Perhubungan

Perkeretaapian di Indonesia: Jejak PT Kereta Api Indonesia dalam Menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra

Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 07 Februari 2025


PT Kereta Api Indonesia (Persero), atau yang lebih dikenal sebagai KAI, adalah sebuah perusahaan milik negara di Indonesia yang bergerak di bidang perkeretaapian. Mereka memiliki kantor daerah operasi, divisi regional, dan balai yasa yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatra.

Jalur kereta api yang digunakan oleh PT Kereta Api Indonesia dimiliki oleh negara dan dikelola oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian di Kementerian Perhubungan. PT KAI bertanggung jawab sebagai penyelenggara prasarana. Sebagian besar jalur kereta api tersebut adalah peninggalan Belanda, sementara yang lainnya adalah jalur baru seperti percabangan menuju bandara. PT KAI juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara bukan pajak melalui track access charge (TAC) dan menerima biaya perawatan infrastruktur dan operasional dari pemerintah.

Jalur kereta api tersebar di Sumatra dan Jawa. Di Jawa, setiap kota penting memiliki beberapa stasiun kereta api utama dan dilintasi oleh jalur kereta api lintas utama. Jalur ini menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya di lintas utara, Jakarta-Purwokerto-Surabaya di lintas tengah, dan Bandung-Yogyakarta-Surabaya di lintas selatan Pulau Jawa. Selain jalur utama ini, terdapat juga jalur penghubung seperti lintas perkotaan Jabodetabek, Gerbangkertosusila, dan Bandung Raya, serta Surabaya-Banyuwangi, Tegal-Prupuk, Cikampek-Bandung, Cibatu-Garut, Maos-Cilacap, Semarang-Solo, dan Kertosono-Malang-Bangil.

Di Sumatra, jalur kereta apinya terpisah. Sumatera Utara dan Aceh dilayani di jalur Medan-Rantau Prapat/Belawan/Siantar/Tanjungbalai serta KruengPT Kereta Api Indonesia (Persero), atau yang lebih dikenal sebagai KAI, adalah perusahaan milik negara Indonesia yang bergerak di bidang perkeretaapian. Mereka memiliki kantor daerah operasi, divisi regional, dan balai yasa yang terletak di Pulau Jawa dan Sumatra.

Jalur kereta api yang digunakan oleh PT Kereta Api Indonesia dimiliki oleh negara dan dikelola oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian di Kementerian Perhubungan. PT KAI bertanggung jawab sebagai penyelenggara prasarana. Sebagian besar jalur kereta api tersebut adalah peninggalan kolonial Belanda, sementara jalur-jalur baru juga telah dibangun, termasuk jalur-jalur yang menghubungkan dengan bandara. PT KAI juga merupakan penyumbang terbesar bagi penerimaan negara bukan pajak di sektor perkeretaapian melalui track access charge (TAC), dan mereka menerima biaya perawatan infrastruktur dan operasional dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Jalur kereta api tersebar di Pulau Jawa dan Sumatra. Di Pulau Jawa, setiap kota penting memiliki beberapa stasiun kereta api utama dan dilalui oleh jalur-jalur kereta api lintas utama. Terdapat tiga jalur utama yang membentang dari Jakarta ke Semarang dan Surabaya di lintas utara, Jakarta ke Purwokerto dan Surabaya di lintas tengah, serta Bandung ke Yogyakarta dan Surabaya di lintas selatan Pulau Jawa. Selain itu, terdapat juga jalur-jalur penghubung seperti lintas perkotaan Jabodetabek, Gerbangkertosusila, dan Bandung Raya, serta jalur-jalur seperti Surabaya-Banyuwangi, Tegal-Prupuk, Cikampek-Bandung, Cibatu-Garut, Maos-Cilacap, Semarang-Solo, dan Kertosono-Malang-Bangil.

Di Sumatra, jalur kereta api terpisah. Sumatera Utara dan Aceh dilayani oleh jalur Medan-Rantau Prapat/Belawan/Siantar/Tanjungbalai, serta jalur Krueng Mane-Krueng Geukueh di Aceh. Jalur kereta api Sumatera Barat hanya aktif pada jalur Padang-Naras/Kayu Tanam untuk layanan penumpang, dan jalur Bukit Putus-Indarung untuk KA Semen Padang. Di Sumatera Selatan, terdapat jalur-jalur kereta api untuk batu bara serta layanan penumpang unggulan dari Lubuklinggau ke Palembang dan dari Palembang ke Bandar Lampung (Tanjungkarang).

