Inovasi Non-parametric Statistical Process Control (SPC) untuk Peningkatan Kualitas Produksi di GE Healthcare

Dipublikasikan oleh Viskha Dwi Marcella Nanda

20 Maret 2025, 09.10

pexels.com

Pendahuluan: Menjawab Tantangan Kontrol Kualitas di Industri Modern

Dalam dunia manufaktur modern, kendali mutu atau quality control tidak hanya sebatas memastikan produk memenuhi standar, tetapi juga berkaitan dengan efisiensi proses produksi. Namun, satu tantangan besar yang kerap dihadapi adalah keragaman data produksi, terutama ketika data tersebut tidak mengikuti distribusi normal yang menjadi asumsi utama dalam metode SPC konvensional.

Dalam konteks ini, tesis Daniel Lanhede memberikan solusi inovatif melalui Non-parametric Statistical Process Control (SPC), yang tidak bergantung pada asumsi distribusi tertentu. Paper ini mengulas metode non-parametrik yang dirancang untuk mendeteksi perubahan dalam distribusi proses manufaktur, bahkan pada volume produksi yang rendah, seperti di GE Healthcare Umeå, yang memproduksi sistem kromatografi Äkta Pure dan Äkta Avant.

 

Gambaran Umum Non-parametric SPC: Apa yang Membuatnya Unggul?

Mengapa Non-parametric?

Kebanyakan metode SPC klasik, seperti Shewhart Chart, CUSUM, dan EWMA, memerlukan data yang berdistribusi normal. Jika data produksi tidak memenuhi syarat ini, metode klasik bisa memberikan hasil yang bias, baik berupa alarm palsu (false alarm) atau gagal mendeteksi masalah.

Non-parametric SPC menawarkan pendekatan yang fleksibel, karena:

  • Tidak tergantung pada asumsi distribusi data.
  • Cocok untuk proses dengan volume produksi rendah.
  • Memberikan hasil yang konsisten, meskipun data bersifat skewed atau heavy-tailed.

 

Objektif Penelitian: Implementasi SPC di GE Healthcare

Penelitian ini bertujuan:

  1. Mengevaluasi metode non-parametrik SPC yang paling efektif untuk mendeteksi perubahan dalam data produksi.
  2. Menerapkan metode tersebut pada proses manufaktur instrumen kromatografi GE Healthcare di Umeå, Swedia.
  3. Meningkatkan ketepatan dalam mendeteksi masalah kualitas, dibandingkan metode sebelumnya seperti First Pass Yield (FPY) dan Pareto Charts.

Metode Penelitian: Dari Teori ke Penerapan

Fokus pada Dua Tahap SPC

  1. Phase I Analysis
    Digunakan untuk menentukan baseline proses produksi saat dalam kondisi In-Control (IC). Metode yang digunakan antara lain:
    • RS/P Chart (Recursive Segmentation and Permutation)
      Dikembangkan oleh Capizzi et al. (2013), metode ini terbukti paling akurat dalam mendeteksi perubahan distribusi di tahap awal.
  2. Phase II Analysis
    Fokus pada monitoring real-time untuk mendeteksi Out-of-Control (OOC) events. Dua metode utama:
    • Mann-Whitney U Statistic Chart (Chakraborti et al., 2008)
    • Mood’s Test Statistic for Dispersion (Ghute et al., 2014a)

Selain itu, Change-Point Model berbasis Cramer-Von Mises Statistic juga diusulkan untuk mendeteksi perubahan distribusi secara lebih cepat.

 

Studi Kasus di GE Healthcare: Penerapan di Produksi Äkta Series

1. Valve Leakage Test

  • Proses: Menguji kebocoran pada modul katup menggunakan sistem pompa dan pengukur tekanan.
  • Tantangan: Distribusi data leakage skewed dengan heavy-tail, sulit dianalisis dengan SPC parametris.
  • Hasil: Dengan RS/P Chart, perubahan anomali pada distribusi leakage dapat dideteksi secara akurat dan cepat, meningkatkan efisiensi perbaikan.

