Pertambangan dan Perminyakan

Menjelajahi Dunia Teknik Pertambangan: Kurikulum, Kampus Unggulan, dan Prospek Karir Menjanjikan

Dipublikasikan oleh Sirattul Istid'raj pada 27 Maret 2025


Menurut informasi dari situs resmi Institut Teknologi Bandung (ITB), Teknik Pertambangan merupakan disiplin ilmu yang fokus pada berbagai aspek terkait dengan proses penambangan, terutama dalam konteks mineral berharga dan batubara. Dalam pelaksanaan proses penambangan, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan, seperti pemahaman tentang sifat dan manfaat mineral yang akan ditambang, teknik penambangannya, serta proses pengolahan agar dapat dimanfaatkan secara ekonomis.

Misalnya, dalam penambangan emas, perlu dipertimbangkan apakah proses penambangan tersebut akan menghasilkan keuntungan. Ini melibatkan pemahaman tentang sifat mineral, cara penambangannya, dan teknik pengolahan yang akan mempengaruhi aspek ekonomi dari penambangan tersebut. Selain itu, mahasiswa Teknik Pertambangan juga akan belajar tentang aspek ekonomi yang terkait dengan penambangan mineral.

Proses penambangan sendiri umumnya melibatkan tiga tahap, yaitu eksplorasi, eksploitasi, dan pemrosesan. Eksplorasi merupakan tahap awal dalam penambangan mineral, sementara pemrosesan melibatkan proses pemisahan mineral berharga dari material lain yang terkandung di dalamnya. Fokus dari program studi Teknik Pertambangan adalah mempelajari strategi untuk mengambil mineral berharga dengan cara yang paling ekonomis.

Mata Kuliah Jurusan Teknik Pertambangan

Jurusan Teknik Pertambangan mempelajari ilmu geologi, geofisika, pengolahan mineral dan metalurgi, serta berbagai macam ilmu yang berkaitan dengan tambang.

Berikut adalah beberapa mata kuliahnya:

  1. Geologi Dasar
  2. Matematika Teknik
  3. Fisika Teknik
  4. Kristalografi dan Mineralogi
  5. Komputasi Tambang
  6. Teknik Eksplorasi
  7.  Mekanika Teknik
  8. Ekonomi Mineral
  9. Metalurgi Umum
  10. Teknik Reservoir

Prospek Kerja Teknik Pertambangan

1. Industri Pertambangan

Batubara : PT. Tambang Batubara Bukit Asam, PT. Kaltim Prima Coal, PT. Arutmin Indonesia, PT. Adaro, PT. Berau Coal, dan sebagainya.

- Tembaga/Emas : PT. Aneka Tambang, PT. Freeport Indonesia, PT. Kelian Equatorial Mining, PT. Rio Tinto Indonesia, PT. Newmont Minahasa, PT. Newmont Nusa Tenggara.

- Nikel : PT. Aneka Tambang (Pomalaa), PT. INCO.

- Timah : PT. Tambang Timah.

- Pasir Besi : PT. Aneka Tambang (Cilacap).

- Mineral Industri : Perusahaan-perusahaan yang mengusahakan komoditas: kaolin, fosfat, granit, marmer, gipsum, lempung, feldspar, bentonit, kuarsa, batu kapur, zeolit, trass, barit, batu andesit, sirtu, pasir, belerang.

2. Industri Lain

- Kontraktor/Alat Berat : PT. United Tractor, PT. Trakindo Utama.

- Semen : PT. Semen Cibinong, PT. Semen Gresik, PT. Indocement, PT. Semen Padang, dll.

- Pertamina

- Perusahaan Pembangkit Listrik

3. Jasa Umum/Konsultan

- Perbankan, Bursa Efek

- Konsultan Pertambangan

4. Pemerintahan

- Birokrat

5. Pengajar, Peneliti (LIPI, BPPT, P3TM, Litbang Industri, dan lain sebagainya.)

Universitas yang Ada Jurusan Teknik Pertambangan

1. Institut Teknologi Bandung

2. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

3. Universitas Sriwijaya

4. Universitas Hasanuddin

5. Universitas Trisakti

6. Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

7. Universitas Muslim Indonesia

8. Universitas Teknologi Adhi Tama Surabaya

9. Universitas Pejuang Republik Indonesia

10. Universitas Syiah Kuala

11. Universitas Islam Bandung

12. Universitas Negeri Padang

13. Sekolah Tinggi Teknologi Nasional

14. Universitas Cenderawasih


Sumber: www.detik.com

Selengkapnya
Menjelajahi Dunia Teknik Pertambangan: Kurikulum, Kampus Unggulan, dan Prospek Karir Menjanjikan

