Statistical Process Control (SPC): Kunci Meningkatkan Kualitas dan Efisiensi Industri Modern

Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda

19 Maret 2025, 09.51

pexels.com

Pendahuluan: Di Mana Posisi SPC Saat Ini?

Dalam era persaingan bisnis yang semakin tajam, kualitas produk bukan hanya penentu kepuasan pelanggan, tetapi juga menjadi fondasi keberlangsungan perusahaan. Penelitian Sarah Isniah dan Humiras Hardi Purba menyajikan ulasan literatur komprehensif mengenai penerapan Statistical Process Control (SPC) sebagai metode pengendalian kualitas, dengan menyoroti peran strategisnya dalam meningkatkan efisiensi proses produksi.

Studi ini memetakan tren penelitian SPC dari 2015 hingga 2020, memberikan wawasan mendalam mengenai kontribusi metode ini dalam berbagai sektor industri, terutama manufaktur. Tidak hanya itu, penulis juga mengidentifikasi gap riset yang dapat dijadikan pijakan untuk penelitian lebih lanjut.

Mengenal SPC: Dari Teori ke Praktik

Apa Itu Statistical Process Control (SPC)?

SPC merupakan metode pengendalian kualitas berbasis statistik yang digunakan untuk memonitor proses produksi secara berkelanjutan. Awalnya diperkenalkan oleh Dr. Walter Shewhart pada 1920-an dan dipopulerkan oleh Dr. W. Edwards Deming di Jepang pasca-Perang Dunia II. SPC bertujuan membedakan variasi proses yang bersifat umum (common cause) dari variasi yang bersifat khusus (special cause).

Manfaat Utama SPC:

  • Mengurangi cacat produk (defect)
  • Meningkatkan efisiensi proses produksi
  • Mengurangi limbah produksi (waste elimination)
  • Meningkatkan keandalan dan kualitas produk

 

Metodologi Penelitian: Review Literatur yang Sistematis

Studi ini merupakan kajian literatur sistematis terhadap 1.270 artikel dari tahun 2016 hingga 2020. Melalui seleksi ketat, hanya 50 artikel yang memenuhi kriteria penelitian, dengan fokus pada aplikasi SPC di berbagai sektor.

Tahapan Review:

  1. Identifikasi Tujuan Penelitian
    Mengkaji gap penelitian SPC yang ada di literatur.
  2. Penentuan Protokol Analisis
    Mencakup teknik analisis, kriteria pemilihan studi, dan metode evaluasi kualitas.
  3. Penyaringan Literatur
    Hanya artikel relevan yang dilibatkan, untuk menjaga validitas.
  4. Analisis Kualitas Studi
    Penilaian kualitas dilakukan untuk memastikan kredibilitas sumber data.
  5. Integrasi Temuan
    Mengombinasikan analisis kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan gambaran menyeluruh.

 

Hasil dan Pembahasan: SPC di Industri Manufaktur dan Sektor Lainnya

Dominasi Manufaktur dalam Penerapan SPC

Sebagian besar penelitian yang dianalisis menunjukkan bahwa SPC paling banyak digunakan di industri manufaktur. Dari 50 artikel yang direview:

  • 18 penelitian fokus pada pengurangan defect
  • 15 penelitian berfokus pada peningkatan proses
  • 6 penelitian membahas peningkatan kualitas
  • 1 penelitian mengkaji pengurangan biaya produksi
  • 2 penelitian mencermati peningkatan profit

📌 Contoh Nyata:
Di industri otomotif, Godina et al. (2016) menunjukkan bahwa penerapan SPC mampu menurunkan tingkat cacat produk hingga 25% dalam enam bulan pertama implementasi【205】.

 

Aplikasi SPC di Sektor Non-Manufaktur

Selain manufaktur, SPC juga mulai diterapkan di sektor kesehatan, pendidikan, dan jasa. Namun, jumlah penelitian masih terbatas:

  • 2 jurnal menunjukkan peningkatan kualitas layanan kesehatan dengan SPC
  • 6 studi kualitatif mengeksplorasi potensi SPC di sektor lain, seperti pelayanan publik dan industri makanan【205】.

