Supplier Relationship Management (SRM) merupakan strategi penting dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui manajemen hubungan dengan pemasok. Berdasarkan penelitian dari Engin Kopal dalam tesisnya di Eindhoven University of Technology (2018), penerapan SRM yang efektif dapat meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas bisnis.
Latar Belakang dan Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Office Depot EU B.V., sebuah perusahaan yang ingin meningkatkan kinerja organisasi dengan mengadopsi strategi SRM yang lebih kolaboratif. Sebelumnya, perusahaan ini menjalankan hubungan pemasok secara transaksional (arm’s-length relationship), yang lebih berfokus pada negosiasi harga dibandingkan kolaborasi strategis.
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan utama: "Bagaimana Office Depot EU B.V. dapat meningkatkan kinerja organisasinya melalui manajemen hubungan dengan pemasok?"
Metode Penelitian
Studi ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, termasuk:
- Analisis empirik dan teori untuk memahami tantangan hubungan pemasok.
- Pengembangan Supplier Relationship Management Tool V1, alat yang membantu menentukan strategi SRM berdasarkan evaluasi strategis material dan atraktivitas hubungan pemasok.
- Studi kasus pada Office Depot EU B.V. untuk menguji efektivitas strategi SRM yang diusulkan.
Temuan Utama
- Tiga Jenis Hubungan Pemasok
- Transaksional: Fokus pada negosiasi harga dan minim kolaborasi.
- Kolaboratif: Berbagi informasi dasar dan koordinasi bersama.
- Strategis: Kerja sama erat dengan pembagian risiko dan keuntungan.
- Dampak Hubungan Pemasok terhadap Kinerja Organisasi
- Hubungan yang lebih strategis dan kolaboratif meningkatkan sales, market share, dan pertumbuhan bisnis (Carr & Pearson, 1999; Johnson, 1999).
- Hubungan pemasok yang buruk menghambat efisiensi, meningkatkan biaya operasional, dan menurunkan daya saing.
- Implementasi SRM di Office Depot
- Evaluasi strategi pemasok berdasarkan profit impact dan supply risk.
- Penerapan sistem monitoring berbasis KPI, seperti On-Time-In-Full (OTIF) dan Total Cost of Ownership (TCO).
- Kolaborasi lebih erat dengan pemasok utama, terutama dalam kategori produk strategis dan bernilai tinggi.
Studi Kasus & Data Pendukung
- Net Sales Office Depot EU B.V. menurun sejak tahun 2016, terutama di kategori Printing & Technology (terendah -10%).
- 80% hubungan pemasok masih bersifat transaksional, menyebabkan kurangnya fleksibilitas dan inovasi.
- Penerapan Supplier Relationship Management Tool V1 membantu memilih pemasok dengan nilai strategis tertinggi, meningkatkan efisiensi hingga 15% dalam rantai pasok.
Kesimpulan dan Rekomendasi
- Office Depot perlu beralih ke strategi SRM yang lebih kolaboratif untuk meningkatkan daya saing.
- Hubungan strategis dengan pemasok utama harus diperkuat, dengan komunikasi lebih transparan dan berbasis data.
- Penerapan Total Cost of Ownership (TCO) direkomendasikan untuk menilai biaya keseluruhan dari kerja sama dengan pemasok.
Sumber : Kopal, E. (2018). Performance Enhancement by Supplier Relationship Management. Eindhoven University of Technology.