Pertambangan dan Perminyakan

Program Sarjana Teknik Pertambangan ITB

Dipublikasikan oleh Sirattul Istid'raj pada 27 Maret 2025


Bidang Kajian

Program Studi Teknik Pertambangan mempelajari berbagai macam hal yang berhubungan dengan proses penambangan terutama mineral, batubara, batuan, logam dan non logam. Selain itu, Program Studi Teknik Pertambangan juga mempelajari ilmu ekonomi yang berkaitan dengan proses penambangan mineral seperti eksplorasi, eksploitasi, dan pemrosesan.

Tujuan

Program Studi Teknik Pertambangan bertujuan untuk membantu mahasiswanya mengembangkan ilmu pertambangan dengan penyediaan fasilitas yang mendukung dan metode belajar yang bervariasi. Mahasiswa Teknik Pertambangan memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan ilmunya melalui Kerja Praktek dan atau Tugas Akhir. Keduanya bisa dilakukan di lokasi penambangan. Di tingkat akhir, mahasiswa akan mengerjakan project dalam capstone design.

Prospek Kerja, Industri Pertambangan

  • Batubara: PT. Tambang Batubara Bukit Asam, PT. Kaltim Prima Coal, PT. Arutmin Indonesia, PT. Adaro Indonesia, PT. Berau Coal, PT. Tanito Harum, BHP, dll.
  • Tembaga/Emas: PT. Aneka Tambang, PT. Freeport Indonesia, PT. Nusa Halmahera Minerals PT. J resources, PT. Indo Muro Kencana, PT. Amman Mineral, dll  
  • Nikel: PT. Aneka Tambang (Pomalaa), PT. Vale Indonesia, dll. o   Panas Bumi: PT. Geo Dipa Energi, PT. Star Energy.   
  • Timah: PT. Tambang Timah dll.  
  • Pasir Besi: PT. Aneka Tambang (Cilacap), dll.  
  • Mineral Industri: Perusahaan-perusahaan yang mengusahakan komoditas: kaolin, fosfat, granit, marmer, gipsum, lempung, feldspar, bentonit, kuarsa, batu kapur, zeolit, trass, barit, batu andesit, sirtu, pasir, belerang.       

Industri Lain

  • Kontraktor/Alat Berat: PT. Thiess Indonesia, PT. United Tractor, PT. Pamapersada Nusantara, PT. Trakindo Utama, PT. Cipta Kridatama, dll.
  • Semen: PT. Semen Cibinong, PT. Semen Gresik, PT. Indocement, PT. Semen Padang, dll.
  • Pertamina
  • Perusahaan Pembangkit Listrik
  • Jasa Umum/Konsultan: PT. Geoservices PT. Intertek Utama Service, dll
  • Perbankan, Bursa Efek
  • Konsultan Pertambangan
  • Pemerintahan
  • Birokrat
  • Pengajar, Peneliti (BRIN,  Litbang Industri,  dll.)


Sumber: www.itb.ac.id 

Selengkapnya
Program Sarjana Teknik Pertambangan ITB

Pertambangan dan Perminyakan

Pemahaman tentang Jurusan Teknik Pertambangan dan Prospek Karirnya yang Cerah

Dipublikasikan oleh Sirattul Istid'raj pada 27 Maret 2025


Salah satu jurusan yang mengasah mahasiswanya untuk mengetahui proses penambangan mineral dan batu berharga adalah jurusan Teknik Pertambangan yang banyak dibuka di perguruan tinggi di Indonesia. Indonesia dengan kekayaan aneka tambangnya menjadikan lulusan ini memiliki segudang potensi kerja yang bisa dieksplorasi. Melansir laman Ruang Guru di ruangguru.com, Selasa (30/11/2021) Teknik Pertambangan adalah salah satu cabang dari disiplin ilmu teknik yang berfokus pada ilmu-ilmu tentang eksplorasi dan eksploitasi bahan galian atau sumber daya mineral dan batubara. Sumber daya mineral sendiri, contohnya antara lain emas, perak, aluminium, besi, dan sebagainya.

