Reliability Block Diagram
Dipublikasikan oleh Dewi Sulistiowati pada 18 Maret 2025
Pendahuluan
Unmanned Aerial Vehicles (UAV) atau drone telah menjadi teknologi penting dalam operasi militer dan sipil. Namun, salah satu tantangan utama dalam penggunaannya adalah keandalan sistemnya. Kegagalan UAV di tengah misi dapat menyebabkan kerugian operasional dan finansial yang besar.
Penelitian ini, yang dilakukan oleh Yılmaz Koç, bertujuan untuk menganalisis keandalan UAV taktis yang dikembangkan oleh Middle East Technical University (METU). Dengan menggunakan simulasi berbasis distribusi eksponensial dan Weibull, studi ini mengevaluasi kegagalan komponen dan strategi pemeliharaan terbaik.
Metodologi
Penelitian ini mengusulkan dua pendekatan dalam memprediksi keandalan UAV METU:
Untuk mengevaluasi sistem UAV, penelitian ini mengumpulkan data waktu kegagalan (Time to Failure, TTF) dari berbagai komponen, termasuk:
Kemudian, simulasi Monte Carlo digunakan untuk mengevaluasi dampak distribusi kegagalan terhadap keandalan UAV secara keseluruhan.
Hasil dan Temuan Utama
1. Perbandingan Keandalan UAV dengan Distribusi Eksponensial & Weibull
2. Identifikasi Komponen Paling Rentan terhadap Kegagalan
Studi ini menemukan bahwa beberapa komponen UAV memiliki waktu kegagalan rata-rata (MTTF) yang lebih pendek dibandingkan yang lain:
3. Efek Pemeliharaan Terhadap Keandalan UAV
Implikasi Industri & Rekomendasi
1. Strategi Pemeliharaan Berbasis Data
2. Optimalisasi Desain UAV
3. Standarisasi Keandalan UAV
Kesimpulan
Distribusi Weibull lebih akurat dibandingkan eksponensial dalam memprediksi keandalan UAV, karena mencerminkan peningkatan tingkat kegagalan seiring waktu. Dengan strategi pemeliharaan prediktif berbasis data, keandalan UAV dapat ditingkatkan secara signifikan, mengurangi risiko kegagalan dalam operasi kritis.
Sumber : Yılmaz Koç (2017). Reliability Analysis of Tactical Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Master’s Thesis, Middle East Technical University, Turkey.
Keinsinyuran
Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 18 Maret 2025
Mutu dan relevansi lulusan perguruan tinggi teknik terhadap kebutuhan pasar kerja masih menjadi permasalahan utama di Indonesia. Paper ini membahas bagaimana program profesi insinyur dapat menjadi solusi dalam meningkatkan daya saing lulusan teknik dan relevansi mereka dengan kebutuhan industri. Artikel ini menyoroti bagaimana program profesi dapat menjadi alternatif bagi lulusan teknik yang ingin langsung terjun ke dunia industri tanpa harus melanjutkan pendidikan akademik ke jenjang magister.
Dalam era persaingan pasar bebas, kemajuan industri membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi yang tinggi. Namun, banyak lulusan teknik yang belum siap kerja karena sistem pendidikan yang lebih berfokus pada teori daripada praktik. Hal ini menyebabkan banyak lulusan merasa tidak cukup bekal untuk masuk ke dunia kerja dan memilih melanjutkan ke jenjang magister. Paper ini menyoroti pentingnya program profesi insinyur sebagai jalur alternatif yang lebih relevan bagi calon insinyur yang ingin bekerja di industri.
