Pendidikan

Etika Kuliah Online: Tips untuk Mahasiswa agar Tetap Sopan dan Berkualitas

Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 18 Februari 2025


KOMPAS.com - Beberapa perguruan tinggi menerapkan perkuliahan tatap muka dalam jumlah terbatas. Namun ada juga yang menerapkan blended learning dan hybrid learning. Meskipun perkuliahan tatap muka dapat menciptakan suasana akademis bagi mahasiswa, teknologi tetap digunakan di masa pandemi Covid-19 saat ini. Selain perkuliahan, seminar kini juga banyak diselenggarakan secara online. Meski hanya bertemu melalui layar digital, namun mahasiswa tetap harus menjaga etika dalam perkuliahan daring. Tata krama yang harus diikuti oleh mahasiswa sama seperti saat mengikuti perkuliahan tatap muka. Mahasiswa tetap menunjukkan rasa hormat kepada dosen atau tutor selama perkuliahan daring.

Hal yang paling sering dilakukan mahasiswa dalam perkuliahan daring adalah mematikan kamera. Meski terdengar sederhana, menyalakan kamera saat dosen sedang menyampaikan materi merupakan bentuk keseriusan dalam perkuliahan daring. Dengan menyalakan kamera dan memperhatikan, para siswa mengungkapkan apresiasinya kepada dosen pengajar. Rangkuman Instagram Institut Teknologi Telkom Purwokerto (@join_ittp), Sabtu (16 Oktober 2021) Ada lima etika perkuliahan online yang harus selalu dipatuhi mahasiswa.

Etika Penyelenggaraan Perkuliahan Daring

Mau tahu apa itu Etika Perkuliahan Daring? Mari kita simak bersama informasi berikut ini.

  1. Masuk dengan nama Anda dan gunakan headphone.
  2. Berpakaianlah yang sopan.
  3. Matikan mikrofon dan klik simbol tangan untuk berhenti.
  4. Dalam chat, berikan izin kepada guru atau supervisor jika meninggalkan chat saat pelajaran berlangsung.
  5. Menggunakan ruang atau fungsi secara bertanggung jawab.

Selalu bersikap sopan dan rajin dalam perkuliahan online pasti akan membantu kamu mendapat nilai bagus dari gurumu. Dalam perkuliahan daring, mahasiswa tetap seaktif mungkin bertanya dan ngobrol dengan dosen. Diskusi ini penting agar dosen juga mengetahui apakah mahasiswa memahami materi yang disampaikan atau tidak.

Ini 5 tag website yang bisa Anda request. Meski belum pernah mengikuti perkuliahan, Anda bisa menjadi mahasiswa yang rajin dan berakhlak baik.

Sumber: kompas.com

Selengkapnya
Etika Kuliah Online: Tips untuk Mahasiswa agar Tetap Sopan dan Berkualitas

Pendidikan

Merdeka Belajar: Mendorong Guru Mandiri dan Berkualitas Melalui Program Guru Penggerak

Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 18 Februari 2025


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala sekolah, pengawas sekolah, dan petugas pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Praptono mengatakan, salah satu tujuan program Merdeka Belajar adalah untuk mendukung guru agar tetap mandiri. Melalui program ini, para guru didorong untuk terus belajar.

"Artinya guru didorong untuk memiliki ilmu dan tanggung jawab untuk terus belajar. Bagian dari anak. Kebebasan mengajar. Kebebasan belajar," kata Praptono dalam siaran persnya. tayang perdana pada Minggu (23 Januari 2022).

Program Pemberdayaan Guru (PGP) merupakan bagian dari program tersebut. tentang PGP. Ia menjelaskan, responsnya sejak awal positif. Menurut Praptono, meski mereka tidak mengetahuinya. apa hasil dari program tersebut pada awalnya, para guru bersedia mengubah pendidikannya.

