Dalam era digital dan Industri 4.0, teknologi memainkan peran penting dalam berbagai sektor industri, termasuk dalam keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Studi yang dilakukan oleh Emily J. Haas dan Emanuele Cauda (2022) membahas bagaimana Health and Safety Management Systems (HSMS) dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesejahteraan pekerja selama proses integrasi teknologi, terutama dengan penggunaan Direct Reading and Sensor Technologies (DRST). Artikel ini menyoroti tantangan utama dalam penerapan teknologi K3, termasuk kurangnya kepercayaan pekerja terhadap teknologi, kesulitan dalam penggunaannya, serta kurangnya panduan dan dukungan dari organisasi. Dengan menggunakan pendekatan HSMS, perusahaan dapat mengatasi hambatan ini dan meningkatkan penerimaan teknologi di lingkungan kerja.
Tantangan dalam Integrasi Teknologi Keselamatan
1. Kurangnya Kepercayaan terhadap Teknologi
- 58% pekerja meragukan validitas dan keandalan data yang dihasilkan oleh DRST.
- Banyak pekerja menganggap teknologi ini digunakan untuk memantau kinerja mereka secara tidak langsung, bukan untuk keselamatan.
- Hanya 33% perusahaan yang mengkhawatirkan masalah validitas data, menunjukkan adanya perbedaan persepsi antara pekerja dan manajemen.
2. Kesulitan dalam Penggunaan DRST
- 30,7% pekerja menganggap DRST sulit digunakan, terutama dalam memahami data dan menanggapi peringatan dari sensor.
- Organisasi menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi ini dengan sistem K3 yang sudah ada.
3. Kurangnya Dukungan dan Panduan Regulasi
- Banyak perusahaan tidak memiliki pedoman yang jelas mengenai penggunaan DRST.
- Ketiadaan standar global dalam penerapan DRST menyulitkan perusahaan dalam memastikan kepatuhan regulasi.
Implementasi HSMS untuk Mendukung Integrasi Teknologi
1. Komitmen Manajemen dalam Keselamatan dan Kesejahteraan Pekerja
- Manajemen harus secara aktif mendukung penerapan teknologi dengan komunikasi yang transparan dan pelatihan yang memadai.
- Memberikan umpan balik secara berkala kepada pekerja terkait manfaat teknologi dalam meningkatkan keselamatan kerja.
2. Keterlibatan Pekerja dalam Pengambilan Keputusan
- Memastikan pekerja terlibat dalam proses pemilihan, penerapan, dan evaluasi teknologi DRST.
- Memberikan sesi edukasi mengenai cara kerja teknologi dan manfaatnya bagi keselamatan mereka.
3. Penggunaan HSMS sebagai Kerangka Kerja untuk Integrasi Teknologi
- Memanfaatkan prinsip Plan-Do-Check-Act (PDCA) untuk memastikan bahwa teknologi yang diterapkan efektif dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
- Mengembangkan protokol standar untuk memandu penggunaan DRST dalam berbagai skenario operasional.
Dalam penelitian ini, 88 profesional K3 yang berasal dari berbagai industri, termasuk pertambangan dan manufaktur, memberikan wawasan tentang tantangan dan manfaat penerapan DRST.
- 70% pekerja di industri pertambangan mengalami peningkatan kepercayaan terhadap DRST setelah mendapatkan pelatihan dan keterlibatan dalam proses implementasi.
- Penerapan HSMS dalam organisasi pertambangan berhasil meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi keselamatan hingga 90%.
Rekomendasi untuk Meningkatkan Penerapan Teknologi K3
- Meningkatkan Transparansi dan Komunikasi
- Menjelaskan tujuan penerapan DRST secara terbuka kepada pekerja.
- Menyediakan akses bagi pekerja untuk melihat dan memahami data yang dikumpulkan oleh teknologi ini.
- Menyediakan Pelatihan Berkelanjutan
- Mengadakan sesi pelatihan reguler tentang cara penggunaan teknologi.
- Meningkatkan pemahaman pekerja terhadap standar keselamatan berbasis teknologi.
- Memanfaatkan HSMS untuk Mengelola Risiko Teknologi
- Mengadopsi pendekatan berbasis analisis risiko untuk mengidentifikasi potensi dampak negatif teknologi terhadap pekerja.
- Mengintegrasikan teknologi secara bertahap dengan evaluasi berkala.
Kesimpulan
Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teknologi dalam sistem keselamatan kerja dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja jika dikelola dengan baik melalui HSMS. Dengan pendekatan yang tepat, organisasi dapat meningkatkan kepercayaan pekerja terhadap teknologi, memastikan penggunaan yang efektif, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.
Sumber: Haas, E. J., & Cauda, E. (2022). ‘Using Core Elements of Health and Safety Management Systems to Support Worker Well-Being during Technology Integration’. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(13849), 1-17.