Supply Chain 4.0: Strategi Pengukuran Kinerja dan Implementasi Teknologi Industry 4.0

Dipublikasikan oleh Dewi Sulistiowati

05 Maret 2025, 10.41

Pixabay.com

Pendahuluan

Revolusi Industri 4.0 (I4.0) telah membawa perubahan signifikan dalam Supply Chain Management (SCM) dengan digitalisasi yang masif. Artikel ini mengulas kajian sistematis mengenai Supply Chain 4.0, mengidentifikasi bagaimana teknologi I4.0 berkontribusi dalam pengukuran kinerja rantai pasok. Studi ini menawarkan framework inovatif yang telah divalidasi melalui berbagai studi kasus di dunia nyata.

Transformasi Supply Chain Menuju Industry 4.0

Industri 4.0 pertama kali diperkenalkan di Jerman pada Hannover Messe 2011, menandai era produksi otomatis dan cerdas yang mampu berkomunikasi secara mandiri berbasis data real-time. Teknologi seperti IoT, AI, Big Data, dan Digital Twin telah merevolusi cara perusahaan mengelola rantai pasok, meningkatkan efisiensi, dan mengoptimalkan keputusan strategis.

Framework Supply Chain 4.0

Framework yang dikembangkan dalam studi ini mencakup empat dimensi utama:

  1. Procurement 4.0 – Integrasi teknologi dalam pemilihan pemasok dan pengelolaan persediaan.
  2. Manufacturing 4.0 – Automasi dan digitalisasi proses produksi.
  3. Logistics 4.0 – Pemanfaatan data real-time dalam perencanaan dan distribusi barang.
  4. Warehousing 4.0 – Optimalisasi gudang dengan sistem pintar berbasis IoT dan AI.

Studi Kasus: Implementasi Supply Chain 4.0

Studi ini memvalidasi framework melalui 10 perusahaan yang menerapkan teknologi I4.0 pada rantai pasoknya. Beberapa temuan penting:

  • Logistics 4.0 meningkatkan efisiensi transportasi dan pengiriman barang hingga 30%.
  • Procurement 4.0 menurunkan biaya persediaan hingga 20% dengan penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam pemilihan pemasok.
  • Warehousing 4.0 dengan sistem berbasis IoT dan robotik mempercepat proses pengelolaan gudang hingga 35%.

Keunggulan dan Tantangan

Keunggulan Supply Chain 4.0:
Efisiensi operasional lebih tinggi melalui otomatisasi.
Keputusan berbasis data meningkatkan akurasi prediksi permintaan.
Kolaborasi lebih erat antara pemasok dan distributor melalui platform berbasis cloud.

Tantangan dalam Implementasi:
Investasi awal yang tinggi dalam infrastruktur digital.
Keamanan data dan risiko siber yang perlu dikelola dengan baik.
Kurangnya tenaga kerja terampil dalam mengelola sistem berbasis I4.0.

Kesimpulan

Penerapan Supply Chain 4.0 menjadi strategi esensial bagi perusahaan yang ingin tetap kompetitif di era digital. Dengan pemanfaatan teknologi AI, IoT, Big Data, serta strategi kolaborasi rantai pasok berbasis cloud, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan mempercepat proses bisnis.

Sumber Artikel: Kannan Govindan, Devika Kannan, Thomas Ballegård Jørgensen, Tim Straarup Nielsen (2022). Supply Chain 4.0 performance measurement: A systematic literature review, framework development, and empirical evidence. Transportation Research Part E 164 (2022) 102725.