Perindustrian

Peringatan Mendalam Menko Airlangga: Stok Bijih Tembaga Indonesia Terancam Habis dalam 30 Tahun

Dipublikasikan oleh Wafa Nailul Izza pada 27 Februari 2025


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara groundbreaking proyek perluasan PT Smelting di Gresik, Provinsi Jawa Timur, mengatakan, kebijakan pemerintah dalam hiliriasi produk mineral dan batu bara (minerba) terutama ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah. Selain itu juga menjadi sumber penerimaan negara serta untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri serta ekspor, termasuk menghasilkan bahan baku energi bersih. 
 Dengan demikian, keberadaan proyek ekspansi PT Smelting sebagai industri pionir dalam pengembangan hilirisasi produk minerba diharapkan dapat turut berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional maupun secara spasial di wilayah Provinsi Jawa Timur. "Dengan ekspansi di pabrik refinery mineral pertama di Indonesia ini, ada 3,3 juta ton konsentrat yang nantinya akan diolah, sehingga Gresik menjadi sentra dari hilirisasi tembaga. Kedepannya dengan renewable energi, electric vehicle dan solar panel seluruhnya membutuhkan tembaga. Oleh karena itu, hilirisasi produk turunannya perlu untuk terus didorong, terutama untuk kebutuhan memproduksi produk elektronik," kata Airlangga dalam kunjungannya melalui siaran pers, Sabtu (19/2/2022). 

 Lebih lanjut ia menyebutkan, saat ini, Indonesia memiliki cadangan bijih tembaga sebesar 3,1 miliar ton dengan tingkat produksi sebanyak 100 juta ton per tahun.  Cadangan bijih tembaga tersebut diperkirakan akan habis dalam 30 tahun apabila tidak ada tambahan cadangan baru

Oleh karenanya peningkatan nilai tambah bijih tembaga sangat diperlukan, baik dengan pembangunan pabrik baru atau ekspansi pabrik yang ada untuk ekstraksi tembaga. Dengan ekspansi ini, kapasitas pengolahan konsentrat PT Smelting direncanakan akan mengalami peningkatan menjadi sebanyak 1,3 juta ton dan kapasitas produksi katoda tembaga juga meningkat menjadi 342.000 ton per tahun. 

Proyek ekspansi PT Smelting yang keempat sejak tahun 1999 ini, juga akan menambah pabrik asam sulfat baru, menaikkan kapasitas beberapa peralatan di smelter, serta menambah jumlah sel elektrolisa di refinery. 

Peningkatan kapasitas dalam ekspansi tersebut membutuhkan belanja modal atau capital expenditur (capex) sebesar 231 juta dollar AS dan direncanakan akan selesai pada September 2023.  

Ekspansi PT Smelting tidak hanya memenuhi kebutuhan produk di dalam negeri seperti katoda tembaga untuk industri kawat/kabel (wire), batangan tembaga (rod bar), industri kimia, serta produk samping berupa asam sulfat untuk bahan baku pabrik pupuk serta copper slag dan gipsum sebagai bahan baku semen, namun PT Smelting juga mengekspor katoda tembaga dan tembaga telurida. 

Dalam rangkaian kegiatan groundbreaking perluasan pabrik tersebut, Airlangga juga menyaksikan penandatanganan Amandemen Perjanjian Kerja Sama Penyaluran Air Minum Curah SPAM Umbulan antara PT Air Bersih Jawa Timur (Perseroda) dengan Bupati Gresik. 

Selain itu, juga dilakukan pemberian santunan kepada anak yatim piatu serta penanaman pohon di lokasi kegiatan

Sumber: money.kompas.com
 

Selengkapnya
Peringatan Mendalam Menko Airlangga: Stok Bijih Tembaga Indonesia Terancam Habis dalam 30 Tahun

Perindustrian

Krakatau Steel dan Tatalogam Group Bersatu untuk Mewujudkan Industri Baja Berkelanjutan

Dipublikasikan oleh Wafa Nailul Izza pada 27 Februari 2025


JAKARTA, KOMPAS.com – PT Krakatau Steel dan PT Tata Metal Lestari (Tatalogam Group) sepakat menandatangani komitmen Environmental, Social, Governance (ESG) untuk industri baja yang berkelanjutan. Direktur Komersial PT Krakatau Steel Melati Sarnita menjelaskan, baja merupakan salah satu produk daur ulang, sehingga tidak merusak lingkungan dan kehidupan masyarakat. Untuk itu, Krakatau Steel bersama PT Tata Metal Lestari sebagai salah satu produsen Baja Lapis Aluminium Seng ini berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola yang berkelanjutan di industri baja.

