Manajemen Keuangan
Dipublikasikan oleh Ririn Khoiriyah Ardianti pada 10 Februari 2025
Biaya peluang atau biaya kesempatan (bahasa Inggris: Opportunity Cost) adalah biaya yang dikeluarkan seseorang atau institusi ketika memilih suatu kegiatan.
Berbeda dengan biaya sehari-hari, biaya peluang muncul dari kegiatan alternatif yang tidak bisa kita lakukan. Bentuk biaya peluang dapat berbentuk berbagai macam hal, seperti waktu, uang, atau utilitas.
Sebagai contoh, misalkan seseorang memiliki uang Rp 10.000.000. Dengan jumlah uang sebesar itu, ia memiliki kesempatan untuk bertamasya ke Bali atau membeli sebuah TV. Jika ia memilih untuk membeli TV.
Akan kehilangan kesempatan untuk menikmati keindahan Bali; begitu pula sebaliknya, apabila ia memilih untuk bertamasya ke Bali, ia akan kehilangan kesempatan untuk menonton TV. "Kesempatan yang hilang" itulah yang disebut sebagai biaya peluang.
Dimensi biaya peluang dapat berbentuk berbagai hal, termasuk waktu, uang, atau utilitas. Pilihan ekonomi adalah keputusan sadar untuk menggunakan sumber daya yang langka dengan cara tertentu.
Kita harus memutuskan untuk memilih dan menentukan berapa banyak barang yang akan dibeli. Untuk membuat pilihan, kita perlu menyeimbangkan manfaat yang kita peroleh jika kita memiliki sesuatu dan biaya yang harus kita keluarkan jika kita harus mengorbankan sesuatu. Biaya peluang memilih suatu alternatif.
Sumber artikel: Wikipedia
Manajemen Keuangan
Dipublikasikan oleh Ririn Khoiriyah Ardianti pada 10 Februari 2025
Diversifikasi ekonomi adalah usaha penganekaragaman produk atau bidang usaha yang dilakukan suatu perusahaan untuk memaksimalkan keuntungan sehingga arus kas perusahaan dapat lebih stabil.ini dilakukan perusahaan untuk mengatasi krisis ekonomi.
Sehingga apabila suatu perusahaan mengalami kemerosotan pendapatan di salah satu produk atau negara/daerah, di produk atau negara/daerah lain mendapatkan kelebihan pendapatan sehingga kekurangan yang terjadi bisa tertutupi. Biasanya hal ini dilakukan oleh perusahan multinasional karena perusahaan dapat menjamin pendapatan/arus kas yang lebih stabil sehingga meningkatkan kepercayaan kepada pemegang saham.
Tujuan
Diversifikasi produk bertujuan untuk meningkatkan volume/kuantitas penjualan yang dapat dilakukan oleh perusahaan yang telah berada pada tahap kedewasaan. Dengan diversifikasi produk, suatu perusahaan tidak akan bergantung pada satu jenis produk tetapi perusahaan juga dapat mengandalkan produk lainnya karena jika salah satu jenis produknya mengalami penurunan, maka akan dapat teratasi dengan produk jenis lainnya.
Dalam operasional bisnis, perusahaan yang bergantung pada satu produk akan terpapar risiko lebih tinggi apabila produk tersebut gagal di pasaran. Itu sebabnya, perusahaan perlu melakukan diversifikasi dengan menghasilkan produk atau jasa lainnya agar perusahaan terhindar dari risiko kegagalan.
Selain mengurangi risiko karena ketergantungan pada satu produk atau jasa, mendiversifikasi usaha berarti semakin banyak peluang keuntungan yang bisa didapatkan sehingga membuat perusahaan semakin stabil dalam menjalankan bisnisnya.
