Geodesi dan Geomatika

Cara Kerja Penginderaan Jauh

Dipublikasikan oleh Anisa pada 07 Maret 2025


Berbeda dengan pengamatan di lapangan atau di tempat, penginderaan jauh melibatkan pengumpulan data tentang suatu objek atau fenomena tanpa bersentuhan langsung dengannya. Ungkapan ini terutama digunakan untuk merujuk pada pembelajaran tentang Bumi dan planet lain. Banyak disiplin ilmu kebumian (misalnya geofisika eksplorasi, hidrologi, ekologi, meteorologi, oseanografi, glasiologi, geologi) serta geografi, survei tanah, dan geofisika menggunakan penginderaan jauh. Kegunaannya lainnya antara lain dalam bidang militer, intelijen, bisnis, ekonomi, perencanaan, dan kemanusiaan.

Saat ini, ungkapan “penginderaan jauh” biasanya mengacu pada proses mengidentifikasi dan mengkategorikan benda-benda di bumi melalui penggunaan teknologi sensor yang terletak di satelit atau pesawat terbang. Berdasarkan sinyal yang disebarkan, ia mencakup permukaan, atmosfer, dan lautan (misalnya radiasi elektromagnetik). Penginderaan jauh dapat dibagi menjadi penginderaan jauh “pasif” (di mana sensor mendeteksi pantulan sinar matahari) dan penginderaan jauh “aktif” (di mana sinyal disiarkan oleh satelit atau pesawat ke objek dan pantulannya terdeteksi oleh sensor).

Penginderaan jauh dibedakan menjadi dua jenis metode yaitu penginderaan jauh pasif dan penginderaan jauh aktif. Sensor pasif mengumpulkan radiasi yang dipancarkan atau dipantulkan oleh objek atau area sekitarnya. Sinar matahari yang dipantulkan adalah sumber radiasi paling umum yang diukur dengan sensor pasif. Contoh sensor jarak jauh pasif termasuk fotografi film, inframerah, perangkat yang dipasangkan dengan muatan, dan radiometer. Pengumpulan aktif, di sisi lain, memancarkan energi untuk memindai objek dan area dimana sensor kemudian mendeteksi dan mengukur radiasi yang dipantulkan atau dihamburkan kembali dari target. RADAR dan LiDAR adalah contoh penginderaan jauh aktif yang mengukur waktu tunda antara emisi dan pengembalian, menentukan lokasi, kecepatan, dan arah suatu objek.

Sejarah

Munculnya teknologi terbang memunculkan bidang penginderaan jauh kontemporer. Pada tahun 1858, penerbang balon G. Tournachon, yang sering dikenal sebagai Nadar, mengambil gambar Paris dari udara. Foto-foto awal juga diambil dengan balon tak berawak, roket, layang-layang, dan merpati pos. Foto-foto awal yang terisolasi ini—selain balon—tidak terlalu berguna untuk membuat peta atau melakukan penelitian ilmiah.

Dimulai pada Perang Dunia I, fotografi udara sistematis diciptakan untuk pengintaian dan pengawasan militer. Teknologi penginderaan jarak jauh dengan cepat dialihkan ke penggunaan sipil setelah Perang Dunia I. Kalimat pembuka dari buku teks tahun 1941 berjudul "Aerophotography and Aerosurverying", yang berbunyi sebagai berikut, memberikan contoh berikut:

     “Tidak ada lagi kebutuhan untuk mengajarkan fotografi udara – tidak seperti di Amerika Serikat – karena penggunaannya sudah begitu luas dan nilainya begitu besar sehingga bahkan petani yang menanami ladangnya di sudut terpencil negara pun mengetahui nilainya. "
     —James Bagley

Menggunakan platform pengumpulan yang dibuat khusus seperti seri U2/TR-1, SR-71, A-5, dan OV-1 untuk pengumpulan overhead dan stand-off, serta pesawat tempur yang dimodifikasi seperti P-51, P-38 , RB-66, dan F-4C, perkembangan teknologi penginderaan jauh mencapai puncaknya selama Perang Dingin. Penggunaan sensor pod yang semakin kecil baik pada platform manusia maupun tak berawak—seperti yang digunakan pada militer dan penegakan hukum—merupakan perkembangan yang relatif baru. Metode ini memiliki keuntungan karena membutuhkan perubahan badan pesawat sesedikit mungkin. Teknologi pencitraan selanjutnya termasuk radar aperture sintetis, Doppler, inframerah, dan radar konvensional.

