Pendahuluan
Supplier Relationship Management (SRM) memainkan peran kunci dalam meningkatkan kinerja rantai pasokan organisasi. Penelitian ini berfokus pada bagaimana SRM memengaruhi kinerja rantai pasokan Inyange Industries, sebuah perusahaan pengolahan makanan di Rwanda. Dengan menggunakan analisis statistik, studi ini menyoroti faktor-faktor seperti pembagian informasi, keandalan kualitas, keandalan layanan, dan strategi rantai pasokan dalam meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Metodologi
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan inferensial dengan SPSS versi 25.0 untuk menganalisis data dari 152 responden. Analisis dilakukan melalui korelasi Pearson dan model regresi berganda untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen (SRM) dan variabel dependen (kinerja rantai pasokan).
Hasil & Analisis
1. Peran Pembagian Informasi dalam Kinerja Rantai Pasokan
- Rata-rata skor: 4.48 (antara "Setuju" dan "Sangat Setuju").
- Pembagian informasi memiliki hubungan korelasi sebesar 0.919 dengan kinerja rantai pasokan, tetapi tidak signifikan secara statistik (p=0.168).
- Artinya, meskipun informasi dibagikan dengan baik, dampaknya pada kinerja rantai pasokan belum optimal.
2. Keandalan Kualitas dalam Rantai Pasokan
- Rata-rata skor: 4.48 dengan keandalan tinggi dalam produk dan proses.
- Korelasi dengan kinerja rantai pasokan: 0.885 tetapi tidak signifikan (p=0.210).
- Artinya, meskipun kualitas produk diakui baik, tidak cukup kuat untuk secara langsung meningkatkan efisiensi rantai pasokan.
3. Keandalan Layanan dalam Rantai Pasokan
- Rata-rata skor: 4.48 dengan fokus pada evaluasi karyawan dan teknologi layanan.
- Korelasi dengan kinerja rantai pasokan: 0.808 tetapi tidak signifikan (p=0.132).
- Layanan yang lebih reliabel meningkatkan produksi, tetapi perlu strategi tambahan agar lebih berdampak signifikan pada rantai pasokan.
4. Strategi Rantai Pasokan sebagai Faktor Kunci
- Rata-rata skor: 4.30, dengan fokus pada penyelesaian masalah bersama dan pengembangan pemasok.
- Korelasi tertinggi: 0.912 dengan p=0.000 (signifikan secara statistik).
- Ini menunjukkan bahwa strategi rantai pasokan memiliki dampak langsung dan signifikan dalam meningkatkan efisiensi rantai pasokan perusahaan.
Implikasi Studi & Rekomendasi
- Perusahaan perlu memperkuat strategi rantai pasokan, termasuk kolaborasi lebih erat dengan pemasok.
- Perlu ada optimalisasi dalam berbagi informasi, misalnya melalui digitalisasi sistem manajemen rantai pasokan.
- Keandalan layanan dan kualitas harus ditingkatkan dengan lebih banyak pelatihan dan standar kontrol kualitas yang lebih ketat.
- Pemerintah Rwanda, khususnya MINICOM, dapat mendorong keterlibatan warga dalam SRM untuk meningkatkan perekonomian individu dan nasional.
Kesimpulan
Penelitian ini menegaskan bahwa SRM memainkan peran krusial dalam kinerja rantai pasokan. Meskipun berbagi informasi, keandalan kualitas, dan layanan penting, strategi rantai pasokan adalah faktor utama dalam meningkatkan efisiensi. Studi ini menjadi referensi penting bagi perusahaan yang ingin mengoptimalkan hubungan dengan pemasok demi keberlanjutan bisnis.
Sumber Asli:
Mahoro I., & Dushimimana J. D. (2024). The Role of Supplier Relationship Management to the Supply Chain Performance of an Organization; A Case of Inyange Industries in Kicukiro District, Rwanda. Journal of Procurement & Supply Chain, Vol 8(1), pp. 86-106.