Kemaritiman

Manfaat Peta Indonesia bagi Wisatawan

Dipublikasikan oleh Wafa Nailul Izza pada 11 Februari 2025


Liputan6.com, Jakarta - Peta jadi hal yang sangat penting bagi seseorang, terutama bagi wisatawan yang belum mengetahui tentang wilayah tertentu. Beberapa wisatawan asing yang datang berkunjung ke tanah air masih tetap memegang peta Indonesia. Dengan menggunakan peta, orang bisa menemukan tempat-tempat wisata atau sarana umum. Sederhananya, mereka bisa mengetahui tentang bank, kantor pos, hingga tempat ibadah. Dilansir dari berbagai sumber, berikut tentang penjelasan peta Indonesia dan manfaatnya.

Peta Indonesia mempunyai sejumlah bagian. Bagian pertama, peta Indonesia bagian utara yang meliputi Pulau Kalimantan. Bagian kedua, peta Indonesia bagian timur, yang mencakup Pulau Papua. Sementara ketiga, peta Indonesia bagian selatan, dan keempat peta Indonesia bagian barat. Peta Indonesia bagian utara memuat tentang perbatasan kontinental atau perbatasan darat, yaitu dengan Malaysia. Sementara batas laut yaitu dengan Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Perbatasan Benua

Perbatasan Benua
 

Peta Indonesia bagian timur, meliputi perbatasan benua atau perbatasan darat, yaitu Indonesia berbatasan dengan Papua Nugini. Sementara perbatasan secara maritim dengan Samudra Pasifik. Peta Indonesia bagian selatan perbatasan darat dengan Timur Leste. Sementara perbatasan maritim dengan perairan Australia dan Samudra Hindia.

Manfaat Peta bagi Wisatawan

Pertama, peta dapat digunakan wisatawan untuk mencari tahu jarak dari satu tempat ke tempat lain, yaitu dengan perhitungan jarak pada peta melalui skala yang ada. Kedua, peta dapat digunakan wisatawan untuk mengetahui arah suatu tempat. Contohnya, dengan melihat peta kawasan Asia Tenggara, orang bisa melihat peta Indonesia yang berseberangan langsung dengan Malaysia di bagian utara. Ketiga, peta juga dapat digunakan wisatawan sebagai alat untuk mencari tahu kondisi lingkungan suatu daerah atau tempat. Contoh, dengan  peta orang bisa melihat wilayah yang termasuk beriklim tropis, kutub, ataupun daerah sedang.

Infografis negara-negara terancam hilang dari peta
Infografis negara-negara terancam hilang dari peta

Sumber: www.liputan6.com

 

Selengkapnya
Manfaat Peta Indonesia bagi Wisatawan

Ketenagakerjaan

Kemnaker Tawarkan Pelatihan Vokasi Berbasis Komunitas di G20

Dipublikasikan oleh Wafa Nailul Izza pada 11 Februari 2025


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan menawarkan konsep pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis komunitas di Balai Latihan Kerja Komunitas ke anggota G20.

"Ini konsep yang kita tawarkan ke negara-negara anggota G20 dan saya yakin beberapa negara juga memiliki latar sosial budaya yang sama dengan kita," kata Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi sebagaimana dikutip dalam siaran pers Kemnaker yang diterima di Jakarta, Rabu (9/2/2022).

Saat menjadi pembicara dalam gelar wicara bertema "Solidaritas dan Kemitraan serta Masa Depan Dunia Kerja Pasca Covid-19" pada acara Kick Off G20 on Education and Culture, dia menjelaskan, bahwa bisa ditingkatkan melalui pelatihan vokasi yang mempertimbangkan kebutuhan dan perkembangan dunia kerja.

Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas, ia melanjutkan, menawarkan akses pelatihan vokasi yang berkualitas bagi warga yang kurang beruntung, termasuk warga perdesaan.

