Quality and Reliability Engineering
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 10 Februari 2025
Scatter Plot
Plot sebar atau sebar (juga dikenal sebagai sebar, sebar, sebar, sebar, atau sebar) adalah grafik atau diagram matematika yang menggunakan koordinat Kartesius untuk mewakili nilai dua variabel. Semacam data Jika simbol (warna/bentuk/ukuran) ditentukan, variabel lain dapat ditampilkan. Data disajikan sebagai kumpulan titik-titik dengan nilai salah satu variabel menentukan posisi pada sumbu horizontal dan nilai variabel lain menentukan posisi pada sumbu vertikal.
Waktu tunggu antara letusan dan durasi letusan untuk Old Faithful Geyser di Taman Nasional Yellowstone, Wyoming, AS. Bagan ini menunjukkan secara umum ada dua jenis letusan: durasi pendek-tunggu-pendek, dan durasi-tunggu-lama-lama.
Grafik 3D memungkinkan Anda memvisualisasikan banyak data. Plot sebar ini menggunakan variabel skalar untuk sumbu ruang yang berbeda. Variabel-variabel tersebut digabungkan membentuk koordinat dalam ruang, yang ditampilkan dengan mesin terbang dan warna dengan variabel skalar lainnya.
Ringkasan
Observasi dapat digunakan ketika suatu variabel kontinu dimanipulasi secara eksperimental, yang satu bergantung pada yang lain, atau dua variabel kontinu bersifat independen. Jika suatu parameter secara sistematis menaikkan atau menurunkan parameter lainnya, maka disebut parameter kontrol atau variabel bebas dan diplot pada sumbu horizontal. Variabel terukur atau variabel terikat biasanya diplot pada sumbu vertikal. Jika tidak ada variabel terikat, maka kedua variabel dapat ditampilkan pada satu sumbu, dan hanya scatter plot yang menunjukkan derajat korelasi (bukan sebab akibat) antar variabel.
Plot sebar dapat menunjukkan berbagai hubungan antar variabel dan lokasi tertentu. Misalnya berat badan dan tinggi badan berada pada sumbu y dan tinggi badan berada pada sumbu x. Korelasinya bisa positif (meningkat), negatif (menurun), atau 0 (tidak ada korelasi). Jika pola titik-titiknya miring dari kiri atas ke kanan atas, menunjukkan adanya hubungan positif antar variabel yang diteliti. Jika pola titik miring dari kiri atas ke kanan bawah, menunjukkan korelasi negatif. Untuk mempelajari hubungan antar variabel, Anda dapat menggambar garis yang paling sesuai (disebut “garis tren”).
Persamaan hubungan antar variabel dapat ditentukan dengan sangat tepat. Untuk regresi linier, metode terbaik disebut regresi linier, yang dijamin menghasilkan solusi yang tepat dalam waktu singkat. Tidak ada metode yang diterima secara universal untuk menghasilkan solusi sambungan air yang benar. Plot sebar sangat berguna ketika Anda ingin melihat perbandingan dua kumpulan data untuk menunjukkan non-korelasi antar variabel. Kemampuan melakukan hal ini dapat ditingkatkan dengan menambahkan garis tipis seperti LOESS. Selain itu, ketika data direpresentasikan sebagai model asosiasi sederhana, hubungan ini dapat dilihat sebagai model bertingkat. Diagram pencar adalah salah satu dari tujuh alat dasar pengendalian kualitas.Bagan sebar dapat dibuat dalam bentuk bagan gelembung, penanda, atau/dan garis.
Contoh
Misalnya, untuk menunjukkan hubungan antara daya hidup seseorang dan berapa lama mereka dapat bernapas, seorang peneliti memilih sekelompok orang untuk dipelajari dan mengukur daya hidup setiap orang (pertama indeks) dan kapan mereka dapat menahan napas. Mampu menahan nafas Mampu menahan nafas (variabel kedua). Peneliti memplot data dalam diagram sebar, menetapkan "kapasitas paru-paru" pada sumbu horizontal dan "waktu menahan napas" pada sumbu vertikal.
Seseorang memiliki kapasitas 400 cl Menahan napas dalam waktu lama. . . 21,7 detik diwakili oleh satu titik pada diagram sebar di titik (400, 21,7) dalam koordinat Cartesian. Plot sebar untuk semua individu dalam suatu penelitian memungkinkan peneliti membandingkan dua variabel dalam kumpulan data secara visual dan membantu menentukan jenis hubungan yang ada di antara keduanya.
Matriks petak sebar
Untuk himpunan data variabel (dimensi) Jarak antara baris dan kolom ke-j merupakan grafik variabel Xi dan Xj. Artinya, setiap baris dan kolom adalah satu dimensi, dan setiap sel mencetak sebar dua dimensi.
Sebar normal memperlihatkan pasangan variabel dan ukuran kategori. Anda dapat menampilkan variabel dua arah menggunakan plot petak, plot varians, atau grafik batang segi. Grafik yang berbeda digunakan untuk variabel kategori dan variabel kuantitatif.
Disadur dari: en.wikipedia.org
Operation Research and Analysis
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 10 Februari 2025
Metode Interatif
Dalam matematika komputasi, metode iteratif adalah prosedur matematika yang menggunakan nilai awal untuk menghasilkan rangkaian perkiraan solusi yang meningkat terhadap suatu kelas masalah, dengan perkiraan ke-n diturunkan dari perkiraan sebelumnya. Implementasi khusus dari metode iteratif, termasuk kriteria terminasi, adalah algoritma metode iteratif. Suatu metode iteratif dikatakan konvergen jika barisan-barisan yang bersesuaian konvergen pada pendekatan pertama tertentu. Biasanya, analisis konvergensi yang ketat secara matematis dilakukan secara berulang; Namun, prosedur berulang berdasarkan heuristik juga umum dilakukan.
Metode langsung, sebaliknya, berupaya memecahkan masalah dengan menggunakan serangkaian operasi terbatas.Jika tidak ada kesalahan pembulatan, metode langsung memberikan solusi yang akurat (misalnya menyelesaikan sistem persamaan linear dengan eliminasi Gaussian). Untuk persamaan nonlinier, metode iteratif seringkali merupakan satu-satunya pilihan. Namun, metode iteratif juga sering berguna untuk permasalahan linier dengan banyak variabel (terkadang hingga jutaan), dimana metode langsung akan terlalu mahal (dan dalam beberapa kasus tidak mungkin) bahkan dengan daya komputasi terbaik yang tersedia.
Titik tetap yang menarik
Jika persamaan dapat ditulis sebagai f(x) = x dan penyelesaian x adalah titik tarik-menarik tetap dari f, maka kita dapat memulai dari titik x1 pada daerah tarik-menarik x dan himpunan xn+ 1 = f(xn) untuk n 1, dan barisan {xn} n 1 akan konvergen untuk menyelesaikan x. Di sini xn adalah pendekatan atau iterasi ke-n dari x dan xn+1 adalah iterasi berikutnya atau n+1 x. Alternatifnya, metode numerik sering kali menggunakan eksponen dalam tanda kurung. agar tidak mengalihkan perhatian dari petunjuk yang mempunyai arti lain. (Contoh: x(n+1) = f(x(n)).) Jika fungsi f dapat terdiferensiasi kontinu, syarat yang cukup untuk konvergensi adalah bahwa jari-jari spektral turunan dibatasi secara ketat oleh kesatuan di sekitar titik tetap.Jika kondisi ini terpenuhi pada suatu titik tertentu, maka harus ada lingkungan yang cukup kecil (cekungan daya tarik).
Sistem linier
Untuk sistem persamaan linier, dua kelas utama metode iteratif adalah metode iteratif stasioner dan metode subruang Krylov yang lebih umum.
Metode iteratif stasioner
pengantar
Metode iteratif stasioner menyelesaikan sistem linier dengan operator yang mendekati operator aslinya; dan berdasarkan kesalahan pengukuran pada hasil (sisa), buatlah “persamaan koreksi” yang proses ini diulangi. Meskipun metode ini mudah untuk diturunkan, diterapkan, dan dianalisis, konvergensi hanya dijamin untuk kelas matriks tertentu.
