Pendahuluan
Dalam industri e-commerce yang semakin kompetitif, kecepatan pengiriman menjadi faktor utama yang mempengaruhi kepuasan pelanggan dan daya saing bisnis. Same-Day Delivery (SDD) muncul sebagai solusi inovatif untuk memenuhi ekspektasi pelanggan yang menginginkan fleksibilitas dan kecepatan dalam layanan pengiriman. Namun, implementasi SDD tidak hanya berdampak pada tingkat layanan, tetapi juga pada keberlanjutan dan biaya operasional perusahaan.
Penelitian ini menganalisis integrasi opsi SDD dalam rantai pasok e-commerce dengan studi kasus Beerwulf, perusahaan ritel bir yang beroperasi di 10 negara Eropa. Dengan fokus pada pasar Amsterdam dan London, penelitian ini mengevaluasi dampak layanan SDD dari tiga aspek utama: tingkat layanan, keberlanjutan, dan biaya operasional.
Tantangan dalam Implementasi Same-Day Delivery
- Tingkat Permintaan yang Tidak Stabil
- SDD bergantung pada volume pesanan harian yang dapat bervariasi drastis.
- Jika permintaan terlalu rendah, biaya operasional meningkat karena kapasitas kendaraan tidak terpakai secara optimal.
- Jika permintaan terlalu tinggi, keterbatasan kapasitas kendaraan menyebabkan keterlambatan dan kompensasi pelanggan.
- Dampak Keberlanjutan
- SDD membutuhkan kendaraan dengan mobilitas tinggi, yang dapat meningkatkan jejak karbon jika tidak dikelola dengan baik.
- Model optimasi rute diperlukan untuk meminimalkan emisi CO₂ per pesanan.
- Biaya Operasional Tinggi
- SDD sering kali lebih mahal dibandingkan pengiriman standar karena membutuhkan armada khusus dan pengelolaan rute yang lebih kompleks.
- Biaya tetap per kendaraan yang tidak diimbangi oleh volume pesanan dapat menyebabkan kerugian finansial.
Metode Penelitian dan Model Simulasi
1. Pendekatan Simulasi untuk Evaluasi Kinerja SDD
Penelitian ini menggunakan pendekatan simulasi berbasis Discrete Event Simulation (DES) untuk mengevaluasi performa SDD dalam berbagai skenario permintaan. Model simulasi ini mempertimbangkan faktor-faktor seperti:
- Volume pesanan harian
- Kapasitas kendaraan pengiriman
- Biaya operasional per pesanan
- Dampak emisi karbon per pengiriman
Studi ini dilakukan di dua pasar utama Beerwulf: Amsterdam (Belanda) dan London (Inggris), dengan perbedaan struktur logistik sebagai faktor pembanding.
2. Desain Eksperimen dan Parameter Simulasi
Peneliti membangun delapan skenario simulasi untuk masing-masing kota, mencakup dua periode permintaan utama:
- Periode permintaan tinggi – Lonjakan pesanan selama akhir pekan atau musim liburan.
- Periode permintaan rendah – Hari biasa dengan volume pesanan yang lebih sedikit.
Hasil simulasi dibandingkan dengan metrik kinerja utama (KPI) yang mencakup:
- Tingkat layanan (Service Level) – Persentase pengiriman yang berhasil dalam waktu yang dijanjikan.
- Keberlanjutan (Carbon Footprint) – Emisi CO₂ per pesanan dibandingkan dengan metode pengiriman standar.
- Profitabilitas (Cost per Order) – Biaya operasional per pesanan berdasarkan volume dan efisiensi armada.
Hasil Penelitian: Efektivitas Same-Day Delivery dalam E-Commerce
1. Dampak pada Tingkat Layanan
- Pada skenario permintaan tinggi, SDD gagal mencapai efisiensi optimal karena:
- Kapasitas kendaraan tidak cukup untuk menampung lonjakan pesanan.
- Terlalu banyak pesanan yang memerlukan kompensasi akibat keterlambatan.
- Pada skenario permintaan rendah, tingkat layanan meningkat secara signifikan:
- Tingkat keberhasilan pengiriman mencapai 99,9% di Amsterdam dan 95,2% di London.