Di samping itu, Anwar selaku Chair Employment Working Group (EWG) akan menjadikan sidang Presidensi G20 2022 sebagai forum bagi negara-negara anggota G20 untuk tukar pikiran mengenai upaya peningkatan produktivitas dan perumusan formula untuk bangkit bersama setelah pandemi Covid-19. "Sesuai arahan Pak Presiden, kita bukan hanya memimpin sidang tapi betul-betul akan menjadi role model pimpinan, yang akan menjadi referensi bagi setiap isu yang akan dimunculkan dalam G20," kata Anwar.

Dalam Presidensi G20 Indonesia pada 2022, Kemnaker mengusung empat isu prioritas. Termasuk di antaranya, penciptaan lapangan kerja berkelanjutan menghadapi perubahan dunia kerja serta pasar kerja yang inklusif dan afirmasi pekerjaan yang layak untuk penyandang disabilitas.

Isu prioritas lain yang diusung Kemnaker yakni pengembangan kapasitas sumber daya manusia untuk pertumbuhan produktivitas yang berkelanjutan dan pelindungan tenaga kerja yang adaptif dan inklusif dalam merespons dunia kerja yang terus berubah.

Sumber: news.republika.co.id
 

Selengkapnya
Kemnaker Tawarkan Pelatihan Vokasi Berbasis Komunitas di G20

Keprofesian

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ingatkan Perusahaan Pembiayaan, Debt Collector Wajib Punya Sertifikasi Profesi

Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda pada 11 Februari 2025


Bisnis.com, JAKARTA - Badan Jasa Keuangan (OJK) menegaskan akan menindak tegas perusahaan keuangan yang terbukti melanggar aturan, khususnya terkait penagihan utang. Juru Bicara OJK Sekar Putih Jarot mengungkapkan, otoritas memberikan sanksi kepada beberapa perusahaan keuangan yang melanggar ketentuan melalui sanksi teguran, penghentian operasional usaha, dan pencabutan izin usaha. Hal ini terkait dengan penggunaan jasa penagihan utang. “Perusahaan keuangan yang menggunakan jasa penagihan utang harus memastikan seluruh perusahaan penagihan utang yang bermitra dengan perusahaan tersebut memiliki sertifikasi profesi dan mematuhi peraturan hukum dalam melakukan penagihan kepada nasabah,” kata Sekar Putih dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 29 Juli 2021. Di sisi lain, dia mengatakan debitur juga harus ikhlas memenuhi kewajibannya dan menginformasikan kepada perusahaan keuangan jika mengalami kendala dalam transfer.

Hal itu ia jelaskan dengan mengacu pada POJK nomor 35/POJK.05/2018 tentang pelaksanaan Dalam kegiatan komersial perusahaan keuangan, perusahaan keuangan dapat melakukan kerjasama dengan pihak ketiga untuk tujuan penyelesaian dengan para pihak. Penagihan berarti segala upaya Perusahaan Keuangan untuk memperoleh haknya atas kewajiban pembayaran debitur, termasuk pemenuhan jaminan apabila debitur mengalami wanprestasi.

Dalam proses penagihan, pihak ketiga dalam industri penagihan utang lebih dikenal karena kolektor. harus membawa beberapa dokumen. Dokumen-dokumen tersebut adalah dokumen identitas, sertifikat profesi dalam penagihan dari lembaga sertifikasi profesi sektor keuangan yang terdaftar di OJK, surat kuasa dari perusahaan keuangan, fotokopi sertifikat jaminan terpercaya, dan dokumen bukti kelalaian pihak. debitur. “Semua dokumen tersebut digunakan untuk memperkuat aspek hukum dalam proses penagihan pinjaman agar tidak terjadi perselisihan,” kata OJK, lanjut Sekar Putih, menanyakan kepada perusahaan pembiayaan yang diwajibkan sebelum penagihan dan penarikan agunan. mengirimkan surat peringatan kepada debitur yang belum membayar sesuai POJK nomor 35/2018. OJK juga meminta perusahaan memastikan perusahaan penagih utang telah dilengkapi dan dilengkapi dengan beberapa dokumen di atas. Selain mengevaluasi secara berkala prosedur penagihan perusahaan penagih utang bahkan memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang melanggar ketentuan yang berlaku.