Definisi
Sebuah metode iteratif didefinisikan oleh
dan untuk sistem linier tertentu dengan solusi eksak
kesalahan oleh
Metode iteratif disebut linier jika terdapat matriks sedemikian itu
dan matriks ini disebut matriks iterasi. Metode iteratif dengan matriks iterasi tertentu disebut konvergen jika berikut ini berlaku
Sebuah teorema penting menyatakan bahwa untuk suatu metode iteratif dan matriks iterasinya konvergen jika dan hanya jika jari-jari spektralnya
lebih kecil daripada kesatuan, yaitu
Metode iteratif dasar bekerja dengan membagi matriks menjadi
dan di sini matriks harus mudah dibalik. Metode iteratif sekarang didefinisikan sebagai
Dari sini berikut bahwa matriks iterasi diberikan oleh
Contoh
Contoh dasar metode iteratif stasioner menggunakan pemisahan matriks seperti
di mana hanyalah bagian diagonal dari
, dan
adalah bagian segitiga bawah dari
. Masing-masing,
adalah bagian segitiga atas dari
.
Metode Richardson:
Metode Jacobi:
Metode Jacobi teredam:
Metode Gauss–Seidel:
Metode over-relaksasi (SOR):
Relaksasi berlebihan berurutan (SSOR):
Metode iteratif stasioner linier juga disebut metode relaksasi.
Metode subruang Krylov
Metode subruang Krylov terdiri dari pembuatan basis dari barisan pangkat matriks yang berurutan dikalikan dengan sisa awal (urutan Krylov). Perkiraan solusi kemudian dibuat dengan meminimalkan residu di subruang yang dibuat. Metode prototipe kelas ini adalah metode gradien konjugasi (CG), yang mengasumsikan bahwa matriks sistem A terdefinisi positif secara simetris. Untuk nilai simetris (dan mungkin tak terhingga), metode residu minimum(MINRES) dapat digunakan. Untuk matriks non-simetris, metode seperti metode residu terkecil yang digeneralisasi (GMRES) dan metode gradien bikonjugasi (BiCG) telah diturunkan.
Konvergensi metode subruang Krylov
Karena metode ini membentuk basis, terbukti bahwa metode tersebut konvergen dalam N iterasi, di mana N adalah ukuran sistem. Namun, dengan adanya kesalahan pembulatan, pernyataan ini tidak berlaku; apalagi, dalam praktiknya N bisa sangat besar, dan proses iteratif mencapai akurasi yang cukup jauh lebih awal. Analisis metode ini sulit, tergantung pada fungsi spektrum operator yang rumit.
Prakondisi
Operator aproksimasi yang muncul dalam metode iteratif stasioner juga dapat digabungkan dalam metode subruang Krylov seperti GMRES (sebagai alternatif, metode Krylov yang telah diprakondisikan dapat dianggap sebagai percepatan metode iteratif stasioner), di mana mereka menjadi transformasi dari operator asli ke kondisi yang mungkin lebih baik. satu. Konstruksi preconditioners adalah area penelitian yang besar.
Sejarah
Jamshīd al-Kāsh menggunakan metode iteratif untuk menghitung sinus 1° dan dalam Risalah tentang Akord dan Sinus dengan sangat presisi. Salah satu metode berulang pertama untuk menyelesaikan sistem linier muncul dalam surat dari Gauss kepada seorang siswa. Dia mengusulkan penyelesaian sistem persamaan 4 x 4 dengan berulang kali mencari suku dengan sisa terbesar.
Teori metode iteratif stasioner tertanam kuat dalam karya D.M. Muda sejak tahun 1950-an. Metode gradien konjugasi juga ditemukan pada tahun 1950-an, terlepas dari pengembangannya oleh Cornelius Lanczos, Magnus Hestenes dan Eduard Stiefel, namun sifat dan penerapannya masih sedikit dipahami pada saat itu. Baru pada tahun 1970-an diketahui bahwa metode adjoint bekerja sangat baik untuk persamaan diferensial parsial, khususnya persamaan elips.
Disadur dari: en.wikipedia.org
Manajemen Keuangan
Dipublikasikan oleh Ririn Khoiriyah Ardianti pada 10 Februari 2025
Reksa dana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar modal dengan cara membeli unit penyertaan reksa dana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi untuk diinvestasikan ke dalam portofolio investasi, seperti saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.
Definisi
Menurut Undang-undang nomor 8 tahun 1995 tentang pasar modal pasal 1, ayat (27): “Reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi". Dari kedua definisi di atas, terdapat empat unsur penting dalam pengertian reksa dana, yaitu:
Pada reksa dana, manajemen investasi mengelola dana-dana yang ditempatkannya pada surat berharga dan merealisasikan keuntungan ataupun kerugian dan menerima dividen atau bunga yang dibukukannya ke dalam "Nilai Aktiva Bersih" (NAB) reksa dana tersebut. Kekayaan reksa dana yang dikelola oleh Manajer Investasi tersebut wajib untuk disimpan pada Bank Kustodian yang tidak terafiliasi dengan Manajer Investasi, di mana bank kustodian inilah yang akan bertindak sebagai tempat penitipan kolektif dan administratur.
Sejarah reksa dana
Reksa dana yang pertama kali bernama Massachusetts Investors Trust yang diterbitkan tanggal 21 Maret 1924, yang hanya dalam waktu setahun telah memiliki sebanyak 200 investor reksa dana dengan total aset senilai US$ 392.000.
Pada tahun 1929 sewaktu bursa saham jatuh maka pertumbuhan industri reksa dana ini menjadi melambat. Menanggapi jatuhnya bursa maka Kongres Amerika mengeluarkan Undang-undang Surat Berharga 1933 (Securities Act of 1933) dan Undang-undang Bursa Saham 1934 (Securities Exchange Act of 1934).
Berdasarkan peraturan tersebut maka reksa dana wajib didaftarkan pada Securities and Exchange Commission atau biasa disebut SEC yaitu sebuah komisi di Amerika yang menangani perdagangan surat berharga dan pasar modal. Selain itu pula, penerbit reksa dana wajib untuk menyediakan prospektus yang memuat informasi guna keterbukaan informasi reksa dana, juga termasuk surat berharga yang menjadi objek kelolaan, informasi mengenai Manajer Investasi yang menerbitkan reksa dana.
SEC juga terlibat dalam perancangan Undang-undang Perusahaan Investasi tahun 1940 yang menjadi acuan bagi ketentuan-ketentuan yang wajib dipenuhi untuk setiap pendaftaran reksa dana hingga hari ini. Dengan pulihnya kepercayaan pasar terhadap bursa saham, reksa dana mulai tumbuh dan berkembang. Hingga akhir tahun 1960 diperkirakan telah ada sekitar 270 reksadana dengan dana kelolaan sebesar 48 triliun US Dollar.
Reksa dana indeks pertama kali diperkenalkan pada tahun 1976 oleh John Bogle dengan nama First Index Investment Trust, yang sekarang bernama Vanguard 500 Index Fund yang merupakan reksa dana dengan dana kelolaan terbesar yang mencapai 100 triliun US Dollar
Salah satu kontributor terbesar dari pertumbuhan reksa dana di Amerika yaitu dengan adanya ketentuan mengenai rekening pensiun perorangan (individual retirement account - IRA), yang menambahkan ketentuan kedalam Internal Revenue Code (peraturan perpajakan di Amerika) yang mengizinkan perorangan (termasuk mereka yang sudah memiliki program pensiun perusahaan) untuk menyisihkan sebesar 4.000 US $ setahun.
Bentuk hukum reksa dana
Berdasarkan Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 pasal 18, ayat (1), bentuk hukum Reksa dana di Indonesia ada dua, yakni Reksa dana berbentuk Perseroan Terbatas (PT. Reksa Dana) dan Reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK). Reksa Dana berbentuk perseroan adalah suatu perusahaan (perseroan terbatas), yang dari sisi bentuk hukum tidak berbeda dengan perusahaan lainnya.
Perbedaan terletak pada jenis usaha, yaitu jenis usaha pengelolaan portofolio investasi. Pada reksadana berbentuk perseroan, perusahaan reksadana (PT Reksadana) menghimpun dana dengan cara menjual saham melalui penawaran perdana initial public offering (IPO) kepada masyarakat. Dana yang terkumpul dari perjualan tersebut kemudian diinvestasikan pada berbagai jenis surat–surat berharga. Karakteristik utama reksadana perseroan adalah berbentuk badan hukum. Oleh karena itu tanggungjawab hukum ada pada PT itu sendiri melalui direksi. Reksa dana berbentuk perseroan dapat berupa reksa dana terbuka dan tertutup.
Kontrak Investasi Kolektif adalah kontrak antara manajer investasi dan bank kustodian yang mengikat pemegang unit penyertaan dimana Manajer Investasi diberi wewenang untuk mengelola portofolio investasi kolektif dan bank kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan penitipan kolektif. Reksadana berbentuk kontrak investasi kolektif menghimpun dana dengan menerbitkan unit penyertaan kepada masyarakat pemodal dan selanjutnya dana tersebut diinvestasikan pada berbagai jenis Efek yang diperdagangkan di pasar modal dan di pasar uang. Karakteristik utama reksa dana KIK adalah bukan merupakan suatu badan tetapi merupakan suatu hubungan kontrak antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang juga mengikat investor sebagai pemegang unit penyertaan.
