Kesadaran dan Praktik Keselamatan Kebakaran di Kalangan Siswa STEM di Sekolah Menengah Publik di Filipina

Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah

11 Maret 2025, 13.53

jatimtimes.com

Keselamatan kebakaran merupakan bagian penting dalam mitigasi bencana, namun sering kali kurang mendapatkan perhatian dalam sistem pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, komparatif, dan korelasional untuk menilai kesadaran dan praktik keselamatan kebakaran di kalangan siswa kelas 12 STEM. Sampel penelitian terdiri dari 94 siswa yang dipilih secara acak dari sekolah menengah di Filipina bagian tengah. Metode pengumpulan data meliputi kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta analisis statistik menggunakan Mann-Whitney U test dan Spearman Rank correlation.

Variabel yang Dikaji

  • Kesadaran sebelum, selama, dan setelah kebakaran
  • Praktik keselamatan kebakaran di sekolah
  • Perbandingan berdasarkan jenis kelamin dan pendapatan keluarga
  • Hubungan antara kesadaran dan praktik keselamatan kebakaran

Tingkat Kesadaran Keselamatan Kebakaran

Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan kebakaran dengan nilai rata-rata kesadaran sebesar 4,46 (SD=0,52) dari skala 5. Tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam kesadaran keselamatan kebakaran berdasarkan jenis kelamin dan pendapatan keluarga, yang menunjukkan bahwa faktor demografis tidak berpengaruh besar terhadap pemahaman siswa mengenai keselamatan kebakaran.

Meskipun kesadaran siswa cukup tinggi, praktik keselamatan kebakaran yang mereka lakukan masih perlu ditingkatkan. Nilai rata-rata praktik keselamatan kebakaran adalah 4,14 (SD=0,57). Beberapa temuan utama:

  • Siswa memahami pentingnya pemadaman listrik sebelum meninggalkan kelas.
  • Namun, dalam simulasi kebakaran, banyak siswa tidak mengikuti jalur evakuasi yang telah ditentukan.
  • Fire drill kurang efektif karena tidak melibatkan penggunaan alat pemadam kebakaran.

Hubungan antara Kesadaran dan Praktik Keselamatan Kebakaran

Terdapat korelasi signifikan antara kesadaran dan praktik keselamatan kebakaran dengan nilai korelasi rs = 0,625 (p=0,000). Hal ini menunjukkan bahwa siswa yang memiliki kesadaran lebih tinggi tentang keselamatan kebakaran cenderung lebih patuh dalam menerapkan prosedur keselamatan yang benar.

Data menunjukkan bahwa selama tahun ajaran 2009-2018, terdapat 15.662 insiden kebakaran di sekolah-sekolah Filipina, dengan mayoritas terjadi di wilayah Visayas. Salah satu penyebab utama kebakaran adalah kelalaian dalam penggunaan peralatan listrik dan kurangnya pemeliharaan terhadap bahan mudah terbakar. Insiden ini menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran dan praktik keselamatan kebakaran di lingkungan sekolah.

Kesimpulan

  1. Kesadaran keselamatan kebakaran di kalangan siswa STEM sangat tinggi, tetapi masih ada kesenjangan dalam praktik yang mereka terapkan.
  2. Tidak ada perbedaan signifikan dalam kesadaran dan praktik keselamatan kebakaran berdasarkan jenis kelamin atau pendapatan keluarga.
  3. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kesadaran dan praktik keselamatan kebakaran, yang menunjukkan bahwa peningkatan kesadaran dapat mendorong praktik yang lebih baik.

Saran

  1. Peningkatan efektivitas fire drill, dengan menambahkan latihan penggunaan alat pemadam kebakaran.
  2. Meningkatkan sosialisasi tentang pentingnya mengikuti jalur evakuasi yang benar.
  3. Penggunaan teknologi seperti aplikasi edukasi kebakaran berbasis IoT untuk memperkuat kesadaran siswa.
  4. Kerja sama dengan otoritas pemadam kebakaran setempat untuk memberikan pelatihan langsung kepada siswa.

Sumber Artikel

Michelle Delaliarte, Joji Davila Linaugo, & Dennis Villasor Madrigal. Fire Safety Awareness and Practices of Science, Technology, Engineering, and Mathematics Students in a Philippine Public Secondary School. Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, March 2024, 14(1), 175-188.