Disadur dari: https://finansial.bisnis.com/read/20210730/89/1423733/ojk-ingatkan-debt-collector-wajib-punya-sertifikasi-profesi 

Selengkapnya
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ingatkan Perusahaan Pembiayaan, Debt Collector Wajib Punya Sertifikasi Profesi

Ketenagakerjaan

Lulusan Vokasi, Ini 4 Tips Sukses Berkarier Menjadi Barista

Dipublikasikan oleh Wafa Nailul Izza pada 11 Februari 2025


KOMPAS.com - Profesi barista, kini menjadi profesi yang cukup tren di tengah menjamurnya coffee shop kekinian di Indonesia. 

Meski demikian, tidak mudah untuk menjadi seorang barista. Mereka tidak hanya dituntut bagaimana menyajikan secangkir kopi yang nikmat, tapi juga harus memiliki sejumlah kompetensi lainnya. 

Dilansir dari laman Vokasi Kemendikbudristek, bagi yang ingin menjadi seorang barista, berikut tips untuk menjadi barista dari Yayuk Merri Kusuma, alumni program kursus barista dari Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Duta Persada, Yogyakarta, yang kini menjadi barista dari Duper Coffee Lab. 

Setidaknya ada 4 tips menjadi barista yang diutarakan oleh Yayuk, yakni: 
1. Pahami karakter biji kopi
Menurut dia, menjadi seorang barista, berarti kamu harus memahami tidak hanya jenis-jenis kopi (robusta atau arabika), tapi juga karakteristik dari setiap jenis kopi-kopi tersebut. Termasuk keistimewaan masing-masing biji kopi, sampai pada cara mengolah dan menyimpan kopi-kopi tersebut agar tetap segar saat diseduh nantinya.

2. Mengerti peralatan dan perlengkapan membuat kopi. 
Peralatan membuat kopi cukup banyak dan tentunya membutuhkan kecakapan dalam pengoperasiannya. 

Jadi, untuk menjadi seorang barista, tentu kamu tidak hanya harus memahami setiap alat dan fungsinya, tapi juga harus cakap dalam mengoperasikannya. 

"Terlebih, beberapa mesin espresso komersial kadang cenderung rumit," ungkap Yayuk. 

3. Disiplin dan teliti. 
Yayuk menyebut, menjadi barista profesional juga harus disiplin, terutama terkait dengan takaran dan komposisi. 

Barista juga harus teliti untuk memeriksa dan memastikan semua bahan-bahan lain, seperti susu, sirup, dan gula, dalam kondisi baik dan belum kedaluwarsa. 

Karena, kata dia, bahan-bahan yang segar sudah pasti akan menghasilkan racikan kopi yang sempurna.

4. Memiliki komunikasi yang baik 
Yayuk mengatakan, teknik berkomunikasi yang baik sangat diperlukan ketika berhadapan dengan pelanggan. 

Sehingga, seorang barista harus perlu ilmu komunikasi yang baik. Ketika memiliki itu, kamu bisa menjelaskan secara benar kepada para pelanggan tentang keunggulan dari produk-produk yang ada di coffee shop. 

"Barista juga harus cakap berkomunikasi hal lainnya di luar profesi itu. Pasalnya, terkadang tamu yang datang tidak minum kopi saja, tapi juga sambil mengajak berkomunikasi," tukas dia.

Sumber: edukasi.kompas.com
 

Selengkapnya
Lulusan Vokasi, Ini 4 Tips Sukses Berkarier Menjadi Barista

Perindustrian

Tahun 2021, Menperin: Sektor Industri Masih Jadi Penopang Utama Ekonomi

Dipublikasikan oleh Ririn Khoiriyah Ardianti pada 11 Februari 2025


Kementerian Perindustrian fokus untuk terus membangun sektor industri manufaktur yang berdaulat, mandiri, berdaya saing, dan inklusif. Namun demikian, pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap upaya dalam rangka mencapai sasaran prioritas nasional tersebut.

