Teknik Industri
Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana pada 28 Maret 2024
Data mining (Penambangan Data) adalah proses penting dalam dunia teknologi yang melibatkan ekstraksi dan penemuan pola-pola dalam kumpulan data besar. Ini melibatkan metode yang berada di persimpangan antara pembelajaran mesin, statistik, dan sistem database. Data mining merupakan subbidang interdisipliner dari ilmu komputer dan statistik yang bertujuan untuk mengekstrak informasi dari kumpulan data dan mengubahnya menjadi struktur yang dapat dipahami untuk penggunaan lebih lanjut. Ini merupakan langkah analisis dalam proses "penemuan pengetahuan dalam basis data" atau KDD. Selain langkah analisis, data mining juga melibatkan aspek manajemen data, preprocessing data, pertimbangan model dan inferensi, metrik menarik, kompleksitas, pengolahan hasil yang ditemukan, visualisasi, dan pembaruan online.
Meskipun disebut sebagai "data mining", tujuan sebenarnya adalah ekstraksi pola dan pengetahuan dari data yang besar, bukan penambangan data itu sendiri. Istilah ini sering digunakan secara luas untuk proses pengolahan informasi besar-besaran serta aplikasi sistem pendukung keputusan komputer, termasuk kecerdasan buatan dan bisnis. Tugas utama dalam data mining adalah analisis semi-otomatis atau otomatis dari jumlah data besar untuk mengekstrak pola-pola menarik yang sebelumnya tidak diketahui, seperti kelompok data, catatan yang tidak biasa, dan ketergantungan. Ini melibatkan penggunaan teknik basis data seperti indeks spasial. Pola-pola ini dapat digunakan dalam analisis lebih lanjut atau dalam pembelajaran mesin dan analisis prediktif. Perbedaan utama antara analisis data dan data mining adalah bahwa analisis data digunakan untuk menguji model dan hipotesis pada dataset, sedangkan data mining menggunakan model statistik dan pembelajaran mesin untuk mengungkap pola-pola tersembunyi dalam jumlah data yang besar.
Istilah terkait seperti data dredging, data fishing, dan data snooping mengacu pada penggunaan metode data mining untuk sampel bagian dari kumpulan data yang lebih besar yang mungkin terlalu kecil untuk membuat inferensi statistik yang dapat diandalkan tentang validitas pola yang ditemukan. Meskipun demikian, metode ini dapat digunakan dalam menciptakan hipotesis baru untuk diuji terhadap populasi data yang lebih besar.
Dengan teknologi yang terus berkembang, data mining tetap menjadi alat yang penting dalam mengungkap pola-pola berharga dari data besar dan kompleks, membantu organisasi dalam pengambilan keputusan yang lebih baik dan mempertahankan keunggulan kompetitif di pasar yang semakin kompetitif.
Asal Usul dan Sejarah Data Mining
Pada tahun 1960-an, para ahli statistik dan ekonom menggunakan istilah seperti "data fishing" atau "data dredging" untuk merujuk pada praktik yang dianggap tidak baik dalam menganalisis data tanpa hipotesis a priori. Istilah "data mining" juga digunakan dengan cara yang sama kritis oleh ekonom Michael Lovell dalam sebuah artikel yang diterbitkan di Review of Economic Studies pada tahun 1983. Lovell mengindikasikan bahwa praktik ini "menyamar di bawah berbagai alias, mulai dari "eksperimen" (positif) hingga "fishing" atau "snooping" (negatif).
Istilah data mining muncul sekitar tahun 1990 dalam komunitas basis data, dengan konotasi yang umumnya positif. Untuk sementara waktu pada tahun 1980-an, frasa "database mining"™, digunakan, tetapi karena telah dilindungi hak cipta oleh perusahaan HNC, yang berbasis di San Diego, untuk memasarkan Database Mining Workstation mereka; para peneliti akhirnya beralih ke data mining. Istilah lain yang digunakan termasuk data archaeology, information harvesting, information discovery, knowledge extraction, dll. Gregory Piatetsky-Shapiro menciptakan istilah "knowledge discovery in databases" untuk workshop pertama tentang topik yang sama (KDD-1989) dan istilah ini menjadi lebih populer di komunitas kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin. Namun, istilah data mining menjadi lebih populer di kalangan bisnis dan pers. Saat ini, istilah data mining dan penemuan pengetahuan digunakan secara bergantian.
Latar Belakang Ekstraksi manual pola dari data telah terjadi selama berabad-abad. Metode awal untuk mengidentifikasi pola dalam data termasuk teorema Bayes (abad ke-18) dan analisis regresi (abad ke-19). Proliferasi, keberadaan, dan kekuatan yang meningkat dari teknologi komputer secara dramatis telah meningkatkan kemampuan pengumpulan, penyimpanan, dan manipulasi data. Seiring dengan pertumbuhan ukuran dan kompleksitas set data, analisis data langsung dengan tangan secara bertahap telah digantikan dengan pemrosesan data otomatis, dibantu oleh penemuan-penemuan lain dalam ilmu komputer, khususnya dalam bidang pembelajaran mesin, seperti jaringan saraf, analisis klaster, algoritma genetika (tahun 1950-an), pohon keputusan dan aturan keputusan (tahun 1960-an), dan mesin vektor dukungan (tahun 1990-an).