Dengan berakhirnya Perang Dingin, penciptaan satelit buatan pada paruh kedua abad ke-20 memungkinkan penginderaan jauh berkembang ke tingkat global. Pengukuran global atas beragam data untuk alasan sipil, ilmiah, dan militer dimungkinkan oleh instrumentasi pada sejumlah satelit observasi Bumi dan cuaca, termasuk Landsat, Nimbus, dan misi yang lebih baru seperti RADARSAT dan UARS. Penelitian penginderaan jauh di lingkungan asing juga dimungkinkan oleh wahana antariksa ke planet lain. Misalnya, instrumen SOHO memungkinkan para peneliti mempelajari angin matahari dan Matahari, sedangkan radar aperture sintetis pesawat ruang angkasa Magellan menghasilkan peta topografi Venus yang tepat.

Salah satu inovasi terbaru adalah kemajuan pemrosesan citra satelit, yang dimulai pada tahun 1960an dan 1970an. Evelyn Pruitt menciptakan ungkapan "penginderaan jauh" pada awal tahun 1960an setelah menyadari bahwa fotografi udara bukan lagi istilah yang cocok untuk mengkarakterisasi aliran data yang dihasilkan oleh teknologi baru karena kemajuan ilmu pengetahuan. Dia menemukan istilah "penginderaan jauh" dengan bantuan Walter Bailey, rekan kerja di Kantor Penelitian Angkatan Laut. Peningkatan signifikan pertama pada data fotografi dihasilkan dari pengembangan teknik transformasi Fourier oleh sejumlah kelompok penelitian di Silicon Valley, termasuk NASA Ames Research Center, GTE, dan ESL Inc. Diluncurkan pada tahun 1999, IKONOS adalah satelit komersial pertama yang mengumpulkan data fotografi secara ekstrem. gambar berkualitas tinggi.

Disadur dari:

https://en.wikipedia.org

Selengkapnya
Cara Kerja Penginderaan Jauh

Geodesi dan Geomatika

Penerapan Kartogragi Komputer dalam Pemetaan

Dipublikasikan oleh Anisa pada 06 Maret 2025


Kartografi komputer (juga disebut kartografi digital) adalah seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi pembuatan dan penggunaan peta dengan komputer. Teknologi ini mewakili perubahan paradigma dalam cara pembuatan peta, namun pada dasarnya masih merupakan bagian dari kartografi tradisional. Fungsi utama dari teknologi ini adalah untuk menghasilkan peta, termasuk pembuatan representasi akurat dari suatu area tertentu seperti, merinci arteri jalan utama dan tempat menarik lainnya untuk navigasi, dan dalam pembuatan peta tematik. Kartografi komputer adalah salah satu fungsi utama sistem informasi geografis (GIS), namun GIS tidak diperlukan untuk memfasilitasi kartografi komputer dan memiliki fungsi lebih dari sekedar membuat peta. Publikasi peer-review pertama tentang penggunaan komputer untuk membantu proses kartografi sudah ada beberapa tahun sebelum diperkenalkannya GIS lengkap.

Kartografi komputer, seringkali digabungkan dengan jaringan satelit GPS, membantu berbagai aplikasi komputer. Hal ini memungkinkan pengembangan peta otomatis secara real-time untuk tujuan seperti sistem navigasi kendaraan.