2. Pump Flow Rate Test

  • Proses: Mengukur kapasitas maksimum aliran pompa.
  • Tantangan: Distribusi data cenderung asimetri, mengindikasikan adanya ketidaksesuaian antara kapasitas aktual dan spesifikasi.
  • Hasil: Mann-Whitney U Chart berhasil mendeteksi pergeseran distribusi lokasi yang sebelumnya tidak teridentifikasi oleh metode klasik.

 

Temuan Kunci dan Statistik Pendukung

  1. RS/P Chart (Phase I)
    • Mampu mendeteksi berbagai jenis perubahan distribusi.
    • Probabilitas deteksi tertinggi di antara metode lain dalam simulasi yang dilakukan.
    • Mudah diinterpretasi, memudahkan praktisi lapangan dalam pengambilan keputusan.
  2. Mann-Whitney U Statistic & Mood’s Test (Phase II)
    • Mann-Whitney U Statistic efektif mendeteksi perubahan lokasi.
    • Mood’s Test berfokus pada dispersion changes atau perubahan dalam variansi.
  3. Change-Point Model (Cramer-Von Mises)
    • Kecepatan deteksi lebih tinggi, namun dengan false alarm rate yang juga lebih tinggi.
    • Butuh pengetahuan lanjutan untuk interpretasi, sehingga cocok untuk praktisi ahli.

 

Analisis Tambahan: Kelebihan dan Kekurangan Non-parametric SPC

Kelebihan

  • Fleksibilitas tinggi, ideal untuk proses dengan volume produksi kecil.
  • Robust terhadap outlier dan distribusi non-normal.
  • Visualisasi data sederhana, meningkatkan pemahaman operator.

Kekurangan

  • Tingkat interpretasi lebih rumit dibandingkan chart klasik seperti Shewhart.
  • Tingkat false alarm bisa lebih tinggi jika tidak dikalibrasi dengan baik.
  • Memerlukan pelatihan tambahan bagi operator yang terbiasa dengan metode klasik.

 

Relevansi dan Implikasi di Era Industri 4.0

Penelitian ini sangat relevan dalam konteks Industri 4.0, di mana data driven manufacturing menjadi kunci keberhasilan. Non-parametric SPC melengkapi IoT dan Big Data Analytics, terutama dalam:

  • Predictive Maintenance
    Menggunakan control charts non-parametrik untuk mendeteksi anomali peralatan lebih dini.
  • Real-time Monitoring
    Phase II charts memungkinkan analisis secara langsung, mempercepat tindakan perbaikan.

 

Kritik dan Saran: Menggali Lebih Dalam Potensi Non-parametric SPC

Kritik

  • Paper ini belum membahas integrasi SPC non-parametrik dengan sistem otomatisasi berbasis AI/ML, yang semakin populer di manufaktur modern.
  • Fokus hanya pada proses spesifik di GE Healthcare, sehingga generalizability ke industri lain masih perlu diuji lebih lanjut.

Saran Pengembangan

  • Integrasi dengan Machine Learning
    Model non-parametrik SPC dapat digunakan sebagai fitur dalam algoritma prediktif untuk Continuous Quality Improvement (CQI).
  • Pengembangan Software Tools
    Pembuatan aplikasi berbasis Python/R untuk visualisasi real-time dari RS/P dan Mann-Whitney Charts.

 

Kesimpulan: Non-parametric SPC, Solusi Masa Depan untuk Kualitas Produksi

Penelitian Daniel Lanhede membuktikan bahwa Non-parametric SPC adalah alternatif andal bagi industri manufaktur dengan variasi data tinggi dan volume produksi rendah. Implementasi metode seperti RS/P Chart, Mann-Whitney, dan Mood’s Test membuka jalan bagi manufaktur presisi tinggi, bahkan dalam kondisi paling menantang.