"Mereka sangat ingin membuat perbedaan dan meningkatkan profesionalisme dan keterampilan mereka. Itu dimulai dengan pemikiran yang serius. , jadi akan ada perubahan pendidikan . Oleh karena itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengundang guru-guru terbaik di Indonesia untuk ikut serta dalam reformasi pendidikan melalui PGP, kata Praptono.

Praptono berkata. Mereka juga melihat respon positif dari banyak siswa kelas lima. calon Dia menjelaskan pihaknya hanya akan merekrut 8.000 calon guru. Menarik 100.000 pendaftar dari 160 kabupaten/kota. Ia berharap tren positif ini dapat terus berlanjut.

"Ini adalah perubahan yang akan memastikan lebih banyak guru menjadi pemimpin," kata Praptono. “Jika gurunya baik dan kepala sekolahnya baik maka pembelajaran akan jauh lebih baik”, memberikan tanggapan positif terhadap PGP. 99,9% guru, 68,5% dari total, sangat setuju, dan 31,4% menilai PGP. sebagai keberhasilan dalam pelatihan guru. jadilah kreatif.

Adam Kamil, peneliti utama dan kepala penelitian tanda politik Indonesia, menjelaskan: Berdasarkan survei, responden mendapatkan banyak manfaat dari program ini. Saya pikir ini akan baik untuk masing-masing guru dan sekolah. Selain itu, dari sana juga responden merasakan program tersebut efektif meningkatkan kapasitas kepemimpinan.

"Aspek administrasi dan sistem informasi PGP secara umum dinilai sudah baik. Hampir semua setuju atau sangat setuju, informasi tentang Guru Penggerak mudah diperoleh dan dipahami, sistem pendaftaran dan seleksi mudah dilakukan, persyaratan bagi pendaftar mengakomodasi minat pendaftar, dan durasi pendidikan sudah sesuai," kata Adam.

Platform Guru Belajar dan Berbagi juga dinilai sangat bermanfaat dan memudahkan kolaborasi menggelar pembelajaran. Sebanyak 68,5 persen responden sangat setuju dan 31,4 persen setuju PGP berhasil meningkatkan kemampuan guru berinovasi. Sebanyak 68,3 persen sangat setuju dan 31,5 persen responden setuju Guru Penggerak berdampak baik bagi diri pribadi, murid, dan sekolah.

Kemudian sebanyak 61,4 persen responden setuju dan 38,1 persen sangat setuju PGP sukses menghasilkan pemimpin pembelajaran yang berpola pikir Merdeka Belajar dan berpihak pada murid. Lalu, sebanyak 57 persen responden sangat setuju dan 42,8 persen setuju para calon guru penggerak telah berhasil menularkan praktik baik yang dipelajari selama mengikuti program Guru Penggerak pada guru-guru lainnya.

Para guru juga menyambut penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyederhanaan RPP memberikan dampak positif terhadap guru rata-rata sebesar 44%. Para guru mengapresiasi fleksibilitas perencanaan pembelajaran karena mengurangi beban administratif dan fleksibilitas.

"Hal ini memungkinkan guru untuk lebih kreatif dalam mempersiapkan materi pembelajaran. Pada akhirnya, siswa dapat belajar secara kreatif saat bepergian." .dalam mengajar, kata Adam. \ n
Melihat antusiasme para guru, Adam berpesan kepada Kementerian Pendidikan dan Guru agar terus berkembang. .Adam adalah guru yang cepat beradaptasi dengan perubahan,' pikir Sonia.

Sonia, seorang guru di Sekolah Negeri II Ambon dan salah satu Elly, setuju dengan kesimpulan: Sonya adalah guru yang baik, katanya, dia mengubahnya menjadi lebih baik, hal itu terlihat dari perubahannya. pendapat. Ia mengaku sebagai orang yang baik ketika melihat tantangan tersebut.

Sonia juga mengatakan bahwa menurutnya itu adalah gambaran pendidikan yang ingin ia bagikan kepada murid-muridnya. Dia bekerja keras untuk mempersiapkan siswanya menghadapi abad ke-21. Sonya mengaku bertanggung jawab terhadap pendidikan murid-muridnya.

