Badan Usaha Milik Negara
Dipublikasikan oleh Anisa pada 26 Maret 2025
PT Timah Tbk, sebagai bagian dari MIND ID, fokus pada sektor pertambangan, termasuk timah, batu bara, dan nikel. Perusahaan ini memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas 45.009 hektar di Riau dan Bangka Belitung hingga akhir 2021, dengan cadangan timah sekitar 300.000 ton. Untuk mendukung operasionalnya, PT Timah Tbk memiliki kantor perwakilan di Jakarta.
Sejak tahun 1996, PT Timah Tbk telah menggunakan teknologi modern seperti Global Positioning System (GPS) dalam eksplorasi. Peralatan ini, bersama dengan tes laboratorium, membantu meningkatkan efisiensi dan akurasi pemetaan dan pengukuran. Data dari eksplorasi ini digunakan untuk membuat peta geologis tinggi akurasi, memudahkan kegiatan pertambangan yang sistematis.
Perusahaan juga beroperasi dalam penambangan lepas pantai dengan armada kapal keruk yang dapat beroperasi pada kedalaman 15 hingga 50 meter di bawah permukaan laut. Armada ini mampu menggali lebih dari 3,5 juta meter kubik material setiap bulan. Proses produksi bijih timah dari kapal keruk melibatkan instalasi pencucian untuk mencapai kadar minimal 30% Sn sebelum diangkut ke Pusat Pengolahan Bijih Timah (PPBT).
Sementara produksi penambangan darat melibatkan mitra usaha yang menjalankan kontrak dengan PT Timah Tbk. Hingga 80% dari produksi perusahaan berasal dari penambangan di darat, dengan kapasitas yang bervariasi. Proses penambangan timah alluvial menggunakan pompa semprot (gravel pump) dan berdasarkan perencanaan yang diberikan oleh perusahaan.
Untuk meningkatkan kadar bijih timah, perusahaan memiliki Pusat Pencucian Bijih Timah (Washing Plant). Proses ini meningkatkan kadar Sn dari 20–30% menjadi 72%, memenuhi persyaratan peleburan. Setelah itu, perusahaan mengoperasikan 12 tanur untuk melebur bijih timah menjadi logam timah. Produk akhir berupa logam timah dengan kadar tinggi dan sedikit pengotor.
Kegiatan pemasaran melibatkan penjualan dan distribusi logam timah, dimana sekitar 95% diekspor ke pasar luar negeri, termasuk Asia Pasifik, Eropa, Amerika, dan Kanada. Sementara 5% digunakan untuk memenuhi pasar domestik. Produk yang dihasilkan juga dapat disesuaikan dengan permintaan pelanggan dan memiliki merek dagang terdaftar di London Metal Exchange (LME).
Disadur dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Timah_(perusahaan)
Badan Usaha Milik Negara
Dipublikasikan oleh Anisa pada 26 Maret 2025
PT Pindad (Persero) menjalani sebuah uji ledak yang monumental, menguji ketahanan kendaraan tempur Anoa-2 6x6 terhadap ranjau. Acara spektakuler ini digelar pada 8 Desember 2021 di lapangan tembak Pussenarmed, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Proses penelitian ini tidak hanya menjadi momen bersejarah untuk industri pertahanan nasional tetapi juga merupakan hasil kolaborasi dengan LPDP RI yang membiayai proyek tersebut.
Kegiatan uji ledak ini bertujuan untuk memastikan bahwa struktur tahan ledak Anoa-2 6x6 memenuhi standar keselamatan yang diharapkan sesuai dengan standar STANAG 4569-AEP-55 volume 2 Level 3B (TNT 8 Kg). Melalui serangkaian uji ledak ini, diharapkan Anoa-2 6x6 dapat memperoleh sertifikasi kelaikan darat yang sesuai. Adapun proses uji tersebut melibatkan penempatan ranjau/TNT di bawah lambung kendaraan, mengacu pada standar tertentu.
Agar uji ledak ini dapat merepresentasikan kondisi sebenarnya, sebuah manekin Anthropomorphic Test Device (ATD) crash test dummy dipasang di dalam kendaraan. Manekin tersebut dilengkapi sensor yang mampu mengukur resiko cedera pada awak kendaraan. Uji ledak ini menjadi titik fokus dalam mengevaluasi kelaikan ballistic protection dari kendaraan tempur Anoa-2.
