Perindustrian

Kolaborasi Lazada dan Smoot Memperkenalkan #BlueVehicle, Armada Pengiriman Berbasis Listrik

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja pada 26 April 2024


Lazada Indonesia (Lazada), melalui unit logistiknya Lazada Logistics, berkolaborasi dengan PT Smoot Motor Indonesia (Smoot) untuk menyediakan #BlueVehicle, armada pengiriman paket yang praktis dan ramah lingkungan bagi mitra kurir (frontliner) Lazada Logistics dengan menggunakan kendaraan listrik ramah lingkungan.

Dalam kerja sama ini, Smoot akan menyediakan Smoot Motor sebagai kendaraan berbasis listrik utama bagi frontliner Lazada Logistics di Jakarta. Melalui kolaborasi ini, Lazada dan Smoot akan mempromosikan pengiriman paket ramah lingkungan yang mendukung tujuan jangka panjang pertumbuhan berkelanjutan kedua perusahaan.

Kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen Lazada untuk mendukung pertumbuhan ekosistem ekonomi digital dengan menyediakan solusi layanan logistik ramah lingkungan. Komitmen Lazada ini sejalan dengan upaya Smoot untuk memberikan akses bagi masyarakat Indonesia akan pemberdayaan energi yang cerdas, aman dan ramah lingkungan melalui penggunaan baterai.

Kerja sama antara Lazada Logistics dan Smoot diharapkan bisa sekaligus mendukung Program Langit Biru dari pemerintah Indonesia untuk mengendalikan dan mencegah pencemaran udara serta mewujudkan perilaku sadar lingkungan masyarakat. 

Philippe Auberger, Chief Logistics Officer, Lazada Indonesia mengatakan, “Kolaborasi dengan Smoot akan menambah armada kendaraan listrik ke ekosistem logistik kami sebagai bagian dari upaya mendukung Program Langit Biru Pemerintah Indonesia. Sebagai eCommerce pertama dengan inisiatif solusi ramah lingkungan, membangun ekosistem eCommerce yang ramah lingkungan dan berkelanjutan adalah komitmen kami sehingga upaya mengurangi jejak karbon dalam pengiriman paket kepada pelanggan Lazada menjadi salah satu bentuk kontribusi nyatanya."

Dengan armada #BlueVehicle yang juga merupakan warna utama Lazada, kerja sama dengan Smoot ini sekaligus menjadi wujud upaya  dalam penawaran solusi logistik berkualitas bagi bisnis di Indonesia serta penyediaan kendaraan yang efisien dan ramah lingkungan bagi para frontliner di Lazada Logistics, yang merupakan garda depan pengiriman paket di Lazada.

Founder dan CEO PT Smoot Motor Indonesia, Irwan Tjahaja mengatakan, “Smoot menyambut baik kolaborasi dengan Lazada dan berharap kendaraan listrik kami bisa membantu memberikan kontribusi terhadap pengurangan polusi udara di Indonesia. Dengan beralih ke SMOOT Motor yang ramah lingkungan dan terintegrasi dengan SWAP Battery System, frontliner Lazada Logistics dapat melakukan pengiriman dengan jangkauan lebih jauh tanpa perlu khawatir kehabisan baterai serta dapat menghemat biaya transportasi sehari-hari.”

Smoot Motor dirancang untuk kemudahan pengguna dengan pemakaian SWAP Battery System yang terintegrasi dengan aplikasi pintar, Swap Energi. Pengguna Smoot Motor bisa memantau kondisi baterai melalui aplikasi dan kemudian melakukan penukaran baterai motor dengan mudah di ratusan lokasi penukaran baterai (SWAPPoin) yang tersedia di berbagai lokasi strategis di Jakarta, seperti di Alfamart, Alfamidi, dan Shell.

“Frontliner Lazada tidak tidak perlu lagi takut kehabisan baterai di jalan atau harus menunggu berjam-jam untuk pengisian baterai motor listrik. Cukup 9 detik waktu yang dibutuhkan untuk menukar baterai kosong dengan yang baru di SWAPPoin, frontliner Lazada siap melanjutkan perjalanan untuk mengantarkan paket ke pelanggan. Cepat, mudah, dan efisien,” tambah Irwan.

Dalam Studi Lazada 2020 yang berjudul “Percepatan Ekonomi Digital Indonesia Melalui Ecommerce”, terungkap peran penting logistik dalam pertumbuhan bisnis lokal di kanal eCommerce. Karena itulah, Lazada dan Smoot juga berharap kerjasama ini bisa menjadi pendorong perkembangan ekonomi digital di Indonesia dengan menyediakan layanan logistik yang praktis dan ramah lingkungan bagi bisnis lokal di ekosistem eCommerce. Sementara bagi para frontliner di garda depan pengiriman paket ke pelanggan, keberadaan #BlueVehicle yang dirancang aman, nyaman dan efisien bisa membantu mereka melakukan pengiriman paket secara tepat waktu.

“Seluruh kemitraan strategis ini kami jalankan sebagai wujud komitmen kami dalam menyediakan solusi yang lebih ‘hijau’ untuk pelanggan Lazada, baik konsumen maupun bisnis yang bergabung bersama kami di Lazada. Kami berharap kemitraan dengan Smoot ini bisa terus berjalan berkelanjutan dan kami yakin, bersama Smoot dan mitra lainnya yang memiliki semangat yang sama, kita bisa mewujudkan Indonesia yang lebih hijau,” tutup Philippe. 

Sumber: wartaekonomi.co.id
 

Selengkapnya
Kolaborasi Lazada dan Smoot Memperkenalkan #BlueVehicle, Armada Pengiriman Berbasis Listrik

Perindustrian

Profil Astra Daihatsu Motor

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja pada 26 April 2024


PT Astra Daihatsu Motor (juga disebut ADM) adalah perusahaan manufaktur mobil yang berbasis di Jakarta, Indonesia. ADM merupakan perusahaan patungan antara Daihatsu, Astra International dan Toyota Tsusho. ADM merupakan produsen mobil terbesar di Indonesia berdasarkan hasil produksi dan kapasitas terpasang, dan merupakan merek mobil terlaris kedua di Indonesia setelah Toyota. ADM juga memasok sebagian besar model bermerek Toyota yang dijual di Indonesia, termasuk mobil kompak seperti Avanza, Rush, Agya dan Calya.