Sejarahnya, pada tahun 1959, Waldo Tobler menerbitkan makalah berjudul "Otomasi dan Kartografi" yang menetapkan kasus penggunaan pertama komputer sebagai alat bantu dalam kartografi. Dalam makalah ini, Tobler menetapkan apa yang disebutnya sebagai sistem "map in-map out" (MIMO), yang memfasilitasi digitalisasi peta tradisional, mengubahnya, dan mereproduksinya. Sistem MIMO, meskipun sederhana, memperkenalkan penggunaan komputer untuk pembuatan peta dalam literatur dan menjadi landasan bagi sistem informasi geografis yang lebih maju di tahun-tahun berikutnya oleh ahli geografi seperti Roger Tomlinson. Percepatan pesat yang terjadi kemudian menyebabkan perubahan paradigma yang cepat dalam kartografi, dimana kartografi tradisional digantikan oleh kartografi berbantuan komputer. Hal ini diprediksi pada tahun 1985, ketika Mark Monmonier berspekulasi dalam bukunya Transisi Teknologi dalam Kartografi bahwa kartografi komputer yang difasilitasi oleh GIS akan menggantikan kartografi pena dan kertas tradisional. Diyakini bahwa pencapaian lebih banyak peta yang dibuat dan didistribusikan dengan komputer dicapai sekitar pertengahan tahun 1990an.

Peta digital sangat bergantung pada sejumlah besar data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu. Sebagian besar informasi yang terkandung dalam peta digital merupakan puncak dari citra satelit dan juga informasi permukaan jalan. Peta harus sering diperbarui untuk memberikan gambaran lokasi yang paling akurat kepada pengguna. Meskipun terdapat banyak perusahaan yang berspesialisasi dalam pemetaan digital, premis dasarnya adalah bahwa peta digital akan secara akurat menggambarkan jalan sebagaimana aslinya sehingga memberikan "pengalaman seperti kehidupan".

Kartografi komputer melibatkan penggunaan program dan aplikasi komputer berpemilik dan non-pemilik untuk menyediakan citra dan data peta tingkat jalan untuk berbagai tujuan. Dalam beberapa tahun terakhir, kemajuan teknologi komputasi seluler telah mendorong penggunaan pemetaan digital di bidang ilmiah seperti geologi, teknik, arsitektur, survei tanah, pertambangan, kehutanan, ilmu lingkungan, dan arkeologi.

Salah satu penerapan signifikan teknologi pemetaan digital adalah dalam sistem navigasi GPS. Teknologi GPS, yang mengandalkan sinyal dari satelit yang mengorbit bumi, merupakan hal mendasar dalam sistem navigasi pemetaan digital. Penerima GPS mengumpulkan data dari beberapa satelit untuk menghitung posisi pengguna dalam tiga dimensi, memberikan koordinat yang tepat. Koordinat ini kemudian digunakan oleh perangkat lunak pemetaan digital untuk menghasilkan representasi visual rute secara real-time, sehingga memandu pengguna ke tujuan mereka secara efisien. Jika pengguna menyimpang dari rute yang ditentukan, sistem navigasi akan menghitung ulang rute baru berdasarkan koordinat saat ini.

Disadur dari:

https://en.wikipedia.or
 

Selengkapnya
Penerapan Kartogragi Komputer dalam Pemetaan

Geodesi dan Geomatika

Definisi dari Sistem Informasi Geografis atau GIS

Dipublikasikan oleh Anisa pada 04 Maret 2025


Sistem informasi geografis (GIS) terdiri dari perangkat lunak dan perangkat keras komputer yang terintegrasi yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, menganalisis, mengubah, mengeluarkan, dan menampilkan data geografis dalam bentuk visual. Sebagian besar hal ini terjadi dalam database spasial, tetapi tidak penting untuk definisi GIS. Dalam pengertian yang lebih luas, sistem seperti itu juga dapat mencakup kumpulan pengetahuan tentang konsep dan metode yang relevan, pengguna manusia dan staf pendukung, prosedur dan alur kerja, dan organisasi kelembagaan.