VP PM & K3LH PT Pindad, Prima Kharisma, menjelaskan bahwa konsep kegiatan uji ini adalah meningkatkan kemampuan ballistic protection dari Anoa-2 dengan menambahkan V-shape pada struktur tahan ledaknya. Setelah proses uji, perbandingan sebelum dan sesudah peledakan akan menjadi tolok ukur untuk mengevaluasi peningkatan perlindungan yang diberikan oleh struktur tambahan tersebut.
Pentingnya pengujian dan sertifikasi ini juga terletak pada pengumpulan data uji materiil yang nantinya dapat menjadi dasar untuk peningkatan kemampuan kendaraan tempur dalam menghadapi ranjau di medan darat. Dalam sambutannya, Direktur Teknologi & Pengembangan PT Pindad, Sigit P Santosa, menyampaikan bahwa kerjasama dengan ITB dalam hal penelitian ini telah menghasilkan paten dan publikasi ilmiah.
Keberhasilan uji ledak Anoa-2 6x6 pada kendaraan tempur ini menjadi langkah maju dalam upaya meningkatkan keamanan dan perlindungan di medan darat. Uji ledak yang dilakukan PT Pindad bukan hanya merupakan pencapaian teknologi tinggi namun juga kolaborasi antara industri dan akademia, menunjukkan bahwa Indonesia mampu berkompetisi dan bersaing di kancah global dalam inovasi dan teknologi pertahanan.
Sumber:
https://pindad.com/sertifikasi-struktur-tahan-ledak-pindad-bekerjasama-dengan-itb-sukses-lakukan-uji-ledak
Badan Usaha Milik Negara
Dipublikasikan oleh Anisa pada 26 Maret 2025
Operation Control Centre (OCC) Manggarai adalah suatu pencapaian teknologi yang luar biasa di dunia perkeretaapian, menempatkan Jakarta sebagai pusat inovasi yang mampu bersaing di tingkat global. Dalam proyek ambisius APBN Double-Double Track (DDT) Paket A Fase 1, Manggarai-Jatinegara, OCC Manggarai menjadi bintangnya, dikerjakan oleh PT Len Industri dan PT Len Railway Systems (LRS). Pada proyek ini, DJKA memberikan kepercayaan kepada PT Len Industri dan PT Len Railway Systems (anak perusahaan) sebagai kontraktor pelaksana untuk menyelenggarakan pengembangan sistem persinyalan, yang akan dioperasikan oleh PT KAI selaku operator.
Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT Len Industri (Persero), menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh DJKA Kementerian Perhubungan kepada Len. Kesuksesan pelaksanaan switch over OCC Manggarai, yang resmi dioperasikan sejak 14 Januari 2021 pukul 00.00 WIB, menjadi tonggak penting dalam proyek ini.
Bukan sembarang pusat kontrol, OCC Manggarai diakui sebagai yang terbesar dan paling canggih di Asia Tenggara. Sebagai otak yang mengatur semua pergerakan kereta, sistem ini menggunakan teknologi Centralized Traffic Supervised (CTS) untuk memastikan seluruh jadwal perjalanan kereta di Daop 1 Jakarta sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
Pentingnya OCC Manggarai tidak hanya terletak pada kompleksitas teknisnya, tetapi juga pada perannya sebagai jawaban atas tantangan mobilitas perkotaan. Jakarta sebagai pusat transportasi memerlukan solusi pintar untuk mengatasi kemacetan dan meningkatkan efisiensi perjalanan kereta. Dalam hal ini, OCC Manggarai berperan sebagai solusi terkini yang mampu menyupervisi dan mengoptimalkan seluruh sistem perkeretaapian di Jakarta.
Keberhasilan switch over OCC Manggarai pada 14 Januari 2021, menciptakan tonggak bersejarah dalam perkembangan transportasi kereta api di Indonesia. Proyek ini juga mencerminkan kolaborasi kuat antara Len Industri, LRS, dan Kementerian Perhubungan, yang telah melibatkan diri dalam pembangunan dan pengembangan sistem perkeretaapian selama puluhan tahun.
