Pengadaan dan Manajemen Hubungan dengan Pemasok
Dipublikasikan oleh Dewi Sulistiowati pada 28 Februari 2025
Pendahuluan
Di era persaingan global, Supply Chain Performance Measurement System (SCPMS) menjadi elemen kunci dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok perusahaan. SCPMS tidak hanya digunakan untuk mengukur kinerja internal tetapi juga mengoptimalkan hubungan dengan pemasok dan mitra bisnis lainnya.
Penelitian yang dilakukan oleh Hamid Kazemkhanlou dan Hamid Reza Ahadi di Iran University of Science & Technology mengeksplorasi berbagai model pengukuran kinerja rantai pasok, menyoroti karakteristik, kelebihan, dan penerapannya dalam konteks bisnis modern.
Metodologi Penelitian
Temuan Utama
1. Evolusi SCPMS dan Peranannya dalam Bisnis Modern
2. Karakteristik SCPM yang Efektif
3. Model SCPM dan Keunggulannya
Berbagai model Supply Chain Performance Measurement (SCPM) memiliki keunggulan masing-masing dalam mengukur dan meningkatkan kinerja rantai pasok. Balanced Scorecard (BSC) merupakan model yang digunakan untuk menilai kinerja berdasarkan empat perspektif utama, yaitu keuangan, pelanggan, proses internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan organisasi. Pendekatan ini membantu perusahaan dalam mencapai keseimbangan antara aspek keuangan dan operasional. Sementara itu, SCOR Model lebih menitikberatkan pada keandalan, fleksibilitas, serta biaya dalam rantai pasok, sehingga perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan respons terhadap permintaan pasar. Model Economic Value Added (EVA) berfokus pada pengukuran nilai tambah finansial yang dihasilkan oleh rantai pasok, membantu perusahaan dalam menilai sejauh mana operasi bisnis menciptakan keuntungan bagi pemegang saham. Selain itu, Activity-Based Costing (ABC) digunakan untuk mengidentifikasi biaya produksi berdasarkan aktivitas yang memberikan nilai tambah, sehingga perusahaan dapat mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien dan meningkatkan profitabilitas. Dengan memahami keunggulan masing-masing model, perusahaan dapat memilih pendekatan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan bisnisnya.
4. Studi Kasus: Implementasi SCPM dalam Industri Transportasi dan Manufaktur
Strategi Optimal untuk Implementasi SCPMS yang Efektif
1. Mengintegrasikan Pengukuran Kinerja dengan Teknologi Digital
2. Menerapkan Model Pengukuran yang Sesuai dengan Tujuan Bisnis
3. Meningkatkan Kolaborasi dan Transparansi dengan Mitra Bisnis
Kesimpulan
Penelitian ini menegaskan bahwa SCPMS yang efektif mampu meningkatkan daya saing perusahaan dengan memberikan wawasan berbasis data untuk pengambilan keputusan strategis. Perusahaan yang mengadopsi SCPMS modern dapat meningkatkan efisiensi rantai pasok, menekan biaya, dan mempercepat respons terhadap dinamika pasar.
Dengan memilih model pengukuran kinerja yang tepat dan memanfaatkan teknologi digital, organisasi dapat meningkatkan efisiensi operasional serta memperkuat hubungan dengan pemasok dan pelanggan.
Sumber Asli:
Hamid Kazemkhanlou, Hamid Reza Ahadi (2014). Study of Performance Measurement Practices in Supply Chain Management. Iran University of Science & Technology.
Pengadaan dan Manajemen Hubungan dengan Pemasok
Dipublikasikan oleh Dewi Sulistiowati pada 28 Februari 2025
Pendahuluan
Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, hubungan antara pembeli dan pemasok memainkan peran penting dalam kinerja organisasi. Supplier Relationship Management (SRM) tidak hanya berfokus pada harga, tetapi juga pada faktor kepercayaan, kepuasan, dan komunikasi untuk membangun hubungan jangka panjang yang menguntungkan kedua belah pihak.
Penelitian oleh Manish Gupta, Akhilesh Kumar Choudhary, dan Mohd. Siraj Alam di India mengevaluasi dampak kepercayaan, kepuasan, dan komunikasi dalam SRM. Studi ini melibatkan survei terhadap 28 organisasi di India untuk mengidentifikasi bagaimana faktor hubungan ini berkontribusi pada efektivitas operasional dan keberlanjutan bisnis.
Metodologi Penelitian
Temuan Utama
1. Kepercayaan sebagai Fondasi Hubungan Pemasok
2. Kepuasan Pemasok Meningkatkan Efisiensi Operasional
3. Komunikasi yang Efektif Mengurangi Risiko Gangguan Rantai Pasok
Strategi Optimal untuk Meningkatkan Supplier Relationship Management
1. Membangun Kepercayaan yang Kuat dengan Pemasok
2. Meningkatkan Kepuasan Melalui Kemitraan yang Lebih Dekat
3. Menggunakan Teknologi untuk Mempermudah Komunikasi
Kesimpulan
Penelitian ini menegaskan bahwa kepercayaan, kepuasan, dan komunikasi memainkan peran penting dalam Supplier Relationship Management. Perusahaan yang membangun hubungan pemasok berbasis transparansi dan komunikasi yang efektif cenderung memiliki keunggulan kompetitif yang lebih kuat.