Pada program studi Teknik Pertambangan ini, mahasiswanya akan mempelajari berbagai proses terkait pertambangan. Proses-proses pertambangan terdiri atas kegiatan penyelidikan umum (prospeksi), eksplorasi penambangan, pengolahan bahan tambang (eksploitasi), pengangkutan, hingga pemasaran hasil tambang.

Seperti yang telah diketahui, bumi Indonesia menyimpan kekayaan alam berupa bahan tambang yang sangat melimpah. Khususnya di Indonesia, bahan tambang berupa logam mulia dan batu bara sangat banyak tersimpan di dalam tanah. Oleh karena itu, Indonesia banyak membutuhkan lulusan Teknik Pertambangan untuk dapat mengolah dan mengelola bahan tambang tersebut dengan baik.

Mata Kuliah Jurusan Teknik Pertambangan

Jurusan Teknik Pertambangan banyak mempelajari ilmu geologi, geofisika, pengolahan mineral dan metalurgi, serta berbagai macam disiplin ilmu lain yang berkaitan dengan tambang. Dilihat dari mata kuliahnya, kalian akan banyak bersinggungan dengan Matematika dan Fisika.

Beberapa mata kuliah yang dipelajari oleh mahasiswa jurusan Teknik Pertambangan antara lain:

  • Geologi Dasar
  • Matematika Teknik
  • Fisika Teknik
  • Kristalografi dan Mineralogi
  • Komputasi Tambang
  • Teknik Eksplorasi
  • Mekanika Teknik
  • Ekonomi Mineral
  • Metalurgi Umum
  • Teknik Reservoir

Prospek Lulusan Teknik Pertambangan

Kuliah di jurusan Teknik Pertambangan ini bisa jadi langkah awal untuk mengenal dunia pertambangan dengan lebih menyeluruh dan berkarier di dunia pertambangan. Lulusan Teknik Pertambangan bisa berkarir di industri tembaga, batu bara, emas, timah, besi, nikel, dan lain sebagainya. Selain itu, lulusan Teknik Pertambangan juga bisa meniti karir di industri lainnya, seperti industri alat berat, semen, maupun pembangkit listrik. Atau bisa juga berkarir di Kementerian ESDM sebagai inspektur, analis eksplorasi dan eksploitasi, analis pengembangan infrastruktur, serta analis ketenagalistrikan. Kemudian, lulusan Teknik Pertambangan juga bisa berkarier di bidang sains dan penelitian sebagai peneliti maupun akademisi.

Universitas di Indonesia yang Memiliki Jurusan Teknik Pertambangan

  1. Institut Teknologi Bandung
  2. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
  3. Universitas Sriwijaya
  4. Universitas Hasanuddin
  5. Universitas Trisakti
  6. Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
  7. Universitas Muslim Indonesia
  8. Universitas Teknologi Adhi Tama Surabaya
  9. Universitas Pejuang Republik Indonesia
  10. Universitas Syiah Kuala
  11. Universitas Islam Bandung
  12. Universitas Negeri Padang
  13. Sekolah Tinggi Teknologi Nasional
  14. Universitas Cenderawasih

Skill yang dibutuhkan

Beberapa keterampilan atau skill yang wajib dimiliki sebelum masuk jurusan Teknik Pertambangan antara lain yakni kemampuan observasi, ketekunan dan ketelitian yang tinggi, kemampuan problem-solving yang baik, kemampuan teamwork yang baik, kemampuan untuk berpikir kritis dan rasional, kemampuan analisis yang baik, serta kemampuan mengambil keputusan dengan tepat. Calon mahasiswa jurusan Teknik Pertambangan bisa mulai membangun keterampilan-keterampilan tersebut dari sekarang dan terus mengembangkannya saat di bangku kuliah nanti. Karena, skill-set tersebut juga akan tetap dibutuhkan ketika kamu sudah lulus dan terjun ke dunia kerja nantinya.


Sumber: edukasi.sindonews.com

Selengkapnya
Pemahaman tentang Jurusan Teknik Pertambangan dan Prospek Karirnya yang Cerah

Pertambangan dan Perminyakan

Menyelusuri Jurusan Teknik Pertambangan dan Prospek Karir yang Menggiurkan

Dipublikasikan oleh Sirattul Istid'raj pada 27 Maret 2025


Jurusan Teknik Pertambangan yang mulai banyak dibuka di perguruan tinggi Indonesia adalah jurusan kuliah yang mendidik mahasiswanya untuk mengetahui proses penambangan mineral dan batu berharga. Dengan kayanya sumber daya alam yang bisa ditambang di Indonesia, lulusan jurusan ini memiliki segudang potensi kerja yang bisa dieksplorasi.