OCC Manggarai bukan hanya sebuah pusat kontrol; ia adalah simbol kemajuan teknologi Indonesia dalam menghadapi tantangan perkembangan perkotaan. Dengan menggabungkan kecanggihan teknologi dan pengalaman panjang, OCC Manggarai membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga mampu menjadi pemain utama di kancah global dalam hal inovasi dan teknologi transportasi.
Disadur dari: https://ekonomi.republika.co.id/berita/qn69g2370/terbesar-di-asia-tenggara-occ-manggarai-resmi-beroperasi?
Badan Usaha Milik Negara
Dipublikasikan oleh Anisa pada 26 Maret 2025
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), atau PLN, adalah sebuah perusahaan milik negara Indonesia yang bekerja dalam industri listrik. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, perusahaan mengelola sejumlah pembangkit listrik dengan kapasitas terpasang total 64.553 MW hingga akhir tahun 2021.
Sejarahnya, untuk berbisnis di bidang ketenagalistrikan, Maintz & Co., yang berkantor pusat di Amsterdam, Belanda, mendirikan "Algemeene Nederlandsch-Indische Electriciteits-Maatschappij" (ANIEM) di Surabaya pada tahun 1909. Setelah Belanda menyerah kepada Jepang pada tahun 1942, perusahaan ketenagalistrikan Hindia Belanda diambil alih oleh Jepang. Pada tanggal 27 Oktober 1945, setelah Jepang menyerah kepada Sekutu dan Indonesia menjadi negara merdeka, pemerintah Indonesia membentuk Djawatan Listrik dan Gas Bumi di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Tenaga untuk mengawasi pasokan listrik dan gas bumi di seluruh negeri. Saat itu, kapasitas pembangkit listrik yang dikelola oleh jawatan tersebut baru sebesar 157,5 MW. Namun, karena status kepemilikan pembangkit listrik yang ada belum jelas dan karena pemerintah tidak memiliki banyak pengalaman dalam bidang ketenagalistrikan, pengelolaan tersebut tidak lancar. Selama pendudukan Jepang, sebagian besar pembangkit listrik rusak parah karena tidak dikelola dengan baik. Semua perusahaan ketenagalistrikan dan gas Indonesia, termasuk ANIEM dan GEBEO, resmi dinasionalisasi oleh pemerintah pada tahun 1953.
Semua perusahaan listrik dan gas yang telah dinasionalisasi digabungkan ke dalam Badan Pemimpin Umum Perusahaan Listrik Negara (BPU PLN) pada tanggal 1 Januari 1961. Pada tanggal 1 Januari 1965, bisnis gas BPU PLN dijadikan modal untuk mendirikan perusahaan negara (PN) dengan nama PN Perusahaan Gas Negara, dan bisnis ketenagalistrikan BPU PLN dijadikan modal untuk mendirikan perusahaan negara (PN) dengan nama PN Pe Perusahaan itu memiliki kapasitas pembangkit listrik hanya sebesar 300 MW saat itu, dan pada tahun 1972, statusnya diubah menjadi perusahaan umum (Perum). Perusahaan ini kembali diubah menjadi persero pada Juli 1994.
Pemerintah memberikan sebagian besar saham PT Pelayaran Bahtera Adhiguna kepada perusahaan pada tahun 2011. Perusahaan ini mulai menggunakan CNG sebagai bahan bakar pada pembangkit listrik pemikul beban puncak pada tahun 2013. Perusahaan ini masuk dalam daftar Fortune 500 untuk pertama kalinya pada tahun 2014. Melalui skema kemitraan pemerintah swasta, perusahaan ini mulai membangun PLTU berteknologi ultra super critical dengan kapasitas terpasang sebesar 2.000 MW di Batang, Jawa Tengah, pada tahun 2015. Untuk mendukung pengoperasian EV di Indonesia, perusahaan ini mendirikan SPKLU pada 2019.
Pemerintah memberi perusahaan ini mayoritas saham PT Energy Management Indonesia pada Mei 2021. PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara didirikan untuk menyediakan listrik dan uap di Blok Rokan, dan bisnis ini membeli perusahaan tersebut pada Agustus 2021. Untuk mempermudah operasinya, PLN meluncurkan empat subholding pada bulan September 2022. Mereka adalah PLN Energi Primer Indonesia yang bekerja di bidang pengadaan bahan bakar untuk pembangkit listrik; PLN Icon Plus bekerja di bidang non-ketenagalistrikan; dan PLN Indonesia Power dan PLN Nusantara Power bekerja di bidang pembangkitan listrik.