Perusahaan ini didirikan sebagai hasil merger dari tiga perusahaan pada tahun 1992, yaitu PT Daihatsu Indonesia, PT Daihatsu Engine Manufacturing Indonesia, dan PT National Astra Motor. Daihatsu meningkatkan kepemilikan sahamnya dari 40 menjadi 61,75% pada tahun 2002. Distribusi, penjualan, dan layanan purna jual kendaraan Daihatsu ditangani oleh Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), sebuah divisi dari Astra International.

Sejarah

Pada tahun 1973, Astra International memperoleh hak untuk mengimpor kendaraan Daihatsu ke Indonesia. Astra menjadi agen tunggal, importir dan distributor Daihatsu di pasar Indonesia pada tahun 1976. Pada tahun 1978, PT Daihatsu Indonesia dibentuk oleh Astra International, Daihatsu dan Nichimen Corporation sebagai pabrik pengepresan baja. Pabrik mesin, PT Daihatsu Engine Manufacturing Indonesia (DEMI) didirikan pada tahun 1983. PT Nasional Astra Motor dibentuk pada tahun 1987 sebagai agen tunggal dan importir Daihatsu. Pada tahun 1992, ketiga perusahaan ini bergabung membentuk ADM.

Pada tahun 2003, ADM bersama dengan mitranya Toyota Astra Motor meluncurkan Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Kedua kendaraan ini merupakan bagian dari proyek kolaborasi pertama Toyota, Daihatsu, dan Astra yang menggabungkan keahlian Toyota dalam Toyota Production System (TPS) dan keahlian Daihatsu dalam memproduksi kendaraan murah. Pada saat itu, kapasitas produksi pabrik ADM dibatasi pada 80.000 kendaraan per tahun. Pada tahun 2005, kapasitas produksi diperluas menjadi 200.000 kendaraan. Kemudian diperluas lagi menjadi 530.000 saat ini setelah serangkaian ekspansi dan pembukaan pabrik baru di Karawang.

Fasilitas

ADM didukung oleh lima pabrik, yaitu Pabrik Perakitan Sunter, Pabrik Press Sunter, Pabrik Pengecoran Karawang, Pabrik Mesin Karawang dan Pabrik Perakitan Karawang, yang didukung oleh pusat suku cadang di Cibitung, dengan total kapasitas produksi terpasang sebesar 530.000 unit per tahun. ADM juga mengoperasikan fasilitas pusat Penelitian dan Pengembangan (R&D) di Karawang. Fasilitas ini dilengkapi dengan studio desain, test course untuk uji coba kendaraan di lebih dari 20 jenis kondisi jalan yang disimulasikan, dan fasilitas Engineering Center.

Diproduksi untuk Toyota

  • Toyota Agya/Wigo (2012–present)

  • Toyota Avanza (2003–present)

  • Toyota Calya (2016–present)

  • Toyota Raize (2021–present)

  • Toyota Rush (2006–present)

  • Toyota LiteAce/TownAce (2008–present, exports only)

Diproduksi untuk Mazda

  • Mazda Bongo (2020–present, exports only)

Model sebelumnya

Diproduksi secara lokal

  • Daihatsu Ceria (2001–2007)

  • Daihatsu Charade (1977–1998)

  • Daihatsu Classy (1990–1998)

  • Daihatsu Delta (–1998)

  • Daihatsu Feroza (1984–2002)

  • Daihatsu Hijet (1977–1986)

  • Daihatsu Hi-Max (2016–2019)

  • Daihatsu Hiline (1986–2007)

  • Daihatsu Rocky (1988–1997)

  • Daihatsu Taft (1976–2007)

  • Daihatsu Zebra (1986–1995)

  • Daihatsu Zebra Espass (1995–2007)

Import

  • Daihatsu Copen (2015–2018, imported from Japan)

  • Daihatsu Hijet (1972–1977, imported from Japan)

  • Daihatsu YRV (2001–2003, imported from Japan)

Disadur dari: en.wikipedia.org

Selengkapnya
Profil Astra Daihatsu Motor

Perindustrian

Saat Permintaan Diramal Naik, Harga Alat Berat Bakal Naik?

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja pada 25 April 2024


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga sejumlah komoditas masih berada di posisi tinggi setelah menunjukkan tren kenaikan sejak tahun lalu. Seturut hal ini, permintaan alat berat diproyeksikan bisa menanjak di tahun 2022. 

Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) bahkan merencanakan produksi alat berat di 2022 bisa melonjak hingga 9.000 unit atau bahkan lebih, naik bila dibandingkan realisasi produksi alat berat di tahun 2021 yang berjumlah 6.740 unit. Tingginya harga komoditas disikapi secara beragam oleh para pemain alat berat. Ada yang sudah mantap memutuskan penyesuaian harga, ada pula yang masih mengkaji perkembangan yang ada. 

PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) misalnya. Emiten alat berat berkode saham KOBX itu telah melakukan penyesuaian harga per tahun 2022 ini. Hal ini diputuskan setelah melihat tren harga komoditas baja serta kebijakan harga jual alat berat pada pemain lainnya.

“Kenaikan harga komoditas baja ditambah dengan keterbatasan kapal dan container yang terjadi sejak tahun lalu membuat hampir seluruh produsen alat berat untuk meningkatkan harga jual. Oleh karena itu per 2022 kami juga telah melakukan penyesuaian terhadap harga jual seiring dengan kondisi di pasar,” terang Direktur Utama KOBX, Andry B. Limawan kepada Kontan.co.id (16/2).

Saat ini, sebagian besar penjualan alat berat KOBX didominasi oleh penjualan alat berat pertambangan. Sub segmen penjualan alat berat tersebut bisa berkontribusi sampai 60%-70% dalam total pendapatan konsolidasi KOBX. Pendapatan biasanya berasal dari alat berat non tambang, serta pendapatan dari segmen-segmen usaha lainnya.

