Manajemen Keuangan
Dipublikasikan oleh Ririn Khoiriyah Ardianti pada 10 Februari 2025
Manajemen keuangan adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan keputusan pengelolaan keuangan dan aset keuangan. Tujuan utama dari manajemen keuangan adalah memperoleh keuntungan yang maksimal melalui sumber daya keuangan yang tersedia. Lingkup manajemen keuangan dimulai dari pencarian sumber keuangan, cara penggunaan keuangan yang diperoleh, serta pembagian laba sebagai hasil dari pengelolaan keuangan. Manajemen keuangan dapat diadakan secara individu maupun melalui perusahaan.
Pengambilan keputusan di dalam manajemen keuangan mengandalkan data-data akuntansi khususnya informasi yang ada pada laporan keuangan. Ruang lingkup pengambilan keputusan di dalam manajemen keuangan terbagi menjadi kebijakan keuangan, kebijakan investasi dan kebijakan dividen. Manfaat dari manajemen keuangan adalah memberikan kesejahteraan kepada para pemegang sumber daya keuangan. Penerapan manajemen keuangan diantaranya pada lembaga keuangan, industri, dan pemerintahan khususnya sektor publik.
Tujuan
Salah satu tujuan dari manajemen keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Tujuan lain dari manajemen keuangan adalah meminimalkan penggunaan biaya perusahaan. Manajemen keuangan juga bertujuan memberikan laba kepada pemegang saham secara maksimal dinilai dari harga saham.
Selain itu, manajemen keuangan juga bertujuan untuk menyiapkan struktur modal, peningkatan efisiensi serta pengurangan risiko operasional perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual, maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin. Seorang manajer juga harus mampu menekan arus peredaran uang agar terhindar dari tindakan yang tidak diinginkan.
Prinsip
Risiko dan pengembalian tarik-ulur
Dalam manajemen keuangan, risiko dan pengembalian tarik-ulur dijadikan sebagai prinsip utama. Investor umumnya memiliki kehati-hatian dalam memberikan investasi. Pengambilan keputusannya didasarkan pada peluang investasi dan portofolio perusahaan. Risiko dan pengembalian tarik-ulur pada individu menjadi pertimbangan utama dalam memberikan investasi.
Kehati-hatian investor dipengaruhi oleh hubungan positif antara risiko dan pengembalian investasi. Semakin besar risiko maka semakin besar pula pengembalian investasi. Manajemen keuangan harus memiliki prinsip yang mengharuskan portofolio berisi investasi berisiko rendah dan investasi berisiko tinggi.
Kegiatan
Manajemen keuangan berhubungan dengan 3 aktivitas, yaitu:
Pengambilan keputusan
Kebijakan keuangan
Pengambilan keputusan mengenai keuangan merupakan permasalahan yang selalu ditemukan oleh setiap kegiatan perusahaan atau kegiatan bisnis. Segala jenis pengambilan keputusan manajemen yang bertujuan untuk mencari dana dikategorikan sebagai bagian dari kebijakan keuangan. Membuat kebijakan keuangan merupakan tugas terpenting dalam manajemen keuangan.
Kebijakan keuangan berkaitan dengan pembiayaan dan laba yang diperoleh sebagai hasil investasi. Kebijakan ini juga mengatur cara menginvestasikan kembali laba yang telah diperoleh untuk memperoleh laba yang lebih besar lagi bagi para pemegang saham. Pengambilan keputusan di masa depan dalam kebijakan keuangan ditentukan oleh laporan keuangan yang disajikan sebagai produk dari akuntansi manajemen.
Kebijakan investasi
Kebijakan investasi di dalam manajemen keuangan berkaitan dengan pengelolaan aktiva beserta dengan penempatannya dalam bentuk investasi. Jenis keputusan investasi antara lain mengenai keputusan modal kerja pada aset lancar dan keputusan penganggaran modal pada aset tetap. Pengambilan keputusan investasi didasarkan pada laporan posisi keuangan.
Kebijakan dividen
Kebijakan dividen adalah salah satu jenis pengambilan keputusan yang dilakukan oleh perusahaan setelah memperoleh labasebagai hasil dari kebijakan investasi. Dalam kebijakan dividen, manajemen keuangan ditinjau dari segi saham. Tap pemegang saham perusahaan akan diberikan dividen sebagai bentuk laba. Pembagian laba dilakukan sesuai dengan persentase saham masing-masing dari pemegang saham. Di dalam kebijkan dividen juga dibahas pemecahan saham dan penarikan saham yang telah beredar.
Kegiatan permodalan
Manajemen modal kerja
Modal kerja dibutuhkan oleh setiap perusahaan untuk membiayai segala jenis kegiatan perusahaan. Modal perusahaan ini diperoleh melalui sumber internal maupun sumber eksternal. Sumber internal meliputi laba, biaya penyusutan dan modal langsung dari pemilik perusahaan. Sementara sumber modal eksternal meliputi saham dan utang. Manajemen modal kerja dilakukan setiap hari secara berkelanjutan.
Pengembangan ilmu
Pada abad ke-18, pengembangan keilmuan manajemen keuangan diawali oleh kapitalisme. Pada masa ini, ruang lingkup manajemen keuangan hanya membahas mengenai laba-rugi. Pada abad ke-19, manajemen keuangan telah menjadi bidang ilmu yang menyeluruh. Cakupan keilmuan manajemen keuangan pada masa tersebut dimulai dari studi deskriptif tentang pendekatan operasional manajemen manufaktur.
Sementara batasan akhir pengembangannya pada teori-teori perusahaan yang mengalami perubahan secara terus-menerus dalam keadaan tidak menentu. Ilmu manajemen kuangan semakin dikaji pada paruh pertama abad ke-20. Kondisi yang memicu pengembangan ilmu manajemen keuangan adalah peristiwa besar dalam skala global. Beberapa diantaranya yaitu Depresi Besar, Perang Dunia II, dan Krisis finansial Asia 1997.
