Ilmu Pendidikan

Pengembangan profesional berkelanjutan

Dipublikasikan oleh Admin pada 28 Februari 2022


Pengembangan profesional berkelanjutan (bahasa InggrisContinuing Professional Development) merupakan proses pengembangan profesionalitas yang direncanakan dan dijalankan oleh individu itu sendiri. Perencanaan pengembangan profesional berkelanjutan membuat seseorang dapat melihat pengembangan karier dirinya dari sudut pandang yang lebih luas dan menantang individu tersebut untuk dapat membuat refleksi dan penilaian terhadap karier yang telah dijalani karena pada dasarnya setiap individu bertanggung jawab untuk dapat mengembangkan profesionalitasnya sendiri.[1]

Kebutuhan akan pengembangan profesional berkelanjutan didasari oleh pemikiran bahwa jaminan jangka panjang pada pekerjaan setiap individu tidak terletak pada organisasi tempat bekerja, namun lebih kepada tuntutan bahwa setiap individu harus memiliki pembaruan keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman. Oleh karena itu, pengembangan profesional berkelanjutan menuntut adanya rasa ingin tahu yang tinggi akan keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman baru dari setiap individu tersebut.[1]

Prinsip Dasar

Pengembangan profesional adalah proses berkelanjutan yang dilakukan sepanjang masa karier individu. Proses pengembangan tidak mungkin dilakukan sekali waktu pada awal karier, namun harus terus dilakukan secara kontinu. Saat ini perkembangan ilmu dan teknologi tidak terbatas dan makin terus berkembang sepanjang waktu, seperti hal tersebut, keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman juga harus terus disesuaikan dengan perkembangan zaman yang dinamis.[1]

Setiap individu bertanggung jawab untuk mengatur proses pengembangan dirinya dan wajib menetapkan kebutuhan pembelajaran yang ingin diraih, serta cara untuk memenuhi untuk kebutuhan tersebut. Masing - masing individu tidak memiliki batasan untuk menetapkan mimipi yang ingin diraih.

Hal yang sering menjadi penghambat yaitu terkadang telah ada pola yang terbentuk untuk melakukan sesuatu sebagaimana hal tersebut telah ditetapkan dan tidak terpikir untuk melampaui batasan, menciptakan inovasi baru, serta menetapkan jalur unik untuk mencapai tujuan.

Memiliki perencanaan pengembangan berkelanjutan dapat menuntun kita untuk aktif melangkah melakukan hal - hal baru supaya dapat mewujudkan mimpi yang telah ditetapkan. Pada saat awal karier, ada kemungkinan individu tidak mengetahui pilihan karier yang akan diambil karena cenderung mengikuti bentukan dari lingkungan seperti sekolah dan keluarga.

Mengetahui kebutuhan pembelajaran untuk pengembangan profesional berkelanjutan dapat membuat secara perlahan individu sadar akan apa yang dikehendaki dalam karier serta cara pilihan apa yang mungkin dapat dipilih.[1]

Keuntungan

Belakangan ini, manajemen organisasi semakin menyadari pentingnya pengembangan profesional berkelanjutan dikarenakan hal ini dapat menjaga motivasi individu untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman sehingga dapat membantu untuk membuat perencanaan karier individu di masa yang akan datang.[1]

Selengkapnya
Pengembangan profesional berkelanjutan

Ilmu Pendidikan

Pendidikan sepanjang hayat

Dipublikasikan oleh Admin pada 28 Februari 2022


Pendidikan Sepanjang Hayat adalah sebuah konsep yang menyatakan bahwa proses pendidikan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja tanpa dibatasi oleh usia.[1] Tujuan Pendidikan Seumur Hidup yaitu mengembangkan potensi manusia secara optimal dan menyelaraskan pendidikan wajib belajar dengan pengembangan kepribadian manusia.[2] 

Penerapan Pendidikan Sepanjang Hayat dapat dilakukan pada lingkungan rumah tangga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.[3] Melalui proses Pendidikan Sepanjang Hayat ini, manusia mampu meningkatkan kualitas kehidupannya secara berkesinambungan, mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi, serta mampu mengikuti perkembangan masyarakat dan budaya untuk menghadapi tantangan masa depan dan mengubahnya menjadi peluang.[4][5]

Konsep

Pendidikan Sepanjang Hayat dipahami sebagai sebuah konsep yang menyatakan bahwa proses pendidikan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja tanpa dibatasi oleh usia. Pendidikan Sepanjang Hayat bermakna bahwa di sepanjang kehidupan, manusia akan selalu membutuhkan proses pendidikan.

