Pendahuluan
Dalam era globalisasi, rantai pasok menghadapi berbagai risiko yang dapat menyebar secara cepat dan berdampak besar pada operasional bisnis. Penundaan pengiriman, bencana alam, serangan siber, hingga ketidakpastian kualitas adalah beberapa risiko utama dalam rantai pasok modern.
Studi ini, yang dilakukan oleh Jianlan Zhong dan Fu Jia, berfokus pada pemantauan risiko dalam rantai pasok menggunakan Graphic Evaluation and Review Technique (GERT) dan change-point control chart. Penelitian ini diterapkan pada industri otomotif DongNan, di mana lead-time delay menjadi risiko utama yang dapat menghambat produksi.
Metodologi Penelitian
Studi ini menggunakan pendekatan kombinasi dengan dua metode utama:
- Graphic Evaluation and Review Technique (GERT) untuk memodelkan jaringan penyebaran risiko dalam rantai pasok.
- Change-Point Control Chart untuk memantau keterlambatan pengiriman secara real-time dan mendeteksi titik perubahan dalam distribusi risiko.
Kasus yang dianalisis adalah rantai pasok otomotif DongNan, yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena keterlibatan banyak pemasok dan proses produksi.
Temuan Utama
1. Penyebaran Risiko dalam Rantai Pasok
- Efek Ripple dalam Supply Chain: Risiko dalam satu bagian rantai pasok dapat menyebar ke seluruh sistem, menyebabkan gangguan besar.
- Lead-Time Delay sebagai Faktor Kritis: Keterlambatan dalam satu tahap produksi dapat memperpanjang waktu pengiriman dan meningkatkan biaya produksi.
2. Penerapan GERT untuk Memetakan Risiko
- GERT membantu dalam memvisualisasikan jalur risiko dan memahami bagaimana keterlambatan menyebar dalam jaringan rantai pasok.
- Teknik ini memungkinkan perusahaan mengidentifikasi titik rawan yang memerlukan tindakan mitigasi segera.
3. Monitoring Risiko dengan Change-Point Control Chart
- Deteksi titik perubahan dalam keterlambatan pengiriman memungkinkan perusahaan mengambil tindakan sebelum dampaknya semakin luas.
- Change-point control chart terbukti akurasi tinggi dalam memprediksi keterlambatan, dengan akurasi deteksi hingga 94% dalam simulasi.
- Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa metode ini tetap stabil, meskipun terdapat kesalahan dalam estimasi parameter risiko.
4. Studi Kasus: Implementasi pada Industri Otomotif DongNan
Penelitian ini menerapkan model GERT dan change-point control chart pada DongNan Automotive, salah satu produsen otomotif terbesar di Tiongkok. Beberapa temuan utama:
- Lead-time delay mencapai 21 hari dalam skenario simulasi, menyebabkan gangguan produksi pada tahap berikutnya.
- Dengan change-point control chart, keterlambatan pengiriman dapat dideteksi lebih awal, sehingga langkah korektif dapat diterapkan lebih cepat.
- Pemantauan berbasis statistik meningkatkan deteksi risiko hingga 30% dibandingkan metode tradisional.
Keunggulan dan Tantangan
Keunggulan
✔ Akurasi tinggi dalam pemantauan risiko dengan metode berbasis data.
✔ Visualisasi jalur penyebaran risiko dengan GERT membantu pengambilan keputusan yang lebih cepat.
✔ Integrasi dengan sistem digital memungkinkan deteksi real-time dan mitigasi lebih efektif.
Tantangan
⚠ Implementasi memerlukan infrastruktur teknologi yang kuat seperti IoT dan AI.
⚠ Kompleksitas pemodelan GERT dapat menjadi kendala dalam rantai pasok multi-tier.
⚠ Perlu pelatihan bagi tim supply chain agar dapat menginterpretasikan hasil pemantauan dengan baik.
Strategi Optimal untuk Meningkatkan Monitoring Risiko Rantai Pasok
Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk mengoptimalkan monitoring risiko dalam rantai pasok:
1. Menggunakan Teknologi Digital untuk Monitoring Real-Time
- Integrasi IoT dan AI untuk mendeteksi risiko sejak dini.
- Penerapan Blockchain untuk meningkatkan transparansi dalam supply chain.
2. Mengimplementasikan Sistem Kontrol Berbasis Statistik
- Menggunakan change-point control chart untuk mendeteksi anomali dalam lead-time delay.
- Mengembangkan model prediksi keterlambatan berdasarkan pola historis data rantai pasok.
3. Meningkatkan Kolaborasi dan Transparansi Supply Chain
- Berbagi data dengan pemasok dan mitra bisnis untuk meningkatkan respons terhadap risiko.
- Menggunakan platform berbasis cloud agar semua pihak dapat mengakses informasi secara real-time.
4. Menyiapkan Protokol Respons Risiko yang Cepat
- Menentukan prosedur eskalasi risiko yang jelas dalam rantai pasok.
- Menyusun strategi mitigasi yang berbasis skenario, misalnya dengan diversifikasi pemasok atau peningkatan buffer stok.
Kesimpulan
Penelitian ini membuktikan bahwa integrasi GERT dan change-point control chart dapat meningkatkan efektivitas pemantauan risiko dalam rantai pasok. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat:
- Mendeteksi keterlambatan lebih awal, mengurangi dampak pada operasional.
- Meningkatkan efisiensi rantai pasok, mengurangi biaya akibat gangguan.
- Mengembangkan sistem yang lebih tangguh, dengan respons cepat terhadap risiko.
Dalam era supply chain yang semakin kompleks dan rentan terhadap gangguan, penerapan sistem monitoring berbasis data seperti ini menjadi sangat penting bagi perusahaan untuk tetap kompetitif dan responsif terhadap dinamika pasar.
Sumber : Jianlan Zhong, Fu Jia (2025). Supply Chain Risk Transmission Monitoring Based on Graphic Evaluation and Review Technique. Heliyon 11 (2025) e41462.