Data mining adalah proses menerapkan metode-metode ini dengan tujuan untuk mengungkap pola tersembunyi dalam set data yang besar. Ini memperjembatani kesenjangan antara statistik terapan dan kecerdasan buatan (yang biasanya menyediakan latar belakang matematika) dengan manajemen basis data dengan memanfaatkan cara data disimpan dan diindeks dalam basis data untuk menjalankan algoritma pembelajaran dan penemuan aktual secara lebih efisien, memungkinkan metode-metode tersebut diterapkan pada set data yang semakin besar.
Proses Penemuan Pengetahuan dari Data
Proses penemuan pengetahuan dari basis data (Knowledge Discovery in Databases/KDD) adalah langkah penting dalam memanfaatkan potensi data. Terdapat beberapa pendekatan seperti CRISP-DM yang menguraikan tahapan-tahapan yang harus diikuti, mulai dari pemahaman bisnis hingga implementasi model. Sebelum melakukan data mining, langkah pra-pemrosesan diperlukan untuk membersihkan data dari noise dan data hilang.
Data mining melibatkan tugas-tugas seperti deteksi anomali, pembelajaran aturan asosiasi, dan klasifikasi, dengan tujuan untuk mengekstrak pola dari data. Namun, hasil dari proses ini harus divalidasi secara hati-hati untuk memastikan keandalan dan kebergunaan informasi yang dihasilkan.
Dengan menggunakan kerangka kerja yang tepat dan melakukan validasi yang cermat, organisasi dapat mengubah data menjadi pengetahuan yang berharga untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik.
Proses Pencarian Pola
Penggalian data adalah salah satu bagian dari proses pencarian pola. Berikut ini urutan proses pencarian pola:
Teknik Penggalian Data
Penggalian data umumnya dapat dibagi menjadi dua fungsi utama: deskripsi dan prediksi. Berikut adalah beberapa fungsi penggalian data yang sering digunakan:
Disadur dari: id.wikipedia.org
Teknik Industri
Dipublikasikan oleh Mochammad Reichand Qolby pada 24 Oktober 2022
Apa Itu Industri Manufaktur?
Industri manufaktur merupakan sebuah badan usaha atau perusahaan untuk memproduksi sebuah barang jadi dari mulain bahan baku mentah yang belum diolah. Sehingga industri ini mempunyai alat, peralatan, mesin produksi dan sebagaimana mestinya untuk memproduksi sebuah bahan baku.
Setelah bahan baku yang sudah diolah tersebut menjadi sebuah produk, barang tersebut akan di pasarkan kepada konsumen melalui jaringan distribusi dari tingkat grosir hingga ke tingkat eceran sampai ke tangan konsumen.
Perusahaan manufaktur atau bisa disebut juga sebagai perusahaan perakitan yang biasanya digunakan oleh industri otomotif maupun elektronik.
Perusahaan manufaktur sangat didukung oleh negara karena dapat memiliki lapangan kerja yang banyak, perusahaan manufakur memiliki peraturan SOP yang harus memiliki standar dan ketat. Hal ini untuk menjaga kualitas sebuah barang atau produk yang dibuat dan diproduksi masal.
Beberapa contoh perusahaan manufaktur :
1. Industri otomotif
2. Industri mesin
3. Industri logam
4. Industri farmasi
5. Industri tekstil
6. Industri rokok
7. Industri barang konsumsi
Sumber : money.kompas.com
Teknik Industri
Dipublikasikan oleh Mochammad Reichand Qolby pada 21 Oktober 2022
Industri Kecil
Industri kecil merupakan sebuah bagian usaha yang biasa dilakukan oleh perseorangan. Usaha perseorangan merupakan salah satu badan usaha yang biasa dimiliki oleh satu orang. Biasanya jenis usaha ini ini membutuhkan teknologi yang bagus walaupun hanya dengan modal yang sedikit.
Jenis usaha ini biasanya menerapkan sistem dagang dan jasa. Industri kecil fokus pada barang dan pelayanan jasa pada konsumen dikarenakan sebuah industri kecil harus memiliki kedekatan dengan konsumen. Jenis usaha industri kecil tidak harus memiliki jumlah tenaga kerja yang tidak terlalu banyak. Tenaga kerja biasanya diambil dari lingkungan terdekat dari pemilik.
Peluang bisnis ini sangat memiliki potensial karena banyak cara untuk melakukan bisnis ataupun usaha industri kecil ini.
Jenis Industri Kecil
1. Industri Kecil Tradisional
Industri ini biasanya terletak pada daerah pedesaan, teknologi yang digunakan pun relatif sederhana dan penjualan maupun pemasarannya terbatas karena di lingkungan yang lumayan jauh dari pasar.