Konsep Pendidikan Sepanjang Hayat ini merupakan jawaban atas beragam bentuk dan variasi perubahan sosial dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.[1] Pendidikan Sepanjang Hayat mencakup konsep pedagogi dan andragogi.[6] 

Oleh karenanya, pendidikan diperoleh melalui pengalaman-pengalaman kehidupan yang telah dijalani. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan berlangsung sejak manusia dilahirkan hingga ia meninggal dunia.[2]

Pendidikan Sepanjang Hayat didasarkan pada pemikiran yang ditinjau dari aspek filosofis, psikofisis, sosial budayaekonomi, politik, dan aspek tekonologi. Dasar pemikiran ini menjadikan Pendidikan Sepanjang Hayat sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan manusia.[3] 

Dorongan untuk belajar sepanjang hayat telah dijadikan sebagai suatu kebutuhan. Kenyataan hidup sehari-hari memperlihatkan bahwa manusia belajar sepanjang hidupnya, meski dengan cara dan proses yang berbeda-beda. Proses Pendidikan Sepanjang Hayat dapat dilakukan melalui pendidikan formalpendidikan informal dan pendidikan nonformal.

Pelaksanaan Pendidikan Sepanjang Hayat berlangsung di lingkungankeluarga, lingkungan sekolah, lingkungan pekerjaan dan dalam lingkungan masyarakat.[4]

Tujuan

Tujuan Pendidikan Seumur Hidup adalah untuk mengembangkan potensi manusia secara optimal. Selain itu, Pendidikan Seumur Hidup juga bertujuan untuk menyelaraskan antara pendidikan wajib belajar dengan proses pengembangan kepribadian manusia yang bersifat berubah-ubah.[2]

Penerapan

Penerapan Pendidikan Sepanjang Hayat dapat dilakukan pada lingkungan rumah tangga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Tanggung jawab penyelenggaraan Pendidikan Sepanjang Hayat diemban bersama oleh keluarga, sekolah, dan pemerintah.[3] 

Konsep Pendidikan Sepanjang Hayat sesuai untuk diterapkan pada kehidupan manusia dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang pesat.[3] Pendidikan Sepanjang Hayat secara umum berlaku untuk semua manusia. Sedangkan secara khusus, Pendidikan Sepanjang Hayat dapat diterapkan dalam pendidikan baca tulispendidikan vokasipendidikan profesi, pendidikan inovasi, serta pendidikan kewargenegaraan[3]

Peran

Pendidikan Sepanjang Hayat memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk belajar sesuai dengan minat, usia, dan kebutuhan belajarnya. Kesempatan ini merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan untuk belajar di berbagai tempat dan kondisi. Kegiatan belajar tersebut dapat dilakukan secara berkelompok maupun perorangan.

Pembelajaran Sepanjang Hayat juga dapat meningkatkan kebermaknaan seseorang dalam kehidupan dirinya, keluarganya dan lingkungan masyarakatnya. Seseorang menjadi pribadi yang memiliki kemampuan untuk menjadi diri sendiri, bersikap mandiri, serta memiliki tujuan hidup yang jelas dan terarah.