Strategi
Terdapat tiga strategi yang dapat dilakukan dalam diversifikasi ekonomi. Ketiga strategi itu adalah:
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam diversifikasi
Dalam diversifikasi ada beberapahal yang harus diperhatikan untuk dapat memilih jenis barang atau jasa yang akan diproduksi atau diperdagangkan, yaitu:
Sumber: Wikipedia
Safety
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 10 Februari 2025
Bahaya kimia
Zat kimia adalah zat (non-biologis) yang berbahaya bagi kehidupan atau kesehatan. Bahan kimia banyak digunakan di rumah dan banyak tempat lainnya. Paparan bahan kimia dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang. Ada banyak jenis bahan kimia berbahaya, termasuk neurotoksin, agen imunologi, agen dermatologi, karsinogen, racun reproduksi, racun sistemik, penderita asma, pneumokonstriktor, dan sensitizer. Paparan terhadap bahaya kimia di tempat kerja merupakan salah satu jenis bahaya pekerjaan. Penggunaan alat pelindung diri (APD) sangat mengurangi risiko cedera akibat paparan zat berbahaya.
Luka bakar kimia
Paparan bahaya kimia dalam jangka panjang seperti debu silika, asap knalpot, asap rokok, dan timbal meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.
Jenis bahaya kimia
Rute paparan
Rute paparan bahan kimia yang paling umum di lingkungan kerja adalah melalui inhalasi. Udara, kabut, kabut, debu, kabut, dan kabut semuanya dapat dihirup. Orang yang melakukan aktivitas fisik lebih besar kemungkinannya untuk menghirup bahan kimia ketika mereka bekerja di area yang udaranya tercemar. Hal ini karena pekerja kasar menukar lebih dari 10.000 liter udara dalam delapan jam sehari, sedangkan pekerja non-buruh menukar lebih dari 2.800 liter udara. Jika udara di tempat kerja Anda tercemar, semakin banyak udara yang Anda hirup, semakin banyak pula bahan kimia yang Anda hirup.
Anda dapat menelan bahan kimia jika makanan dan minuman terkontaminasi oleh tangan yang tidak dicuci, pakaian yang buruk, dan praktik penanganan yang buruk.
Kontak kulit dengan bahan kimia adalah cedera umum di tempat kerja dan juga dapat terjadi di rumah di mana terdapat bahan kimia seperti susu atau mesin pencuci piring. Kontak dengan bahan kimia pada kulit seringkali menyebabkan iritasi lokal pada area yang terpapar. Dalam beberapa kasus, zat tersebut diserap oleh kulit dan menjadi meradang. Mata merupakan area yang menjadi perhatian khusus terhadap paparan bahan kimia karena sangat sensitif terhadap bahan kimia. Kontak dengan bahan kimia pada mata dapat menyebabkan iritasi, rasa terbakar dan kehilangan penglihatan.
Suntikan adalah cara lain untuk terpapar bahan kimia di tempat kerja. Bahan kimia disuntikkan ke kulit ketika pekerja tersengat benda tajam, seperti jarum. Paparan bahan kimia melalui suntikan menyebabkan bahan kimia tersebut langsung masuk ke aliran darah.
Simbol bahaya kimia
Piktogram bahaya adalah jenis sistem pelabelan yang memperingatkan orang secara sekilas akan keberadaan zat berbahaya. Tanda-tanda tersebut akan membantu mengidentifikasi apakah zat yang digunakan berbahaya atau berbahaya bagi lingkungan. Logonya unik berbentuk berlian dengan pinggiran berwarna merah. Gejala-gejala tersebut dapat dibagi menjadi:
Gambar-gambar ini dibagi menjadi beberapa kelas dan kategori untuk setiap klasifikasi. Stabilitas setiap zat bergantung pada jenis dan kekuatannya.
Mengontrol Paparan bahan kimia
Diperkirakan terdapat sekitar 190.000 kematian dan 50.000 pekerja terluka setiap tahunnya. Ada hubungan yang tidak diketahui antara paparan bahan kimia dan morbiditas dan mortalitas selanjutnya. Oleh karena itu, diyakini sebagian besar penyakit dan penyakit tersebut disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan/atau kesadaran akan bahaya bahan kimia. Cara terbaik untuk mengendalikan paparan bahan kimia di tempat kerja adalah dengan menghilangkan atau mengganti semua bahan kimia yang diduga atau diketahui menyebabkan penyakit dan/atau kematian..