Karakteristik reksa dana
Berdasarkan karakteristiknya maka reksa dana dapat digolongkan sebagai berikut: Reksa dana terbuka adalah reksa dana yang dapat dijual kembali kepada Perusahaan Manajemen Investasi yang menerbitkannya tanpa melalui mekanisme perdagangan di Bursa efek. Harga jualnya biasanya sama dengan Nilai Aktiva Bersihnya. Sebagian besar reksa dana yang ada saat ini adalah merupakan reksa dana terbuka. Reksa dana terbuka memiliki karakteristik sebagai berikut:
Reksa dana tertutup adalah reksa dana yang tidak dapat dijual kembali kepada perusahaan manajemen investasi yang menerbitkannya. Unit penyertaan reksa dana tertutup hanya dapat dijual kembali kepada investor lain melalui mekanisme perdagangan di Bursa Efek. Harga jualnya bisa diatas atau dibawah Nilai Aktiva Bersihnya. Reksa dana tertutup memiliki karakteristik sebagai berikut:
Mekanisme Kerja
Mekanisme kerja dalam reksa dana, selain melibatkan Manajer Investasi, Bank Kustodian, dan investor juga melibatkan pelaku (perantara) di pasar modal (broker,underwriter) serta di pasar uang (bank) juga melibatkan pengawasan yang dilakukan oleh Bappepam LK. Reksa dana berbentuk perseroan dapat bekerja secara terbuka atau tertutup, sedangkan reksa dana berbentuk KIK hanya dapat bekerja secara terbuka. Adapun mekanisme kerja reksa dana dijelaskan sebagai berikut:
Jenis-jenis reksa dana
Secara umum reksa dana terbagi atas beberapa jenis, yaitu: reksa dana konvensional, reksa dana terstruktur, reksa dana ETF (Exchange Trade Fund) yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dan reksa dana real estate, serta reksa dana syariah. Dari berbagai jenis reksa dana tadi dapat dibagi kembali menjadi beberapa bagian, yaitu:
Reksa dana konvensional
Reksa dana saham (RDS) adalah reksa dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari portofolio yang dikelolanya ke dalam efek bersifat ekuitas (saham). Efek saham umumnya memberikan potensi hasil yang lebih tinggi berupa capital gain melalui pertumbuhan harga-harga saham dan dividen. Reksa dana saham memberikan potensi pertumbuhan nilai investasi yang paling besar demikian juga dengan risikonya.[8][10]
Reksa dana pendapatan tetap (RDPT) adalah reksa dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari portofolio yang dikelolanya ke dalam efek bersifat utang. Pertumbuhan nilai investasi dan risiko investasi dari reksa dana jenis ini lebih rendah daripada reksa dana campuran atau saham. Dinamakan sebagai pendapatan tetap karena penerbit efek utang atau obligasi dalam portofolio reksa dana ini akan memberikan nilai bunga (kupon) atau imbal hasil yang pasti secara rutin, misalnya sebulan atau tiga bulan sekali. kepada pemegang efek atau investor.
Reksa dana pasar uang adalah reksa dana yang melakukan investasi 80% sampai 100% pada efek pasar uang yaitu efek utang yang berjangka kurang dari satu tahun, seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Deposito Berjangka, dan Obligasi yang jatuh tempo di bawah 1 tahun. Reksa dana pasar uang merupakan reksa dana dengan risiko terendah yang memberikan return pertumbuhan terbatas. Reksa dana ini tidak mengenakan biaya pembelian dan penjualan kembali dan menawarkan potensi tingkat pengembalian yang lebih tinggi daripada membuka rekening tabungan.
Reksa dana campuran adalah reksa dana yang melakukan investasi dalam efek ekuitas dan efek utang yang perbandingannya tidak termasuk dalam kategori reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana saham. Reksa dana ini memiliki kebebasan untuk mengatur komposisi asetnya, baik saham, obligasi, maupun instrumen pasar uang. Imbal hasil dan risiko pada reksa dana campuran relatif lebih tinggi dibandingkan reksa dana obligasi. Potensi hasil dan risiko reksa dana campuran secara teoretis dapat lebih besar dari reksa dana pendapatan tetap namun lebih kecil dari reksa dana saham.
Reksa dana terstruktur
Reksa dana terproteksi adalah reksa dana yang memberikan jaminan kepada para investor bahwa dana yang diinvestasikannya pada produk reksa dana terproteksi diharapkan sekurang-kurangnya tetap sama dengan jumlah investasi awal. Alokasi dana pada reksa dana terproteksi ini diwajibkan pada efek utang dan obligasi. Bagi investor reksa dana terproteksi tidak dapat melakukan redemtion/penebusan atas unit penyertaannya sebelum jatuh tempo. Jenis reksa dana ini belum dikeluarkan di Indonesia.
Reksa dana penjaminan adalah reksa dana yang memberikan jaminan atas nilai investasi awal pada saat jatuh tempo. Namun penjaminan bukan dilakukan oleh Manajer Investasi, tetapi melalui penjaminan oleh pihak ketiga seperti asuransi. Alokasi dana untuk reksa dana penjaminan ini adalah pada efek utang. Jenis reksa dana ini belum dikeluarkan di Indonesia.
Reksa dana indeks adalah adalah jenis reksa dana yang dijalankan untuk memperoleh hasil keuntungan investasi yang mirip dengan indeks acuan, baik itu obligasi maupun indeks saham. Sebagai contohnya adalah indeks acuan pada saham LQ-45 dan Kompas 100. Investasi yang dihasilkan akan mirip dengan indeks acuan. Reksa dana yang sebagian besar dari indeks tertentu (tidak semua, yang penting merefleksikan indeks tersebut) dan dikelola secara pasif, artinya tidak melakukan jual beli di bursa, kecuali ada subscription baru atau redemption, oleh karenanya reksa dana indeks biasanya keuntungan dan kerugiannya sejalan dengan index tersebut (jika ada selisih, biasanya selisihnya kecil). Jika reksa dana tersebut diperjualbelikan di bursa, maka disebut Exchange Traded Fund (ETF) dan harganya berfluktuasi tiap detiknya, sehingga sebenarnya mirip saham. Keduanya, baik reksa dana index maupun ETF disebut pengelolaaan dana index dan di Amerika Serikat pada tahun 2013, mencakup 18,4% dari seluruh pengelolaan dana bersama (mutual funds).
Reksa dana ETF adalah suatu bentuk reksa dana dimana aset portofolionya didasarkan pada suatu indeks tertentu, misalnya JII, LQ 45, indeks standart and poor 500, dan lain sebagainya, kemudian unit penyertaannya dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa efek Indonesia dengan menggunakan jasa broker seperti halnya saham yang diperdagangkan di Bursa Efek.
Reksa dana real estate adalah suatu jenis reksa dana di mana manajer investasi membeli dan mengelola gedung, misalnya gedung apartemen atau gedung perkantoran. Selanjutnya para investor akan menerima secara periodik pendapatan uang sewa gedung tersebut setelah dikurangi biaya pengelolaan gedung. Jenis reksa dana ini belum pernah dikeluarkan di Indonesia.
Reksa dana syariah merupakan produk keuangan yang mengacu pada sistem keuangan syariah dengan berpedoman pada kaidah-kaidah Islam. Misalnya tidak diinvestasikan pada saham-saham atau obligasi dari perusahaan yang produknya bertentangan dengan syariah Islam, seperti pabrik makanan atau minuman yang mengandung alkohol, daging babi, rokok, perhotelan, dan jasa keuangan konvensional seperti perbankan konvensional yang menggunakan bunga sebagai imbal hasilnya, serta bisnis hiburan yang berbau maksiat. Dalam aplikasinya, reksa dana syariah ini harus melalui izin dan fatwa dari Dewan Syariah Nasional di bawah Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dewan Syariah Nasional nasional telah mengeluarkan Daftar Efek Syariah (DES) dan Jakarta Islamic Indeks (JII) yang dapat dijadikan sebagai acuan pada transaksi-transaksi syariah. Keberadaan saham-saham syariah tersebut akan dievaluasi setiap enam bulan sekali. Pada dasarnya reksa dana syariah dan reksa dana konvensional memiliki persamaan baik dalam bentuk sifat dan karakteristiknya. Yang membedakan hanya pada prinsip operasional dan pengelolaan portofolio investasinya yang menerapkan prinsip syariah Islam.