Dalam industri dan profesi yang berkaitan dengan sistem informasi geografis, istilah "sistem informasi geografis jamak yang tak terhitung jumlahnya" atau "GIS" adalah istilah yang paling sering digunakan. Ini sebanding dengan geoinformatika. Sementara istilah "GIS" dapat digunakan untuk menyebut disiplin ilmu yang mempelajari sistem ini dan prinsip-prinsip geografis yang mendasarinya, "ilmu GIS" adalah istilah yang lebih umum digunakan. Ilmu GIS sering dianggap sebagai subdisiplin geografi dalam cabang geografi teknis.

Ada banyak teknologi, proses, metode, dan teknik yang digunakan untuk membangun sistem informasi geografis. Teknik, perencanaan, manajemen, transportasi/logistik, asuransi, telekomunikasi, dan bisnis adalah beberapa operasi dan aplikasinya. Akibatnya, aplikasi kecerdasan lokasi dan GIS menjadi landasan layanan berbasis lokasi yang bergantung pada analisis dan visualisasi geografis.

GIS menggunakan lokasi sebagai "variabel indeks kunci" untuk menghubungkan informasi yang sebelumnya tidak terhubung. Dengan menggunakan tanggal dan waktu terjadinya, serta koordinat x, y, dan z, yang mewakili bujur (x), lintang (y), dan ketinggian (z), kita dapat menentukan lokasi dan luasan ruang-waktu bumi. Semua referensi berbasis Bumi, baik spasial-temporal, lokasi, maupun luasnya, harus dapat dihubungkan satu sama lain untuk mencapai lokasi atau luasan fisik yang "nyata". Karakteristik utama GIS ini telah membuka pintu untuk studi ilmiah dan penyelidikan baru.

Basis data Sistem Informasi Geografis (GIS), yang berisi representasi fenomena geografis beserta geometri dan propertinya, merupakan komponen fundamentalnya. Dalam inisiatif GIS, pengelolaan dan pengumpulan data sangatlah penting dan dapat menghabiskan sebagian besar sumber daya. GIS menghubungkan informasi heterogen melalui referensi spasial dengan menggunakan posisi spatio-temporal sebagai variabel indeks utama. Koordinat dapat digunakan untuk mewakili variabel dengan fitur geografis atau temporal dalam sistem GIS, memfasilitasi analisis dan pemahaman berbagai macam data yang diproyeksikan dan data dunia nyata.

Model data GIS mencakup berbagai peristiwa dunia nyata yang dapat dibagi menjadi dua kategori: bidang kontinu (seperti suhu dan ketinggian) dan objek terpisah (seperti bangunan dan jalan). Fenomena ini direpresentasikan sebagai data vektor atau grafik raster, dengan realisme data yang ditingkatkan melalui inovasi seperti point cloud. Teknik primer pengumpulan data untuk GIS mencakup pengukuran langsung menggunakan peralatan survei, sedangkan teknik sekunder mencakup digitalisasi data dari sumber yang sudah ada seperti peta kertas.

Sistem satelit navigasi global (GNSS) yang menyediakan data posisi akurat dan peralatan survei dengan kemampuan geometri koordinat (COGO) adalah contoh metodologi pengumpulan data primer. Cara penting lainnya untuk mendapatkan data adalah melalui penginderaan jauh, yang menggunakan sensor pada platform seperti satelit dan pesawat terbang untuk menghasilkan berbagai jenis data dan foto udara.

Digitalisasi adalah metode pengambilan data sekunder yang memerlukan penggunaan perangkat lunak CAD untuk mengubah peta cetak atau rencana survei menjadi representasi digital. Metode seperti digitalisasi awal, yang melacak data secara langsung pada rekaman udara, menjadi semakin populer. Ketergantungan dan kegunaan temuan GIS dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk akurasi, presisi, kelengkapan, dan konsistensi, yang semuanya penting untuk memastikan kualitas data dalam GIS.