Meskipun penghilangan dan penggantian zat berbahaya adalah cara paling umum untuk mengendalikan paparan bahan kimia, ada metode lain yang dapat Anda gunakan untuk mengurangi paparan. Penerapan pengendalian mekanis adalah contoh cara lain untuk mengendalikan paparan bahan kimia. Ketika pengendalian mekanis diterapkan, perubahan fisik terjadi di lingkungan kerja yang menghilangkan atau mengurangi risiko paparan bahan kimia. Contoh pengendalian mekanis mencakup penghentian atau isolasi proses yang dapat menyebabkan kecelakaan kimia.
Jika tidak mungkin untuk menghentikan atau mengisolasi suatu proses yang menimbulkan bahaya kimia, langkah terbaik berikutnya adalah menerapkan pengendalian dan prosedur kerja. Penetapan manajemen dan praktik kerjalah yang mengurangi waktu dan frekuensi paparan terhadap bahaya kimia. Contoh pengendalian dan beban kerja adalah penetapan jadwal kerja dimana karyawan ditugaskan untuk bekerja secara shift. Hal ini membantu mengurangi paparan seluruh pekerja terhadap bahaya kimia.
Karyawan wajib menyediakan alat pelindung diri (APD) untuk melindungi karyawan dari bahan kimia yang digunakan di tempat kerja. APD dapat membantu melindungi pekerja terhadap bahan kimia melalui jalur paparan seperti inhalasi, penyerapan melalui kulit dan/atau mata, konsumsi, dan injeksi. Salah satu cara menghindari paparan bahan kimia adalah dengan menggunakan APD dengan alat bantu pernapasan. Pekerja dapat menghindari paparan bahan kimia melalui inhalasi jika mereka memakai respirator.
Pertolongan pertama
Membiasakan diri dengan teknik pertolongan pertama dianjurkan untuk meminimalkan kerusakan dalam keadaan darurat. Jenis bahan kimia yang berbeda dapat menyebabkan jenis kerusakan yang berbeda pula. Sebagian besar sumber sepakat bahwa yang terbaik adalah segera mencuci kulit dan wajah yang terkena dengan air. Saat ini tidak ada bukti berapa lama proses pembersihan harus berlangsung, karena bahan kimia yang berbeda, seperti bahan korosif, memiliki efek yang berbeda. Namun waktu penyiramannya adalah:
Tergantung pada kondisinya, mungkin penting untuk membawa orang yang terkena dampak ke rumah sakit. Jika korban harus diangkut sebelum waktu pembersihan yang ditentukan, pembersihan harus dilakukan selama pengangkutan. Beberapa produsen bahan kimia mungkin meresepkan jenis deterjen yang direkomendasikan.
Risiko jangka panjang
Penyakit kardiovaskular
Laporan SBU tahun 2017 menemukan bukti yang menghubungkan paparan debu silika, gas buang atau asap mekanis di tempat kerja, dan penyakit jantung. Ada juga kaitannya dengan paparan arsenik, benzopyrene, timbal, dinamit, karbon disulfida, karbon monoksida, air mineral, dan perokok pasif. Produksi listrik aluminium atau operasi produksi kertas yang menggunakan produksi belerang dikaitkan dengan penyakit jantung. Ada juga hubungan yang ditemukan antara penyakit jantung dan paparan senyawa yang tidak diperbolehkan lagi di tempat kerja tertentu, seperti TCDD (dioxin) dan asam fenoksi yang terkandung dalam asbes.
Paparan debu silika atau asbes di tempat kerja juga dikaitkan dengan emboli paru. Terdapat bukti bahwa timbal, karbon disulfida, asam fenoksi yang mengandung TCDD terlibat, dan bekerja di lingkungan tempat aluminium diproduksi dalam perangkat elektronik yang berhubungan dengan stroke.