Beberapa peningkatan juga telah dilakukan pada jalur-jalur kereta api yang masih aktif maupun yang tidak aktif. Saat ini, jalur KA lintas utara Jawa telah sepenuhnya ganda, dan segmen ganda lintas tengah Jawa juga telah selesai, seperti ruas Cirebon-Kroya-Mojokerto dan segmen Mojokerto-Sepanjang yang telah beroperasi, meskipun segmen terakhir, yaitu Sepanjang-Wonokromo, masih dalam rencana. Jalur-jalur kereta api yang tidak aktif saat ini sedang direaktivasi, seperti lintas Cipatat-Padalarang dan Kutoarjo-Purworejo di Jawa, serta Besitang-Binjai di Sumatera Utara. Sebelumnya, jalur kereta api Tarik-Sidoarjo telah direaktivasi untuk persiapan relokasi jalur akibat semburan lumpur panas PT Lapindo Brantas Inc. di Porong, Sidoarjo.

Sumber: id.wikipedia.org

 

Selengkapnya
Perkeretaapian di Indonesia: Jejak PT Kereta Api Indonesia dalam Menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra

Perhubungan

Layanan KRL Basoetta: Solusi Cepat dan Nyaman Menuju Bandara Soekarno-Hatta

Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 07 Februari 2025


Kereta Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta), atau yang juga dikenal sebagai Lin Soekarno-Hatta, adalah layanan kereta ekspres bandara yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia (KAI) dan dikelola oleh KAI Commuter. Layanan ini menghubungkan Bandara Soekarno-Hatta dengan beberapa stasiun di Jakarta, seperti Stasiun Duri, Stasiun Rawa Buaya, Stasiun Sudirman Baru, dan Stasiun Manggarai. KRL Basoetta menggunakan rangkaian kereta KRL seri EA 203 yang diproduksi oleh PT INKA dan Bombardier Transportation.

Sejak tanggal 1 Januari 2023, pengelolaan Lin Soekarno-Hatta telah dialihkan dari KAI Bandara ke KAI Commuter. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan kepada penumpang.

Rute perjalanan KRL Basoetta dimulai dari Stasiun Bandara Soekarno-Hatta dan melalui beberapa stasiun di Jakarta. Awalnya, penumpang hanya dapat naik dan turun di Sudirman Baru. Namun, sejak tanggal 10 Oktober 2019, Stasiun Manggarai juga melayani penumpang Lin Soekarno-Hatta.

KRL Basoetta menjadi alternatif transportasi yang nyaman dan cepat bagi para penumpang yang ingin mencapai Bandara Soekarno-Hatta. Dengan menggunakan kereta api, para penumpang dapat menghindari kemacetan lalu lintas dan tiba di bandara dengan waktu yang lebih terjadwal. Selain itu, KRL Basoetta juga menyediakan fasilitas yang memadai, seperti tempat duduk yang nyaman, AC, dan tempat penyimpanan bagasi.

Layanan KRL Basoetta sangat bermanfaat bagi para penumpang yang bepergian dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta. Dengan adanya layanan ini, akses transportasi ke bandara menjadi lebih mudah dan terjangkau. Para penumpang dapat dengan cepat dan efisien mencapai bandara tanpa harus khawatir tentang kemacetan jalan atau biaya parkir di bandara.

KRL Basoetta juga memberikan kontribusi dalam mengurangi polusi udara dan kemacetan di Jakarta. Dengan memilih menggunakan kereta api sebagai sarana transportasi ke bandara, para penumpang turut berpartisipasi dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dengan adanya KRL Basoetta, pelayanan transportasi menuju Bandara Soekarno-Hatta semakin terintegrasi dengan sistem transportasi publik di Jakarta. Hal ini memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para penumpang yang ingin bepergian dari dan menuju bandara dengan menggunakan kereta api.

