Pendahuluan
Dalam persaingan bisnis global, kinerja rantai pasok (Supply Chain Performance/SCP) menjadi faktor kunci bagi perusahaan untuk tetap kompetitif. Paper berjudul System Dynamics: An Approach to Modeling Supply Chain Performance Measurement oleh Peide Liu, Morteza Atifeh, Mohsen Khorshidnia, dan Seyed Ghiasuddin Taheri membahas bagaimana model System Dynamics (SD) dapat meningkatkan kinerja rantai pasok dengan fokus pada agilitas dan fleksibilitas.
Penelitian ini menyoroti keterkaitan antara SCP, biaya operasional, kepuasan pelanggan, dan efisiensi logistik dengan menggunakan simulasi berbasis System Dynamics untuk mengidentifikasi variabel yang paling berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan.
Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan model System Dynamics (SD) berbasis hubungan sebab-akibat, dengan tahap-tahap sebagai berikut:
- Identifikasi indikator utama melalui tinjauan literatur dan wawancara dengan pakar rantai pasok.
- Pembangunan model kausalitas menggunakan perangkat lunak Vensim untuk memetakan hubungan antara variabel.
- Simulasi skenario berbeda untuk mengukur dampak fleksibilitas dan agilitas dalam rantai pasok.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan agilitas dan fleksibilitas tidak selalu meningkatkan profitabilitas. Terdapat titik optimal di mana peningkatan agilitas dan fleksibilitas memberikan manfaat maksimal sebelum mengalami diminishing returns.
Konsep System Dynamics dalam Evaluasi Kinerja Rantai Pasok
Paper ini menyoroti bagaimana System Dynamics digunakan untuk mengukur SCP dengan mempertimbangkan tiga aspek utama:
1. Agilitas Rantai Pasok (Supply Chain Agility/SCA)
- Definisi: Kemampuan rantai pasok untuk merespons perubahan pasar dengan cepat dan efisien.
- Faktor yang Mempengaruhi:
- Kecepatan dalam merespons permintaan pelanggan.
- Fleksibilitas dalam proses produksi dan distribusi.
- Efisiensi dalam pengelolaan persediaan.
2. Fleksibilitas Rantai Pasok (Supply Chain Flexibility/SCF)
- Definisi: Kemampuan rantai pasok untuk menyesuaikan volume produksi dan distribusi berdasarkan permintaan.
- Variabel yang Berpengaruh:
- Fleksibilitas tenaga kerja dan peralatan produksi.
- Kemampuan pemasok dalam memenuhi kebutuhan bahan baku secara cepat.
- Efisiensi dalam sistem informasi dan komunikasi.
3. Profitabilitas dan Efisiensi Operasional
- Indikator utama yang dianalisis:
- Waktu pengiriman produk → keterlambatan pengiriman menurunkan kepuasan pelanggan.
- Biaya operasional → meningkat seiring dengan kompleksitas rantai pasok.
- Tingkat kepuasan pelanggan → semakin tinggi kepuasan, semakin besar loyalitas pelanggan.
Temuan Utama dalam Penelitian
Paper ini mengidentifikasi beberapa temuan penting dalam evaluasi SCP menggunakan System Dynamics:
- Peningkatan agilitas dan fleksibilitas tidak selalu meningkatkan profitabilitas
- Jika agilitas dan fleksibilitas terlalu tinggi, biaya operasional meningkat, sehingga menurunkan keuntungan.
- Titik optimal untuk agilitas adalah 35.06%, sedangkan untuk fleksibilitas adalah 45.8%.
- Kecepatan dalam merespons permintaan pelanggan sangat berpengaruh terhadap profitabilitas
- Jika respons terhadap permintaan pelanggan meningkat 10%, maka profitabilitas naik 5%.
- Investasi dalam teknologi dan integrasi informasi meningkatkan efisiensi rantai pasok
- Perusahaan yang mengadopsi ERP dan IoT dalam rantai pasok mereka mengalami peningkatan efisiensi hingga 30%.
Studi Kasus: Implementasi System Dynamics dalam Industri
Paper ini menyajikan beberapa studi kasus terkait implementasi model System Dynamics dalam rantai pasok:
1. Industri Manufaktur Otomotif
- Sebuah perusahaan otomotif di Jepang menerapkan Just-in-Time (JIT) dan simulasi berbasis SD.
- Hasilnya, biaya inventaris berkurang 20%, sementara efisiensi produksi meningkat.
2. Industri Retail
- Perusahaan retail global menggunakan AI dan Big Data untuk forecasting permintaan.
- Hasilnya, kehabisan stok berkurang hingga 40%, meningkatkan penjualan secara signifikan.
3. Industri Teknologi
- Penerapan System Dynamics pada perusahaan teknologi berhasil mengurangi waktu siklus produksi hingga 15%, meningkatkan kapasitas produksi.
Tantangan dalam Implementasi System Dynamics dalam SCM
Meskipun model System Dynamics menawarkan banyak manfaat, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan:
- Kurangnya Data Real-Time
- Banyak perusahaan masih bergantung pada data historis yang tidak mencerminkan kondisi pasar saat ini.
- Tingkat Kompleksitas yang Tinggi
- Model berbasis SD membutuhkan pemahaman mendalam tentang hubungan variabel dalam rantai pasok.
- Investasi Teknologi yang Mahal
- Implementasi sistem berbasis AI dan IoT memerlukan investasi awal yang tinggi.
Kesimpulan
Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model System Dynamics dalam evaluasi kinerja rantai pasok membantu mengidentifikasi variabel kunci yang berkontribusi pada efisiensi operasional dan profitabilitas.
Dengan memahami hubungan antara agilitas, fleksibilitas, dan profitabilitas, perusahaan dapat menemukan titik optimal dalam strategi rantai pasok mereka.
Bagi perusahaan yang ingin mengoptimalkan kinerja rantai pasok, investasi dalam teknologi, integrasi informasi, dan strategi berbasis data akan menjadi faktor utama dalam mencapai keunggulan kompetitif.
Sumber Referensi :
Liu, P., Atifeh, M., Khorshidnia, M., & Taheri, S. G. System Dynamics: An Approach to Modeling Supply Chain Performance Measurement. Technological and Economic Development of Economy, Vol. 29, Issue 4, 2023, pp. 1291–1317.