“Meski adanya gejolak dan tantangan akibat pandemi, sektor industri manufaktur konsisten memainkan peranan pentingnya sebagai penggerak dan penopang utama bagi perekonomian nasional. Bahkan, kami dapat menyatakan bahwa sektor industri manufaktur merupakan sektor pendorong utama bagi Indonesia untuk keluar dari resesi,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara Jumpa Pers Akhir Tahun 2021 Kementerian Perindustrian di Jakarta.

Menperin menyampaikan, pada tahun ini geliat sektor industri manufaktur mulai bangkit kembali. Hal terlihat dari sejumlah kinerja gemilangnya, antara lain realisasi investasi, capaian ekspor, kontribusi pajak, kontribusi terhadap PDB, dan peringkat Purchasing Managers Index (PMI).

Sepanjang Januari-September 2021, realisasi investasi di sektor manufaktur tercatat sebesar Rp236,79 triliun. Angka ini naik 17,3 persen jika dibandingkan dengan realisasi investasi pada periode yang sama di tahun 2020 sebesar Rp201,87 triliun.

Dari sisi capaian nilai ekspor, kontribusi sekor industri manufaktur terus meningkat meski di tengah himpitan pandemi. Nilai ekspor industri manufaktur pada Januari-November 2021 mencapai USD160 miliar atau berkontribusi sebesar 76,51 persen dari total ekspor nasional. Angka ini telah melampaui capaian ekspor manufaktur sepanjang tahun 2020 sebesar Rp131 miliar, dan bahkan lebih tinggi dari capaian ekspor tahun 2019.

“Jika dibandingkan dengan Januari-November 2020 (c-to-c), maka kinerja ekspor industri manufaktur pada Januari-November 2021 meningkat sebesar 35,36 persen. Kinerja ekspor sektor manufaktur ini sekaligus mempertahankan surplus neraca perdagangan yang dicetak sejak bulan Mei 2020,” ujar Agus.

Menperin menjelaskan, capaian sektor industri manufaktur dari sisi investasi dan ekspor mengiringi kontribusinya pada penerimaan negara dan terhadap pembentukan PDB nasional yang terus meningkat.“Untuk pajak sektor industri pengolahan sepanjang tahun secara rerata berkontribusi sebesar 29 persen, sementara penerimaan cukai sektor industri menyumbang 95 persen dari total penerimaan cukai nasional,” sebutnya.

Adapun dari aspek kontribusi dalam PDB, sumbangsih industri manufaktur pada triwulan III tahun 2021 sebesar 17,33 persen, di mana angka ini merupakan yang tertinggi di antara sektor ekonomi lainnya. Sempat tertekan hingga minus 2.52 persen di tahun 2020, pertumbuhan sektor industri manufaktur kembali bergairah pada tahun 2021, di mana angka pertumbuhannya meningkat signifikan di triwulan II-2021 sebesar 6,91 persen (y-o-y), sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang juga bangkit sebesar 7,07 persen (y-o-y).

Dinamika juga terjadi pada capaian Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia. Setelah sempat limbung akibat pembatasan aktivitas masyarakat, termasuk di sektor industri manufaktur pada tahun 2020, PMI manufaktur Indonesia perlahan bangkit dan kembali ke level ekspansif.

Angka PMI manufaktur Indonesia di sepanjang tahun 2021 secara umum berada pada level ekspansif, kecuali pada bulan Juli dan Agustus akibat pembatasan aktivitas di masa PPKM Darurat dan PPKM Level 4. Di luar itu, PMI Manufaktur Indonesia bahkan beberapa kali memecahkan rekor angka tertinggi sepanjang sejarah, yakni berada pada peringkat 53,2 di bulan Maret, kemudian 54,6 di bulan April, 55,3 di bulan Mei, dan puncaknya 57.2 di bulan Oktober. Posisi ekspansif ini diyakini akan bertahan di akhir tahun ini.

