Pertahanan
Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 07 Februari 2025
REPUBLIKA.CO.ID, STOCKHOLM -- Perusahaan galangan kapal Indonesia, PT PAL Indonesia menandatangani Teaming Agreement Maintenance, Repair and Overhaul (TA MRO) dengan BAE Systems BOFORS AB, Kamis (27/5). Penandatanganan dilakukan secara virtual oleh Presiden Direktur PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, dan CEO BAE Systems BOFORS AB, Lena Gillström. Penandatanganan ini disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Swedia dan Republik Latvia Kamapradipta Isnomo.
”TA MRO ini berpotensi merintis kemajuan di bidang kerja sama pertahanan Indonesia dan Swedia. Format kerja sama seperti ini akan terus dikedepankan oleh KBRI Stockholm dalam meningkatkan kerja sama bilateral kedua negara,” kata Kamapradipta dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Kamis.
Sementara Gillström menyampaikan, ”Penandatanganan ini merupakan suatu milestone bagi BOFORS AB dan Indonesia melalui PT PAL dan dengan payung hukum ini kedua pihak dapat bekerja sama di bidang MRO.”
Hal senada juga disampaikan oleh Presiden Direktur PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod. ”Kerja sama ini diharapkan dapat membuat PT PAL lebih kompetitif dan bertaraf internasional,” katanya.
Implementasi TA MRO memberikan kemudahan akses bagi perbaikan dan perawatan (MRO) kapal perang dan kapal patroli Indonesia yang menggunakan teknologi BOFORS. Proses itu tidak perlu lagi dilakukan di Swedia, melainkan dapat dilakukan oleh PT PAL Indonesia.
Kerja sama MRO kedua perusahaan juga mengandung unsur transfer teknologi dan transfer pengetahuan. Para ahli dan teknisi BOFORS dan PT PAL akan bekerja sama dalam bidang MRO.
KBRI Stockholm mengawal secara intensif proses negosiasi TA MRO tersebut agar memenuhi peraturan nasional dan BOFORS memiliki mitra kerja yang mengikat di Indonesia. Inisiasi perjanjian diawali dari intensi BOFORS AB pada kahir 2020 untuk memiliki perjanjian kerjasama atau Teaming Agreement dengan PT PAL di bidang MRO.
BAE Systems BOFORS AB yang berlokasi di Kota Karlskoga merupakan perusahaan alutsista Swedia yang sahamnya dimiliki oleh perusahaan alutsista multinasional BAE Systems. Perusahaan alutsista multinasional BAE Systems sendiri merupakan salah satu perusahaan persenjataan terbesar di dunia, yang sahamnya dimiliki oleh Inggris dan Amerika Serikat.
Perjanjian TA MRO ini akan menguntungkan pihak Indonesia, terutama dengan diberikannya kepercayaan oleh salah satu perusahaan persenjataan terbesar di dunia untuk melaksanakan kegiatan MRO di dalam negeri.
Kerja sama Indonesia dan BOFORS telah berlangsung sejak 1959 melalui penandatanganan kontrak pembelian senjata. Dalam kurun waktu 1970-1990, perusahaan ini telah melakukan pengadaan kurang lebih 80 sistem senjata untuk Indonesia. Pada 2019, BOFORS memulai kontrak baru bekerja sama dengan PT PAL untuk KRI kelas KCR-60 untuk jenis senjata 57Mk3.
”KBRI Stockholm siap melakukan penjajakan dan fasilitasi kerjasama antara industri pertahanan Indonesia dan Swedia, baik matra laut, darat dan udara,” kata Kamapradipta. “Hal ini sangat dimungkinkan mengingat RI dan Swedia memiliki Perjanjian Kerja Sama Pertahanan yang telah diratifikasi oleh kedua parlemen masing-masing negara.”
Sumber: internasional.republika.co.id
Pertahanan
Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah pada 07 Februari 2025
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- TNI Angkatan Laut (AL) kembali menambah satu kapal perang Republik Indonesia (KRI) buatan dalam negeri. Kapal anyar tersebut tak lain ialah KRI Pullox-935.
Kapal patroli cepat (PC) 40 meter ini akan memperkuat Pusat Hidro Oseanografi TNI AL (Pushidrosal). “Semoga kehadiran KRI ini dapat menambah semangat dan menajamkan kemampuan TNI AL dalam melaksanakan tugas-tugas survei dan pemetaan laut," ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Yudo Margono, dalam siaran pers, Kamis (5/8).