Agar lokasi geografis dapat direpresentasikan secara efektif oleh GIS, diperlukan sistem referensi spasial, yang memerlukan konversi antara berbagai sistem koordinat dan datum. Selain itu, reorganisasi data mungkin diperlukan untuk melakukan pemrosesan canggih seperti peningkatan gambar atau untuk mengubah data antara format raster dan vektor.

Alat untuk ETL spasial (Ekstrak, Transformasi, Muat) sangat penting bagi GIS karena alat tersebut mempermudah penanganan dan konversi data geografis dalam berbagai standar dan format. Dengan bantuan alat ini, pengguna dapat menyimpan dan bekerja dengan data geografis secara efisien, menjamin konsistensi dan kompatibilitas di seluruh kumpulan data. Secara keseluruhan, seiring kemajuan teknologi, GIS terus berkembang, meningkatkan potensinya untuk analisis geografis, visualisasi data, dan pengambilan keputusan di berbagai bidang.

Pemetaan web

Pemetaan web, juga disebut pemetaan online, adalah proses penggunaan, pembuatan, dan pendistribusian peta di World Wide Web (Web), biasanya melalui penggunaan sistem informasi geografis Web (GIS). Pemetaan web lebih dari sekadar kartografi web; ini adalah layanan di mana pelanggan dapat memilih peta mana yang akan ditampilkan.

Saat ini, pemetaan web hanya dilakukan oleh beberapa perusahaan, lembaga, dan lembaga pemetaan. Ini membuatnya memerlukan perangkat keras dan perangkat lunak yang mahal dan rumit, serta kartografer dan insinyur geomatika yang terampil.

Banyak kumpulan data geografis telah dihasilkan oleh pemetaan web. Ini termasuk kumpulan data milik HERE, Huawei, Google, Tencent, TomTom, dan OpenStreetMap yang gratis. Selain itu, berbagai perangkat lunak gratis untuk menghasilkan peta telah dikembangkan dan digunakan bersama dengan alat berpemilik seperti ArcGIS. Dengan demikian, tantangan untuk menampilkan peta di web telah diatasi.

Istilah web GIS dan pemetaan web sering digunakan secara bergantian, namun istilahnya berbeda. Web GIS menggunakan dan mengaktifkan peta web, dan pengguna akhir yang melakukan pemetaan web memperoleh kemampuan analitis dari Web GIS, namun Web GIS memiliki lebih banyak aplikasi daripada pemetaan web, dan pemetaan web dapat dilakukan tanpa Web GIS. Web GIS menekankan aspek pemrosesan geodata yang lebih terlibat dengan aspek desain seperti akuisisi data dan arsitektur perangkat lunak server seperti penyimpanan data dan algoritme, dibandingkan dengan laporan pengguna akhir itu sendiri. Istilah layanan berbasis lokasi mengacu pada pemetaan web barang dan jasa konsumen. Pemetaan web biasanya melibatkan browser web atau agen pengguna lain yang mampu melakukan interaksi klien-server. Pertanyaan mengenai kualitas, kegunaan, manfaat sosial, dan kendala hukum mendorong evolusinya.

Disadur dari:

en.wikipedia.org/wiki/Geographic_information_system

https://en.wikipedia.org/wiki/Web_mapping

Selengkapnya
Definisi dari Sistem Informasi Geografis atau GIS

Geodesi dan Geomatika

Kenali Topografi dan Asal-Usulnya

Dipublikasikan oleh Anisa pada 26 Februari 2025


Topografi, seni memahami dan menggambarkan rupa bumi, mengajak kita menjelajahi keanekaragaman bentuk dan fitur permukaan tanah. Ketika berbicara tentang topografi, kita bisa merujuk pada keindahan bukit-bukit yang menghijau, meandering sungai yang membelah, atau rincian jalan-jalan dan bangunan yang melintasi daerah tertentu.

Topografi bukan hanya sekadar uraian bentuk lahan atau medan, tetapi juga melibatkan unsur-unsur alami, buatan, dan budaya seperti jalan-jalan, batas tanah, dan bangunan-bangunan ikonik. Di Amerika Serikat, istilah topografi seringkali secara khusus merujuk pada relief, tetapi peta topografi USGS menawarkan lebih dari sekadar kontur elevasi; mereka mencatat jejak jalan, permukiman, struktur-struktur penting, serta berbagai detail lainnya.