Pada aspek ketenagakerjaan, seiring dengan bangkitnya sektor industri pengolahan dari dampak pandemi, ada tambahan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,2 juta orang di tahun 2021 sehingga jumlah total tenaga kerja di sektor ini kembali meningkat ke angka 18,64 juta orang.

“Dengan melihat berbagai indikator kinerja tersebut, di tengah hantaman pandemi Covid-19, industri manufaktur Indonesia secara keseluruhan masih menunjukkan kinerja yang sangat baik,” ucap Menperin. Kinerja makro sektor industri yang baik ini tidak terlepas dari keberhasilan pemerintah dalam menerapkan kebijakan gas dan rem, sehingga aktivitas industri manufatur tidak pernah benar-benar berhenti.

“Kebijakan gas dan rem di sektor industri manufaktur diturunkan dalam wujud kebijakan Ijin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) yang dikeluarkan oleh Kemenperin,” imbuhnya. Seiring waktu, kebijakan IOMKI berhasil mendorong terciptanya keseimbangan antara kepentingan kesehatan dan kepentingan ekonomi di sektor industri manufaktur dan memacu para pelaku industri untuk percaya diri dan segera beradaptasi dengan kondisi pandemi.

“Keseimbangan, kepercayaan diri, dan daya adaptasi ini yang membentuk resiliensi yang baik di sektor industri manufaktur dalam menghadapi situasi pandemi,” jelasnya. Selain itu, guna meningkatkan kinerja sektor industri, Kemenperin telah menjalankan program dan kebijakan strategisnya seperti program Peningkatkan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), pengembangan industri halal, dan program substitusi impor 35% tahun 2022.

Proyeksi 2022

Menperin pun mengemukakan, pandemi Covid-19 belum menunjukkan ujungnya dan kemungkinan besar masih akan menyertai perjalanan bangsa ini dalam mengakselerasi pembangunan industri manufaktur di tahun depan. Namun, dengan bekal pengalaman dan pelajaran yang diperoleh selama menghadapi pandemi Covid-19, optimisme menghadapi tahun 2022 dan masa depan tak akan pernah surut.

“Seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian nasional, kami menargetkan pertumbuhan industri manufaktur sebesar 4-4,5 persen pada tahun 2021 ini, dan sebesar 4,5-5 persen pada tahun 2022,” ungkapnya. Sejalan hal tersebut, nilai ekspor industri manufaktur ditargetkan pada kisaran USD170-175 miliar pada tahun 2021, dan akan mencapai USD175-180 miliar pada tahun 2022.

Sementara pada nilai investasi, Kemenperin menargetkan sebesar Rp280-290 triliun pada tahun 2021, dan sebesar Rp300-310 triliun pada 2022. “Kami juga menargetkan penyerapan tenaga kerja sebanyak 20,84 juta orang di tahun 2022,” tandasnya.

Dalam upaya mencapai target-target tersebut, lanjut Menperin, telah diidentifikasi berbagai tantangan yang akan dihadapi pada tahun 2022. Tantangan tersebut antara lain terkait disrupsi dari supply chain,  kelangkaan kontainer yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan perdagangan lewat laut, serta berbagai event internasional khususnya eksibisi atau pameran internasional yang diselenggarakan dalam bentuk virtual atau digital dinilai kurang mampu menarik bagi pengunjung.

Berikutnya, ketergantungan impor bahan baku serta bahan baku penolong, dan perlu adanya upaya mitigasi terhadap gelombang varian virus omicron pada sektor industri. “Kami juga mengkaji untuk adanya usulan pemberian insentif baru bagi sektor industri tertentu agar daya saing industri meningkat,” ujarnya.

Untuk mencapai target-target tersebut, Kemenperin akan menggulirkan beberapa program utama. Misalnya, sebagai kelanjutan partner country Indonesia pada Hannover Messe 2020: Digital Edition dan dalam rangka mempersiapkan Indonesia menjadi partner country Hannover Messe 2023, Kemenperin kembali berpartisipasi sebagai special guestpada Hannover Messe 2022.