Disadur dari: en.wikipedia.org
Manajemen Keuangan
Dipublikasikan oleh Ririn Khoiriyah Ardianti pada 10 Februari 2025
Spekulasi, keuangan dalam artian sempit yaitu termasuk membeli, memiliki, menjual, dan menjual short saham, cryptocurrency, obligasi, komoditi, mata uang, koleksi, real estate, derivatif, ataupun instrumen keuangan lainnya dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dari fluktuasi harga di mana pembelian tersebut
Bukannya untuk digunakan sendiri atau untuk memperloeh penghasilan yang timbul dari deviden atau bunga. Spekulasi atau agiotage pada pasar keuangan adalah berbeda dengan apa yang disebut lindung nilai, investasi jangka panjang ataupun pendek, dan arbitrasi.
Spekulasi dapat terjadi pada sebagian besar perdagangan komoditas namun yang terbanyak adalah pada transaksi perdagangan berjangka dan transaksi derivatif lainnya. Spekulan biasanya mengejar keuntungan yang tinggi, bukan probabilitas untung yang tinggi.
Benjamin Graham seorang pakar analisis sekuriti memberikan definisi dari spekulasi ditinjau dari sudut investasi yaitu " suatu kegiatan investasi adalah investasi yang dilakukan dengan cara melakukan analisis keuangan secara saksama, menjanjikan keamanan modal dan kepuasan atas tingkat imbal hasil . Kegiatan yang tidak memenuhi prasyarat tersebut adalah tindakan spekulatif. "
Manfaat ekonomi dari kegiatan spekulasi
Layanan jasa yang disediakan oleh spekulator kepada pasar utamanya adalah dengan menaruh modalnya kedalam suatu risiko dengan harapan memperoleh suatu keuntungan, mereka menambahkan likuiditas kepada pasar dan mempermudah bagi orang lain untuk mengurangi risiko, termasuk mereka-mereka yang diklasifikasikan sebagai hedger dan arbitraser.
Efek negatif dari kegiatan spekulatif
Aktivitas spekulasi di pasar dapat mempengaruhi tingkat volatilitas, dan spekulan mendorong harga pasar, yang mengakibatkan aset bernilai lebih rendah (undervalued) atau lebih tinggi (overvalued), yang tidak dapat secara akurat mencerminkan nilai intrinsik aset atau sekuritas yang sebenarnya, sementara meningkatkan volatilitas dan risiko jangka pendek, yang mengarah ke gelembung ekonomi.
Etimologi
Kata "spekulasi" berasal dari bahasa Latin speculatus, yang merupakan bentuk kalimat lampau dari speculari, yang artinya "melihat kedepan", mengamati, dan menelaah. Kata speculari itu sendiri merupakan turunan dari kata specula, yang berasal dari specere yang artinya "untuk melihat", yang merupakan serdadu Roma yang bertugas mengawasi perkampungan serdadu yang disebut castrum.
Dalam kata ini ditemukan persamaan etimologik dari kalimat kontemporer yang menunjukkan pada suatu aktivitas "memandang dari jauh" di angkasa dan juga di dalam waktu. Dari kalimat "specula" inilah asal kata dalam bahasa Latin "speculatio, speculationis", suatu aktivitas penyelidikan filosofi.
Kalimat ini masih digunakan saat ini dalam dunia filosofi sebagai "suatu kegiatan berteori tanpa didukung dengan suatu dasar fakta yang kuat, sebagaimana halnya dalam dunia keuangan modern di mana seorang spekulator melaksanakan suatu transaksinya dengan tanpa didukung oleh suatu dasar statistik.
Sumber artikel: Wikipedia
Safety
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 10 Februari 2025
Bahaya biologis,
Biodegradasi Biodegradasi merupakan zat biologis yang dapat membahayakan kesehatan organisme, khususnya manusia. Ini mungkin termasuk sampel mikroba, virus atau racun yang mempengaruhi kesehatan manusia. Biokimia adalah bahan kimia yang berbahaya bagi hewan lain.
Simbol biohazard
Kata dan simbol terkait digunakan sebagai peringatan agar orang yang terpapar zat tersebut mengetahui tindakan pencegahan yang harus diambil. Simbol biohazard dikembangkan pada tahun 1966 oleh Charles Baldwin, seorang insinyur kesehatan lingkungan yang bekerja di operasi produk Dow Chemical Company.