"Makanya saya berusaha menjadikan pembelajaran bermakna. Guru yang baik bisa mengajar sesuai dengan kebutuhan anak-anak didiknya," kata Sonya, "Perkembangan saat ini" Saya ingin maju dan terus belajar."

Sony berpendapat bahwa ia memiliki program pelatihan guru yang sangat baik, namun di masa depan ia ingin melihat lebih banyak pelatihan kepemimpinan, manajemen, dan administrasi untuk pelatih guru. “Kami melatih guru untuk menjadi kepala sekolah yang hebat.” kata Sony.

Sumber: republika.co.id

 

Selengkapnya
Merdeka Belajar: Mendorong Guru Mandiri dan Berkualitas Melalui Program Guru Penggerak

Pendidikan

IDAI Mengusulkan Pembelajaran Terbuka: Alternatif Kreatif untuk Pembelajaran Anak Selama Pandemi

Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 18 Februari 2025


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan setiap sekolah untuk tidak terpaku kegiatan pembelajaran dalam ruang kelas. Luar ruangan juga bisa sebagai area anak untuk belajar.

"IDAI bukan anti-pembelajaran tatap muka (PTM). Tapi lebih baik dilakukan pada kondisi yang tepat," kata Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, dalam siaran langsung bertajuk "PTM 100% Apa Dampaknya?" yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (6/1/2022).

Dia mengatakan meskipun vaksinasi Covid-19 sudah diberikan hingga anak-anak usia 6-11 tahun, nyatanya masih ada batita dan balita yang belum diperbolehkan menjalankan vaksinasi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya penularan mengingat terdapat sejumlah PAUD yang mulai menjalankan pembelajaran.

Oleh karena itu, setiap satuan pendidikan dirasa membutuhkan kreativitas yang dapat membuat anak tidak harus terus terpaku duduk di dalam kelas dan mendengarkan guru. Tetapi melalui pemanfaatan ruang terbuka seperti aula ataupun lapangan sekolah untuk area belajar.

Menurut Piprim, baik orang tua maupun sekolah dapat menerapkan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada kegiatan tatap muka saat ini, baik melalui metode pembelajaran yang sinkron maupun asinkron, seperti melatih keterampilan anak melalui bermain dengan sabun bersama keluarga atau belajar dengan alat-alat di rumah. Dia memaklumi bila terdapat orang tua dengan kondisi yang sibuk bekerja, sehingga lebih memilih mempercepat anaknya untuk masuk sekolah. Namun, dengan orang tua membuat permainan yang menarik, anak mendapatkan pembelajaran yang lebih bagus dan cepat.

Sekolah juga dapat memberikan pelajaran melalui pemanfaatan teknologi maupun merawat hewan untuk menimbulkan rasa cinta dan ketelitian anak dalam mengurus makhluk hidup." Di outdoor (luar ruangan) untuk anak kecil yang belum divaksin, bagaimana pembelajaran di outdoor kita bisa eksplorasi. Satu kotak rumputnya, ada berapa biji, ada hewan apa saja di situ, makanannya apa lalu bisa memikirkan ekosistem dan sebagainya," kata dia.

Ketua Satgas Covid-19 IDAI, Yogi Prawira, mengatakan kegiatan pembelajaran di Indonesia masih terpaku pada suatu paradigma yang menekankan pada belajar harus dilakukan dalam ruang tertutup dan berhadapan langsung dengan para guru. Padahal, menurutnya, setiap sekolah dapat mencari cara yang lebih kreatif mengingat sudah dua tahun pembelajaran dilakukan secara daring.Namun dalam hal ini, memang tergantung pada faktor risiko dari keluarga masing-masing siswa.