Fungsi
Berikut ini adalah penjelasan singkat dari fungsi manajemen keuangan:
Bila dikaitkan dengan tujuan ini, maka fungsi manajer keuangan meliputi hal-hal sebagai berikut:
Analisis sumber dana dan penggunaannya
Analisis sumber dana atau analisis dana merupakan hal yang sangat penting bagi manajer keuangan. Analisis ini bermanfaat untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan asal perolehan dana tersebut. Suatu laporan yang menggambarkan asal sumber dana dan penggunaan dana. Alat analisis yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi dan prestasi keuangan perusahaan adalah analisis rasio dan proporsional.
Langkah pertama dalam analisis sumber dan penggunaan dana adalah laporan perubahan yang disusun atas dasar dua neraca untuk dua waktu. Laporan tersebut menggambarkan perubahan dari masing-masing elemen tersebut yang mencerminkan adanya sumber atau penggunaan dana.
Pada umumnya rasio keuangan yang dihitung bisa dikelompokkan menjadi enam jenis yaitu:
Modal
Istilah "modal" biasa diartikan bermacam-macam, istilah modal dalam pembelanjaan perusahaan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu: modal aktif dan modal pasif. Modal aktif merupakan kekayaan atau penggunaan dana, sedangkan modal pasif merupakan sumber dana.
Manfaat
Menciptakan kesejahteraan
Manajemen keuangan dapat memberikan kesejahteraan kepada karyawan, konsumen dan investor dari suatu perusahaan. Perusahaan yang mengadakan manajemen keuangan dapat menghasilkan produk berkualitas dengan harga yang murah sehingga menguntungkan konsumennya dari segi kesejahteraan. Manajemen keuangan juga memberikan kesejahteraan kepada karyawan melalui pemberian gaji yang tinggi. Sementara itu, kesejahteraan para investor diberikan dalam bentuk pengembalian laba yang lebih banyak setelah proses manajemen keuangan diadakan.
Pengelolaan
Manajer keuangan merupakan pelaksana dari manajemen keuangan. Manajer keuangan mempunyai hak dalam mengambil suatu keputusan yang sangat penting dalam suatu bidang investasi dan pembelanjaan perusahaan. Manajer keuangan juga bertanggung jawab dalam bidang keuangan pada suatu perusahaan.
Seorang manajer keuangan dalam suatu perusahaan harus mengetahui bagaimana mengelola segala unsur dan segi keuangan, hal ini wajib dilakukan karena keuangan merupakan salah satu fungsi penting dalam mencapai tujuan perusahaan. Unsur manajemen keuangan harus diketahui oleh seorang manajer. Misalkan saja seorang manajer keuangan tidak mengetahui apa-apa saja yang menjadi unsur-unsur manajemen keuangan, maka akan muncul kesulitan dalam menjalankan suatu perusahaan tersebut.
Sebab itu, seorang manajer keuangan harus mampu mengetahui segala aktivitas manajemen keuangan, khususnya penganalisisan sumber dana dan penggunaan-nya untuk merealisasikan keuntungan maksimum bagi perusahaan tersebut. Seorang manajer keuangan harus memahami arus peredaran uang baik eksternal maupun internal.
Disiplin ilmiah pendukung
Manajemen keuangan dan akuntansi merupakan dua bidang keilmuan yang saling mendukung satu sama lain. Persamaan manajemen keuangan dan akuntansi terletak pada perhatian terhadap aktiva dan pasiva perusahaan. Perbedaannya terletak pada periode waktu yang diberi perhatian. Akuntansi memberikan perhatian terhadap aktiva dan pasiva pada masa lampau.
Sementara manajemen keuangan memberikan perhatian terhadap aktiva dan pasiva di masa depan. Akuntansi menguji kesesuaian informasi pada laporan posisi keuangan dan mengadakan audit keuangan pada laporan keuangan pada periode waktu tertentu. Sementara manajemen keuangan kemudian menggunakan informasi dari hasil audit akuntansi di masa lalu dan masa sekarang untuk mengadakan pengambilan keputusan keuangan di masa depan.
Penerapan
Manajemen keuangan pribadi
Manajemen keuangan pribadi adalah penerapa manajemen keuangan dalam skala individu dan keluarga. Individu dan keluarga menggunakan manajemen keuangan untuk mencapai kesejahteraan di bidang keuangan. Kesejahteraan ini dapat dinilai dari keberhasilan dalam pengelolaan keuangan pribadi yang meliputi pendapatan, pengeluaran, tabungan, investasi dan perlindungan keuangan.
Manajemen keuangan perusahaan korporat
Manajemen keuangan perusahaan korporat umumnya ditangani oleh manajer keuangan. Pemegang saham perusahaan tidak terlibat dalam pengambilan keputusan bisnis. Fungsi manajemen keuangan umumnya diberikan kepada pejabat tinggi perusahaan yang menangani bidang keuangan. Pejabat ini mengambil keputusan dengan mengatasnamakan para pemegang saham.
Manajemen keuangan sektor publik
Manajemen keuangan sektor publik merupakan manajemen keuangan yang mengadakan pelayanan publik dari sumber modal keuangan publik. Pemerintah suatu negara mengadakan manajemen keuangan publik untuk memenuhi kebutuhan di sektor publik. Penerapannya berkaitan dengan otonomi daerah, Manajemen keuangan pada sektor publik memiliki fungsi pemerintahan, pengembangan manajerial dan pelayanan publik. Manajemen keuangan sektor publik bersifat berubah-ubah dalam hal keilmuan dan praktiknya. Ini disebabkan oleh kondisi masyarakat selaku penerima pelayanan publik yang selalu berubah-ubah pula.
Manajemen keuangan internasional
Manajemen keuangan internasional merupakan penerapan manajemen keuangan dalam skala internasional. Prinsip manajemen keuangan internasional sama dengan manajemen keuangan.