KRI Pollux-935 merupakan kapal produksi dalam negeri karya PT Karimun Anugerah Sejati. Kapal tersebut akan dioperasikan Pushidrosal sebagai unsur bantu Hidro Oseanografi (BHO) sebagai Lembaga Hidrografi Nasional dan Pusat Informasi Geospasial Kelautan Indonesia.
Yudo menyampaikan, pembangunan kapal PC 40 meter itu memiliki makna yang sangat strategis bagi industri pertahanan nasional. Menurut dia, PT Karimun Anugrah Sejati berhasil mengembangkan teknologi industri pertahanan yang mampu menjadi solusi dalam upaya mengurangi ketergantungan dari negara lain dalam pengadaan alutsista TNI AL di masa mendatang.
"Khususnya kapal-kapal BHO yang selama ini pengadaan dan pembangunannya dilakukan oleh galangan kapal luar negeri," jelas dia.
Menurut Yudo, industri pertahanan dalam negeri, dalam hal ini galangan kapal nasional, mampu menciptakan inovasi-inovasi baru dan meningkatkan kemampuannya agar dapat berkompetisi di pasar global. Peningkatan kemampuan dilakukan melalui peningkatan kapasitas produksi, manajemen, serta teknologi modern agar mampu bersaing dengan kompetitor dari luar negeri.
“Kita tunjukkan kepada bangsa lain, kita mampu berdiri di atas kaki sendiri sambil terus mengejar ketertinggalan yang sudah terjadi selama ini. Bangsa Indonesia harus menjadi kompetitif dan mampu bersaing di tataran Internasional, termasuk dalam Industri perkapalan,” ungkap Yudo.
KRI Pollux-935 merupakan jenis kapal PC 40 meter yang memiliki spesifikasi panjang 45,50 meter, lebar 7,90 meter, tinggi 4,25 meter dan draft 2,20 meter dengan bobot 220 ton. Kecepatan maksimum kapal itu bisa mencapai 27 knots, kecepatan jelajah 20 knots dan kecepatan ekonomis 15 knots. Kapal tersebut juga dipersenjatai meriam 30 mm dan 12,7 mm serta mampu mengangkut 37 ABK.
Pemberian nama kapal dilakukan berdasarkan nama bintang yang paling terang dan paling mudah dikenali dalam rasi bintang Gemini. Bintang tersebut merupakan salah satu dari 20 bintang paling terang di langit.
Sumber: news.republika.co.id
Pertahanan
Dipublikasikan oleh Admin pada 24 April 2022
Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto menerima kunjungan Chief Representative Officer Nexter Systems Indonesia Mr. Thomas Gerard di Kemhan, Jakarta, Jumat (22/4), sebagai tindak lanjut nota kesepahaman bidang pertahanan antara Dirut PT. Pindad (Persero) dan CEO Nexter Munitions yang ditandatangani pada Februari lalu
.
Kepada pihak Nexter, Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto mengungkapkan terima kasihnya atas dukungan yang diberikan ke PT. Pindad (Persero) dalam menyiapkan pelaksanaan MoU produksi bersama. “Sesuai Instruksi Presiden RI Joko Widodo untuk menggunakan produk industri pertahanan dalam negeri, dengan kerja sama ini diharapkan mendorong serta meningkatkan kemampuan PT. Pindad (Persero) dalam hal teknologi maupun kapabilitas”, kata Sekjen Kemhan.
Saat menerima Chief Representative Officer Nexter Systems Indonesia, Sekjen Kemhan didampingi oleh Dirjen Kuathan Kemhan Laksda TNI Bambang Irwanto dan Kabaranahan Kemhan Marsda TNI Yusuf Jauhari. Sedangkan Mr. Thomas Gerard didampingi Dir Strategi Bisnis dan VP Pengembangan Bisnis PT. Pindad (Persero).
Sumber: kemhan.go.id
Pertahanan
Dipublikasikan oleh Admin pada 24 April 2022
Surabaya – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto mendampingi Presiden RI Joko Widodo dalam acara Peluncuran Holding BUMN industri pertahanan Defence Industry Indonesia (DEFEND ID) dan Program Strategis BUMN Industri Pertahanan, Rabu (20/4) di PT PAL Surabaya, Jawa Timur.
Keanggotaan DEFEND ID terdiri dari lima BUMN di bidang industri pertahanan, yaitu PT LEN Industri sebagai induk holding, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, dan PT Dahana.