Nilai aktiva Bersih
NAB (Nilai Aktiva Bersih) merupakan salah satu tolak ukur dalam memantau hasil dari suatu Reksa Dana, NAB adalah nilai yang menggambarkan total kekayaan bersih Reksa Dana setiap harinya. Produk Reksadana dijual dalam satuan unit, Reksadana memungkinkan investor membeli dalam jumlah unit, maupun dalam Rupiah yang dikonversi dalam unit. NAB per saham/unit penyertaan (NAB/UP) adalah harga wajar dari portofolio suatu Reksadana setelah dikurangi biaya operasional kemudian dibagi jumlah saham/unit penyertaan yang telah beredar (dimiliki investor) pada saat tersebut. Nilai ini berubah-ubah setiap harinya dan dipengaruhi oleh transaksi pembelian dan penjualan Reksa Dana oleh para investor, harga pasar dari aset Reksa Dana dan perubahan dana kelolaan.
Manfaat reksadana
Reksa dana memiliki beberapa manfaat yang menjadikannya sebagai salah satu alternatif investasi yang menarik antara lain:
Pengelolaan portofolio suatu reksa dana dilaksanakan oleh Manajer Investasi yang memang mengkhususkan keahliannya dalam hal pengelolaan dana. Peran Manajer Investasi sangat penting mengingat Pemodal individu pada umumnya mempunyai keterbatasan waktu, sehingga tidak dapat melakukan riset secara langsung dalam menganalisis harga efek serta mengakses informasi ke pasar modal.
Diversifikasi atau penyebaran investasi yang terwujud dalam portofolio akan mengurangi risiko (tetapi tidak dapat menghilangkan), karena dana atau kekayaan Reksa Dana diinvestasikan pada berbagai jenis efek sehingga risikonya pun juga tersebar. Dengan kata lain, risikonya tidak sebesar risiko bila seorang membeli satu atau dua jenis saham atau efek secara individu.
Reksa Dana wajib memberikan informasi atas perkembangan portofolionya dan biayanya secara kontinu sehingga pemegang Unit Penyertaan dapat memantau keuntungannya, biaya, dan risiko setiap saat. Pengelola Reksa Dana wajib mengumumkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) nya setiap hari di surat kabar serta menerbitkan laporan keuangan tengah tahunan dan tahunan serta prospektus secara teratur sehingga Investor dapat memonitor perkembangan investasinya secara rutin.
Agar investasi yang dilakukan berhasil, setiap instrumen investasi harus mempunyai tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Dengan demikian, Pemodal dapat mencairkan kembali Unit Penyertaannya setiap saat sesuai ketetapan yang dibuat masing-masing Reksadana sehingga memudahkan investor mengelola kasnya. Reksadana terbuka wajib membeli kembali Unit Penyertaannya sehingga sifatnya sangat likuid.
Karena reksadana merupakan kumpulan dana dari banyak pemodal dan kemudian dikelola secara profesional, maka sejalan dengan besarnya kemampuan untuk melakukan investasi tersebut akan menghasilkan pula efisiensi biaya transaksi. Rata-rata investasi reksadana dapat memberikan keuntungan hingga 20% dalam waktu satu tahun.
Biaya transaksi akan menjadi lebih rendah dibandingkan apabila Investor individu melakukan transaksi sendiri di bursa. Risiko investasi reksa dana Untuk melakukan investasi reksa dana, Investor harus mengenal jenis risiko yang berpotensi timbul apabila membeli Reksadana.
Penurunan ini disebabkan oleh harga pasar dari instrumen investasi yang dimasukkan dalam portofolio Reksadana tersebut mengalami penurunan dibandingkan dari harga pembelian awal. Penyebab penurunan harga pasar portofolio investasi Reksadana bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya akibat kinerja bursa saham yang memburuk, terjadinya kinerja emiten yang memburuk, situasi politik dan ekonomi yang tidak menentu, Kondisi sosial seperti bencana alam dan keamanan dan masih banyak penyebab fundamental lainnya.
Potensi risiko likuiditas ini bisa terjadi apabila pemegang Unit Penyertaan reksadana pada salah satu Manajer Investasi tertentu ternyata melakukan penarikan dana dalam jumlah yang besar pada hari dan waktu yang sama. Istilahnya, Manajer Investasi tersebut mengalami rush (penarikan dana secara besar-besaran) atas Unit Penyertaan reksadana. Hal ini dapat terjadi apabila ada faktor negatif yang luar biasa sehingga memengaruhi investor reksadana untuk melakukan penjualan kembali Unit Penyertaan reksadana tersebut. Faktor luar biasa tersebut di antaranya berupa situasi politik dan ekonomi yang memburuk, terjadinya penutupan atau kebangkrutan beberapa emiten publik yang saham atau obligasinya menjadi portofolio Reksadana tersebut, serta dilikuidasinya perusahaan Manajer Investasi sebagai pengelola Reksadana tersebut.
Jika aset atau efek dalam portofolio suatu Reksadana tidak likuid (sulit dicairkan), maka sulit bagi Manajer Investasi untuk menjual kembali portofolio Reksadana dengan cepat, akan menyebabkan pembayaran hasil investasi kepada investor akan tertunda. Selain itu, jika terjadi force majeure, maka penjualan kembali unit penyertaan Reksadana akan dihentikan untuk sementara.
Risiko Pasar adalah situasi ketika harga instrumen investasi mengalami penurunan yang disebabkan oleh menurunnya kinerja pasar saham atau pasar obligasi secara drastis. Istilah lainnya adalah pasar sedang mengalami kondisi bearish, yaitu harga-harga saham atau instrumen investasi lainnya mengalami penurunan harga yang sangat drastis. Risiko pasar yang terjadi secara tidak langsung akan mengakibatkan NAB (Nilai Aktiva Bersih) yang ada pada Unit Penyertaan Reksadana akan mengalami penurunan juga. Oleh karena itu, apabila ingin membeli jenis Reksadana tertentu, Investor harus bisa memperhatikan tren pasar dari instrumen portofolio Reksadana itu sendiri.
Risiko Default terjadi jika pihak Manajer Investasi tersebut membeli obligasi milik emiten yang mengalami kesulitan keuangan padahal sebelumnya kinerja keuangan perusahaan tersebut masih baik-baik saja sehingga pihak emiten tersebut terpaksa tidak membayar kewajibannya. Risiko ini hendaknya dihindari dengan cara memilih Manajer Investasi yang menerapkan strategi pembelian portofolio investasi secara ketat.
Exchange Traded Fund
Exchange traded fund (ETF) adalah sebuah reksadana yang merupakan suatu inovasi dalam dunia industri reksadana yang sifatnya mirip dengan suatu perusahaan terbuka di mana unit penyertaannya dapat diperdagangkan di bursa. ETF ini merupakan kombinasi dari reksadana tertutup dan reksadana terbuka, dan ETF ini biasanya adalah merupakan reksadana yang mengacu kepada indeks saham. ETF ini lebih efisien daripada reksadana konvensional seperti yang kita kenal saat ini, di mana reksadana senantiasa menerbitkan unit penyertaan baru setiap harinya dan membeli kembali yang dijual oleh pemegang unit (manajer investasi harus menjual surat berharga yang merupakan aset reksadana tersebut untuk memenuhi kewajibannya membeli unit penyertaan yang dijual, sedangkan unit penyertaan ETF diperdagangkan langsung di bursa setiap hari (menyerupai reksadana tertutup, di mana tidak ada dapat dijual kembali kepada manajer investasi)
Di Indonesia, ETF ini disebut "Reksadana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek", dan pada hari senin tanggal 4 Desember 2006, Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) telah menerbitkan suatu aturan baru yaitu peraturan nomor IV.B.3 tentang "Reksadana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek".
Manajer investasi
Manajer Investasi adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio reksadana untuk para nasabah. Kinerja reksadana sangat ditentukan oleh kepiawaian Manajer Investasi dalam meracik portfolio instrumen investasi reksadana. Manajer Investasi didukung oleh tenaga profesional yang terdiri dari Komite Investasi dan Tim Pengelola Investasi. Mereka adalah professional yang sudah berpengalaman dalam melakukan investasi.
Beberapa manajer investasi yang ternama adalah:
Dalam reksa dana, peran Manajer Investasi reksa dana ini begitu penting karena tidak hanya menentukan kinerja, tetapi memastikan dana yang diinvestasikan terkelola dengan baik. Manajer Investasi dituntut kemampuannya dalam mendidik masyarakat untuk berinvestasi pada reksa dana serta juga mengenali risiko dan konsekuensi investasi melalui reksa dana. Manajer Investasi juga diharapkan dapat memberikan nasihat investasi kepada pemodal karena umumnya pemodal reksa dana adalah pihak-pihak yang tidak mempunyai akses informasi secara langsung ke pasar modal atau tidak memiliki kemampuan dan waktu untuk membuat analisis yang diperlukan dalam pengambilan keputusan investasi. Informasi dan nasihat investasi ini harus dapat diberikan menurut kondisi spesifik pemodal dan tetap mengikuti ketentuan dan kode etik profesi yang berkaitan.