Dengan mengadopsi strategi SRM yang lebih baik, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko rantai pasok, dan memastikan pertumbuhan bisnis yang lebih stabil.
Sumber Asli:
Manish Gupta, Akhilesh Kumar Choudhary, Mohd. Siraj Alam (2014). Effect of Trust, Satisfaction, and Other Relationship Dimensions on Supplier Relationship Management. Motilal Nehru National Institute of Technology Allahabad, INDIA.
Pengadaan dan Manajemen Hubungan dengan Pemasok
Dipublikasikan oleh Dewi Sulistiowati pada 28 Februari 2025
Pendahuluan
Industri pengolahan anggur skala kecil (SSGP) di Dodoma, Tanzania, merupakan sektor penting dalam pertumbuhan ekonomi, menyumbang hingga 11% peningkatan produksi anggur tahunan. Namun, tantangan seperti efisiensi rantai pasok dan keterbatasan logistik sering kali menghambat produktivitasnya.
Penelitian yang dilakukan oleh Debora Chelestino Kisinga, Alban Dismas Mchopa, dan Leonada Raphael Mwagike (2024) menyoroti dampak manajemen hubungan pemasok (SRM) terhadap kinerja bisnis industri pengolahan anggur kecil di Tanzania serta peran moderasi dari kapabilitas logistik.
Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan survei cross-sectional dengan 202 responden dari perusahaan pengolahan anggur kecil di Dodoma. Analisis dilakukan dengan model persamaan struktural (SEM) untuk mengukur hubungan antara SRM, kapabilitas logistik, dan kinerja bisnis.
Temuan Utama
1. Hubungan antara Manajemen Hubungan Pemasok dan Kinerja Bisnis
2. Peran Kapabilitas Logistik dalam Moderasi Kinerja Bisnis
3. Hambatan yang Dihadapi Industri Pengolahan Anggur Kecil
Strategi Optimal untuk Meningkatkan Kinerja Bisnis
1. Meningkatkan Efisiensi Manajemen Hubungan Pemasok
2. Mengoptimalkan Logistik dan Teknologi Rantai Pasok
3. Mendorong Inovasi dan Akses Pasar
Kesimpulan
Penelitian ini menegaskan bahwa manajemen hubungan pemasok memainkan peran penting dalam meningkatkan kinerja bisnis industri pengolahan anggur kecil. Kapabilitas logistik yang baik dapat memperkuat hubungan dengan pemasok, meningkatkan efisiensi distribusi, dan mengoptimalkan proses produksi.
Dengan strategi yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas, mempercepat distribusi, serta mengurangi biaya dan risiko operasional.
Sumber Asli: Debora Chelestino Kisinga, Alban Dismas Mchopa, Leonada Raphael Mwagike (2024). Supplier Relationship Management and Business Performance of Small-Scale Grapes Processing Firms in Dodoma, Tanzania: The Moderating Role of Logistics Capabilities.
Pengadaan dan Manajemen Hubungan dengan Pemasok
Dipublikasikan oleh Dewi Sulistiowati pada 28 Februari 2025
Pendahuluan
Sourcing adalah salah satu keputusan paling krusial dalam rantai pasok manufaktur. Pemilihan antara single sourcing (menggunakan satu pemasok) dan multiple sourcing (menggunakan lebih dari satu pemasok) berdampak langsung pada efisiensi, biaya, dan stabilitas rantai pasok.
Penelitian ini dilakukan dengan dukungan produsen truk besar, yang ingin memahami situasi ideal untuk memilih antara single vs. multiple sourcing. Melalui wawancara dengan pembeli dari beberapa perusahaan manufaktur, studi ini mengidentifikasi perbedaan, keuntungan, dan tantangan kedua metode sourcing.
Keputusan Sourcing dalam Manufaktur
1. Apa Itu Single dan Multiple Sourcing?
2. Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Sourcing
Perbandingan Single vs. Multiple Sourcing
Keuntungan Single Sourcing
Tantangan Single Sourcing
Keuntungan Multiple Sourcing
Tantangan Multiple Sourcing
Studi Kasus Implementasi Sourcing dalam Manufaktur
Strategi untuk Memilih Sourcing yang Tepat
Kapan memilih Single Sourcing?
Kapan memilih Multiple Sourcing?
Kesimpulan
Keputusan antara single vs. multiple sourcing sangat bergantung pada strategi bisnis, jenis industri, dan faktor risiko yang dihadapi perusahaan.
Studi ini merekomendasikan agar perusahaan mengadopsi strategi hybrid—menggunakan single sourcing untuk komponen kritis yang memerlukan inovasi bersama pemasok, tetapi tetap mempertahankan multiple sourcing untuk produk yang lebih umum guna mengurangi risiko.