Topografi, pada tingkat yang lebih spesifik, melibatkan pencatatan relief atau kontur medan dengan kualitas tiga dimensinya. Hal ini juga dikenal sebagai geomorfometri, yang kini melibatkan penghasilan data elevasi dalam bentuk digital (DEM). Representasi grafis dari bentuk tanah pada peta menggunakan berbagai teknik kartografi, seperti garis kontur, warna hipso-metrik, dan bayangan relief.

Kata "topografi" sendiri berasal dari bahasa Yunani kuno, dari kata "topos" yang berarti "tempat" dan "-graphia" yang berarti "penulisan." Dalam konteks literatur klasik, topografi merujuk pada penulisan rinci tentang suatu tempat atau sejarah lokal, tetapi istilah ini masih hidup dan digunakan dalam arti aslinya di beberapa wilayah di Britania Raya dan Eropa.

Topografi menjadi istilah yang melekat dalam survei dan pemetaan. Di Amerika, "Topographical Bureau of the Army" yang terbentuk selama Perang 1812, kemudian berkembang menjadi Corps of Topographical Engineers pada tahun 1838, telah memainkan peran kunci dalam pemetaan rinci. Meskipun istilah ini berkembang seiring waktu, topografi tetap menjadi istilah umum yang merangkum survei dan pemetaan rinci, baik di Amerika Serikat maupun di banyak negara lainnya.

Pada abad ke-20, konsep topografi juga merambah ke bidang lain, seperti ilmu medis, khususnya neurologi, di mana istilah ini digunakan untuk menggambarkan deskripsi permukaan dalam konteks yang lebih luas. Topografi, dengan esensi pemahaman dan pencitraan, terus menginspirasi eksplorasi dan pemahaman mendalam tentang planet kita yang penuh keunikan.

Banyak disiplin ilmu telah menggunakan topografi. Pemetaan otak dalam ilmu saraf dilakukan melalui bidang neuroimaging menggunakan metode seperti topografi EEG. Topografi kornea adalah metode yang digunakan dalam oftalmologi untuk memetakan kelengkungan permukaan kornea. Mikroskop gaya atom memetakan nanotopografi dalam rekayasa jaringan. Topografi mengacu pada lapisan luar struktur manusia. Kata "topografi" dalam matematika mengacu pada susunan atau pola objek pada peta, serta cara variabel (atau nilainya) didistribusikan dalam ruang.

Disadur dari:

https://en.wikipedia.org

Selengkapnya
Kenali Topografi dan Asal-Usulnya

Geodesi dan Geomatika

Definisi Ilmu Geologi Ekonomi dan Pemanfaatannya

Dipublikasikan oleh Anisa pada 21 Februari 2025


Definisi Geologi Ekonomi

Geologi merupakan salah satu ilmu yang mencakup bidang kebumian yang mempelajari tentang Bumi dan segala isi di dalamnya. Ilmu geologi sendiri dapat dibagi menjadi beberapa cabang lebih rinci. Salah satu cabang ilmu geologi adalah geologi ekonomi. Geologi ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari pembentukan dan ekstraksi material bumi yang mempunyai potensi ekonomi dalam masyarakat. Dalam definisi lain, geologi ekonomi mencakup bidang ilmu geologi yang mempelajari cara mengekstrak atau memproduksi bahan geologi untuk menghasilkan keuntungan. Geologi ekonomi sering kali dikaitkan dengan jenis-jenis material seperti logam, nonlogam, bahan bakar, dan air.