Melansir laman Ruang Guru di ruangguru.com, Selasa (30/11/2021) Teknik Pertambangan adalah salah satu cabang dari disiplin ilmu teknik yang berfokus pada ilmu-ilmu tentang eksplorasi dan eksploitasi bahan galian atau sumber daya mineral dan batubara. Sumber daya mineral sendiri, contohnya antara lain emas, perak, aluminium, besi, dan sebagainya.

Pada program studi Teknik Pertambangan ini, mahasiswanya akan mempelajari berbagai proses terkait pertambangan. Proses-proses pertambangan terdiri atas kegiatan penyelidikan umum (prospeksi), eksplorasi penambangan, pengolahan bahan tambang (eksploitasi), pengangkutan, hingga pemasaran hasil tambang.

Seperti yang telah diketahui, bumi Indonesia menyimpan kekayaan alam berupa bahan tambang yang sangat melimpah. Khususnya di Indonesia, bahan tambang berupa logam mulia dan batu bara sangat banyak tersimpan di dalam tanah. Oleh karena itu, Indonesia banyak membutuhkan lulusan Teknik Pertambangan untuk dapat mengolah dan mengelola bahan tambang tersebut dengan baik.

Mata Kuliah Jurusan Teknik Pertambangan

Jurusan Teknik Pertambangan banyak mempelajari ilmu geologi, geofisika, pengolahan mineral dan metalurgi, serta berbagai macam disiplin ilmu lain yang berkaitan dengan tambang. Dilihat dari mata kuliahnya, kamu akan banyak bersinggungan dengan Matematika dan Fisika,

Beberapa mata kuliah yang dipelajari oleh mahasiswa jurusan Teknik Pertambangan antara lain:

  1. Geologi Dasar
  2. Matematika Teknik
  3. Fisika Teknik
  4. Kristalografi dan Mineralogi
  5. Komputasi Tambang
  6. Teknik Eksplorasi
  7. Mekanika Teknik
  8. Ekonomi Mineral
  9. Metalurgi Umum
  10. Teknik Reservoir

Prospek Kerja Jurusan Teknik Pertambangan

Kuliah di jurusan Teknik Pertambangan ini bisa jadi langkah awal untuk mengenal dunia pertambangan dengan lebih menyeluruh dan berkarier di dunia pertambangan. Lulusan Teknik Pertambangan bisa berkarier di industri tembaga, batu bara, emas, timah, besi, nikel, dan lain sebagainya. Selain itu, lulusan Teknik Pertambangan juga bisa meniti karier di industri lainnya, seperti industri alat berat, semen, maupun pembangkit listrik. Atau bisa juga berkarier di Kementerian ESDM sebagai inspektur, analis eksplorasi dan eksploitasi, analis pengembangan infrastruktur, serta analis ketenagalistrikan. Kemudian, lulusan Teknik Pertambangan juga bisa berkarier di bidang sains dan penelitian sebagai peneliti maupun akademisi.

Universitas di Indonesia yang Memiliki Jurusan Teknik Pertambangan:

  1. Institut Teknologi Bandung
  2. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
  3. Universitas Sriwijaya
  4. Universitas Hasanuddin
  5. Universitas Trisakti
  6. Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
  7. Universitas Muslim Indonesia
  8. Universitas Teknologi Adhi Tama Surabaya
  9. Universitas Pejuang Republik Indonesia
  10. Universitas Syiah Kuala
  11. Universitas Islam Bandung
  12. Universitas Negeri Padang
  13. Sekolah Tinggi Teknologi Nasional
  14. Universitas Cenderawasih

Skill yang Dibutuhkan di Jurusan Teknik Pertambangan

Beberapa keterampilan atau skill yang wajib dimiliki sebelum masuk jurusan Teknik Pertambangan antara lain yakni kemampuan observasi, ketekunan dan ketelitian yang tinggi, kemampuan problem-solving yang baik, kemampuan teamwork yang baik, kemampuan untuk berpikir kritis dan rasional, kemampuan analisis yang baik, serta kemampuan mengambil keputusan dengan tepat.

Calon mahasiswa jurusan Teknik Pertambangan bisa mulai membangun keterampilan-keterampilan tersebut dari sekarang dan terus mengembangkannya saat di bangku kuliah nanti. Karena, skill-set tersebut juga akan tetap dibutuhkan ketika kamu sudah lulus dan terjun ke dunia kerja nantinya.


