Digital Supply Chain dan Smart Operations: Meningkatkan Nilai di Era Industri 4.0

Dipublikasikan oleh Dewi Sulistiowati

19 Februari 2025, 11.05

unplash.com

Bab 16 dari buku "Global Supply Chain and Operations Management: A decision-oriented introduction into the creation of value" yang berjudul "Digital Supply Chain, Smart Operations and Industry 4.0" oleh Dmitry Ivanov, Tsipoulanidis, A., dan Jörn Schönberger, membahas tentang digitalisasi rantai pasok dan manajemen operasi (SCOM) di era Industri 4.0. Bab ini memberikan pengantar yang berorientasi pada pengambilan keputusan untuk menciptakan nilai melalui teknologi digital dalam SCOM.

 

  Latar Belakang dan Motivasi Penelitian 

Bab ini dilatarbelakangi oleh pentingnya teknologi digital dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas rantai pasok. Para penulis menekankan bahwa rantai pasok saat ini sebaiknya didukung oleh teknologi digital yang mumpuni. Mereka juga menggarisbawahi perlunya memahami bagaimana teknologi digital dapat diterapkan untuk meningkatkan pengambilan keputusan dalam SCOM.

 

  Kerangka Teoretis 

Bab ini membahas konsep-konsep kunci seperti keunggulan SCOM, rantai pasok digital, operasi cerdas, dan Industri 4.0.

  •       Keunggulan SCOM:   Mengacu pada upaya perusahaan untuk mencapai kinerja terbaik dalam manajemen rantai pasok dan operasi.
  •       Rantai Pasok Digital:   Mengacu pada penggunaan teknologi digital untuk mengotomatiskan, mengoptimalkan, dan mengintegrasikan berbagai proses rantai pasok.
  •       Operasi Cerdas:   Mengacu pada penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi, fleksibilitas, dan responsivitas operasi.
  •       Industri 4.0:   Mengacu pada revolusi industri keempat yang ditandai dengan integrasi teknologi digital, fisik, dan biologis.

 

  Metodologi Penelitian 

Bab ini didasarkan pada tinjauan literatur dan analisis kasus. Para penulis membahas berbagai studi kasus dan contoh untuk mengilustrasikan bagaimana teknologi digital dapat diterapkan dalam SCOM.

 

  Temuan Penelitian Utama 

Bab ini mengidentifikasi berbagai teknologi digital yang dapat diterapkan dalam SCOM, termasuk: 

  • Big Data Analytics:   Untuk menganalisis data rantai pasok dan mengidentifikasi tren dan pola.
  • Digital Twin:   Untuk membuat model virtual rantai pasok dan mensimulasikan berbagai skenario.
  •  eProcurement:   Untuk mengotomatiskan proses pengadaan.   
  • Supplier Collaboration Portals:   Untuk memfasilitasi kolaborasi dengan pemasok.
  • Blockchain:   Untuk meningkatkan transparansi dan ketertelusuran rantai pasok.
  • Robotic Process Automation (RPA) dan Artificial Intelligence (AI) dalam Procurement:   Untuk mengotomatiskan tugas-tugas rutin dan meningkatkan pengambilan keputusan.
  •       3D Printing dan Additive Manufacturing:   Untuk memproduksi barang sesuai permintaan dan mengurangi biaya inventaris.
  •       Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR):   Untuk meningkatkan pelatihan dan pemeliharaan.
  •       Robotika:   Untuk mengotomatiskan tugas-tugas fisik.
  •       Drones atau Unmanned Aerial Vehicles (UAV):   Untuk pengiriman barang.
  •       Smart Driverless Transportation Systems:   Untuk mengotomatiskan transportasi.
  •       Smart Forklifts, Pallet Movers, and Cranes:   Untuk mengotomatiskan penanganan material.

 

  Studi Kasus dan Angka-Angka 

Bab ini menyajikan studi kasus   SupplyOn  , sebuah platform SCM yang menghubungkan lebih dari 2.500 hubungan pelanggan/pemasok di industri kedirgantaraan. SupplyOn menggunakan sensor untuk memantau kondisi dan posisi suku cadang selama pengiriman, memungkinkan identifikasi gangguan rantai pasok dan deteksi kerusakan material secara dini. Dengan menggunakan platform ini, perusahaan dapat meningkatkan visibilitas, mengurangi waktu tunggu, dan mengoptimalkan proses penerimaan barang.

 

  Potensi Kualitatif dan Kuantitatif Teknologi Digital dalam SCOM 

Bab ini juga membahas potensi kualitatif dan kuantitatif teknologi digital dalam SCOM.

  •       Peningkatan Kualitatif:   Peningkatan visibilitas, responsivitas, fleksibilitas, dan kolaborasi.
  •       Potensi Kuantitatif:   Pengurangan biaya, peningkatan efisiensi, dan peningkatan pendapatan.

 

  Kemungkinan Hambatan dan Keterbatasan SCOM Digital 

Para penulis juga mengakui adanya hambatan dan keterbatasan dalam menerapkan SCOM digital, termasuk biaya implementasi yang tinggi, kurangnya keterampilan dan pengetahuan, serta masalah keamanan dan privasi.

 

  Implikasi Teoretis dan Manajerial 

Bab ini memberikan implikasi teoretis dan manajerial yang signifikan. Secara teoretis, bab ini mengintegrasikan berbagai konsep dan teori terkait dengan SCOM, teknologi digital, dan Industri 4.0. Secara manajerial, bab ini memberikan panduan praktis bagi perusahaan yang ingin mengadopsi teknologi digital dalam SCOM mereka.

 

  Keterbatasan dan Penelitian Mendatang 

Para penulis mengakui bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengatasi hambatan dan keterbatasan SCOM digital dan untuk mengembangkan strategi implementasi yang efektif.

 

  Kesimpulan 

Bab ini menyimpulkan bahwa teknologi digital memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas SCOM. Namun, implementasi teknologi digital memerlukan perencanaan yang cermat, investasi yang signifikan, dan komitmen dari seluruh organisasi.

 

  Sumber Artikel: 

Ivanov D., Tsipoulanidis, A., Schönberger, J. (2019) Digital Supply Chain, Smart Operations and Industry 4.0. In: Global Supply Chain and Operations Management: A decision-oriented introduction into the creation of value, Springer Nature, Cham, 2nd Ed.