Strategi Supplier Relationship Management dengan Indeks Kapabilitas Proses untuk Optimalisasi Rantai Pasok

Dipublikasikan oleh Dewi Sulistiowati

27 Februari 2025, 09.04

pixabay.com

Pendahuluan

Supplier Relationship Management (SRM) memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok dan memastikan kualitas produk. Penelitian ini membahas penerapan SRM berbasis indeks kapabilitas proses untuk memilih, mengelompokkan, dan mengembangkan pemasok berdasarkan karakteristik kualitas mereka. Dengan menggunakan metode kapabilitas proses, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan dengan pemasok serta memberikan usulan strategi pengembangan yang tepat.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kapabilitas proses dengan indikator seperti bursting strength, tear strength, tensile strength, dan elongation. Data dikumpulkan dari PT. Karyamitra Budisentosa, perusahaan manufaktur sepatu yang bergantung pada bahan baku kulit berkualitas tinggi dari pemasoknya. Analisis dilakukan dengan metode pengelompokan berbasis indeks kapabilitas untuk memahami performa setiap pemasok.

Hasil dan Analisis

1. Pengelompokan Pemasok Berdasarkan Indeks Kapabilitas

Penelitian ini mengidentifikasi dua kelompok pemasok berdasarkan indeks kapabilitas mereka:

  • Kelompok 1: Supplier A, D, I, B, dan C → memiliki kapabilitas kualitas lebih tinggi.
  • Kelompok 2: Supplier E, F, H, dan G → memiliki kapabilitas kualitas lebih rendah dan memerlukan peningkatan.

Contoh Data Kapabilitas Pemasok:

  • Bursting Strength: Supplier A memiliki indeks 1,250 (capable), sedangkan Supplier B hanya 0,7038 (kurang memadai).
  • Tensile Strength: Kelompok 1 rata-rata memiliki indeks >1,0, sementara kelompok 2 berada di bawah angka tersebut.

2. Pengaruh SRM terhadap Efisiensi dan Kualitas

  • Hubungan yang erat dengan pemasok dapat meningkatkan transfer informasi dan kualitas bahan baku.
  • SRM yang diterapkan dengan baik dapat mengurangi biaya produksi, meningkatkan inovasi, dan menciptakan hubungan bisnis jangka panjang.
  • Penggunaan indeks kapabilitas lebih akurat dalam menilai pemasok dibanding metode konvensional.

Strategi Pengembangan Pemasok

1. Framework Pengembangan untuk Kelompok 1

Pemasok dalam kelompok ini memiliki kualitas yang lebih baik, tetapi tetap perlu ditingkatkan melalui:

  • Audit berkala untuk mempertahankan standar.
  • Kolaborasi R&D untuk meningkatkan inovasi bahan baku.
  • Penguatan kontrak jangka panjang sebagai insentif atas performa baik.

2. Framework Pengembangan untuk Kelompok 2

Kelompok ini memiliki potensi tetapi memerlukan perbaikan dalam beberapa aspek:

  • Pelatihan dan pendampingan mengenai standar kualitas.
  • Investasi teknologi produksi untuk meningkatkan konsistensi bahan baku.
  • Pemberian insentif berbasis kinerja, di mana pemasok yang meningkatkan kapabilitasnya akan mendapatkan volume pesanan lebih besar.

Kesimpulan & Rekomendasi

Studi ini menunjukkan bahwa Supplier Relationship Management berbasis indeks kapabilitas proses dapat membantu perusahaan dalam mengelola pemasok secara lebih strategis. Pengelompokan pemasok berdasarkan indeks kapabilitas membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih akurat terkait pemilihan dan pengembangan mitra bisnis.

Rekomendasi untuk Implementasi SRM yang Efektif:

  • Gunakan kapabilitas proses sebagai dasar utama dalam evaluasi pemasok.
  • Lakukan pengelompokan pemasok untuk menentukan strategi pengembangan yang sesuai.
  • Perkuat kemitraan dengan pemasok melalui SRM berbasis kolaborasi jangka panjang.
  • Terapkan teknologi digital dalam pemantauan kualitas dan efisiensi rantai pasok.

Sumber Artikel:
Prasetyo, Erik Bagus. "Supplier Relationship Management Berdasarkan Indeks Proses Kapabilitas untuk Multiple Characteristic." Institut Teknologi Sepuluh Nopember, 2018.