Melestarikan lingkungan sebagai warisan bagi generasi yang akan datang, memang harus mulai diterapkan di industri baja. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan mengusung konsep Eco-green di sektor industri tersebut melalui pendekatan ESG. “Eco-Green akan menjadi salah satu tata kelola yang sangat kritikal di masa depan. Jadi memang Eco-Green itu bukan untuk bisnis, tapi untuk persiapan kita kepada generasi selanjutnya. Ketika kita menurunkan bumi ke mereka. Itu yang memang harus kita ingat,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip pada Kamis (23/12/2021). Melati menambahkan, industri baja memberikan multiplier yang besar untuk lingkungan dan masyarakat. Karena itu di negara-negara maju, industri baja sangat dilindungi. Bahkan industri ini dianggap sebagai industri pertahanan sebuah negara. 

“Industri baja itu dianggap sebagai industri pertahanan sebuah negara. Kita tidak bicara senjatanya, tapi dari segi pertahanan kehidupan dari lingkungan serta masyarakat di negara tersebut,” bebernya. “Jika kita lihat, negara-negara besar seperti Amerika, India, atau China itu memiliki kebijakan-kebijakan industri baja yang sangat kuat untuk melindungi industri domestiknya. Harapan kami sebagai BUMN, industri baja kita bisa membantu para pelaku usaha industri baja supaya perkuatan kebijakan itu juga bisa kita lakukan,” terangnya lagi. Pada kesempatan yang sama, Vice President PT Tata Metal Lestari Stephanus Koeswandi menjelaskan, kondisi bumi saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Karena kekhawatiran itulah, PT Tata Metal Lestari dan Tatalogam Group berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan ini. Berbagai upaya dilakukan guna mencapai target Zero Emission. 

Salah satunya dengan menerapkan industri 4.0, serta menggandeng pihak lain sehingga industri baja di tanah air ini menjadi industri yang lebih ramah lingkungan. “Jadi kami bersama PT Krakatau Steel berkolaborasi untuk menuju industri yang berkelanjutan, yang hijau, dengan pendekatan ESG. Karena kalau baja ini saya yakin kita sudah berkecukupan. Jadi tidak perlu impor lagi,” bebernya. Pada kesempatan tersebut, digelar juga acara pelepasan ekspor 2 produk ramah lingkungan karya PT Tata Metal Lestari. Kali ini, produk yang dinamakan Hijau Ubud dan Hijau Buaran ini akan diekspor ke Australia. “Kami melepas 125 ton produk Hijau Buaran dan Hijau Ubud. Dengan ekspor yang dilepas hari ini, total kita sudah ekspor 2.650 ton produk serupa dari target 5.000 ton per bulannya,” jelasnya. 

Menurutnya, masyarakat Australia sendiri saat ini sudah ada kesadaran untuk menggunakan produk yang ramah lingkungan, tepatnya sejak COP 26 digelar beberapa waktu lalu. “Jadi di COP 26 ini ada 26 negara yang berkomitmen untuk menerapkan sustainable bisnis. Jadi tidak hanya growth yang dikejar namun juga keberlangsungannya,” terang Stephanus.