Simbol ini mengacu pada zat biologis yang berbahaya bagi kesehatan, termasuk sampel virus dan jarum suntik yang digunakan label
Di Unicode, simbol biohazard adalah U+2623 (☣).
Peraturan ANSI Z535/OSHA/ISO
Masalah keamanan biohazardous diidentifikasi dengan label tertentu,[b] tanda dan paragraf yang ditetapkan oleh American National Standards Institute (ANSI). Saat ini, standar ANSI Z535 untuk biohazards digunakan di seluruh dunia dan harus selalu digunakan dengan tepat dalam rambu, pelabelan, dan paragraf ANSI Z535 Hazardous Communications (HazCom). Tujuannya adalah untuk membantu pekerja dengan cepat mengidentifikasi tingkat keparahan biohazard dari jarak jauh dan melalui standarisasi warna dan desain.
Desain simbol bahaya biologis:
Bahaya digunakan untuk mengidentifikasi bahaya biologis yang dapat menyebabkan kematian. Peringatan digunakan untuk mengidentifikasi bahaya biologis yang berpotensi mengancam jiwa. Tindakan pencegahan digunakan untuk mengidentifikasi bahaya biologis yang dapat menyebabkan cedera namun tidak menyebabkan kematian. Pemberitahuan digunakan untuk mengidentifikasi informasi yang bukan merupakan biohazard (misalnya, kebijakan pembersihan, sanitasi, atau laboratorium umum).
OSHA mensyaratkan penggunaan ANSI HazCom yang tepat bila berlaku di tempat kerja A.S. Pemerintah negara bagian dan lokal juga menggunakan standar ini dalam undang-undang dan peraturan mereka. Penggunaan simbol, label, dan paragraf ANSI Z535 yang tepat disertakan dalam banyak standar OSHA untuk HazCom dan dirancang untuk dimasukkan ke dalam standar ISO.
Lihat ANSI Z535 untuk penjelasan lengkap tentang cara menggunakan tanda, label, atau pemberitahuan bahaya, peringatan, kehati-hatian, dan peringatan.
Klasifikasi PBB/ISO
Agen biohazardous diklasifikasikan untuk transportasi dengan nomor PBB:
Tingkat biohazard
Pembuangan segera jarum bekas ke dalam wadah benda tajam merupakan prosedur standar.
Petugas medis NHS berlatih menggunakan peralatan pelindung yang digunakan saat merawat pasien Ebola
Amerika Serikat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengklasifikasikan berbagai penyakit ke dalam tingkat biologis. Level 1 merupakan risiko terendah dan level 4 merupakan risiko tertinggi. Laboratorium dan fasilitas lainnya diklasifikasikan dalam tingkat keamanan hayati (BSL) 1 sampai dengan 4, atau disingkat P1 sampai dengan P4 (Tingkat Patogen atau Resistensi).
Disadur dari: en.wikipedia.org
Manajemen Keuangan
Dipublikasikan oleh Ririn Khoiriyah Ardianti pada 10 Februari 2025
Risiko keuangan adalah kehilangan uang atau barang dikarenakan terjadinya kerugian dalam risiko yang berkaitan dengan keuangan, biasanya diperbandingkan dengan risiko non-keuangan, seperti risiko operasional. Jenis risiko keuangan misalnya adalah risiko nilai tukar, risiko suku bunga, dan risiko likuiditas.
Suatu ketidak pastina ini akan selalu menjadi hal yang harus di hadapi oleh setiap orang dalam setiap kegiatannya baik itu di dalam kelompok organisas iatau dalam perusahaan, baik itu di sektor manufaktur atau dalam sektor jasa sekali pun. Ketidak pastian yang dimaksud bisa berupa ketidak pastina atau berupa peluang, di dalam usaha untuk mencapai tujuan atau mengambil keuntungan yang sudah ditetapkan.
Sumber dari ketidak pastina ini bisa berasal dari lingkungan dalam maupun dari luar lingkungan kita, ancaman dan peluang yang merupakan manifestasi dari bentuk ketidak pastina ini disebut dengan risiko apabila apabila tidak dikelola dengan sebaik mungkin. Karena risiko ini bisa menjadi peluang ke untungan atau malah sebaliknya menjadi sebuah kerugian dalam organisasi atau perusahaan.