Dia berharap, sekolah dapat menciptakan beragam inovasi yang menarik untuk diberikan pada anak, tentunya dengan protokol kesehatan yang terus dijalankan, meski pandemi belum usai. "Jadi, sekali lagi kami dukung penuh PTM. Tapi, selama penyakit lokal terkendali, aturan kesehatan dan pemeriksaan akan ditegakkan dengan baik. Sebelum masuk sebaiknya dicek apakah benar-benar aman atau tidak." Saya kira belum ada laporannya karena belum dilakukan,” jelasnya.

Sumber: republika.co.id

Selengkapnya
IDAI Mengusulkan Pembelajaran Terbuka: Alternatif Kreatif untuk Pembelajaran Anak Selama Pandemi

Pendidikan

Strategi Sukses Blended Learning: Guru SMAN 77 Jakarta Bagikan Tips Terbaik

Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 18 Februari 2025


KOMPAS.com - Dunia pendidikan mengalami perubahan besar sejak pandemi Covid-19. Kegiatan belajar mengajar yang biasa dilakukan di dalam kelas berubah menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran daring sejak merebaknya pandemi Covid-19. Tentu saja hal ini tidak mudah dan memerlukan adaptasi baik dari siswa maupun guru. Kendala berbeda muncul ketika pembelajaran daring. Mulai dari gangguan sinyal hingga kecemasan di lingkungan keluarga, pembelajaran di rumah memiliki banyak tantangan.

Perlu kerja sama semua pihak

Salah satu guru SMAN 77 Jakarta, Fajar Selawati, berbagi pengalaman penerapannya yang terbatas. pembelajaran tatap muka (PTM). Ia mengatakan, pembentukan Satgas Covid-19 serta peran sekolah, siswa, komite orang tua, RT dan RW hingga puskesmas setempat memunculkan gagasan efektif dalam mendistribusikan siswa selama masa terbatas. masa PTM. Menurut guru yang akrab disapa Tutu Ruva Sela itu, blended learning merupakan perpaduan pembelajaran daring dan luring. “Pelaksanaan blended learning di SMAN 77 Jakarta sudah dilaksanakan sejak bulan Juni. Sederhananya, kami memadukan suasana belajar siswa yang belajar di rumah dengan suasana belajar yang dialami guru dan siswa di sekolah,” jelas Sela seperti dikutip dari website. Karya Ristek Departemen Guru dan Dosen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (17 Januari 2022).

Sistem blended learning menggunakan gedung dan infrastruktur yang dimiliki sekolah. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan program Google Meet dan Zoom. “Berbagai alat digunakan untuk menggabungkan lingkungan pembelajaran,” jelas Sela.

Tips menyelenggarakan blended learning

Sela memahami bahwa hampir semua sekolah memiliki karakteristik dan kebijakan masing-masing dalam menerapkan blended learning. Tips penerapan blended learning yang dirangkumnya sebagai berikut:

  1. Pastikan dalam proses blended learning ini guru melibatkan seluruh warga sekolah 
  2. Pastikan ada monitoring dan evaluasi yang berkala dan rutin "Karena ternyata dangan melibatkan seluruh warga sekolah, pembelajarannya jadi lebih maksimal," kata Sela
  3. Ia menambahkan, kontribusi seluruh anak sekolah menjadi kekuatan setiap sekolah dalam pengembangan pendidikan bermutu. Selain itu, pemantauan dan evaluasi yang berkala dan rutin memberikan wawasan mengenai tindakan apa yang dapat diambil lebih lanjut. “Bahwa jika ada temuan, permasalahan, solusi dapat segera diselesaikan,” tambah guru spesialis PPKN ini.

Sela juga merekomendasikan agar monitoring dan evaluasi (monev) terdokumentasi dengan baik. Di SMAN 77 Jakarta, monev dilakukan dengan menggunakan Google Form, ditempel di dinding, dijilid dan diserahkan ke pihak sekolah.

