Pendahuluan
Industri pengolahan anggur skala kecil (SSGP) di Dodoma, Tanzania, merupakan sektor penting dalam pertumbuhan ekonomi, menyumbang hingga 11% peningkatan produksi anggur tahunan. Namun, tantangan seperti efisiensi rantai pasok dan keterbatasan logistik sering kali menghambat produktivitasnya.
Penelitian yang dilakukan oleh Debora Chelestino Kisinga, Alban Dismas Mchopa, dan Leonada Raphael Mwagike (2024) menyoroti dampak manajemen hubungan pemasok (SRM) terhadap kinerja bisnis industri pengolahan anggur kecil di Tanzania serta peran moderasi dari kapabilitas logistik.
Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan survei cross-sectional dengan 202 responden dari perusahaan pengolahan anggur kecil di Dodoma. Analisis dilakukan dengan model persamaan struktural (SEM) untuk mengukur hubungan antara SRM, kapabilitas logistik, dan kinerja bisnis.
Temuan Utama
1. Hubungan antara Manajemen Hubungan Pemasok dan Kinerja Bisnis
- Buyer-supplier relationship yang baik berkontribusi signifikan terhadap peningkatan produktivitas perusahaan.
- Supplier development (pengembangan pemasok) membantu pemasok meningkatkan kualitas bahan baku, yang berimbas pada peningkatan daya saing produk.
- Supplier selection yang efektif memastikan kelangsungan bahan baku dengan kualitas tinggi dan harga kompetitif.
2. Peran Kapabilitas Logistik dalam Moderasi Kinerja Bisnis
- Kapabilitas logistik yang kuat meningkatkan efisiensi distribusi dan pasokan bahan baku.
- Perusahaan dengan sistem logistik yang baik mampu meningkatkan keandalan pasokan hingga 90%, sehingga mengurangi risiko keterlambatan produksi.
- Kapasitas produksi tahunan mencapai 9,3 juta liter anggur, meningkat dari 8,2 juta liter pada tahun sebelumnya.
3. Hambatan yang Dihadapi Industri Pengolahan Anggur Kecil
- 75% perusahaan kecil mengalami kesulitan operasional di tahun pertama akibat lemahnya hubungan dengan pemasok.
- Hanya 59,7% anggur yang diproses oleh industri kecil, sisanya tidak dimanfaatkan karena kapasitas terbatas.
- Kesenjangan pasar mencapai 5,2 juta liter per tahun, menunjukkan peluang pertumbuhan industri yang belum dimanfaatkan.
Strategi Optimal untuk Meningkatkan Kinerja Bisnis
1. Meningkatkan Efisiensi Manajemen Hubungan Pemasok
- Menjalin kontrak jangka panjang dengan pemasok yang andal.
- Menerapkan program pelatihan dan pengembangan pemasok untuk meningkatkan kualitas bahan baku.
2. Mengoptimalkan Logistik dan Teknologi Rantai Pasok
- Menggunakan sistem ERP untuk meningkatkan transparansi data pasokan.
- Mengadopsi teknologi IoT untuk pemantauan kualitas bahan baku secara real-time.
3. Mendorong Inovasi dan Akses Pasar
- Meningkatkan kemitraan dengan jaringan distribusi lokal dan internasional.
- Menyediakan insentif bagi pemasok yang mampu memenuhi standar kualitas tinggi.
Kesimpulan
Penelitian ini menegaskan bahwa manajemen hubungan pemasok memainkan peran penting dalam meningkatkan kinerja bisnis industri pengolahan anggur kecil. Kapabilitas logistik yang baik dapat memperkuat hubungan dengan pemasok, meningkatkan efisiensi distribusi, dan mengoptimalkan proses produksi.
Dengan strategi yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas, mempercepat distribusi, serta mengurangi biaya dan risiko operasional.
Sumber Asli: Debora Chelestino Kisinga, Alban Dismas Mchopa, Leonada Raphael Mwagike (2024). Supplier Relationship Management and Business Performance of Small-Scale Grapes Processing Firms in Dodoma, Tanzania: The Moderating Role of Logistics Capabilities.