PLN Bersih
Pada tahun 2012, Nur Pamudji, Direktur Utama PT PLN (Persero), meluncurkan logo PLN bersih untuk menunjukkan kepada publik komitmen PLN untuk membangun organisasi yang bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Ini dilakukan dengan membatasi interaksi tatap muka antara pelanggan dan petugas PLN melalui sistem online dan call center PLN, yaitu telepon ke nomor (kode area) 123.
Listrik prabayar
Kebijakan baru PLN untuk pembayaran listrik dimulai pada tahun 2010. Pelanggan harus menggunakan listrik pertama dan kemudian membayarnya pada bulan berikutnya. Setiap bulan, PLN harus menghitung dan menerbitkan rekening yang harus dibayar oleh pelanggan, melakukan penagihan kepada pelanggan yang terlambat atau tidak membayar, dan memutus aliran listrik jika pelanggan terlambat atau tidak membayar rekening. Pada sistem listrik pintar (prabayar), pelanggan harus mengeluarkan uang atau biaya untuk membeli energi listrik yang akan mereka konsumsi. Pembelian ini dimasukkan ke dalam meter prabayar (MPB) yang terpasang di lokasi pelanggan melalui sistem "token" (pulsa) atau stroom. Jika pelanggan beralih ke layanan listrik prabayar, meteran kilowatt-hour (kWh) analog akan diganti. Namun, PLN tidak memaksa pelanggan untuk menggunakan listrik prabayar; sebaliknya, PLN hanya memberi pelanggan pilihan untuk menggunakan listrik pascabayar atau prabayar.
Sumber:
Badan Usaha Milik Negara
Dipublikasikan oleh Anisa pada 25 Maret 2025
PT Superintending Company of Indonesia, atau biasa disingkat menjadi Sucofindo, adalah anak perusahaan PT Biro Klasifikasi Indonesia dan SGS S.A. yang menyediakan berbagai macam jasa survei (tes, inspeksi, dan sertifikasi). PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) adalah induk dari perusahaan, dan pada tahun 2021 pemerintah Indonesia resmi menggabungkannya ke dalam holding BUMN yang dikenal sebagai IDSurvey. PT Superintending Company of Indonesia, atau biasa disingkat menjadi Sucofindo, adalah anak perusahaan PT Biro Klasifikasi Indonesia dan SGS S.A. yang menyediakan berbagai macam jasa survei (tes, inspeksi, dan sertifikasi). PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) adalah induk dari perusahaan, dan pada tahun 2021 pemerintah Indonesia resmi menggabungkannya ke dalam holding BUMN yang dikenal sebagai IDSurvey.
Perusahaan ini didirikan oleh pemerintah Indonesia pada tanggal 22 Oktober 1956 dan awalnya berfokus pada layanan pemeriksaan dan pengawasan di bidang perdagangan, terutama perdagangan komoditas pertanian. Ini juga membantu pemerintah menjaga kelancaran arus barang dan melindungi devisa negara dalam perdagangan ekspor impor. Pada tahun 1961, pemerintah Indonesia secara resmi memiliki 80% saham perusahaan, sementara SGS S.A. memiliki sisanya. Pada tahun berikutnya, pemerintah Indonesia memiliki 95% saham perusahaan, sementara SGS tetap memiliki sisanya.
Perusahaan ini berkembang pada tahun 1964 dan memulai bisnis pergudangan, ekspedisi, fumigasi, kebersihan industri, analisis laboratorium, dan rekayasa kelautan. Perusahaan ini ditugaskan oleh pemerintah Indonesia untuk menerapkan Aplikasi Tata Niaga Ekspor (ATE) pada tahun 1985 untuk menjamin kelancaran arus barang dan menjamin devisa negara dalam perdagangan ekspor impor. Namun, penugasan ini dihentikan pada bulan Juli 2001. Perusahaan ini berkembang pada tahun 1964 dan memulai bisnis pergudangan, ekspedisi, fumigasi, kebersihan industri, analisis laboratorium, dan rekayasa kelautan. Perusahaan ini ditugaskan oleh pemerintah Indonesia untuk menerapkan Aplikasi Tata Niaga Ekspor (ATE) pada tahun 1985 untuk menjamin kelancaran arus barang dan menjamin devisa negara dalam perdagangan ekspor impor. Namun, penugasan ini dihentikan pada bulan Juli 2001.