Sumber artikel: Wikipedia
Teknik Produksi Mesin
Dipublikasikan oleh Raynata Sepia Listiawati pada 10 Februari 2025
Manufaktur berbantuan komputer
Manufaktur berbantuan komputer (computer-aided manufacturing/CAM) juga dikenal sebagai pemodelan berbantuan komputer atau pemesinan berbantuan komputer adalah penggunaan perangkat lunak untuk mengontrol peralatan mesin dalam pembuatan benda kerja. Ini bukan satu-satunya definisi CAM, tetapi ini adalah definisi yang paling umum. Hal ini juga dapat merujuk pada penggunaan komputer untuk membantu semua operasi pabrik, termasuk perencanaan, manajemen, transportasi, dan penyimpanan. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan proses produksi yang lebih cepat dan komponen serta perkakas dengan dimensi dan konsistensi material yang lebih tepat, yang dalam beberapa kasus, hanya menggunakan jumlah bahan mentah yang diperlukan (sehingga meminimalkan limbah), sekaligus mengurangi konsumsi energi. CAM sekarang menjadi sistem yang digunakan di sekolah-sekolah dan tujuan pendidikan yang lebih rendah. CAM merupakan proses berbantuan komputer berikutnya setelah desain berbantuan komputer (CAD) dan terkadang teknik berbantuan komputer (CAE), karena model yang dihasilkan di CAD dan diverifikasi di CAE dapat dimasukkan ke dalam perangkat lunak CAM, yang kemudian mengendalikan peralatan mesin. CAM digunakan di banyak sekolah bersama CAD untuk membuat objek.
Gambaran Umum
Secara tradisional, CAM merupakan alat pemrograman kontrol numerik (NC), di mana model komponen dua dimensi (2-D) atau tiga dimensi (3-D) dibuat dalam CAD. Seperti halnya teknologi "berbantuan komputer" lainnya, CAM tidak menghilangkan kebutuhan akan tenaga profesional yang terampil seperti insinyur manufaktur, pemrogram NC, atau ahli mesin. CAM memanfaatkan nilai dari para profesional manufaktur yang paling terampil melalui alat produktivitas yang canggih, sekaligus membangun keterampilan para profesional baru melalui alat visualisasi, simulasi, dan pengoptimalan.
Alat CAM umumnya mengubah model menjadi bahasa yang dipahami oleh mesin target yang bersangkutan, biasanya G-code. Kontrol numerik dapat diterapkan pada alat permesinan, atau yang lebih baru pada printer 3D.
Sejarah
Aplikasi komersial awal CAM ada di perusahaan besar di industri otomotif dan kedirgantaraan; misalnya, Pierre Béziers bekerja mengembangkan aplikasi CAD / CAM UNISURF pada tahun 1960-an untuk desain bodi mobil dan perkakas di Renault. Alexander Hammer di Perusahaan Turbin Uap DeLaval menemukan teknik untuk mengebor bilah turbin secara progresif dari balok logam padat dengan bor yang dikontrol oleh pembaca kartu punch pada tahun 1950. Boeing pertama kali mendapatkan mesin NC pada tahun 1956, yang dibuat oleh perusahaan seperti Kearney dan Trecker, Stromberg-Carlson, dan Thompson Ramo Waldridge.
Secara historis, perangkat lunak CAM dianggap memiliki beberapa kekurangan yang mengharuskan keterlibatan yang terlalu tinggi dari para ahli mesin CNC. Fallows menciptakan perangkat lunak CAD pertama, namun memiliki kekurangan yang parah dan segera dibawa kembali ke tahap pengembangan. Perangkat lunak CAM akan menghasilkan kode untuk mesin yang paling tidak mampu, karena setiap kontrol alat mesin ditambahkan ke set kode G standar untuk meningkatkan fleksibilitas. Dalam beberapa kasus, seperti perangkat lunak CAM yang tidak diatur dengan benar atau alat tertentu, mesin CNC memerlukan pengeditan manual sebelum program dapat berjalan dengan baik. Tak satu pun dari masalah ini yang tidak dapat diatasi oleh insinyur yang bijaksana atau operator mesin yang terampil yang tidak dapat diatasi untuk pembuatan prototipe atau proses produksi kecil; G-Code adalah bahasa yang sederhana. Dalam produksi tinggi atau bengkel dengan presisi tinggi, serangkaian masalah yang berbeda ditemukan di mana seorang ahli mesin CNC yang berpengalaman harus menulis program kode tangan dan menjalankan perangkat lunak CAM.
Integrasi CAD dengan komponen lain dari lingkungan manajemen siklus hidup produk (PLM) CAD/CAM/CAE memerlukan pertukaran data CAD yang efektif. Biasanya, operator CAD harus mengekspor data dalam salah satu format data yang umum, seperti format IGES atau STL atau Parasolid yang didukung oleh berbagai macam perangkat lunak. Output dari perangkat lunak CAM biasanya berupa file teks sederhana berupa G-code/M-code, terkadang terdiri dari ribuan perintah, yang kemudian ditransfer ke peralatan mesin menggunakan program direct numerical control (DNC) atau pada Pengontrol modern menggunakan USB Storage Device yang umum.
Paket CAM tidak bisa, dan masih tidak bisa, bernalar seperti halnya seorang ahli mesin. Mereka tidak dapat mengoptimalkan jalur pahat sejauh yang diperlukan untuk produksi massal. Pengguna akan memilih jenis alat, proses pemesinan, dan jalur yang akan digunakan. Meskipun seorang insinyur mungkin memiliki pengetahuan tentang pemrograman G-code, optimasi kecil dan masalah keausan akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Item yang diproduksi secara massal yang memerlukan pemesinan sering kali dibuat melalui pengecoran atau metode non-mesin lainnya. Hal ini memungkinkan kode G yang ditulis tangan, pendek, dan sangat dioptimalkan, yang tidak dapat diproduksi dalam paket CAM.
Setidaknya di Amerika Serikat, ada kekurangan masinis muda dan terampil yang memasuki dunia kerja yang mampu bekerja di bidang manufaktur yang ekstrem; presisi tinggi dan produksi massal. Ketika perangkat lunak dan mesin CAM menjadi lebih rumit, keterampilan yang dibutuhkan oleh masinis atau operator mesin semakin meningkat hingga mendekati keterampilan pemrogram dan insinyur komputer, alih-alih menghilangkan masinis CNC dari dunia kerja.