2. Industri Kecil Modern
Melibatkan sistem produksi menengah dengan pemasaran domestik maupun impor, teknologi yang bagus dan canggih, dan industi bisa terletak daerah pedesaan maupun perkotaan namun dengan pemasaran dan sistem transportasi yang baik.
Sumber : bobo.grid.id
Teknik Industri
Dipublikasikan oleh Mochammad Reichand Qolby pada 20 Oktober 2022
10 Peluang Profesi Teknik Industri
Lulusan pada Jurusan Teknik Industri memiliki peluang kerja yang sangat luas. Hal ini bisa mencakup pertambangan, perbankan, periklanan, layanan kesehatan, hingga otomotif untuk menggunakan sebuah tenaga ahli dari jurusan Teknik Industri. Berikut profesi yang bisa diraih oleh lulusan Teknik Industri.
1. Product Analyst
Pada Product Analyst seorang pekerja dapat menganalisa produk, memperhatikan kualitas produksi, optimalkan alat produksi, mengendalikan produksi hingga menjadi keseluruhan produksi. Nantinya analisa dari pekerjaan ini akan dijadikan sebagai efisiensi dan efektivitas produksi suatu industri.
2. Engineering Manager
Dalam pekerjaan ini seorang Engineer Manager dapat membuat rencana kerja dan mengatur sumber daya yang dibutuhkan dalam suatu proyek kerja.
3. Project Management Analyst
Project Manager berguna untuk menganalisa efesiensi proses dalam produksi sebuah produk.
4. Project Manager
Dalam pekerjaan ini tanggung jawab adalah hal yang penting secara bersangkutan dengan Engineering Manager. Namun, pekerjaan yang dilakukan mencakup wilayah yang lebih besar.
5. Sales Engineer
Pekerjaan ini memiliki pengetahuan dalam bidang teknik dan bisnis Teknik Industri. Seorang Sales Engineer harus memiliki product knowledge yang baik dan mampu menjelaskan keseluruhan produk yang telah dihasilkan oleh perusahaan.
6. Cost Control Engineer
Cost Control Engineer berguna untuk mengkakulasikan biaya, tenaga dan waktu yang diperlukan dalam menjalankan sebuah produksi.
7. Health and Safety Environment Engineer
Tugas dalam pekerjaan ini adalah menganalisa sebuah prosedur kerja dan lokasi yang akan berdampak pada keselamatan dan kesehatan kerja.
8. Quality Control Engineer
Pekerjaan ini merupakan sebuah akhir dari proses produksi, pekerjaan ini harus memastikan bahwa semua produk final telah memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan.
9. Logistic Specialist
Pekerjaan ini merupakan sebuah penganalisaan dan mengatur rantai pasokan produksi.
10. Konsultan
Lulusan Teknik Industri akan mempunyai skill berpikir secara sistematik dan integratif, sehingga lulusan dari Teknik Industri cocok untuk dibutuhkan menjadi seorang konsultan.
Sumber : akupintar.id
Teknik Industri
Dipublikasikan oleh Mochammad Reichand Qolby pada 18 Oktober 2022
Industry 4.0
Kata Industry 4.0 kerap banyak didengan oleh banyak masyarakat, hal ini dikarenakan semua negara akan menghadapi situasi industri seperti ini. Banyak masyarakat yang masih belum mengerti terhadap Industry 4.0 dan apa pengaruhnya terhadap kemajuan sebuah negara.
Industry 4.0 dikenal sebagai kemajuan dalan bidang industri dengan bantuan teknologi untuk mendukungnya. Revolusi industri ini diartikan sebagai kemajuan dalam sistem cerdas dan otomasi dalam industri. Hal ini digerakkan oleh data melalui teknologi machine learning dan AI.
Secara lebih singkat, Industry 4.0 merupakan sebuah industri yang menggunakan komputer untuk saling menghubungkan dan berkomunikasi satu sama lain untuk membuat sebuah keputusan tanpa adanya keterlibatan manusia. Industry 4.0 didukung oleh kombinasi dari sistem fisik-cyber, Internet of Things (IoT) dan Internet Of Systems.
Perkembangan Industry 4.0 di Indonesia didorong oleh Kementrian Perindustrian. Menurut Kementrian Perindustrian mengatakan "“Revolusi Industri 4.0 merupakan upaya transformasi menuju perbaikan dengan mengintegrasikan dunia online dan lini produksi di industri, di mana semua proses produksi berjalan dengan internet sebagai penopang utama,”.
Bidang-bidang yang harus disiapkan untuk mengahadapi kemajuan industri ini beberapa diantaranya adalah melakukan peningkatan optimasi, komunikasi, machine-to-machine, komunikasi human-to-machine, AI, dan pengembangan teknologi berkelanjutan. Kemenperin sudah mulai memberikan dorongan untuk mempersiapkan apa yang akan dibutuhkan oleh pelaku industri. Beberapa hal yang dilakukan adalah menyiapkan pemberian insentif kepada pelaku usaha padat karya berupa infrastruktur industri, melakukan kolaborasi dan membangun seluruh industri yang terlibat.
Sumber : kominfo.go.id