Pendahuluan
Peningkatan emisi karbon, polusi industri, dan eksploitasi sumber daya alam telah mempercepat krisis lingkungan global. Untuk mengatasi hal ini, banyak perusahaan beralih ke Green Supply Chain (GSC) sebagai solusi berkelanjutan. GSC berfokus pada efisiensi rantai pasok yang tetap menjaga keseimbangan lingkungan.
Penelitian ini, yang dilakukan oleh Justyna Żywiołek, Joanna Rosak-Szyrocka, dan Ali Abdulhassan Abbas, bertujuan untuk mengukur dampak GSC terhadap sustainable performance. Studi ini menyoroti bagaimana penerapan GSC dapat mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Responden berasal dari 185 pekerja di pabrik Al-Noura di Karbala, yang bekerja di berbagai departemen seperti produksi, pemasaran, dan operasional. Teknik analisis data yang digunakan mencakup Structural Equation Modeling (SEM) berbasis SmartPLS 3.2.7 untuk menguji hubungan antara variabel GSC dan kinerja berkelanjutan.
Temuan Utama
1. Green Supply Chain sebagai Faktor Kunci Keberlanjutan
- GSC memiliki dampak langsung terhadap sustainable performance, terutama dalam aspek ekonomi dan lingkungan.
- Konsep GSC mencakup berbagai aktivitas, seperti green purchasing, green manufacturing, green logistics, dan green marketing.
- Penerapan GSC membantu perusahaan dalam mengurangi limbah produksi hingga 25% dan meningkatkan efisiensi energi sebesar 18%.
2. Dimensi Green Supply Chain yang Paling Berpengaruh
Studi ini mengidentifikasi beberapa dimensi utama dalam penerapan GSC:
- Green Buying – Pembelian bahan baku ramah lingkungan meningkatkan keberlanjutan jangka panjang.
- Green Manufacturing – Proses produksi yang lebih bersih dapat mengurangi emisi karbon dan limbah.
- Green Packaging & Distribution – Penggunaan kemasan daur ulang dan distribusi efisien mengurangi dampak lingkungan.
- Internal Environmental Management – Kebijakan internal yang mendukung keberlanjutan meningkatkan efisiensi operasional.
3. Pengaruh Green Supply Chain terhadap Sustainable Performance
Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa Green Supply Chain berkontribusi terhadap peningkatan kinerja berkelanjutan sebesar 66%. Pengaruh ini dibagi ke dalam tiga aspek:
- Kinerja Ekonomi – Penerapan GSC dapat meningkatkan keuntungan dan mengurangi biaya operasional.
- Kinerja Sosial – Adopsi strategi GSC meningkatkan reputasi perusahaan dan kepuasan pelanggan.
- Kinerja Lingkungan – Pengurangan limbah dan efisiensi energi menjadi dampak positif utama dari GSC.
4. Studi Kasus: Implementasi GSC di Pabrik Al-Noura, Karbala
- Pabrik berhasil mengurangi limbah produksi sebesar 22% melalui penerapan strategi green manufacturing.
- Efisiensi energi meningkat hingga 15% dengan adopsi sistem produksi yang lebih hemat energi.
- Penggunaan bahan daur ulang dalam packaging naik 30%, mengurangi biaya operasional dan dampak lingkungan.
Keunggulan dan Tantangan dalam Implementasi GSC
Keunggulan
✔ Meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya produksi.
✔ Memperkuat reputasi merek sebagai perusahaan yang peduli lingkungan.
✔ Memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan global.
Tantangan
⚠ Investasi awal yang tinggi dalam teknologi ramah lingkungan.
⚠ Kurangnya pemahaman tenaga kerja tentang GSC.
⚠ Kesulitan dalam mendapatkan bahan baku ramah lingkungan dengan harga kompetitif.
Strategi Optimal untuk Meningkatkan Green Supply Chain
Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah strategi terbaik untuk mengoptimalkan GSC dalam rantai pasok:
1. Meningkatkan Kesadaran dan Pelatihan Karyawan
- Mengadakan program edukasi tentang GSC bagi karyawan di semua level.
- Menyediakan insentif bagi karyawan yang berhasil menerapkan strategi ramah lingkungan.
2. Menggunakan Teknologi Digital untuk Monitoring
- Internet of Things (IoT) dan AI dapat digunakan untuk memantau efisiensi energi dan limbah produksi.
- Blockchain dapat meningkatkan transparansi dalam rantai pasok dan memastikan kepatuhan terhadap standar lingkungan.
3. Berkolaborasi dengan Pemasok Ramah Lingkungan
- Mengembangkan kemitraan strategis dengan pemasok yang menerapkan praktik hijau.
- Menggunakan kontrak berbasis sustainability performance untuk mendorong pemasok lebih peduli terhadap lingkungan.
4. Menyesuaikan Produk dan Proses Produksi
- Mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya dalam proses produksi.
- Mengembangkan produk yang lebih mudah didaur ulang atau menggunakan energi terbarukan.
Kesimpulan
Penelitian ini membuktikan bahwa Green Supply Chain memiliki dampak signifikan terhadap sustainable performance. Dengan mengadopsi strategi berbasis GSC, perusahaan dapat:
- Mengurangi emisi karbon dan limbah produksi.
- Meningkatkan efisiensi operasional dan keuntungan bisnis.
- Memperkuat daya saing di pasar global dengan strategi bisnis berkelanjutan.
Dalam era industri yang semakin peduli lingkungan, adopsi GSC bukan hanya pilihan, tetapi kebutuhan bagi perusahaan yang ingin bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.
Sumber : Justyna Żywiołek, Joanna Rosak-Szyrocka, Ali Abdulhassan Abbas (2022). Measuring the Impact of the Green Supply Chain on Sustainable Performance. Holistica Journal of Business and Public Administration, Vol. 13, Issue 1, pp. 19-48.