Manajer Investasi bertanggungjawab pula untuk memberikan pelayanan informasi khususnya yang berkaitan dengan informasi mengenai kondisi portofolio investasi, Nilai Aktiva Bersih. menyampaikan laporan keuangan kepala pemegang saham atau unit penyertaan dan Bapepam. Manajer Investasi juga harus dapat menghimpun pemodal yang bersedia menempatkan dananya sampai dengan jangka waktu tertentu yakni sebagai promotor/sponsor. Dana promotor ini sangat penling untuk menjaga kredibilitas dari reksa dana menjaga stabilitas portofolio. Untuk dapat menarik promotor ini, Manajer Investasi harus memiliki kemampuan menjual yang balk serta kompetensi dan reputasi sehingga dapat memperoleh keprcayaan dari promotor. Manajer Investasi juga harus menyediakan sarana pelayanan pembelian maupun penjualan kembali yang dapat memudahkan pemodal untuk melaksanakan instruksinya.
Reksadana online
Sebelumnya telah ada "Reksadana Online", tetapi memasuki tahun 2014, "Reksadana Online" baru mulai marak. Untuk pertama kali pembukaan rekening, kini tetap harus tatap muka, tetapi selanjutnya pembelian maupun penjualan kembali reksadana dapat dilakukan secara online, di mana tidak diperlukan penyerahan dokumen apapun dan tentunya tidak perlu menemui Manajer Investasi ataupun agen Penjualnya. Seperti halnya Agen Penjual, maka Reksadana online tidak mengutip biaya apapun, tetapi Selling Fee (ketika membeli) dan Redemption Fee (ketika menjual) tetap harus dibayar (atau memotong jumlah Reksadana atau Uang kita). Cut-off time pembelian dan penjualan Reksadana Online adalah sama dengan reksadana biasa, yaitu Pukul 13.00 dan jika kurang dari itu berarti onlinenya belum sempurna dan harus dihindari.
Reksadana online jauh lebih aman daripada Internet Banking, karena seperti halnya Internet Banking yang menggunakan Username dan Password, mungkin juga dilengkapi dengan Token dan semuanya berhubungan langsung dengan Rekening Kita dan tak ada hubungannya dengan Rekening Orang lain. Reksadana Online memiliki sejumlah keunggulan:
Beberapa platform reksadana online adalah:
Prospektus
Prospektus adalah setiap pernyataan yang dicetak atau informasi tertulis yang digunakan untuk Penawaran Umum Reksa Dana dengan tujuan pemodal membeli Unit Penyertaan Reksa Dana, kecuali pernyataan atau informasi yang didasarkan peraturan OJK yang dinyatakan bukan sebagai prospektus. Dokumen soal Reksadana yang paling penting adalah Prospektus. Dalam prospektus tercantum jenis jenis danareksa yang dikelola oleh perusahaan pengelola danareksa yang sama. Prospektus ini sangat berguna bagi investor di dalamm berinvestasi di dalam reksadana.
Di dalam prospektus, calon investor bisa membaca dan menganalisis sejumlah hal penting terkait pengelolaan reksadana, yaitu:
Sumber artikel: Wikipedia
Seni Rupa
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 10 Februari 2025
Seni dibuat dari hasil kreativitas dan imajinasi penciptanya. Ada banyak contoh hasil karya seni yang merupakan bentuk representasi obyek di dunia nyata. Contohnya lukisan manusia, patung hewan dan lainnya. Namun, ada pula hasil karya seni yang tidak merepresentasikan suatu obyek di dunia nyata. Hal ini bisa disebut seni abstrak. Dibandingkan jenis lainnya, seni abstrak cenderung lebih unik dan memiliki ciri tersendiri.
Pengertian Seni Abstrak
Menurut Mikke Susanto dalam Jeihan: Maestro Ambang Nyata dan Maya (2017), seni abstrak merupakan sebagai ciptaan seni yang mengandung unsur garis, bentuk dan warna yang sifatnya bebas atau tidak terikat dengan bentuk alam. Dalam seni abstrak, bentuk nyata alam tidak menjadi fokus pembuatan obyek utamanya. Jikalaupun menggunakan bentuk nyata alam, biasanya hanya dijadikan motif dasar untuk membentuk karya seni.
Kriteria yang sering digunakan untuk mengulas karya bergaya abstrak adalah ekspresionalisme. Ekspresionalisme adalah airan seni rupa yang menganggap bahwa suatu karya keluar dari diri seniman, bukan meniru atau menduplikasi alam dunia. Bagi ekspresionalisme, seniman memiliki daya ingat dan cara pandang terhadap alam. Kemudian diekspresikan pada karyanya.
Sejarah Seni Abstrak
Mengutip dari buku Hermeneutika, Estetika, dan Religiusitas: Esai-Esai Sastra Sufistik dan Seni Rupa (2004), sejarah perkembangan seni abstrak bermula dari Barat. Diperkirakan seni abstrak mulai dikenal di abad ke-19 di Eropa. Kemudian pada awal abad ke-20, seni ini mulai berkembang cukup pesat di Amerika Serikat. Pada awal kemunculannya, seni abstrak berhasil memunculkan aliran seni baru di Barat, yang mana sebelumnya selalu berkutat pada aliran rasionalisme, empirisme, materialisme serta realisme.
Setelah seni abstrak makin dikenal, beberapa pelukis mulai beralih ke jenis seni ini. Para pelukis mulai merepresentasikan obyek nyata ke seni abstrak dengan mengutamakan warna simbolik dibanding warna alami. Saat beralih ke seni abstrak, para pelukis di era itu mulai mengabaikan tiruan kenyataan atau obyek nyata alam dan lebih memilih membuat isyarat obyek tersebut. Para pelukis juga lebih mengutamakan gagasan mereka tentang karya seni yang akan dibuat, dibanding observasi.
Ciri Seni Abstrak
Seni abstrak termasuk unik, karena obyeknya berbeda dengan seni pada umumnya. Keunikan inilah yang menyebabkan seni abstrak memiliki sejumlah ciri pembeda dengan karya seni biasanya. Dalam Penciptaan Karya Seni Lukis (2013) karya Zulfi Hendri, disebutkan jika ciri utama dari seni abstrak ialah bentuknya tidak pernah bisa dikenali. Karena hasil karya seninya merupakan hasil imajinasi seniman dalam menemukan esensi dari bentuk obyeknya.
Ciri lain dari seni abstrak ialah bentuknya yang tidak pernah berhubungan dengan sesuatu yang pernah dilihat di dunia nyata. Walau begitu, jika diamati lebih jauh, mungkin penikmat seni akan berpikir jika mereka pernah melihat obyek dalam seni abstrak tersebut. Idom warna yang digunakan dalam karya seni abstrak cenderung berbeda dengan karya seni lainnya. Karena perpaduan warnanya terkesan sangat uik dan diolah sedemikian rupa, supaya menghasilkan warna yang harmonis.
Contoh karyanya
Contoh karya seni abstrak (Wikimedia Commons/Carmen Tischler)
Contoh di atas merupakan salah satu contoh karya seni abstrak, berupa seni lukis. Jika melihatnya, kita tidak mengetahui apa bentuk yang digambarkan oleh seniman tersebut. Warna yang berbeda dan bentuknya yang tidak sesuai dengan representasi obyek nyata alam menjadi ciri khas seni abstrak.
Sumber: kompas.com
Seni Rupa
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 10 Februari 2025
Seni visual adalah bentuk-bentuk seni seperti lukisan, gambar, seni grafis, patung, keramik, fotografi, video, pembuatan film, komik, desain, kerajinan tangan, dan arsitektur. Banyak disiplin seni, seperti seni pertunjukan, seni konseptual, dan seni tekstil, juga melibatkan aspek seni visual dan juga seni jenis lainnya. Yang juga termasuk dalam seni visual adalah seni terapan, seperti desain industri, desain grafis, desain fashion, desain interior, dan seni dekoratif. Penggunaan istilah "seni visual" saat ini mencakup seni rupa serta seni terapan atau seni dekoratif dan kerajinan, tetapi tidak selalu demikian. Sebelum Gerakan Seni dan Kerajinan di Inggris dan di tempat lain pada pergantian abad ke-20, istilah 'seniman' selama beberapa abad sering kali terbatas pada orang yang bekerja di bidang seni rupa (seperti lukisan, pahatan, atau seni grafis) dan bukan seni dekoratif, kerajinan, atau media seni visual terapan. Perbedaan ini ditekankan oleh para seniman Gerakan Seni dan Kerajinan, yang menghargai bentuk-bentuk seni vernakular seperti halnya bentuk-bentuk seni tinggi. Sekolah-sekolah seni membuat perbedaan antara seni rupa dan kriya, dengan menyatakan bahwa seorang pengrajin tidak dapat dianggap sebagai praktisi seni.
