Mengoptimalkan Sistem Manufaktur: Strategi dan Pendekatan Desain untuk Memenuhi Permintaan Konsumen

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

18 April 2024, 11.16

Sumber: sasanadigital.com/proses-manufaktur

Dalam era globalisasi industri saat ini, konsep sistem manufaktur menjadi semakin penting dalam memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang. Sistem manufaktur tidak hanya mencakup peralatan dan mesin produksi, tetapi juga melibatkan sumber daya manusia yang terampil. Melalui integrasi komponen-komponen ini, sistem manufaktur mampu mengubah bahan mentah menjadi produk jadi yang berkualitas tinggi, sesuai dengan keinginan konsumen.

Bagian-Bagian Dalam Sistem Manufaktur

  1. Mesin Produksi: Terbagi menjadi mesin yang dioperasikan secara manual, semi-otomatis, dan otomatis, mesin produksi memainkan peran penting dalam menjalankan proses produksi.

  2. Sistem Pemindahan Material: Sistem ini memastikan material dan produk berpindah dengan efisien antar mesin, workstation, dan layanan pendukung.

  3. Sistem Komputer: Digunakan untuk mengontrol mesin semi-otomatis dan otomatis, serta mengoordinasikan manajemen keseluruhan sistem manufaktur.

  4. Tenaga Kerja Manusia: Tenaga manusia tetap menjadi komponen vital dalam sistem manufaktur, baik dalam melakukan operasi manual maupun mengawasi mesin.

Operasi Sistem Manufaktur

Proses dasar dalam sistem manufaktur melibatkan operasi pemrosesan, perakitan, inspeksi dan pengujian, serta koordinasi dan kontrol untuk memastikan efisiensi dan kualitas produk.

Desain Sistem Manufaktur

Desain sistem manufaktur melibatkan evaluasi material, proses produksi, dan pengurangan biaya perakitan. Proses ini melibatkan pengaturan elemen-elemen terpisah ke dalam satu kesatuan yang berfungsi.

Respon Desain Terhadap Permintaan Konsumen

Desain sistem manufaktur merespons permintaan konsumen melalui berbagai strategi, termasuk:

  1. Engineer To Order (ETO): Produk dibuat setelah desain baru dibuat sesuai dengan spesifikasi unik pelanggan.
  2. Make to Order (MTO): Produk dibuat setelah ada pesanan, dengan beberapa material standar yang tersedia.
  3. Assemble to Order (ATO): Produk di-assembly setelah ada pesanan, menggunakan komponen yang sudah diproduksi sebelumnya.
  4. Make to Stock (MTS): Produk dibuat secara massal dan tersedia dalam inventori untuk distribusi.

Strategi Desain Proses Manufaktur

Strategi desain proses manufaktur melibatkan proyek berbasis, job shop, dan line flow:

  1. Project Base: Digunakan untuk proyek khusus yang membutuhkan riset dan pengembangan.
  2. Job Shop: Cocok untuk produksi dalam jumlah kecil dan spesialisasi proses.
  3. Line Flow: Mengatur tempat kerja berdasarkan urutan operasi, dengan jenis-jenis yang mencakup small-batch, large-batch, continuous, flexible, dan agile manufacturing.

Dengan pemahaman yang mendalam tentang sistem manufaktur dan strategi desain yang tepat, perusahaan dapat memenuhi kebutuhan konsumen dengan efisien dan menghasilkan produk berkualitas tinggi.


Sumber: academia.edu/Pengertian_Sistem_Manufaktur