Geologi ekonomi dipelajari dan dipraktikkan oleh ahli geologi. Geologi ekonomi mungkin menarik bagi profesi lain seperti insinyur, ilmuwan lingkungan, dan pelestari lingkungan karena dampak luas industri ekstraktif terhadap masyarakat, perekonomian, dan lingkungan. Tujuan studi geologi ekonomi adalah untuk memperoleh pemahaman tentang asal usul dan lokalisasi endapan bijih ditambah mineral yang terkait dengan endapan bijih. Meskipun logam, mineral, dan komoditas geologi lainnya tidak dapat diperbarui dalam jangka waktu yang lama, kesan dari paradigma kelangkaan persediaan yang tetap atau terbatas selalu mengarah pada inovasi manusia yang menghasilkan komoditas pengganti pengganti komoditas yang menjadi terlalu mahal. Selain itu, persediaan tetap sebagian besar komoditas mineral sangat besar (misalnya tembaga di dalam kerak bumi mengingat tingkat konsumsi saat ini akan bertahan selama lebih dari 100 juta tahun.) Meskipun demikian, ahli geologi ekonomi terus berhasil memperluas dan mendefinisikan sumber daya mineral yang diketahui.

Potensi ekonomi yang dimaksud dalam definisi geologi ekonomi adalah bahan-bahan yang bernilai di saat ini atau berpotensi bernilai di masa depan. Bahan yang bernilai ekonomis ini umumnya disebut sumber daya mineral dan mencakup mineral dan deposit bijih. Deposit bijih hanyalah batuan berguna yang ditambang untuk mendapatkan keuntungan, seperti emas dan tembaga.

Sumber daya terbarukan dan tak terbarukan

Sumber daya mineral sangat berharga karena mereka jarang sekali dapat diperbarui. Sumber daya tak terbarukan adalah sumber daya yang jumlahnya terbatas, sedangkan sumber daya terbarukan adalah sumber daya bumi yang dapat diperoleh kembali secara alami dalam jangka waktu yang singkat, seperti energi matahari. Ini juga mencakup penggunaan sumber daya yang jauh lebih cepat daripada yang dapat diperoleh kembali secara alami. Minyak mentah disebut sebagai sumber daya tak terbarukan. Pembusukan bahan organik yang dikompresi menghasilkan minyak, yang kemudian dipecah menjadi molekul karbon dan hidrogen. Meskipun proses ini masih dapat dilakukan hingga saat ini, para ilmuwan memperkirakan bahwa proses menghasilkan minyak mentah dari rawa akan memakan ratusan ribu tahun. Karena pasokan minyak bumi tidak dapat diperoleh kembali secara alami sepanjang masa kita, kita menganggap minyak bumi tidak terbarukan.

Sumber daya mineral dan klasifikasinya

Nilai sumber daya mineral bergantung pada banyak hal. Beberapa faktor memengaruhi klasifikasi bahan galian energi alam mineral. Ini termasuk nilai strategis bahan galian untuk suatu negara, keberadaan dan jangkauan bahan galian dalam alam, penggunaan bahan galian dalam industri, efeknya terhadap kehidupan masyarakat umum, dan peluang untuk pengembangan bisnis. Mineral strategis, vital, dan lainnya adalah tiga jenis mineral yang diklasifikasikan oleh Departemen Pertambangan dan Energi sesuai dengan Undang-Undang No 11 tahun 1967.

Endapan bijih

Bijih adalah batu yang mengandung mineral baik mengandung logam ataupun non-logam. Bijih diekstraksi melalui proses penambangan, dan setelah itu, hasilnya dimurnikan untuk mengekstrak unsur-unsur ekonomi yang berharga. Endapan bijih digambarkan melalui eksplorasi mineral, yang menggunakan prospek geokimia, pengeboran dan estimasi sumber daya melalui geostatistik untuk mengukur badan bijih yang ekonomis.

Referensi:

https://en.wikipedia.org

https://www.geologyin.com

https://earth.indiana.edu

https://www.gramedia.com

Selengkapnya
Definisi Ilmu Geologi Ekonomi dan Pemanfaatannya

Geodesi dan Geomatika

Geodesi

Dipublikasikan oleh Ririn Khoiriyah Ardianti pada 18 Februari 2025


Geodesi menurut pandangan awam adalah cabang ilmu geosains yang mempelajari tentang pemetaan bumi. Geodesi adalah salah satu cabang keilmuan tertua yang berhubungan dengan bumi.