- Namun, rendahnya volume pesanan meningkatkan biaya per pesanan.
2. Dampak Keberlanjutan
- Ketika jumlah pesanan rendah, emisi karbon per pesanan meningkat karena kendaraan beroperasi dengan kapasitas tidak penuh.
- Di London, salah satu skenario menunjukkan bahwa integrasi SDD dapat menghasilkan margin positif sebesar €0,28 per pesanan dengan tingkat emisi yang lebih rendah dari perkiraan.
- Sebaliknya, dalam skenario lain, emisi CO₂ dari SDD tercatat 3,48 kali lebih tinggi dibandingkan metode pengiriman standar.
3. Dampak Finansial
- Dalam periode permintaan tinggi, biaya operasional SDD melonjak akibat tingginya biaya kompensasi pelanggan.
- Dalam periode permintaan rendah, biaya per pesanan mengalami kerugian antara €-22,3 hingga €-7,8 per pesanan karena kapasitas kendaraan tidak terisi penuh.
- Di beberapa kasus, pengiriman SDD bisa menghasilkan keuntungan kecil (€0,28 per pesanan) jika jumlah pesanan cukup untuk menutupi biaya tetap armada.
Studi Kasus: Implementasi Same-Day Delivery di Beerwulf
Amsterdam (Belanda)
- Model Pengiriman:
- Pesanan dikirim dari gudang Beerwulf ke pusat distribusi di Zaltbommel, lalu didistribusikan menggunakan van listrik ke pelanggan di Amsterdam.
- Batas cut-off waktu: 15.00
- Hasil Simulasi:
- Tingkat layanan mencapai 99,9% dalam skenario permintaan rendah.
- Namun, biaya operasional per pesanan masih lebih tinggi dibandingkan pengiriman standar.
London (Inggris)
- Model Pengiriman:
- Pesanan dari gudang di Birmingham dikirim ke pusat distribusi di London sebelum dikirim ke pelanggan.
- Batas cut-off waktu: 14.30
- Hasil Simulasi:
- Salah satu skenario menunjukkan bahwa SDD dapat menghasilkan keuntungan kecil (€0,28 per pesanan) jika volume cukup tinggi.
- Namun, pada skenario lain, biaya per pesanan lebih tinggi dibandingkan pengiriman standar.
Tantangan dan Rekomendasi dalam Implementasi SDD
1. Mengatasi Variabilitas Permintaan
Solusi:
- Menerapkan model prediksi berbasis AI untuk mengoptimalkan perencanaan kapasitas kendaraan.
- Menawarkan promosi SDD hanya pada hari-hari tertentu untuk meningkatkan volume pesanan.
2. Meningkatkan Keberlanjutan
Solusi:
- Menggunakan armada kendaraan listrik untuk mengurangi jejak karbon.
- Mengoptimalkan rute pengiriman untuk mengurangi jarak tempuh dan konsumsi energi.
3. Menurunkan Biaya Operasional
Solusi:
- Menetapkan biaya tambahan untuk SDD agar menutupi biaya tambahan operasional.
- Menggunakan model harga dinamis, di mana biaya SDD disesuaikan berdasarkan permintaan harian.
Kesimpulan
Implementasi Same-Day Delivery dalam industri e-commerce menawarkan manfaat dalam hal kepuasan pelanggan dan daya saing, tetapi memiliki tantangan dari sisi keberlanjutan dan biaya operasional.
✅ SDD efektif dalam meningkatkan tingkat layanan hingga 99,9% dalam kondisi tertentu.
✅ Namun, dalam banyak skenario, biaya operasional per pesanan lebih tinggi dibandingkan pengiriman standar.
✅ Keberlanjutan harus menjadi perhatian utama, dengan strategi pengurangan emisi dan optimasi rute pengiriman.
Keputusan untuk mengadopsi SDD harus mempertimbangkan keseimbangan antara biaya, keberlanjutan, dan kepuasan pelanggan, dengan pendekatan berbasis data dan simulasi.
Sumber Artikel:
Collot, C. (2022). Assessing the integration of same-day delivery option from the sustainable, financial, and service angles: a case study in the e-commerce sector. University of Twente.