Perusahaan ini ditunjuk sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) pada tahun 2020 oleh Badan Pemeriksa Jaminan Produk Halal (BPJPH). Dewan Halal Nasional Majelis Ulama Indonesia (DHN MUI) juga menyatakan bahwa perusahaan ini memenuhi prinsip syariah. Dalam upaya untuk membentuk holding BUMN yang bergerak di bidang jasa survei, pemerintah Indonesia pada bulan Mei 2021 secara resmi menyerahkan sebagian besar saham perusahaan ini ke Biro Klasifikasi Indonesia.
SUCOFINDO memiliki 10 unit bisnis strategis, yaitu:
PT SUCOFINDO selalu berusaha meningkatkan nilai perusahaan dengan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).
Prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang dimaksud adalah sebagai berikut:
Sumber:
Badan Usaha Milik Negara
Dipublikasikan oleh Anisa pada 25 Maret 2025
PT Dahana (Persero), perusahaan bahan peledak lokal, kembali mengirimkan produk bahan peledaknya ke perusahaan Australia, Johnex Explosives. Sebanyak 215 Ton Megadrive Cartridge Emulsion berukuran 32mm x 700mm, dikemas dalam 20 kontainer, dikirimkan dari Kawasan Energetic Material Center (EMC) Dahana, Subang, Jawa Barat, pada Kamis (23/4).
Pengiriman dilakukan menggunakan truck trailer menuju pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, setelah itu diangkut ke Australia menggunakan kapal. Setibanya di pelabuhan tujuan, produk Dahana tersebut akan didistribusikan langsung ke gudang-gudang end user Johnex Explosives di Australia.
Direktur Operasi Dahana, Bambang Agung, menyatakan bahwa pengiriman ekspor ini merupakan langkah penting perusahaan untuk menjaga kinerja positif di tengah pandemi global Covid-19. Meskipun bisnis sedang lesu akibat pandemi, keberlanjutan ekspor bahan peledak ke Australia membuktikan daya saing industri bahan peledak dalam negeri di kancah internasional.
Bambang menekankan bahwa kemampuan Dahana dalam menjawab kepercayaan konsumen di luar negeri dengan komitmen dan konsistensi membuktikan kualitas perusahaan. Meski tantangan bisnis sedang berat, keberlanjutan ekspor ke Australia menegaskan bahwa industri bahan peledak dalam negeri mampu bersaing di panggung global.
Senior Manager Operasi Divisi Tambang Umum 2 Dahana, Dadan Munawar, menjelaskan bahwa pengiriman kargo ini telah melalui prosedur ketat, termasuk pembuatan bahan peledak di pabrik, pengecekan kontrol kualitas langsung oleh Johnex Explosives, fumigasi dan pembersihan kontainer kargo, serta penerapan Protokol Pencegahan Covid-19 oleh Dahana.
Dadan menyoroti bahwa sertifikasi fumigasi adalah syarat utama saat pemeriksaan di pelabuhan Australia, mengingat standar tinggi yang diterapkan negara tersebut dalam proses ekspor-impor. Ia juga menyebutkan bahwa ekspor ketiga ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama dan kepercayaan antara Dahana dan Johnex, potensialnya mencakup layanan di bidang peledakan bawah tanah di masa depan.
Dahana, sebagai BUMN di sektor bahan peledak, telah berhasil menjalin kerjasama di berbagai sektor, termasuk pertambangan, kuari, konstruksi, minyak dan gas, serta pertahanan. Produk-produk Dahana, selain digunakan di dalam negeri, juga telah diekspor ke mancanegara. Perjalanan ekspor ke Australia telah dimulai sejak Maret 2019 dan terus berkembang, dengan ekspor ketiga pada saat ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam kerja sama dengan Johnex Explosives.
Sumber:
https://ekonomi.republika.co.id/berita/q98ec1383/dahana-ekspor-ratusan-ton-bahan-peledak-ke-australia