Kecenderungan yang meningkat untuk mengistimewakan seni lukis, dan pada tingkat yang lebih rendah seni pahat, di atas seni lainnya telah menjadi ciri khas seni Barat dan juga seni Asia Timur. Di kedua wilayah tersebut, seni lukis dipandang sebagai seni yang sangat bergantung pada imajinasi seniman dan yang paling jauh dari kerja manual - dalam seni lukis Tiongkok, gaya yang paling dihargai adalah gaya "seni lukis cendekiawan", setidaknya dalam teori yang dipraktekkan oleh para seniman amatir. Hirarki genre di Barat mencerminkan sikap yang sama.
Pendidikan dan Pelatihan
Pelatihan dalam seni visual umumnya melalui variasi sistem magang dan lokakarya. Di Eropa, gerakan Renaisans untuk meningkatkan prestise seniman mengarah pada sistem akademi untuk melatih para seniman, dan saat ini sebagian besar orang yang mengejar karier di bidang seni belajar di sekolah seni di tingkat perguruan tinggi. Seni visual kini telah menjadi mata pelajaran pilihan di sebagian besar sistem pendidikan. Di Asia Timur, pendidikan seni untuk seniman nonprofesional biasanya berfokus pada kuas; kaligrafi termasuk di antara Enam Seni untuk para bangsawan pada dinasti Zhou di Tiongkok, dan kaligrafi serta lukisan Tiongkok termasuk di antara empat seni untuk para cendekiawan-pejabat di kekaisaran Tiongkok.
Negara terdepan dalam perkembangan seni di Amerika Latin, pada tahun 1875 mendirikan Perhimpunan Nasional Rangsangan Seni, yang didirikan oleh pelukis Eduardo Schiaffino, Eduardo Sívori, dan seniman lainnya. Persekutuan mereka diubah namanya menjadi Akademi Seni Rupa Nasional pada tahun 1905 dan, pada tahun 1923, atas prakarsa pelukis dan akademisi Ernesto de la Cárcova, menjadi sebuah departemen di Universitas Buenos Aires, Sekolah Seni Unggul Bangsa. Saat ini, organisasi pendidikan terkemuka untuk seni di negara ini adalah UNA Universidad Nacional de las Artes.
Nefertari dengan Isis
Menggambar
Menggambar adalah cara untuk membuat gambar, ilustrasi atau grafik dengan menggunakan berbagai macam alat dan teknik yang tersedia secara online dan offline. Umumnya, menggambar melibatkan pembuatan tanda pada permukaan dengan memberikan tekanan dari sebuah alat, atau menggerakkan alat di atas permukaan menggunakan media kering seperti pensil grafit, pena dan tinta, kuas bertinta, pensil warna lilin, krayon, arang, pastel, dan spidol. Alat-alat digital, termasuk pena, stylus, yang mensimulasikan efek-efek ini juga digunakan. Teknik utama yang digunakan dalam menggambar adalah: menggambar garis, arsir, crosshatching, arsir acak, arsir, coretan, stippling, dan pencampuran. Seorang seniman yang mahir dalam menggambar disebut sebagai juru gambar atau juru gambar. Menggambar dan melukis sudah ada sejak puluhan ribu tahun yang lalu. Seni Paleolitik Atas mencakup seni figuratif yang dimulai antara sekitar 40.000 hingga 35.000 tahun yang lalu. Lukisan gua non-figuratif yang terdiri dari stensil tangan dan bentuk geometris sederhana bahkan lebih tua lagi. Representasi gua Paleolitik dari hewan ditemukan di daerah-daerah seperti Lascaux, Prancis dan Altamira, Spanyol di Eropa, Maros, Sulawesi di Asia, dan Gabarnmung, Australia.
Di Mesir kuno, gambar tinta pada papirus, yang sering kali menggambarkan manusia, digunakan sebagai model untuk lukisan atau patung. Gambar pada vas Yunani, yang awalnya berbentuk geometris, kemudian berkembang menjadi bentuk manusia dengan tembikar berwarna hitam selama abad ke-7 SM. Dengan kertas menjadi hal yang umum di Eropa pada abad ke-15, menggambar diadopsi oleh para ahli seperti Sandro Botticelli, Raphael, Michelangelo, dan Leonardo da Vinci, yang terkadang memperlakukan menggambar sebagai seni tersendiri, bukan sebagai tahap persiapan untuk melukis atau memahat.
Melukis
Melukis secara harfiah adalah praktik mengaplikasikan pigmen yang tersuspensi dalam pembawa (atau media) dan zat pengikat (lem) ke permukaan (penyangga) seperti kertas, kanvas, atau dinding. Namun, ketika digunakan dalam pengertian artistik, itu berarti penggunaan kegiatan ini dalam kombinasi dengan menggambar, komposisi, atau pertimbangan estetika lainnya untuk mewujudkan maksud ekspresif dan konseptual dari praktisi. Lukisan juga digunakan untuk mengekspresikan motif dan ide spiritual; situs-situs lukisan semacam ini berkisar dari karya seni yang menggambarkan tokoh-tokoh mitologi pada tembikar hingga Kapel Sistina, hingga tubuh manusia itu sendiri.
Sejarah
Seperti halnya menggambar, lukisan memiliki asal-usul yang terdokumentasikan di gua-gua dan di permukaan batu. Contoh terbaik, yang diyakini oleh beberapa orang berusia 32.000 tahun, ada di gua Chauvet dan Lascaux di Prancis selatan. Dalam nuansa warna merah, coklat, kuning dan hitam, lukisan-lukisan di dinding dan langit-langitnya menampilkan bison, sapi, kuda dan rusa. Lukisan figur manusia dapat ditemukan di makam-makam Mesir kuno. Di kuil besar Ramses II, Nefertari, ratunya, digambarkan dipimpin oleh Isis. Bangsa Yunani juga berkontribusi dalam seni lukis, namun sebagian besar karya mereka telah hilang. Salah satu representasi terbaik yang tersisa adalah potret mumi Fayum Helenistik. Contoh lainnya adalah mosaik Pertempuran Issus di Pompeii, yang mungkin didasarkan pada lukisan Yunani. Seni Yunani dan Romawi berkontribusi pada seni Bizantium pada abad ke-4 SM, yang memulai tradisi lukisan ikon.
Lukisan Lascaux
Terlepas dari manuskrip-manuskrip beriluminasi yang dihasilkan oleh para biarawan selama Abad Pertengahan, kontribusi signifikan berikutnya terhadap seni Eropa berasal dari para pelukis renaisans Italia. Dari Giotto pada abad ke-13 hingga Leonardo da Vinci dan Raphael pada awal abad ke-16, ini adalah periode terkaya dalam seni Italia karena teknik chiaroscuro digunakan untuk menciptakan ilusi ruang 3-D. Pelukis di Eropa utara juga dipengaruhi oleh aliran Italia. Jan van Eyck dari Belgia, Pieter Bruegel the Elder dari Belanda dan Hans Holbein the Younger dari Jerman adalah beberapa pelukis yang paling sukses pada masa itu. Mereka menggunakan teknik glazing dengan minyak untuk mencapai kedalaman dan kilau.
Abad ke-17 menjadi saksi kemunculan para pelukis besar Belanda seperti Rembrandt yang serba bisa, yang secara khusus dikenang karena lukisan potret dan pemandangan Alkitab, serta Vermeer yang berspesialisasi dalam pemandangan interior kehidupan Belanda.
Barok dimulai setelah Renaisans, dari akhir abad ke-16 hingga akhir abad ke-17. Seniman utama Barok termasuk Caravaggio, yang banyak menggunakan tenebrisme. Peter Paul Rubens, seorang pelukis Flemish yang belajar di Italia, bekerja untuk gereja-gereja lokal di Antwerpen dan juga melukis sebuah seri untuk Marie de' Medici. Annibale Carracci mengambil pengaruh dari Kapel Sistina dan menciptakan genre lukisan langit-langit ilusionistik. Sebagian besar perkembangan yang terjadi pada zaman Barok adalah karena adanya Reformasi Protestan dan Kontra Reformasi. Sebagian besar yang mendefinisikan Barok adalah pencahayaan yang dramatis dan visual secara keseluruhan.
