Sustainable Supply Chain Management: Framework, Pengukuran Kinerja, dan Tren Masa Depan

Dipublikasikan oleh Dewi Sulistiowati

06 Maret 2025, 08.54

Pixabay.com

Pendahuluan

Dalam menghadapi tantangan lingkungan dan keberlanjutan, konsep Sustainable Supply Chain Management (SSCM) menjadi semakin penting bagi perusahaan di seluruh dunia. SSCM mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan kinerja ekonomi dalam seluruh rantai pasok.

Studi yang dilakukan oleh Anup Kumar, Santosh Kumar Shrivastav, Avinash K. Shrivastava, Rashmi Ranjan Panigrahi, Abbas Mardani, dan Fausto Cavallaro ini menyoroti peran teknologi digital dalam meningkatkan SSCM, serta mengusulkan framework pengukuran kinerja untuk mencapai keberlanjutan yang lebih baik.

Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan bibliometric analysis dan content analysis untuk menganalisis tren SSCM. Data yang digunakan berasal dari 543 artikel yang diambil dari database Scopus selama periode 2011-2022.

Penelitian ini meneliti hubungan antara SSCM, adopsi teknologi (Technology Adoption/TA), dan kinerja rantai pasok, serta mengidentifikasi kesenjangan dalam framework keberlanjutan yang ada.

Temuan Utama

1. SSCM dan Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Berkelanjutan

  • SSCM memiliki dampak langsung pada efisiensi operasional dan keberlanjutan lingkungan.
  • Industri 4.0 dan digitalisasi berperan besar dalam meningkatkan transparansi rantai pasok.
  • Framework pengukuran kinerja berbasis teknologi masih membutuhkan standar yang lebih jelas dan terstruktur.

2. Tren Digitalisasi dalam SSCM

  • IoT dan Blockchain meningkatkan transparansi dan akuntabilitas rantai pasok.
  • Big Data dan AI memungkinkan prediksi permintaan yang lebih akurat.
  • Automasi dan robotik mengurangi konsumsi energi dan limbah.

3. Studi Kasus: Implementasi SSCM dalam Industri

1. Walmart

  • Mengadopsi Blockchain dan IoT dalam rantai pasok untuk meningkatkan transparansi.
  • Pengurangan limbah plastik hingga 20% dengan optimasi logistik.

2. General Motors (GM)

  • Mengurangi jejak karbon hingga 35% dengan sistem manufaktur ramah lingkungan.
  • Menggunakan material daur ulang dalam produksi kendaraan.

3. Alibaba Cainiao Smart Logistics

  • Efisiensi penyimpanan meningkat 40% dengan sistem otomatis berbasis AI.
  • Waktu pemrosesan barang turun hingga 70%.

Keunggulan dan Tantangan dalam Implementasi SSCM

Keunggulan

Meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya produksi.
Mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan energi.
Memperkuat reputasi perusahaan sebagai bisnis ramah lingkungan.

Tantangan

Tingginya biaya investasi awal dalam teknologi keberlanjutan.
Kesulitan dalam menyusun framework pengukuran yang seragam.
Kurangnya tenaga ahli dalam pengelolaan rantai pasok digital.

Framework Pengukuran Kinerja SSCM

Penelitian ini mengusulkan framework SSCM yang mencakup tiga pilar utama:

1. Indikator Lingkungan

  • Jejak karbon dan konsumsi energi.
  • Pengelolaan limbah dan daur ulang.
  • Efisiensi rantai pasok berbasis IoT.

2. Indikator Sosial

  • Keamanan kerja dan tanggung jawab sosial.
  • Hubungan dengan pemasok dan komunitas.
  • Transparansi dalam rantai pasok.

3. Indikator Ekonomi

  • Efisiensi biaya dan produktivitas.
  • ROI dari investasi keberlanjutan.
  • Optimasi inventaris dan pengiriman.

Strategi Optimal untuk Implementasi SSCM

1. Mengadopsi Teknologi Digital untuk Pemantauan Kinerja

  • Big Data dan AI untuk analisis rantai pasok berbasis data real-time.
  • Blockchain untuk meningkatkan transparansi dan keamanan transaksi.

2. Meningkatkan Kolaborasi dalam Rantai Pasok

  • Kemitraan strategis dengan pemasok hijau untuk meningkatkan keberlanjutan.
  • Sistem insentif bagi pemasok yang menerapkan praktik ramah lingkungan.

3. Mengoptimalkan Desain Produk dan Proses Manufaktur

  • Menggunakan bahan daur ulang dan energi terbarukan dalam produksi.
  • Menerapkan ekonomi sirkular untuk mengurangi limbah.

Kesimpulan

Penelitian ini menegaskan bahwa Sustainable Supply Chain Management (SSCM) merupakan strategi kunci bagi perusahaan untuk meningkatkan daya saing sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dengan mengadopsi teknologi digital, optimasi rantai pasok, dan kolaborasi yang erat, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan mempercepat transisi ke ekonomi hijau.

Dalam era ekonomi sirkular dan industri 4.0, SSCM bukan lagi opsi, melainkan keharusan bagi perusahaan yang ingin bertahan dan berkembang.

Sumber : Anup Kumar, Santosh Kumar Shrivastav, Avinash K. Shrivastava, Rashmi Ranjan Panigrahi, Abbas Mardani, Fausto Cavallaro (2023). Sustainable Supply Chain Management, Performance Measurement, and Management: A Review. Sustainability, 15, 5290.