Sepanjang tahun 2021 lalu, bisnis unit alat berat pertambangan KOBX ikut mendaki seturut tren kinerja positif sektor industri pertambangan. KOBX memperkirakan, penjualan alat berat pertambangan perusahaan tumbuh signifikan, persisnya yakni sebesar 365% year-on-year (yoy) secara  nilai, dan tumbuh 428% yoy secara kuantitas jika dibandingkan realisasi penjualan 2020.

KOBX optimistis, bisnis alat berat di tahun 2022 masih dalam tren positif. Untuk mengerek kinerja, KOBX berencana melengkapi portofolio produk dengan beberapa merk untuk sektor non tambang dan memanfaatkan peluang-peluang yang ada untuk meningkatkan portofolio pendapatan yang berimbang.  “Terkait target 2022 belum dapat kami sampaikan saat ini,” ujar Andry.

Berbeda dengan KOBX, pemain alat berat lainnya, PT Intraco Penta Tbk (INTA) masih mencermati kebutuhan pasar dan harga dari pihak prinsipal.  “Terkait harga akan disesuaikan dengan kebutuhan market dan harga dari pihak prinsipal. Saat ini, kami masih mengkaji hal tersebut,” ujar Sekretaris Perusahaan INTA, Astri Duhita Sari kepada kontan.co.id (16/2).

Sama seperti KOBX, INTA juga optimistis dalam melihat prospek bisnis alat berat tahun ini. Kontan.co.id mencatat, INTA sudah memasang target penjualan alat berat sebanyak 409 unit atau dengan nilai sebesar Rp 348 miliar hingga akhir tahun 2022. Target tersebut meningkat sekitar 39% secara  secara nilai dan naik  sekitar 17% secara jumlah unit jika dibandingkan dengan penjualan selama tahun 2021 lalu.

Di bulan Januari 2022 lalu, INTA sudah merealisasikan penjualan alat berat sebanyak 38 unit dengan nilai Rp 44,8 miliar. Menurut penjelasan manajemen, capaian itu dipengaruhi oleh strategi INTA untuk juga melayani penjualan alat berat di sektor non tambang. Sementara itu, PT United Tractors Tbk (UNTR) masih enggan buka-bukaan soal rencana kebijakan harga jual alat beratnya untuk tahun ini.  “Mengenai kebijakan harga, mohon maaf tidak dapat kami sampaikan,” ujar Sekretaris Perusahaan UNTR, Sara K. Loebis saat dihubungi Kontan.co.id (16/2).

UNTR optimistis, penjualan alat berat UNTR masih bisa bertumbuh pada tahun ini. UNTR memproyeksi, bisa naik sekitar 23%-25% dibanding realisasi penjualan tahun lalu. UNTR belum merilis realisasi penjualan alat berat tahun 2021 untuk setahun penuh. Sepanjang Januari-November 2021 lalu, UNTR membukukan penjualan alat berat Komatsu sebanyak 2.950 unit, naik 99,18% dari realisasi penjualan Komatsu pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 1.481 unit.

Penjualan alat berat pada Januari-November 2021 tersebut didominasi oleh sektor pertambangan, yakni sebanyak 53%, disusul ke sektor konstruksi sebanyak 25%, sektor kehutanan sebanyak 12%, dan sektor agribisnis sebanyak 10%.

Di tahun 2022 ini, UNTR berstrategi untuk Intensif berkoordinasi dengan prinsipal guna memastikan pemenuhan permintaan yang ada. Layanan purna jual juga tidak luput dalam perhatian dan strategi UNTR tersebut. Proyeksi UNTR, sektor pertambangan dan konstruksi masih akan mendominasi penjualan alat berat UNTR tahun ini. “Demand dari sektor pertambangan dan konstruksi adalah yang tertinggi,” tutur Sara.

Sumber:  industri.kontan.co.id

Selengkapnya
Saat Permintaan Diramal Naik, Harga Alat Berat Bakal Naik?

Perindustrian

Semen Padang: Sejarah, Produksi, dan Proses Manufaktur Perusahaan Semen Tertua di Asia Tenggara

Dipublikasikan oleh Cindy Aulia Alfariyani pada 24 April 2024


Semen Padang 

PT Semen Padang adalah anak usaha Semen Indonesia yang bergerak di bidang produksi semen. Perusahaan ini adalah produsen semen tertua di Asia Tenggara. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2020, perusahaan ini mengoperasikan lima unit pabrik di Padang dan satu unit pabrik di Dumai dengan total kapasitas produksi mencapai 8,9 juta ton semen per tahun.

Sejarah

Logo Semen Padang sejak awal berdiri hingga sebelum dinasionalisasi.

Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 1906 saat seorang perwira Belanda berkebangsaan Jerman, Carl Christophus Lau, mengajukan permohonan kepada pemerintah Hindia Belanda untuk dapat mendirikan sebuah pabrik semen di Indarung, Padang. Permohonan tersebut lalu disetujui sekitar tujuh bulan kemudian. Carl Christophus Lau kemudian bermitra dengan sejumlah perusahaan untuk mendirikan pabrik semen tersebut pada tanggal 18 Maret 1910 dengan nama NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappij (NIPCM).

Klin pertama perusahaan ini kemudian selesai dibangun pada tahun 1911 dengan kapasitas produksi sebesar 76,5 ton semen per hari. Klin kedua lalu mulai dibangun setahun kemudian dengan kapasitas produksi yang sama. Pada tahun 1913, perusahaan ini mulai mengoperasikan Pabrik Indarung I dengan kapasitas produksi sebesar 22,9 ribu ton semen per tahun. Pada tahun 1939, perusahaan ini meningkatkan kapasitas produksi Pabrik Indarung I menjadi 170 ribu ton semen per tahun.

Pasca Perang Dunia II, selama pendudukan Jepang di Indonesia, perusahaan ini dikelola oleh Asano Cement (kini Taiheiyo Cement). Hasil produksi perusahaan ini pun digunakan untuk mendukung kebutuhan militer Jepang. Pada bulan Agustus 1944, pabrik milik perusahaan ini hancur akibat dibom oleh tentara Sekutu. Pasca Indonesia merdeka, nama perusahaan ini diubah menjadi NV Padang Portland Cement Maatschappij (PPCM). Pada tahun 1959, pemerintah Indonesia resmi menasionalisasi perusahaan ini, dan Badan Penyelenggara Perusahaan Industri dan Tambang (BAPPIT) kemudian mengelola perusahaan ini.