Sumber: id.wikipedia.org

 

Selengkapnya
Layanan KRL Basoetta: Solusi Cepat dan Nyaman Menuju Bandara Soekarno-Hatta

Perhubungan

Mengenal Kereta Api Ringan: Solusi Transportasi Modern di Kota

Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 07 Februari 2025


Kereta api ringan, atau yang dikenal dengan sebutan Light Rail Transit (LRT), merupakan salah satu solusi transportasi modern yang cocok untuk kawasan perkotaan. Dibandingkan dengan sistem trem konvensional, LRT memiliki konstruksi yang lebih ringan dan fleksibel. Dengan teknologi modern, LRT dapat dioperasikan tanpa masinis, menggunakan jalur khusus, serta menawarkan kemudahan naik turun penumpang dengan lantai yang rendah.

Perkembangan Awal dan Adopsi di Amerika Utara

Konsep LRT pertama kali digagas pada tahun 1962 oleh H. Dean Quinby di Amerika Utara. Namun, LRT pertama diimplementasikan pada tahun 1978 di Edmonton, Alberta, Kanada, dengan adopsi sistem LRT Siemens-Duewag U2. Penggunaan LRT semakin populer, terutama setelah suksesnya implementasi di kota-kota seperti Calgary dan San Diego di Amerika Serikat.

Pengenalan di Britania Raya dan Pengembangan Selanjutnya

Pada tahun 1980-an, Britania Raya mulai mengadopsi konsep LRT dengan lintas pertamanya, Tyne and Wear Metro, dan diikuti oleh Docklands Light Railway (DLR) di London. Meskipun istilah historis seperti light railway masih digunakan, teknologi yang digunakan setara dengan konsep LRT di Amerika Serikat. Penggunaan LRT di Britania Raya semakin meningkat seiring diluncurkannya lintas seperti Manchester Metrolink pada tahun 1992.

Beragam Jenis dan Implementasi di Seluruh Dunia

Klasifikasi sistem kereta api ringan tidaklah mudah karena adanya tumpang tindih dengan sistem trem atau angkutan cepat lainnya. Namun, ada dua jenis utama LRT: yang berkapasitas rendah dan berkapasitas tinggi. Sejumlah sistem LRT juga merupakan campuran dari berbagai jenis transportasi, seperti Los Angeles Metro Rail Gold Line, yang memiliki bagian-bagian yang dapat dikategorikan sebagai trem, LRT, maupun angkutan cepat. Di beberapa negara, konsep LRT digunakan untuk menggambarkan jalur kereta apa pun yang memiliki kecepatan rendah atau banyak stasiun dalam jarak singkat.

Pertimbangan dan Tantangan dalam Implementasi

Meskipun LRT menawarkan solusi transportasi yang efisien, ada beberapa pertimbangan dan tantangan dalam implementasinya. Salah satunya adalah penggabungan jalur rel di jalan dengan rel di luar jalan. Selain itu, beberapa sistem LRT telah menghilangkan peran masinis dengan menggunakan kereta nirawak, seperti Vancouver SkyTrain, yang menjadi terobosan dalam teknologi transportasi modern. Dalam perbandingan antarsistem, beberapa sistem khusus seperti ini mungkin tidak sepenuhnya dianggap sebagai LRT.

Sumber: id.wikipedia.org

 

Selengkapnya
Mengenal Kereta Api Ringan: Solusi Transportasi Modern di Kota

Perhubungan

LRT Jabodebek: Solusi Transportasi Terintegrasi untuk Jabodetabek

Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 07 Februari 2025


Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek menjadi langkah strategis dalam mengatasi masalah kemacetan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek). Diresmikan pada 28 Agustus 2023 oleh Presiden Joko Widodo, LRT Jabodebek menjadi opsi transportasi modern pertama yang terintegrasi di wilayah tersebut. Operasionalnya ditangani oleh PT Kereta Api Indonesia setelah melibatkan empat perusahaan BUMN dalam pembangunannya.