Kebermaknaan ini berdampak pada sikap dan perilaku serta harapan yang lebih positif dari peserta didik bagi dirinya sendiri dan lingkungannya. Peserta didik menjadi pembelajar yang selalu optimis terhadap lingkungan dan masa depan.[6] 

Melalui proses Pendidikan Sepanjang Hayat ini, manusia mampu meningkatkan kualitas kehidupannya secara berkesinambungan, mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi, serta mampu mengikuti perkembangan masyarakat dan budaya untuk menghadapi tantangan masa depan dan mengubahnya menjadi peluang.[4] Pendidikan Sepanjang Hayat juga menjadi landasan berbagai usaha reformasi pendidikan, terutama pembaruan sistem persekolahan.[4]

Sumber: id.wikipedia.org

 

Selengkapnya
Pendidikan sepanjang hayat

Teknik Geofisika

Pakar Geofisika ITS Surabaya Buat Inovasi Alat Pendeteksi Dini Tsunami

Dipublikasikan oleh Admin pada 28 Februari 2022


Jakarta - Tiga pakar geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat inovasi alat pendeteksi dini tsunami yang memanfaatkan prinsip refleksi gelombang. Ketiga pakar dari Departemen Teknik Geofisika ITS tersebut itu yakni Dr Ir Amien Widodo MSi, Juan Pandu Gya Nur Rochman SSi MT, dan Kharis Aulia Alam ST.

Gagasan pembuatan instrumen bernama SENOPATI tersebut bermula sebagai respons kondisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana tsunami, seperti dikutip dari laman resmi ITS. Adapun SENOPATI merupakan akronim dari Sepuluh Nopember Pendeteksi Awal Tsunami.

Amien menuturkan, penelitian ini berlangsung sejak 2019 lalu dan terus dikembangkan hingga sekarang. Adapun tujuan perancangan instrumen ini, menurut Amien, yakni untuk membuat alat pendeteksi tsunami yang mudah diaplikasikan dan murah.

"Indonesia pada dasarnya memiliki sistem pendeteksi dini tsunami bernama Buoy. Sayangnya, kondisi instrumen tersebut saat ini hilang atau rusak karena ulah orang yang tidak bertanggung jawab," jelas Amien.

Amien menuturkan, SENOPATI bekerja dengan menggunakan prinsip refleksi gelombang. Adapun ketinggian dari muka air bisa diukur oleh sensor untuk mendeteksi datangnya tsunami.

"Karena tsunami itu menyebabkan air laut surut, jadi kita lihat kalau ada air surut di waktu tertentu itu tanda adanya peringatan dini terhadap tsunami," papar Amien, seperti dikutip dari situs resmi ITS, Jumat (11/6/2021).

Peneliti senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS ini menambahkan, prinsip yang digunakan pada refleksi gelombang diaplikasikan dalam dua sensor, yaitu sensor ultrasonik dan sensor doppler. Gelombang ultrasonik sendiri mampu mendapatkan jarak pemantul gelombang dengan menggunakan prinsip Time of Light atau ToF (metode yang digunakan untuk mengukur jarak antara sensor dan objek).

Ia menambahkan, sementara itu, sensor doppler memanfaatkan gelombang ultrasonik yang ditembakkan kepada objek dengan kemudian menghitung pergeseran frekuensi yang diterima sebagai nilai kecepatan benda bergerak.

"Jadi apabila ketinggian muka airnya surut dengan cepat, alat ini akan memberi tahu bahwa akan ada tanda-tanda terjadinya tsunami," kata Amien.

Terkait cara kerja SENOPATI, Amien mengatakan, alat akan memunculkan warna merah dan buzzer menyala mengirimkan peringatan evakuasi saat mengidentifikasi adanya penurunan ketinggian air dengan cepat.

Ia menambahkan, pada penelitian tersebut, parameter kecepatan surut masih menggunakan nilai sintetis yang menyesuaikan ukuran dari model uji yang digunakan. Artinya, model uji coba belum menggunakan nilai asli dari kejadian di lapangan.

Dosen Departemen Teknik Geofisika ITS ini menuturkan, rancang bangun alat masih terbatas pada skala laboratorium. Karenanya, kendala atau kekurangan yang ada pada SENOPATI masih belum menampakkan masalah signifikan.

