produksi buah dan sayuran. Selain itu, penerapan pemuliaan tanaman untuk pengembangan rumput-rumputan telah menghasilkan pengurangan dalam permintaan pupuk dan input air, serta jenis rumput dengan resistensi penyakit yang lebih tinggi.

Bioteknologi

Agronom menggunakan bioteknologi untuk memperpanjang dan mempercepat pengembangan karakteristik yang diinginkan. Bioteknologi seringkali merupakan kegiatan laboratorium yang membutuhkan pengujian lapangan terhadap varietas tanaman baru yang dikembangkan. Selain meningkatkan hasil panen, bioteknologi agronomi semakin banyak digunakan untuk penggunaan baru selain pangan. Sebagai contoh, biji-bijian saat ini digunakan terutama untuk margarin dan minyak makan lainnya, tetapi dapat dimodifikasi untuk menghasilkan asam lemak untuk deterjen, bahan bakar pengganti, dan petrokimia.

Ilmu Tanah

Agronom mempelajari cara berkelanjutan untuk membuat tanah lebih produktif dan menguntungkan. Mereka mengklasifikasikan tanah dan menganalisisnya untuk menentukan apakah mengandung nutrisi penting untuk pertumbuhan tanaman. Makronutrien umum yang dianalisis meliputi senyawa nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, dan belerang. Tanah juga dinilai untuk beberapa mikronutrien, seperti seng dan boron. Persentase bahan organik, pH tanah, dan kapasitas penahanan nutrisi juga diuji di laboratorium regional. Agronom akan menginterpretasikan laporan laboratorium ini dan memberikan rekomendasi untuk memodifikasi nutrisi tanah guna pertumbuhan tanaman optimal.

Konservasi Tanah

Selain itu, agronom mengembangkan metode untuk menjaga tanah dan mengurangi efek erosi oleh angin dan air. Sebagai contoh, teknik yang dikenal sebagai tanam kontur dapat digunakan untuk mencegah erosi tanah dan mengonservasi curah hujan. Peneliti agronomi juga mencari cara untuk menggunakan tanah lebih efektif dalam menyelesaikan masalah lain. Masalah-masalah tersebut termasuk pembuangan kotoran manusia dan hewan, polusi air, dan akumulasi pestisida di tanah, serta menjaga tanah untuk generasi mendatang seperti pembakaran padang setelah produksi tanaman. Teknik manajemen padang rumput meliputi pertanian tanpa pembajakan, penanaman rumput pengikat tanah di sepanjang kontur pada lereng curam, dan menggunakan saluran kontur dengan kedalaman hingga 1 meter.

Agroekologi

Agroekologi adalah pengelolaan sistem pertanian dengan penekanan pada aplikasi ekologi dan lingkungan. Topik ini erat terkait dengan pekerjaan untuk pertanian berkelanjutan, pertanian organik, dan sistem pangan alternatif serta pengembangan sistem penanaman alternatif.

Model Teoritis

Ekologi produksi teoritis adalah studi kuantitatif tentang pertumbuhan tanaman. Tanaman diperlakukan sebagai jenis pabrik biologis, yang mengolah cahaya, karbon dioksida, air, dan nutrisi menjadi produk yang dapat dipanen. Parameter utama yang dipertimbangkan adalah suhu, sinar matahari, biomassa tanaman yang berdiri, distribusi produksi tanaman, serta pasokan nutrisi dan air.


Disadur dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Agronomi

 

Selengkapnya
Pengertian Dari Agronomi

Teknik Industri

Mengenal Python: Bahasa Pemrograman Populer dengan Keterbacaan Kode yang Tinggi

Dipublikasikan oleh Sirattul Istid'raj pada 29 April 2025


Python, bahasa pemrograman yang ditafsirkan dan tingkat tinggi, telah menjadi salah satu bahasa pemrograman yang paling populer di dunia sejak dirilis pada tahun 1991 oleh Guido van Rossum. Filosofi desain Python menitikberatkan pada keterbacaan kode dan penggunaan spasi putih yang signifikan, membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk proyek-proyek skala kecil maupun besar.

Salah satu keunggulan Python adalah kemampuannya dalam menangani berbagai paradigma pemrograman, termasuk pemrograman terstruktur, berorientasi objek, dan fungsional. Dikenal sebagai bahasa "termasuk baterai", Python dilengkapi dengan perpustakaan standar yang luas, memungkinkan pengguna untuk mengakses berbagai fungsi dan alat tanpa perlu menginstal tambahan.

Sejak dirilisnya Python 2.0 pada tahun 2000, bahasa ini telah mengalami beberapa pembaruan signifikan, termasuk fitur-fitur seperti pemahaman daftar dan sistem pengumpulan sampah yang lebih canggih. Pada tahun 2008, Python 3.0 diperkenalkan sebagai revisi utama, meskipun tidak sepenuhnya kompatibel dengan versi sebelumnya. Hal ini membutuhkan modifikasi pada kode Python 2 untuk dapat berjalan pada Python 3.

Python memiliki keunggulan dalam ketersediaannya untuk berbagai sistem operasi. Implementasi referensi Python, yang dikenal sebagai CPython, dikembangkan dan dipelihara oleh komunitas pemrogram global. Python Software Foundation, sebuah organisasi nirlaba, bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengembangan sumber daya Python dan CPython.