Proses Uji Coba dan Penundaan Operasional

Sebelum diresmikan secara penuh, LRT Jabodebek menjalani uji coba operasional. Tahapan ini dibagi menjadi dua, dimulai dari uji coba untuk pihak terkait dan berlanjut dengan uji coba untuk masyarakat umum. Rencananya, operasional komersial dimulai pada 18 Agustus 2023, namun ditunda hingga 27 Agustus 2023 karena adanya uji coba dengan tarif khusus untuk masyarakat umum. Pada tanggal 28 Agustus 2023, secara resmi LRT Jabodebek mulai beroperasi penuh dengan tarif yang terjangkau.

Perjuangan dalam Pembangunan

Sejarah pembangunan LRT Jabodebek mencerminkan perjuangan yang tidak ringan. Usulan pembangunan LRT muncul setelah proyek Monorel Jakarta terhenti, dengan tujuan yang sama untuk mengurangi kemacetan. Proses pembangunannya terhambat oleh sejumlah kendala, termasuk pembebasan lahan yang belum selesai. Meskipun demikian, Presiden Joko Widodo meluncurkan pembangunan pada September 2015, namun penyelesaiannya tidak sesuai target.

Tahap Pembangunan dan Target Operasional

Pembangunan LRT Jabodebek dilakukan secara bertahap, dengan target selesai sebelum Asian Games 2018 yang pada akhirnya tidak tercapai. Proses uji coba dan pengujian dilakukan secara menyeluruh, melibatkan Menteri Perhubungan dan pihak terkait lainnya. Meskipun mengalami penundaan, pembangunan lintas pelayanan pada fase pertama direncanakan akan dioperasikan pada bulan Juli 2022.

Dasar Hukum dan Pendanaan

Pembangunan LRT Jabodebek didasari oleh peraturan presiden yang mengatur percepatan pembangunan kereta api ringan terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. PT Adhi Karya ditunjuk sebagai kontraktor utama, sementara PT Kereta Api Indonesia bertugas sebagai operator. Perubahan dalam skema pendanaan juga terjadi seiring dengan evolusi proyek, dengan PT KAI menjadi investor utama yang mencari pendanaan tambahan untuk proyek ini.

Harapan untuk Masa Depan Transportasi

Meskipun mengalami berbagai kendala, LRT Jabodebek diharapkan dapat menjadi solusi yang berkelanjutan dalam mengurai kemacetan di wilayah Jabodetabek. Dengan integrasi yang baik dengan moda transportasi lainnya, diharapkan LRT Jabodebek dapat meningkatkan mobilitas masyarakat serta memberikan kontribusi positif dalam pembangunan infrastruktur transportasi Indonesia.

Sumber: id.wikipedia.org

 

Selengkapnya
LRT Jabodebek: Solusi Transportasi Terintegrasi untuk Jabodetabek

Perhubungan

Angkutan Cepat: Solusi Efisien Transportasi di Kota Besar

Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 07 Februari 2025


Angkutan cepat, juga dikenal sebagai kereta bawah tanah atau MRT, adalah sebuah sistem transportasi yang menggunakan kereta rel listrik di kota-kota besar. Sistem ini dirancang untuk mengangkut penumpang dengan kapasitas dan frekuensi tinggi, serta memiliki jalur yang terpisah dari sistem transportasi lainnya. Biasanya, angkutan cepat beroperasi di terowongan bawah tanah atau jalur layang di atas tanah. Di luar kota, angkutan cepat juga dapat berjalan di permukaan tanah dengan jalur yang terpisah.

Layanan angkutan cepat disediakan melalui jalur khusus antara stasiun-stasiun angkutan cepat menggunakan kereta rel listrik. Beberapa sistem angkutan cepat menggunakan roda karet pemandu, penggerak magnetik, atau monorel. Sistem ini umumnya terintegrasi dengan transportasi publik lainnya dan dioperasikan oleh otoritas transportasi yang sama. Keuntungan dari angkutan cepat adalah memiliki kapasitas yang besar dan kecepatan yang tinggi, meskipun tidak secepat kereta api komuter. Sistem ini juga efisien dalam mengangkut sejumlah besar orang dalam jarak pendek dengan menggunakan sedikit lahan. Ada variasi dari angkutan cepat, seperti sistem penggerak manusia, metro ringan, dan kereta api komuter jenis S-Bahn.