Ia menambahkan, evaluasi terhadap SENOPATI akan terus dilakukan seiring dengan pengembangan dan ketika alat sudah bisa diterapkan secara langsung di lapangan atau di laut lepas. Harapannya, SENOPATI dapat dimasukkan ke dalam lingkup penelitian yang lebih detail oleh ITS dan bisa mendapat pendanaan lebih lanjut.

"Kami juga ingin membuat prototipe yang lebih baik dan diuji coba dengan ukuran yang lebih besar, sehingga kita bisa tahu keandalan dari alat ini," kata Amien.

Sumber: www.detik.com

 

Selengkapnya
Pakar Geofisika ITS Surabaya Buat Inovasi Alat Pendeteksi Dini Tsunami

Teknik Geofisika

Orasi Ilmiah Profesor Andri Dian Nugraha

Dipublikasikan oleh Admin pada 28 Februari 2022


Orasi ilmiah Prof. Andri Dian Nugraha dengan topik “Seismologi dan Tomografi Seismik untuk Memahami Struktur Bawah Permukaan di Zona Tektonik Aktif dan Gunungapi” pada Sabtu, 11 Desember 2021, Gedung Balai Pertemuan Ilmiah (BPI) ITB.

Seismologi adalah ilmu yang mempelajari pembangkitan, propagasi dan perekaman gelombang elastik yang melewati interior bumi. Penting pengembangan ilmu seimologi bagi kehidupan manusia yaitu antara lain

(1) mempelajari fenomena gempa, gunungapi dan tsunami,

(2) juga bagi sumber daya seperti minyak dan gas, geotermal, dll,

(3) dan untuk melakukan kontrol uji coba senjata nuklir.

Lanjutnya dijelaskan mengenai gelombang seismik, dibawah permukaan bumi terjadi suatu proses sesar/gempa bumi kemudian ketika terjadi proses gempa hal tersebut meradiasikan gelombang seismik ke semua arah, gelombang tersebut berbentuk seperti bola, kemudian gelombang seismik menjalar ke permukaan bumi dari sumber ke medium lalu terekam oleh station seismograf maka akan menghasilkan rekaman seismograf.

Screenshot 2021-12-22 100906

Wilayah Indonesia dikenal sebagai wilayah yang dikelilingi oleh empat lempeng tektonik utama di dunia yaitu Indo-Australian Plate, Eurasian Plate, Pacific Plate, Philippine Plate, dari hal tersebut mengakibatkan keadaan geologi yang komplek dan tektonik yang aktif, yang menjadi implikasinya adalah tingkat seismisitas di Indonesia dengan potensi sumber gempa relatif tinggi karena terdapat zona subduksi akibat dari pergerakan empat lempeng tersebut.

Sebagai implikasi lainnya dari aktifitas tektonik yang sangat komplek adalah Indonesia banyak terdapat jajaran Gunungapi Aktif sebanyak 127 (Sumber: PVMBG), sedangkan untuk Gunungapi yang aktif tetapi masih memiliki panas di dalamnya bisa dimanfaatkan untuk potensi sumber energi geotermal untuk membangkitkan listrik.

Screenshot 2021-12-22 101342

Kontribusi seismologi juga disebut Relokasi Hiposenter yang untuk memutahirkan lokasi hiposenter yang menggunakan model kecepatan Seismik 3-D dimana pada saat ini model tersebut banyak digunakan oleh rekan seismologi serta geofisika di Indonesia untuk melakukan kajian di wilayah-wilayah di Indonesia.

Selanjutnya Tomografi Seismik adalah suatu teknik untuk mencitrakan struktur 3-D bawah permukaan dalam bentuk properti fisis yang mempengaruhi propagasi kecepatan gelombang seismik ketika melewati medium seperti elastisitas, anelastisitas, parameter anisotropi dan densitas batuan.

Hal tersebut menggunakan data gelombang seismik yang dibangkitkan oleh gempa maupun dari proses ledakan. Lalu model seismic bawah permukaan memiliki peranan yang sangat penting dalam analisi litologi bawah permukaan, rekahan, temperatur, kandungan fluida, material leburan dan struktur geologi.