Sumber: money.kompas.com
 

 

Selengkapnya
Krakatau Steel dan Tatalogam Group Bersatu untuk Mewujudkan Industri Baja Berkelanjutan

Perindustrian

Melalui Digitalisasi, Laba Bersih Krakatau Steel Melesat Menjadi Rp 1,05 Triliun

Dipublikasikan oleh Wafa Nailul Izza pada 27 Februari 2025


JAKARTA, KOMPAS.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menorehkan laba bersih sebesar Rp 1,05 triliun per Oktober 2021. Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, laba bersih yang yang diperoleh perseroan dapat tercapai salah satunya berkat digitalisasi. "Digitalisasi yang terjadi di Krakatau Steel berdampak baik bagi peningkatan kinerjanya, sampai Oktober 2021 perusahaan mencatat laba bersih Rp 1,05 triliun," ujar dia dalam grand launching KRASmart Marketplace di Jakarta, Jumat (26/11/2021). Sementara untuk pendapatan usaha, perseroan memperoleh Rp 26,5 triliun atau naik 73,19 persen dibandingkan periode yang sama ketimbang tahun lalu sebesar Rp 15,3 triliun.

Salah satu inovasi digitalisasi yang baru saja diluncurkan oleh perseroan adalah KRASmart Marketplace. Aplikasi ini diluncurkan demi memudahkan konsumen perseroan dalam membeli produk baja Krakatau Steel dan Group dari hulu hingga hilir . Silmy mengatakan, konsumen hanya perlu mengunduh aplikasi tersebut pada Google Play Store maupun App Store "Aplikasi ini diharapkan mampu memudahkan konsumen kami melakukan transaksi dimana pun dan kapanpun," terang Silmy. KRASmart Marketplace sama saja seperti halnya marketplace ritel yang bisa digunakan untuk menjual consumer goods (barang jadi). Menurutnya, perseroan perlu membangun suatu hal terbaik bagi Indonesia karena harus menjadi negara yang harus mandiri. Sehingga, KRASmart marketplace menjadi platform transaksi digital dalam produk baja untuk pengusaha baja di tanah air. 

Nantinya, Krakatau Steel akan membuat ekosistem KRASmart Marketplace untuk industri baja di Indonesia dengan cakupan lebih luas lagi. Selain KRASmart Marketplace, program digitalisasi lainnya yang sudah dilakukan adalah Sales Go!, Digital Control Tower, KRASmart Connect, dan KRASsoptima. SalesGo! adalah sistem sales force berbasis cloud untuk mengendalikan kegiatan penjualan perusahaan. Untuk Digital Control Tower merupakan dashboard dan command center dalam menyajikan visualisasi data dan pengambilan keputusan yang dilakukan perusahaan dengan cepat, akurat, dan terukur. Kemudian, KRASmart Connect adalah platform B2B order to cash (O2C) untuk menyediakan visibilitas informasi dan akses order, faktur, pengiriman, serta account receivable (piutang dagang). Sementara KRASsoptima adalah mesin pembelajaran yang dapat memprediksi harga baja pada masa depan untuk penentuan produk perseroan.

Sumber: www.kompas.com 
 

 

Selengkapnya
Melalui Digitalisasi, Laba Bersih Krakatau Steel Melesat Menjadi Rp 1,05 Triliun

Perindustrian

Krakatau Steel Menghadirkan Kemudahan Berbelanja Baja Melalui KRASmart Marketplace

Dipublikasikan oleh Wafa Nailul Izza pada 27 Februari 2025


JAKARTA, KOMPAS.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk meluncurkan aplikasi yang memudahkan konsumen dalam membeli produk baja yakni, KRASmart Marketplace, Jumat (26/11/2021). Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengungkapkan, ini merupakan platform yang menyediakan berbagai produk baja Krakatau Steel dan Group dari hulu hingga hilir. 

"Aplikasi ini diharapkan mampu memudahkan konsumen kami melakukan transaksi dimanapun dan kapanpun," terang Silmy dalam grand launching KRASmart Marketplace di Jakarta, Jumat (26/11/2021). Dia melanjutkan, ini sama saja seperti halnya marketplace ritel yang bisa digunakan untuk menjual consumer goods (barang jadi). 

Menurutnya, perseroan perlu membangun suatu hal terbaik bagi Indonesia karena harus menjadi negara yang harus mandiri. Sehingga, KRASmart marketplace menjadi platform transaksi digital dalam produk baja untuk pengusaha baja di tanah air.
Nantinya, Krakatau Steel akan membuat ekosistem KRASmart Marketplace untuk industri baja di Indonesia dengan cakupan lebih luas lagi. Aplikasi KRASmart Marketplace ini sudah dapat diunduh di Google Playstore maupun App Store. 