Pada tahun 1961, pemerintah mengubah status perusahaan ini menjadi sebuah perusahaan negara (PN) dengan nama PN Semen Padang. Pada akhir dekade 1960-an, pergolakan PRRI membuat operasional perusahaan ini terganggu, sehingga pabrik semen milik perusahaan ini hampir dibesituakan. Rencana tersebut kemudian digagalkan oleh Gubernur Sumatera Barat, Harun Zain, yang lalu meminta Ir. Azwar Anas untuk memimpin perusahaan ini. Azwar Anas kemudian berhasil merevitalisasi perusahaan ini, sehingga perusahaan ini dapat bertahan. Pada tahun 1971, pemerintah mengubah status perusahaan ini menjadi persero dan kapasitas produksi Pabrik Indarung I ditingkatkan menjadi 300 ribu ton semen per tahun.

Pada tahun 1979, perusahaan ini mulai mengoperasikan Pabrik Indarung II dengan kapasitas produksi sebesar 600 ribu ton semen per tahun. Pada tahun 1984 dan 1986, perusahaan ini mulai mengoperasikan Pabrik Indarung IIIA dan Pabrik Indarung IIIB dengan kapasitas produksi masing-masing 600 ribu ton semen per tahun. Mulai tahun 1990 hingga 1993, perusahaan ini meningkatkan kapasitas produksi Pabrik Indarung IIIB menjadi 1,62 juta ton semen per tahun. Pada tahun 1995, perusahaan ini resmi menjadi anak usaha dari Semen Gresik. Pada tahun 1998, perusahaan ini mulai mengoperasikan Pabrik Indarung V dengan kapasitas produksi sebesar 2,3 juta ton semen per tahun. Pada tahun 1999, perusahaan ini berhenti mengoperasikan Pabrik Indarung I.

Mulai tahun 2003 hingga 2011, perusahaan ini mengoptimalisasi pabrik-pabriknya, sehingga total kapasitas produksi perusahaan ini menjadi 6,5 juta ton semen per tahun. Pada tahun 2012, perusahaan ini mulai membangun pabrik semen di Dumai dengan kapasitas produksi sebesar 900 ribu ton semen per tahun. Pada tahun 2017, perusahaan ini mulai mengoperasikan Pabrik Indarung VI dengan kapasitas produksi sebesar 1,5 juta ton semen per tahun.

Produksi

Produksi Semen dan Terak

Pabrik Indarung 6 dalam pembangunan

Pada tahun 2019, PT Semen Padang memproduksi 6,5 juta ton semen dan 5.72 juta ton terak, dengan rincian produksi dari tahun 2016 sebagai berikut: 

Kapasitas pabrik

Total kapasitas produksi PT Semen Padang adalah 8.900.000 ton / tahun[10] dengan rincian sebagai berikut:

  1. Pabrik Indarung II = 860.000 ton / tahun
  2. Pabrik Indarung III = 720.000 ton / tahun
  3. Pabrik Indarung IV = 1.920.000 ton / tahun
  4. Pabrik Indarung V = 2.500.000 ton / tahun
  5. Pabrik Indarung VI = 2.500.000 ton / tahun
  6. Cement Mill Dumai = 900.000 ton / tahun

Pabrik Indarung I dinonaktifkan sejak bulan Oktober 1999, dengan pertimbangan efisiensi dan polusi, karena pabrik yang didirikan pada tanggal 18 Maret 1910 masih menggunakan proses basah.

Bahan mentah

Bahan mentah yang digunakan dalam pembuatan semen adalah batu kapur, batu silika, tanah liat dan pasir besi. Dari total kebutuhan bahan mentah, batu kapur yang depositnya terdapat di bukit karang putih (± 2 km dari pabrik) digunakan sebanyak 81 %. Batu silika yang depositnya berasala dari bukit ngalau (± 1,5 km dari pabrik) digunakan sebanyak ± 9 % dan tanah liat diperoleh disekitar Kecamatan Kuranji, Kota Padang digunakan sejumlah ± 9%. Sedangkan kebutuhan pasir besi ± 1 % didatangkan dari Cilacap. Pada penggilingan akhir ditambahkan gipsum 3-5 % yang didatangkan dari Thailand. Gipsum alam dan gipsum sintetis dari PT Petrokimia Gresik.

Proses produksi

Cerobong Pabrik Indarung I

Secara garis besar prsoes produksi semen melalui 5 tahapan, yaitu:

  1. Penambangan dan penyimpanan bahan mentah.
  2. Penggilingan dan pencampuran bahan mentah
  3. Homogenisasi hasil penggilingan bahan mentah
  4. Pembakaran
  5. Penggilingan akhir hasil pembakaran

Dalam Proses kering, penggilingan bahan di Raw Mill udara panas dialirkan dari tanur putar (Kiln) sehingga dihasilkan Raw Mix dengan kandungan air <1% Setelah menjalani proses homogenisasi, Raw Mix dibakar di Tanur putar (kiln) dengan bahan bakar batu bara. Hasil pembakaran adalah berupa butiran hitam yang disebut terak/klinker.

Proses selanjutnya adalah penggilingan akhir klinker di tromol semen (Cement Mill) dengan menambahkan sejumlah gypsum dengan perbandingan tertentu. Hasil dari penggilingan akhir ini adalah semen yang siap untuk kepasaran (dalam kemasan kantong/curah).

Profil produk

Pabrik Pengantongan Semen Padang di Provinsi Aceh

  • Semen Portland Type I

Dipakai untuk keperluan konstruksi umum yang tidak memakai persyaratan khusus terhadap panas hidrasi dan kekuatan tekan awal. Cocok dipakai pada tanah dan air yang mengandung sulfat 0,0% - 0,10 % dan dapat digunakan untuk bangunan rumah pemukiman, gedung-gedung bertingkat, dan lain-lain.