Bidang-bidang umum yang menjadi perhatian
Mengatasi kekurangan historis
Seiring berjalannya waktu, kekurangan historis CAM mulai dilemahkan, baik oleh penyedia solusi khusus maupun oleh penyedia solusi kelas atas. Hal ini terjadi terutama dalam tiga arena:
Kemudahan dalam penggunaan
Bagi pengguna yang baru memulai sebagai pengguna CAM, kemampuan out-of-the-box yang menyediakan Process Wizards, templat, pustaka, peralatan mesin, pemesinan berbasis fitur otomatis, dan antarmuka pengguna yang dapat disesuaikan dengan fungsi pekerjaan membangun kepercayaan pengguna dan mempercepat proses pembelajaran.
Kepercayaan diri pengguna semakin terbangun dengan visualisasi 3D melalui integrasi yang lebih dekat dengan lingkungan CAD 3D, termasuk simulasi dan pengoptimalan yang menghindari kesalahan.
Kompleksitas manufaktur
Lingkungan manufaktur semakin kompleks. Kebutuhan akan alat bantu CAM dan PLM oleh insinyur manufaktur, pemrogram NC, atau masinis mirip dengan kebutuhan akan bantuan komputer oleh pilot sistem pesawat terbang modern. Mesin modern tidak dapat digunakan dengan baik tanpa bantuan ini.
Sistem CAM saat ini mendukung berbagai macam peralatan mesin termasuk: pembubutan, pemesinan 5 sumbu, waterjet, pemotongan laser / plasma, dan wire EDM. Pengguna CAM saat ini dapat dengan mudah menghasilkan jalur pahat yang ramping, kemiringan sumbu pahat yang dioptimalkan untuk laju pemakanan yang lebih tinggi, masa pakai pahat dan permukaan akhir yang lebih baik, dan kedalaman pemotongan yang ideal. Selain memprogram operasi pemotongan, perangkat lunak CAM modern juga dapat mendorong operasi non-pemotongan seperti pemeriksaan alat mesin.
Integrasi dengan PLM dan LM perusahaan yang diperluas untuk mengintegrasikan manufaktur dengan operasi perusahaan mulai dari konsep hingga dukungan lapangan untuk produk jadi.
Untuk memastikan kemudahan penggunaan yang sesuai dengan tujuan pengguna, solusi CAM modern dapat diskalakan dari sistem CAM yang berdiri sendiri hingga rangkaian solusi 3D multi-CAD yang terintegrasi penuh. Solusi ini dibuat untuk memenuhi seluruh kebutuhan personel manufaktur termasuk perencanaan komponen, dokumentasi bengkel, manajemen sumber daya, serta manajemen dan pertukaran data. Untuk mencegah solusi ini dari informasi spesifik alat yang mendetail, manajemen alat khusus
Proses pemesinan
Sebagian besar proses pemesinan berlangsung melalui banyak tahapan, yang masing-masing diimplementasikan dengan berbagai strategi dasar dan canggih, tergantung pada desain komponen, material, dan perangkat lunak yang tersedia.
Pengasaran
Proses ini biasanya dimulai dengan stok mentah, yang dikenal sebagai billet, atau pengecoran kasar yang dipotong secara kasar oleh mesin CNC untuk membentuk model akhir, dengan mengabaikan detail-detail halus. Dalam penggilingan, hasilnya sering kali memberikan tampilan teras atau langkah, karena strategi ini telah mengambil beberapa "langkah" ke bawah bagian saat menghilangkan material. Hal ini mengambil keuntungan terbaik dari kemampuan mesin dengan memotong material secara horizontal. Strategi yang umum digunakan adalah zig-zag clearing, offset clearing, plunge roughing, rest-roughing, dan trochoidal milling (adaptive clearing). Tujuan pada tahap ini adalah untuk menghilangkan material paling banyak dalam waktu yang paling singkat, tanpa terlalu memperhatikan akurasi dimensi secara keseluruhan. Ketika melakukan pengasaran pada suatu bagian, sejumlah kecil material ekstra sengaja ditinggalkan untuk dihilangkan dalam operasi finishing berikutnya.
Semi-finishing
Proses ini dimulai dengan bagian kasar yang mendekati model secara tidak merata dan memotong dalam jarak offset tetap dari model. Lintasan semi-finishing harus menyisakan sedikit material (disebut kerang) sehingga pahat dapat memotong secara akurat, tetapi tidak terlalu sedikit sehingga pahat dan material membelok dari permukaan pemotongan. Strategi yang umum digunakan adalah lintasan raster, lintasan garis air, lintasan step-over konstan, penggilingan pensil.
Finishing
Finishing melibatkan banyak gerakan ringan melintasi material dalam langkah-langkah halus untuk menghasilkan bagian yang sudah jadi. Ketika menyelesaikan suatu bagian, langkah di antara pemakanan minimal untuk mencegah defleksi pahat dan pegas material. Untuk mengurangi beban pahat lateral, pengikatan pahat dikurangi, sementara laju pemakanan dan kecepatan spindel umumnya ditingkatkan untuk mempertahankan kecepatan permukaan target (SFM). Beban chip yang ringan pada pemakanan dan RPM yang tinggi sering disebut sebagai High Speed Machining (HSM), dan dapat memberikan waktu pemesinan yang cepat dengan hasil yang berkualitas tinggi. Hasil dari pemakanan yang lebih ringan ini adalah bagian yang sangat akurat, dengan hasil akhir permukaan yang tinggi dan seragam. Selain memodifikasi kecepatan dan pemakanan, para ahli mesin sering kali melakukan finishing pada endmill khusus, yang tidak pernah digunakan sebagai endmill kasar. Hal ini dilakukan untuk melindungi endmill dari keripik dan cacat pada permukaan pemotongan, yang akan meninggalkan goresan dan noda pada bagian akhir.