Sumber: edukasi.okezone.com

Selengkapnya
Menyelusuri Jurusan Teknik Pertambangan dan Prospek Karir yang Menggiurkan

Pertambangan dan Perminyakan

Mengupas Sejarah dan Perkembangan Konstruksi Bawah Tanah

Dipublikasikan oleh Sirattul Istid'raj pada 27 Maret 2025


Konstruksi bawah tanah melibatkan pembangunan terowongan, poros, ruang, dan lorong di bawah permukaan bumi. Hal ini juga dapat merujuk pada setiap pekerjaan konstruksi yang dilakukan di bawah permukaan tanah dalam proyek bangunan tradisional.

Sejarah singkat

Neanderthal dikenal melakukan konstruksi bawah tanah, meskipun metode mereka dianggap kurang maju dibandingkan dengan manusia. Bukti situs konstruksi Neanderthal di Prancis berasal dari tahun 174.000 SM, mendahului situs-situs manusia. Konstruksi bawah tanah awal manusia kemungkinan besar dimulai dengan penghuni gua prasejarah yang ingin memperluas ruang hidup mereka. Tujuan dari banyak struktur bawah tanah kuno, seperti erdstall yang ditemukan di seluruh Eropa, masih menjadi misteri. Sepanjang sejarah, berbagai peradaban mempraktikkan konstruksi bawah tanah, sering kali menggunakan arsitektur potongan batu. Di pusat-pusat kota kuno, ruang bawah tanah berfungsi sebagai tempat pemakaman, menawarkan perlindungan dari penjajah, dan memfasilitasi utilitas publik awal.

Penggunaan mesiu dalam konstruksi bawah tanah pertama kali tercatat di Prancis pada tahun 1681. Penemuan dinamit, bor bertenaga uap, dan bor udara bertekanan pada abad ke-18 merevolusi industri ini. Abad ke-19 menyaksikan kemajuan dalam teknik terowongan perisai, yang meningkatkan keamanan dalam konstruksi bawah tanah berbasis tanah. Seiring dengan percepatan urbanisasi, kota-kota membutuhkan infrastruktur bawah tanah yang luas, termasuk saluran pembuangan, sistem air, kereta bawah tanah, dan ruang komersial. Pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, kemajuan otomatisasi dan rekayasa geoteknik memungkinkan proyek konstruksi bawah tanah yang lebih besar dan lebih ambisius.

Upaya arkeologi di kota-kota besar sering kali membutuhkan teknik konstruksi bawah tanah untuk menggali tanpa mengganggu bangunan yang ada. Museum bawah tanah telah didirikan untuk melestarikan struktur bersejarah secara in situ, tanpa mengubah bangunan yang signifikan di atas tanah. Selain itu, penemuan arkeologi sering kali muncul selama proyek konstruksi bawah tanah.

Keamanan dan Regulasi

Konstruksi bawah tanah menghadirkan berbagai risiko dan tantangan, mirip dengan konstruksi tradisional dan praktik penambangan. Pekerja konstruksi bawah tanah sering kali bekerja dalam kondisi pencahayaan redup dan lingkungan berbahaya, sehingga menghadapi risiko seperti paparan kontaminan, kebakaran, dan ledakan. Pada tahun 1971, Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OSHA) di Amerika menerapkan peraturan khusus untuk konstruksi bawah tanah. Meskipun OSHA mengawasi konstruksi bawah tanah oleh perusahaan dan lembaga federal, OSHA tidak mengatur aktivitas konstruksi bawah tanah yang berkaitan dengan pertambangan. Meskipun merupakan salah satu industri paling berbahaya secara global, konstruksi bawah tanah secara bertahap meningkatkan standar keselamatannya, terutama dengan otomatisasi pada tugas-tugas yang paling berbahaya.

Konstruksi terowongan

Pembangunan terowongan, struktur bawah tanah buatan manusia yang paling umum, telah dilakukan melalui berbagai metode sejak zaman kuno.


Konstruksi potong-dan-tutup Paris Métro di Prancis.