  • Semen Portland Type II

Dipakai untuk konstruksi bangunan dari beton massa yang memerlukan ketahanan sulfat (pada lokasi tanah dan air yang mengandung sulfat antara 0,10 - 0,20 %) dan panas hidrasi sedang, misalnya bangunan dipinggir laut, bangunan dibekas tanah rawa, saluran irigasi, beton massa untuk dam-dam dan landasan jembatan.

  • Semen Portland Type III

Dipakai untuk konstruksi bangunan yang memerlukan kekuatan tekan awal tinggi pada fase permulaan setelah pengikatan terjadi, misalnya untuk pembuatan jalan beton, bangunan-bangunan tingkat tinggi, bangunan-bangunan dalam air yang tidak memerlukan ketahanan terhadap serangan sulfat.

  • Semen Portland Type V

Dipakai untuk konstruksi bangunan-bangunan pada tanah/air yang mengandung sulfat melebihi 0,20 % dan sangat cocok untuk instalasi pengolahan limbah pabrik, konstruksi dalam air, jembatan, terowongan, pelabuhan, dan pembangkit tenaga nuklir.

  • Super Masonry Cement

Semen ini dapat digunakan untuk konstruksi perumahan gedung, jalan dan irigasi yang struktur betonnya maksimal K 225. Dapat juga digunakan untuk bahan baku pembuatan genteng beton, hollow brick, Paving Block, tegel dan bahan bangunan lainnya.

  • Oil Well Cement (OWC), Class G-HSR (High Sulfate Resistance)

Merupakan semen khusus yang digunakan untuk pembuatan sumur minyak bumi dan gas alam dengan konstruksi sumur minyak bawah permukaan laut dan bumi, OWC yang telah diproduksi adalah class G, HSR (High Sulfat Resistance) disebut juga sebagai "BASIC OWC". Bahan adaptif dapat ditambahkan untuk pemakaian pada berbagai kedalaman dan temperatur.

  • Portland Composite Cement (PCC)

Semen ini memenuhi persyaratan mutu Portland Composite Cement SNI 15-7064-2004. Dapat digunakan secara luas untuk konstruksi umum pada semua beton. Struktur bangunan bertingkat, struktur jembatan, struktur jalan beton, bahan bangunan, beton pra tekan dan pra cetak, pasangan bata, plesteran dan acian, panel beton, paving block, hollow brick, batako, genteng, potongan ubin, lebih mudah dikerjakan, suhu beton lebih rendah sehingga tidak mudah retak, lebih tahan terhadap sulfat, lebih kedap air dan permukaan acian lebih halus.

  • Super "Portland Pozzolan Cement" (PPC)

Semen yang memenuhi persyaratan mutu semen Portland Pozzoland SNI 15-0302-2004 dan ASTM C 595 M-05 s. Dapat digunakan secara luas seperti:

  1. Konstruksi beton massa (bendungan, dam dan irigasi)
  2. Konstruksi beton yang memerlukan ketahanan terhadap serangan sulfat (bangunan tepi pantai, tanah rawa).
  3. Bangunan/instalasi yang memerlukan kekedapan yang lebih tinggi.
  4. Pekerjaan pasangan dan plesteran.

Sumber: id.wikipedia.org

Selengkapnya
Semen Padang: Sejarah, Produksi, dan Proses Manufaktur Perusahaan Semen Tertua di Asia Tenggara

Perindustrian

Kemenperin Fokus Substitusi Impor di Sektor Industri Kimia

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja pada 18 April 2024


Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri kimia adalah salah satu sektor yang mendapat prioritas pengembangan karena mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional. Sebab, bahan-bahan kimia merupakan komoditas yang strategis untuk digunakan sebagai bahan baku di berbagai sektor industri lainnya.

“Industri kimia masuk dalam Top 3 kontributor besar terhadap kinerja sektor industri pengolahan nonmigas sehingga menjadi sektor yang berperan penting pada pertumbuhan industri manufaktur nasional,” kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Muhammad Khayam pada acara Penandatanganan MoU antara Kementerian Investasi/BKPM dengan Lotte Chemical Corporation, dan Perjanjian EPC di Jakarta, Jumat (7/1).

Dirjen IKFT mengemukakan, pihaknya bertekad untuk terus menekan defisit neraca perdagangan di sektor industri kimia. “Oleh karena itu, perlu pengembangan investasi di industri kimia yang juga dapat mengakselerasi untuk subtitusi impor bahan dan barang kimia,” tuturnya.

Khayam menjelaskan, secara khusus, industri petrokimia merupakan sektor strategis di tingkat hulu yang menjadi modal dasar dan prasyarat utama untuk mengembangkan industri di tingkat hilir seperti untuk menghasilkan produk plastik, serat kain, tekstil, kemasan, elektronika, otomotif, dan obat-obatan.

“Berhasil tidaknya pemerintah dalam membangun industri nasional, salah satunya sangat dipengaruhi oleh kinerja industri petrokimia,” ujarnya. Oleh sebab itu, sebagai pemasok bahan baku untuk industri hilir, sektor petrokimia diharapkan memiliki kapasitas yang memadai dan memiliki performa yang baik dan stabil di setiap saat.

“Hal inilah yang mendorong pemerintah untuk terus memperkuat industri petrokimia melalui peningkatan kapasitas produksi serta melengkapi struktur pohon industri demi menjamin pemenuhan kebutuhan bahan baku industri,” paparnya.

Sejak tahun 2020 hingga nanti pada 2025, pemerintah tengah berupaya mengawal proyek-proyek raksasa pembangunan industri kimia yang total nilai investasinya mencapai USD31 miliar. Salah satunya adalah Proyek PT Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, yang akan menyerap tenaga kerja hingga 15.000 orang pada masa konstruksi dan 1.300 orang pada saat operasi komersial.

“Investasi proyek PT Lotte Chemical Indonesia di Cilegon akan memiliki total kapasitas produksi sebanyak 3,1 juta ton per tahun akan menghasilkan berbagai produk petrokimia hulu dan hilir seperti Etilena, Propilena, BTX, Butadiena, Polietilena (PE), dan Polipropilena (PP),” sebutnya.