Beberapa faktor yang menjadi latar belakang pentingnya program ini antara lain:
Landasan Hukum
Program profesi insinyur memiliki dasar hukum yang kuat, antara lain:
Tujuan dan Target Mutu Lulusan
Program profesi insinyur bertujuan untuk:
Profil lulusan program ini diharapkan memiliki kemampuan untuk:
Sertifikat dan Gelar Profesi
Setelah menyelesaikan program profesi, lulusan berhak mendapatkan:
Kriteria Peserta Program Profesi Insinyur
Seleksi masuk PPI dilakukan melalui ujian pengetahuan dan keterampilan teknik untuk menyetarakan standar mutu lulusan teknik di Indonesia. Syarat peserta program ini meliputi:
Kurikulum Program Profesi Insinyur
Kurikulum program ini memiliki bobot sekitar 30-40 satuan kegiatan profesi, dengan proporsi sebagai berikut:
Beberapa mata kuliah inti dalam program ini antara lain:
Lama Studi dan Metode Pembelajaran
Program profesi insinyur dirancang untuk diselesaikan dalam satu tahun, dengan batas waktu maksimal tiga tahun. Metode pembelajaran yang diterapkan mencakup:
Evaluasi dan Sertifikasi
Keberhasilan peserta diukur melalui:
Setelah lulus, peserta dapat memperoleh sertifikat insinyur profesional yang membuka peluang untuk mendapatkan lisensi kerja atau sertifikat keahlian.
Tantangan dan Peluang Implementasi
Tantangan
Peluang
Kesimpulan dan Rekomendasi
Paper ini menegaskan bahwa program profesi insinyur merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan teknik di Indonesia. Dengan adanya program ini, insinyur tidak hanya memiliki kompetensi teknis yang kuat tetapi juga keterampilan profesional yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Rekomendasi
Dengan implementasi yang lebih baik, diharapkan lulusan teknik di Indonesia dapat lebih siap menghadapi tantangan industri global dan memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pembangunan nasional.
Sumber Artikel dalam Bahasa Asli
Tris Budiono M. (2008). "Program Profesi Insinyur, Peluang Optimasi Tanggung Jawab PTT Mempertajam Relevansi ST pada Kebutuhan Pasar." Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin VII, November 2008.
Reliability Block Diagram
Dipublikasikan oleh Dewi Sulistiowati pada 18 Maret 2025
Pendahuluan
Reliability, Availability, and Maintainability (RAM) merupakan faktor kunci dalam operasional industri gas. Keandalan sistem yang buruk dapat menyebabkan downtime signifikan dan kerugian finansial. Penelitian ini, yang dilakukan oleh Tengku Ibrahim bin Tengku Muhammad, membahas penggunaan Reliability Block Diagram (RBD) untuk menganalisis keandalan unit dehidrasi gas (Dehydration Unit/DHU) dalam Gas Processing Plant (GPP).
Unit ini berfungsi menghilangkan air dari gas alam untuk mencegah korosi dan pembentukan hidrasi yang dapat menyumbat pipa. Dengan analisis RAM berbasis RBD, penelitian ini mengidentifikasi komponen kritis yang memengaruhi keandalan keseluruhan sistem.
Metodologi
Penelitian ini menggunakan data waktu kegagalan dan waktu perbaikan dari sistem DHU untuk membangun model RBD. Analisis dilakukan dengan:
Hasil dan Temuan Utama
1. Identifikasi Komponen Kritis dalam DHU
Berdasarkan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), ditemukan bahwa beberapa komponen yang paling rentan mengalami kegagalan adalah:
Dengan data dari Offshore Reliability Data (OREDA), penelitian menemukan bahwa MTTF (Mean Time to Failure) rata-rata sistem adalah 14.888 jam, tetapi beberapa komponen memiliki MTTF yang jauh lebih rendah, seperti Feed Gas Dryer yang hanya 7.925 jam.
2. Dampak Kegagalan terhadap Sistem dan Produksi
3. Simulasi Perbaikan Keandalan Sistem
4. Analisis Ketersediaan dan Waktu Perbaikan
Kesimpulan & Rekomendasi
Metode RBD efektif dalam mengidentifikasi dan meningkatkan keandalan sistem DHU di Gas Processing Plant (GPP).
Rekomendasi untuk Industri:
Sumber : Tengku Ibrahim bin Tengku Muhammad (2011). Reliability Block Diagram Method for RAM Study of Dehydration Unit. Bachelor’s Thesis, Universiti Teknologi PETRONAS, Malaysia.
