Faktor Kunci Sukses dalam Digital Supply Chain: Panduan untuk Transformasi Rantai Pasok

Dipublikasikan oleh Dewi Sulistiowati

18 Februari 2025, 12.11

pexels.com

Artikel berjudul "Exploring the Key Factor Categories for the Digital Supply Chain" oleh Chelinka Rafiesta Sahara, Jemica Damar Elyanto Paluluh, dan Ammar Mohamed Aamer, membahas tentang identifikasi dan klasifikasi faktor-faktor penting bagi organisasi yang ingin beralih dari rantai pasok tradisional ke rantai pasok digital (DSC). Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis untuk menganalisis artikel-artikel yang relevan.

 

  Latar Belakang dan Motivasi Penelitian 

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya fenomena DSC sebagai hasil dari kemajuan teknologi, kompleksitas, dan dinamika pasar yang kompetitif saat ini. Para peneliti telah menjelajahi keunggulan kompetitif dari beralih dari rantai pasok tradisional ke rantai pasok digital. Beberapa manfaat yang paling jelas termasuk integrasi rantai pasok fisik dengan teknologi digital, secara  real time , untuk mengoptimalkan kinerja organisasi melalui peningkatan visibilitas, responsivitas, ketahanan, dan resiliensi rantai pasok.

Namun, transformasi rantai pasok ini juga membawa serta sejumlah tantangan dan masalah yang dapat membuat organisasi "lebih rentan" dan "sumber kekacauan." Fenomena DSC masih dalam tahap awal penelitian akademik, dan tinjauan literatur masih "terfragmentasi." Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan faktor-faktor bagi organisasi untuk bermigrasi dari rantai pasok tradisional ke rantai pasok digital.

 

  Kerangka Teoretis 

Artikel ini membahas konsep-konsep kunci seperti  Supply Chain Management  (SCM), rantai pasok digital (DSC), digitalisasi, dan Industri 4.0. SCM melibatkan manajemen dan penciptaan nilai barang dan jasa dalam aliran rantai pasok. DSC muncul sebagai hasil dari kemajuan teknologi dan dinamika pasar yang kompetitif. Digitalisasi dan Industri 4.0 memainkan peran penting dalam transformasi rantai pasok.

 

  Metodologi Penelitian 

Dalam penelitian ini, para penulis menggunakan metode tinjauan literatur sistematis untuk menganalisis artikel-artikel yang sesuai dengan kriteria penelitian. Analisis konten terstruktur digunakan untuk meninjau 106 artikel berbahasa Inggris yang diterbitkan di jurnal  peer-review  dan terakreditasi dari tahun 2002 hingga 2019.

 

  Temuan Penelitian Utama 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa   integrasi rantai pasok, kolaborasi, koordinasi, strategi, teknologi & keterampilan pekerja, dan adaptabilitas   adalah di antara kategori faktor signifikan yang harus ditangani untuk menilai kesiapan suatu organisasi untuk mengadopsi rantai pasok digital.

      Integrasi Rantai Pasok (36.58%):   Integrasi rantai pasok sangat penting untuk memastikan kelancaran aliran informasi dan material di seluruh rantai pasok.

      Kolaborasi (14.63%):   Kolaborasi antara berbagai pihak yang terlibat dalam rantai pasok, seperti pemasok, produsen, dan pelanggan, penting untuk mencapai tujuan bersama.

      Koordinasi (17.07%):   Koordinasi yang efektif antara berbagai kegiatan rantai pasok, seperti perencanaan, pengadaan, produksi, dan distribusi, penting untuk mengoptimalkan kinerja rantai pasok.

      Strategi (4.87%):   Strategi rantai pasok harus selaras dengan strategi bisnis perusahaan secara keseluruhan dan harus mendukung pencapaian tujuan perusahaan.

      Teknologi & Keterampilan Pekerja (19.51%):   Adopsi teknologi digital dalam rantai pasok memerlukan pekerja yang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menggunakan teknologi tersebut secara efektif.

      Adaptabilitas (7.31%):   Rantai pasok harus adaptif terhadap perubahan lingkungan bisnis, seperti perubahan permintaan pelanggan, gangguan pasokan, dan inovasi teknologi.

 

  Studi Kasus dan Angka-Angka 

Penelitian ini tidak menyajikan studi kasus atau angka-angka spesifik. Namun, tinjauan literatur sistematis memberikan gambaran komprehensif tentang faktor-faktor kunci untuk digitalisasi rantai pasok berdasarkan penelitian yang ada.

 

  Implikasi Teoretis dan Manajerial 

 

Penelitian ini memberikan implikasi teoretis dan manajerial yang signifikan. Secara teoretis, penelitian ini mengidentifikasi dan mengklasifikasikan faktor-faktor kunci untuk digitalisasi rantai pasok, yang dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian lebih lanjut. Secara manajerial, penelitian ini memberikan panduan bagi organisasi yang ingin mengadopsi rantai pasok digital.

 

  Keterbatasan dan Penelitian Mendatang 

Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, penelitian ini hanya berfokus pada artikel-artikel yang diterbitkan dalam jurnal  peer-review  dan terakreditasi, yang mungkin tidak mencakup semua penelitian yang relevan. Kedua, penelitian ini tidak memberikan analisis mendalam tentang hubungan antara berbagai faktor kunci. Penelitian mendatang dapat mengatasi keterbatasan ini dengan menggunakan metode penelitian yang berbeda dan dengan menyelidiki hubungan antara berbagai faktor kunci.

 

  Kesimpulan 

Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi rantai pasok, kolaborasi, koordinasi, strategi, teknologi & keterampilan pekerja, dan adaptabilitas adalah di antara kategori faktor signifikan yang harus ditangani untuk menilai kesiapan suatu organisasi untuk mengadopsi rantai pasok digital. Faktor-faktor ini dapat digunakan untuk menilai kesiapan suatu organisasi, dan sebagai panduan umum untuk menerapkan rantai pasok digital.

 

  Referensi : Sahara, C. R., Paluluh, J. D. E., & Aamer, A. M. (2019). Exploring the Key Factor Categories for the Digital Supply Chain.  9th International Conference on Operations and Supply Chain Management, Vietnam .