Dijelaskan juga bahwa ilmu tomografi pertama berkembang dalam ilmu kedokteran untuk mengetahui sumber gelombang dan sumber penerima dimana lintasan gelombang apakah melewati medium kepala manusia. Dalam kedokteran dikenal dengan istilah Magnetic Resonance Imaging (MRI), Nuclear Magnetic Resonance (NMR), CT Scan, dan X-ray.

Kemudian para ilmu kebumian geofisika dan seismologi mengadopsi serta mengembangkan ilmu tersebut untuk melihat interior bumi. Jika sumber gelombang dilihat pada tomografi seismik seperti gempa, dinamit, palu, dan vibroseis dan penerimanya seismograf, geophone, dan accelerograf.

Screenshot 2021-12-22 101811

Beberapa hal yang dapat dipelajar dalam penentuan struktur interior bumi dari gelombang seismik yaitu (1) Waktu tempuh gelombang seismik (traveltimes), (2) Amplitudo gelombang seismik, (3) Ambient noise, (4) Waveform spectra, (5) Full waveform.

Sumber: fgb.itb.ac.id/

Selengkapnya
Orasi Ilmiah Profesor Andri Dian Nugraha

Perencanaan dan Pengembangan Wilayah

Regulasi dan Eksistensi Sepeda Sebagai Moda Transportasi

Dipublikasikan oleh Admin pada 28 Februari 2022


Pemerintah menerapkan berbagai kebijakan untuk meminimalisir kegiatan yang mengarah pada interaksi langsung dengan manusia dalam rangka mengurangi potensi penyebaran COVID-19. Salah satu bentuk kebijakan tersebut adalah penerapan kegiatan dari rumah, baik untuk bekerja maupun bersekolah. Kebijakan tersebut berimplikasi pada perubahan pola kebiasaan dan perilaku masyarakat salah satunya dalam berolahraga.

Keterbatasan akses pada ruang tertutup seperti fitness centre dan alokasi waktu yang menyebabkan maraknya kegiatan berolahraga di ruang ruang. Masyarakat juga semakin menyadari pentingnya melakukan olah raga untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan imunitas di masa pandemi COVID-19.

Salah satu olahraga favorit sebagian besar masyarakat saat ini adalah dengan bersepeda. Sebuah harian nasional edisi 6 Februari 2021 menyebutkan terjadinya peningkatan tren bersepeda selama pandemi. Strava, sebuah aplikasi untuk mengukur aktivitas fisik dan olahraga mencatat sepanjang 2020 terjadi aktivitas bersepeda di dunia sebesar 8,1 miliar mil, meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar 5,6 miliar mil.

Dari sisi perdagangan, data Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mencatat bahwa jumlah ekspor sepeda Indonesia pada Januari sampai November 2020 mencapai 103,37 juta dollar AS, atau setara 1,4 triliun rupiah. Jumlah ini meningkat sekitar 27,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 81,06 juta US Dollar.

Aktifitas bersepeda belakangan semakin marak, bukan hanya untuk berolahraga, namun juga untuk mendukung aktifitas sehari-hari, seperti bekerja dan berbelanja. Semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan moda sepeda semestinya dijadikan momentum untuk mendukung pengembangan transportasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Di sisi lain, keberadaan pesepeda di jalan raya seringkali tidak terjamin keselamatannya karena belum adanya fasilitas bersepeda yang layak, misalnya banyaknya ruas jalan yang belum memiliki lajur sepeda.

Terkait hal tersebut, Pemerintah baru-baru ini menerbitkan regulasi yang sangat mengedepankan nilai keselamatan pesepeda dalam berlalulintas. Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan, yang mulai diberlakukan bulan Agustus 2020.