Keinsinyuran
Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 18 Maret 2025
Profesi insinyur memiliki peran penting dalam memastikan keberhasilan proyek konstruksi melalui penerapan metode pelaksanaan yang sistematis dan manajemen proyek yang efektif. Paper ini membahas bagaimana implementasi kode etik insinyur dan profesionalisme dapat mempengaruhi metode pelaksanaan serta pengendalian waktu dan mutu dalam proyek rehabilitasi laboratorium dan lapangan SMPN 2 Kota Mojokerto. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis sejauh mana perencanaan dan implementasi berjalan sesuai target serta bagaimana manajemen proyek dilakukan untuk mengatasi kendala di lapangan.
Dalam proyek konstruksi, penerapan metode pelaksanaan dan manajemen proyek sangat menentukan keberhasilan suatu proyek. Rehabilitasi laboratorium dan lapangan sekolah membutuhkan perencanaan yang matang agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai spesifikasi dan dalam rentang waktu yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, kode etik insinyur dan profesionalisme menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas dan efisiensi pekerjaan.
Paper ini menyoroti pentingnya pengendalian waktu dan mutu dalam proyek konstruksi serta bagaimana metode pelaksanaan yang diterapkan dapat mendukung kesuksesan proyek. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan dalam proyek serta bagaimana strategi pengendalian diterapkan untuk mengatasinya.
Penelitian ini dilakukan melalui observasi langsung di lokasi proyek, pengisian kuesioner oleh berbagai pihak yang terlibat dalam proyek, serta analisis dokumen terkait. Beberapa aspek utama yang dikaji meliputi:
Analisis Metode Pelaksanaan
Dari hasil penelitian, tingkat keberhasilan metode pelaksanaan proyek rehabilitasi laboratorium dan lapangan sekolah ini cukup tinggi. Persentase signifikansi metode pelaksanaan rehabilitasi gedung dan lapangan terhadap rencana adalah:
Hasil ini menunjukkan bahwa proyek berjalan sesuai perencanaan dengan tingkat deviasi yang sangat kecil.
Manajemen Waktu dan Mutu
Dalam aspek manajemen proyek, terjadi keterlambatan pada minggu ke-19 hingga minggu ke-20 akibat keterlambatan pengiriman material, terutama kusen aluminium dan komponen lainnya. Deviasi yang tercatat adalah:
Untuk mengatasi keterlambatan ini, pihak kontraktor melakukan penjadwalan ulang dan menambah tenaga kerja di minggu ke-21 agar proyek tetap berjalan sesuai target.
Dalam hal mutu, semua pekerjaan harus memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan dalam dokumen Rencana Kerja dan Syarat (RKS). Kualitas bahan bangunan dan penerapan standar pengujian material menjadi bagian dari pengendalian mutu agar hasil proyek sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
Implementasi Kode Etik dan Profesionalisme
Dari hasil penelitian, implementasi kode etik insinyur tercermin dalam beberapa aspek berikut:
Selain itu, penerapan keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan (K3L) dalam proyek ini masih perlu ditingkatkan. Penggunaan alat pelindung diri (APD) belum diterapkan secara konsisten dalam semua tahap proyek, meskipun pemasangan rambu keselamatan telah dilakukan sesuai prosedur.
Analisis dan Evaluasi
Keunggulan Implementasi Kode Etik dan Profesionalisme
Tantangan dalam Implementasi
Kesimpulan dan Rekomendasi
Paper ini menunjukkan bahwa penerapan kode etik insinyur dan profesionalisme memiliki dampak signifikan terhadap keberhasilan proyek konstruksi. Meskipun proyek ini secara keseluruhan berjalan dengan baik, terdapat beberapa tantangan yang harus diatasi, seperti keterlambatan material dan penerapan K3L yang belum maksimal.
Rekomendasi
Dengan strategi ini, proyek konstruksi dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan prinsip profesionalisme yang diharapkan dalam dunia keinsinyuran.
Sumber Artikel dalam Bahasa Asli
Rahmanita Nuzula, Ridho Bayu Aji, M. Sigit Darmawan, Budi Suswanto, RPX Rooswan Happmono. (2025). "Implementasi Kode Etik Insinyur dan Profesionalisme terhadap Signifikansi Metode Pelaksanaan dan Manajemen Proyek pada Proyek Konstruksi Rehabilitasi Laboratorium dan Lapangan SMPN 2 Kota Mojokerto." Inisiatif: Jurnal Ekonomi, Akuntansi dan Manajemen, Volume 4, Nomor 2, Halaman 140-146.