Impresionisme dimulai di Prancis pada abad ke-19 dengan asosiasi seniman yang longgar termasuk Claude Monet, Pierre-Auguste Renoir, dan Paul Cézanne yang membawa gaya baru yang disikat secara bebas ke dalam lukisan, yang sering kali memilih untuk melukis pemandangan realistis kehidupan modern di luar daripada di dalam studio. Hal ini dicapai melalui ekspresi baru dari fitur estetika yang ditunjukkan oleh sapuan kuas dan kesan realitas. Mereka mencapai getaran warna yang intens dengan menggunakan warna murni dan tidak tercampur serta sapuan kuas yang pendek. Gerakan ini memengaruhi seni sebagai sebuah dinamika, bergerak melalui waktu dan menyesuaikan diri dengan teknik dan persepsi seni yang baru ditemukan. Perhatian terhadap detail menjadi kurang menjadi prioritas dalam pencapaian, sementara mengeksplorasi pandangan bias terhadap lanskap dan alam di mata seniman.
Menjelang akhir abad ke-19, beberapa pelukis muda membawa impresionisme ke tahap yang lebih jauh, menggunakan bentuk geometris dan warna yang tidak alami untuk menggambarkan emosi sambil berjuang untuk simbolisme yang lebih dalam. Yang paling terkenal adalah Paul Gauguin, yang sangat dipengaruhi oleh seni Asia, Afrika, dan Jepang, Vincent van Gogh, seorang Belanda yang pindah ke Prancis di mana dia memanfaatkan sinar matahari yang kuat di selatan, dan Toulouse-Lautrec, yang dikenang karena lukisan-lukisannya yang hidup tentang kehidupan malam di distrik Paris, Montmartre.
Edvard Munch, seorang seniman Norwegia, mengembangkan pendekatan simbolisnya pada akhir abad ke-19, terinspirasi oleh impresionis Prancis, Manet. The Scream (1893), karyanya yang paling terkenal, secara luas ditafsirkan sebagai representasi dari kegelisahan universal manusia modern. Sebagian akibat pengaruh Munch, gerakan ekspresionis Jerman berasal dari Jerman pada awal abad ke-20 ketika seniman seperti Ernst Kirschner dan Erich Heckel mulai mendistorsi realitas untuk mendapatkan efek emosional.
Secara paralel, gaya yang dikenal sebagai kubisme berkembang di Prancis ketika para seniman berfokus pada volume dan ruang struktur yang tajam dalam sebuah komposisi. Pablo Picasso dan Georges Braque adalah pendukung utama gerakan ini. Objek dipecah, dianalisis, dan dirakit kembali dalam bentuk abstrak. Pada tahun 1920-an, gaya ini berkembang menjadi surealisme dengan Dali dan Magritte.
Seni cetak
Ukiran instrumentalis wanita Tiongkok kuno
Seni cetak adalah menciptakan, untuk tujuan artistik, gambar pada matriks yang kemudian ditransfer ke permukaan dua dimensi (datar) dengan menggunakan tinta (atau bentuk pigmentasi lainnya). Kecuali dalam kasus monotipe, matriks yang sama dapat digunakan untuk menghasilkan banyak contoh cetakan. Secara historis, teknik utama (juga disebut media) yang terlibat adalah cukilan kayu, ukiran garis, etsa, litografi, dan sablon (serigrafi, penyaringan sutra), tetapi ada banyak teknik lainnya, termasuk teknik digital modern. Biasanya, cetakan dicetak di atas kertas, tetapi media lainnya berkisar dari kain dan vellum hingga bahan yang lebih modern.
Fotografi
Fotografi adalah proses pembuatan gambar melalui aksi cahaya. Pola cahaya yang dipantulkan atau dipancarkan dari objek direkam ke dalam media sensitif atau chip penyimpanan melalui eksposur berjangka waktu. Proses ini dilakukan melalui rana mekanis atau pemaparan foton yang diatur waktunya secara elektronik ke dalam pemrosesan kimiawi atau perangkat digital yang dikenal sebagai kamera. Kata ini berasal dari bahasa Yunani φως phos ("cahaya"), dan γραφις graphis ("stylus", "kuas") atau γραφη graphê, yang secara bersama-sama berarti "menggambar dengan cahaya" atau "representasi dengan menggunakan garis" atau "menggambar". Secara tradisional, produk fotografi disebut sebagai foto. Istilah foto adalah singkatan; banyak orang juga menyebutnya gambar. Dalam fotografi digital, istilah gambar sudah mulai menggantikan foto. (Istilah gambar adalah istilah tradisional dalam optik geometris).
Arsitektur
Arsitektur adalah proses dan produk dari perencanaan, perancangan, dan konstruksi bangunan atau struktur lainnya. Karya arsitektur, dalam bentuk material bangunan, sering dianggap sebagai simbol budaya dan karya seni. Peradaban bersejarah sering diidentifikasikan dengan pencapaian arsitektur mereka yang masih ada.
Pembuatan film
Pembuatan film adalah proses pembuatan film, mulai dari konsepsi awal dan penelitian, melalui penulisan naskah, pengambilan gambar dan perekaman, animasi atau efek khusus lainnya, pengeditan, pekerjaan suara dan musik, dan akhirnya distribusi ke penonton; ini mengacu secara luas pada pembuatan semua jenis film, yang mencakup dokumenter, jenis-jenis teater dan literatur dalam film, dan praktik-praktik puitis atau eksperimental, dan sering digunakan untuk merujuk pada proses berbasis video juga.
Seni komputer
Desmond Paul Henry, Gambar oleh Mesin Gambar 1, c. 1960
Seniman visual tidak lagi terbatas pada media seni visual tradisional. Komputer telah digunakan sebagai alat yang semakin umum dalam seni visual sejak tahun 1960-an. Penggunaannya meliputi pengambilan atau pembuatan gambar dan bentuk, pengeditan gambar-gambar tersebut (termasuk mengeksplorasi berbagai komposisi) dan rendering atau pencetakan akhir (termasuk pencetakan 3D). Seni komputer adalah seni yang melibatkan komputer dalam produksi atau tampilan. Seni semacam itu dapat berupa gambar, suara, animasi, video, CD-ROM, DVD, permainan video, situs web, algoritma, pertunjukan, atau instalasi galeri.
Banyak disiplin ilmu tradisional yang kini mengintegrasikan teknologi digital, sehingga batas antara karya seni tradisional dan karya media baru yang dibuat dengan menggunakan komputer menjadi kabur. Sebagai contoh, seorang seniman dapat menggabungkan lukisan tradisional dengan seni algoritmik dan teknik digital lainnya. Akibatnya, mendefinisikan seni komputer berdasarkan produk akhirnya bisa menjadi sulit. Namun demikian, jenis seni ini mulai muncul di pameran museum seni, meskipun belum membuktikan keabsahannya sebagai sebuah bentuk tersendiri dan teknologi ini secara luas dilihat dalam seni kontemporer lebih sebagai alat, bukan sebagai bentuk seperti lukisan. Di sisi lain, terdapat karya seni berbasis komputer yang termasuk dalam konsep baru dan postdigital, yang mengasumsikan teknologi yang sama, dan dampak sosialnya, sebagai objek penyelidikan.
Seni plastik
Seni plastik adalah istilah untuk bentuk seni yang melibatkan manipulasi fisik media plastik dengan cara mencetak atau membuat model seperti patung atau keramik. Istilah ini juga telah diterapkan pada semua seni visual (non-literer, non-musikal). Bahan-bahan yang dapat diukir atau dibentuk, seperti batu atau kayu, beton atau baja, juga telah dimasukkan dalam definisi yang lebih sempit, karena dengan alat yang tepat, bahan-bahan tersebut juga dapat dimodulasi. Penggunaan istilah "plastik" dalam seni ini tidak boleh disamakan dengan penggunaan istilah Piet Mondrian, atau dengan gerakan yang disebutnya, dalam bahasa Prancis dan Inggris, "Neoplastisisme."
Disadur dari: en.wikipedia.org
Safety
Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 10 Februari 2025
Bahaya Psikososial
Bahaya psikososial atau stresor kerja adalah bahaya pekerjaan yang terkait dengan cara pekerjaan dirancang, diatur, dan dikelola, serta konteks ekonomi dan sosial pekerjaan. Tidak seperti tiga kategori bahaya kerja lainnya (kimia, biologi, dan fisik), bahaya psikososial tidak muncul dari substansi fisik, objek, atau energi berbahaya.
