Strategi Optimal Mitigasi Risiko dalam Disrupsi Rantai Pasok: Pendekatan Simulasi dan Bayesian Optimization

Dipublikasikan oleh Dewi Sulistiowati

07 Maret 2025, 06.36

Pixabay.com

Pendahuluan

Dalam era globalisasi, rantai pasok perusahaan semakin rentan terhadap disrupsi yang terjadi secara tiba-tiba. Pandemi COVID-19, bencana alam seperti gempa Jepang 2011, serta gangguan lain seperti pemogokan buruh dan krisis bahan baku dapat berdampak besar pada kelangsungan operasional perusahaan.

Penelitian yang dilakukan oleh Steve Paul dari Iowa State University ini membahas bagaimana perusahaan dapat mengoptimalkan strategi mitigasi risiko rantai pasok menggunakan pendekatan simulasi berbasis Bayesian Optimization.

Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan Simulasi-Optimasi untuk mengidentifikasi strategi terbaik dalam menghadapi gangguan rantai pasok. Teknik yang digunakan:
Simulasi Monte Carlo → Untuk memprediksi skenario gangguan dan ketidakpastian.
Bayesian Optimization → Untuk menentukan strategi mitigasi yang paling efektif berdasarkan simulasi yang dilakukan.
Analisis Sensitivitas → Untuk menguji efektivitas strategi berdasarkan perubahan parameter penting, seperti inventaris, loyalitas pelanggan, dan probabilitas pemasok kembali beroperasi.

Temuan Utama

1. Pentingnya Mitigasi Risiko dalam Rantai Pasok

  • Ketidakpastian rantai pasok meningkat akibat bencana alam dan pandemi global.
  • Perusahaan perlu strategi berbasis data untuk mengurangi dampak disrupsi.
  • Manajemen inventaris dan diversifikasi pemasok adalah dua langkah utama yang dapat meningkatkan daya tahan rantai pasok.

2. Model Optimasi untuk Manajemen Risiko

Penelitian ini mengusulkan model berbasis Bayesian Optimization untuk memitigasi risiko rantai pasok dengan mempertimbangkan faktor berikut:
📌 Strategi Mitigasi Risiko

  • Memperbanyak persediaan bahan baku untuk mengurangi dampak gangguan rantai pasok.
  • Menggunakan pemasok alternatif jika pemasok utama mengalami gangguan.
  • Meningkatkan loyalitas pelanggan agar tidak beralih ke kompetitor selama gangguan terjadi.
  • Membantu pemasok kembali beroperasi lebih cepat dengan dukungan finansial dan operasional.

📌 Parameter Penting dalam Simulasi

  • Probabilitas pemasok kembali beroperasi setelah gangguan.
  • Anggaran yang tersedia untuk strategi mitigasi risiko.
  • Loyalitas pelanggan selama gangguan rantai pasok.

3. Studi Kasus: Simulasi Gangguan Rantai Pasok dalam Industri Manufaktur

Penelitian ini menggunakan studi kasus dari gempa Jepang 2011 yang mengganggu industri otomotif dan elektronik global.

📌 Industri Otomotif

  • Toyota dan Honda mengalami gangguan rantai pasok selama lebih dari 6 bulan.
  • Dengan strategi mitigasi yang optimal, perusahaan dapat mengurangi waktu pemulihan hingga 50%.

📌 Industri Elektronik

  • Krisis chip semikonduktor menyebabkan stagnasi produksi hingga 30%.
  • Perusahaan yang mengadopsi diversifikasi pemasok mampu mempertahankan 60% kapasitas produksi selama krisis.

Tantangan dalam Implementasi Model Optimasi

Kurangnya data historis yang akurat untuk simulasi risiko.
 Solusi: Menggunakan data real-time dari pemasok dan pasar global.

Tingginya biaya investasi dalam mitigasi risiko.
 Solusi: Mengalokasikan anggaran secara strategis berdasarkan analisis risiko dan return on investment (ROI).

Kompleksitas dalam memilih strategi mitigasi terbaik.
 Solusi: Menggunakan Bayesian Optimization untuk mengidentifikasi strategi paling efisien berdasarkan kondisi aktual perusahaan.

Strategi Optimal untuk Meningkatkan Ketahanan Rantai Pasok

Diversifikasi Pemasok

  • Memiliki pemasok alternatif di berbagai lokasi geografis.
  • Menerapkan kontrak fleksibel untuk menyesuaikan permintaan dan pasokan.

Optimalisasi Manajemen Inventaris

  • Menggunakan Just-in-Case (JIC) daripada Just-in-Time (JIT) dalam situasi berisiko tinggi.
  • Menyimpan stok cadangan bahan baku untuk mengantisipasi gangguan pasokan.

Meningkatkan Kecepatan Pemulihan Pemasok

  • Memberikan bantuan keuangan dan operasional agar pemasok bisa kembali beroperasi lebih cepat.
  • Menggunakan teknologi digital untuk memantau status pemasok secara real-time.

Kesimpulan

Penelitian ini menegaskan bahwa mitigasi risiko rantai pasok yang optimal dapat membantu perusahaan:
Mengurangi dampak gangguan rantai pasok hingga 50%.
Meningkatkan daya tahan terhadap disrupsi global.
Menjaga kepuasan pelanggan selama masa krisis.

Dengan menerapkan model berbasis simulasi dan Bayesian Optimization, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih efektif dalam menghadapi ketidakpastian rantai pasok.

Sumber : Steve Paul (2020). Optimizing Strategies to Mitigate Risk in a Supply Chain Disruption. Iowa State University.