Penggilingan kontur
Dalam aplikasi milling pada perangkat keras dengan meja putar dan/atau sumbu kepala putar, proses finishing terpisah yang disebut contouring dapat dilakukan. Alih-alih turun dalam peningkatan halus untuk mendekati permukaan, benda kerja atau pahat diputar untuk membuat permukaan pemotongan pahat bersinggungan dengan fitur bagian yang ideal. Hal ini menghasilkan permukaan akhir yang sangat baik dengan akurasi dimensi yang tinggi. Proses ini biasanya digunakan untuk mengerjakan bentuk organik yang kompleks seperti bilah turbin dan impeller, yang karena lekukannya yang rumit dan geometrinya yang tumpang tindih, tidak mungkin dikerjakan hanya dengan mesin tiga sumbu.
Disadur dari: en.wikipedia.org
Teknik Mesin
Dipublikasikan oleh Raynata Sepia Listiawati pada 10 Februari 2025
Pesawat tempur
Pesawat tempur (pada awalnya juga pesawat pengejar)[a] adalah pesawat militer yang dirancang terutama untuk pertempuran udara-ke-udara. Dalam konflik militer, peran pesawat tempur adalah untuk membangun superioritas udara di medan perang. Dominasi wilayah udara di atas medan perang memungkinkan pesawat pengebom dan pesawat tempur untuk melakukan pengeboman taktis dan strategis terhadap target musuh.
Fitur kinerja utama pesawat tempur tidak hanya mencakup daya tembaknya, tetapi juga kecepatan tinggi dan kemampuan manuver relatif terhadap pesawat target. Keberhasilan atau kegagalan upaya kombatan untuk mendapatkan superioritas udara bergantung pada beberapa faktor termasuk keterampilan pilotnya, kesehatan taktis doktrinnya untuk mengerahkan pesawat tempurnya, dan jumlah serta kinerja pesawat tempur tersebut.
Banyak pesawat tempur modern juga memiliki kemampuan sekunder seperti serangan darat dan beberapa jenis, seperti pesawat pengebom, dirancang sejak awal untuk peran ganda. Desain pesawat tempur lainnya sangat terspesialisasi sambil tetap mengisi peran superioritas udara utama, dan ini termasuk pencegat, pesawat tempur berat, dan pesawat tempur malam.
Sejarah
Sejak Perang Dunia I, mencapai dan mempertahankan superioritas udara telah dianggap penting untuk meraih kemenangan dalam peperangan konvensional.
Pesawat tempur terus dikembangkan sepanjang Perang Dunia I, untuk menghalangi pesawat musuh dan dirigibles untuk mengumpulkan informasi melalui pengintaian di medan perang. Pesawat tempur awal berukuran sangat kecil dan dipersenjatai dengan ringan menurut standar yang ada, dan sebagian besar merupakan pesawat biplanes yang dibangun dengan rangka kayu yang dilapisi kain, dan kecepatan maksimum sekitar 100 mph (160 km/jam). Ketika kontrol atas wilayah udara atas tentara menjadi semakin penting, semua negara besar mengembangkan pesawat tempur untuk mendukung operasi militer mereka. Di antara kedua perang tersebut, kayu sebagian besar digantikan sebagian atau seluruhnya oleh tabung logam, dan akhirnya struktur kulit bertekanan aluminium (monocoque) mulai mendominasi.
Pada Perang Dunia II, sebagian besar pesawat tempur adalah monoplanes yang seluruhnya terbuat dari logam yang dipersenjatai dengan baterai senapan mesin atau meriam dan beberapa di antaranya memiliki kecepatan mendekati 400 mph (640 km/jam). Sebagian besar pesawat tempur hingga saat ini memiliki satu mesin, tetapi sejumlah pesawat tempur bermesin ganda juga dibuat; namun pesawat-pesawat ini ternyata kalah bersaing dengan pesawat tempur bermesin tunggal dan dialihkan ke tugas-tugas lain, seperti pesawat tempur malam hari yang dilengkapi dengan perangkat radar primitif.
Pada tahun 1950-an, radar dipasang pada pesawat tempur harian, karena jarak tembak udara-ke-udara yang semakin jauh, pilot tidak dapat lagi melihat cukup jauh ke depan untuk mempersiapkan diri menghadapi lawan. Selanjutnya, kemampuan radar berkembang pesat dan sekarang menjadi metode utama akuisisi target. Sayap dibuat lebih tipis dan disapu ke belakang untuk mengurangi hambatan transonik, yang membutuhkan metode manufaktur baru untuk mendapatkan kekuatan yang memadai. Kulit tidak lagi berupa lembaran logam yang dipaku pada struktur, tetapi digiling dari lempengan paduan yang besar. Penghalang suara telah dipatahkan, dan setelah beberapa kali salah start karena perubahan yang diperlukan dalam kontrol, kecepatan dengan cepat mencapai Mach 2, di mana pesawat tidak dapat bermanuver secara memadai untuk menghindari serangan.
Rudal udara-ke-udara sebagian besar menggantikan senjata dan roket pada awal 1960-an karena keduanya diyakini tidak dapat digunakan pada kecepatan yang dicapai, namun Perang Vietnam menunjukkan bahwa senjata masih memiliki peran, dan sebagian besar pesawat tempur yang dibuat sejak saat itu dilengkapi dengan meriam (biasanya antara 20 dan 30 mm (0,79 dan 1,18 inci) di samping rudal. Sebagian besar pesawat tempur modern dapat membawa setidaknya sepasang rudal udara-ke-udara.
Pada tahun 1970-an, turbofan menggantikan turbojet, meningkatkan penghematan bahan bakar sehingga pesawat pendukung mesin piston terakhir dapat digantikan dengan jet, sehingga memungkinkan pesawat tempur multi-peran. Struktur sarang lebah mulai menggantikan struktur giling, dan komponen komposit pertama mulai muncul pada komponen yang mengalami sedikit tekanan.