Bahaya psikososial mempengaruhi kesejahteraan psikologis dan fisik pekerja, termasuk kemampuan mereka untuk berpartisipasi dalam lingkungan kerja di antara orang lain. Bahaya psikososial tidak hanya menyebabkan dampak kejiwaan dan psikologis seperti kelelahan akibat kerja, gangguan kecemasan, dan depresi, tetapi juga dapat menyebabkan cedera atau penyakit fisik seperti penyakit kardiovaskular atau cedera muskuloskeletal. Risiko psikososial terkait dengan organisasi kerja serta kekerasan di tempat kerja dan diakui secara internasional sebagai tantangan utama terhadap keselamatan dan kesehatan kerja serta produktivitas.
Jenis bahaya
Secara umum, stres di tempat kerja dapat didefinisikan sebagai ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan sumber daya fisik dan mental yang tersedia untuk mengatasinya. Beberapa model stres di tempat kerja telah diusulkan, termasuk ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kontrol karyawan, antara upaya dan penghargaan, dan fokus umum pada kesehatan.
Bahaya psikososial dapat dibagi menjadi bahaya yang muncul dari konten atau konteks pekerjaan. Isi pekerjaan mencakup jumlah dan kecepatan pekerjaan, termasuk terlalu banyak dan terlalu sedikit pekerjaan yang harus dilakukan; luasnya, fleksibilitas, dan prediktabilitas jam kerja; serta sejauh mana kontrol dan partisipasi karyawan dalam pengambilan keputusan. Konteks pekerjaan mencakup dampak terhadap pengembangan karier dan upah, budaya organisasi, hubungan interpersonal, dan keseimbangan kehidupan kerja.
Menurut survei oleh Badan Eropa untuk Keselamatan dan Kesehatan di Tempat Kerja, bahaya psikososial yang paling penting—penekanan kerja—adalah:
Bahaya psikososial lainnya adalah:
Selain itu, tingkat kebisingan atau kualitas udara yang dianggap dapat diterima dari segi bahaya fisik atau kimia masih dapat memberikan bahaya psikososial berupa gangguan, iritasi, atau ketakutan akan dampak kesehatan lain dari lingkungan.
Penilaian
Bahaya psikososial biasanya diidentifikasi atau dinilai dengan cara memeriksa bagaimana pekerja melakukan pekerjaan dan berinteraksi satu sama lain, melakukan percakapan dengan pekerja secara individu atau dalam kelompok fokus, menggunakan survei, dan meninjau catatan seperti laporan insiden, klaim kompensasi pekerja, dan data ketidakhadiran serta perputaran pekerja. Penilaian risiko pekerjaan yang lebih formal mungkin diperlukan jika ada ketidakpastian tentang potensi tingkat keparahan bahaya, interaksi, atau keefektifan kontrol.
Ada beberapa alat survei penilaian risiko untuk bahaya psikososial. Ini termasuk Kuesioner Kesejahteraan Pekerja NIOSH (WellBQ) dari program Kesehatan Pekerja Total dari Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja AS, survei Orang di Tempat Kerja dari Kesehatan dan Keselamatan Tempat Kerja Queensland, Kuesioner Psikososial Kopenhagen dari Pusat Penelitian Nasional Denmark untuk Lingkungan Kerja dan Alat Indikator Standar Manajemen dari Eksekutif Kesehatan dan Keselamatan Inggris.
Kontrol
Menurut hirarki pengendalian bahaya, pengendalian yang paling efektif adalah menghilangkan bahaya, atau jika tidak memungkinkan, meminimalkan bahaya, melalui praktik desain kerja yang baik. Hal ini mencakup langkah-langkah untuk mengurangi kerja berlebihan; memberikan dukungan kepada pekerja, kontrol pribadi, dan peran yang jelas; dan menyediakan manajemen perubahan yang efektif.
Dalam konteks bahaya psikososial, pengendalian rekayasa adalah perubahan fisik di tempat kerja yang mengurangi bahaya atau mengisolasi pekerja dari bahaya tersebut. Pengendalian rekayasa untuk bahaya psikososial mencakup desain tempat kerja untuk mempengaruhi jumlah, jenis, dan tingkat kontrol pribadi terhadap pekerjaan, serta kontrol akses dan alarm. Risiko kekerasan di tempat kerja dapat dikurangi melalui desain fisik tempat kerja atau dengan kamera. Peralatan penanganan manual yang tepat, langkah-langkah untuk mengurangi paparan kebisingan, dan tingkat pencahayaan yang sesuai memiliki efek positif pada bahaya psikososial, di samping efeknya untuk mengendalikan bahaya fisik.
Pengendalian administratif meliputi rotasi pekerjaan untuk mengurangi waktu paparan, kebijakan yang jelas tentang intimidasi di tempat kerja dan pelecehan seksual, serta konsultasi dan pelatihan yang tepat bagi karyawan. Alat pelindung diri termasuk alarm bahaya pribadi, serta peralatan yang biasanya digunakan untuk jenis bahaya lain seperti pelindung mata dan wajah dan pelindung pendengaran.
Kegiatan promosi kesehatan dapat meningkatkan kesehatan umum dan mental pekerja, tetapi tidak boleh digunakan sebagai alternatif atau pengganti untuk mengelola risiko secara langsung dari bahaya psikososial. Sebuah tinjauan Cochrane baru-baru ini - dengan menggunakan bukti berkualitas sedang - terkait bahwa penambahan intervensi yang diarahkan pada pekerjaan untuk pekerja yang mengalami depresi yang menerima intervensi klinis dapat mengurangi jumlah hari kerja yang hilang dibandingkan dengan intervensi klinis saja. Tinjauan ini juga menunjukkan bahwa penambahan terapi perilaku kognitif pada perawatan primer atau perawatan kerja dan penambahan "penjangkauan melalui telepon terstruktur dan program manajemen perawatan" pada perawatan biasa efektif dalam mengurangi hari cuti sakit.
Standar Internasional untuk mengelola risiko psikososial di tempat kerja
ISO 45003:2021 adalah standar global yang dikembangkan oleh Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) untuk membantu organisasi mengelola risiko psikologis di tempat kerja, dan dapat dipertimbangkan dalam sistem manajemen kesehatan dan keselamatan (K3) menurut ISO 45001. Norma Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
Dampak
Memburuknya masalah kesehatan mental di tempat kerja tidak hanya menyebabkan kerugian psikologis dan fisik pada individu pekerja, namun juga memiliki dampak yang lebih besar pada masyarakat, termasuk berkurangnya produktivitas perekonomian lokal/nasional, rusaknya hubungan keluarga/individu dan konsekuensi negatifnya. . Hasil perilaku. Hilangnya lapangan kerja merupakan akibat dari kerusakan psikologis.
Psikologis dan perilaku
Stres, kecemasan, dan depresi di tempat kerja dapat berhubungan langsung dengan bahaya psikologis di tempat kerja.
Paparan terhadap bahaya psikologis di tempat kerja dapat menyebabkan Banyak perilaku tidak sehat seperti kurangnya aktivitas fisik, konsumsi alkohol, dan obat-obatan, berkaitan erat. Kehilangan nafsu makan dan susah tidur. Pada tahun 2003, studi cross-sectional dilakukan terhadap 12.110 pekerja di 26 tempat kerja untuk menguji hubungan antara stres kerja dan kesehatan. Studi ini mengukur stres dengan menilai locus of control individu di tempat kerja (walaupun variabel lain juga diperiksa). Hasilnya menentukan bahwa tingkat stres yang dilaporkan sendiri lebih tinggi dikaitkan dengan asupan lemak yang lebih tinggi, aktivitas yang lebih sedikit, peningkatan merokok (dan penggunaan), dan penurunan kebiasaan merokok pada pria dan wanita.
Fisiologis
Bukti kuat dari sejumlah studi cross-sectional dan longitudinal menunjukkan adanya hubungan antara lingkungan kerja psikologis dan dampaknya terhadap kesehatan fisik karyawan. Ada semakin banyak bukti bahwa empat psikosistem utama terpengaruh: hipertensi dan penyakit jantung, penyembuhan luka, penyakit otot, penyakit gastrointestinal, dan diabetes. Penyakit lain yang diketahui disebabkan oleh stres antara lain bronkitis, penyakit jantung koroner, penyakit mental, penyakit tiroid, penyakit kulit, rematik jenis tertentu, obesitas, TBC, sakit kepala dan migrain, tukak lambung dan kolitis ulserativa, serta diabetes. ini.
Ekonomis
Di seluruh Uni Eropa, stres akibat pekerjaan saja mempengaruhi lebih dari 40 juta orang dan menyebabkan hilangnya produktivitas sebesar €20 miliar setiap tahunnya.
Disadur dari: en.wikipedia.org