Dalam sambutannya, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan apresiasinya atas pendirian DEFEND ID ini.
“Saya mengapresiasi pembentukan holding BUMN Industri Pertahanan yang bernama Defend ID yang sudah lama saya tunggu-tunggu dan saya kejar-kejar terus agar BUMN industri pertahanan kita jauh lebih terkonsolidasi. Ekosistemnya semakin kuat. Mampu bersaing secara sehat dan menguntungkan,” kata Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi pun menyampaikan sudah seharusnya Indonesia membangun industri pertahanan dalam negeri agar siap memasuki era persaingan baru dan mampu memenuhi kebutuhan alutsista untuk menjaga kedaultan NKRI.
Sementara itu, Menhan Prabowo dalam sambutannya menegaskan target pemerintah RI agar DEFEND ID menjadi top 50 perusahaan pertahanan dunia.
“Diharapkan dengan adanya holding BUMN Industri Pertahanan DEFEND ID) ini, akan meningkatkan TKDN [Tingkat Komponen Dalam Negeri] menjadi 50% untuk teknologi-teknologi kunci dan untuk menjadi industri 50 besar di dunia dalam bidang industri pertahanan pada tahun 2024,” ujar Menhan Prabowo.
Selain Peluncuran Holding BUMN industri pertahanan DEFEND ID dan Program Strategis BUMN Industri Pertahanan, pada kesempatan yang sama juga terdapat beberapa kegiatan lainnya, yaitu:
Pertama, penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian BUMN dalam hal dukungan BUMN Industri Pertahanan untuk kemandirian alpalhankam.
Kedua, penandatanganan kontrak kerja sama antara DEFEND ID dan Kemhan, yaitu:
a. Kontrak kerja sama Radar Ground-Controlled Interception (GCI) dan pendukungnya, antara PT Len Industri dan Kemhan
b. Kontrak Pengadaan Munisi Kaliber Kecil, antara PT Pindad dan Kemhan
c. Kerja sama modernisasi 12 Unit Pesawat C130, antara PT Dirgantara Indonesia dan Kemhan
d. Kesepakatan MRO dan Peningkatan Kemampuan, serta Modernisasi Kapal Perang TNI AL sebanyak 41 kapal perang, antara PT PAL Indonesia dan Kemhan
Ketiga, penandatanganan kerja sama strategis global, yaitu:
a. Heads of Agreement (HoA) Teknologi Elektronika Pertahanan, antara PT Len Industri dan Thales International SAS, Prancis.
b. Penandatanganan global strategic partnership produksi bersama produk Armoured Amphibious Assault Vehicle “ZAHA” antara PT Pindad dan FNSS Turki.
c. Penandatanganan HoA (Head of Agreement) tentang teknologi elektronika pertahanan untuk pembentukan JV, global supply chain, dan industri radar nasional antara PT Len Industri dan Thales Prancis.
Keempat, peluncuran Kapal Cepat Rudal (KCR). Kelima, peresmian pabrik bahan peledak Elemented Detonator milik PT Dahana.
Sumber: kemhan.go.id
Pertahanan
Dipublikasikan oleh Admin pada 24 April 2022
Jakarta – Proses tindak lanjut hasil pertemuan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis dengan Menhan RI Februari lalu yang membicarakan peningkatan kerja sama bidang pertahanan kedua negara, termasuk kerja sama partnership industri pertahanan, saat ini berjalan paralel dalam hal penyiapan draft kerja sama maupun perencanaan budget.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto dalam penjelasannya kepada Dirjen Pengembangan Internasional Direktorat Persenjataan Kementerian Angkatan Bersenjata Republik Prancis Letjen (Eng) Thierry Carlier pada pertemuan resmi di Kemhan, Jakarta, Kamis (21/4).
Saat menerima Mr Thierry Carlier, Sekjen Kemhan didampingi Dirjen Renhan Mayjen TNI Budi Prijono, Kapus Alpalhankam Marsma TNI Yusran Lubis, dan Dirkersinhan Ditjen Strahan Brigjen TNI Steverly Parengkuan. Sementara itu Dirjen Pengembangan Internasional Direktorat Persenjataan Kementerian Angkatan Bersenjata Republik Prancis didampingi oleh Atase Pertahanan Prancis untuk Indonesia Kolonel Sven Meic.
Sumber: kemhan.go.id