Sebagai salah satu bahasa pemrograman paling populer di dunia, Python secara konsisten menduduki peringkat teratas dalam daftar bahasa pemrograman yang diminati oleh para pengembang. Keunggulan Python dalam keterbacaan kode, fleksibilitas, dan kemampuan yang luas menjadikannya pilihan yang sangat dihargai dalam berbagai industri dan proyek pengembangan perangkat lunak.

Sejarah dan Filosofi Python

Python, bahasa pemrograman yang diciptakan pada akhir 1980-an oleh Guido van Rossum di Belanda, merupakan kelanjutan dari bahasa ABC dan memiliki kemampuan untuk menangani pengecualian serta berinteraksi dengan sistem operasi Amoeba. Implementasinya dimulai pada bulan Desember 1989, dengan van Rossum sebagai pengembang utama hingga Juli 2018, ketika dia mengumumkan "liburan permanen" dari tanggung jawabnya sebagai Benevolent Dictator For Life Python. Python 2.0 dirilis pada tahun 2000 dengan berbagai fitur baru, termasuk pengumpul sampah pendeteksian siklus dan dukungan untuk Unicode.

Tanggal akhir penggunaan Python 2.7 awalnya dijadwalkan pada tahun 2015, namun ditunda hingga tahun 2020 karena banyaknya kode yang tidak dapat dengan mudah dilanjutkan ke Python 3. Pada 2022, perilisan Python 3.10.4 dan 3.9.12 dipercepat karena masalah keamanan, sementara versi 3.6 dan yang lebih lama tidak lagi didukung. Python memperoleh popularitasnya sebagai salah satu bahasa pemrograman paling populer.

Python adalah bahasa pemrograman multi-paradigma, mendukung pemrograman berorientasi objek, terstruktur, fungsional, dan berorientasi aspek. Desainnya menawarkan dukungan untuk pemrograman fungsional dalam tradisi Lisp dengan fungsi seperti filter, map, dan reduce, serta pemahaman daftar, kamus, set, dan ekspresi generator. Filosofi Python diuraikan dalam dokumen The Zen of Python, menekankan nilai-nilai seperti kecantikan, keterbacaan, dan kesederhanaan.

Python dirancang untuk menjadi sangat dapat dikembangkan dan modular, dengan perpustakaan standar yang besar dan penerjemah yang mudah diperluas. Visi van Rossum terhadap bahasa inti kecil dengan perpustakaan yang luas berasal dari pengalamannya dengan bahasa ABC. Python juga dikenal karena pendekatannya yang menyenangkan dan ramah pengguna, tercermin dalam namanya yang terinspirasi oleh grup komedi Inggris Monty Python.

Pengguna dan penggemar Python sering disebut sebagai Pythonistas, dan bahasa ini terus berkembang dengan komunitas yang kuat di belakangnya. Dengan sejarah yang kaya dan filosofi yang kuat, Python tetap menjadi salah satu bahasa pemrograman yang paling diminati dan dipilih oleh pengembang di seluruh dunia.

Sintaks dan Semantik Python

Python dikenal sebagai bahasa pemrograman yang mudah dibaca dan dipahami. Sintaksnya bersih dan tidak berantakan secara visual, sering menggunakan kata kunci bahasa Inggris daripada tanda baca. Berbeda dengan bahasa lain seperti C atau Pascal, Python tidak menggunakan tanda kurung awal untuk membatasi blok, dan pernyataan titik koma setelahnya bersifat opsional.

Indentasi adalah kunci dalam Python, menggunakan spasi untuk membatasi blok kode. Peningkatan indentasi menandakan awal blok, sedangkan penurunan indentasi menandakan akhir blok. Ini memastikan bahwa struktur visual program mencerminkan struktur semantiknya dengan akurat.

Python menawarkan beragam pernyataan dan kontrol aliran, termasuk if, else, elif, for, while, try, except, raise, class, def, with, break, continue, pass, assert, yield, dan import. Pernyataan-pernyataan ini memberikan fleksibilitas dalam menulis kode dan menangani pengecualian, iterasi, dan banyak lagi.

Python juga memiliki konsep metode pada objek, yang memungkinkan fungsi yang dilampirkan ke kelas objek. Penulisan kode Python menganut prinsip duck typing, memungkinkan variabel tanpa tipe yang ditentukan tetapi objek yang diketik. Operasi aritmatika seperti penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dapat dilakukan dengan mudah menggunakan simbol yang terintegrasi dalam bahasa.

Hierarki tipe standar di Python 3

Dengan kesederhanaan sintaks dan semantiknya, Python menjadi pilihan yang populer di kalangan pengembang. Keterbacaan dan kemudahan penggunaan membuatnya menjadi bahasa yang ideal untuk berbagai proyek, dari yang sederhana hingga yang kompleks. Dengan Python, kompleksitas kode dapat dikurangi tanpa mengorbankan fungsionalitas, menjadikannya salah satu bahasa pemrograman yang paling diminati dan digunakan di seluruh dunia.


Disadur dari: id.wikipedia.org/wiki/Python

Selengkapnya
Mengenal Python: Bahasa Pemrograman Populer dengan Keterbacaan Kode yang Tinggi
« First Previous page 568 of 1.402 Next Last »