Pengukuran Kinerja Green Supply Chain dengan Model GSCOR: Studi Kasus Industri Pertanian

Dipublikasikan oleh Dewi Sulistiowati

06 Maret 2025, 09.34

Pixabay.com

Pendahuluan

Industri pertanian telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir, tetapi menyumbang lebih dari 19% emisi gas rumah kaca global. Tantangan utama dalam rantai pasok pertanian adalah pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan untuk mengurangi jejak ekologis.

Penelitian ini, yang dilakukan oleh Arjuna, Santoso, dan Rainisa Maini Heryanto dari Universitas Kristen Maranatha, mengevaluasi kinerja rantai pasok hijau menggunakan Green Supply Chain Operations Reference (GSCOR) Model dalam industri pertanian.

Metodologi Penelitian

Analisis GSCOR Model → Mengukur performa rantai pasok berdasarkan aspek keberlanjutan.
Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) → Untuk menentukan bobot parameter kinerja.
Metode Objective Matrix (OMAX) & Traffic Light System (TLS) → Untuk menilai dan mengkategorikan tingkat pencapaian kinerja.
Studi kasus perusahaan agrikultur → Fokus pada produksi sayuran dataran tinggi untuk pasar ekspor ke Jepang dan Singapura.

Temuan Utama

1. Evaluasi Kinerja Rantai Pasok Hijau

📌 Performa rantai pasok perusahaan dikategorikan dalam level kuning dengan skor 6.357, menunjukkan kinerja rata-rata.
📌 Tiga indikator utama (KPI) dalam kategori merah yang perlu diperbaiki:

  • Penggunaan air (KPI2) → Konsumsi air tinggi dalam proses produksi.
  • Bahan berbahaya dalam inventaris (KPI7) → Persentase bahan kimia masih tinggi.
  • Limbah berbahaya (KPI10) → Manajemen limbah belum optimal.

2. Strategi Optimalisasi Green Supply Chain

📌 Efisiensi penggunaan sumber daya:

  • Mengurangi bahan kimia sintetis dalam produksi.
  • Meningkatkan penggunaan energi alternatif seperti biofuel dan tenaga surya.
    📌 Peningkatan sistem pengelolaan limbah:
  • Menerapkan metode Water Pinch Analysis untuk mengurangi limbah air.
  • Menggunakan material biodegradable untuk kemasan.
    📌 Pelatihan karyawan tentang praktik pertanian ramah lingkungan:
  • 80% karyawan dilatih mengenai standar keberlanjutan (KPI15).
  • Standarisasi proses dengan sertifikasi ISO 14001.

3. Studi Kasus: Implementasi GSCOR Model dalam Industri Pertanian

📌 Penggunaan metode GSCOR di perusahaan agrikultur Indonesia:

  • Efisiensi penggunaan bahan baku meningkat 25% setelah implementasi GSCOR.
  • Limbah produksi berkurang 18% melalui sistem daur ulang.
  • Adopsi teknologi pertanian hijau meningkatkan produktivitas hingga 30%.

📌 Perbandingan dengan industri lain:

  • Industri batik menggunakan pendekatan yang lebih berfokus pada bahan baku ramah lingkungan.
  • Industri kertas mengadopsi integrasi pemangku kepentingan untuk meningkatkan keberlanjutan.

Tantangan dalam Implementasi Green Supply Chain

Kurangnya regulasi yang mendukung keberlanjutan di industri pertanian.
➡ Solusi: Menerapkan kebijakan insentif bagi perusahaan yang menerapkan green supply chain.

Tingginya biaya investasi untuk teknologi hijau.
➡ Solusi: Penggunaan teknologi bertahap dan pengembangan kemitraan dengan pemerintah.

Kurangnya kesadaran dan pelatihan karyawan.
➡ Solusi: Program edukasi berkelanjutan tentang praktik ramah lingkungan bagi pekerja pertanian.

Strategi Implementasi Green SCOR Model di Perusahaan Agrikultur

Optimalisasi Penggunaan Sumber Daya

  • Mengurangi konsumsi energi fosil dengan mengadopsi bioenergi.
  • Menggunakan sistem irigasi hemat air untuk mengurangi konsumsi air bersih.

Meningkatkan Manajemen Limbah

  • Menerapkan sistem pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos.
  • Memantau penggunaan bahan kimia dalam proses produksi.

Kolaborasi dengan Pemangku Kepentingan

  • Mengintegrasikan pemasok dalam rantai pasok hijau dengan standar ISO 14001.
  • Menggunakan blockchain untuk transparansi dalam rantai pasok.

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengukuran kinerja rantai pasok hijau menggunakan GSCOR Model dapat membantu perusahaan agrikultur meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan.

Dengan menerapkan strategi ini, perusahaan dapat:
Meningkatkan efisiensi operasional hingga 30%.
Mengurangi limbah produksi dan konsumsi bahan berbahaya.
Meningkatkan kepatuhan terhadap standar lingkungan global.

Implementasi Green Supply Chain Management (GSCM) berbasis GSCOR dapat menjadi solusi jangka panjang bagi industri pertanian dalam mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan daya saing global.

Sumber : Arjuna, Santoso, Rainisa Maini Heryanto (2022). Green Supply Chain Performance Measurement using Green SCOR Model in Agriculture Industry: A Case Study. Jurnal Teknik Industri, Vol. 24, No. 1, June 2022.