Usaha dalam pengelolaan risiko ini menjadi suatu hal yang sangat penting bagi setiap organisasi atau perusahaan, sehingga perlu diketahui dan disadari oleh setiap pimpinan perusahaan maupun organisasi. Dalam hal ini pihak manajeman harus jeli dan teliti dalam melihat setiap faktor apa saja yang menjadi penyebab kegagalan dalam upaya mencapai tujuan atau sasaran yang sudah ditentukan, dengan begitu secara tidak langsung bisa mengetahui berbagai peluang yang dapat mempercepat usaha untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan.
Dengan memahami berbagai risiko yang akan dihadapi maka manajemen akan mempunyai potensi untuk dapat mengantisipasi dan melakukan pengelolaan risiko dengan baik dan benar, dan sekaligus dapat mengeksploitasi berbagai peluang yang akan dimiliki oleh organisasi atau perusahaan.
Jenis-jenis risiko
Jenis-Jenis Risiko
Jenis-jenis risiko ini tentunya memiliki berbagai macam model, dan pada setiap bidang bidang usaha atau organisasi memiliki berbagai jenis risiko dan cara penyelesaian yang berbeda. Tentunya ini akan memberikan gambaran terkait dari setiap risiko ini. Definisi dari risiko 'risk' yang tentunya merupakan ketidak pastian uncertainty. pada hal ini, risiko dibedakan ke dalam tiga jenis, yaitu:
Perbankan yang tentunya memiliki risiko yang berbeda pula dengan yang lainnya, sektor perbankan terdapat dua kelompok risiko yang harus dihadapi yaitu risiko non-finansial dan risiko finansial. Risiko non-finansial terkait adanya kerugian yang tidak bisa dikalkulasikan secara jelas nilai uang yang hilang, dampak secara langsung memang belum terlihat jika risiko non-finansial tetapi akan berdampak di kemudian hari nanti.
Berikut beberapa jenis risiko di sektor perbankan sesuai peraturan otoritas jasa keuangan nomor 18/POJK.03.2016 adalah terdiri:
Risiko dan manajemen risiko
Risiko Kerugian
Risiko
Risiko tentunya berkaitan dengan kemungkinan (probability) kerugian yang tentunya bisa menimbulkan masalah, ini menjadi sebuah masalah yang penting karena adanya kerugian yang bisa ditimbulkan dan tidak dapat diketahui secara pasti.
Pada tahun 2018 keluarnya ISO 31000 memberikan penjabaran terkait dengan risiko atau ketidakpastian, bahwa risiko adalah ketidak pastian yang berdampak pada sasaran utama perusahaan atau organisasi. Penjabaran ISO 31000 ini terdapat beberapa hal yang memerlukan pemahaman lebih lanjut :
Manajemen risiko
Tujuan dari manajemen risiko adalah untuk memberikan suatu jaminan kepada perusahaan atau Organisasi untuk dapat memahami dan menilai seberapa besar risiko dan dampak yang akan diterima kalau terjadi sesuatu kegagalan atau kerugian dalam perjalanan untuk mencapai suatu tujuan.
Manajemen risiko ini tentunya dapat juga untuk menjadi penilai dan mengawasi kebijakan-kebijakan yang telah dibuat dan akan di buat sekalipun, dalam perancangan rencana untuk menghadapi berbagai risiko ini tentunya perlu untuk memakai semua SDM yang ada dalam setiap perusahaan sehingga mampu memikirkan setiap masalah yang ada.
Regulasi Manajemen Risiko
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.