Dengan peningkatan yang stabil dalam komputer, sistem pertahanan menjadi semakin efisien. Untuk mengatasi hal ini, teknologi siluman telah diupayakan oleh Amerika Serikat, Rusia, India, dan Cina. Langkah pertama adalah menemukan cara untuk mengurangi pantulan pesawat terhadap gelombang radar dengan mengubur mesin, menghilangkan sudut tajam, dan mengalihkan pantulan apa pun dari perangkat radar kekuatan lawan. Berbagai bahan ditemukan untuk menyerap energi dari gelombang radar, dan dimasukkan ke dalam lapisan khusus yang sejak saat itu digunakan secara luas. Struktur komposit telah tersebar luas, termasuk komponen struktural utama, dan telah membantu mengimbangi peningkatan berat pesawat yang terus meningkat-sebagian besar pesawat tempur modern lebih besar dan lebih berat daripada pesawat pengebom menengah Perang Dunia II.
Karena pentingnya superioritas udara, sejak masa awal pertempuran udara angkatan bersenjata terus bersaing untuk mengembangkan pesawat tempur berteknologi unggul dan mengerahkan pesawat tempur ini dalam jumlah yang lebih besar, dan pengerahan armada pesawat tempur yang layak menghabiskan sebagian besar anggaran pertahanan angkatan bersenjata modern.
Pasar pesawat tempur global bernilai $45,75 miliar pada tahun 2017 dan diproyeksikan oleh Frost & Sullivan sebesar $47,2 miliar pada tahun 2026: 35% program modernisasi dan 65% pembelian pesawat, yang didominasi oleh Lockheed Martin F-35 dengan 3.000 pengiriman dalam kurun waktu 20 tahun.
Klasifikasi
Pesawat tempur terutama dirancang untuk pertempuran udara-ke-udara. Jenis tertentu dapat dirancang untuk kondisi pertempuran tertentu, dan dalam beberapa kasus untuk peran tambahan seperti pertempuran udara-ke-darat. Secara historis, Royal Flying Corps dan Royal Air Force Inggris menyebutnya sebagai "pengintai" hingga awal 1920-an, sementara Angkatan Darat AS menyebutnya sebagai pesawat "pengejar" hingga akhir 1940-an (menggunakan sebutan P, seperti pada Curtiss P-40 Warhawk, Republic P-47 Thunderbolt, dan Bell P-63 Kingcobra). Inggris mengubah sebutannya menjadi pesawat tempur pada tahun 1920-an, sementara Angkatan Darat AS melakukannya pada tahun 1940-an. Pesawat tempur jarak pendek yang dirancang untuk mempertahankan diri dari pesawat musuh yang datang dikenal sebagai pencegat.
Kelas pesawat tempur yang diakui meliputi:
Dari jumlah tersebut, kelas pesawat pembom tempur, pesawat pengintai, dan pesawat tempur serang memiliki peran ganda, memiliki kualitas pesawat tempur di samping beberapa peran medan tempur lainnya. Beberapa desain pesawat tempur dapat dikembangkan dalam varian yang melakukan peran lain sepenuhnya, seperti serangan darat atau pengintaian tak bersenjata. Hal ini mungkin karena alasan politik atau keamanan nasional, untuk tujuan periklanan, atau alasan lainnya.
Sopwith Camel dan "pengintai tempur" lainnya pada Perang Dunia I melakukan banyak pekerjaan serangan darat. Pada Perang Dunia II, USAAF dan RAF sering kali memilih pesawat tempur daripada pesawat pengebom ringan atau pesawat pengebom selam, dan jenis-jenis seperti Republic P-47 Thunderbolt dan Hawker Hurricane yang tidak lagi kompetitif sebagai pesawat tempur udara diturunkan menjadi pesawat tempur darat. Beberapa pesawat, seperti F-111 dan F-117, telah menerima sebutan pesawat tempur meskipun tidak memiliki kemampuan tempur karena alasan politik atau alasan lainnya. Varian F-111B pada awalnya ditujukan untuk peran tempur dengan Angkatan Laut AS, tetapi dibatalkan. Pengaburan ini mengikuti penggunaan pesawat tempur sejak awal untuk operasi "serangan" atau "pemogokan" terhadap target darat dengan cara menembaki atau menjatuhkan bom kecil dan pembakar. Pesawat pembom tempur serbaguna yang memiliki banyak peran seperti McDonnell Douglas F/A-18 Hornet merupakan pilihan yang lebih murah daripada memiliki berbagai jenis pesawat khusus.
Beberapa pesawat tempur termahal seperti Grumman F-14 Tomcat dari Amerika Serikat, McDonnell Douglas F-15 Eagle, Lockheed Martin F-22 Raptor, dan Sukhoi Su-27 dari Rusia digunakan sebagai pencegat segala cuaca dan juga pesawat tempur superioritas udara, dan biasanya mengembangkan peran udara-ke-darat di akhir kariernya. Pencegat umumnya adalah pesawat yang dimaksudkan untuk menargetkan (atau mencegat) pesawat pengebom sehingga sering kali mengorbankan kemampuan manuver untuk kecepatan naik.
Sebagai bagian dari nomenklatur militer, sebuah huruf sering kali diberikan pada berbagai jenis pesawat untuk menunjukkan penggunaannya, bersama dengan nomor untuk menunjukkan pesawat tertentu. Huruf yang digunakan untuk menunjuk pesawat tempur berbeda di berbagai negara. Di dunia berbahasa Inggris, "F" sekarang sering digunakan untuk menunjukkan pesawat tempur (misalnya Lockheed Martin F-35 Lightning II atau Supermarine Spitfire F.22), meskipun "P" digunakan di AS untuk pengejaran (misalnya Curtiss P-40 Warhawk), terjemahan dari bahasa Prancis "C" (Dewoitine D.520 C.1) untuk Chasseur, sedangkan di Rusia "I" digunakan untuk Istrebitel, atau pembasmi (Polikarpov I-16).