 

Studi Kasus Nyata: Bagaimana SPC Membawa Perubahan?

1. Industri Pakaian dan Tekstil

Penelitian oleh Abtew et al. (2018) pada industri garmen menunjukkan bahwa SPC berhasil mengurangi reject di bagian penjahitan sebesar 20% setelah tiga bulan penggunaan peta kendali.

2. Industri Makanan

Halim Lim et al. (2017) menyoroti bahwa SPC membantu perusahaan makanan di Inggris meningkatkan efisiensi proses sebesar 18%, terutama melalui pengendalian parameter suhu dan kelembaban【205】.

3. Sektor Kesehatan

Von Benzon Hollesen et al. (2018) mendemonstrasikan penggunaan SPC untuk mengurangi angka asfiksia bayi baru lahir di unit persalinan, dari 4% menjadi 2%【205】.

 

Analisis Tambahan: Mengapa SPC Masih Relevan di Era Digital?

1. Integrasi dengan Industri 4.0

SPC kini tidak hanya mengandalkan data manual, melainkan terintegrasi dengan sistem berbasis sensor IoT dan analitik big data. Sistem Computer-Aided Quality (CAQ) memungkinkan pengumpulan dan analisis data SPC secara otomatis, meningkatkan efisiensi dan akurasi.

 

2. Sinergi dengan AI dan Machine Learning

Dalam beberapa studi terbaru, SPC dikombinasikan dengan machine learning untuk prediksi kegagalan proses secara real-time, sebagaimana dicontohkan dalam penelitian Hsu et al. (2020) mengenai pemeliharaan turbin angin【205】.

 

Kritik dan Keterbatasan Penelitian

Meskipun studi ini memberikan gambaran komprehensif tentang perkembangan SPC, terdapat beberapa kritik yang perlu dicermati:

  • Kurangnya Studi Kualitatif Mendalam
    Sebagian besar studi lebih menitikberatkan pada data kuantitatif, sementara analisis mendalam terkait faktor manusia, budaya organisasi, dan resistensi perubahan masih minim.
  • Tantangan di UKM
    Implementasi SPC pada skala usaha kecil-menengah sering kali terkendala biaya investasi awal dan keterbatasan SDM. Hal ini jarang dibahas dalam literatur.

 

Rekomendasi Praktis untuk Industri

1. Komitmen Manajemen Puncak

SPC membutuhkan komitmen jangka panjang dari manajemen. Tanpa dukungan strategis, penerapan SPC berpotensi stagnan.

2. Pelatihan Berkelanjutan

SDM yang kompeten dalam interpretasi data statistik adalah aset utama. Pelatihan rutin dalam memahami peta kendali sangat disarankan.

3. Integrasi Sistem Otomasi

Implementasi SPC sebaiknya terintegrasi dengan sistem ERP dan IoT untuk mengoptimalkan pemantauan proses produksi secara real-time.

 

Kesimpulan: SPC Sebagai Pilar Utama Pengendalian Kualitas di Era Modern

Penelitian ini menegaskan bahwa Statistical Process Control tetap menjadi metode unggulan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi, baik di industri manufaktur maupun sektor lainnya. SPC bukan hanya tentang alat statistik, melainkan juga membangun budaya kualitas yang berkelanjutan.

Keunggulan SPC:

  • Mengurangi cacat produk secara signifikan
  • Meningkatkan efisiensi proses produksi
  • Mendorong budaya continuous improvement

Tantangan:

  • Butuh investasi awal yang cukup besar
  • Perlu komitmen tinggi dari manajemen dan SDM

 

Referensi

Isniah, S., & Purba, H. H. (2021). The Application of Using Statistical Process Control (SPC) Method: Literature Review and Research Issues. Spektrum Industri, 19(2), 125-133.
🔗 https://doi.org/10.12928/si.v19i2.19035