Etimologi

Geodesi berasal dari bahasa Yunani, Geo (γη) = bumi dan daisia / daiein (δαιω) = membagi, kata geodaisia atau geodeien berarti membagi bumi. Sebenarnya istilah “Geometri” sudah cukup untuk menyebutkan ilmu tentang pengukuran bumi, dimana geometri berasal dari bahasa Yunani, γεωμετρία = geo = bumi dan metria = pengukuran. Secara harafiah berarti pengukuran tentang bumi. Namun istilah geometri (lebih tepatnya ilmu spasial atau keruangan) yang merupakan dasar untuk mempelajari ilmu geodesi telah lazim disebutkan sebagai cabang ilmu matematika.

Definisi

Definisi Klasik

Menurut Helmert dan Torge (1880), Geodesi adalah Ilmu tentang pengukuran dan pemetaan permukaan bumi yang juga mencakup permukaan dasar laut.

Definisi Modern

Menurut IAG (International Association Of Geodesy, 1979), Geodesi adalah Disiplin ilmu yang mempelajari tentang pengukuran dan perepresentasian dari Bumi dan benda-benda langit lainnya, termasuk medan gaya beratnya masing-masing, dalam ruang tiga dimensi yang berubah dengan waktu.

Pada laporan Dewan Riset Nasional Amerika Serikat, definisi Geodesi dapat dibaca sebagai berikut: a branch of applied mathematics that determines by observations and measurements the exact position of points and the figures and areas of large portions of the earth's surface,the shape and size of the earth, and the variations of terrestrial gravity.

Dalam bahasa yang berbeda, geodesi adalah cabang dari ilmu matematika terapan, yang dilakukan dengan cara melakukan pengukuran dan pengamatan untuk menentukan:

  • Posisi yang pasti dari titik-titik di muka bumi
  • Ukuran dan luas dari sebagian besar muka bumi
  • Bentuk dan ukuran bumi serta variasi gaya berat bumi

Definisi ini mempunyai dua aspek, yakni:

  • Aspek ilmiah (aspek penentuan bentuk), berkaitan dengan aspek geometri dan fisik bumi serta variasi medan gaya berat bumi.
  • Aspek terapan (aspek penentuan posisi), berhubungan dengan pengukuran dan pengamatan titik-titik teliti atau luas dari suatu bagian besar bumi. Aspek terapan ini yang kemudian dikenal dengan sebutan survei dan pemetaan atau teknik geodesi.

Kini teknik geodesi tidak lagi hanya berhubungan dengan survei dan pemetaan. Perkembangan teknologi komputer dijital telah memperluas ruang lingkup keilmuan dan keahlian teknik geodesi. Peta telah dikelola sebagai informasi geografis berkomputer. Itu sebabnya dunia internasional telah mengadopsi terminologi baru: Geomatika atau Geoinformatika.

Sejarah Geodesi

Sejak zaman dahulu, Ilmu Geodesi digunakan oleh manusia untuk keperluan navigasi. Secara signifikan, kegiatan pemetaan bumi sebagai bidang ilmu Geodesi telah dimulai sejak banjir sungai nil (2000 SM) oleh kerajaan Mesir Kuno. Perkembangan Geodesi yang lebih signifikan lagi pada saat manusia mempelajari bentuk bumi & ukuran bumi lebih dalam oleh tokoh Yunani, Erastotenes yang dikenal sebagai bapak geodesi. Hingga teknik geodesi dijadikan sebagai disiplin ilmu akademis hampir disetiap negara. Saat ini, dikarenakan kemajuan teknologi informasi, cakupan ilmu geodesi semakin luas.

Sumber Artikel : Wikipedia

Selengkapnya
Geodesi
« First Previous page 4 of 11 Next Last »