Pendahuluan
Sourcing adalah salah satu keputusan paling krusial dalam rantai pasok manufaktur. Pemilihan antara single sourcing (menggunakan satu pemasok) dan multiple sourcing (menggunakan lebih dari satu pemasok) berdampak langsung pada efisiensi, biaya, dan stabilitas rantai pasok.
Penelitian ini dilakukan dengan dukungan produsen truk besar, yang ingin memahami situasi ideal untuk memilih antara single vs. multiple sourcing. Melalui wawancara dengan pembeli dari beberapa perusahaan manufaktur, studi ini mengidentifikasi perbedaan, keuntungan, dan tantangan kedua metode sourcing.
Keputusan Sourcing dalam Manufaktur
1. Apa Itu Single dan Multiple Sourcing?
- Single Sourcing: Perusahaan hanya bekerja dengan satu pemasok untuk komponen tertentu.
- Multiple Sourcing: Perusahaan memiliki beberapa pemasok untuk komponen yang sama guna mengurangi risiko dan meningkatkan daya tawar.
2. Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Sourcing
- Karakteristik produk dan pasar
- Lokasi pemasok dan faktor geografis
- Kapasitas pemasok untuk memenuhi permintaan
- Stabilitas dan ketergantungan terhadap pemasok tertentu
Perbandingan Single vs. Multiple Sourcing
Keuntungan Single Sourcing
- Hubungan lebih kuat dengan pemasok → Lebih mudah bernegosiasi dan mengembangkan produk bersama.
- Efisiensi biaya dan volume pembelian lebih besar → Memungkinkan diskon skala besar.
- Kualitas produk lebih terjamin → Pemasok lebih fokus pada satu klien utama.
- Koordinasi logistik lebih sederhana → Pengurangan kompleksitas dalam distribusi.
Tantangan Single Sourcing
- Risiko besar jika pemasok gagal memenuhi permintaan → Contoh: Kasus Ericsson 2000, di mana satu pemasok chip mereka terkena kebakaran dan menyebabkan kerugian $400 juta.
- Ketergantungan tinggi pada pemasok tunggal → Jika pemasok mengalami gangguan, produksi bisa terhenti total.
- Kurangnya persaingan harga → Tidak ada tekanan bagi pemasok untuk memberikan harga lebih kompetitif.
Keuntungan Multiple Sourcing
- Mengurangi risiko gangguan pasokan → Jika satu pemasok mengalami masalah, masih ada pemasok lain.
- Persaingan antar pemasok menekan harga → Perusahaan dapat menegosiasikan harga yang lebih kompetitif.
- Lebih fleksibel dalam merespons permintaan pasar → Permintaan dapat dialihkan ke pemasok yang lebih siap.
Tantangan Multiple Sourcing
- Koordinasi lebih rumit → Membutuhkan lebih banyak sumber daya untuk mengelola beberapa pemasok.
- Kualitas produk bisa bervariasi → Standarisasi menjadi lebih sulit karena ada banyak pemasok.
- Biaya administrasi lebih tinggi → Manajemen kontrak dan pengiriman lebih kompleks dibanding single sourcing.
Studi Kasus Implementasi Sourcing dalam Manufaktur
- Toyota & Honda: Keunggulan Multiple Sourcing dalam Industri Otomotif
- Toyota dan Honda menerapkan dual sourcing untuk menghindari ketergantungan pada satu pemasok.
- Hasil: Ketika terjadi gangguan di satu pemasok, mereka dapat beralih ke pemasok lain tanpa menghentikan produksi.
- Ericsson vs. Nokia: Pelajaran dari Kegagalan Single Sourcing
- Ericsson mengalami kerugian $400 juta akibat kebakaran di pabrik pemasok chip utama mereka.
- Nokia, yang menggunakan multiple sourcing, mampu beralih ke pemasok lain dan tidak mengalami gangguan produksi.
- Produsen Truk: Strategi Optimal dalam Pengadaan Komponen
- Studi ini menemukan bahwa produsen truk lebih cenderung beralih ke multiple sourcing untuk meningkatkan fleksibilitas.
- Hasil: Perusahaan dapat mengurangi risiko gangguan pasokan sebesar 30% dibandingkan dengan single sourcing.
Strategi untuk Memilih Sourcing yang Tepat
Kapan memilih Single Sourcing?
- Jika produk membutuhkan spesifikasi unik atau sulit untuk diproduksi oleh banyak pemasok.
- Jika perusahaan ingin menjalin hubungan jangka panjang dan inovasi bersama pemasok.
- Jika stabilitas rantai pasok lebih penting daripada fleksibilitas dalam memilih pemasok.
Kapan memilih Multiple Sourcing?
- Jika risiko gangguan pasokan tinggi (misalnya, bencana alam atau masalah politik).
- Jika perusahaan ingin meningkatkan daya tawar dan menekan harga melalui persaingan antar pemasok.
- Jika ada kebutuhan untuk diversifikasi rantai pasok untuk meningkatkan ketahanan bisnis.
Kesimpulan
Keputusan antara single vs. multiple sourcing sangat bergantung pada strategi bisnis, jenis industri, dan faktor risiko yang dihadapi perusahaan.
- Single sourcing memberikan stabilitas dan efisiensi, tetapi rentan terhadap gangguan pasokan.
- Multiple sourcing menawarkan fleksibilitas dan ketahanan yang lebih baik, tetapi membutuhkan manajemen yang lebih kompleks.
Studi ini merekomendasikan agar perusahaan mengadopsi strategi hybrid—menggunakan single sourcing untuk komponen kritis yang memerlukan inovasi bersama pemasok, tetapi tetap mempertahankan multiple sourcing untuk produk yang lebih umum guna mengurangi risiko.
Sumber : Boni, P. (2018). Manufacturing Sourcing Decisions: Single versus Multiple Sourcing. MSc in Logistics and Transport Management, University of Gothenburg.