Tujuan dari pengaturan ini untuk melakukan akomodasi setiap bentuk dari usaha bank umum syariah unit usaha syariah, ini tidaklah sama dengan bnk konvesional dan dalam rangka memenuhi amanah Pasal 38 UU No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. dalam penerapan dari manajemen risiko ini sehingga di lakukan penyesuaian dengan tujuan serta segala upaya dalam pelaksanaan dalam memberikan muti terbaik.Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 13/23/PBI/2011 tanggal 2 November 2011, tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah sebagai berikut :
Sumber-Sumber Risiko
Risiko tentunya mempunya berbagai sumber yang mejadi pemicu untuk terjadinya kegagalan itu, ada beberapa sumber risiko yang bisa menghambat tujuan meliputi dari :
Penaganan risiko
Penanganan Risiko risiko atau tindakan mitigasi 'risk mitigation' merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengurangi risiko yang muncul
bagan keuntungan
Risiko yang muncul kadang-kadang tidak dapat dihilangkan tetapi hanya dapat dikurangi sehingga akan timbul sisa risiko (residual risk) dan tanggapan risiko (risk respond). Tanggapan risiko adalah reaksi terhadap risiko yang dilakukan oleh setiap orang atau perusahaan dalam pengambilan keputusan, yang dipengaruhi oleh risiko sikap (risk attitude) dari pengambil keputusan.
Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam menangani risiko, yaitu: Menahan Risiko 'Risk Retention' Sikap untuk menahan risiko sangat erat kaitannya dengan keuntungan 'gain' yang terdapat dalam suatu risiko. Tindakan untuk menerima atau menahan risiko ini karena dampak dari suatu kejadian yang merugikan masih dapat diterima.
Mengurangi risiko 'risk reduction' mengurangi risiko dilakukan dengan mempelajari secara mendalam risiko itu sendiri, dan melakukan usaha-usaha pencegahan pada sumber risiko atau mengkombinasikan usaha agar risiko yang diterima tidak terjadi secara simultan. Dengan melakukan tindakan ini kadang-kadang masih ada risiko sisa yang perlu dilakukan penilaian assessment'. Memindahkan Risiko Risk Transfer' Sikap pemindahan risiko dilakukan dengan cara mengansuransikan risiko yang dilakukan dengan memberikan sebagian atau seluruhnya kepada pihak lain.
Usaha atau pekerjaan yang risikonya tinggi dipindahkan kepada pihak yang mempunyai kemampuan menangani dan mengendalikannya. Menghindari Risiko 'Risk Avoidance' Sikap menghindari risiko adalah cara menghindari kerugian dengan menghindari aktivitas yang tingkat kerugiannya tinggi. Menghindari risiko dapat dilakukan dengan melakukan penolakan. Salah satu contoh penghindaran risiko pada proyek konstruksi dengan memutuskan hubungan kontrak (breach of contract)
Klasifikasi risiko
Melakukan klasifikasi risiko keuangan tentunya menjadi sebuah hal yang cukup penting untuk dilakukan, suatu perusahaan dalam mengidentifikasi sebuah risiko tentunya perlu untuk dilakukannya klasifikasi agar mengelompokkan risiko sesuai dengan karakteristik. Sehingga, dengan disesuaikan risiko-risiko apa saja yang bisa memberikan kemungkinan terburuk yang akan terjadi setelah keputusan telah dikeluarkan. jika memang memberikan kerugian terhadap perusahaan maka bisa di antisipasi dengan meminimalisir kerugian dari setiap aspek yang ada. Sepertihalnya yang di katakana oleh Djohanputro (2013), dalam perusahaan terdapat empat jenis klasifikasi risiko. adalah jenis dari klasifikasi risiko tersebut adalah:
Risiko perbankan akibat pandemi covid-19
Pada masa pandemi Covid-19 ini perbankan tidak terlalu mendapatkan tekanan akan tetapi perbangkan akan mendapatkan beberapa risiko untuk hingga beberapa tahun ke depan karena covid-19 ini. Dalam risiko ini terdapat tiga hal yang tentunya perlu untuk di perhatikan seperti risiko kredit macet akibat pandemic, risiko pasar, dan risiko likuiditas, risiko kredit macet terjadi karena ketidak mampuan para debitur untuk elunasi setiap kewajiban dari setiap hutang yang mau di bayar baik itu bayaran pokok atau bunga dari kreditnya. Penurunan dari peminjaman ke bank ini turut berpartisipasi dalam memberikan risiko kepada perbankan
Sumber artikel: Wikipedia