Sumber : kompas.com

 

Selengkapnya
Strategi Sukses Blended Learning: Guru SMAN 77 Jakarta Bagikan Tips Terbaik

Pendidikan

Pentingnya Pembelajaran Tatap Muka: Meningkatkan Sumber Daya Manusia dan Kualitas Pendidikan di Indonesia

Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 18 Februari 2025


REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Keberhasilan studi tatap muka yang dimulai hari ini akan menentukan masa depan Indonesia.

Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani menyampaikan hal tersebut dalam diskusi kelompok yang digelar SMA Darul Hikam Bandung, Jawa Barat pada Selasa (21/9).

Muzani mengatakan hal tersebut di awal pemerintahan keduanya, Joko , Widodo- Presiden Ma'ruf Amin memutuskan untuk meningkatkan sumber daya manusia.

Namun, karena krisis COVID-19 yang melanda negara kita dalam dua tahun terakhir, aktivitas pendidikan menjadi terhambat. Padahal pendidikan merupakan cara terpenting untuk meningkatkan sumber daya manusia.

Karena semuanya akan dilakukan secara online dan daring, maka segala kegiatan yang mempertemukan banyak orang, termasuk civitas akademika, akan dihentikan. Ahmad Muzani mengatakan, “Siswa tidak mengenal guru, guru tidak mengenal siswa, siswa tidak mengenal kelaparan.”

Pembelajaran online sangat dipengaruhi oleh ketersediaan perangkat, jaringan internet, dan situs internet. “Makanya pendidikan kita kurang. Malah lama kelamaan jadi membosankan, termasuk siswa, guru, dan penyelenggara pendidikan,” ujarnya.

Kualitas sumber daya manusia kami pada akhirnya tidak sesuai harapan. Karena itu adalah akibat dari pendidikan yang tidak sempurna. Selain itu, beasiswa ini tidak berlaku untuk semua pelajar dan wilayah di Indonesia. Ahmad Muzani yang juga Sekretaris Jenderal Kelompok Gerindra menyambut baik rencana pengangkatan satu juta guru honorer menjadi pekerja PPPK karena belum meratanya distribusi sarana dan prasarana kerja online, kata Muzani. sehingga siswa dan guru yang berkualitas dapat melakukan apa yang telah mereka lakukan selama bertahun-tahun, terkadang puluhan tahun.

Selanjutnya, kendala administrasi dan tes seleksi menjadi kendala bagi seorang guru honorer untuk menjadi pegawai PPPK. Untuk itu, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI mengatakan, guru honorer yang sudah bekerja beberapa tahun atau puluhan tahun sebaiknya tidak diuji.

"Pengabdian panjang mereka harus diakui dan dihargai dengan diangkat menjadi pekerja PPPK tanpa ujian," kata Muzani saat mengikuti FGD pendidikan di SMA Darul Hikam Bandung.

Menurutnya, mengajar adalah pengabdian atau panggilan sejati, bukan pencarian kerja. Oleh karena itu mereka melakukan pekerjaan ini dengan ikhlas dan penuh kehati-hatian, bahkan di tempat terpencil sekalipun dengan harga yang wajar.

Kebijakan pengangkatan 1 juta guru honorer menjadi tenaga PPPK merupakan peluang untuk merekrut jutaan guru honorer yang masih bekerja di dunia pendidikan. “Kita patut mengucapkan terima kasih atas kerja, waktu, dan tenaga mereka,” kata Muzani.

Menetapkan mereka sebagai pegawai PPPK akan menjamin kiprah mereka di dunia pendidikan, menjamin masa depan mereka. Hal ini akan meningkatkan kualitas pendidikan kita dan pada akhirnya meningkatkan sumber daya manusia kita.

FGD program “Pola Pendidikan Pasca Covid-19” juga dihadiri oleh Ketua DPRD Jabar, Brigjen TNI (Purn) M Taufik Hidayat serta pakar pendidikan dari ITB, UPI dan Unpad. , begitu pula para promotor pendidikan di Jawa Barat.