Pesawat tempur superioritas udara
Seiring dengan berkembangnya jenis pesawat tempur, pesawat tempur superioritas udara muncul sebagai peran khusus di puncak kecepatan, kemampuan manuver, dan sistem persenjataan udara-ke-udara - yang mampu bertahan melawan semua pesawat tempur lain dan membangun dominasinya di langit di atas medan perang.
Pencegat
Pencegat adalah pesawat tempur yang dirancang khusus untuk mencegat dan menyerang pesawat musuh yang mendekat. Ada dua kelas umum pencegat: pesawat yang relatif ringan dalam peran pertahanan titik, dibuat untuk reaksi cepat, kinerja tinggi dan dengan jangkauan pendek, dan pesawat yang lebih berat dengan avionik yang lebih komprehensif dan dirancang untuk terbang di malam hari atau di segala cuaca dan untuk beroperasi dalam jarak yang lebih jauh. Berasal dari Perang Dunia I, pada tahun 1929, pesawat tempur kelas ini dikenal sebagai pencegat.
Pesawat tempur malam dan segala cuaca
Peralatan yang diperlukan untuk penerbangan siang hari tidak memadai saat terbang di malam hari atau dalam jarak pandang yang buruk. Pesawat tempur malam dikembangkan selama Perang Dunia I dengan peralatan tambahan untuk membantu pilot terbang lurus, menavigasi, dan menemukan target. Dari varian modifikasi Royal Aircraft Factory B.E.2c pada tahun 1915, pesawat tempur malam telah berevolusi menjadi pesawat tempur segala cuaca yang sangat mumpuni.
Pesawat tempur strategis
Pesawat tempur strategis adalah jenis pesawat tempur yang cepat, bersenjata lengkap, dan jarak jauh, yang mampu bertindak sebagai pesawat tempur pengawal yang melindungi pesawat pengebom, melakukan serangan mendadak sebagai pesawat tempur penetrasi, dan melakukan patroli jarak jauh dari markas.
Pesawat pengebom rentan karena kecepatannya yang rendah, ukurannya yang besar, dan kemampuan manuvernya yang buruk. Pesawat tempur pengawal dikembangkan selama Perang Dunia II untuk berada di antara pesawat pengebom dan penyerang musuh sebagai perisai pelindung. Persyaratan utamanya adalah untuk jarak jauh, dengan beberapa pesawat tempur berat yang diberikan peran tersebut. Namun, pesawat-pesawat ini juga terbukti berat dan rentan, sehingga seiring dengan perkembangan perang, teknik seperti tank penerjun dikembangkan untuk memperluas jangkauan pesawat tempur konvensional yang lebih lincah.
Pesawat tempur penetrasi biasanya juga dipasang untuk peran serangan darat, sehingga mampu mempertahankan diri saat melakukan serangan mendadak.
Disadur dari: en.wikipedia.org
Manajemen Strategis
Dipublikasikan oleh Ririn Khoiriyah Ardianti pada 10 Februari 2025
Analisis lima kekuatan porter (bahasa Inggris: Porter five forces analysis) adalah suatu kerangka kerja untuk analisis industri dan pengembangan strategi bisnis yang dikembangkan oleh Michael Porter dari Sekolah Bisnis Universitas Harvard pada tahun 1979. Menurutnya ada lima kekuatan yang menentukan intensitas persaingandalam suatu industri, yaitu
(1) Ancaman produk pengganti,
(2) Ancaman pesaing,
(3) Ancaman pendatang baru,
(4) Daya tawar pemasok, serta
(5) Daya tawar konsumen. Analisis ini biasanya dilakukan dengan kombinasi dengan analisis SWOT.
Sumber artikel: Wikipedia
Geografi
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 10 Februari 2025
JAKARTA, iNews.id – Peta Indonesia harus diketahui setiap siswa agar bisa menjawab soal dalam pelajaran geografi. Agar semakin paham, ketahui juga nama provinsi dan cara membacanya. Peta Indonesia adalah gambar atau lukisan yang menunjukkan wilayah Indonesia secara lengkap pada sebuah kertas. Melalui sebuah peta, seseorang dapat mengetahui gambaran suatu wilayah, pulau, negara, hingga dunia sekalipun.
Setiap beberapa tahun, peta Indonesia mengalami perubahan berupa pembaruan gambar. Hal ini dikarenakan adanya beberapa perubahan batas antarwilayah atau adanya penambahan provinsi baru.
Pada tanggal 30 Juni 2022, pemerintah resmi menambah 3 provinsi baru hasil dari pemekaran di Provinsi Papua. Bagaimana peta Indonesia terbaru dan provinsi apa saja itu? simak penjelasannya berikut ini.
Gambar peta Indonesia di atas merupakan peta terbaru dari Badan Informasi Geospasial dengan skala 1:5.000.000 di tahun 2017.
Geografi Indonesia
Dikutip dari buku ‘Arif Teman Berlatih Cerdas’ karya Tim Arif, secara geografis Indonesia terletak di antara Benua Australia dan Asia, serta di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Kondisi geografis Indonesia adalah negara maritim dan kepulauan yang terbentang dari Sanag sampai Merauke. Luas wilayah Indonesia mencapai 5.193.250 km2, dengan luas daratan sebesar 1.919.440 km2 dan luas lautan sebesar 3.273.810 km2.
Berdasarkan posisinya batas wilayah negara Indonesia adalah sebagai berikut:
1. Sebelah Utara, wilayah Indonesia berbatasan dengan wilayah negara Malaysia, Singapura, Palau, Filipina, dan Laut Cina Selatan.
2. Sebelah Barat, wilayah Indonesia berbatasan dengan Samudra Hindia.
3. Sebelah Selatan, wilayah Indonesia berbatasan dengan negara Timor Leste, Australia, dan Samudra Hindia.
4.Sebelah Timur, wilayah Indonesia berbatasan dengan negara Papua Nugini dan Samudra Pasifik.
