Pendahuluan
Perkembangan e-commerce dan urbanisasi telah meningkatkan permintaan akan logistik yang lebih cepat dan efisien. Namun, segmen last-mile delivery tetap menjadi bagian paling tidak efisien dalam rantai pasok, menyumbang hingga 28% dari total biaya pengiriman. Sementara itu, first-mile logistics juga mengalami tantangan karena fragmentasi volume pengambilan barang.
Penelitian ini mengeksplorasi solusi berkelanjutan dalam logistik first-mile dan last-mile, termasuk crowdshipping, parcel lockers, kendaraan listrik, sepeda kargo, dan pusat konsolidasi perkotaan (UCC). Studi ini juga mengidentifikasi manfaat dan hambatan dalam implementasi solusi ini untuk meningkatkan efisiensi logistik dan mengurangi dampak lingkungan.
Tantangan dalam Logistik First-Mile dan Last-Mile
1. Biaya Tinggi dan Ketidakefisienan Operasional
- Last-mile delivery menyumbang 20-50% dari total biaya logistik, dengan biaya tinggi akibat pengiriman individu ke alamat yang tersebar.
- First-mile logistics juga semakin kompleks dengan meningkatnya e-commerce yang menyebabkan fragmentasi pengambilan barang.
2. Dampak Lingkungan yang Signifikan
- Transportasi logistik menyumbang 24,6% dari total emisi gas rumah kaca di UE, dengan mayoritas berasal dari kendaraan berbahan bakar fosil.
- Infrastruktur jalan yang padat menyebabkan kemacetan dan peningkatan konsumsi bahan bakar, menambah beban operasional dan lingkungan.
3. Ketidakpastian Penerimaan Pelanggan
- 12% dari pengiriman gagal pada percobaan pertama, meningkatkan kebutuhan pengiriman ulang dan biaya tambahan.
- Ketidakpastian waktu penerimaan barang oleh pelanggan juga menjadi hambatan dalam optimalisasi rute pengiriman.
Solusi Berkelanjutan dalam Logistik First-Mile dan Last-Mile
Studi ini mengidentifikasi beberapa solusi utama untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan dalam logistik perkotaan.
1. Crowdshipping: Mengoptimalkan Kapasitas Transportasi
- Menggunakan individu dengan kendaraan pribadi untuk mengirim paket dalam perjalanan harian mereka.
- Keuntungan: Mengurangi kebutuhan armada besar, menekan biaya pengiriman, dan mengoptimalkan rute transportasi yang sudah ada.
- Hambatan: Ketersediaan pengemudi yang tidak menentu dan kurangnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan non-profesional.
2. Parcel Lockers: Mengurangi Kegagalan Pengiriman
- DHL dan Amazon telah sukses menerapkan jaringan parcel lockers untuk meminimalkan pengiriman ulang.
- Keuntungan:
- Mengurangi emisi CO₂ hingga 30% dengan konsolidasi pengiriman ke satu titik.
- Meningkatkan tingkat keberhasilan pengiriman karena pelanggan bisa mengambil barang kapan saja.
- Hambatan: Biaya awal pemasangan dan kebutuhan dukungan dari pemerintah lokal dalam perizinan lokasi.
3. Kendaraan Listrik: Solusi Rendah Emisi untuk Perkotaan
- Studi menunjukkan bahwa kendaraan listrik dapat mengurangi emisi CO₂ hingga 54% dibandingkan kendaraan diesel.
- Keuntungan:
- Bebas dari pembatasan lalu lintas di zona emisi rendah.
- Lebih hemat biaya operasional dalam jangka panjang meskipun investasi awal lebih tinggi.
- Hambatan:
- Infrastruktur pengisian daya yang masih terbatas.
- Jarak tempuh baterai yang lebih pendek dibanding kendaraan konvensional.
4. Sepeda Kargo: Efisiensi di Pusat Kota
- UPS dan DHL telah mengadopsi sepeda kargo untuk pengiriman dalam area perkotaan yang padat.