Event tersebut penting karena Indonesia akan menerima penyerahan status partner country dari Portugal yang menjadi partner country Hannover Messe 2022, sekaligus memantapkan langkah Indonesia menapaki era Industri 4.0 bersama negara-negara industri di dunia,” terangnya. Melalui partisipasi Hannover Messe 2022 ini, diharapkan adanya kesepakatan-kesepakatan baik G-to-G maupun B-to-B yang mendukung terciptanya investasi perusahaan multinasional maupun peluang ekspor.

Selanjutnya, Indonesia resmi memegang Presidensi G20 Tahun 2022 mulai 1 Desember 2021, di mana Pemerintah Indonesia menetapkan tema besar untuk presidensi ini, yaitu "Recover Together, Recover Stronger". Sebagai Presiden pada forum G20 tahun 2022, Pemerintah Indonesia mengusulkan penambahan isu industri dalam Trade and Investment Working Group menjadi Trade, Investment and Industri Working Group (TIIWG).

Pada Working Group ini akan dilakukan pembahasan isu-isu prioritas terkait industri, perdagangan dan investasi dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi dunia dari dampak pandemi Covid-19. Isu industri yang rencananya akan diusung dalam TIIWG adalah “Inclusive and Sustainable Industrialization via Industri 4.0” dalam tema besar penguatan SDGs untuk pemulihan ekonomi.

“Diharapkan hal ini dapat memantik diskusi negara Anggota G20 untuk mempercepat implementasi industri 4.0, meningkatkan pemerataan akses teknologi, memitigasi dampak negatif dari perubahan teknologi dan memperkuat kolaborasi untuk mendukung industri yang inklusif, berkelanjutan dan pemulihan ekonomi global,” paparnya.

Kemudian, melalui pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) akan dibangun fasilitas produksi fitofarmaka sebanyak 1 unit di Balai Besar Kimia Kemasan yang mendukung program substitusi impor. Ruang yang akan dibangun adalah Miniplant for Phytopharmaca Production, Smart Laboratory, Centre of Essential Oil, Soft Computing Room dan Satelite 4.0 for Phytopharmaca.

Pada tahun 2022 juga akan dilakukan pengembangan kerjasama dan ekosistem PIDI 4.0 serta pengisian atas fasilitas showcase, peralatan pelatihan dan laboratorium riset dan test bed di PIDI 4.0. PIDI 4.0 juga akan fokus pada penyiapan SDM untuk kelembagaan PIDI serta pengembangan talent pool dan expert pool industri 4.0. Serta akan dikembangkan juga satelit-satelit PIDI yang berada di satuan Pendidikan Politeknik Kemenperin dan perusahaan industri.

Program berikutnya dalam rangka mengurangi atau menghilangkan ketergantungan terhadap impor, Kemenperin mengambil inisiatif untuk membangun Indonesia Manufacturing Center (IMC). IMC akan menjembatani kesenjangan antara sisi demand dari industri terhadap permesinan dan sisi suplai permesinan dari hasil riset, pengembangan, dan inovasi baik oleh perguruan tinggi, lembaga riset, atau industri. Pada Tahun 2022 juga akan dilakukan Pengembangan Center Of Excellence Alat Kesehatan Fasilitasi Pendampingan Komersialisasi Hasil Riset Inovasi dan Fasilitasi Infrastruktur Center Of Excellence Alat Kesehatan .

Selain itu, sebagai upaya dalam meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, pada tahun 2022, Kemenperin akan kembali memberikan fasilitasi sertifikasi secara gratis kepada perusahaan industri dalam negeri meliputi tidak terbatas terhadap produk industri alat kesehatan, alsintan, farmasi, permesinan, elektronika dan telematika, logam, kelistrikan, kimia, pupuk, otomotif dan komponennya, keramik, semen, tekstil, dan produk IKM. Fasilitasi sertifikasi TKDN pada tahun 2022 diberikan sekurang-kurangnya untuk 1.250 sertifikat produk.

