Kajian Peranan dan Penerapan Kode Etik Profesi Keinsinyuran dalam Praktik Pekerjaan Bidang Sipil dan Lingkungan di Indonesia

Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah

18 Maret 2025, 07.55

freepik.com

Dalam dunia teknik sipil dan lingkungan, etika profesi insinyur menjadi aspek fundamental yang tidak hanya menentukan keberhasilan proyek tetapi juga menjamin keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Paper yang ditulis oleh Rizki Andre Handika, Titik Istikhoratun, dan Luqman Buchori ini mengkaji peranan dan penerapan kode etik profesi insinyur di Indonesia dalam meningkatkan efisiensi dan perlindungan keselamatan kerja.

Melalui metode PRISMA, penelitian ini menganalisis 30 dari 500 referensi yang telah dikumpulkan, dengan fokus utama pada norma dan profesionalisme. Studi ini menyoroti bahwa penerapan kode etik di Indonesia telah meluas dari proyek pembangunan, operasional, dan pemeliharaan hingga pengembangan program unggulan daerah. Namun, masih ada faktor internal dan eksternal yang perlu diperhatikan agar implementasi kode etik lebih efektif.

Kode etik profesi insinyur bertujuan untuk membentuk perilaku profesional yang berlandaskan integritas dan tanggung jawab. Di Indonesia, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) telah menetapkan kode etik yang dikenal sebagai "Catur Karsa Sapta Dharma," yang mencakup prinsip dasar dan pedoman sikap insinyur dalam menjalankan profesinya.

Tantangan utama dalam penerapan kode etik ini antara lain:

  • Kesadaran individu – Tidak semua insinyur memiliki pemahaman yang baik mengenai kode etik profesi.
  • Budaya organisasi – Setiap perusahaan memiliki pendekatan berbeda dalam menerapkan kode etik.
  • Tekanan eksternal – Faktor ekonomi dan politik sering kali mempengaruhi pengambilan keputusan teknis.

Penelitian ini menggunakan metode PRISMA dalam menyaring referensi yang relevan dari berbagai jurnal, prosiding, dan laporan. Prosesnya meliputi:

  1. Pengumpulan literatur – 500 referensi dikumpulkan menggunakan perangkat lunak Publish or Perish.
  2. Screening – Referensi yang tidak relevan atau duplikasi dieliminasi.
  3. Evaluasi kelayakan – 30 referensi dipilih untuk dianalisis lebih lanjut berdasarkan keterkaitan dengan kode etik insinyur di Indonesia.

Penelitian ini menekankan pada dua aspek utama dalam kode etik insinyur: norma dan profesionalisme. Selain itu, faktor-faktor seperti budaya organisasi, kepemimpinan, komitmen organisasi, dan kompensasi turut memengaruhi efektivitas penerapan kode etik.

Implementasi Kode Etik dalam Pembangunan Infrastruktur

Dalam proyek pembangunan jalan tol dan stadion atletik, penelitian ini menemukan beberapa fakta penting:

  • 80% insinyur yang diwawancarai menyatakan bahwa mereka memahami kode etik profesi, namun hanya 50% yang secara aktif menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari.
  • Pada proyek pembangunan stadion atletik, penerapan standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) berhasil menurunkan angka kecelakaan kerja hingga 90% dibandingkan proyek sebelumnya.
  • Pengujian kualitas material seperti uji kuat tekan beton dan slump beton digunakan untuk memastikan keamanan dan daya tahan struktur.

Penerapan dalam Operasi dan Pemeliharaan

Dalam proyek pemeliharaan Bendungan Jatibarang, kode etik berperan dalam:

  • Pengelolaan debit air untuk menghindari banjir dan krisis air.
  • Pemantauan struktur bendungan guna mencegah kerusakan yang dapat membahayakan masyarakat.
  • Implementasi nilai-nilai kejujuran dan kepatuhan, yang meningkatkan transparansi dalam operasional bendungan.

Pengembangan Program Unggulan Daerah

Dalam konteks pengembangan produk unggulan daerah (PPPUD), kode etik membantu insinyur untuk:

  • Menjaga transparansi dalam penggunaan dana proyek.
  • Menerapkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal.
  • Menghindari konflik kepentingan antara pemerintah daerah dan kontraktor.

Analisis dan Evaluasi

Keunggulan Penerapan Kode Etik

  1. Meningkatkan efisiensi proyek – Keputusan berbasis etika cenderung lebih sistematis dan transparan.
  2. Mengurangi kecelakaan kerja – Standar keselamatan lebih diperhatikan.
  3. Menjamin kualitas infrastruktur – Penggunaan material dan metode konstruksi yang sesuai standar.

Tantangan dalam Implementasi

  1. Ketimpangan dalam pemahaman kode etik – Tidak semua insinyur memiliki tingkat pemahaman yang sama.
  2. Tekanan dari pihak eksternal – Beberapa proyek menghadapi tekanan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, yang dapat mengorbankan standar etika.
  3. Kurangnya pengawasan dan sanksi – Masih terdapat proyek yang tidak menjalankan kode etik dengan benar akibat minimnya pengawasan.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Studi ini menunjukkan bahwa penerapan kode etik insinyur di Indonesia memiliki dampak positif terhadap efisiensi dan keselamatan kerja. Namun, masih diperlukan langkah-langkah konkret untuk memastikan implementasi yang lebih baik.

Rekomendasi utama dari penelitian ini:

  • Peningkatan pelatihan kode etik bagi insinyur muda guna meningkatkan kesadaran sejak dini.
  • Penerapan sistem audit independen untuk memastikan kepatuhan terhadap standar etika di setiap proyek.
  • Peningkatan peran pemerintah dan asosiasi profesi dalam menegakkan kode etik dengan sanksi yang lebih tegas bagi pelanggar.
  • Pengembangan sertifikasi insinyur profesional yang lebih ketat, mirip dengan praktik di negara-negara ASEAN lainnya.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kode etik insinyur dapat menjadi pedoman yang lebih efektif dalam membangun infrastruktur yang aman, berkelanjutan, dan berkualitas tinggi.

Sumber Artikel dalam Bahasa Asli

Rizki Andre Handika, Titik Istikhoratun, Luqman Buchori. (2024). "Kajian Peranan dan Penerapan Kode Etik Profesi Keinsinyuran dalam Praktik Pekerjaan Bidang Sipil dan Lingkungan di Indonesia Untuk Meningkatkan Efisiensi dan Perlindungan Keselamatan Kerja." JPII, Vol 2(3), 201-211.