Peluncuran KRASmart Marketplace merupakan salah satu cara perseroan sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk bertransformasi digital era industri 4.0. Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah bahwa tahun 2021 merupakan momentum untuk bangkit menghadapi segala tantangan dan terus bertransformasi. 

Selain KRASmart Marketplace, program digitalisasi lainnya yang sudah dilakukan adalah Sales Go!, Digital Control Tower, KRASmart Connect, dan KRASsoptima. SalesGo! adalah sistem sales force berbasis cloud untuk mengendalikan kegiatan penjualan perusahaan. Untuk Digital Control Tower merupakan dashboard dan command center dalam menyajikan visualisasi data dan pengambilan keputusan yang dilakukan perusahaan dengan cepat, akurat, dan terukur. 

Kemudian, KRASmart Connect adalah platform B2B order to cash (O2C) untuk menyediakan visibilitas informasi dan akses order, faktur, pengiriman, serta account receivable (piutang dagang). Sementara KRASsoptima adalah mesin pembelajaran yang dapat memprediksi harga baja pada masa depan untuk penentuan produk perseroan.

Sumber: www.kompas.com
 

 

Selengkapnya
Krakatau Steel Menghadirkan Kemudahan Berbelanja Baja Melalui KRASmart Marketplace

Perindustrian

Keunggulan Terbaru dari Krakatau Steel: Mengulas Guard Rail sebagai Produk Baja Hilir Unggulan

Dipublikasikan oleh Wafa Nailul Izza pada 27 Februari 2025


Nantinya, Krakatau Steel akan membuat ekosistem KRASmart Marketplace untuk industri baja di Indonesia dengan cakupan lebih luas lagi. Aplikasi KRASmart Marketplace ini sudah dapat diunduh di Google Playstore maupun App Store. 

KRASmart Marketplace merupakan salah satu cara perseroan sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk bertransformasi digital era industri 4.0. Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah bahwa tahun 2021 merupakan momentum untuk bangkit menghadapi segala tantangan dan terus bertransformasi. Selain KRASmart Marketplace, program digitalisasi lainnya yang sudah dilakukan adalah Sales Go!, Digital Control Tower, KRASmart Connect, dan KRASsoptima. 

SalesGo! adalah sistem sales force berbasis cloud untuk mengendalikan kegiatan penjualan perusahaan. Untuk Digital Control Tower merupakan dashboard dan command center dalam menyajikan visualisasi data dan pengambilan keputusan yang dilakukan perusahaan dengan cepat, akurat, dan terukur. Kemudian, KRASmart Connect adalah platform B2B order to cash (O2C) untuk menyediakan visibilitas informasi dan akses order, faktur, pengiriman, serta account receivable (piutang dagang). Sementara KRASsoptima adalah mesin pembelajaran yang dapat memprediksi harga baja pada masa depan untuk penentuan produk perseroan
.
Produk ini bisa menjadi kelengkapan tambahan pada jalan dan berfungsi mencegah bagi kendaraan bermotor yang tidak dapat dikendalikan agar tak keluar dari jalur lalu lintas. Produk pagar pengaman ini juga dapat menjadi lempengan baja profil yang dipasang melintang terhadap tiang peyangga dan dipasang sejajar dengan sumbu jalan. 

“Kami menargetkan penjualan baja hilir guard rail ini dapat memenuhi kebutuhan proyek pemerintah, proyek swasta nasional, maupun untuk kebutuhan pasar ekspor,” tambah Silmy. 

Kelebihan dari produk baja hilir guard rail Krakatau Steel ini yaitu mempunyai faktor keamanan dengan kekuatan yang tinggi walaupun beratnya ringan. Pemasangannya juga mudah dan cepat sehingga dapat menghemat biaya pemasangan. Daya tahan produk ini pun memiliki umur yang panjang, desain yang dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan, pabrikasi yang cepat, dan tahan terhadap gempa. 

“Karena diproduksi dengan akurat dan sesuai spesifikasi, maka ini menjadi salah satu produk premium dan unggulan di antara produk baja sejenis lainnya. Terlebih guard rail membutuhkan level safety yang cukup tinggi,” tambahnya. Krakatau Steel hingga saat ini telah meluncurkan sebelas produk hilirisasi termasuk produk baja guard rail ini. Produk baja hilir guard rail ini ditargetkan akan diproduksi sebesar 12.000 ton per tahun. 