Peraturan tersebut sangat positif bagi inovasi kebijakan di sektor transportasi, karena belum banyak kebijakan atau peraturan yang spesifik mengatur tentang sepeda. Sebelumnya peraturan yang ada lebih banyak mengatur mengenai kendaraan bermotor (mobil, sepeda motor) dan sangat sedikit mengatur kendaraan tidak bermotor termasuk sepeda.

Dalam regulasi tersebut diatur bagaimana mengupayakan ketertiban berlalu lintas dan keselamatan dalam penggunaan sepeda di jalan raya termasuk apa saja yang diwajibkan untuk dipenuhi dalam sebuah sepeda agar menunjang keselamatan pesepeda dan juga pengguna jalan yang lain.

Peraturan ini mendefinisikan sepeda sebagai kendaraan tidak bermotor yang dilengkapi dengan stang kemudi, sadel, dan sepasang pedal yang digunakan untuk menggerakkan roda dengan tenaga pengendara secara mandiri. Artinya secara detil definisi sepeda dijelaskan dengan penegasan bagaimana bentuk dan semua bagian dalam rangkaian sepeda.

Selanjutnya keselamatan menjadi tujuan utama dari pengaturan ini sebagai upaya penegasan penggunaan komponen persyaratan keselamatan bagi sepeda yang akan beroperasi di jalan. Kemudian terdapat pula pengaturan terkait dengan kewajiban dalam menyediakan fasilitas pendukung bagi para pesepeda.

Beberapa catatan positif terkait pemberlakuan regulasi ini adalah:

1) adanya pemenuhan hak bagi pesepeda baik di jalan, simpul transportasi, maupun tempat-tempat fasilitas umum,

2) terdapat kewajiban pemerintah untuk menyediakan fasilitas pendukung bagi pesepeda yang beroperasi di jalan hingga tingkatan kelas jalan yang paling rendah sesuai dengan tingkat kewenangannya,

3) terdapat penegasan adanya kewajiban bagi penyelenggara fasilitas umum untuk menyediakan parkir khusus untuk sepeda.

Namun demikian, terdapat beberapa catatan yang dapat menjadi bahan pembahasan lebih lanjut yaitu 1) inovasi teknologi seperti keberadaan sepeda listrik perlu diatur secara eksplisit, 2) konektivitas lajur sepeda dengan angkutan umum perlu didefinisikan dengan lebih spesifik.

Saat ini, keberadaan sepeda lipat (folding bike) berkembang cukup populer seharusnya dapat mendukung terwujudnya integrasi moda antara sepeda dan moda angkutan lainnya. Harapannya, keberadaan aturan terkait pesepeda ini dapat menjaga momentum bersepeda ini tetap terjaga.

Sumber: pustral.ugm.ac.id

 

Selengkapnya
Regulasi dan Eksistensi Sepeda Sebagai Moda Transportasi

Perencanaan dan Pengembangan Wilayah

Perencanaan transportasi

Dipublikasikan oleh Admin pada 28 Februari 2022


Perencanaan transportasi adalah suatu perencanaan kebutuhan prasarana transportasi seperti jalanterminalpelabuhan, pengaturan serta sarana untuk mendukung sistem transportasi yang efisien, aman dan lancar serta berwawasan lingkungan.

Proses perencanaan transportasi

Proses perencanaan transportasi

Diawali dengan identifikasi awal kenapa perencanaan diperlukan, dilanjutkan dengan pengumpulan informasi mengenai pola perjalanan melalui survai asal tujuan beserta pengumpulan data sekunder, modelling dan dilanjutkan dengan membuat perkiraan permintaan dimasa yang akan datang. Selanjutnya dirumuskan kebijakan untuk menghadapi masa yang akan datang dan sebagai tahapan terakhir adalah penyusunan rumusan rencana yang akan dikembangkan pada masa yang akan datang beserta jadwal waktunya.

Jangka waktu rencana

Cakrawala perencanaan dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  • Rencana jangka pendek
  • Rencana jangka menengah
  • Rencana jangka panjang

Sumber: id.wikipedia.org

 

Selengkapnya
Perencanaan transportasi
« First Previous page 862 of 865 Next Last »