Kapasitas industri nasional untuk produk-produk tersebut saat ini mencapai 7,1 juta ton per tahun. Namun, impor produk kimia tersebut masih sangat signifikan hingga mencapai 4,6 juta ton pada tahun 2020. Hal ini mengindikasikan masih diperlukannya upaya peningkatan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. 

“Oleh karenanya, proyek pembangunan pabrik PT Lotte Chemical Indonesia ini diharapkan dapat mensubtitusi impor sehingga menjadi stimulus bagi industri petrokimia hilir lokal dan mendukung penciptaan lapangan kerja,” tegas Khayam. Kemudian, upaya tersebut akan memperkuat kembali sendi-sendi perekonomian nasional khususnya di sektor industri manufaktur.

Menurut Dirjen IKFT, pemerintah juga berkomitmen untuk membangun industri manufaktur yang berdaya saing global melalui percepatan implementasi industri 4.0. “Kami akan senantiasa mendampingi pelaksanaan proyek ini dan akan turut membantu mengatasi permasalahan yang muncul,” imbuhnya.

Bahkan, dalam upaya mendukung pelaksanaan Making Indonesia 4.0, pemerintah pun tengah mengupayakan penguatan SDM melalui program vokasi industri. Hal ini sangat penting guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang terampil dan kompeten sesuai dengan kebutuhan industri.

Vice Chairman & CEO, LOTTE Group Chemical Business Sector, Kim Go Hyun mengatakan, LOTTE Chemical Indonesia New Ethylene Project (LINE Project) akan memiliki keterkaitan yang luas, memberikan nilai tambah dan eksternalitas yang tinggi bagi perekonomian serta memiliki nilai strategis

bagi perekonomian nasional Indonesia. Selain itu juga akan menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan yang luar biasa bagi perekonomian Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan MoU antara Kementerian Investasi/BKPM dengan LOTTE Chemical Corporation mengenai Fasilitasi Percepatan Realisasi Investasi. Selain itu, juga dilakukan penandatanganan EPC Agreement antara PT LOTTE Chemical Indonesia dengan para kontraktor.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan atas dukungannya dalam mewujudkan LINE Project, khususnya kepada pemerintah Indonesia baik di pusat maupun daerah,” ujarnya. la juga menyampaikan harapannya agar pemerintah Indonesia terus memberikan dukungan atas keberhasilan investasi bersekala besar ole LOTTE Chemical ini untuk membawa manfaat bagi perekonomian secara keseluruhan.

Kompleks petrokimia baru ini akan memiliki kapasitas produksi Ethylene sejumlah 1 juta ton per tahun dan Propylene sejumlah 520 ribu ton per tahun, serta produk turunan lainnya. Nilai investasi proyek naphtha cracker pertama di Indonesia ini sebesar USD4 miliar. LINE Project diharapkan dapat memulai pekerjaan konstruksi pada tahun 2022 dan selesai pada tahun 2025.

Sumber: kemenperin.go.id

 

Selengkapnya
Kemenperin Fokus Substitusi Impor di Sektor Industri Kimia

Perindustrian

Lebih Mahal dari Emas, Logam Tanah Jarang Ternyata Ada di Bangka Belitung dan Bakal Dikelola

Dipublikasikan oleh Admin pada 25 November 2022


BANGKAPOS.COM, BANGKA - Logam Tanah Jarang (LTJ) menjadi isu seksi di masa depan bisnis pertambangan Indonesia. Bangka Belitung ditenggarai menyimpan harta karun tersebut bersama timah.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Eko Budi Lelono mengatakan bahwa Indonesia menyimpan potensi Logam Tanah Jarang, namun sejauh ini Indonesia masih perlu banyak belajar mengenal mineral yang disebut mineral kritis tersebut

Mengingat, sejauh ini baru China yang paling pesat dalam pengembangan LTJ.

"Namanya juga mineral jarang, keberadaannya hanya di lokasi tertentu, gak semua negara punya. Karena jarang, hukum ekonomi barang langka dan jarang menjadi mahal, lebih jauh dari batu bara misalnya, coba dilihat lithium berapa harganya. Tapi memang mahal itu per gramnya," ungkap Eko Budi, di Jakarta, Rabu (10/8/2022).

"Namun potensi itu ada, tahunya dari mineral kritis tadi sebenarnya sudah dideteksi keberadaannya bersamaan dengan mineral utama saat menggali timah, di situ ada LTJ nya ternyata," kata dia.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melakukan eksplorasi terkait potensi logam tanah jarang di Bangka Belitung. Hal ini merupakan upaya untuk meningkatkan akurasi sumber daya dan cadangan logam tanah jarang.

Adapun estimasi sumber daya logam tanah jarang di Bangka mencapai 350 ribu ton, yang dapat diolah untuk kebutuhan industri pertahanan maupun bahan baku baterai kendaraan listrik.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan eksplorasi detil di Bangka Belitung berada di Bangka Selatan. Namun dia tidak membeberkan secara rinci lokasi eksplorasi tersebut.

"Estimasi sumber daya Logam Tanah Jarang sebesar 350 ribu ton," kata Ridwan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Senin (11/4/2022).

Beberapa waktu lalu, Ridwan Djamaluddin yang kini menjadi Penjabat Gubernur Bangka Belitung kembali mengungkit soal keberadaan Logam Tanah Jarang di Bangka Belitung.

Dikatakannya, sejauh data yang ada, wilayah kita adalah pemilik sumber daya yang paling banyak.  

"Kita tahu bahwa logam tanah jarang ini ke depan akan banyak pemanfaatannya, akan menjadi sumber material masa depan, tapi kita belum menguasai teknologinya," kata Ridwan Djamaluddin.

Apa itu Rare Earth?

Rare Earth Elements (REE) atau Unsur Tanah Jarang (UTJ) adalah unsur penting yang digunakan pada berbagai produk yang kita gunakan sehari-hari seperti telepon seluler, hard drive, lensa kamera, microwave, peralatan medis, persenjataan canggih maupun berbagai produk teknologi tinggi lainnya.

Dikutip dari laman Badan Geologi, REE adalah 17 unsur dalam kerak bumi yang terdiri dari 15 unsur logam lanthanides (La, Ce, Pr, Nd, Pm, Sm, Eu, Gd, Tb, Dy, Ho, Er, Tm, Yb, Lu) ditambah scandiun dan yitrium.