London Underground adalah sistem angkutan cepat pertama di dunia dan mulai beroperasi pada tahun 1863. Kemudian, teknologi ini menyebar ke kota-kota lain di Eropa dan Amerika Serikat. Awalnya, sistem ini menggunakan lokomotif uap, tetapi kemudian beralih menjadi sistem listrik. Pertumbuhan terbesar dari sistem angkutan cepat terjadi di Asia, yang juga mulai menggunakan sistem tanpa pengemudi. Saat ini, lebih dari 160 kota di seluruh dunia telah menerapkan sistem angkutan cepat, dengan total lebih dari 8.000 km rel dan 7.000 stasiun. Terdapat 25 kota yang sedang membangun sistem angkutan cepat baru.

Sistem angkutan cepat terbesar di dunia, jika dilihat dari panjang jalur dan jumlah stasiun, adalah New York City Subway. Namun, jika dilihat dari total panjang jalur, London Underground dan angkutan cepat di Shanghai adalah yang terbesar. Tokyo Metro dan Metro di Moskwa adalah sistem metro tersibuk di dunia dalam hal jumlah penumpang harian dan tahunan.

Dengan demikian, angkutan cepat atau MRT adalah sistem transportasi yang efisien dan efektif dalam mengatasi mobilitas di perkotaan. Dengan kapasitas dan frekuensi yang tinggi, serta jalur yang terpisah, angkutan cepat menjadi pilihan yang populer untuk mengurangi kemacetan dan memudahkan perjalanan di kota-kota besar.

Sumber: id.wikipedia.org

 

Selengkapnya
Angkutan Cepat: Solusi Efisien Transportasi di Kota Besar

Perhubungan

Monorel: Sistem Transportasi Efisien dengan Keunggulan dan Tantangan

Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 07 Februari 2025


Monorel adalah sebuah sistem transportasi yang menggunakan rel tunggal. Sistem ini umumnya digunakan dalam transportasi di bandara atau sebagai bagian dari sistem metro dengan kapasitas penumpang yang sedang. Monorel dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu monorel pelana dan monorel gantung. Monorel sering juga disebut sebagai rel kecil karena ukuran keretanya lebih lebar daripada rel yang digunakan. Rel monorel biasanya terbuat dari beton, sedangkan roda keretanya terbuat dari karet, sehingga menghasilkan suara yang lebih rendah dibandingkan dengan kereta konvensional.

Kelebihan dari monorel antara lain adalah penggunaan ruang yang efisien baik secara vertikal maupun horizontal. Monorel hanya membutuhkan ruang selebar kereta dan memanfaatkan tiang penyangga sebagai penopangnya. Selain itu, monorel memiliki tampilan yang lebih ringan dan tidak menghalangi pemandangan langit karena relnya terletak di atas. Suara yang dihasilkan saat monorel beroperasi juga lebih rendah karena menggunakan roda karet yang berjalan di atas rel beton. Monorel juga memiliki kemampuan untuk menanjak, menurun, dan berbelok dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kereta biasa. Keamanan juga menjadi keunggulan monorel karena risiko terguling sangat kecil dan risiko menabrak pejalan kaki juga minim. Selain itu, monorel lebih murah dalam hal pembangunan dan pemeliharaan dibandingkan dengan kereta bawah tanah.

Namun, monorel juga memiliki beberapa kekurangan. Dibandingkan dengan kereta bawah tanah, monorel membutuhkan lebih banyak ruang. Dalam situasi darurat, evakuasi penumpang menjadi lebih sulit karena tidak ada jalur keluar kecuali di stasiun-stasiun. Kapasitas monorel juga masih menjadi pertanyaan, karena jumlah penumpang yang dapat diangkut dalam satu perjalanan terbatas.

Dengan demikian, monorel adalah sistem transportasi yang menggunakan rel tunggal. Meskipun memiliki kelebihan dalam penggunaan ruang, suara yang rendah, dan kecepatan yang tinggi, monorel juga memiliki keterbatasan dalam hal kapasitas dan evakuasi dalam situasi darurat.

Sumber: id.wikipedia.org

 

Selengkapnya
Monorel: Sistem Transportasi Efisien dengan Keunggulan dan Tantangan
« First Previous page 23 of 27 Next Last »