Reliability Block Diagram
Dipublikasikan oleh Dewi Sulistiowati pada 18 Maret 2025
Pendahuluan
Dalam industri manufaktur modern, sistem udara terkompresi memainkan peran penting dalam mendukung proses produksi. Namun, tantangan utama seperti downtime, inefisiensi energi, dan biaya perawatan masih menjadi kendala besar.
Penelitian ini, yang dilakukan oleh Robert Jakobson, mengusulkan framework berbasis IoT untuk meningkatkan keandalan sistem udara terkompresi di O-I Production Estonia AS, sebuah pabrik produksi kaca di Estonia. Dengan mengadopsi Industry 4.0, Lean Six Sigma, dan reliability engineering, penelitian ini bertujuan untuk mengurangi ketidakpastian dalam operasional, merencanakan tindakan preventif, dan mengumpulkan data untuk peningkatan lebih lanjut.
Metodologi
Framework IoT ini dikembangkan berdasarkan beberapa pendekatan utama:
Sistem ini diuji dan diterapkan di O-I Production Estonia AS, sebuah pabrik kaca yang sangat bergantung pada udara terkompresi dalam proses produksinya.
Hasil dan Temuan Utama
1. Identifikasi Masalah Utama pada Sistem Udara Terkompresi
Berdasarkan analisis FMEA, beberapa kegagalan utama yang sering terjadi pada sistem udara terkompresi di pabrik adalah:
Sebagai solusi, penelitian ini mengusulkan pemasangan sensor IoT untuk mendeteksi parameter ini secara real-time dan mencegah kegagalan sebelum terjadi.
2. Pengurangan Downtime dan Efisiensi Energi
Hasil penerapan sistem IoT menunjukkan perbaikan signifikan:
3. Validasi Framework dan Implementasi
Untuk membuktikan efektivitas sistem, tim peneliti melakukan pengujian dengan pengukuran kapasitas udara kompresor sebelum dan sesudah implementasi.
Kesimpulan & Implikasi Industri
Framework berbasis IoT yang dikembangkan dalam penelitian ini terbukti mampu meningkatkan keandalan sistem udara terkompresi, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan efisiensi energi.
Dampak utama dalam industri:
Rekomendasi & Arah Penelitian Masa Depan
Sumber : Robert Jakobson (2018). IoT Based Framework for Compressed Air System Management in O-I Production Estonia AS. Master’s Thesis, Tallinn University of Technology, Estonia.
Reliability Block Diagram
Dipublikasikan oleh Dewi Sulistiowati pada 18 Maret 2025
Pendahuluan
Turbin angin telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir, namun tantangan utama masih ada: keandalan operasional dan biaya pemeliharaan yang tinggi. Dalam tesisnya, Símon Einarsson mengembangkan Reliability Block Diagram (RBD) untuk memodelkan keandalan turbin angin dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap biaya operasional serta ketersediaan energi.
Metodologi
Model RBD yang dikembangkan menggunakan perangkat lunak BlockSim dari Reliasoft Inc. Model ini didasarkan pada data keandalan dari National Renewable Energy Laboratory (NREL) dan divalidasi dengan membandingkan estimasi biaya operasional dengan negara-negara OECD.
Pendekatan utama dalam penelitian ini meliputi:
Hasil dan Temuan Utama
Kesimpulan & Implikasi Industri
Model yang dikembangkan dalam penelitian ini sangat berharga dalam mengevaluasi strategi O&M untuk meminimalkan biaya dan memaksimalkan uptime turbin angin. Selain itu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa reliability-centered maintenance (RCM) dapat digunakan untuk mengoptimalkan strategi pemeliharaan guna meningkatkan keandalan turbin angin.
Rekomendasi & Arah Penelitian Masa Depan
Sumber Asli : Símon Einarsson (2016). Wind Turbine Reliability Modeling. Master’s Thesis, Reykjavík University, Iceland.