Sebenarnya, unsur-unsur tersebut tidak sepenuhnya langka dan terdapat dalam jumlah cukup banyak dalam kerak bumi.

Hanya saja disebut unsur jarang karena unsur-unsur tersebut cukup sulit diperoleh dalam jumlah signifikan sesuai kebutuhan kehidupan modern saat ini.

Karena sifatnya yang unik REE tidak bisa digantikan oleh komponen lainnya dalam menunjang perkembangan teknologi modern.

Sulitnya memperoleh REE dengan jumlah yang signifikan menyebabkan REE menjadi mahal harganya.

REE biasanya ditemukan dalam beberapa bentuk mineral, seperti monasit, xenotime, dan bastnaesite.

Namun beberapa penelitian terbaru di luar negeri menunjukkan batubara juga dapat mengandung REE dengan kadar setara dengan kadar REE yang ditemukan pada mineral pembawa REE.

Berdasarkan penyelidikan Badan Geologi periode tahun 2011 hingga tahun 2014 ditemukan indikasi timah bersama LTJ dalam bentuk monasit dan xenotim.

Sedangkan pada jalur barat  ditemukan indikasi di bagian daratan Sumatera bagian timur.

Beberapa ahli geologi terdahulu telah melakukan penyelidikan dan batuan induknya mengalami pelapukan kimiawi secara intensif pada kondisi hangat.

Granit tipe-S di bagian utara Pulau Bangka (Granit Klabat) merupakan salah satu jenis batuan granit yang kaya kandungan LTJ.

Fungsi Rare Earth

1. Rare Earth sebagai komponen kendaraan listrik dan daya baterai

Beberapa pon senyawa Rare Earth ada di dalam baterai yang memberi daya pada setiap kendaraan listrik dan kendaraan listrik hibrida, dikutip dari Geology.

Permintaan baterai yang dibuat dengan senyawa tanah jarang akan naik lebih cepat, karena kekhawatiran perubahan iklim, dan masalah lain mendorong penjualan kendaraan listrik dan hibrida.

2. Rare Earth juga digunakan sebagai katalis, fosfor, dan senyawa pemoles.

Ini digunakan untuk pengendalian polusi udara, layar yang menyala pada perangkat elektronik, dan pemolesan kaca berkualitas optik.

Semua produk tersebut diperkirakan akan mengalami peningkatan permintaan.

Zat lain dapat menggantikan unsur Rare Earth dalam kegunaannya, namun biasanya kurang efektif dan mahal.

3. Rare Earth sebagai bahan peralatan militer

Rare Earth berguna untuk membuat beberapa peralatan militer seperti kacamata penglihatan malam, senjata berpemandu presisi, peralatan komunikasi, peralatan GPS, baterai, dan elektronik pertahanan lainnya.

Selain itu Rare Earth dijadikan bahan utama membuat paduan yang sangat keras pada kendaraan lapis baja dan proyektil yang pecah saat terkena benturan.

4. Magnet Rare Earth digunakan dalam turbin angin.

Beberapa turbin besar membutuhkan dua ton magnet tanah jarang.

Magnet ini sangat kuat dan membuat turbin sangat efisien.

Magnet tanah jarang digunakan dalam turbin dan generator di banyak aplikasi energi alternatif.

5. Fungsi lainnya

Berikut ini rincian kandungan dalam Rare Earth dan kegunaannya:

- Lanthanum, sebagai bahan kacamata penglihatan malam

- Neodymium, sebagai bahan pencari jangkauan laser, sistem panduan, komunikasi

- Europium, sebagai bahan fluoresen dan fosfor dalam lampu dan monitor

- Erbium, sebagai bahan amplifier dalam transmisi data serat optik

- Samarium, sebagai bahan magnet permanen yang stabil pada suhu tinggi, senjata berpemandu presisi, dan bahan produksi "white noise" dalam teknologi stealth.

REE juga Terdapat di dalam Batubara

Kementerian ESDM menyebutkan, batubara terdiri dari komponen organik dan non organik.

Keberadaan REE pada batubara berasosiasi dengan komponen non organiknya.

Proses pembakaran batubara di PLTU akan menghilangkan komponen organik dan menyisakan komponen non organik.

Kemudian, proses ini mengakibatkan pengkayaan kandungan REE pada abu hasil pembakaran batubara.

Kadar REE dalam fly ash batubara diindikasikan 10 kali lebih besar dibandingkan di dalam batubara itu sendiri.

Penelitian pada fly ash dari berbagai batubara peringkat tinggi dunia menunjukkan kadar REE rata rata sebesar 445 ppm, atau setara dengan REE dalam mineral yang telah diusahakan secara komersial.

Sedangkan penelitian di Indonesia tentang REE dalam batubara masih sangat terbatas.

Penelitian yang dilakukan terhadap batubara Bangko Sumatera Selatan menunjukkan, batubara tersebut memiliki kadar REE sebesar 2,4 hingga 118,4 ppm.

Dengan asumsi kadar REE dalam fly ash 10 kali lipat kadar REE dalam batubara, maka potensi REE dalam fly ash batubara Bangko diperkirakan bisa mencapai sekitar 1000 ppm.

Angka tersebut adalah jumlah yang cukup besar dan menjanjikan untuk diekstrak secara komersial.

Diperkirakan Indonesia memiliki sumberdaya batubara yang signifikan yaitu sebesar 166milyar ton dengan cadangan sekitar 37milyar ton.

Selain itu, lebih dari 48 persen pembangkit listrik yang beroperasi saat ini menggunakan batubara sebagai sumber energinya.

Pada tahun 2017, konsumsi batubara pada beberapa PLTU di Indonesia tercatat sebesar 82 juta ton.

Proses pembakaran di PLTU untuk jumlah tersebut menghasilkan residu abu batubara sebesar kurang lebih 4,93 juta ton dengan rincian 0,78 juta ton berupa bottom ash dan 4,20 juta ton berupa fly ash.

Fly ash batubara jika tidak diutilisasi akan dianggap sebagai produk buangan.