Sumber: republika.co.id

 

 

Selengkapnya
Pentingnya Pembelajaran Tatap Muka: Meningkatkan Sumber Daya Manusia dan Kualitas Pendidikan di Indonesia

Pendidikan

Transformasi Pendidikan: Menggali Pentingnya Literasi Digital dalam Era Digitalisasi

Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 18 Februari 2025


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Salah satu komponen dalam lingkungan belajar dan akademis adalah literasi digital. Hal tersebut diperlukan dalam penggunaan teknologi.

Sejalan dengan itu, Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) bersama Dinas Pendidikan Jakarta Pusat wilayah 2, mengadakan webinar dengan tajuk ‘Kepala Sekolah Masa Kini, Semakin Cakap dan Cerdas Digital’.

Bertindak sebagai narasumber, Dr Ir Mochamad Wahyudi selaku Rektor Universitas BSI dalam materinya menyampaikan bahwa, tidak banyak berbeda antara sekolah dan perguruan tinggi dalam pemanfaatan literasi digital. Akan tetapi bisa dilihat dari usia konsumennya. “Ketika membicarakan tentang literasi digital dalam dunia pendidikan, apa yang seharusnya dimaknai tentang literasi digital itu sendiri,” tutur Wahyudi, dalam keterangan tertulisnya Selasa (1/2).

Lanjutnya, literasi digital merupakan kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dari berbagai bentuk, serta sumber yang sangat luas dan diakses melalui perangkat komputer. “Dasar dari literasi komputer sekitar tahun 1980-an, saat komputer mikro semakin luas dipergunakan tidak saja di lingkungan bisnis, namun juga di masyarakat,” katanya.

Sedangkan, literasi informasi baru hadir sekitar 1990-an, ketika informasi semakin mudah disusun, diakses, disebarluaskan melalui jaringan teknologi informasi.

“Dapat disimpulkan bahwa literasi digital merupakan pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat dan patuh hukum,” jelasnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa kemampuan literasi digital yang perlu diajarkan di sekolah antara lain information literacy, ethical use of digital resources, understanding digital footprins, protecting yourself online, handling digital communication dan cyberbullying.

“Siswa saat ini mengandalkan internet sebagai sumber informasi utama untuk penggunaan pribadi dan sekolah. Oleh karena itu, penting untuk mengajari siswa cara mengevaluasi informasi tersebut dengan benar. “Ini bagian dari literasi informasi,” jelasnya.

Siswa juga perlu mengetahui cara menggunakan sumber daya digital secara etis. Jadi meskipun siswa tahu bahwa mereka harus menulis di buku, mereka mungkin lupa bahwa mereka juga harus menulis secara online.

“Mengetahui sidik jari adalah keterampilan yang perlu dikuasai siswa. Ketahui sidik jari Anda. “Jejak digital adalah informasi yang ditinggalkan orang dan kemampuan mereka untuk mengekspresikan diri secara online, terutama di laman media sosial. Gunakan kata sandi yang kuat, gunakan pengaturan privasi, dan waspadai hal-hal yang tidak boleh dibagikan di media sosial,” tuturnya. dikatakan Itulah mengapa penting untuk mengajari anak Anda cara berkomunikasi dengan benar dan aman.

“Keterampilan terakhir yang perlu Anda ketahui adalah cyberbullying. Dia menambahkan: "Penggunaan teknologi untuk menindas orang lain terjadi setiap hari di Amerika."

Dia mengatakan pendidikan digital di sekolah dapat membantu siswa, guru, staf akademik, dan kepala sekolah: Dia mengatakan hal itu bisa terjadi. Harus memiliki kemampuan mengakses, memahami dan menggunakan media digital, alat komunikasi dan jaringan. “Kemampuan ini memungkinkan kami menghasilkan informasi baru dan membagikannya secara cerdas,” katanya..

Sumber: republika.co.id

 

 

Selengkapnya
Transformasi Pendidikan: Menggali Pentingnya Literasi Digital dalam Era Digitalisasi
« First Previous page 15 of 46 Next Last »