Keselamatan kebakaran di industri merupakan aspek kritis yang harus diperhatikan untuk melindungi pekerja, aset, dan operasi bisnis. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan menganalisis berbagai metode keselamatan kebakaran yang diterapkan di industri. Beberapa aspek utama yang dikaji meliputi:
- Identifikasi penyebab kebakaran industri
- Evaluasi sistem proteksi kebakaran
- Implementasi teknologi modern seperti IoT dan Machine Learning
- Strategi manajemen risiko dan prosedur tanggap darurat
Berdasarkan analisis data, penyebab utama kebakaran industri meliputi:
- Debu yang mudah terbakar – sering diabaikan, tetapi menjadi penyebab kebakaran besar di industri makanan, farmasi, dan logam.
- Pekerjaan panas (hot work) – aktivitas seperti pengelasan dan pemotongan logam dapat memicu percikan api yang menyebabkan kebakaran.
- Cairan dan gas yang mudah terbakar – sering ditemukan di industri kimia dan perminyakan.
- Kabel listrik yang tidak memenuhi standar – korsleting listrik merupakan penyebab umum kebakaran industri.
- Kerusakan mesin dan peralatan – gesekan antar komponen mesin dapat menghasilkan panas yang memicu kebakaran jika tidak dipelihara dengan baik.
Paper ini meninjau berbagai sistem proteksi kebakaran yang digunakan di industri, termasuk:
- Detektor kebakaran berbasis IoT yang memungkinkan respons lebih cepat terhadap insiden kebakaran.
- Sistem pemadam api otomatis seperti sprinkler dan fire suppression systems.
- Sistem alarm kebakaran yang terintegrasi untuk peringatan dini.
- Pelatihan keselamatan kebakaran bagi pekerja untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.
Paper ini mengusulkan penerapan teknologi terbaru dalam keselamatan kebakaran, termasuk:
- IoT-enabled fire detectors – memungkinkan deteksi dini kebakaran melalui sensor yang terhubung dengan jaringan internet.
- Sistem notifikasi massa – mempercepat komunikasi darurat untuk evakuasi lebih efisien.
- Machine learning dalam analisis risiko kebakaran – membantu mengidentifikasi pola yang meningkatkan potensi kebakaran di industri.
Paper ini menyajikan data kecelakaan kebakaran di India antara tahun 2014–2017:
- 4222 insiden akibat mesin
- 1363 kecelakaan umum
- 882 kebakaran akibat petasan
- 741 kebakaran di industri
- 6300 total korban jiwa akibat kebakaran
Dari data ini, terlihat bahwa kebakaran industri masih menjadi tantangan besar dan memerlukan pendekatan lebih ketat dalam penerapan sistem keselamatan kebakaran.
Kesimpulan
- Keselamatan kebakaran harus menjadi prioritas utama dalam industri untuk melindungi pekerja dan aset.
- Penyebab utama kebakaran industri termasuk debu yang mudah terbakar, pekerjaan panas, dan korsleting listrik.
- Implementasi teknologi seperti IoT dan Machine Learning dapat meningkatkan efektivitas pencegahan kebakaran.
- Data kecelakaan menunjukkan bahwa masih ada banyak kelemahan dalam sistem proteksi kebakaran industri yang perlu diperbaiki.
Saran
- Industri harus meningkatkan sistem pemantauan kebakaran berbasis IoT untuk deteksi dini yang lebih akurat.
- Pelatihan keselamatan kebakaran harus dilakukan secara berkala agar pekerja lebih siap menghadapi situasi darurat.
- Inspeksi dan perawatan sistem proteksi kebakaran harus lebih ketat untuk mencegah kerusakan yang dapat menyebabkan kebakaran.
- Perusahaan harus mengadopsi teknologi prediktif untuk menganalisis pola risiko kebakaran dan mengambil tindakan pencegahan lebih awal.
Sumber Artikel
G. Nani Babu, P. Devi Supriya, P. Victor Spenner. A Case Study on Fire and Safety in Industries. IJIRSET, Vol. 13, Issue 5, May 2024.