Daftar Nama Provinsi di Indonesia Terbaru
Mengutip dari buku ‘Pintar 34 Provinsi di Indonesia’ karya Kurniawan Dinihari, Indonesia sebelumnya memiliki total 34 provinsi. Namun belum lama ini, ada 3 provinsi baru yang merupakan hasil pemekaran dari Papua. Sehingga total jumlah provinsi di Indonesia saat ini adalah 37 Provinsi.
1. Nanggroe Aceh Darussalam
2. Sumatera Utara
3. Sumatera Barat
4. Sumatera Selatan
5. Riau
6. Kepulauan Riau
7. Jambi
8. Bangka Belitung
9. Bengkulu
10. Lampung
11. Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta)
12. Jawa Barat
13. Banten
14. Jawa Tengah
15. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
16. Jawa Timur
17. Bali
18. Nusa Tenggara Barat (NTB)
19. Nusa Tenggara Timur (NTT)
20. Kalimantan Barat
21. Kalimantan Tengah
22. Kalimantan Utara
23. Kalimantan Selatan
24. Kalimantan Timur
25. Sulawesi Barat
26. Sulawesi Utara
27. Sulawesi Tengah
28. Sulawesi Tenggara
29. Sulawesi Selatan
30. Gorontalo
31. Maluku
32. Maluku Utara
33. Papua Barat
34. Papua
35. Papua Selatan
36. Papua Tengah
37. Papua Pegunungan
Cara Baca Peta Indonesia
Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam membaca peta, antara lain:
1. Keterangan pada peta dan judul tempat yang ditampilkan 2. Letak tempat ditinjau dari garis lintang dan garis bujur
3. Arah, penggunaan penunjuk arah ( arah )
4. Skala, digunakan untuk menentukan jarak atau luasnya suatu tempat di lapangan
5. Tanda segitiga (elevasi) atau jalur konveyor untuk menentukan ketinggian suatu area
6. Perbedaan kemiringan berdasarkan jarak antara garis kontur dengan jalur konveyor yang berdekatan
7. Sumber daya alam melalui informasi (dokumen)
8. Simbol dan deskripsi peta, yaitu relief, gunung , Bentuk relief Māori seperti gunung, lembah atau sungai, jaringan transportasi dan distribusi perkotaan. Gambar peta indonesia beserta nama provinsi baru cara membaca peta. Tahukah Anda bahwa jumlah negara bagian di Indonesia semakin bertambah?
Sumber: www.inews.id
Asosiasi Profesi
Dipublikasikan oleh Afridha Nu’ma Khoiriyah pada 10 Februari 2025
Diamanahi kepmendikbudristek menyelenggarakan PSPPI
batampos – polibatam Negeri Batam (Polibatam) sukses menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) Vokasi pertama di program studi (Prodi) program profesi insinyur (PSPPI), selain itu PSPPI polibatam juga menjadi prodi pasca sarjana pertama di polibatam. Kabar baik ini sesuai Kepmendikbudristek No. 501EO 2022 Polibatam ditandatangani Plt sekretaris direktorat jenderal pendidikan tinggi, riset dan teknologi, Tjitjik Srie Tjahjandarie tertanggal 13 Juli 2022.
Direktur polibatam, Uuf Brajawidagda ST MT Ph.D menyebutkan, berdasarkan Kepmendikbudristek tersebut, Polibatam pada semester ganjil 2022/2023 sudah dapat membuka pendidikan profesi insinyur‘’Polibatam adalah PTN Vokasi pertama mendapatkan amanah ini,’’ papar Uuf.
Ditambahkan ketua program studi (KPS) PSPPI polibatam, Ir Rahman Hakim ST MSc IPM ASEAN Eng, sesuai UU No 11 tahun 2014 dan PP No. 25 tahun 2019, lulusan sarjana teknik belum boleh praktik keinsinyuran sebelum mendapakan Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI). Praktik keinsinyuran di sini mempunyai makna luas, di antaranya mengerjakan program proyek/ tender hingga program pendidikan teknik baik pada sektor pemerintah maupun swasta.
Saat ini terdapat 27 Badan Kejuruan (BK) Teknik dalam naungan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yang berhak mendapatkan STRI. Salah satu cara memperoleh STRI itu melalui pendidikan (kuliah, red) di PSPPI dan telah dinyatakan lulus sertifikasi Insinyur Profesional (IPP/ IPM/ IPU).
Untuk menjalankan amanah UU No. 11 Tahun 2014 pasal 10 ayat 1 dan 2, Polibatam mengimbau para engineer di Kepri bekerja secara legal ber-STRI. Dengan mempunyai STRI, mereka berhak mendapatkan advokasi hukum hingga terbebas dari ancaman sanksi pidana sebagaimana tercantum pada pasal 50 ayat 1 dan 2 hakim menyebutkan, amanah penyelenggaran PSPPI inilah yang menjadi prestasi Polibatam di semester pertama tahun 2022 ini.
Sebagai contoh pada saat ini, beberapa kementerian bergerak bidang keinsinyuran secara bertahap mulai menginstruksikan seluruh jajarannya yang mempunyai latar belakang pendidikan keinsinyuran wajib memiliki STRI. Salah satunya adalah kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR). Semoga kementerian maupun instansi yang bergerak di bidang keinsinyuran lain, juga turut serta mewajibkan maupun mensosialisasikan penerapan STRI dalam pekerjaannya.
PSPPI Polibatam diselenggarakan melalui dua skema, kelas reguler dan kelas rekognisi pembelajaran lampau (RPL). Kurikulum PSPPI pada umumnya terdiri dari total 24 SKS (6 Mata Kuliah), baik kelas reguler maupun RPL. Kelas RPL diselenggarakan selama 1 semester (6 bulan) dan kelas reguler dilaksanakan selama 2 semester (1 tahun).
Kedua kelas tersebut diselenggarakan setelah proses seleksi administrasi yang dilakukan oleh polibatam. Seleksi administrasi tersebut ditekankan pada ijazah dan lamanya pengalaman kerja dibidang keteknikan. Lebih lanjut lagi, setelah lulus dari PSPPI Polibatam, mahasiswa berhak menyandang gelar insinyur.
Sumber: metropolis.batampos.co.id