Proses ekstraksi REE dari fly ash batubara berpotensi meningkatkan nilai tambah batubara.

Dengan asumsi kadar REE dalam fly ash sebesar 400 hingga 1000 ppm, maka potensi REE dalam abu batubara Indonesia diperkirakan cukup besar.

Saat ini Badan Geologi melalui Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) tengah melakukan studi terkait potensi REE dalam batubara Indonesia.

Studi dilakukan bekerjasama dengan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.

Hasil studi diharapkan dapat mengungkap potensi REE dalam batubara Indonesia dan membuka peluang peningkatan nilai tambah batubara serta peningkatan pendapatan negara melalui produksi REE dari batubara Indonesia.

Lebih jauh, produksi REE akan juga berarti membuka peluang berdirinya berbagai industri modern di Indonesia yang artinya juga membuka banyak lapangan kerja baru.

Lebih Mahal dari Emas

Sementara itu, melansir kompas.com, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap potensi kandungan logam tanah jarang atau rare earth di dalam lumpur Lapindo.

Menanggapi hal tersebut, Dosen Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (Unair) Ganden Supriyanto, memberikan penjelasan mengenai apa itu rare earth.

Ganden menuturkan bahwa logam tanah jarang atau rare earth di dalam rumus kimia sistem periodik masuk ke dalam golongan lantanida dan aktanida.

Selain masuk ke dalam golongan lantanida dan aktanida, logam tanah jarang juga disebut sebagai logam transisi.

Logam itu sangat penting dan memiliki harga yang cukup tinggi karena digunakan untuk teknologi tinggi seperti campuran logam pada bidang meteorologi.

“Logam tanah jarang ini sangat penting kaitannya pada beberapa bidang tertentu seperti bidang meteorologi untuk pembuatan pesawat luar angkasa, lampu energi tinggi, dan semi konduktor," ucap Ganden dilansir dari laman Unair.

Sehingga logam tersebut sangat mahal, bahkan jauh lebih mahal dibandingkan emas, dan platina.

Lebih lanjut, Gaden menjelaskan bahwa logam tanah jarang merupakan jenis logam lantanida dan aktinida yang meliputi beberapa logam di dalamya seperti litium, dan scandium.

Logam itulah yang ditemukan di lumpur Lapindo Sidoarjo.

Selama ini, litium banyak digunakan sebagai bahan pembuatan baterai, terutama baterai mobil listrik.

Temuan logam itu terhitung penting kaitanya karena ke depan semua kendaraan harus bebas emisi, sehingga mobil listrik lebih banyak digunakan.

Selain potensi dari pemanfaatan litium, scandium juga memiliki potensi tak kalah besar.

Scandium banyak digunakan sebagai bahan pembuatan lampu berteknologi tinggi.

Karena logam scandium memiliki daya tahan yang kuat, sehingga logamnya tidak meleleh meskipun lampu tersebut memiliki watt yang sangat tinggi.

Selain dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan lampu berteknologi tinggi, scandium juga banyak digunakan untuk semi konduktor.

“Penemuan logam tanah jarang di Lumpur Lapindo Sidoarjo memiliki potensi pemanfaatan yang sangat besar karena bernilai tinggi dan sangat penting untuk teknologi tinggi ke depan,” tutupnya.

Sebaran Rare Earth di Indonesia

Dilansir dari World Today News, Indonesia sendiri memiliki potensi menjadi lokasi penyebaran rare earth.

Mineral yang terkandung dalam rare earth berpeluang untuk dibudidayakan sebagai produk sampingan yang dapat memberikan nilai tambah.

Tercatat beberapa wilayah Indonesia menjadi Jalur timah Asia Tenggara di antaranya Kepulauan Karimunjawa, Singkep, Bangka serta Belitung.

Temuan terbaru didapat di Sidoarjo, Jawa Timur.

Kementerian ESDM  menemukan fakta mengejutkan tentang kandungan Lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur.

Lumpur Lapindo yang lama dipandang jadi masalah, kini punya potensi menjadi berkah tersendiri bagi Indonesia.

Tak ada yang menyangka lumpur panas yang jadi bencana bagi masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya itu ternyata mengandung nilai tak terkira.

Lumpur Lapindo yang seolah tidak berguna, kini menjelma jadi harta karun incaran dunia hingga dinilai lebih mahal dari emas.

Hal ini menyusul adanya temuan ilmiah terkait lumpur Lapindo.

Pemerintah dalam penelusuran Kementerian ESDM menemukan fakta baru Lumpur Lapindo mengandung logam tanah jarang atau dikenal dengan singkatan LTJ.

Seperti diketahui, bencana Lumpur Lapindo ini pertama kali terjadi di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Sidoarjo pada 29 Mei 2006.

Hal ini bermula dari kebocoran sumur pengeboran gas milik PT Lapindo Brantas.

Mengutip pemberitaan Kompas (30/5/2006), semburan lumpur disertai gas keluar dari permukaan tanah melalui rawa yang ada di sekitar lokasi pengeboran.

Dalam sepekan semburan lumpur terus meluas menggenangi areal sekitar lokasi pengeboran.

Semburan Lumpur Lapindo itu setidaknya menggenangi 16 desa di tiga kecamatan.

Total 10.426 unit rumah terendam lumpur dan puluhan ribu jiwa terpaksa mengungsi.

Berdasarkan peta area terdampak, luas wilayah penanganan sosial kemasyarakatan dari bencana semburan Lumpur Lapindo mencapai 1.143,3 hektare.

Penyebab terjadinya semburan gas disertai lumpur panas hingga kini masih misterius.

Sudah 16 tahun berlalu sejak pertama kali bencana Lumpur Lapindo menyembur. 

Hingga detik ini, belum bisa diprediksi secara pasti kapan Lumpur Lapindo benar-benar berhenti.

Untuk menangani bencana ini, Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus menggelontorkan anggaran dalam jumlah yang tidak sedikit. ***


Sumber: bangka.tribunnews.com

 

Selengkapnya
Lebih Mahal dari Emas, Logam Tanah Jarang Ternyata Ada di Bangka Belitung dan Bakal Dikelola
« First Previous page 32 of 35 Next Last »