Implementasi Kode Etik Insinyur dan Profesionalisme terhadap Signifikansi Metode Pelaksanaan dan Manajemen Proyek pada Proyek Konstruksi Rehabilitasi Laboratorium dan Lapangan SMPN 2 Kota Mojokerto

Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah

18 Maret 2025, 08.51

freepik.com

Profesi insinyur memiliki peran penting dalam memastikan keberhasilan proyek konstruksi melalui penerapan metode pelaksanaan yang sistematis dan manajemen proyek yang efektif. Paper ini membahas bagaimana implementasi kode etik insinyur dan profesionalisme dapat mempengaruhi metode pelaksanaan serta pengendalian waktu dan mutu dalam proyek rehabilitasi laboratorium dan lapangan SMPN 2 Kota Mojokerto. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis sejauh mana perencanaan dan implementasi berjalan sesuai target serta bagaimana manajemen proyek dilakukan untuk mengatasi kendala di lapangan.

Dalam proyek konstruksi, penerapan metode pelaksanaan dan manajemen proyek sangat menentukan keberhasilan suatu proyek. Rehabilitasi laboratorium dan lapangan sekolah membutuhkan perencanaan yang matang agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai spesifikasi dan dalam rentang waktu yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, kode etik insinyur dan profesionalisme menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas dan efisiensi pekerjaan.

Paper ini menyoroti pentingnya pengendalian waktu dan mutu dalam proyek konstruksi serta bagaimana metode pelaksanaan yang diterapkan dapat mendukung kesuksesan proyek. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan dalam proyek serta bagaimana strategi pengendalian diterapkan untuk mengatasinya.

Penelitian ini dilakukan melalui observasi langsung di lokasi proyek, pengisian kuesioner oleh berbagai pihak yang terlibat dalam proyek, serta analisis dokumen terkait. Beberapa aspek utama yang dikaji meliputi:

  • Prosentase metode pelaksanaan realisasi terhadap rencana
  • Manajemen proyek realisasi terhadap rencana serta pengendaliannya
  • Implementasi kode etik dan profesionalisme dalam pekerjaan konstruksi
  • Penerapan keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan (K3L) dalam proyek

Analisis Metode Pelaksanaan

Dari hasil penelitian, tingkat keberhasilan metode pelaksanaan proyek rehabilitasi laboratorium dan lapangan sekolah ini cukup tinggi. Persentase signifikansi metode pelaksanaan rehabilitasi gedung dan lapangan terhadap rencana adalah:

  • Rehabilitasi gedung: 97,43 persen
  • Rehabilitasi lapangan: 97,33 persen
  • Total keseluruhan proyek: 97,38 persen

Hasil ini menunjukkan bahwa proyek berjalan sesuai perencanaan dengan tingkat deviasi yang sangat kecil.

Manajemen Waktu dan Mutu

Dalam aspek manajemen proyek, terjadi keterlambatan pada minggu ke-19 hingga minggu ke-20 akibat keterlambatan pengiriman material, terutama kusen aluminium dan komponen lainnya. Deviasi yang tercatat adalah:

  • Minggu ke-19: -3,79
  • Minggu ke-20: -4,96

Untuk mengatasi keterlambatan ini, pihak kontraktor melakukan penjadwalan ulang dan menambah tenaga kerja di minggu ke-21 agar proyek tetap berjalan sesuai target.

Dalam hal mutu, semua pekerjaan harus memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan dalam dokumen Rencana Kerja dan Syarat (RKS). Kualitas bahan bangunan dan penerapan standar pengujian material menjadi bagian dari pengendalian mutu agar hasil proyek sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

Implementasi Kode Etik dan Profesionalisme

Dari hasil penelitian, implementasi kode etik insinyur tercermin dalam beberapa aspek berikut:

  • Kode etik:
    • Melakukan praktik hanya sesuai bidangnya
    • Tanggung jawab terhadap profesinya
    • Jujur dan amanah terhadap pemberi tugas
  • Profesionalisme:
    • Memiliki inisiatif tinggi
    • Mentaati regulasi yang ditetapkan
    • Menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu

Selain itu, penerapan keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan (K3L) dalam proyek ini masih perlu ditingkatkan. Penggunaan alat pelindung diri (APD) belum diterapkan secara konsisten dalam semua tahap proyek, meskipun pemasangan rambu keselamatan telah dilakukan sesuai prosedur.

Analisis dan Evaluasi

Keunggulan Implementasi Kode Etik dan Profesionalisme

  1. Memastikan bahwa metode pelaksanaan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan
  2. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas proyek dengan manajemen waktu yang baik
  3. Menjaga kualitas pekerjaan agar sesuai dengan spesifikasi teknis
  4. Meminimalkan risiko kegagalan proyek akibat ketidaksesuaian prosedur pelaksanaan

Tantangan dalam Implementasi

  1. Keterlambatan material dapat berdampak pada keterlambatan proyek
  2. Penerapan K3L masih perlu ditingkatkan agar aspek keselamatan lebih terjaga
  3. Koordinasi antara kontraktor, pekerja, dan pengawas proyek harus lebih ditingkatkan untuk menghindari deviasi dalam pelaksanaan pekerjaan

Kesimpulan dan Rekomendasi

Paper ini menunjukkan bahwa penerapan kode etik insinyur dan profesionalisme memiliki dampak signifikan terhadap keberhasilan proyek konstruksi. Meskipun proyek ini secara keseluruhan berjalan dengan baik, terdapat beberapa tantangan yang harus diatasi, seperti keterlambatan material dan penerapan K3L yang belum maksimal.

Rekomendasi

  1. Meningkatkan sistem pengadaan material agar keterlambatan dapat diminimalisir
  2. Memperkuat implementasi K3L untuk meningkatkan keselamatan kerja di lapangan
  3. Melakukan pelatihan berkala bagi pekerja terkait standar mutu dan efisiensi kerja
  4. Mengoptimalkan koordinasi antar pihak terkait agar kendala di lapangan dapat segera diatasi tanpa mengganggu kelancaran proyek

Dengan strategi ini, proyek konstruksi dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan prinsip profesionalisme yang diharapkan dalam dunia keinsinyuran.

Sumber Artikel dalam Bahasa Asli

Rahmanita Nuzula, Ridho Bayu Aji, M. Sigit Darmawan, Budi Suswanto, RPX Rooswan Happmono. (2025). "Implementasi Kode Etik Insinyur dan Profesionalisme terhadap Signifikansi Metode Pelaksanaan dan Manajemen Proyek pada Proyek Konstruksi Rehabilitasi Laboratorium dan Lapangan SMPN 2 Kota Mojokerto." Inisiatif: Jurnal Ekonomi, Akuntansi dan Manajemen, Volume 4, Nomor 2, Halaman 140-146.