Sumber Artikel : kemenperin.go.id

Selengkapnya
Tahun 2021, Menperin: Sektor Industri Masih Jadi Penopang Utama Ekonomi

Ketenagakerjaan

Lulusan Vokasi, Intip Prospek Usaha Nail Art yang Menjanjikan

Dipublikasikan oleh Wafa Nailul Izza pada 11 Februari 2025


KOMPAS.com - Nail art tidak hanya mempercantik penampilan, tetapi juga menjadi peluang bisnis atau usaha yang menggiurkan bagi lulusan vokasi bidang tata kecantikan. 

Pasalnya, seni menghias atau merias kuku ini semakin berkembang di tengah kebutuhan kaum hawa untuk merawat dan mendandani kuku menjadi sehat dan cantik. Terutama, untuk acara khusus seperti pernikahan atau pesta ulang tahun. Bahkan, nail art sendiri bisa digunakan untuk penampilan sehari-hari. 

Saat ini penggemar nail art tidak hanya dari kalangan menengah atas, selebritas, beauty blogger maupun beauty enthusiast.

Masyarakat umum juga sudah mulai terbiasa menghias kuku-kuku mereka dengan aneka bentuk dan warna yang cantik. 

Nail art sendiri dilakukan dengan cara melukis, menghias, meningkatkan, dan memperindah kuku. Seni menghias kuku ini tidak hanya membuat kuku semakin cantik dan indah, namun juga bisa menambah kantong pendapatan para perias kuku atau yang biasa disebut nailist. 

Para nailist sendiri, bisa bekerja sebagai profesional di salon-salon kecantikan ataupun bekerja freelance. 

Seperti yang dilakukan oleh Cahya Faradiba. Sejak beberapa tahun terakhir ini, Cahya membuka jasa merias kuku secara freelance. Cahya biasa mematok tarif sekitar Rp 150 ribu untuk jari-jari tangan kliennya. 

"Kebutuhan nailist banyak sebenarnya, hampir setiap salon ada layanan perawatan merias kuku. Nailist juga bisa bekerja secara freelance," kata Cahya, dilansir dari laman Vokasi Kemendikbudristek. 

Bahkan, tarif nail art sendiri bisa mencapai jutaan dalam sehari. Tergantung permintaan customer akan cara menghias kuku. Apakah ditambah aksesoris, gambar tertentu atau dihias biasa saja.  

Semakin bagus kualitas bahan kutek, semakin rumit desain kuku, maka semakin bagus hasil nails art. Tentu saja, harga untuk jasa ini juga semakin mahal.  

Selain itu, cara melakukan promosi nails art ini cukup mudah. Hasil nails art satu pelanggan terlihat eye-catching, biasanya membuat orang lain ikut bertanya-tanya di mana salon atau jasa nail art tersebut. Promosi mouth to mouth, cukup membantu bisnis ini dikenal.  

Selain itu, kamu juga bisa menjadi pengajar atau membuka kursus nail art. Seperti yang dilakukan Cahya, ia ternyata merupakan seorang pengajar di sebuah sekolah kecantikan ternama di Indonesia. 

Kamu bisa bekerja sama dengan sekolah vokasi sebagai pengajar nail art, atau membuka sendiri sekolah atau les privat khusus nail art. Dengan begini, pendapatanmu juga ikut meningkat.  

Untuk belajar nail art bisa melalui jalur pendidikan formal seperti SMK jurusan tata kecantikan. Selain itu, keterampilan menghias kuku juga bisa didapat dari lembaga pendidikan vokasi lainnya, seperti kursus atau pelatihan di lembaga-lembaga sekolah kecantikan. 

Untuk menjadi nailist, menurut Cahya, diperlukan sisi kreativitas dan seni yang tinggi untuk bisa mengembangkan berbagai teknik-teknik dalam merias kuku. “Harus kreatif, terus update teknik, dan mengikuti perkembangan tren nail art,” pesannya.

 Sumber: www.kompas.com
 

Selengkapnya
Lulusan Vokasi, Intip Prospek Usaha Nail Art yang Menjanjikan
« First Previous page 574 of 865 Next Last »