Gencarnya pembangunan infrastruktur di Indonesia saat ini membuat baja guard rail ini memiliki potensi pasar yang baik. Selain program hilirisasi baja, Krakatau Steel juga akan menguatkan program digitalisasi perusahaan untuk menguatkan peningkatan penjualan. “Besok (Jumat), kami akan meluncurkan aplikasi marketplace produk baja pertama di Indonesia. Ini akan menjadi gebrakan baru bagi Krakatau Steel menjelang penghujung tahun 2021 ini,” tandas Silmy.

Sumber: www.kompas.com
 

 

Selengkapnya
Keunggulan Terbaru dari Krakatau Steel: Mengulas Guard Rail sebagai Produk Baja Hilir Unggulan

Perindustrian

Krakatau Steel Bangkit Tahun 2022: Menghidupkan Kembali Proyek Mangkrak Blast Furnace

Dipublikasikan oleh Wafa Nailul Izza pada 27 Februari 2025


JAKARTA, KOMPAS.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mengoperasikan proyek pabrik tanur tiup atau blast furnace pada Kuartal III-2022. Perusahaan telah mendapatkan solusi agar fasilitas atau pabrik yang tadinya mangkrak dapat kembali produktif. Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengungkapkan, sejatinya proyek blast furnace ini telah dirintis pada tahun 2008, namun baru memasuki masa konstruksi empat tahun setelahnya atau 2012. 

"Jadi jauh sebelum saya bergabung di Krakatau Steel pada akhir tahun 2018," kata Silmy dalam keterangannya, Rabu (29/09/2021).  Silmy mengaku Krakatau Steel sudah memiliki dua calon mitra strategis. Bahkan satu calon sudah menandatangani Memorandum of Agreement (MoA).

Silmy memastikan Krakatau Steel terus melakukan pembenahan di seluruh lini dan aktivitas usaha, terutama akumulasi utang perusahaan yang mencapai sebesar Rp 31 triliun.  Tren meningkatnya utang perusahaan dimulai pada tahun 2011 sampai dengan 2018 yang disebabkan beberapa hal. Salah satunya adalah pengeluaran investasi yang meleset dari rencana. Meski demikian, Silmy menyebutkan, manajemen baru Krakatau Steel telah berhasil melakukan restrukturisasi utang pada Januari 2020 sehingga beban cicilan dan bunga menjadi lebih ringan guna memperbaiki kinerja keuangan. 

Semua upaya yang dilakukan juga telah didukung dengan manajemen yang bebas korupsi di mana Krakatau Steel sudah menerapkan ISO 37001:2016 sejak bulan Agustus 2020. Hal itu sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) karena merupakan standar internasional yang dapat digunakan semua yurisdiksi serta dapat diintegrasikan dengan sistem manajemen yang sudah dimiliki Krakatau Steel saat ini. “Kaitan adanya indikasi penyimpangan atau korupsi di masa lalu tentu menjadi perhatian manajemen. Fokus saya ketika bergabung adalah mencarikan solusi dan melihat ke depan agar Krakatau Steel bisa selamat terlebih dahulu,” tegasnya.  

Untuk diketahui, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sempat menyinggung proyek mangkrak blast furnace yang menyebabkan kerugian PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mencapai 850 juta dolar AS atau sekitar Rp 13,17 triliun. Erick menegaskan bahwa dirinya akan terus mengejar pihak-pihak yang telah merugikan perusahaan negara tersebut. "Ini tidak bagus, ini akan kita kejar siapa pun yang merugikan, ini bukannya kita ingin menyalahkan siapa-siapa, tapi penegakan hukum, bisnis proses yang salah harus diperbaiki," kata Erick dalam diskusi virtual, Selasa (28/9/2021).

Sumber: www.kompas.com
 

 

Selengkapnya
Krakatau Steel Bangkit Tahun 2022: Menghidupkan Kembali Proyek Mangkrak Blast Furnace
« First Previous page 11 of 35 Next Last »