- Keuntungan:
- Mengurangi emisi karbon hingga 75% dibandingkan van konvensional.
- Lebih cepat dan fleksibel di pusat kota karena dapat menggunakan jalur sepeda dan trotoar.
- Hambatan:
- Kapasitas muatan terbatas dibandingkan kendaraan bermotor.
- Tidak efisien untuk pengiriman jarak jauh atau barang berukuran besar.
5. Urban Consolidation Centers (UCC): Pengurangan Kepadatan Lalu Lintas
- Keuntungan:
- Mengurangi lalu lintas kendaraan besar di pusat kota hingga 30%.
- Mengurangi konsumsi bahan bakar dengan konsolidasi pengiriman ke dalam satu pusat distribusi.
- Hambatan:
- Memerlukan investasi besar dalam infrastruktur gudang perkotaan.
- Keterlibatan banyak pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan perusahaan logistik.
Studi Kasus Implementasi Solusi Berkelanjutan
1. DHL: Penggunaan Kendaraan Listrik dan Sepeda Kargo
- 13% dari armada DHL sudah menggunakan energi alternatif, dengan fokus pada kendaraan listrik untuk pengiriman jarak pendek.
- Studi menunjukkan bahwa strategi ini mampu mengurangi emisi karbon dan meningkatkan efisiensi operasional di pusat kota.
2. Amazon: Parcel Lockers dan Opsi Pengiriman Fleksibel
- Amazon berhasil meningkatkan tingkat keberhasilan pengiriman hingga 98% dengan sistem parcel lockers dan opsi pengambilan mandiri.
- Langkah ini mengurangi kebutuhan pengiriman ulang dan menekan emisi karbon dari kendaraan pengiriman.
3. Walmart: Pengiriman Langsung ke Kulkas Pelanggan (In-Fridge Delivery)
- Walmart menguji model di mana kurir yang terverifikasi bisa memasukkan barang langsung ke kulkas pelanggan.
- Hasil studi menunjukkan bahwa 72,2% pelanggan lebih memilih opsi ini dibandingkan pengiriman tradisional.
Tantangan dan Rekomendasi untuk Implementasi
1. Keterbatasan Infrastruktur
- Solusi: Pemerintah harus berinvestasi dalam charging station untuk kendaraan listrik dan memperluas zona ramah sepeda kargo.
2. Kepercayaan Pelanggan terhadap Model Baru
- Solusi:
- Peningkatan keamanan dalam crowdshipping melalui verifikasi identitas dan pelacakan berbasis AI.
- Mengedukasi pelanggan tentang manfaat solusi berkelanjutan dan memberikan insentif untuk adopsi.
3. Skalabilitas dan Biaya Implementasi
- Solusi:
- Memanfaatkan teknologi AI untuk mengoptimalkan rute dan mengurangi konsumsi energi.
- Mengadopsi sistem insentif bagi pelanggan yang memilih opsi pengiriman berkelanjutan.
Kesimpulan
Solusi berkelanjutan dalam logistik first-mile dan last-mile memiliki potensi besar untuk mengurangi biaya, meningkatkan efisiensi operasional, dan menekan emisi karbon.
✅ Parcel lockers dan pickup points dapat meningkatkan tingkat keberhasilan pengiriman hingga 98%.
✅ Sepeda kargo dan kendaraan listrik mengurangi emisi CO₂ hingga 75%.
✅ Urban Consolidation Centers mengurangi kepadatan lalu lintas di pusat kota hingga 30%.
Dengan kombinasi strategi ini, perusahaan logistik dapat meningkatkan layanan pelanggan sambil mencapai tujuan keberlanjutan yang lebih luas.
Sumber Artikel: Dupont, M. (2022). Sustainable solutions in first and last mile logistics: potential benefits and barriers. HEC-Ecole de gestion de l'Université de Liège.