Sumber : Boni, P. (2018). Manufacturing Sourcing Decisions: Single versus Multiple Sourcing. MSc in Logistics and Transport Management, University of Gothenburg.
Pengadaan dan Manajemen Hubungan dengan Pemasok
Dipublikasikan oleh Dewi Sulistiowati pada 27 Februari 2025
Pendahuluan
Dalam industri farmasi, pengadaan yang efisien adalah kunci untuk memastikan ketersediaan obat yang berkualitas dan tepat waktu. Studi ini meneliti bagaimana Supplier Relationship Management (SRM) memengaruhi kinerja pengadaan Ethiopian Pharmaceuticals Supply Service (EPSS), badan yang bertanggung jawab atas distribusi farmasi di Ethiopia.
SRM mengacu pada strategi dalam mengelola hubungan dengan pemasok guna meningkatkan efisiensi rantai pasokan, mengurangi waktu pengadaan, serta memastikan kualitas produk. Penelitian ini menyoroti faktor-faktor seperti pelatihan pemasok, evaluasi kinerja pemasok, berbagi informasi, negosiasi, dan kepercayaan dalam mendukung efisiensi pengadaan farmasi di Ethiopia.
Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan inferensial, dengan 100 responden dari EPSS yang terdiri dari berbagai direktorat terkait pengadaan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SPSS versi 23 untuk melihat korelasi antara variabel SRM dan kinerja pengadaan farmasi.
Hasil & Temuan Utama
1. Supplier Training dan Kinerja Pengadaan
2. Evaluasi Kinerja Pemasok dan Efisiensi Pengadaan
3. Berbagi Informasi dalam Rantai Pasokan
4. Peran Negosiasi dalam Efisiensi Pengadaan
5. Kepercayaan dalam Hubungan dengan Pemasok
6. Analisis Regresi & Dampak SRM pada Kinerja Pengadaan
Implikasi Studi & Rekomendasi
Dari hasil penelitian ini, terdapat beberapa rekomendasi strategis bagi EPSS dan organisasi pengadaan farmasi lainnya:
Kesimpulan
Studi ini menegaskan bahwa Supplier Relationship Management (SRM) memiliki dampak signifikan pada efisiensi pengadaan farmasi di Ethiopia. Evaluasi pemasok dan kepercayaan memiliki dampak terbesar, sementara negosiasi masih perlu diperbaiki. Dengan memperbaiki strategi SRM, EPSS dapat mengurangi waktu pengadaan, meningkatkan kualitas produk, serta menurunkan biaya operasional, yang pada akhirnya akan meningkatkan pelayanan kesehatan di Ethiopia.
Sumber Asli:
Walta Tekle Embaye (2022). The Effects of Supplier Relationship Management on Procurement Performance of the Ethiopian Pharmaceuticals Supply Service. Addis Ababa University, School of Commerce.
Pengadaan dan Manajemen Hubungan dengan Pemasok
Dipublikasikan oleh Dewi Sulistiowati pada 27 Februari 2025
Pendahuluan
Supplier Relationship Management (SRM) memainkan peran kunci dalam meningkatkan kinerja rantai pasokan organisasi. Penelitian ini berfokus pada bagaimana SRM memengaruhi kinerja rantai pasokan Inyange Industries, sebuah perusahaan pengolahan makanan di Rwanda. Dengan menggunakan analisis statistik, studi ini menyoroti faktor-faktor seperti pembagian informasi, keandalan kualitas, keandalan layanan, dan strategi rantai pasokan dalam meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Metodologi
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan inferensial dengan SPSS versi 25.0 untuk menganalisis data dari 152 responden. Analisis dilakukan melalui korelasi Pearson dan model regresi berganda untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen (SRM) dan variabel dependen (kinerja rantai pasokan).
Hasil & Analisis
1. Peran Pembagian Informasi dalam Kinerja Rantai Pasokan
2. Keandalan Kualitas dalam Rantai Pasokan
3. Keandalan Layanan dalam Rantai Pasokan
4. Strategi Rantai Pasokan sebagai Faktor Kunci
Implikasi Studi & Rekomendasi
Kesimpulan
Penelitian ini menegaskan bahwa SRM memainkan peran krusial dalam kinerja rantai pasokan. Meskipun berbagi informasi, keandalan kualitas, dan layanan penting, strategi rantai pasokan adalah faktor utama dalam meningkatkan efisiensi. Studi ini menjadi referensi penting bagi perusahaan yang ingin mengoptimalkan hubungan dengan pemasok demi keberlanjutan bisnis.
Sumber Asli:
Mahoro I., & Dushimimana J. D. (2024). The Role of Supplier Relationship Management to the Supply Chain Performance of an Organization; A Case of Inyange Industries in Kicukiro District, Rwanda. Journal of Procurement & Supply Chain, Vol 8(1), pp. 86-106.