Konstruksi militer

Sepanjang sejarah, beragam benteng pertahanan berada di bawah tanah sepenuhnya atau sebagian. Kemunculan fasilitas militer bawah tanah modern, yang terutama dirancang untuk menahan serangan udara, terjadi selama Perang Dunia Kedua dan era sebelum perang. Nazi Jerman secara khusus memindahkan sebagian besar industri militernya ke bawah tanah selama tahap akhir Perang Dunia II, memanfaatkan kerja paksa yang mengakibatkan banyak korban jiwa di antara para tahanan dan budak yang terlibat dalam konstruksi.

Selama Perang Dingin, dua jenis struktur bawah tanah baru muncul: silo rudal yang dibangun oleh kekuatan nuklir, dan bunker perlindungan kepemimpinan yang dibangun oleh kekuatan dunia sebagai tanggapan atas meningkatnya ketegangan. Contoh penting dari yang terakhir termasuk Kompleks Gunung Cheyenne, Metro-2, dan Kota Bawah Tanah di Beijing.


Disadur dari: en.wikipedia.org

Selengkapnya
Mengupas Sejarah dan Perkembangan Konstruksi Bawah Tanah

Pertambangan dan Perminyakan

Program Studi Sarjana Teknik Geofisika

Dipublikasikan oleh Muhammad Armando Mahendra pada 21 Maret 2025


Teknik Geofisika adalah ilmu yang mempelajari aspek-aspek fisik dan dinamik bumi, lalu bagaimana melakukan pengukuran dan melakukan pemrosesan data mengenai gejala-gejala alam tersebut. Pada Teknik Geofisika dikembangkan teknologi untuk pemanfaatan sumber daya bumi dan lingkungan alam, selain itu teman-teman akan belajar pula tentang mitigasi bencana kebumian.
Pada program studi Teknik Geofisika terdapat empat kelompok besar studi yaitu eksplorasi sumberdaya bumi; reservoarimaging dan pengolahan data; dan teknik dan lingkungan.


Berbagai hal yag menarik kerapkali terjadi pada bagian bumi tanpa kita sadari. Contohnya saja, lempengan-lempengan pembentuk bumi ini ternyata tidak statis, tapi bergerak dan melakukan pergeseran secara pelan-pelan. Kita memang tidak menyadarinya karena pergeserannya yang sangat tidak kentara, tapi setiap tahun ternyata ada perubahan posisinya. Lalu kenapa ada daerah di bumi yang dinyatakan rawan gempa dan kenapa ada yang tidak. Bagaimana persebaran titik-titik rawan gempa tersebut. Nah, pada program studi Teknik Geofisika inilah teman-teman akan mempelajari hal tersebut.


Selain belajar teoretis di dalam ruangan, teman-teman juga akan menghabiskan waktu di laboratorium. Ilmu-ilmu yang dipelajari pada prinsipnya adalah segala sesuatu yang menyangkut bumi dan bagian-bagian padatnya. Pada proses perkuliahannya teman-teman juga akan akrab dengan beberapa perangkat lunak yang akan membantu teman-teman dalam memodelkan gejala-gejala yang terjadi di bumi.


Saat terjadi bencana alam seperti gempa bumi, tanah longsor, patahnya lempengan kerak bumi seorang sarjana Teknik Geofisika adalah orang yang paling dicari, karena dengan keilmuannya seorang sarjana Teknik Geofisika akan mampu menentukan bagaimana mitigasi dari bencana alam tersebut.

Yang dimaksud dengan mitigasi adalah pencegahan dan usaha meminimalisir dampak-dampak negatif bencana alam tersebut. Karena sebagai manusia kita tidak mampu menolak terjadinya, namun kita mampu mengusahakan sarana-sarana pendukung untuk meminimalisir dampaknya saja.

ROSPEK KERJA

Seorang sarjana Teknik Teknik Geofisika memiliki prospek kerja yang sangat luas di dalam maupun di luar negeri, antara lain:

Instansi Pemerintah:

  • Pertamina
  • Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (Direktorat Volkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi)
  • Departemen Pekerjaan Umum
  • BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika)
  • BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional)

Swasta:

Bidang eksplorasi, eksploitasi, akuisisi data, pemrosesan data Teknik Geofisika, konsultan, dsb. misalnya di beberapa perusahaan seperti :

  • Caltex Pacific Indonesia
  • Elnusa Geosains
  • Medco Energy
  • UNOCAL
  • British Petroleum
  • PT Freeport Indonesia
  • Geoservices
  • Schlumberger
  • Total Energy

 

Sumber: fttm.itb.ac.id

 

Selengkapnya
Program Studi Sarjana Teknik Geofisika
« First Previous page 2 of 23 Next Last »